Você está na página 1de 23

Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.

cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

EKSPERIMEN VARIASI NILAI INDEKS BIAS ANTAR DUA


MEDIUM TERHADAP TEKANAN UDARA

Laporan Eksperimen Fisika II


Disusun guna memenuhi tugas praktikum Eksperimen Fisika II untuk Mahasiswa
Fisika Semester VI

Oleh
ABDUS SOLIHIN

LABORATORIUM OPTOELEKTRONIKA DAN FISIKA MODERN


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2010
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberi sangat
banyak kenikmatan kepada makhluknya, sehingga dengan kenikmatan-
kenikmatan tersebut hamba ini mampu menyelesaikan tulisan ini. Shalawat dan
salam tetap tercurahkan kepada Rasullullah Muhammad SAW yang telah
menyampaikan risalah kebaikan akhlak, keobjektifan berpikir, dan kemaksimalan
humanisme lewat ayat-ayat Qur’aniah yang dibawanya berupa Al-Qur’an, Al-
Hadits, dan peluang kemajuan yang berupa ayat-ayat kauniah.
Salah satu dari sedemikian banyaknya ayat kauniah tersebut adalah
fenomena hubungan antara indeks bias dan tekanan yang coba dianalisa dengan
menggunakan Interferometer Michelson. Dan demikianlah eksperimen ini dapat
menambah kerangka filosofis bagi penulis, dan semoga juga bagi pembaca, guna
kemaksimalan ilai-nilai kemanusiaan kita dihadapan sesama dan dihadapan Sang
Pencipta.
Demikian kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada:
1. Ketua Jurusan Fisika: Bpk. Dr. Edy Sutrisno
2. Dosen pembimbing praktikum: Bpk. Misto, M.T, Ibu Mutmainnah M.Si,
dan Supriadi, S.Si
3. Asisten pembimbing
4. Semua orang yang telah berkontribusi demi terselesaikannya tulisan ini
Sebagaimana pri-bahasa tak ada gading yang tak retak, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran guna penyempurnaan tulisan selanjutnya. Penulis
ucapkan terimakasih banyak atas perhatiannya.

Penulis,

ABDUS SOLIHIN
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

ABDUS SOLIHIN
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Jember
email: elhobela@gmail.com

ABSTRAK

Indeks bias didefinisikan sebagai perbandingan antara panjang gelombang


cahaya yang melewati medium pertama dengan panjang gelombang cahaya yang
melewai medium kedua dalam fenomena gelombang cahaya yang melintasi dua
medium yang berbeda. Eksperimen ini mencoba menghubungkan antara nilai
indeks bias dengan salah satu karakteristik antar dua medium, yaitu tekanan.
Hubungan antara pertambahan jumlah frinji yang merupakan interpretasi dari
nilai indeks bias dengan tekanan absolut dapat diketahui dengan bantuan
interferometer. Tata letak pada interferometer dilakukan dengan meletakkan
secara tegak lurus (sudut 90) posisi Movable mirror dan adjustable mirror yang
ditengahi oleh split dengan posisi vacum cell diletakkan didepan Adjustable
Mirror. Hasil dari eksperimen ini menunjukkan bahwa Grafik hubungan antara
jumlah frinji (N) terhadap tekanan absolute (Pabs) menunjukkan pola menurun,
linear, dan smooth yang berarti bahwa pertambahan jumlah frinji berbanding
terbalik dengan nilai tekanan absolute. Sedangkan grafik dari persamaan garis
lurus yang menggambarkan variasi indeks bias terhadap tekanan memiliki pola
menaik, linear, dan smooth yang menunjukkan bahwa penurunan nilai tekanan
juga disertai dengan penurunan nilai indeks bias dan berlaku juga sebaliknya.

Kata Kunci: Indeks Bias, Interferometer, Frinji, Tekanan


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indeks bias didefinisikan sebagai perbandingan antara panjang
gelombang cahaya yang melewati medium pertama dengan panjang gelombang
cahaya yang melewai medium kedua dalam fenomena gelombang cahaya yang
melintasi dua medium yang berbeda. Walaupun demikian, nilai indeks bias secara
sederhana dapat diketahui dari perubahan lintasan gelombang cahaya yang dapat
teramati dari perbandingan antara nilai sinus sudut datang dengan sinus pada
sudut bias. Dalam hukum Snellius (hukum pembiasan), perubahan posisi lintasan
gelombang cahaya tersebut diakibatkan oleh perbedaan karakteristik dua medium
yang meliputi kerapatan dan impedansi.

Eksperimen ini mencoba menghubungkan antara nilai indeks bias dengan


salah satu karakteristik antar dua medium, yaitu tekanan. Hubungan antara
pertambahan jumlah frinji yang merupakan interpretasi dari nilai indeks bias
dengan tekanan absolut dapat diketahui dengan bantuan interferometer. Tata letak
pada interferometer dilakukan dengan meletakkan secara tegak lurus (sudut 90)
posisi Movable mirror dan adjustable mirror yang ditengahi oleh split dengan
posisi vacum cell diletakkan didepan Adjustable Mirror.

Eksperimen variasi nilai indeks bias terhadap tekanan dapat digunakan


dalam menentukan karakteristik suatu benda. Hal ini dikarenakan sifat tekanan
merupakan salah satu faktor pembentuk sifat impedansi benda. Karakteristik-
karakteristik tersebut misalnya dalam penentuan sifat kekristalan benda, ke-amorf-
an atau ketidak teraturan susunan partikel penyusun benda, dan lain sebagainya.
Sehingga eksperimen ini banyak digunakan dalam perusahaan-perusahaan
pembuatan kaca, gelas, plastik, intan, dan banyak lagi bidang lain. Mengingat
nilai guna yang sedemikian tinggi dan mencakup banyak bidang ini, maka
eksperimen variasi indeks bias terhadap tekanan menjadi penting dilakukan.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana hubungan grafik antara jumlah frinji (N) terhadap tekanan


absolute (Pabs)?
2. Tentukan persamaan garis lurus yang menggambarkan variasi indeks bias
terhadap tekanan?
3. Berapa indek bias udara natm pada tekanan 1 atmosfir?

4. Bagaimana hubungan antara indek bias dengan tekanan?

1.3 Tujuan Eksperimen


1. Mengetahui hubungan grafik antara jumlah frinji (N) terhadap tekanan
absolute (Pabs).
2. Mengetahui persamaan garis lurus yang menggambarkan variasi indeks bias
terhadap tekanan.
3. Mengetahui indek bias udara natm pada tekanan 1 atmosfir.
4. Mengetahui hubungan antara indek bias dengan tekanan.

1.4 Manfaat dan Kegunaan


Dengan melakukan eksperimen ini, praktikan akan dapat mengetahui labih jauh
salah satu teknik dalam penentuan sifat kekristalan benda, ke-amorf-an atau
ketidak teraturan susunan partikel penyusun benda, dan lain sebagainya. Sehingga
dengan eksperimen ini, praktikan akan lebih siap dalam pengaplikasian keilmuan
di perusahaan-perusahaan pembuatan kaca, gelas, plastik, intan, dan banyak lagi
bidang lain.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Indeks bias (n) adalah perbandingan antara kecepatan rambat cahaya


dalam vakum (medium pertama) dengan kecepatan cahaya dalam medium kedua.
Indeks bias antara dua medium pada fenomena cahaya yang melintasi kedua
medium tersebut dibahas dalam hukum Snellius atau hokum pembiasan. Dalam
hukum Snellius dinyatakan bahwa sinar dating, sinar bias, dan garis normal
berpotongan pada satu titik dan terleta pada satubidang datar. Dalam hal ini, sinar
dating dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis
normal, sedangkan sinar dating dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat
dibiaskan menjauhi garis normal. (Bahrudin, 2006: 130)

Nilai indeks bias pada suau benda dapat dihubungkan dengan sifat-sifat
pada pola interferensi gelombang cahaya monokromatik yang terbentuk. Pola
interferensi tersebut terakumulatif dalam pola frinji yang terbentuk dengan
menggunakan bantuan interferometer. Sehingga nilai indeks bias dapat diketahui
dengan menghubungkan antara nilai panjang gelombang monokromatik yang
masuk, ketebalan medium kedua, dan perubahan sudut yang terjadi dengan pola-
pola frinji yang terbentuk yang secara mudah dapat diketahui dari kuantitas frinji
yang bersangkutan. (Hariharan, 2007: 93)

Interferensi gelombang merupakan perpaduan antara dua gelombang atau


lebih pada suatu daerah tertentu pada saat yang bersamaan. Interferensi dua
gelombang yag mempunyai frekuensi, amplitude, dan arah getaran sama yang
merambat menurut garis lurus dengan kecepatan yang sama tetapi berlawanan
arahnya, menghasilkan gelombang stasioner atau gelombang diam. Interferensi
desdruktif (saling meniadakan) terjadi bila gelombang-gelombang yang
mengambil bagian dalam interferensi memiliki fase berlawanan. Sedangkan
interferensi konstruktif (saling menguatkan) terjadi jika gelombang-gelombang
yang mengambil bagian dalam interferensi memiliki fases yang sama. Interferensi
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

konstruktif biasa disebut juga dengan superposisi gelombang. (Bahrudin, 2006:


140)

Salah satu alat yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi pola


interferensi tersebut adalah interferometer. Alat ini dapat dipegunakan untuk
mengukur panjang gelombang atau perubahan panjang gelombang dengan
ketelitian sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis interferensi. Walaupun
pada awal mula dibuatnya alat ini dipergunakan untuk membuktikan ada tidaknya
eter. (Halliday,1994:715)

Gambar 2.1 Skema eksperimen hubungan indeks bias dengan tekanan

Interferometer dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks bias suatu


medium tertentu. Interferometer itu sendiri berasal dari kata interferensi dan meter
yang berarti suatu alat yang digunakan unutuk mengukur panjang atau perubahan
panjang dengan ketelitian yang sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis
interferensi. (Halliday, 1994 : 715)

Interferometer Michelson menggunakan konsep interferensi sinar-sinar


hasil pemecahan amplitude. Selain banyak digunakan untuk menentukan panjang
gelombang cahaya dan untuk menentukan jarak yang sangat pendek serta untuk
mengamati sifat medium optic, interferometer juga dapat digunakan untuk
menentukan nilai indek bias suatu benda misalnya hubungan antara indeks bias
dan tekanan. Dalam hal ini, ketika gelombang cahaya melintas dari hampa menuju
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

medium maka panjang gelombangnya berubah dari  menjadi  ' karena


impendansi mediumnya berubah. Akibatnya ketika cahaya melintasi jarak yang
sama besar akan mempunyai lintasan optik yang berbeda sesuai dengan perubahan
panjang gelombang tersebut. (Hariharan, 2007: 94)

Hubungan interferensi gelombang dnegan indeks bias dapat dilihat dalam


penjelasan berikut: Hukum pemantulan berlaku untuk semua jenis gelombang dan
hukum pemantulan dapat diturunkan dari prinsip Huygens, dimana setiap titik
pada bidang gelombang yang diberikan dapat dianggap sebagai titik dari anak
gelombang sekunder. Hukum pemantulan (cahaya) menyatakan bahwa sinar
datang, sinar pantul dan garis normal permukaan bidang selalu berada dalam
bidang yang sama serta sudut datang  1 sama dengan sudut pantul  1 sehingga
'

dari hukum pemantulan dapat diapresiasi bahwa berkas cahaya yang mengenai
sebuah permukaan rata (halus) maka akan terjadi pemantulan sejajar. Jika
dinyatakan dalam sebuah grafik hubungan antara indeks bias udara dengan
tekanan absolute, diperoleh kemiringan (slope) grafik yang dinyatakan dalam
persamaan berikut:

n n 0  n1 N
Slope   
P P0  P1 2 d  P0  P1 

dengan d tebal sel vakum yaitu sebesar 3 cm. Untuk tekanan absolut yang cukup
rendah hubungan indeks bias n terhadap tekanan P diasumsikan bersifat linear.

Pola interferensi diatas muncul meskipun lintasan sinar dihalangi oleh


medium yang masih dapat ditembus oleh sinar laser ini karenakan interferensi
merupakan superposisi gelombang harmonic yang bergantung pada beda fasa
antara gelombang-gelombang, beda fasa ini diakibatkan dua hal yaitu : beda jarak
tempuh dan pemantulan saat gelombang datang dari medium renggang ke rapat
dan juga yang perlu diperhataikan adalah Sumber harus bisa mempertahankan
suatu beda fasa yang tetap (mereka disebut sumber koheren), Sumber harus
monochromatic dan menghasilkan cahaya dengan panjang gelombang sama.
(Artoto dan Lutfi, 2007: 2.8)
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

Besarnya suatu tekanan udara bergantung pada banyaknya jumlah partikel


yang terdapat di udara. Semakin banyak banyak jumlah partikel di udara maka
tekanan udara akan semakin meningkat pula. Begitu pula sebaliknya bila jumlah
paerikel di udara kecil maka tekanan udaranya akan mengalami penurunan. Pada
saat tekanan udara diturunkan maka akan terjadi perubahan parameter optik.
Semakin rendah tekanan udara maka akan terjadi perubahan terhadap indeka bias
uadara tersebut. Tekanan absolut relatif adalah tekanan yang diperoleh dari
selisih antara tekanan atmosfir (76cmHg) terhadap besarnya tekanan yang terukur
dalam suatu ruang. Hingga dapat diperoleh persamaan :

𝑃𝑎𝑏𝑠 = 𝑃𝑎𝑡𝑚 − 𝑃𝑔𝑎𝑔𝑒 (2.1)

Hubungan antara visualisasi frinji dan indeks bias secara matematis


dapat dijelaskan sebagai berikut, bahwa frekuensi gelombang elektromagnetik
( f   / 2 ) dengan panjang gelombangnya (   2 / k ) akan menghasilkan
kecepatan gelombang (   / k  f  ) . Kedua vektor EM tersebut dihubungkan
oleh impendansi karakteristik medium Z yang didefinisikan dengan persamaan.

E0
Z    /  ................................................................ (2.2)
H0

Sehingga hubungan antar persamaan diatas akan didapatkan,

c  Z hampa
n    .................................................... (2.3)
v  0 0 Z medium

Sedangkan hubungan antara indeks bias, panjang gelombang, perubahan sudut,


dan jumlah frinji secara matematis dapat dituliskan:

2 n u d u    2 n g d g   ……………………………... (2.4)
 N
0

Dan,
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

 2 t  N  0   1  cos   ……………………………... (2.5)


ng 
2 t 1     N  0

dimana n g indeks bias gelas dan n u indeks bias udara,  0 adalah panjang

gelombang cahaya dalam vakum dan N jumlah frinji yang bergeser. (Modul
Eksperimen Fisika 2, 2010: 33)
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


Peralatan-peralatan yang digunakan dalam eksperimen variasi indeks bias
terhadap tekanan ini adalah sebagai berikut:
1. Meja interferometer (precision interferometer, OS-2955A) memiliki fungsi
untuk meletakkan perlengkapan interferometer Michelson.
2. Sumber laser He-Ne (OS-9171) berfungsi sebagai sumber cahaya yang akan
digunakan dalam eksperimen
3. Bangku lase He-Ne (OS-9172) berfungsi sebagai tempat meletakkan sumber
cahaya laser He-Ne.
4. Perlengkapan interferometer Michelson :
a. Beam splitter berfungsi sebagai pemisah berkas cahaya menjadi dua
bagian. Sebagian menuju Movable mirror (M1) dan sebagian lagi menuju
Adjustable mirror (M2).
b. Movable mirror (M1) berfungsi sebagai transmisi berkas menuju pemisah
bekas dan dari pemisah berkas, sebagian dari berkas cahaya tersebut akan
direfleksikan oleh pemisah berkas menuju layar pengamatan.
c. Adjustable mirror (M2) berfungsi sebagai pereflaksi berkas menuju
pemisah bekas dan dari pemisah berkas, sebagian dari berkas cahaya
tersebut akan ditransmisikan oleh pemisah berkas menuju layar
pengamatan.
5. Vacum cell berfungsi untuk mengurangi tekanan udara dalam sistem variable
perlakuan yang diamati.

3.2 Langkah Kerja


Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam eksperimen variasi indeks bias udara
ini terdiri dari beberapa tahapan yang akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Peralatan disusun sebagaimana mestinya dengan posisi-posisi yang diatur
seperti pada gambar skema sub-bab 3.4
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

2. Pointer putar diposisikan di antara movable mirrordam beam splitter. Sel


vakum ditempelkan pada holder dan kosongkan sel vakum tersebut dengan
menggunakan pompa vakum. Posisi cermin M1 diatur tetap sehingga pusat
pola interferensi dapat dilihat dengan jelas pada layar pengamatan.
3. Dinding sel vakum diposisikan tegak lurus terhadap berkas laser. Sel vakum
diputar secara perlahan dan pola frinji yang terjadi diamati.
4. Sel vakum diatur mula-mula berada pada posisi tekanan atmosfir.
5. Tekanan tersebut dicatat sebagai tekanan gauge awal. Sel vakum dikosongkan
secara perlahan dengan menggunakan pompa, sampai frinji yang diamati
bergeser sebanyak dua kali. Tekanan sel vakum dicatat sebagai tekanan gauge
pengukuran pertama.
6. Tekanan diturunkan kembali secara perlahan sehingga 2 frinji bergeser, dicatat
sebagai tekanan gauge pengukuran kedua.
7. Langkah 6 diulang hingga diperoleh tekanan maksimum.

3.3 Metode Analisis


3.3.1 Rumus dan ralat yang digunakan
1. Nilai m
𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐
𝑁
𝑦= 𝑥+𝑐
𝑃𝑎𝑏𝑠
𝑁
𝑚=
𝑃𝑎𝑏𝑠
2. Kemiringan
𝛥𝑛 𝑁𝜆 𝑁𝜆 𝜆𝑚
𝑠𝑙𝑜𝑝𝑒 = 𝛥𝑃 = 2𝑑(𝑝𝑜 −𝑝1) = 2𝑑(𝑃 =
𝑎𝑏𝑠 ) 2𝑑

3. Variasi indeks bias


𝑛1 = 1 + 𝑠𝑙𝑜𝑝𝑒
4. Ralat
1
𝛥𝑝 = 2 2 𝑐𝑚𝐻𝑔

𝛥𝑚 = 𝛿 2 𝑚
𝑛 = 𝑛 ± 𝛥𝑛
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

3.3.2 Dari grafik diperoleh

N
𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐

dm

Berikut adalah rumus untuk mendapatkan gradien grafik:

𝑁 𝑃𝑎𝑏𝑠 𝑛 − 𝑃𝑎𝑏𝑠 𝑛 𝑛−𝑚 𝑃𝑎𝑏𝑠


𝑚= 2 ; 𝑐=
𝑁 𝑃𝑎𝑏𝑠 − ( 𝑃𝑎𝑏𝑠 )2 𝑁

Dimana, m adalah gradien grafik

N adalah jumlah data yang diambil dalam pengukuran

𝑃𝑎𝑏𝑠 adalah pergeseran cermin yang ditunjukkan pada mikrometer

n adalah indeks bias

Sehingga dapat dketahui bahwa ralatnya adalah:

1
𝜎2𝑦 = 𝑦𝑖 − 𝑐 − 𝑚𝑥 2
𝑁

𝑁𝜎𝑦 2
𝜎2𝑚 = 𝑁 𝑥𝑖 2 − 𝑥𝑖 2

𝜎 2 𝑦𝛴 𝑥 𝑖 2
𝜎2𝑐 = 𝑁 𝑥𝑖 2 − 𝑥𝑖 2

𝑁𝜎𝑛2
𝜎𝑚2 = 𝑁( 2 )−( 𝑃 2
𝑃𝑎𝑏𝑠 𝑎𝑏𝑠 )

1
dimana, 𝜎𝑛2 = (𝑛 − 𝑐 − 𝑚𝑃𝑎𝑏𝑠 )2
𝑁
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

untuk menghitung besarnya indek bias yaitu :

𝑛 = − 𝑠𝑙𝑜𝑝𝑒 𝑃𝑎𝑏𝑠 + 1

𝜆
𝑛 = 2𝑑 𝑚 𝑃𝑎𝑏𝑠 + 1

Sedangkan ralat untuk menghitung besarnya indek bias yaitu :

𝜕𝑛 2 𝜕𝑛 2
2 2
𝛥𝑛 = ∆𝑃𝑎𝑏𝑠 + ∆𝑚
𝜕𝑃𝑎𝑏𝑠 𝜕𝑚

𝜆𝑚 2 𝜆 2
2 2
𝛥𝑛 = +1 ∆𝑃𝑎𝑏𝑠 + 𝑃 +1 ∆𝑚
2𝑑 2𝑑 𝑎𝑏𝑠

1 1
Dimana, ∆𝑃𝑎𝑏𝑠 = 2 × 𝑛𝑠𝑡 = 2 × 2 𝑐𝑚𝐻𝑔

𝛥 m = 𝛅m

Sehingga besarnya indek bias yaitu :

𝑛 = 𝑛 ± ∆𝑛

3.3.3 Tabel Pengamatan


Jumlah frinji (N) Pgage (cmHg)
2 ?
4 ?
6 ?
… …
20 ?
Jumlah frinji kelipatan 2 hingga bernilai 20.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

3.4 Skema Percobaan

Gambar 3.1 Skema percobaan hubungan indeks bias dan tekanan


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Dari data yang diperoleh didapatkan hasil analisa sebagai berikut:

1. Tabel nilai kuantitas hubungan antara perubahan nilai N terhadap nilai


Tekanan Po dan P absolut:
N Po Pabs=xi n=yi XiYi
2 7.50E-02 0.685 1.0001916 0.68513124
4 1.20E-01 0.64 1.000179 0.64011456
6 1.80E-01 0.58 1.0001622 0.58009409
8 2.20E-01 0.54 1.000151 0.54008156
10 2.80E-01 0.48 1.0001343 0.48006444
12 3.60E-01 0.4 1.0001119 0.40004475
14 4.40E-01 0.32 1.0000895 0.32002864
16 5.20E-01 0.24 1.0000671 0.24001611
20 6.60E-01 0.1 1.000028 0.1000028

2. Grafik yang terbentuk dari nilai kuantitas hubungan antara perubahan nilai
N terhadap nilai Tekanan Po dan P absolute:

Grafik Hubungan antara Jumlah Frinji (N)


dengan Tekanan (P)
25
jumlah frinji (N)

20
y = -30.01x + 23.51
15
10
5
0
0 0.2 0.4 0.6 0.8
Tekanan (P)

Gambar 4.1 Grafik hubungan antara nilai N dan P


Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

3. Grafik yang terbentuk dari nilai kuantitas hubungan antara perubahan nilai
tekanan absolute P abs terhadap nilai indeks bias n:

Grafik Hubungan antara Indek Bias (n) dengan


Tekanan (P)
1.0002
Indek bias (n)

1.00015
1.0001
1.00005 y = 0.000x + 1

1
0 0.2 0.4 0.6 0.8
Tekanan (P)

Gambar 4.2 Grafik hubungan antara nilai indeks bias n dan P

4. Hasil Perhitungan Ralat


 Ralat Gradien = 2,26
 Ralat c = 8,00099
 Ralat y=n = 8,0117
 Ralat m = 1,28464
 I% = 1,2846 %
 K% = 98,7153 %
 n = 1,2846
5. Sedangkan pembahasan kualitatif dari nilai-nilai kuantitatif diatas akan
dijelaskan pada sub-bab 4.2 berikutnya.

4.2 Pembahasan
Dalam eksperimen ini, dilakukan pengamatan terhadap dua variable, yaitu
pengamatan terhadap hasil visualisasi pola interferometer dari jumlah frinji dan
pertambahan nilai tekanan. Perubahan kuantitas dari tekanan berada pada orde
yang cukup teramati. Sehingga guna kehati-hatian dalam mendapatkan data yang
valid, selain melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap pertambahan nilai
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

pada interferometer, pengamat juga melakukan perhitungan matematis terhadap


penentuan nilai yang pasti dan pengkalibrasian titik awalnya.
Dari data yang diperoleh, didapatkan bahwa penambahan dan banyaknya
jumlah frinji (N) berbanding terbalik dengan perubahan nilai tekanan. Hal ini
dapat terlihat dari semakin besarnya nilai N (banyaknya frinji), maka nilai P
absolute atau tekanan sesungguhnya menunjukkan angka yang semakin
menurun/kecil. Hal tersebut dapat terlihat ketika N=2 maka P absolut bernilai 68,5
CmHg, saat N=4 maka P absolut bernilai 64 CmHg, saat N=6 maka P absolut
bernilai 58 CmHg, demikian seterusnya higga N=20 maka P absolute mencapai
nilai terkecil dalam data yang diperoleh yaitu 10 CmHg. Dari data-data tersebut,
jika dicoba ditelaah dari analisa uji deret, maka kedua hubungan antara jumlah
frinji N dan tekanan P memberikan pola yang sama dalam merepresentasikan
pola-pola deret aritmetika menurun. Pola deret aritmetika menurun ini dapat
teramati dari ke-smooth-an grafik yang terbentuk.
Tekanan yang dimaksud disini adalah tekanan absolute. Hal ini
dipertimbangkan karena tekanan absolute merepresentasikan nilai tekanan
sesunggungnya dari nilai tekanan Gauge atau tekanan alat ukur. Dimana nilai
tekanan absolute adalah selisih dari tekanan udara sekitar (P atm) dengan Tekanan
alat ukur, atau secara matematis dapatdituliskan: P abs = P atm – P gauge.
Sehingga secara matematis nilai tekanan udara adalah 76 CmHg.
Jika hubungan antara jumlah frinji dan tekanan adalah berbanding terbalik
seperti penjelasan diatas, maka tidak demikian pada hubungan nilai indeks bias
dengan tekanan. Dari data yang diperoleh, didapatkan bahwa penurunan nilai
tekanan berbanding lurus dengan penurunan nilai indeks bias. Dan demikian juga
sebaliknya, bahwa semakin besar nilai tekanan yang diberikan maka nilai indeks
bias juga akan semakin besar. Hal tersebut dapat teramati dari pola linear gambar
grafik 4.2 pada sub-bab hasil dari bab Pembahasan dan Hasil ini.
Dengan demikian, semakin jelaslah bahwa grafik hubungan antara jumlah
frinji dan tekanan menunjukkan bahwa grafik yang terbentuk cenderung linear
dan menurun dengan pola smooth (linear sempurna). Dan hal tersebut berbanding
terbalik pada hubungan antara nilai indeks bias dengan tekanan.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 kesimpulan

1. Grafik hubungan antara jumlah frinji (N) terhadap tekanan absolute (Pabs)
menunjukkan pola menurun, linear, dan smooth yang berarti bahwa
pertambahan jumlah frinji berbanding terbalik dengan nilai tekanan
absolute.
2. Grafik dari persamaan garis lurus yang menggambarkan variasi indeks
bias terhadap tekanan memiliki pola menaik, linear, dan smooth yang
menunjukkan bahwa penurunan nilai tekanan juga disertai dengan
penurunan nilai indeks bias dan berlaku juga sebaliknya.
3. Indeks bias udara pada tekanan 1 atmosfer adalah 76 CmHg.
4. Nilai indeks bias berbanding lurus dengan nilai tekanan absolute.

5.2 Saran

Kevalidan data sangat dipengaruhi oleh kalibrasi awal yang dilakukan,


yaitu pengentrian posisi adjustable mirror, Movable mirror, split, dan sumber
cahaya masuk yang harus ada pada posisi sesuai. Sehingga, penulis menyarankan
agar kalibrasi awal ini sangat diperhatikan guna memperoleh data yang lebih
akurat.
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

DAFTAR PUSTAKA

A, Artoto & R, Lutfi. 2007. OPTIKA. Jakarta: Universitas Terbuka


Bahrudin, Drs. MM. 2006. Kamus Fisika Plus. Epsilon Group: Bandung

Halliday, Resnick.1986. Fisika jilid 2 edisi ketiga. Erlangga: Jakarta

Hariharan, P. 2007. Basic Of Interferometry. Academic Press: Sydney, Australia


Tipler, Paul A. 2001. Fisika untuk sains dan teknik jilid 2. Erlangga : Jakarta
Soedojdo, Peter. 1992. Asas-Asas Fisika Optika. Universitas Gadjah Mada Press:
Yogyakarta
Jurusan Fisika Fakultas FMIPA Universitas Jember. 2006. Buku Panduan
Eksperimen Fisika II (MAF 325). Lab Optoelektronik Fisika FMIPA
UNEJ: Jember
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
Download Free e-books Fisika di http://www.elhobela.co.cc
Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA

PROFIL PENULIS

Nama : Abdus Solihin


T.T.L : Probolinggo, 31 Januari 1989
Web : http://www.elhobela.co.cc
HP : +6285258184400

Pendidikan Formal:
1. TK Kemala Bahyangkari
2. SDN Sebaung III, lulus thn. 2001
3. SMPN 1 Gending, lulus thn. 2004
4. Jurusan Ilmu Alam SMAN 1 Gending, lulus thn. 2007
5. Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Jember, sedang ditempuh.
Pendidikan Informal:
1. Santri Masjid Fathullah Sebaung-Gending, thn. 2001-2004
2. Lembaga Bimbingan Belajar PRIMAGAMA, thn. 2006-2007
3. TOEFL Preparation Course 1 UPT of Language UNEJ, thn. 2008
Pengalaman:
1. Pramuka, thn. 2001
2. Seksi Keagamaan OSIS SMAN 1 Gending, thn. 2004-2007
3. Sekretaris 2 Forum Anak Kabupaten Probolinggo (dibawah naungan LPA
dan BAPPEDA Kab. Probolinggo), thn. 2005-2006
4. Perumus & Tim soal Olimpiade Fisika Tingkat SMA se-Jawa Timur,
FMIPA UNEJ, thn.2009
5. Seksi Acara sekaligus Moderator Seminar Nasional Teknologi Robotika
FMIPA UNEJ tahun 2009
6. Fasilitator Seminar "Temu Bocah" yang diselenggarakan LPA (Lembaga
Perlindungan Anak) Kab. Probolinggo, Agustus 2009.
7. Peserta Technical Assistance “Perancangan Media Promosi Berbasis
Teknologi Informasi dan Media Massa” Universitas Jember, 19-30 April
2010.
8. Beberapa seminar-seminar lokal, Nasional, dan Internasional.
Prestasi:
1. Sepuluh besar nilai tertinggi Ujian Akhir Nasional SMPN 1 Gending tahun
2004
2. Juara Harapan lomba Apresiasi & Baca Puisi Tingkat Kabupaten
Probolinggo tahun 2006
3. Peserta English Debating Competition se-Kota dan Kabupaten
Probolinggo tahun 2007
4. Juara Harapan 1 Kompetisi Esai Ekonomi Islam Tingkat Mahasiswa se-
Jawa Timur tahun 2009
5. Juara 3 "Agribusiness Blog Competition" Tingkat Nasional, Agustus 2009
6. Pemenang Alnect Computer Blog Contest Yogyakarta, thn. 2009
7. Finalis Lomba Karya Kreatif Inovatif Mahasiswa UNEJ Bidang GKI