Você está na página 1de 3

Profil Singkat Kontestan Indonesia

Hilyani Dwiayu Hidranto (Yani) – Model dan Presenter TV


Perempuan kelahiran tahun 1982 yang akrab dipanggil Yani ini sempat tinggal dan
sekolah di Amerika Serikat di tahun 2000 hingga 2003. Setahun setelah kembali ke
tanah air, Yani yang suka tampil di depan kamera ini menjajal “MTV VJ Hunt” di
tahun 2004 dan berhasil menjadi finalis. Walau tidak menang, pengalamannya itu
mengantarnya menjadi Guest VJ MTV dari tahun 2004-2006, sejumlah peran untuk
video clip musisi dalam negeri dan iklan televisi dan cetak untuk sejumlah produk
ternama pernah dibintanginya. Ia pun pernah membintangi film “Gue Kapok Jatuh
Cinta” di tahun 2006.
Keluwesannya di hadapan kamera rupanya menjadi modal yang pas untuk
memuluskan karir Yani. Di tahun 2007 ia berhasil menjadi Juara I Pemilihan Wajah
Femina. Sejak itu, ia semakin rajin didapuk sebagai presenter untuk sejumlah acara
feature di televisi swasta. Namun entah disengaja atau tidak, sejak tahun 2008 ia
selalu langganan menjadi pembawa acara untuk program-program olah raga. Walau juga tampil di program musik,
wajahnya paling sering muncul di sejumlah tayangan sepak bola, bola basket dan superbike di sejumlah TV
swasta.

Nadine Zamira Sjarief (Nadine) - Social and Environmental Values Executive;


Mantan Ratu Kecantikan
Brain, beauty and behavior - 3 B yang menjadi syarat di ajang pemilihan ratu
kecantikan ini semuanya Nadine. Anak tertua dari dua bersaudara ini lulus dengan
predikat Cum Laude dari Jurusan Hubungan Internasional FISIP UI di tahun 2007
serta mendapat IPK 4 saat lulus dari Program Pasca Sarjana di London School
Public Relations tahun 2010.
Kecintaannya terhadap seni, membaca, dan studi budaya, kejadian-kejadian terkini
dan lingkungan hidup serta kemahirannya berbahasa Inggris dan Perancis serta
keluwesannya dalam bergaul merupakan beberapa pendorong prestasinya. Apalagi,
sejak remaja, ia memang tidak kenal diam dan seolah haus pengalaman dan
prestasi. Ia mengikuti berbagai kursus keterampilan, selalu aktif di organisasi
siswa/mahasiswa dan sempat bekerja sambilan sebagai pengisi suara dan
pembawa acara di program edukasi untuk Depdiknas, mengajar matematika, Bahasa Inggris dan IPA secara
privat, dan menjadi penerjemah.
Tak heran, dengan kecerdasan, kecantikan dan keluwesannya, di usianya yang baru 26 tahun, Nadine yang mahir
berbahasa Inggris dan Perancis ini telah memiliki segudang prestasi. Seperti terpilihnya Nadine sebagai peserta
pertukaran pelajar ke Italia semasa SMU, menjadi Wakil I None Jakarta Selatan 2006, Wakil II None DKI Jakarta
2006, mendapat juara Harapan I Duta Muda ASEAN tahun 2007, Miss Fabulous Personality Pemilihan Wajah
Sponsored By:
Femina 2007, Miss Earth 2009 dan “People’s Choice Awards” Miss Earth 2009. OFFICIAL HOTEL PARTNER:
Sejak 2008 hingga sekarang, Nadine bekerja sebagai Social and Environmental Values Executive dimana ia
terlibat dalam kampanye penerapan nilai-nilai cinta lingkungan di kalangan internal dan stakeholder perusahaan.
Walau sibuk, ia selalu menyempatkan diri menjalankan hobinya yaitu trekking dan jalan-jalan.
Natasha Sutadisastra (Chicha/Tasha) – Penari Tradisional Profesional
Natasha Sutadisastra, cewek berusia 24 tahun yang akrab dipanggil Chicha/Tasha
ini, lahir di Jakarta namun pindah ke Ontario Kanada di usia menginjak bangku taman
kanak-kanak dan tinggal di sana hingga usia 12 tahun. Walau berasal dari keluarga
yang bisa dibilang berada, lulusan Jurusan Hubungan Internasional dari FISIP
Universitas Dr. Moestopo ini sangat independen dan tak segan bekerja dari level
bawah, mulai dari petugas kasir di salah satu kafe, usher di berbagai acara, petugas
riset pemasaran hingga menjadi staf legal admin di salah satu perusahaan tambang
hingga pendongeng di Kids Corner salah satu kafe terkenal.
Memiliki hobi bermain basket, berenang, merawat binatang, dan jalan-jalan, Tasha
sangat suka menari tradisional. Bahkan ia adalah penari tradisional profesional yang
kerap diundang ke berbagai acara mulai dari upacara perkawinan, pagelaran di
panggung hingga ke luar negeri. Prestasi membanggakan yang pernah diraihnya
adalah saat ia terpilih sebagai None Jakarta Selatan tahun 2007 dan runner up 2 None DKI Jakarta tahun 2007
setelah itu ia kerap terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti menjadi “Duta Autis” untuk mensosialisasikan
tentang Autis, serta berbagai kegiatan penggalangan dana untuk sebuah sekolah anak-anak tunarungu di Banten.

Hussein Baron Sutadisastra (Hussein)


Walau merupakan peserta tertua dari seluruh kontestan The Amazing Race Asia 4,
bapak dengan 4 anak ini memang seorang sosok yang low profile, senang
berkawan, pecinta alam sejati, penuh energi dan selalu berjiwa muda, yang
membuatnya semakin bersemangat untuk bersaing di kompetisi petualangan ini.
Tak heran jika Hussein sangat dekat dengan anak-anaknya hingga menggandeng si
sulung, Natasha Sutadisastra, bahu membahu berpetualang keliling dunia dan
berkompetisi ketat di The Amazing Race Asia 4.
Salah satu bukti dari kecintaan Hussein terhadap alam adalah ketika di usianya yang
belia pada tahun 1979 bersama teman-teman pecinta alam internasionalnya ia
sempat memanjat dan menaklukkan gunung tertinggi di Afrika, yaitu gunung
Kilimanjaro. Kesempatan ini membuatnya bersahabat dengan kaum muda suku-
suku di Afrika yang terjalin hingga kini.
Pekerjaannya sebagai konsultan di bidang jasa komoditas bertaraf internasional kerap membawanya beserta
keluarga keliling dunia dan menetap di berbagai belahan dunia, yang nyata juga merupakan hobinya. Baginya,
tinggal ‘nomaden’ bukan merupakan hal baru. Lahir di Singapore pada tahaun 1957, sejak kecil orangtuanya kerap
membawanya berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, hingga sempat mengecap bangku sekolah di
sebuah sekolah dasar Sacred Heart Chatolic School di Peking, Cina.
Selain bekerja dan berpetualang, lulusan University of Maryland, USA di bidang Agricultural Engineering ini juga
sibuk di bidang sosial dan membentuk sebuah yayasan sekolah anak-anak tunarungu bagi mereka yang kurang
mampu di bilangan Rangkasbitung - Lebak, Banten. Kebetulan ibunda Hussein, almarhum Natalie Baron
Sutadisastra adalah pencetus dan pengembang bahasa isyarat tunarungu di Indonesia dan penggagas tampilan
bahasa isyarat pada program berita di sebuah TV swasta. Mengepalai Yayasan Padesan Pendidikan, Hussein
merasa sudah menjadi tanggung jawab dan kewajibannya untuk meneruskan perjuangan sang ibu yang telah
dirintis sejak 1981 dimana sekolah ini telah dan akan terus membina anak-anak cacat dan kurang mampu agar
mandiri dan mendapat kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.
Racers Revealed tayang perdana secara online di www.axn-asia.com/tara tanggal 26 Agustus dan di layar
kaca Kamis, 2 September pkl 20:00 WIB.

Episode 1 The Amazing Race Asia Musim 4 tayang perdana secara online di www.axn-asia.com/tara
tanggal 16 September 2010 dan di layar kaca Kamis, 23 September pkl 20:00 WIB
Untuk informasi lebih lanjut dan mendapatkan akses wawancara dengan peserta, pembawa acara,
produser serta berbagai materi eksklusif lainnya, hubungi PRfect :

Yulia Maroe (0816937233); Amanda Andono (0818897447) dan Dian Safitri (0811852004)