Você está na página 1de 5

ANALISA KECELAKAAN KERJA

I. ANALISA KECELAKAAN KERJA


• Untuk menemukan jawaban mengapa kecelakaan kerja dapat terjadi, tindakan apa yang
harus diambil untuk mencegah atau mengurangi akibat kecelakaan kerja
• Dapat mengungkapkan sebab sesungguhnya kecelakaan kerja

PENGUKURAN KECELAKAAN
1. Frekwensi kecelakaan
2. Beratnya kecelakaan

1. Frekwensi kecelakaan
Banyaknya kecelakaan x 1.000.000
F = ---------------------------------------------
Jam manusia total
Contoh;
Suatu perusahaan dengan karyawan 1000 tenaga kerja, yang kegiatannya 50 minggu
dengan 40 jam perminggu, mengalami 60 kecelakaan dalam setahun. Akibat kecelakaan
tersebut tenaga kerja tidak masuk kerja 5% dari seluruh waktu kerjanya.
Hitung frekwensi kecelakaan.
Jawab:
Besarnya jam manusia hilang = 1000 x 50 x 40 = 2.000.000
Tidak masuk kerja 5% = 0,05 x 2.000.000 = 100.000 -
-------------
Jam manusia hilang sesungguhnya 1.900.000
60 x 1.000.000
F = -------------------- = 31,58
1.900.000
Artinya : dalam setahun terjadi kira-kira 32 kecelakaan pada setiap 1.000.000 jam
manusia.

2. Beratnya kecelakaan (Severity)


Jumlah hilangnya jam kerja x 1.000
S = --------------------------------------------
Jam manusia total
Contoh :
Angka-angka untuk menghitung frekwensi kecelakaan diketahui: jumlah hari -hari hilang
1200 sebagai akibat 60 kecelakaan
Hitung Beratnya kecelakaan
Jawab :
1.200 x 1000
S = ----------------- = 0,63
1.900.000
Artinya: setiap tahun kira-kira 0,63 hari (sehari) hilang pada setiap 1000 jam manusia

1
Apabila terjadi cacat menetap atau kematian maka perhitungannya:
1. Hari benar-benar hilang dalam tahun yang bersangkutan sejak kematian
2. Dinyatakan hilang 6.000 hari kerja (menurut USA)
3. Diperhitungkan 7.500 hari kerja (menurut ILO)
Contoh :
Pada kejadian seperti contoh diatas terjadi 1 kecelakaan lagi yang berakibat kematian pada
hari 200 hari lagi menjelang habisnya tahun yang bersangkutan :
1. Menghitung F:
61 x 1.000.000
F = -------------------- = 32,12
1.900.000
2. Menghitung S :
a. Menurut hilang hari yang sebenarnya
1400 x 1.000
S = ----------------- = 0,74
1.900.000
b. Menurut ILO
8.700 x 1.000
S = ------------------- = 4,58
1.900.000
c. Menurut USA
7.260 x 1.000
S = ------------------- = 3,82
1.900.000

II. MANAJEMEN K3
A. ORGANISASI
WEWENANG : HAK BERTINDAK UNTUK ORANG LAIN
WEWENANG PENUH : TOP MANAJEMEN
TOP MANAJEMEN
|
DIDELEGASIKAN
|
JALUR KOMANDO
UNSUR :
1. PERTANGGUNG JAWABAN
2. WEWENANG
3. TANGGUNG JAWAB
MANAJEMEN : TANGGUNG JAWAB
_
- HUKUM |
- MORAL |------ K3
- EKONOMI _ |
SEMUA KEGIATAN --------- DIBAWAH MANAJEMEN

2
B. BIDANG K3
1. MENYUSUN :
a. PERAN
b. TANGGUNG JAWAB
c. WEWENANG
2. MENJAMIN SISTEM MANAJEMEN K3:
a. DITERAPKAN
b. DIPELIHARA SESUAI STANDAR
3. MELAPORKAN:
KINERJA SMK3 KE TOP MANAJEMEN
C. BENTUK ORGANISASI
- BEBERAPA MACAM
- DISESUAIKAN DENGAN PERUSAHAAN:
- STRUKTUR MANAJEMEN
- BESAR KECILNYA PERUSAHAAN
a. PERUSAHAAN BESAR
1). PRESIDEN DIREKTUR
- EHS ENGINEER
- EHS MANAJEMEN
- EHS SPESIALIS
BENTUK STRUKTURAL
ADA YANG BERGABUNG DENGAN HRD
FUNGSI: ORGANIZING DEVELOPMENT
2). P2K3
SAFETY COMMITTE
PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA
- FUNGSI
- MANFAAT
b. PERUSAHAAN KECIL
|
UNSUR PIMPINAN
|
K3
c. LOKASI PERUSAHAAN MENYEBAR
|
KONTRAKTOR PROYEK
|
PIMPINAN PROYEK
D. PERATURAN DAN KETENTUAN LAIN:
- UU NO 1 TAHUN 1970
- UU NO 23 TAHUN 1997
E. IDENTIFIKASI ASPEK DAN DAMPAK
- PROSEDUR
- SELURUH KEGIATAN
- TERJADI PERUBAHAN
3
- ADANYA PENGGOLONGAN
F. PENERAPAN K3 DI PERUSAHAAN
- BERVARIASI
- BERBEDA ANTARA SATU PERUSAHAAN DENGAN
PERUSAHAAN LAINNYA
- FAKTOR SIKAP PANDANGAN ATAU SISTEM NILAI
YANG DIATUR OLEH MANEJEMEN PERUSAHAAN
DIBEDAKAN:
1. PERUSAHAAN YANG BUTA K3
2. PERUSAHAAN YANG BERPANDANGAN BAHWA K3 MERUPAKAN
UNSUR BIAYAYANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS USAHA
3. PERUSAHAAN YANG BERPANDANGAN K3 SEBAGAI BAGIAN DARI
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
4. PERUSAHAAN YANG MENEMPATKAN K3 SEBAGAI BAGIAN
INTEGRAL DARI KEGIATAN INDUSTRI
KUNCI KEBERHASILAN K3 ADALAH
BAGAIMANA MEMBUAT K3 SEBAGAI KEPENTINGAN TENAGA KERJA
BUKAN HANYA KEPENTINGAN PERUSAHAAN, DEPNAKERTRANS
G. PELAKSANAAN DI INDONESIA:
1. MASALAH K3 SUDAH BERKEMBANG PESAT
2. BAGI TENAGA KERJA K3 BELUM MERUPAKAN PRIORITAS UTAMA,
YANG LEBIH PENTING ADALAH PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR
TENAGA KERJA
3. PROGRAM K3 HARUS MENEMPATKAN MANUSIA SEBAGAI TITIK
SENTRAL
4. PERAN MANAJEMEN K3 SANGAT MENENTUKAN DALAM
KEBERHASILAN K3

ALAT PELINDUNG DIRI


A. Definisi
Adalah alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan
yang fungsinya mengisolasi tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja
Kelemahannya :
1. Kemampuan perlindungan yang tidak sempurna
2. Sering tidak dipakai karena tidak nyaman
B. PEMBAGIAN:
1. AP KEPALA
2. AP WAJAH
3. AP TELINGA
4. AP PERNAFASAN
5. AP TANGAN
6. AP KAKI
7. PAKAIAN PELINDUNG
8. SABUK DAN TALI PENGAMAN
1. ALAT PELINDUNG KEPALA
a. TOPI PENGAMAN
4
b. SAFETY HELMET
c. HOOD
d. HAIR CAP
2. ALAT PELINDUNG WAJAH
a. TAMENG MUKA
b. MATA :
1). KACAMATA
2). GOGGLES
3. ALAT PELINDUNG TELINGA
a. SUMBER TELINGA
b. TUTUP TELINGA
4. ALAT PELINDUNG PERNAFASAN
a. AIR PURIFYING RESPIRATOR
1). CHEMICAL RESPIRATOR
2). MECHANICAL FILTER RESPIRATOR
3). KOMBINASI CHEMICAL (CARTRIDGE & CANISTER)
b. DISPOSAL RESPIRATOR
c. AIR SUPPLIED RESPIRATOR
5. ALAT PELINDUNG TANGAN
a. SARUNG TANGAN (GLOVES)
b. GAUNIETTE (SEBAGIAN DARI KULIT, SEBAGIAN DARI BESI)
c. MITTEN
d. HAND PAD
e. SLEEVE
6. ALAT PELINDUNG KAKI
a. SEPATU ------------------ BAHAYA KEJATUHAN
b. SEPATU KHUSUS------ BAHAYA PELEDAKAN
c. SEPATU KARET ------- ANTI ELEKTRO STATIS
d. SEPATU DENGAN ALAS LOGAM
e. SEPATU BOOT – BAHAYA BAHAN KIMIA
7. PAKAIAN PELINDUNG
a. APRON ------------------ SEBAGIAN TUBUH
b. OVERALLS ------------- SELURUH TUBUH
c. PAKAIAN KERJA KHUSUS
1). TERHADAP RADIASI PANAS
2). TERHADAP RADIASI MENGION
3). TERHADAP CAIRAN DAN BAHAN-BAHAN KIMIA
8. SABUK DAN TALI PENGAMAN
- BEKERJA DITEMPAT TINGGI