Você está na página 1de 5

KOMUNIKASI FARMAKOLOGIS

Pasien datang ke tempat praktek dokter. Saat tiba gilirannya, pasien kemudian
masuk ke dalam ruang periksa dokter.
Pasien dan ibunya : Selamat pagi dokter
Dokter

: Selamat pagi. Silahkan duduk. Kenapa ibu, ada yang bisa


saya bantu?

(kemudian pasien dan ibunya duduk di kursi depan dokter)


Ibu pasien

: iya nih dokter saya ingin memeriksakan anak saya.


Kebetulan anak saya tinggal di pondokan. Waktu saya jenguk
kemarin dia mengeluh gatal-gatal di celah jari tangan dan
selangkangan, terus bernanah juga dok. Gatalnya tambah
menjadi pada malam hari.

Dokter

: awal gatalnya dikarenakan apa?

Pasien

: gini dok, saya kan tinggal di pesantren. Memang sering saya


pakai handuk sama baju bergantian sama teman-teman, terus
teman-teman saya disana juga sakit yang sama seperti saya
sekarang dok

Ibu

: emang penyakit seperti ini bisa menular juga ya dokter?

Dokter

: oh begitu ceritanya. Iya ibu, penyakit seperti ini bias


menular. Biasanya terjadi pada anak pondokan karena salah
satunya itu menggunakan barang secara bersamaan dengan
teman-temannya yang mungkin tingkat kebersihannya
kurang.
Sini dik, saya liat dulu mana saja yang gatal?

(dan kemudian pasien berdiri dan menunjukkan lokasi luka dan gatalnya tersebut)

Ibu pasien
Dokter

: memangnya ini penyakit apa dokter?


: anak ibu terkena penyakit Skabies, kalo kebanyakan
orang bilangnya ini penyakit gudikan atau kudis. Itu
penyebabnya tungau sarcoptes scabei, yang ditularkan
oleh hewan ke manusia atau dari manusia ke manusia.
Biasanya yang bikin nular itu tungau betina, ibu.

Pasien

: tapi kok bisa gatalnya yang parah malam hari dok? Kalau
pagi hari kok tidak begitu gatal?

Dokter

: iya dik, soalnya tungaunya itu bertelur dan aktivitasnya


malam hari, jadi kerasa gatalnya di malam hari.

Ibu pasien

: hoo begitu ya dokter. Terus solusinya gimana dok?

Dokter

: jadi adik diusahakan sebisa mungkin menghindari


menggunakan handuk dan baju bersamaan dengan
temannya yang sakit seperti ini juga ya. Bisa kan pakai
handuk sendiri atau baju punya adik sendiri? Terus
kebersihan di pesantren juga harus dijaga, seperti rutin
mengganti sprei, menjemur kasur, membuka jendela, tidak
kontak langsung dengan teman yang sakit ini juga seperti
berjabat tangan, tidur bersama, tidak memakai bendabenda penderita secara bersamasama (contoh: pakaian,
handuk, dll). Pakaian atau spreinya sebelum dicuci harus
rendam dulu menggunakan air panas 15 menit kemudian
baru dicuci, agar tungautungau yang berada pada pakaian
mati.. Oh iya satu lagi, kalau gatal jangan digaruk ya, biar
infeksinya tidak bertambah luas. Nanti teman-teman
pesantrennya yang sakit suruh diperiksa dan diobatin dik,
biar ga ada yang sakit seperti ini langi di pesantren adik.
Nanti adik saya kasih resep obat, krim 1 sama pilnya 2
macam. krimnya buat bunuh tungaunya, pilnya untuk

mengurangi infeksinya dan untuk mengurangi gatalgatalnya.


Pasien

: cara menggunakannya gimana dokter?

Dokter

: kalau krimnya bisa adik gunakan sepulang dari tempat


praktek ini, adik pakai hingga besok pagi di oleskan
merata di tempat yang gatal ya. Jangan sampai kena air.
Kalau mau sholat, mending adik tayammum dulu, kalau
mau buang air kecil, bisa menggunakan air sedikit demi
sedikit, jangan sampai mengenai tempat yang gatal itu dan
kalo bisa pakai tissue juga ya dik. Jadi sore ini adik jangan
mandi dulu ya. Baru deh besok paginya adik mandi yang
bersih. Terus krimnya dioleskan lagi minggu depan (7 hari
kemudian), biar sisa-sisa tungaunya bisa mati semua.
Caranya juga sama, tidak boleh terkena air ya. Sudah
mengerti belum dik?

Pasien

: sudah dokter

Dokter

: bisa tolong diulangi lagi apa yang saya anjurkan tadi?

Pasien

: bisa dokter. Saya tidak boleh menggunakan barang


bersamaan/bergantian dengan teman saya, kebersihan
pesantren saya juga terjaga. Kalau mau mencuci baju atau
sprei, sebelumnya saya harus rendam dulu di air panas 15
menit kemudian baru dicuci agar tungau di pakaian saya
mati. Nanti dokter kasih obat krim pada saya, dipakai
sepulang saya dari sini hingga besok pagi. Dioleskan
hingga merata pada daerah yang gatal, tidak boleh terkena
air, jadi kalau mau sholat harus tayammum dulu satu hari
ini.

Dokter

: iya betul dik. Saya juga kasih 2 macam pil. Pil yang
pertama berisi antibiotic, itu diminum rutin 5 hari ya,

untuk ngurangi infeksinya. Terus pil yang satunya lagi


diminum kalau gatal saja ya dik?
Pasien

: iya dokter

(kemudian dokter menuliskan resep pada kertas resep, merobeknya, dan


memberikan kembali)
Dokter

: ini bu resep buat anaknya. (sambil menyodorkan resep


obat kepada ibu pasien). 2 minggu lagi ibu & adik bias
kembali kesini untuk kontrol, nanti biar saya lihat bagai
mana perkembangan kesembuhan anak ibu.

Ibu pasien

: baik dokter.

Dokter

: baiklah kalau begitu mari kita berdoa bersama-sama agar


adik segera diberikan kesehatan oleh Allah SWT.





Ya Allah, sembuhkanlah Sad Ya Allah, sembuhkanlah Sad. Ya Allah,
sembuhkanlah Sad. (HR. Muslim)
Pasien dan ibu pasien : amien ya robbal alamin.
Ibu pasien

: terima kasih dokter (sambil berdiri, ingin beranjak


pulang sembari menggandeng lengan anaknya)

Dokter

: iya bu, sama-sama. Semoga putrinya cepat sembuh ya


bu.

Ibu pasien

: iya dokter. Amien. Kami permisi pamit pulang dulu


dokter. Assalamualaikum wr. wb. (kemudian berjalan ke
arah pintu, lalu membukanya)

Dokter

: iya bu, waalaikum salam wr. wb. (menyusul pasien dan


ibunya ke arah pintu, kemudian memanggil nama giliran
pasien yang akan berobat)
-SEKIAN-