Você está na página 1de 12

1.

Kasus Gatal-gatal di Pesantren


Remaja 12 tahun mengeluh gatal-gatal kalau malam hari di celah jari
tangan dan selangkangan. Gatal ini menyerang hampir semua temannya yang
tinggal bersamanya di pesantren. Gatal yang dideritanya juga ada yang
mengandung nanah akibat digaruk.
2. Identifikasi Problem
a. Anak-anak
b. Gatal-gatal malam hari di celah jari tangan dan selangkangan
c. Gatal menyerang hampir semua temannya yang tinggal bersamanya di
pesantren
d. Gatal mengandung nanah akibat digaruk
3. Tujuan Terapi
Untuk membunuh Sarcoptes scabiei var. hominis dan produknya.
Antibiotic untuk ,mencegah infeksi sekunder agar tidak semakin luas dan
pemberian antihistamin untuk mengurangi pruritus.
4. P-Treatment
Pasien diarahkan/disarankan untuk meningkatkan higienisasi diri dan
lingkungan, seperti mengganti sprei, menjemur kasur, membuka jendela, tidak
kontak langsung dengan penderita (berjabat tangan, tidur bersama), tidak
memakai benda-benda penderita secara bersamasama (contoh: pakaian, handuk,
dll). Pakaian penderita skabies sebelum dicuci harus rendam air panas 15 menit
kemudian baru dicuci, hal ini dilakukan agar tungautungau yang berada pada
pakaian mati.
Kemudian pengobatan dilakukan secara teratur dan sesuai dengan lama
pengobatan yang telah ditentukan ( 12 hari). Serta dilakukan pengobatan secara
keseluruhan yaitu penderita maupun teman-teman penderita di pesantren yang

tertular, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kembali penularan terhadap penyakit
ini.
5. P-drugs
Syarat pengobatan yang ideal adalah: a.) Harus efektif terhadap semua
stadium tungau, b.) harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik, c.) tidak
berbau atau kotor serta tidak merusak atau mewarnai pakaian, d.) mudah diperoleh
dan harganya murah. Cara pengobatannya ialah seluruh anggota pesantren yang
harus diobati (termasuk pasien).
Jenis obat yang dapat diberikan kepada pasien skabies adalah:
a. Belerang endap (sulfur presipitatum), dengan kadar 4-20% dalam bentuk
salap atau krim. Preparat ini karena tidak efektif terhadap stadium telur,
maka penggunaannya tidak boleh diulang dari 3 hari. Kekurangannya yang
lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang-kadang menimbulkan
iritasi. Dapat dipakai pada bayi berumur kurang dari 2 tahun
b. Emulsi benzyl-benzoas (20-25%), efektif terhadap semua stadium,
diberikan setiap malam selama tiga hari. Obat ini sulit diperoleh, sering
memberi iritasi, dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.
c. Gama Benzena Heksa Klorida (gameksan = gammexane), kadarnya 1%
dalam krim atau losio, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap
semua stadium, mudah digunakan, dan jarang memberikan iritasi. Obat ini
tidak dianjurkan pada anak dibawah enam tahun dan wanita hamil, karena
toksis terhadap susunan saraf pusat. Pemberiannya cukup sekali, kecuali
jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian.
d. Krotamiton 10% dalam krim atau losio juga merupakan obat pilihan,
mempunyai dua efek sebagai antiskabies dan antigatal; harus dijauhkan
dari mata, mulut, dan uretra.
e. Permetrin dengan kadar 5% dalam krim, kurang toksik jika dibandingkan
dengan gameksan, efektifitasnya sama, aplikasi hanya sekali dan dihapus

setelah 10 jam. Bila belum sembuh diulangi selama seminggu. Tidak


dianjurkan pada bayi dibawah umur 2 bulan.
Biasanya penderita scabies merasakan gatal yang sangat pada malam hari.
Untuk mengatasinya maka kita dapat menggunakan obat antihistamin untuk
mengurangi reaksi inflamasi sehingga rasa gatal tersebut berkurang. Bila terjadi
infeksi sekunder dan pus akibat digaruk, maka kita pula dapat menambahkan
antibiotik untuk mengatasinya.
5.1. Obat Anti Skabies
No

Nama

KI

ESO

Dosis

K/H

1. Konimex
(Gamexan
0,5%)

Obat
pembasmi
kutu
rambut
kepala

Hipersen
sitif

Iritasi kulit

tidak
dianjurkan
pada anak <6 tahun
dan wanita hamil,
karena
toksis
terhadap susunan
saraf pusat

Dioleskan
pada
kepala yang gatal

Botol 50 ml
Rp 2.695,-

2. Scabimite
(Permetrin
5%)

Scabies

Hipersen
sitif

Dapat
timbul rasa
panas spt
terbakar,
gatal,
eritema
serta
hipertensi
yang
sifatnya
ringan dan
sementara

Hindari kontak dg
mata.

kurang toksik jika - Cream 5% x


dibandingkan
10 g
dengan gameksan,
efektifitasnya sama, Rp 29.260,aplikasi
hanya
sekali dan dihapus - Cream 5% x
setelah 10 jam 30 g
Oleskan
merata
pada tempat yang Rp 62.510,gatal.

Iritasi kulit

tidak
dianjurkan
pada anak <6 tahun
dan wanita hamil,
karena
toksis
terhadap susunan
saraf pusat

Obat

3. Scabicid
(Gamexan
1 %, usnic
acid 1 %)

Scabies &
infeksi
sekunder
karena
kuman
Gr+, Strep
dan Staph

Hipersen
sitif

Aman
digunakan
pada bayi usia 2
bulan atau lebih,
sedangkan
pemakaian
pada
bayi usia < 2 bln
belum diketahui.
Penggunaan selama
kehamilan
dan
menyusui
belum
diketahui
keamanannya

Oleskan seminggu
sekali.
Pada
pemakaian
di
kepala,
potong
rambut
terlebih
dahulu
sebelum
diterapi.
Jangan
mandi minimal 24
jam
setelah
dioleskan

Krim 10 g
Rp 5.060,-

Kesimpulan: Jadi P-drug obat scabies yang saya gunakan pada kasus ini adalah
Scabimite. Karena selain mengaplikasikannya hanya 1x selama 10 jam, scabimite
ini yang berisi Permetrin 5% memiliki efek toksik minimal dibandingkan dengan
gameksan, meskipun efektifitasnya sama.
Permetrin 5% (Scabimite)
Farmakodinamik
Scabimite

merupakan

antiparasit

spectrum

luas

terhadap

tungau, kutu rambut, kutu badan serta anthropoda lainnya.


Permethrin bekerja dengan cara mengganggu polarisasi dinding
sel syaraf parasit yaitu melalui ikatan dengan Natrium. Hal ini
memperlambat repolarisasi dinding sel dan akhirnya terjadi paralise
parasit.

Farmakokinetik
Permethrin

dimetabolisir

dengan

cepat

di

kulit,

hasil

metabolisme yang bersifat tidak aktif akan segera diekskresi melalui


urine. Permethrin juga diabsorbsi setelah pengaplikasian secara
topikal, tetapi kulit juga merupakan sebuah tempat metabolisme dan
konjugasi metabolit.

Interaksi

Dengan obat lain:

Dengan makanan:

Cara pemakaian
Permethrin cream digunakan untuk sekali pemakaian. Oleskan Permethrin
cream merata pada seluruh permukaan kulit mulai dari kepala sampai ke jari-jari
kaki, terutama daerah belakang telinga, lipatan bokong dan sela-sela jari kaki.
Lama pemakaian selama 8-12 jam. Dianjurkan pengolesan pada malam hari
kemudian dicuci pada keesokan harinya.

Efek samping
Dapat timbul rasa panas seperti terbakar yang ringan, pedih, gatal, eritema,
hipestesi serta ruam kulit. Efek samping ini bersifat sementara dan akan
menghilang sendiri.
Peringatan

Scabies kadang disertai dengan adanya pruritus, urtikaria dan


erythema. Setelah pemakaian scabimite cream ada kemungkinan
gejala-gejala itu tidak langsung menghilang.

Aman digunakan pada bayi usia 2 bulan atau lebih, sedangkan


pemakaian pada bayi usia kurang dari 2 bulan belum diketahui.

Penggunaan selama kehamilan dan menyusui belum diketahui


keamanannya.

Keuntungan

Aman dan efektif untuk digunakan dalam beberapa tingkat scabies.

Diaplikasikan secara tunggal (sekali pemakaian)

Non-neurotoxic scabicide.

Cost
Cream 5% x 10 g = Rp 29.260, 00
Cream 5% x 30 g = Rp 62.510, 00

5.2. Antihistamin
No

Obat

KI

ESO

Masa
kerja

K/H

1.

Difenhid
ramin
HCl 25
mg

Gejala alergi,
mabuk
perjalanan,
anti
parkinsonism

Hipersensitivitas;
bayi
dan ibu
menyusui, terapi
antibiotika
ototoksik

Mengantuk,
retensi urin, mulut
kering,
ggn
pencernaan,
sedasi

Dws: sehari 3x 12 tab, maks sehari


250 mg

4-6 jam

(HNA+) Strip
10 tab Rp
1.980,-

Hidroxizi
ne
dihidrokl
orida 25
mg;
10mg/5m
l

Pruritus
karena alergi,
ansietas,
sedative untuk
pramedikasi
dan anastesi
umum

Hipersensitivitas

Mengantuk,
retensi urin, mulut
kering,
ggn
pencernaan,
sedasi

Dws: sehari 3-4x


25 mg;
anak
>6thn: 50-100 mg
dlm dosis bagi;
anak <6thn: sehari
50 mg dalam
dosis bagi. Sedatif
utk premedikasi:
Dws, 50-100mg;
anak,
0,6mg/kgBB/hari

6-24
jam

Dus 10x10 tab


Rp 115.000,-

3.

Klorfenir
amin
maleat
4mg

Urtikaria,
eksim, alergi,
pruritus, asma

Hipersensitivitas,
Dapat
memperburuk
asma
bronkial,
retensi
urin,
glaukoma

Menyebabkan
kantuk, gangguan
saluran
cerna,
mulut kering, dan
kesukaran miksi.

Dws: sehari 3-4 x


1 tab, anak-anak
0,35
mg/kgBB/hari
dalam 4 dosis
terbagi

4-6 jam

Dus 2x10 tab


Rp 2.860,-

4.

Siprohep
tadin
HCl

Alergi kulit,
alergi rinitis

Hipersensitivitas

Mengantuk,
retensi urin, mulut
kering,
ggn
pencernaan,
sedasi

Dws: 4 mg

6 jam

Dus 10x10 tab


Rp 13.700,-

5.

Loratadi
ne 10mg;
5mg/ml

Pengobatan
simptomatis
pada rhinitis,
urtikaria
kronik,
dan
berbagai jenis
alergi
pada
kulit

Hipersensitivitas

Mengantuk,
retensi urin, mulut
kering,
ggn
pencernaan,
sedasi

Dws dan anak >


12 th: sehari 10
mg. anak 2-12
thn: > 30 kg:
sehari 10 mg,
anak < 30 kg:
sehari 5 mg

24 jam

Dus 50 tab 10
mg
Rp
15.500,-

2.

Anak:sehari
5mg/kgBB

Botol 100 ml
sirup
Rp
16.000,-

Botol 60 ml
5mg/ml sirup
Rp 7.500,-

Kesimpulan: Jadi P-drug antihistamin yang saya gunakan pada kasus ini adalah
Klorfeniramin maleat (CTM). Karena selain efektifitasnya sebagai anti alergi dan
pruritus, harganya murah dan mudah didapatkan.

Klorfeniramine maleat (CTM)


Farmakodinamik
CTM merupakan salah satu antihistaminika H1 (AH1) yang mampu
mengusir histamin secara kompetitif dari reseptornya (reseptor H1) dan dengan
demikian mampu meniadakan kerja histamin.
Di dalam tubuh adanya stimulasi reseptor H1 dapat menimbulkan
vasokontriksi pembuluh-pembuluh yang lebih besar, kontraksi otot (bronkus,
usus, uterus), kontraksi sel-sel endotel dan kenaikan aliran limfe. Jika histamin
mencapai kulit misal pada gigitan serangga, maka terjadi pemerahan disertai rasa
nyeri akibat pelebaran kapiler atau terjadi pembengkakan yang gatal akibat
kenaikan tekanan pada kapiler. Histamin memegang peran utama pada proses
peradangan dan pada sistem imun.
CTM sebagai AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh darah,
bronkus dan bermacam-macam otot polos. AH1 juga bermanfaat untuk mengobati
reaksi hipersensitivitas dan keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen
berlebih. Dalam Farmakologi dan Terapi edisi IV (FK-UI,1995) disebutkan
bahwa histamin endogen bersumber dari daging dan bakteri dalam lumen usus
atau kolon yang membentuk histamin dari histidin.
Farmakokinetik
Absorpsi:

Setelah pemberian oral, AH1 diabsorpsi dengan baik, cepat, dan


lengkap. Efeknya timbul 30-60 menit setelah pemberian oral dan
maksimal setelah 1-2 jam. Efek terapi maksimal sekitar 6 jam.
Durasi aksi antara 4-8 jam.

Distribusi:

Ikatan protein mendekati 72%. Klorfeniramin terdistribusi luas pada


jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta
diekskresikan melalui ASI.

Metabolisme: Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat, pertama dalam


mukosa lambung, kemudian dalam hati dan dapat mengalami
kejenuhan.
T plasma antara 2-4 jam, tetapi T eliminasi bervariasi
tergantung umur. T pada dewasa sehat dan anak-anak masingmasing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. Pada pasien gagal ginjal
dengan hemodialisa, T dapat memanjang hingga 280-330 jam.
Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin,
menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang.
Ekskresi:

N-dealkilasi

akan

mendapatkan

beberapa

metabolit,

yang

diekskresikan dalam urin, sama dengan induknya.

Indikasi: Pengobatan pada gejala-gejala alergis, seperti: bersin,


rinorrhea, urticaria, pruritis, dll.
Kontraindikasi:

Dapat memperburuk asma bronkial,

retensi urin, glaukoma

Interaksi:
Dengan Obat Lain :
Substrat CYP2D6 (minor), 3A4 (major) ; Penghambat CYP2D6
(lemah).Meningkatkan
Penghambat

MAO,

toksisitas

(depresi

SSP):

depresan

antidepresan

trisiklik,

fenotiasin.

SSP,

Penghambat

CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. Contoh obat ini


meliputi antifungi azole, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin,
imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, penghambat protease,
quinidin, dan verapamil. Etanol/ Nutrisi/ Herbal. Etanol : Hindari
penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP).

Dengan Makanan : Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak


mengurangi bioavailabilitasnya.
Sediaan: tablet 4 mg
Cara Pemakaian:
Dws: sehari 3-4 x 1 tab
anak-anak 0,35 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi
Cost
Dus 2x10 tab Rp 2.860,-

5.3. Antibiotik
Obat

Gol.
Penisilin
(amoxicillin)

Gol.
Makrolide
(eritromisin)

Gol. Tetrasiklin (tetrasiklin)

Infeksi sal. Napas,


infeksi kuman gram +/-

Infeksi sal. Napas,


infeksi
streptokokus,
stafilokokus,
clamidia

infeksi kuman gram +/-

KI

Hipersensitifitas
penisilin

Hipersensitifitas,
gangguan
fungsi
hati

Hipersensitifitas, ibu hamil, balita,


anak < 8 tahun

ESO

Hipersensitifitas,
gangguan
hiperinfeksi

Mual,
muntah,
diare, ruam

Gangguan GI, superinfeksi

GI,

Cara pemberian

Oral

oral

oral

250-500 mg 3x/ hari

500 mg 2x/hari

500 mg/kgBB/hari

Anak: 20mg/kgBB/hari

Anak:
50-75
mg/kgBB/hari

Kaps. 500 mg x 10 x10


: Rp 22.725, 00

Dus 10x10 kapl

Dus 10x10 kap 250 mg Rp 26. 950,-

Rp 224.400,-

Kap 500 mg Rp 44.000,-

Botol 60 ml sirup
kering Rp 18.480,-

Botol 500 kap 250 mg Rp 90.200,-;


1000 kap Rp 176.000,-

K/H

Dry syr. 125mg/5cc x


60 cc x1 : Rp 3.014, 00

Kesimpulan: Jadi P-drug antibiotik yang saya gunakan pada kasus ini adalah
Amoxicillin Karena amoxicillin murah, mudah di dapat dan dapat mengobati
infeksi sekunder pada penyakit ini yang mungkin disebabkan karena infeksi
bakteri gram positif maupun gram negative (broad spectrum).
Amoxicillin (Amoxicillin Hexpham)
Farmakodinamik
Amoxicillin menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan
untuk sintesis dinding sel mikroba (bakterisid). Mekanisme antibiotika betalaktam
dapat diringkas dengan urutan sebagai berikut: a.) obat bergabung dengan
penicillin-binding protein (PBPs) pada kuman. b.) terjadi hambatan sintesis
dinding sel kuman karena proses transpeptidasi antar rantai peptidoglikan
terganggu. c.) kemudian terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding sel.
Farmakokinetik
Absorpsi: amoxicillin diabsorpsi di saluran cerna.
Distribusi: amoxicillin didistribusi luas di dalam tubuh dan pengikatannya oleh
protein plasma hanya 20%.
Metabolisme: di hepar
Bioavailabilitas:

cara pemberian: oral


Abs. oral

: 75-90 %

Ikatan protein : 17-20 %


Metabolism

: 10 %

: 1 jam

Vd

: 0.25-0.42 L/kg

Dosis Dewasa : 0.25-0.5 g tid

Dosis anak

: 20-40 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi

Creatinin Clearance:

Ekskresi:

Amoxicillin

Clcr rata-rata 50 ml/min

: 66 %

Clcr rata-rata 10 ml/min

: 33 %

masuk

ke

dalam

empedu

mengalami

sirkulasi

enterohepatik, tetapi yang diekskresi bersama tinja jumlahnya cukup


tinggi. Penetrasi ke CSS dapat mencapai kadar yang efektif pada
keadaan peradangan meningen. Pada bronchitis atau pneumonia,
amoxicillin disekresi ke dalam sputum sekitar 10% kadar serum. Bila
diberikan sesaat sebelum persalinan, dalam satu jam kadar obat dalam
darah fetus menyamai kadar obat dalam darah ibunya. Pada bayi
premature dan neonatus, pemberian amoxicillin menghasilkan kadar
dalam darah yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama dalam darah.
Interaksi
Dengan obat lain:
-

Meningkatkan efek toxic: disulfiram dan probenesid, warfarin dan


allopurinol

Menurunkan efek toxic: chloramphenicol dan tetrasiklin

Bila amoxicillin diminum bersamaan dengan antasida, maka efek


amoxicillin akan menurun

Dengan makanan: penyerapan amoxicillin tidak terhambat oleh adanya


makanan di lambung
Sediaan
Amoxicillin tersedia sebagai kapsul atau tablet berukuran 125, 250, dan
500 mg dan sirup 125 mg/5 ml. Dosis sehari dapat diberikan 3 kali yaitu 250-500
mg sehari.

Cost
Kaps. 500 mg x 10 x10 : Rp 22.725, 00
Dry syr. 125mg/5cc x 60 cc x1 : Rp 3.014, 00

6. Resep

Dr. Femiastutik Ekanova


Praktek :

SIP : 2061210027
Hari Senin - Sabtu
Pukul 18.00 - 21.00 WIB
Perum. Bukit Hijau Blok C no. 42, Tlogomas - Malang
085649730675
Malang,

27 April 2013

Scabimite cream
No. I

R
R

S ue
CTM tab mg 4
X
S 1 dd tab prn
Amoxicillin Hexpham mg 500
No. VIII
S 3 dd tab

Pro
: An. Dita
Usia : 12 tahun
Alamat : Malang

No.