Você está na página 1de 2

Analisis Lingkungan Industri dan Pesaing (ALIP) merupakan bagian yang tak terpisah

dari Analisis Lingkungan Bisnis (ALB). Oeh karena itu, bab ini pada dasarnya adalah
kelanjutan dari bab sebelum yang telah menjelaskan tentang analisis lingkungan makro :
ekonomi, teknologi, politik, hukum, social budaya, dan kependudukan. Setelah kedua
macam analisis lingkungan bisnis tersebut dilakukan, diharapkan dapat diperoleh
pemahaman yang jelas tentang profil tantangan dan peluang dari lingkungan bisnis
(Environmental Thearts and Opportunity Profiles /ETOP) yang perlu diantisipasi oleh
eksekuif perusahaan dalam perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi.

Dalam pasa monopoli hanya ditemukan satu perusahaan. Tak ada pesaing. Pasar tersebut
memiliki tingkat elastisitas silang medekati nol atau nol. Akibatnya, monopolis memiliki
kekuatan pasar (market power) amat tinggi. Sepanjang tidak ada batasan pemintaan dan
tidak ada aturan hukum mengendalikan, monopolis dapat bertindak sebagai price maker.
Oleh karena itu tesedia peluang untuk memperoleh laba amat besar. Untuk menjaga
peluang bisnis yang telah dimiliki, biasanya monopolis selalu berusaha membuat
halangan memasuki pasar (barriers to entry) tetap tinggi. Jika tidak akan mendorong
pesaing potensial memasuki pasar yang pada ujungnya dapat merubah struktur pasar.

Implikasi Manajerial (IM). Monopolis amat leluasa dalam memilih dan menerapkan
strategi bisnis ang dikehendaki. Posisi tawar menawar perusahaan vis-à-vis konsumen
amal tinggi. Konsumen tak memiliki alternative selain memenuhi kebutuhannya dari
perusahaan tersebut. Sepanjang dapat mengendalikan biaya dan dapat menjaga ke-ajeg-an
permintaan barang, monopolis hampir dapat dipastikan memperoleh laba yang amat
besar. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa posisi monopolis sama sekali tak
memberikan keuntungan apapun jika permintaan masyarakat terhadap barang tersebut
tidak cukup besar atau tidak ada sama sekali. Tidak banyak manfaat juga jika monopolis
tak dapat mengendalikan tingginya biaya operasi sehingga memiliki besarnya penjualan
yang diharapkan. Kalau dua batasan tersebut dapat diatasi, harapan memperoleh laba
besar dapat terwujud karena monopolis dapat menetapkan harga barang yang dijual
sesuai dengan yang dikehendaki tanpa perlu memperhatikan reaksi pesaing.

Analisis Lingkungan Industri (ALI) mencoba mencari gambaran tentang peluang dan
ancaman bisnis yang diakibatkan oleh strategi dan perilaku bisnis sekelompok
perusahaan yang bersaing satu sama lain dalam satu wilayah pemasaran. Mereka adalah
perusahaan-peruhaan yang menghasilkan barang yang sama atau mendekati sama atau
sebagai barang pengganti atau amat dekat sebagai pengganti. Biasanya produk yang
mereka tawarkan ditujukan untuk target pasar yang kurang lebih sama dengan harga yang
kurang lebih tak berbeda jauh. Secara teknis biasanya memiliki elastisitas silang negatif
yang tinggi. Jika salah satu barang mengalami kenaikan harga, maka konsumen akan
berpindah mengkonsumsi barang lain yang dijual oleh pesaing.

Jika digunakan pendekatan struktual yang merupakan pendekatan pokok ( main stream )
dalam EI-maka perhatikan ALI, pertama kali, akan ditujukan untuk memahami struktur
pasar tempat perusahaan beroperasi dan factor-faktor yang meperngaruhi terbentuknya
struktur tersebut struktur pasar tersebut. Struktur pasar menggambarkan tingkat intensitas
persainganan antar perusahaan dan disaat yang sama juga mengisyaratkan tentang
kemungkinan laba potensial yang dapat diraih. Bersama dua variabel pokok yang lain
analisis lingkungan bisnis makro dan perusahaan dan profil perusahaan struktur pasar
mempengaruhi pemilihan strategi dan pemilihan bisnis (conduct/behavior)perusahaan di
pasar, yang ada pada gilirannya akan menentukan tinggi rendahnnya kinerja
(performance) yang dapat dicapai.

Oligopoli dominan muncul jika salah satu dari beberapa perusahaan yang ada di pasar
memiliki pangsa pasar cukup besar-sekitar 50% sampai mendekati 100%. Disaat yang
sama, tidak ada satupun pesaing yang memiliki pangsa pasar yang mendekati pangsa
pasar yang dimiliki oleh oligopolis dominant tersebut. Oleh karena itu perusahaan
tersebut dapat mengabaikan kemungkinan strategi tandingan (realisasi) yang diluncurkan
pesaing.

Namun demikian, perusahaan dimonan berbeda dengan monopolis. Perusahaan dominant


berkepentingan untuk mengamati peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh pesaing
untuk mengembangkan perusahaan. Sekalipun pesaing-pesaing tersebut pada awalnya
relatife kecil, bukan berarti bahwa perusahaan tersebut sama sekali tidak memiliki
peluang memperbesar pangsa pasar. Inilah sumber ancaman bagi perusahaan domain.

Oleh karena itu tidak heran jika perusahaan dominant berusaha mencoba
mempertahankan pangsa pasar dan laba yang selama ini telah dimiliki. Perusahaan
dominant juga berusaha menghambat pertumbuhan pesaing. Bahkan jika perlu,
perusahaan dominant berusaha mengeluarkan pesaing dari pasar.

IM. Dilihat dari kepentingan perusahaan pesaing yang masih relatif kecil atau perusahaan
baru yang akan memasuki pasar maka keputusan untuk terus dan mampu bertahan atau
berkembang di pasar sepenuhnya tergantung pada kemampuan perusahaan memperoleh
laba setelah perusahaan tersebut beroperasi di pasar (postentry profit). Dengan demikian
selisih antara harga dan biaya merupakan faktor penentu, disamping besarnya volume
penjualan yang dapat diperoleh.

Strategi kedua yang dapat diterapkan jika pasar tak terlalu besar dan tidak sedang dalam
tahap pertumbuhan. Strategi ini juga lebih punya peluang untuk berhasil jika perusahaan
pesaing tak mampu mengimbangi perluasan pasar ang dilakukan perusahaan dominan.
Akan tetapi, hendaknya juga disadari bahwa keberhasilan strategi ini membawa implikasi
menurunnya laba yang diperoleh oleh perusahaan dominant untuk jangka waktu pendek.
Harapanna, penurunan ini akan di kompensir oleh laba masa yang akan dating setelah
perusahaan dominant mampu mengeluarkan perusahaan pesaing dan pasar.

Strategi kedua yang dapat diterapkan