P. 1
Review Soskom Lengkap

Review Soskom Lengkap

|Views: 435|Likes:
Publicado porPutra Setiawan

More info:

Published by: Putra Setiawan on Jun 16, 2011
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Chapter 1

A. Filsafat Sosial, Sosiologi Modern, dan Komunikasi
Teori sosiologi dalam perkembangannya dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran abad
pencerahan yang berkembang pada periode perkembangan intelektual dan pembahasan
pemikiran filsafat yang luar biasa. Pada awal perkembangannya pemikiran manusia menaruh
harapan yang besar terhadap mitos, logos, dogma, dan kemudian beralih pada logos (pikiran
manusia) lagi. Secara singkat sejarah filsafat ilmu pengetahuan mencatat perkembangan-
perkembangan tersebut, sebagai berikut :
1.Sebelum Yunani Kuno (sebelum 600 SM)
Pada masa ini masih berpegang teguh dan menjunjung tinggi mistik karena pada masa ini
mistik sering digunakan untuk memecahkan semua permasalahan seperti transportasi,
komunikasi, tatanegara, hukum, pertahanan dan keamanan, ekonomi, agama dan
sebagainya,
2.Yunani Kuno (600 SM)
Pada periodisasi ini sekitar 600 SM periode ini ditandai oleh pergeseran pemikiran dari
mitos ke logos. Penjelasan-penjelasan mistik yang berdasarkan kepercayaan irasional
tentang gejala-gejala alam bergeser pada penjelasan logis yang berdasarkan pada rasio.
3.Abad Pertengahan (300 SM-1300 M)
Pada masa ini pemikiran filsuf pada abad ini kehilangan otonominya, karena pada masa
ini pemikirannya bercirikan pada teosentris yaitu pemikiran yang berpusat pada wahyu
Tuhan.
4.Filsafat Modern (Abad 17-19)
Masa ini berjalan kurang lebih selama 10 abad, pemikiran di periodisasi ini berdasarkan
rasio direpresi oleh kebenaran teologis yang berdasarkan iman.
5.Positivisme (Abad ke-20)
Pada periodisasi ini munculah istilah sosiologi sebagai disiplin ilmu yang mengkaji
masyarakat secara ilmiah. Positivsme memiliki pengaruh yang amat kuat terhadap
berbagai disiplin ilmu bahkan sampai dewasa ini. Pengarug tersebut dikarenakan klaim-
klaim yang dikenakan oleh positivisme terhadap ilmu pengetahuan.

1

6.Posmodernisme

Posmoderisme sangat anti terhadap ide-ide, seperti kemajuan, emansipasi, linieritas
sejarah, dan sebagainya. Posmodernisme sesungguhnya merupakan terminologi untuk
mewakili suatu pergeseran wacana diberbagai bidang, seperti seni, arsitektur, sosiologi,
literatur, dan filsafat yang beraksi keras terhadap wacana modernisme yang terlampau
mendewakan rasionalistas sehinnga mengeringkan kehidupan dari kekayaan dunia batin
manusia.

B. Sosiologi Modern

. Erikson (Ritzer, 2004:16) mengatakan bahwa, menurut Erikson bukanlah penemu
Sosiologi Modern, karena selain teori Sosiologi Konservatif banyak dipelajari oleh gurunya,
Adam Smith atau para moralis Skotlandia adalah sumber sebenarnya dari sosiologi Modern.
Namun Comte memiliki jasa yang besar pada dunia karena memperkenalkan sosiolgi kepada
dunia.

Orang yang pertama kali menggunakan istilah sosiologi adalah Auguste Comte
(1798-1857), walau banyak pertentangan yang perkembang dikalangan para ahli sosiologi yang
salah satunya adalah Erikson (Ritzer, 2004:16) yang mengatakan bahwa Comte bukanlah
penemu Sosiologi Modern karena tidak sesuai yang dipelajari oleh gurunya Cloude Henri Saint-
Simin (1760-1825) tang telah banyak mempelajari ilmu sosiologi. Cloude Henri Saint-Simi
menemukan bahwa Adam Smith atau para moralis Skotlandia adalah sumber sebenarnya dari
sosiologi Modern. Namun Comte memiliki jasa yang besar pada dunia karena memperkenalkan
sosiolgi kepada dunia.

Pikiran-pikiran Comte pada waktu itu didasarkan pada pendekatan teori evolusinya
dan hukum tiga tingkatan (Ritzer, 2004:17). Comte mengatakan ada tiga tingkatan intelektual
yang harus dilalui kelompok masyarakat, ilmu pengetahuan, individu, atau bahkan pemikiran
masyarakat dan dunia sepanjang sejarahnya. Pertama, tahap teologis dalam tahap ini sistem
gagasan utama menekankan pada keyakinan bahwa kekuatan adikodrati, tokoh agama dan
keteladanan kemanusian menjadi dasar segala hal. Kedua, tahap metafisika yang ditandai oleh
keyakinan bahwa kekuatan abstraklah yang menerangkan segala sesuatu, bukanlah para dewa.
Ketiga, tahap positivistik yang ditandai oleh keyakinan pada sains. Manusia mulai cenderung
menghentikan penelitian terhadap kecenderungan penyebab absolut (Tuhan atau alam) dan

2

memusatkan perhatian pada pengamatan terhadap alam fisik dan dunias sosial guna mengetahui
hukum-hukum yang mengaturnya.

C. Lahirnya Sosiologi Komunikasi

Sosiologi sejak semula telah menaruh perhatian pada masalah-masalah yang ada
hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan orang lainnya. Apa yang disebutkan oleh
Comte dengan ”social dynamic”, ”kesadaran kolektif” oleh Durkheim, dan ”interaksi sosial”
oleh Karl Marx serta ”tindakan komunikatif” dan ”teori komunikasi” oleh Habermas adalah
awal mula lahirnya persperktif sosiologi komunikasi. Bahkkan melihat kenyataan semacam itu,
maka sebenarnya gagasan-gagasan perspektif sosiologi komunikasi telah ada bersamaan dengan
lahirnya sosiologi itu sendiri baik dalam perspektif struktural-fungsional maupun dalam
perspektif konflik.

ALIRAN PEMIKIRAN DALAM PARADIGMA SOSIOLOGI KOMUNIKASI

Aliran pemikiran yang Melahirkan
Paradigma Dalam Sosiologi Komunikasi

Saat ini perspektif teoritis mengenai sosiologi komunikasi bertumpu pada fokus
kajian sosiologi mengenai interaksi sosial dan semua aspek yang bersentuhan dengan fokus
kajian tersebut. Dalam komunikasi juga persoalkan makna menjadi sangat penting ditafsirkan
oleh seorang yang mendapat informasi (pemberitaan) karena makna yang dikirim oleh
komunikator (receiver) dan penerima informasi (audience) menjadi sangat subyektif dan
ditentukan oleh konteks sosial ketika informasi itu disebar dan diterima.

3

Striktural-Fungsional

Auguste Comte
Emile Durkheim
Talcott Parson
Rabert K. Merton

Konflik-Kritis

Karl Marx
Jurgen
Habermas
John Dewey

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->