Você está na página 1de 6

LAPORAN PRAKTIKUM

Mekanika Fluida I
TL - 1201

Hydraulic Bench
Praktikum 1
Shift Selasa Pagi (08.00-09.00)

Nama Kelompok : 1. Astrid Wiyanti (15307071)


2. Adhiet Bayu W (15307074)
3. Mitha Pratiwi (15307075)
4. Sonya Christania (15307078
5. Stisya Iadha Sugma (15307082)
Kelompok : 8B
Hari/Tgl/Waktu : Selasa, 16 September 2008
Tanggal Laporan : 23 September 2008
Asisten :

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2008
I. TUJUAN
1. Memperkenalkan dan memahami prinsip dan cara kerja Hydraulic Bench.
2. Mengukur debit aktual aliran fluida dengan menggunakan prinsip kerja Hydraulic
Bench.
3. Memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi debit air dengan menggunakan
Hydraulic Bench.

II. PRINSIP DASAR


Mekanisme yang digunakan pada alat hydraulic bench ini adalah prinsip tuas
keseimbangan. Perhitungan debit aktual berdasarkan perbandingan antara massa air
dan volume air. Massa air dianggap sama dengan tiga kali massa beban yang
digunakan. Perbandingan ini didapatkan dari perbandingan antara lengan pada
Hydraulic Bench yang diletakkan beban (1 panjang lengan) dengan lengan
keseluruhan (3 panjang lengan).

III. TEORI DASAR


Hydraulic Bench digunakan untuk memudahkan perhitungan debit air yang
melalui suatu alat percobaan pada suatu percobaan sederhana dalam mekanika fluida.
Hydraulic Bench yang digunakan dalam percobaan ini adalah Hydraulic Bench Hl
Mklll.

Air disuplai dari pompa melalui selang penghubung menuju katup valve.
Suplai air diatur dengan mengatur besar kacil bukaan katup B. Air kemudian masuk
ke dalam alat percobaan dan kemudian keluar melaui corong dan terus ke pipa. Air
tersebut masuk ke dalam bak penimbang air. Bak penampung ini ditahan dengan bak
penimbang. Pada ujung balok lainnya terdapat pemberat yang digantung. Pada saat
bak penampung kosong, maka berat bak sama dengan pemberat.

Hydraulic Bench dalam bentuk yang lain:

Rumus-rumus yang digunakan dalam percobaan ini yaitu:


Mair = ρ air x Volume air
Volume air = Q aktual x t rata-rata

IV. DATA DAN PERHITUNGAN


Tabel data
Tair (oC)
t (s)
ρ air mbeban
Variasi
Rata- (kg/m3) (kg)
awal akhir 1 2 3
rata
1 24 24 24 996,32 2,5 14,21 13,97 13,82
2 24 24 24 996,32 2,5 19,26 19,37 19,83
3 24 24 24 996,32 2,5 15,26 14,49 14,95
4 24 24 24 996,32 2,5 14,23 14,24 14,14
5 24 24 24 996,32 2,5 16,79 16,89 16,88

y(x) = 0.000x3 – 0,012x2 + 0,143x + 999,8


y(24) ≈ 996,32

• ρ = mV  V=mρ
• Vair=mρ  Vair=7,5996,32  Vair=0,007528 m3
• Q=Vtrata-rata

Tabel Hasil
Variasi mair trata-rata Qaktual
(kg) (s) (m3/s)
1 7,5 14 0,000538
2 7,5 19,48667 0,000386
3 7,5 14,9 0,000505
4 7,5 14,20333 0,00053
5 7,5 16,85333 0,000447

I. ANALISIS
1. Pada percobaan Hydraulic Bench ini perlu diperhatikan bahwa perbandingan massa
air dengan massa beban adalah massa air = 3x massa beban. Perbandingan ini
didapatkan dari perbandingan antara panjang lengan yang diletakkan beban dengan
panjang lengan keseluruhan. Seperti terlihat pada gambar :
Mis : LB : LA = 1 : 3
Maka : = Sehingga MB = 3 MA
MB LA
MA LB

Dari persamaan di atas didapatkan bahwa panjang lengan dengan massa beban
berbanding terbalik. Semakin panjang lengan maka beban yang dibutuhkan
semakin kecil dan semakin pendek lengan, beban yang dibutuhkan untuk
mencapai keseimbangan, semakin besar. Oleh karena itu untuk mencapai
keseimbangan pada hydraulic bench, beban yang diletakkan pada lengan beban
yang pendek harus semakin besar yaitu sebesar tiga kali lebih besar dibandingkan
massa air yang terdapat pada lengan yang lebih panjang.
2. Harga rapat massa ( ) dipengaruhi atau tergantung pada suhu (T) saat percobaan
ρ

terhadap suatu fluida dilakukan. Ini berkaitan dengan sifat zat (molekul zat). Pada
umumnya molekul zat akan merapat atau mengecil kereganganya (jarak antar
molekul berdekatan/rapat) jika dalam keadaan suhu yang rendah, tetapi molekul zat
tersebut akan merenggang/tidak rapat (jarak antar molekul berjauhan) jika dalam
keadaan suhu yang tinggi. Dengan demikian nilai kerapatan massa suatu fluida
berbanding terbalik dengan keadaan suhu saat dilakukannya pengamatan pada
fluida tersebut. Oleh sebab itulah, suatu nilai rapat massa suatu jenis fluida akan
berbeda-beda untuk masing-masing nilai suhu yang berbeda-beda pula. Pada grafik
hubungan nilai rapat massa dengan suhu digunakan regresi polinomial derajat tiga
untuk mendapatkan persamaan yang lebih akurat dibandingkan dengan
menggunakan regresi linier.
3. Pada penggunaan hydraulic bench ini pastilah tidak tidak lepas dari kesalahan
pengukuran misalnya saat mengukur waktu yang dibutuhkan (ketelitian saat
penggunaan stopwatch) sehingga diperlukan beberapa kali pengukuran waktu pada
satu variasi debit yang sama yaitu sebanyak tiga kali. Diharapkan dengan tiga kali
pengukuran waktu dan mendapatkan waktu rata-rata dari ketiga pengukuran
tersebut (yang nantinya baru akan digunakan dalam menghitung debit), hasil yang
diperoleh dapat lebih akurat dibandingkan hanya dengan melakukan satu kali
pengukuran waktu.
4. Nilai debit pada data perhitungan merupakan nilai debit fluida yang keluar dari
valve yang diputar pada setiap variasi debit yang berbeda. Dengan demikian hasil
nilai debit yang keluar dari valve akan berbeda-beda tergantung banyaknya putaran
dari valve tersebut. Pada massa beban yang konstan sehingga volume air yang
diperoleh pun bernilai sama pada setiap variasi debitnya menunujukkan nilai debit
fluida yang keluar berbanding terbalik dengan waktu yang dibutuhkan untuk
terjadinya keseimbangan antara lengan yang diberikan beban dengan lengan
hydraulic bench keseluruhan. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk
terjadinya keseimbangan pada hydraulic bench menunjukkan debit fluida yang
keluar semakin kecil begitupun sebaliknya semakin cepat waktu yang dibutuhkan
hydraulic bench mencapai keseimbangannya maka semakin besar atau kencang
debit yang keluar. Sesuai dengan persamaan Q=Vtrata-rata akan terlihat bahwa
nilai debit berbanding terbalik dengan nilai rata-rata waktu.

II. APLIKASI BIDANG TL


1. Hydraulic Bench merupakan alat untuk skala laboratorium. Hidraulic bench
biasanya digunakan sebagai alat pengukur debit sederhana. Biasanya dihubungkan
langsung ke alat-alat fluida lainnya seperti venturi meter, orificemeter, rotameter,
dll. Untuk pengukuran kecepatan maupun debit secara teoritis.
2. Dalam dunia teknik lingkungan khususnya pengolahan limbah, Hidraulic Bench
merupakan alat pembanding seberapa telitinya debit limbah yang dialirkan dari
suatu aliran secara aktual bila dibandingkan dengan hasil perhitungan secara
teoritis. Jadi, Hydraulic bench mendasari seberapa akuratnya antara yang ditemui
di lapangan dengan hasil yang kita perhitungkan secara teoritis atau dapat
dikatakan juga alat penguji yang sederhana.
3. Hydraulic Bench juga dapat digunakan dalam mendesain alat ukur debit PDAM
agar dapat diketahui debit maksimum dan minimumnya dan dengan begitu dapat
diketahui berapa banyak pasokan yang digunakan konsumen agar dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Hydraulic bench ini digunakan pada reservoir.
I. KESIMPULAN
1. Hydraulic bench merupakan alat sederhana yang digunakan untuk menghitung
debit secara aktual (pasti) dengan menggunakan sistem kesetimbangan / torsi di
saluaran teruka dengan perbandingan berat air di tanki = 3 x berat beban yang
diletakkan.
2. Untuk mendapatkan debit aktual (Qaktual) dengan membandingkan Volume dengan

waktu rata-rata, Qaktual = , dan Volume diperoleh dari, V = .


V Mair
t ρair

3. Temperatur secara tidak langsung mempengaruhi besarnya debit karena

hubungannya terhadap massa jenis ( ) sehingga harus diselesaikan dengan data


ρ

atau diregresikan secara polynomial tingkat 3 terlebih dahulu.


II. DAFTAR PUSTAKA
Giles, Ranald V. 1977. Mekanila Fluida dan Hidraulika. Guildford: Erlangga.
Victor, Stereten L. 1996. Fluid Mechanics. USA: Mc Graw Hill Book Co.
www.armfield.co.uk
www.tecquip.com