Você está na página 1de 3

Tekstur tanah

Tekstur tanah merupakan perbandingan kandungan partikel-partikel tanah primer yaitu debu, liat dan
pasir dalam satu masa tanah. Partikel tanah itu mempunyai ukuran serta bentuk yang berbeda-beda
yang dapat digolongkan ke dalam tiga fraksi seperti yang disebutkan diatas. Ada yang berdiameter
besar sehingga mudah untuk dilihat dengan mata telanjang tetapi ada pula yang sedemikian halusnya
seperti koloidal sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang

Tekstur tanah menunjukkan kasar atau halusnya suatu


tanah. Teristimewa tekstur merupakan perbandingan relatif
pasir, debu dan liat atau kelompok partikel dengan ukuran
lebih kecil dari kerikil (diameternya kurang dari 2 milimeter).
Pada beberapa tanah, kerikil, batu dan batuan induk dari
lapisan-lapisan tanah yang ada juga mempengaruhi tekstur
dan mempengaruhi penggunaan tanah

Ukuran relatif partikel tanah dinyatakan dalam istilah tekstur,


yang mengacu pada kehalusan atau kekasaran tanah. Lebih
khasnya, tekstur adalah perbandingan relatif antara fraksi
pasir, debu dan tanah liat (lempung). Laju dan berapa jauh
berbagai reaksi fisika dan kimia penting dalam pertumbuhan
tanaman diatur oleh tekstur karena tekstur ini menentukan
jumlah permukaan tempat terjadinya reaksi

Struktur tanah
Tanah merupakan anugrah dari yang maha kuasa. Di tanah bisa
tumbuh berbagai macam tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi
mahluk hidup.

Tanah terbentuk dari akibat perubahan cuaca dan aktifitas berbagai


mahluk hidup diatasnya seperti hewan dan tumbuahan.

Tanah merupakan campuran dari berbagai mineral, bahan-bahan


organik, air dan udara.

Proses terbentuknya tanah

Batuan-batuan induk (bedrock-R Horizon-gambar 1) terpecah


menjadi menjadi bagian-bagian kecil akibat perubahan cuaca . Di
pecahan-pecahan mineral ini tumbuh lumut sehingga air dapat
meresap ke bebatuan sehingga lambat laun akan terbentuk tanah
muda.

Lumut dan tanah pun tumbuh membentuk lapisan serasah organik.


Dan akhirnya tanah matang pun terbentuk dari campuran berbagai
bahan organik dan bahan-bahan mineral.

Bagian-bagian lapisan tanah (struktur tanah)


Tanah terdiri dari berbagai lapisan, lapisan yang terbentuk secara horizontal ini di sebut
dengan Horizon. Bagian atas merupakan bagian yang kaya akan humus dan bagian terbawah
merupkan batuan-batuan yang kasar.

Berikut ini bagian-bagain lapisan tanah menutrut gambar 1

• Bagian teratas yang kaya bahan-bahan organik berbentuk humus di sebut bagian serasah
• Lapisan tanah atas (top soil)
• Eluviation layer, lapisan ini terbuat dari pasir dan lapisan lumpur
• Sub Soil yang terdiri dari lempung dan kandungan mineral seperti besi, alumanium , dll
• Regolith merupakan lapisan bebatuan kecil yang terletak antara subsoil dengan bedrock
• Bed rock merupkan bebatuan kasar yang merupkan bagian terbawah dari struktur tanah.

Sumber: enhantedlearning

Soils play a role

Soil is weathered, decomposed rock and mineral (geological) fragments mixed with air and water.
Fertile soil contains the nutrients in a readily available form that plants require for growth. The roots of
the plant act as miners moving through the soil and bringing needed minerals into the plant roots.

Structure of soil, indicating presence of bacteria, inorganic, and organic matter, water, and air. Image
from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th Edition, by Sinauer Associates
(www.sinauer.com) and WH Freeman (www.whfreeman.com), used with permission.

Plants use these minerals in:

1. Structural components in carbohydrates and proteins


2. Organic molecules used in metabolism, such as the Magnesium in chlorophyll and the
Phosphorous found in ATP
3. Enzyme activators like potassium, which activates possibly fifty enzymes
4. Maintaining osmotic balance

Mycorrhizae, bacteria, and minerals

Plants need nitrogen for many important biological molecules including nucleotides and proteins.
However, the nitrogen in the atmosphere is not in a form that plants can utilize. Many plants have a
symbiotic relationship with bacteria growing in their roots: organic nitrogen as rent for space to live.
These plants tend to have root nodules in which the nitrogen-fixing bacteria live.