Você está na página 1de 14

Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air

1. Pendahuluan.
Analisa untuk mendukung perencanaan sumberdaya air bertujuan sederhana:
menyajikan informasi kuantitatif untuk penetap keputusan/ kebijaksanaan, agar
dapat ditetapkan keputusan/kebijaksanaan yang lebih balk,
atau dengan kata lain,
untuk dapat dilakukannya seleksi yang lebih baik terhadap alternatif-alternatif upaya
(strategi) yang diajukan.
Dalam dua puluh tahun terakhir ini, analisa untuk perencanaan manajemen
sumberdaya air telah mengalami perubahan. Perubahan ini, disatu sisi, diakibatkan
oleh perkembangan ilmu dan teknologi, disisi lain, diakibatkan oleh semakin bertambah
rumitnya permasalahan-permasalahan Manajemen Sumberdaya air.
Berkat perkembangan ilmu dan teknologi, saat ini tersedia komputer-komputer yang
canggih, model-model dan teknik-teknik analisa, yang dengan semua itu kemampuan
pelaksanaan analisa dapat jauh lebih ditingkatkan. Walaupun demikian, komputer-
komputer, model-model dan teknik-teknik analisa tersebut tetap tak dapat melakukan
apapun untuk memecahkan permasalahan menemukan data dasar dan data primer.
Bertambah rumitnya permasalahan Manajemen Sumberdaya air terlihat dengan
sendirinya, terutama dari adanya kasus-kasus pertentangan kepentingan dan
persaingan untuk memperoleh sumber alam dan dana yang terbatas/langka serta dari
adanya perubahan lingkup Manajemen Sumberdaya air.
Yang dimaksud perubahan llngkup Manajemen Sumberdaya air adalah:
• perubahan lingkup lokal menjadi regional, dari kriteria tunggal menjadi
multi-kriteria, dari manajemen yang berorientasi hanya penyediaan menjadi
manajemen yang berorientasi penyediaan. dan kebutuhan.
• perubahan-perubahan yang diuralkan ini berdampak pada informasi hasil
analisa yang diperlukan dan juga pada persiapan dan pelaksanaan analisa,
Analisa sistem mencoba menjawab perubahan-perubahan dan kebutuhan-kebutuhan
yang baru ini dengan menawarkan Kerangka Kerja analisa (urutan tahap-tahap yang
terkoordinasi) dan Kerangka kerja komputasi (kumpulan teknik-teknik komputas! yang
bertalian secara logis) untuk memungkinkan dilakukannya suatu analisa kuantitatif.
Evolusi analisa sistem sebagai metoda analisa dan karakteristik-karakteristiknya
dibahas lebih mendetall di bab-bab berikut, disamping itu juga akan dibahas kerangka
kerja analisa dan kerangka kerja yang berkaitan.

2. Mengapa analisa sistem dan apa Yang baru mengenai ini..


Seni rekayasa (engineering) dan perencanaan mungkin dapat didefinisikan sebagai:
menghasilkan kesimpulan yang memadai dari data yang tidak memadai. Definisi ini
berlaku di waktu yang lalu dan juga sekarang.
Menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang memadai dari data-data yang tidak
memadai, dapat juga diartikan sebagal: penerapan. asumsi-asumsi dan
penyederhanaan-penyederhanaan dalam analisa yang dilakukan untuk dapat
dihasilkannya kesimpulan tersebut.

1
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Apabila interpretasi, seperti yang diurakkan diatas, yang dipakai, maka ada perbedaan
antara dulu dan sekarang. Dulu, karena pengetahuan dan fasilitas komputasi tidak
semaju sekarang, asumsi-asumsi dan penyederhanaan yang dipakai agak kasar.
Sekarang, dengan kemajuan ilmu dan teknologi kita dapat membuat asumsi-asumsi
yang lebih bakk dan dengan lebih sedikit penyederhanaan.
Pendeknya, kita mempunyai kemungkinan untuk mendekati kenyataan lebih dekat lagi,
walaupun "kenyataan" itu menjadi semakin rumit apabila kita semakin banyak belajar.
Selain itu, dengan adanya fasilitas-fasilitas komputasi yang lebih baik kita dapat
menguji, tanpa usaha-usaha tambahan, konsekuensi-konsekuensi daripada berbagai
kondisi atau asumsi.-asumsi.
Keadaan ini memungkinkan disempurnakannya asumsi-asumsi yang telah dibuat
dengan mudah. Sebagai contoh: perubahan-perubahan konfigurasi sistem, pola
operasi reservoir ataupun luas daerah Irigasi dapat dengan mudah dilakukan dengan
merubah data-data masukan yang berkaitan dengan itu dan menjalankan lagi komputer
untuk mengulang perhitungan/ komputasi.
Kemampuan komputasi dengan kemudahan seperti ini amatlah penting, karena
perencanaan selalu berkaitan dengan keadaan masa depan yang tidak tentu.
Analisa-analisa perencanaan harus mempertimbangkan secara tegas ketidak tentuan
dimasa depan ini, baik dengan menguji beberapa skenario ataupun dengan melakukan
analisa sensitifitas.
Kerangka kerja komputasi sangat memungkinkan dilaksanakannya analisa seperti yang
diuraikan diatas.
Selain komponen-komponen analisa yang lebih baik, perbedaan penting lainnya antara
dulu dan sekarang adalah: permasalahan telah berkembang semakin rumit.
Kenyataan yang ada saat ini, tidak memungkinkan lagi seseorang memahami semua
aspek- aspek dan saling keterkaitan yang ada didalam permasalahan Manajemen
Sumberdaya air.
Analisa Manajemen Sumberdaya air, lambat laun, telah berkembang menjadi kegiatan
multi-disiplin.
Bertambahnya aspek-aspek dan saling keterkaitan yang perlu dipertimbangkan, dan
ikut berperannya beberapa orang darl berbagai disiplin dalam pelaksanaan analisa
menimbulkan masalah-masalah baru.
Apabila peran-peran yang disumbangkan dari beberapa orang dari berbagal disiplin ini
tidak dapat diselaraskan satu sama lain maka akan berbahaya, hasil analisa dapat
menjadi kurang bermanfaat.
Untuk menghindarl masalah ini, analisa harus disusun dalam urutan langkah atau
sekumpulan prosedur sedemikian rupa sehingga peran-peran yang diberikan oleh
beberapa orang dari berbagal disiplin dapat terkoordinasi dan bersesuaian satu sama
lain.
Perubahan-perubahan dalam analisa Manajemen Sumberdaya air berakibat:
• perlunya integrasi peran-peran beberapa orang dari berbagai disiplin;
• perlunya pemanfaatan kemampuan-kemampuan analisa, yang semakin meningkat,
sebagaimana mestinya;
agar dapat terwujud suatu pelaksanaan usaha-usaha perencanaan yang efektif dan
efisien.
2
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Seperti dinyatakan dalam pendahuluan, analisa sistem menanggapi
perubahan-perubahan keadaan ini dengan menawarkan kerangka kerja analisa dan
kerangka kerja komputasi.
Analisa sistem dapat didefinisikan sebagal berikut:
proses sistematis yang menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi alternatif-
alternatlf strategi.
Melalui disain dan aplikasi sekumpulan prosedur yang terkoordinasi dan sekumpulan
teknik-teknik komputasi yang sesuai, analisa sistem dapat mengungkapkan berbagai
konsekuensi dari suatu strategi.
Tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh analis dalam. studi analisa sistem adalah:
• mempelajari dan menggambarkan kelakuan sistem-sistem yang rumit;
• mengembangkan model-model, menjelaskan observasi-observasi, menguji
keandalan model dan observasi serta mengusahakan dilaksanakannya prakiraan-
prakiraan tentang bagaimana sistem akan berkelakuan pada berbagai alternatif
kondisi;
• perumusan upaya-upaya dan strategi-strategi serta menelaah konsekuensi-
konsekuensi upaya dan strategi tersebut;
• pembandingan strategi-strategi;
• menyampaikan hasil-hasil analisa kepada penetap keputusan/kebijaksanaan
dengan cara yang mudah difahami.
Apabila diterapkan sebagaimana mestinya, analisa sistem akan merupakan pendukung
terlaksananya analisa permasalahan perencanaan Manajemen Sumberdaya air yang
efisien.
Walaupun demikian, analisa sistem bukanlah suatu obat mujarab yang umum. untuk
semua permasalahan, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk itu.
Pertimbangan rekayasa (engineering) dan ekonomi yang logis serta pengertian yang
baik mengenai permasalahan penetapan keputusan/kebijaksanaan tetap merupakan
resep yang diperlukan untuk suksesnya suatu analisa,
Perlu ditekankan bahwa "analisa sistem" pada dasarnya lebih tepat dikatakan
merupakan suatu "cara berfikir" tentang permasalahan-permasalahan, lebih dari
sekedar metoda analisa formal dan matematis.
Analisa sistem sering kali terkacaukan dengan istilah, operation research, yang tidak
mengandung arti sekumpulan teknik-teknik matematis.
Melihat:
• bertambah rumitnya permasalahan-permasalahan sumberdaya air;
• perlunya pengintegraslan aspek-aspek Manajemen Sumbersumberdaya air
seperti aspek ekonomi, aspek teknologi, aspek ekologi dan aspek kelembagaan;
dan mengingat:
analisa sistem sebagai suatu cara berfikir untuk mengatasi permasalahan dan
merupakan metoda untuk menyusun suatu analisa permasalahan,
maka:
analisa sistem merupakan metoda yang sesuai untuk analisa Manajemen
Sumberdaya air.

3
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Kemampuan untuk mengintegrasikan aspek-aspek Manajemen Sumberdaya air,
seperti yang diuraikan diatas merupakan hal yang sangat menentukan berguna atau
tidaknya hasil analisa untuk proses penetapan keputusan/kebijaksanaan.

3. Kerangka kerja analisa,

3.1. Pendahuluan.
Kerangka kerja analisa membentuk susunan prosedur analisa untuk dapat disajikannya
informasi-informasi yang diperlukan dalam rangka perumusan dan pemilihan strategi-
strategi Manajemen Sumberdaya air.
Uraian tentang Kerangka kerja yang disajikan disini membahas tahap-tahap analisa
yang perlu dilaksanakan.
Apa yang diuraikan disini, mungkin saja berbeda dengan kenyataan analisa yang
dilaksanakan, ada atau tidaknya perbedaan ini atau sejauh mana ada perbedaan
tergantung, dari keputusan/kebijaksanaan yang harus ditetapkan dan tergantung pula
pada kendala-kendala praktis yang ada, seperti: ketersediaan waktu dan dana.
Meskipun demikian suatu kerangka kerja umum yang dibahas dalam tulisan ini,
diharapkan, dapat dipakai sebagai acuan bagi disain kerangka kerja permasalahan
yang spesifik.
Kerangka kerja analisa harus dapat memenuhi beberapa syarat-syarat tertentu:
• Kerangka kerja harus flexible (Iuwes) untuk diterapkan dan mudah dirubah-
rubah sehingga akan bermanfaat untuk analisa perencanaan Manajemen
Sumberdaya air yang berkesinambungan.
• Seluruh tahap dalam kerangka kerja, khususnya tahap-tahap dimana teknik-
teknik komputasl diterapkan, harus disesuaikan satu sama lain. Dipandang dari:
prosedur keseluruhan, ketelitian komponen-komponen data dan tujuan-tujuan,
kerangka kerja analisa haruslah menghasilkan informasi tidak lebih dan juga
tidak kurang dari yang dibutuhkan. Dalam banyak hal konsistensi internal ini
merupakan faktor yang menentukan efisiensi analisa,
Kerangka kerja yang diuraikan diatas digambarkan pada gambar 1 dan terdiri dari 2
Fase analisa, Fase Persiapan Analisa dan Fase Pelaksanaan Analisa.

3.2. Fase Persiapan Analisa (tahap pendahuluan)


Dari Fase Persiapan Analisa diharapkan dapat dihasilkan;
• deskripsi permasalahan,
• identifikasi tujuan-tujuan dan kriteria,
• spesifikasi kondisi analisa dan pendekatan analisa.
Fase Persiapan Analisa dapat dijelaskan sebagai proses yang memutuskan analisa
yang bagaimanakah yang harus dilaksanakan dalam Fase Pelaksanaan Analisa dan
dengan cara bagaimana, untuk dapat menghasilkan informasi yang diinginkan dalam
hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam suatu
ketersediaan waktu tertentu.

4
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Dalam gambar 1 tahap-tahap garis besar Fase Persiapan Analisa digambarkan dan
akan dibahas dibawah ini.

5
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Penggerak.
Penggerak dilaksanakannya analisa Manajemen Sumberdaya air dapat dibagi menjadi
penggerak langsung dan tidak langsung.
Penggerak langsung misalnya perencanaan yang di-mandat-kan atau persoalan
Manajemen Sumberdaya air yang spesifik atau suatu kejadian seperti kekeringan dan
banjir.
Penggerak tidak langsung berhubungan dengan analisa Manajemen Sumberdaya air
yang dilaksanakan bukan sebagai yang utama dan memerlukan analisa dalam
kerangka kerja usaha-usaha perencanaan lainnya, seperti perencanaan pemanfaatan
lahan, perencanaan energi, perencanaan pengembangan pertanian.

Identifikasi tujuan-tuiuan perencanaan dan kriteria.


Salah satu yang pokok agar dapat diambil kesimpulan dari analisa Manajemen
Sumberdaya air ialah: analisa sejauh mungkin harus kuantitatif.
Oleh karena itu tuiuan-tujuan Manajemen Sumberdaya air harus didefinisikan dengan
pernyataan kuantitatif yang spesifik.
“Manajemen Sumberdaya air harus bersifat melindungi kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat", dalam pengertian analitis, termasuk pernyataan tujuan yang
dikatagorikan sebagai non-operasional.
Contoh-contoh tujuan operasional antara lain: pemenuhan suatu standar kualitas air
tertentu atau menghasilkan sejumlah pangan tertentu atau. menjaga aliran minimum
tertentu sepanjang masa.
Anallsa ManaJemen Sumberdaya air diarahkan pada penjabaran alternatif-alternatif
strategi.
Kriteria-kriteria dibutuhkan agar dimungkinkan pembandingan alternatif-alternatif
strategi, serta penilaian sejauh mana alternatif-alternatif strategi mendukung
tercapainya suatu tujuan.
Kriteria merupakan suatu ukuran dengan mana pencapaian suatu tujuan dapat dinilai.

Spesifikasi kondisi analisa.


Kondisi analisa berhubungan dengan kumpulan lengkap kondisi-kondisi dan asumsi-
asumsi pada mana analisa Manajemen Sumberdaya air dilaksanakan. Kondisi-kondisi
dan asumsi-asumsI tersebut antara lain:
• Horison waktu dan batas-batas daerah. Biasanya analilsa dilakukan untuk kondisl-
kondisi saat InI dan untuk kondisk di satu atau lebih saat waktu yang akan datang.
Jarang sekali dimungkinkan atau diperlukan untuk menganalisa setiap tahun
periode analisa. Disamping itu, untuk keperluan analisa, perlu ditetapkan batas-
batas pembagian daerah yang dianalisa.
• Tingkat suku bunga dan kondisi dasar. Strategi-strategi melibatkan kapital, operasi
dan pemeliharaan, serta biaya dari waktu ke waktu. Dalam evaluasi ekonomi
alternatif-alternatif strategi, urutan-urutan waktu biaya dan keuntungan/kemanfaatan
perlu di-konversi-kan menjadi ukuran-ukuran yang dapat dibandingkan, misalnya:
dikonversikan pada nilai saat ini (present value). Untuk keperluan ini perlu dipilih
nilai suku bunga yang akan dipakai. Hal lain yang perlu ditetapkan adalah
bagaimana perubahan-perubahan harga akan ditangani. Untuk ini seringkali
6
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
ditetapkan untuk memakai nilai harga-harga yang tetap, dinyatakan dalam satuan-
satuan moneter untuk suatu tahun dasar yang ditentukan.
• Kondisi hidrologis dan meteorologis. Kedua kondisi ini penting dalam kaitannya
dengan karakteristik-karakteristik penyediaan air dan kebutuhan air (misalnya:
kebutuhan air pertanian). Mengingat kondisi hidrologis dan meteorologis bersifat
"Stochastic". Strategi-strategi harus dianalisa untuk berbagai kumpulan kondisi
hidrologis dan meteorologis. Dalam Fase Persiapan Analisa harus ditetapkan
sejauh mana sifat "Stochastic" ini akan diperhitungkan dalam analisa.
• Skenario-skenario. Akan selalu ada ketidak tentuan dalam
memperkirakan/meramalkan perkembangan-perkembangan ekonomi, demografl,
politik dan teknologi di masa datang. Walaupun perkembangan-perkembangan
tersebut bersifat “exogeneous" pada sistem yang dianalisa, perkembangan-
perkembangan tersebut mempengaruhi “kelakuan" sistem, Untuk
memperhitungkan kenyataan ini, maka perlu dikembangkan dan dianalisa alternatif-
alternatif pengembangan/perkembangan, (yang biasa juga disebut sebagai
skenario).

Analisa pendahuluan permasalahan dan upaya penaggulangan,


Tujuan analisa pendahuluan adalah untuk mengenali perlunya/ pentingnya berbagai
kegiatan-kegiatan pemakaian air dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitandengan
air serta untuk mengetahui dapat atau tidaknya sumberdaya air memenuhi kebutuhan-
kebutuhan air dan produk yang berkaitan, baik untuk kondisl saat ini maupun kondisi
dimasa yang akan datang.
Kebutuhan-kebutuhan air yang dimaksud diatas baik ditinjau dari segi kuantitas dan
kualitas, maupun ditinjau dari segi distribusi menurut waktu dan distribusi spasial-nya.
Yang juga relevan dengan konteks ini adalah penginventarisasian upaya-upaya
penanggulangan permasalahan yang potensial.
Dengan dilaksanakannya analisa pendahuluan ini, diharapkan usaha-usaha yang
dilakukan dalam Fase Pelaksanaan Analisa dapat difokuskan pada permasalahan yang
terpenting dan pada upaya penanggulangannya yang paling menjanjikan.
Penspesifikasian pendekatan analisa, sampai batas tertentu akan didasarkan pada
hasil analisa pendahuluan ini.

Spesifikasi pendekatan analisa.


Berdasarkan tahap-tahap terdahulu maka keluaran analisa akan dapat dispesifikasikan,
misalnya, produksi pertanian, biaya penanggulangan.
Tingkat kerincian merupakan elemen penting dalam penspesifikasian ini.
Untuk suatu keluaran yang diperlukan akan dapat ditentukan pendekatan analisa yang
diperlukan, yaitu, data-data apa saja yang harus dikumpulkan dan model-model yang
bagaimana yang harus dikembangkan.
Selain itu masih ada sumber-sumber lain yang diperlukan dan perlu dispesifikasikan,
seperti fasilitas-fasilitas komputer, jumlah pegawai, keakhlian dan disiplin serta waktu
dan anggaran yang diperlukan.
Akhirnya hasil-hasil dari langkah-langkah diatas harus digabungkan dan disimpulkan
dalam rencana kerja untuk Fase Pelaksanaan Analisa.

7
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air

Umpan balik dalam Fase Persiapan Analisa.


Bagian-bagian terdahulu Fase Persiapan Analisa harus diperiksa oleh para penetap
keputusan/kebijaksanaan.
Walaupun pemeriksaan ini seharusnya merupakan bagian dari proses Fase Persiapan
Analisa, paling tidak, hasil Fase Persiapan Analisa harus merupakan salah satu yang
disetujui para penetap keputusan/kebijaksanaan.
Yang paling penting mendapatkan persetujuan para penetap keputusan/kebijaksanaan
adalah rencana kerja Pelaksanaan Analisa.
Apabila waktu dan anggaran yang diperlukan untuk Pelaksanaan Analisa, seperti yang
diusulkan dalam hasil Fase Persiapan Analisa tidak bersesuaian dengan waktu dan
sumber-sumber yang tersedia, maka perlu dilakukan revisi atau perlu diusahakan
tambahan waktu dan sumber-sumber yang diperlukan.

3.3. Pelaksanaan Analisa.


Fase Pelaksanaan Analisa secara garis besar terdiri dari 6 segmen sebagai berikut:
• segmen 1 : perkiraan tingkat dan pola spasial kegiatan-kegiatan;
• segmen 2 : analisa pemakaian air dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan air;
• segmen 3 : analisa sistem-sistem alam;
• segmen 4 : perumusan dan analisa strategi-strategi Manajemen-manajemen
Sumberdaya air;
• segmen 5 : evaluasi strategi-strategi Manajemen Sumbersumberdaya air;
• segmen 6 : penyajian hasil.

SEGMEN 1 : Perkiraan tingkat dan pola spatial kegiatan-kegiatan.


Suatu analisa harus dimulai dengan perkiraan tingkat populasi dan kegiatan-kegiatan
ekonomi, seperti rumah tangga, pertanian dan industri untuk suatu horison waktu
tertentu, Tingkat dan distribusi spastial kegiatan-kegiatan ini harus sesuai dengan
kerincian analisa yang diperlukan.
Informasi mengenal kegiatan-keglatan ekonomi untuk kondisi-kondisi di masa datang
berkaitan dengan kebutuhan akhir masyarakat akan produksi barang dan jasa.
Umumnya informasi ini tersedia pada tingkat nasional untuk sektor-sektor gabungan,
misalnya, pertanian dan industri.
Proyeksi-proyeksi tingkat kegiatan nasional ini perlu diuraikan menjadi tingkat regional
disertai dengan penguraian lebih lanjut menjadi kegiatan-kegiatan sektoral.
Klasifikasi kegiatan sektoral haruslah mencerminkan perbedaan yang ada diantara
karakteristik kegiatan-kegiatan ini, sebagai contoh:
• penguraian produksi total pertanian nasional menjadi jumlah hektar tanaman
tertentu per region yang dihasilkan dengan cara tertentu;
• produksi baja total nasional harus diuraikan menjadi total tipe baja tertentu yang
diproduksi dengan cara tertentu di lokasi tertentu per region.

SEGMEN 2 : Analisa Pemakaian air dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan air.
8
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Pada segmen ini dilakukan penterjemahan dari tingkat populasi dan kegiatan-kegiatan
ekonomi menjadi kuantitas kebutuhan air dan peluahan limbah. Yang termasuk dalam
segmen ini antara lain:
• pengembangan hubungan antara kebutuhan air dengan limbah-limbah yang
dikeluarkannya;
• berbagal faktor yang menentukan kebutuhan air, keuntungan/ kemanfaatan yang
dapat diperoleh, serta biaya-biaya yang diperlukan.
Contoh-contoh faktor yang menentukan kebutuhan air, kemanfaatan dan biaya seperti
tersebut diatas antara lain: teknologi produksi, misalnya, alternatif praktek pertanian,
biaya resirkulasi air internal, harga air dan energi, pungutan pengambilan air dan
saluran air buangan, upaya reduksi bencana banjir dan perbaikan/peningkatan
drainase.
Keluaran analisa kegiatan merupakan masukan pada:
1. analisa sistem alam;dan
2. perumusan dan analisa Strategi-strategi Manajemen Sumberdaya air.
Yang merupakan masukan pada analisa sistem-sistem alam, misalnya: perkiraan
kebutuhan air dan limbah-limbah yang dikeluarkannya, yang mempengaruhi kuantitas
dan kualitas air di berbagai bagian air.
Contoh yang merupakan masukan pada perumusan dan analisa strategi-strategi
adalah: fungsi-fungsi keuntungan/ kemanfaatan vs kerugian atau tabel-tabel dan kurva
elastisitas harga untuk pemakaian air dalam proses-proses industri.
Penting untuk dicatat bahwa analisa kegiatan haruslah sedemikian rupa sehingga
analisa ini tidak hanya menghasilkan informasi mengenai pola waktu kebutuhan air
rata-rata, tapi juga menghasilkan informasi mengenai variasi di sekitar pola tersebut.

SEGMEN 3 : Anallsa sistem-sistem alam.


Yang termasuk dalam Analisa slstim-sistem alam adalah analisa tentang bagaimana
kebutuhan air, kebutuhan benda/barang dan jasa/kemudahan yang berkaitan dengan
air, berpengaruh pada proses-proses alami.
Data-data yang diperlukan untuk analisa ini antara lain: data debit allran sungal, data
presipitasi, data temperatur, data BOD, data karakteristik tanah ... dll ....
Yang dimaksud proses alami disini, antara lain: proses-proses fisik, kimiawi dan
biologis, seperti: pergerakan air, sedimen dan nutrient, aerasi sungal, produktifitas
akuifer air tanah.
Jumlah dan ketelitian data yang tersedia merupakan faktor-faktor utama yang
menentukan ketelitian keseluruhan analisa strategi-strategi Manajemen Sumberdaya
air.
Pengumpulan, pengevaluasian dan pengolahan data sistem-sistem alam memerlukan
pengetahuan yang baik mengenai fenomena yang ditampilkan data tersebut ; serta
pemahaman yang baik mengenai maksud dilaksanakannya analisa.
Sebagai contoh, mungkin saja terdapat kesalahan dalam pencatatan harga extrim
muka air, apabila kesalan ini dibiarkan, maka dapat berkonsekuensi serius dalam
pengembangan kriteria disain struktur, seperti: untuk disain tanggul-tanggul dan
spilway reservoir.

9
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Hasil/keluaran analisa kegiatan merupakan sebagian masukan-masukan model-model
sistem alam, misalnya: kebutuhan air dan kuantitas peluahan limbah di tempat dan
pada saat-saat tertentu didalam suatu pola waktu tertentu.
Upaya-upaya fisik yang telah dirumuskan dan pola operasinya (sebagai bagian dari
strategi Manaiemen Sumberdaya air), untuk hal-hal tertentu yang relevan, juga
merupakan masukan bagi model-model sistem alam.
Keterkaitan antara analisa kegiatan dan sistem alam merupakan hal yang penting.
Analisa kegiatan haruslah menghasilkan data-data masukan untuk model-model sistem
alam yang dipakai dalam bentuk yang sebagaimana mestinya.
Sebaliknya model-model alam ini harus dipilih dan/atau dirumuskan dalam kaitannya
dengan:
• keluaran-keluaran yang dapat dihasilkan dari anallsa kegiatan;
• ketersediaan data;
• keluaran-keluaran model yang dikehendaki dalam kaitannya dengan
indikator-indikator fisik, kimiawi dan biologis.

SEGMEN 4: Perumusan dan analisa strategi Manajemen Sumberdaya air.


Segmen ini terdiri darl beberapa putaran analisa.
Langkah-langkah permulaan dalam segmen ini adalah penyaringan (screening)
upaya-upaya (measures).
Penyaringan (screening) ini seringkali didasarkan pada kriteria-kriteria yang berkaitan
dengan kelayakan teknis dan hubungan antara keuntungan/kemanfaatan-biaya.
Setelah itu strategi-strategi dirumuskan dan, berkenaan dengan kriteria yang
diberlakukan, dampak-dampak lain selain biaya dan keuntungan juga diperkirakan.
Dampak terhadap lingkungan dapat juga merupakan suatu yang perlu diperkirakan.
Akhirnya, segmen 4 ini seharusnya dapat menghasilkan suatu diskripsi mengenai
sekumpulan strategi-strategi yang menjanjikan serta perkiraan dampak-dampak atau
konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul akibat pelaksanaan strategi-strategi ini
(berkenaan dengan kriteria yang diberlakukan).

Penyaringan upaya-upaya (screening of measures).


Penyaringan terhadap upaya-upaya fisik terutama diarahkan pada
karakteristik-karakteristik teknis dan biaya upaya tersebut.
Upaya dapat berbentuk gabungan fasilitas-fasilitas seperti: reservoir, jalur-jalur pipa
dan bangunan penjernihan/ pengolahan.
Dalam menghitung biaya, didalamnya harus termasuk biaya-biaya kapital, biaya
operasi tahunan, biaya pemeliharaan, biaya peremajaan, biaya administrasi serta biaya
pemantauan.
Contoh-contoh tipikal dari hasil-hasil analisa yang demikian adalah: hubungan antara
biaya - kapasitas untuk suatu reservoir, hubungan antara biaya investasi - biaya
pemeliharaan.

10
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Hasil penyaringan (seleksi) pertama upaya-upaya fisik yang mungkin dilaksanakan,
mungkin merupakan upaya yang tidak layak teknis pada suatu waktu tertentu atau
terlalu mahal.
Walaupun demikian, penolakan usulan upaya semacam ini jangan dilakukan terlalu
cepat, penolakan sebaiknya dilakukan setelah dilaksanakannya analisa strategi-strategi
lebih lanjut yang lebih lengkap.
Penyaringan upaya-upaya yang berbentuk penerapan insentif-insentif/ perangsang-
perangsang dan penataan kelembagaan terutama diarahkan pada pendefinisian
kombinasi upaya-upaya ini dalam kaitannya dengan upaya-upaya fisik.
Perlu diingat bahwa hal ini berkaitan dengan hasil analisa kegiatan (segmen 2) yang
menyajikan informasi mengenai tanggapan/respon kegiatan perorangan dan kolektif
terhadap tindakan-tindakan pemerintah yang mungkin dilaksanakan.
Dalam konteks ekonomi, administratif dan politis suatu perencanaan dan penerapan
Strategi Manajemen Sumberdaya air, kelayakan penerapan insentif/perangsang dan
penataan kelembagaan harus ditelaah dan diputuskan dalam suatu interaksi yang erat
dengan para pejabat terkait dan/atau perwakilan otorita pemerintah dan
kelompok-kelompok yang berkepentingan.
Dalam beberapa kasus akan terjadi suatu upaya yang potensial, layak teknis dan
secara ekonomi dikehendaki, tetapi secara hukum tidak mungkin diterapkan. Idealnya
dalam kasus-kasus seperti ini, analisa sebaliknya tetap dilaksanakan dengan
melaksanakan 2 analisa sebagai berikut:
1. dengan memasukkan upaya-upaya tersebut dan dihitung keuntungan bersih darl
strategi yang dianalisa (U1),
2. dengan tidak memasukkan upaya tersebut dihitung keuntungan bersih dari strategi
yang dianalisa (U2) (diperkirakan akan menghasilkan keuntungan bersih yang lebih
jauh kecil).
Kedua hasil ini dapat disajikan dalam proses penetapan keputusan/kebijaksanaan
sehingga para penetap kebijaksanaan/ keputusan dapat menetapkan sejauh mana nilai
kenaikan keuntungan bersih (=U1-U2) dapat mengimbangi permasalahan politis yang
mungkin timbul akibat perubahan struktur hukum kelembagaan yang perlu dilakukan
agar penerapan upaya yang lebih efisien itu dapat diterima dan dilaksanakan.
Terlalu sering, upaya yang istimewa dan berpotensi, disisihkan begitu saja karena
diyakini tidak layak politis.
Penetapan kelayakan secara politis merupakan hak istimewa (tanggung jawab) para
penetap keputusan/kebijaksanaan dan proses politik.

Perumusan dan seleksi Strategi Manajermen Sumberdaya air.


Strategi dirumuskan dengan:
• menspesifikasikan tingkat kebutuhan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan dan
kebutuhan di masa datang;
• tingkat indikator-indikator sistem alam yang harus dicapai;
• pengindentifikasian upaya-upaya dan prosedur operasi untuk pekerjaan-pekerjaan
infrastruktur.
Tingkat kerincian upaya-upaya yang diselidikl harus sesuai dengan tingkat
disaggregasi kebutuhan dan indikator-indikator sistem alam.

11
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Kriteria seleksi yang penting adalah: tingkat dimana penyediaan (supply) dapat
memenuhi kebutuhan pada suatu kondisi hidrologis dan meteorolgis yang ditetapkan.
Selain itu, biaya dan keuntungan/kemanfaatan langsung merupakan hal yang
menentukan dipilih atau, tidaknya suatu strategi Manajemen Sumberdaya air.
Secara operasional berarti, yang diusahakan dalam putaran pertama analisa adalah:
dapat diketahuinya dampak-dampak lain yang mungkin/dapat terjadi (sehubungan
dengan kriteria yang didefinisikan).

Penganalisaan dampak-dampak.
Keputusan strategi-strategi Manajemen Sumberdaya air menampilkan permasalahan
penetapan kebijaksanaan/Reputusan dengan multi-tujuan.
Kriteria keputusan yang perlu diperhatikan dihasilkan dalam tahap persiapan analisa.
Contoh-contohnya antara lain:
• efek-efek fisik, kimiawi dan biologis serta distribusinya menurut waktu, seperti: taraf
muka air dan produksi biomasa;
• efek-efek ekonomi, seperti biaya dan keuntungan serta distribusinya, neraca
pembayaran nasional;
• batasan-batasan administratif dalam kaitannya dengan penerapan upaya-upaya
serta batasan-batasan politis, seperti peraturan perundangan baru yang diperlukan.
Kebanyakan kriteria-kriteria keputusan ini dinyatakan dalam satuan-satuan yang tidak
dapat dibandingkan (biaya keseluruhan atau keuntungan per tahun, ton per hektar, cm
diatas permukaan laut, atau. dinyatakan dalam sifat-sifat kualitatif).
Perlu diketahui bahwa prosedur perumusan dan penganalisaan strategi merupakan
proses yang perlu dilakukan berulang-ulang.
Sebagai akibatnya, beberapa putaran analisa akan perlu dilakukan untuk merumuskan
kembali strategi-strategi dengan memanfaatkan hasil-hasil putaran analisa
sebelumnya.

SEGMEN 5 : Evaluasi Strategi Manajemen Sumberdaya air.


Para penetap keputusan/kebijaksanaan mempergunakan banyak kriteria dalam
menetapkan keputusan/kebijaksanaan,
Para penetap keputusan/kebijaksanaan harus menunjukkan kriteria yang relevan dan
memberikan bobot relatif pada masing-masing kriteria.
Analis memainkan peranan penting dalam menyediakan kerangka kerja untuk
menghasilkan kriteria yang pasti serta bobot yang berkaitan dengan itu.
Tampilnya metoda-metoda analisa adalah untuk berperan pada pengevaluasian
strategi--strategi, seperti: analisa biaya dan keuntungan serta anallsa multi-kriteria.
Analisa biaya/keuntungan adalah perhitungan yang sistematik dan evaluasi: semua
keuntungan/kemanfaatan dan biaya langsung; serta keuntungan/kemanfaatan dan
biaya sosial tak langsung suatu strategi, yang relevan.
Analisa keuntungan/biaya dapat dilakukan dengan cara-cara yang dapat menghasilkan
informasi mengenai tujuan-tujuan sebagai pelengkap dari efisiensi ekonomi nasional;

12
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Sebagai contoh; analisa dapat menelusuri biaya-biaya akan dibebankan kepada siapa,
baik ditinjau dari segi geografi menurut batasan-batasan politis, maupun ditinjau dari
segi kelas-kelas ekonomi; hal yang sama juga dapat diterapkan pada
keuntungan/kemanfaatan.
Analisa keuntungan/biaya dapat dilakukan dengan berbagai tipe batasan-batasan
(constraints).
Sebagai contoh: fungsi tujuan dapat berbentuk: memaksimumkan keuntungan bersih
dengan melakukan perlindungan terhadap suatu aliran banjir tertentu.
Jika analisa diulangi tanpa adanya batasan-batasan, apa yang dihasilkan adalah
keuntungan ekonomi bersih dari berkurangnya kerugian penduduk akibat perlindungan
aliran banjir.
Ini tidak menggambarkan nilai allran banjir tersebut; yang menggambarkan nilai
tersebut adalah jumlah minimum yang disanggupi dibayar masyarakat untuk
membangun perlindungan terhadap aliran banjir tersebut.
Analisa keuntungan/biaya dapat juga dilakukan dengan batasan-batasan (constraints)
lain, seperti: spesifikasi pemeliharaan untuk suatu tingkat keadaan pekerja di suatu
daerah, atau pengadaan sejumlah air untuk reservoir.
Kemudian analisa dilakukan sedemikian rupa sehingga terlihat adanya perbandingan
antara efisiensi ekonomi dan tujuan lainnya.
Seluruh analisa keuntungan/biaya ini dapat dilakukan dengan beberapa urutan
kejadian-kejadian hidrologis, sehingga dapat dihasilkan keluaran analisa dengan
"nilai-nilai yang diinginkan" (expected value).
Metoda-metoda multi-kriteria, seperti metoda-metoda "expected value",
metoda-metoda permutasi, bertujuan untuk menyediakan instrumen-untuk evaluasi
yang sistematis yang dicirikan dengan adanya kriteria beragam. (multiple criteria) atau
atribut beragam (multiple attributes).
Yang menjadi gagasan dasar dari analisa-analisa ini adalah: kenyataan bahwa
beberapa dampak proyek tidak perlu diterjemahkan menjadi unit-unit moneter
(penterjemahan menjadi unit-unit moneter dilakukan dalam analisa keuntungan/biaya).
Yang merupakan bagian kritis dalam pengevaluasian strategi-strategi adalah: analisa
keuangan (financial analysis).
Hasil-hasil analisa keuangan merupakan masukan-masukan penting bagi proses
penetapan keputusan/kebijaksanaan untuk memilih Strategi Manajemen Sumberdaya
air.

SEGMEN 6 : Penyajian hasil.


Dalam penyajian hasil, Yang sangat perlu diperhatikan adalah apa dan siapa yang
berperan dalam proses penetapan keputusan/kebijaksanaan serta jenis dan bentuk
informasi yang bagaimanakah yang dibutuhkan/dikehendaki oleh beliau-beliau ini.
Disamping hasil-hasil anallsa, yang juga perlu disajlkan adalah, informasi-informasi
mengenai:
• seleksi dan pendefinisian karakteristik-karakteristik sistem yang dianalisa,
• seleksi dan pendefinislan tujuan-tujuan dan kriteria,
• seleksi dan pendefinisian pendekatan-pendekatan analisa.

13
Analisa Sistem dalam Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air
Interaksi dengan para penetap keputusan/kebljaksanaan.
Interaksi yang erat antara para analis dengan para penetap keputusan/kebijaksanaan
diperlukan dalam Fase Persiapan Analisa dan Fase Pelaksanaan Analisa serta dalam
segmen-segmen yang ada pada fase-fase tersebut.

4. Kerangka kerja komputasi.


Fase Persiapan Analisa memuat uraian teknik-teknik analisa yang dipakai dalam
segmen-segmen Fase Pelaksanaan Analisa,
Kerangka Kerja komputasi dimaksudkan untuk menggabungkan teknik-teknik analisa
tersebut.
Dewasa ini telah ada bermacam-macam teknik dan model serta masih banyak yang
sedang dikembangkan.
Pemilihan (seleksi) bermacam-macam teknik dan model ini serta penerapannya
haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
• kesesuaian didalamnya (internally consistent), kecocokan masukan/keluaran;
• bersesuaian dengan tuiuan-tujuan analisa;
• memadai, dalam kaitannya dengan tingkat kerincian yang diperlukan;
• konsisten dengan kenyataan, dimana: perencanaan Manajemen Sumberdaya air
harus dipandang sebagai prosedur yang berkesinambungan.
Dalam Manajemen Sumberdaya air diperlukan teknik-teknik analisa dari berbagai
disiplin, seperti: hidrolika, hidrologi, ekonomi, statistik, agronomi.
Beberapa contoh teknik-teknik analisa yang mungkin termasuk didalam kerangka kerja
komputasi adalah sebagai berikut:
• model-model untuk memperkirakan kebutuhan air (irigasi, air minum);
• model-model untuk simulasi aliran dan taraf muka air (penelusuran banjir);
• model-model untuk simulas! gerakan air dan pencemar (contaminant) dalam akuifer
air tanah;
• model-model respon atau dampak untuk memperkirakan efek-efek Strategi-strategi
Manajemen Sumberdaya air terhadap pemakai air tertentu (misalnya: hasil panen,
produksi industri, pergerakan kapal);
• model-model masukan/keluaran nasional atau regional untuk dapat tersajinya data
dasar ekonomi perekonomian nasional dan regional untuk keperluan analisa.
Seperti halnya kerangka kerja analisa, kerangka kerja komputasi juga merupakan
suatu permasalahan tersendiri.
Bila didisain dengan cermat dan diterapkan dengan teliti, kerangka kerja komputasi
dapat jauh lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensl pelaksanaan analisa.
Khususnya dalam pelaksanaan segmen 1, 2 dan 3 kerangka kerja analisa,
pengembangan kerangka kerja komputasi dapat merupakan hal yang sangat
membantu pengintegrasian kontribusi-kontribusi individual untuk berhasilnya
pelaksanaan analisa.
Selain itu, Kerangka kerja komputasi merupakan perangkat yang berharga dalam
merumuskan dan menganalisa Strategi-strategi Manajemen Sumberdaya air,
khususnya yang berkenaan dengan penelaahan dampak.

14