Você está na página 1de 22

AFTERCARE

Infeksi Saluran Kemih


ANDHIKA PERKASASUMARTO

IDENTITAS DAN RESUME PASIEN

Nama

: Saeful Rizal
Jenis Kelamin : Laki laki
Usia
: 8 tahun 1 bulan 8 hari
Alamat
: Pojoksari, Ambarawa
Masuk RS : 15 Februari 2016
Agama
: Islam
Suku Bangsa : Jawa

Nama

: Saeful Rizal
Jenis Kelamin : Laki laki
Usia
: 45
Alamat
: Pojoksari, Ambarawa
Pekerjaan
: Tentara
Agama
: Islam
Suku Bangsa : Jawa

Resume Penyakit dan Perkembangan Pasien

1 Resume Saat Sebelum Masuk Rumah Sakit (15 Februari 2016)


Pasien datang dengan keluhan awal nyeri hebat di perut sebelah
kanan. Nyeri tersebut sudah dirasakan sejak pagi hari pada
tanggal 15 Februari 2016. Nyeri dirasakan hilang dan timbul
tetapi sering. Nyeri dirasakan sangat parah sampai menembus
kebelakang sehingga An.S tidak dapat beraktifitas seperti biasa.
Pasien juga mengeluhkan perut terasa mual, nafsu makan
menurun, nyeri perut bawah saat buang air kecil, BAK tidak bisa
ditahan ( rasa kelebet) dan sering sebelum sakit pasien seringkali
menahan rasa ingin pipis. Pasien juga mengalami muntah sejak
tadi pagi, muntah berisi makanan, kurang lebih 4 kali. BAB
dalam batas normal.

Resume Perkembangan Pasien Saat di Rumah Sakit

(15-19 Februari 2016)


Keadaan pasien sudah mulai membaik. Nyeri perut
dirasakan sudah berkurang, pasien juga sudah tidak
mual dan muntah. Sakit saat kencing juga sudah
berkurang. Nafsu makan pasien ketika di rumah
sakit juga sudah mulai membaik. Pasien
diperbolehkan pulang setelah 7 hari perawatan
dengan diberikan edukasi sebelumnya oleh dokter

Edukasi Sebelum Pulang


Menjelaskan tentang penyakit infeksi saluran kemih kepada
pasienyang meliputu definisi, penyebab, faktor resiko, dan
prognosis
Edukasi kepada pasien tentang menjaga kebersihan diri
sendiri dan gaya hidup sehat.
Edukasi orang tua dan pasien tentang kebersihan lingkungan
rumah
Edukasi pasien tentang asupan intake cairan dan makanan
perhari
Edukasi untuk patuh minum obat sesuai aturan, bedrest, dan
kontrol kembali ke rumah sakit.

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

Tabel Daftar Anggota Keluarga


No.

Nama

Kedudukan

Jenis
Kelamin

Usia (tahun)

Pendidikan

Pekerjaan

Tn.S

Bapak

Laki Laki

40

SMA

Tentara

Ny.L

Ibu

Perempuan

39

SMK

Ibu Rumah
Tangga

An.A

Anak

Laki laki

14

SMP

Pelajar

An.D

Anak

Laki laki

13

SMP

Pelajar

An.S

Anak

Laki laki

SD

Pelajar

Genogram Keluarga

DENAH RUMAH

Edukasi saat kunjungan


Menjelaskan tentang Infeksi saluran kemih
Edukasi tentang kebersihan lingkungan rumah dan higienitas
diri sendiri yang dapat memicu penyakit serta
mengeliminasinya (ventilasi yang kurang, debu, rokok, dan
lain sebagainya).
Edukasi kepada keluarga pasien agar selalu mengawasi dan
memberikan dukungan terhadap keberhasilan pengobatan
pasien untuk pencegahan penyakit.
Edukasi tentang tanda-tanda penyakit ISK atau penyakit lain
yang mungkin timbul dari keadaan lingkungan rumah pasien
dan juga kebiasaan pasien.

Faktor Pendukung Keberhasilan After Care Patient


Keluarga bersedia untuk didatangi rumahnya.
Keramahan keluarga menyambut kedatangan dokter muda.
Keluarga memperhatikan dengan baik ketika diberikan penjelasan
mengenai keadaan anaknya.
Keluarga berkeinginan dan berusaha untuk selalu mengawasi,
melihat perkembangan dan memberikan dukungan terhadap
keberhasilan pengobatan pasien
Ayah dan ibu pasien sangat memperhatikan pasien.
Keluarga berkeinginan dan berusaha untuk melakukan hidup sehat
Tempat tinggal pasien dekat dengan sarana kesehatan

Faktor Penghambat Keberhasilan Pasien


Kurangnya pengetahuan ibu pasien mengenai
Infeksi Saluran Kemih dan penyakit lain yang
mungkin timbul dari lingkungan rumah pasien.
Keadaan rumah pasien yang kurang sehat
Kebiasaan hieginitas pasien
Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai
penyebab penyakit pasien dan bagaimana cara untuk
mencegahnya

Identifikasi Fungsi Fungsi Keluarga


Fungsi Biologis

Pasien adalah seorang anak laki laki berusia 8 tahun, post opname et cause infeksi saluran
kemih, gizi kurang. Keluhan pasien saat ini adalalah pasien keluhan membaik. Sakit perut yang
dirasakan pasien sesaat sebelum opaname sudah hilang, pasien juga sudah tidak mengeluh
muntah dan nyeri saat buang air kecil tidak ada.
Keadaan Umum : tampak baik, kesadaran compos mentis
Tanda tanda vital :
Nadi : 98 kali/menit
RR
: 24 kali/menit
T : 36,50C
Dengan status gizi Cukup BB:20kg TB:120 cm
Kepala/leher : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), edema palpebra (-)
Thorax :
cor : BJ I-II reguler, gallop (-), murmur (-), ronkhi (-), wheezing (-)
pulmo : Pergerakan simetris kanan dan kiri, SDV +/+
Abdomen : datar, bising usus (-), supel dan timpani, Nyeri tekan (-),

nyeri ketuk CVA (-)


Ekstremitas : akral hangat, CRT <2 detik, edema (-)

Fungsi Psikologis

Pasien tinggal bersama orang tua dan kedua saudara

kandungnya dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 5 orang.


Pasien sangat dekat dengan kedua kakaknya. Sehari hari, pasien
masih tidur dengan kedua orang tuanya. Pasien adalah anak
terakhir. Oleh karena itu, pasien sangat dimanjakan oleh kedua
orang tuanya.
Fungsi Ekonomi

Pasien tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. Dengan


kondisi rumah yang tidak terlalu besar dan sudah mendapatkan
listrik dan air dari PAM. Biaya kehidupan sehari-hari pasien
berasal dari pekerjaan ayahnya sebagai tentara. dengan
pendapatan perbulan Rp.3.000.000,- - 3.500.000,-

Fungsi Pendidian
Pasien saat ini mengenyam bangku kelas 4 sekolah dasar.
Ketika pulang sekolah kegiatan sehari harinya hanya bermain
dengan teman teman sebayanya di dekat rumah.
Fungsi Religius
Pasien dan keluarganya adalah seorang muslim yang taat
beragama. Pasien mengaji di masjid terdekat 3 kali dalam
seminggu.
Fungsi Sosial Budaya
Kedudukan keluarga pasien di tengah lingkungan sosial adalah
warga biasa. Biasanya pasien bermain didalam rumah dan
halaman rumah bersama teman seusianya.

Pola Konsumsi Pasien


Ibu pasien mengatakan jika sehari hari pasien
termasuk anak yang susah untuk makan. Pasien
sehari hari hanya makan 2 kali. Pasien makan
dengan lauk rumahan tetapi hanya bertahan kurang
lebih 3 sendok. Selain itu pasien juga sering membeli
jajanan diluar sekolah sehabis pulang sekolah yang
hieginitasnya kurang terjamin.
Ibu pasien mengaku jika pasien jarang minum air
putih

Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Kesehatan
Faktor Perilaku
Pasien kurang dalam menjaga hieginitasnya
Keluarga kurang dalam menjaga kesehatan rumah
Pola konsumsi makanan dan minuman pasien kurang baik
Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan disekitar rumah pasien cukup
dekat yaitu Rumah Sakit yang cukup dekat denegan kediaman
pasien. Jarak pelayanan kesehatan terdekat dari rumah pasien
yaitu sekitar 1,5 km. Jika berobat di rumah sakit, pasien
menggunakan fasilitas BPJS dari pemerintah.

Identifikasi Lingkungan Rumah


Rumah pasien terletak di dalam gang , dengan sisi kanan kiri rumah, dan
halaman depan rumah yang berdebu dan tidak ada pohon dan sedikit
rumput. Rumah tidak tingkat,terdiri satu ruang tamu, 3 kamar, 1 kamar
mandi, 1 ruang tv, 1 dapur yang terdapat dibelakang rumah. Ruang tamu
berada didepan dengan lantai semen. Atap ruang tamu tidak terlindung
asbes dan langsung ke atap .Lantai ruang keluarga dan rumah menggunakan
keramik dari semen. Dinding rumah dengan tembok dan di cat. Depan
rumah pasien terdapat 5 buah jendela dan 1 ventilasi yang tidak terlalu besar.
Saat masuk ke dalam rumah (di dalam ruang tamu) sinar matahari hanya
masuk sampai batas ruang tamu saja karena untuk masuk kamar dan ruang
tv terhalang oleh sekat tembok.
Air yang digunakan untuk masak dan mandi dari air PDAM, sumber listrik
dari PLN, kamar mandi 1 buah dan menggunakan jamban leher angsa,
sampah dibuang ke tempat sampah yang terletak di depan rumah.

Tabel Permasalahan
Permasalahan

Penyelesaaian

- Kurangnya pengetahuan
keluarga mengenai penyakit
pasien

- Memberikan penjelasan yang dapat diterima oleh


keluarga mengenai penyakit pasien

- Kurangnya kesadaran
keluarga mengenai
kebersihan rumah pasien

- Edukasi mengenai pentingnya kebersihan sekitar rumah

- Kebiasaan jajan pasien

Edukasi ibu pasien untuk tidak memberikan uang jajan


kepada pasien dan memasak makanan sendiri untuk
dimakan pasien

Edukasi mengenai intake makanan dan minuman


pasien sehari hari

- Higienitas yang belum baik

- Edukasi mengenai kebiasaan mencuci tangan sebelum


makan, dan cara membersihkan diri setelah BAB dan
BAK

Pembinaan Dan Hasil Kegiatan


Kegiatan Yang Dilakukan
Menjelaskan tentang
penyakit ISK, pencetus
dan edukasi tentang
pencegahannya.
Edukasi untuk selalu
mengawasi dan
memperhatikan asupan
makanan dan minuman
pasien sehari hari
Edukasi tentang
lingkungan rumah

Keluarga Yang Terlibat


Orang Tua

Hasil kegiatan
Keluarga tersebut
mengetahui tentang ISK dll,
pencetus dan pencegahannya

Orang tua dan pasien

Ibu pasien mulai


memperhatikan asupan yang
akan dikonsumsi pasien.

Orang tua

Keluarga akan lebih


memperhatikan masalah
lingkungan rumah
Keluarga akan lebih menjaga
hieginitas anggota
keluarganya masing masinvg

Edukasi mengenai
Orang tua dan pasien
kebiasaan mencuci tangan
sebelum makan, dan cara
membersihkan diri setelah
BAB dan BAK