www. legalitas.

org

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.02.PR.08.10 TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SISTEMATIKA PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT

BAB I

PENDAHULUAN A. TUJUAN B. RUANG LINGKUP KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT A. UNSUR UTAMA 1. Unsur Pendidikan 2. Unsur Penyusunan Peraturan Perundang-undangan 3. Unsur Penyusunan Instrumen Hukum 4. Unsur Pengembangan Profesi B. UNSUR PENUNJANG

BAB II

w

w

w

.l e

BAB III

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
2 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN 1. Petunjuk teknis penilaian Angka Kredit Perancang Peraturan Perundangundangan ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Perancang Peraturan Perundang-undangan, Anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman pelaksanaan penilaian kegiatan perancangan dan Angka Kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansi pemerintah di pusat. 2. Dalam petunjuk teknis ini diatur tentang kegiatan perancangan yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat. B. RUANG LINGKUP 1. Unsur kegiatan yang dinilai dan diberikan Angka Kredit adalah: a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang. 2. Petunjuk Teknis ini diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan tugas pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat, yang berdasarkan tugas pokok dan fungsinya: menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan seluruh kegiatan teknis fungsional perancangan peraturan perundang-undangan atau yang terkait dengan bidang peraturan perundangundangan.

A. UNSUR UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN (SEMUA JENJANG JABATAN) 1.1. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Ijazah/Gelar Pendidikan Sekolah dimaksud adalah pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah/Gelar dimaksud adalah sarjana hukum atau sarjana lain di bidang hukum (sarjana syariah dan sarjana ilmu kepolisian), magister di bidang hukum, doktor di bidang hukum. Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 2. Fotokopi surat izin tugas belajar dari instansi yang bersangkutan. Dasar Pemberian Angka Kredit: 1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan atau Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan tetapi gelar/ijazahnya belum mendapat Angka Kredit: a. Gelar/ijazah S1, diberikan Angka Kredit sebesar 75; b Gelar/ijazah S2, diberikan Angka Kredit sebesar 100; c. Gelar/ijazah S3, diberikan Angka Kredit sebesar 150.

w

w

w

.l e

BAB II KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
3 2) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang memperoleh gelar jenjang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, Angka Kredit yang diberikan adalah selisih antara Angka Kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan Angka Kredit gelar/ijazah sebelumnya. 3) Bagi seseorang yang bergelar S2 atau S3 di bidang hukum untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan maka ia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu untuk S2 diberikan Angka Kredit 100 dan S3 diberikan Angka Kredit 150. Contoh: Machmud Aziz, S.H adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Direktorat Perancangan Peraturan Perundangundangan, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Apabila Machmud Aziz, S.H. diangkat pertama kali sebagai pejabat fungsional Perancang, kepada Machmud Aziz, S.H. diberikan Angka Kredit sebesar 75. Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan berhasil memperoleh gelar S2 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 25 yang dihitung dari Angka Kredit 100 dikurangi 75. (Keterangan: angka 75 sudah diberikan untuk gelar S1 nya). Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan berhasil memperoleh gelar S3 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 50 yang dihitung dari Angka Kredit 150 dikurangi 100. (Keterangan: angka 100 sudah diberikan untuk gelar S2 nya). DR. Jufrina adalah seorang Doktor yang bukan Pegawai Negeri Sipil ingin masuk menjadi Perancang Peraturan Perundangundangan maka yang bersangkutan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu dan Angka Kredit yang diperoleh adalah 150 dengan golongan III/c. Maria adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang setelah mendapat gelar Doktor baru mendaftar sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, maka Maria diberikan Angka Kredit 150 dan golongan III/d. 1.2. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Fungsional di Bidang Perancang Peraturan Perundang-undangan dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri dari: 1. Diklat Teknis yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan. 2. Diklat Teknis Penjenjangan yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk kenaikan jabatan Perancang Peraturan Perundangundangan. 3. Diklat Teknis Tambahan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

f.org 4 Ketentuan mengenai Penyelenggaraan dan Kurikulum Diklat yang bersifat wajib sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2. Lebih dari 960 jam pelajaran memperoleh 15 Angka Kredit. 161 – 480 jam pelajaran memperoleh 3 Angka Kredit.H. Dasar Pemberian Angka Kredit: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang telah menyelesaikan Diklat Teknis Fungsional sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Jenis Peraturan Perundang-undangan tingkat pusat. w w 2. Contoh: Enny. Peraturan Bank Indonesia.PAN/12/2000. dengan Bukti Fisik STTPL memperoleh 9 Angka Kredit. Peraturan/Keputusan Komisi Pemilihan Umum . Peraturan/Keputusan Komisi Yudisial . 12. Peraturan/Keputusan Badan/Lembaga/Komisi dan sejenisnya yang dibentuk oleh Pemerintah . e. 3.www. yaitu: a. c. Undang-Undang. or g . b. d. 641 – 960 jam pelajaran memperoleh 9 Angka Kredit. dan 13. 9. 4. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat Teknis Tambahan. S. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat terakreditasi. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2. legalitas. 481 – 640 jam pelajaran memperoleh 6 Angka Kredit. Bukti Fisik: 1. Peraturan/Keputusan Kepala LPND/Dirjen. 5. Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud adalah aturan tertulis yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yang isinya mengikat secara umum. Peraturan/Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Peraturan/Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Daerah. Peraturan/Keputusan Menteri . Peraturan Pemerintah.l e ga lit a s. 81 – 160 jam pelajaran memperoleh 2 Angka Kredit. UNSUR PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) w . 11. Peraturan/Keputusan Presiden. 10. Perancang Pertama pada Biro Hukum Departemen Kesehatan telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 700 jam pelajaran. diberikan Angka Kredit yang besarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit). 8. serta diklat teknis tambahan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. 30 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 Angka Kredit. 2. meliputi: 1. 6. Surat penugasan mengikuti Diklat. 7.

legalitas. Dasar Pemberian Angka Kredit: Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Perancang Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. maka Perancang Peraturan Perundang-undangan yang satu tingkat atau dua tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di bawah jenjang jabatannya. w w w . 3.PAN/12/2000.org 5 Keputusan yang dimaksud adalah keputusan lembaga/pejabat yang bersifat pengaturan (regeling).l e ga lit a s. 15. Pendapat Hukum/Legal Opinion. 20. Instruksi Kepala Kepolisian RI. 14. 13. 9. Jenis instrumen hukum. akan memperoleh Angka Kredit sebesar 80% dari Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. diberikan kepada masing-masing individu Perancang Peraturan Perundang-undangan. 19. Instruksi Jaksa Agung. 7. Akta. Surat Edaran (yang dikeluarkan berbagai macam Instansi Pemerintah di Pusat). or g . Instruksi Bupati/Walikota. 8. dan 21. 12.www. Permohonan dan Tanggapan Pembubaran Parpol. jumlah Angka Kredit yang sama sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Instruksi Presiden. Instruksi Gubernur. Keputusan Gubernur Bank Indonesia. Tanggapan terhadap Pendapat DPR yang mengusulkan Pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. meliputi: 1. Instruksi Kepala LPND/Dirjen. 2. 10. Perjanjian Internasional. 11. Jawaban Gugatan. 18. Instruksi Ketua Komisi Pemilihan Umum. Gugatan. Terhadap penugasan yang diberikan secara kelompok. Kontrak Nasional. akan memperoleh Angka Kredit yang sama 100% dengan Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. 2.PAN/12/2000. 3. Instruksi Menteri. 6. Permohonan dan Tanggapan terhadap Penyelesaian Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara. (Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional). dan keputusan lembaga/pejabat bersifat mengikat keluar yang bukan jenis peraturan perundang-undangan (aturan kebijakan/beleidsregels/pseudowetgeving). 5. Kontrak Internasional. 4. 17. 16. Permohonan dan Tanggapan terhadap Permohonan Yudisial Review. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan satu atau dua tingkat di atas jenjang jabatannya.

Laporan tersebut berisi hasil penelitian. Mengumpulkan Data Sekunder (Angka Kredit 0. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.1.www. . Melakukan studi kelayakan. Meneliti usul prakarsa dari Instansi terkait. 4.1. seperti: hasil wawancara maupun kuesioner.org 6 2. baik melalui wawancara maupun kuesioner. Melakukan Studi Kelayakan Yang dimaksud dengan “melakukan studi kelayakan” adalah: 2.1. Yang dimaksud dengan “melakukan persiapan” adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundangundangan berkaitan dengan penyusunan peraturan perundangundangan yang meliputi: 1. 2. Membahas naskah akademis.1. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Laporan tersebut berisi hasil penelitian. w w w Bukti Fisik: Laporan berisi dikumpulkan.a.1. Menyiapkan naskah akademis. Bukti Fisik: Laporan berisi data primer yang telah dikumpulkan.1. dan 7.1. 2. 5. legalitas. Menelaah usul penyusunan peraturan perundang-undangan dari unit teknis.06 Perancang Pertama) Data Sekunder dimaksud adalah data yang dikumpulkan melalui kepustakaan. 6. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap data primer dan/ data sekunder.06 Perancang Pertama) Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden.l e ga lit a data s.1.2 Perancang Muda) Menganalisis dimaksud adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi penyusunan peraturan perundang-undangan.2. 2. or g sekunder yang telah 2. 2.b. Menyusun konsep usul prakarsa penyusunan RUU.1. Menyempurnakan naskah akademis.1.1 Sub Unsur Melakukan Persiapan.1.1. Mengumpulkan Data Primer (Angka Kredit 0. .1. 3. Mengumpulkan Data Data yang dimaksud terdiri atas data primer dan data sekunder. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

1. pencabutan. 2. dan hirarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. Menganalisis Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Untuk menganalisis TOR. Bukti Fisik: Laporan akhir dari hasil studi kelayakan. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1. dan tersier. sekunder.1. pengesahan. 2. w .2. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan.2. dan perubahan. 2. legalitas.1.3. Bahan hukum primer misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.12 Perancang Madya) Kaji Ulang dimaksud adalah menelaah kembali konsep hasil analisis data.2. Menelaah Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Dari Unit Teknis Yang dimaksud dengan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah dalam bentuk Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR) yakni konsep awal yang berisi pokok-pokok pikiran yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun naskah akademis.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. ayat.4.2. penganalisisan data. Mengadakan Kaji Ulang (Angka Kredit 0. dan pengkajian ulang terhadap analisis data tersebut yang disusun dalam bentuk laporan akhir studi kelayakan. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Menyusun Laporan (Angka Kredit 0.1. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. II. or g . Bukti Fisik: Laporan hasil kaji ulang.1. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. bentuk.1.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.l e ga lit a s. 2. dan III.16 Perancang Muda) Laporan dimaksud adalah laporan hasil pengumpulan data.org 7 2. penetapan.www. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. jenis.

pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan dibawah Peraturan/Keputusan Menteri. b.3.l e Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan III.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah a. b.2. w w 2. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. analisis TOR tingkat 2.org 8 2. pembebanan kepada masyarakat. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.36 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II : a.16 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.2.2 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. or g analisis analisis TOR tingkat TOR tingkat 2.3. w . b.www.2.1.1.2. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.2. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan II. .1. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan I. b.2.1. legalitas. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Merumuskan Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Yang dimaksud dengan merumuskan telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah mengkaji ulang laporan hasil analisis Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).1. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1.3. ga lit a s. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.2. 2.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.2.1. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.

33 Perancang Madya) Tingkat kesulitan II : a.www.2.3.2. pembebanan kepada masyarakat. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan III. b. Menyempurnakan Naskah Hasil Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan : Yang dimaksud dengan menyempurnakan naskah hasil telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan adalah memperbaiki naskah telaahan untuk menghasilkan naskah akhir Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.12 Perancang Madya) Tingkat kesulitan I adalah : a. 2. legalitas. b.1. b.org 9 Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan I. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. w w w .l e ga lit a s. or g .2. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan II. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.4. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). 2.2.1. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.3.1. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan I.4.1.42 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah: a. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. 2. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.1. 2.

44 Perancang Muda) Menginventarisasi masalah adalah mengumpulkan dan menyusun secara sistematis permasalahan dan latar belakang pembentukan suatu peraturan perundang-undangan. 2.3. yang disusun secara sistematis.32 Perancang Muda) Melakukan pengkajian masalah adalah meneliti ulang atau menganalisis permasalahan dan latar belakang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam rangka menentukan pokok-pokok permasalahan.1.2.1. sosiologis maupun yuridis.2.org 10 2. or g masalah yang telah 2. Bukti Fisik: Laporan yang diinventarisasi. legalitas.www. b. Bukti Fisik: Laporan yang berisi hasil pengkajian masalah.2. komprehensif dan holistik termasuk landasan pembentukannya baik yang bersifat filosofis. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w w w .3. .4. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan II.24 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III adalah: a.2 Perancang Utama) Tingkat kesulitan II adalah : a.1.l e ga lit a berisi s.1. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. Menyiapkan Naskah Akademis Yang dimaksud dengan naskah akademis adalah konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur.4. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Menginventarisasi Masalah (Angka Kredit 0. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.3. Melakukan Pengkajian Masalah (Angka Kredit 1.2.1. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan III.3. 2.1. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. 2. pembebanan kepada masyarakat. b.

5. Umum.3. Bukti Fisik: Naskah akademis dalam bentuk konsep yang berisi uraian pokok-pokok pikiran dalam uraian: a. 3. Menyempurnakan Naskah Akademis 2.1.4.1.1. 4. Tujuan dan Kegunaan. b.www.1 Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0. Latar belakang. legalitas.1.1.5. Membahas Naskah Akademis 2. Menyajikan Naskah Pembanding (Angka Kredit 0. c. Ruang Lingkup Naskah Akademis 1.4. Kesimpulan dan Saran 2. Materi.1. Merumuskan dan Menyusun Naskah Akademis (Angka Kredit 0.4. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah akademis (banyaknya penyajian).08 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan/menetapkan identitas (pokok-pokok masalah) dan mengumpulkan data tambahan yang meliputi data lapangan maupun data kepustakaan sebagai bahan pelengkap. Penutup. 2.2.5.org 11 2. 3. Sanksi. Menyajikan Naskah Akademis (Angka Kredit 0. or g . Peralihan.3. 4.l e ga lit a s. w w w .15 Perancang Madya) Menyajikan naskah akademis dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah akademis. 2. Metode Pendekatan. 2.1.6 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun naskah akademis dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah pembanding (banyaknya penyajian). Materi Muatan (jenis/bentuk pengaturan). Pendahuluan 1. 2.6 Perancang Madya) Menyajikan naskah pembanding dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah pembanding atas naskah akademis.

w . yang isi usul prakarsa tersebut meliputi: a.6. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.24 Perancang Muda) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA. Menyusun Konsep Usul Prakarsa Penyusunan RUU/RAPERDA Yang dimaksud dengan usul prakarsa adalah prakarsa penyusunan RUU yang dipersiapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen untuk diajukan kepada Presiden. 2. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. sekunder. sasaran yang ingin diwujudkan. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA 2. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.1.6. or g . dan tersier.2. Bahan hukum tersier. Bahan hukum Primer.1.1. dan e keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan lain.2 Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0.6. b. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1. dan Prakarsa penyusunan rancangan peraturan daerah/RAPERDA yang dipersiapkan oleh Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada Gubernur/Bupati/Walikota. c.l e ga lit a s. 2. latar belakang dan tujuan penyusunan. 2. misalnya naskah akademis. Bukti Fisik: Naskah akademis.6.5.1. legalitas. misalnya Peraturan Perundangundangan dan rancangannya. ayat. d. 2. jangkauan dan arah pengaturan.org 12 Bukti Fisik: Laporan yang berisi data tambahan yang telah diidentifikasi dan dikumpulkan. lingkup atau objek yang akan diatur.1.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah menyempurnakan konsep naskah akademis berdasarkan identifikasi dan pengumpulan data tambahan.2. pokok-pokok pikiran.1.www.

2. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap penyusunan konsep usul prakarsa RUU.6.2 Perancang Muda) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.6. sasaran yang ingin diwujudkan.4.org 13 Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis penyusunan konsep usul RUU/RAPERDA. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. w w w 2. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.36 Perancang Madya) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU.2.1.3 Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. pokok-pokok pikiran. 2. lingkup atau objek yang akan diatur.l e Bukti Fisik: Naskah awal usul prakarsa RUU.1. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. .4. legalitas. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.3.1 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa 2.1.1.1.6. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.6.2. terhadap prakarsa 2. pokok-pokok pikiran.6.1. ga lit a s.1.www.1. or g usul prakarsa 2.3. .6.3 Perancang Madya) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. Bukti Fisik: Naskah awal RUU/RAPERDA. lingkup atau objek yang akan diatur. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. sasaran yang ingin diwujudkan.

1. Meneliti Usul Prakarsa Dari Instansi Terkait Meneliti usul prakarsa dari instansi terkait dimaksud adalah awal pertemuan antar departemen untuk membahas konsep usul prakarsa dari instansi pemrakarsa yang dikoordinasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2. Uraian butir 2.l e ga 2. misalnya naskah akademis.1.1.7.2. Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.15 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa.1. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. 2. Bahan hukum tersier.1. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa 2. dan tersier. 2.org 14 Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RAPERDA adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RAPERDA untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RAPERDA setelah mendapatkan masukan dari dinas terkait yang akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU/RAPERDA.www. Bahan hukum sekunder. sasaran w w w .1.1.2. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU.8. or g 2.1. sekunder.2.6.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.8.6. . legalitas.8.3 Perancang Muda) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.8. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. lit a s. berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR/DPD dan BALEG DPR. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.4. Bahan hukum primer.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.

2. Menyusun Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Yang dimaksud dengan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah rancang bangun peraturan perundangundangan yang berisi sistematika dan bagian-bagian pokok dan penting yang perlu dituangkan dalam peraturan perundangundangan. Menganalisis Bahan Penyusunan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Bahan untuk pembuatan kerangka dasar rancangan peraturan perundang-undangan adalah bahan yang berkaitan dengan materi muatan. Bukti Fisik: Izin prakarsa RUU. dan bagian-bagian peraturan perundang-undangan. or g . legalitas. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.1.www. jenis.org 15 yang ingin diwujudkan.2. misalnya naskah akademis. pokok-pokok pikiran. ayat.l e 2.2.45 Perancang Madya) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. sasaran yang ingin diwujudkan. w . Mengumpulkan Bahan untuk Menyusun Kerangka Dasar (Angka Kredit 0. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.2. lingkup atau objek yang akan diatur.8. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. 2.2. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. 2. ga lit a s.1. Bahan hukum tersier. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan.1. Bukti Fisik: Izin prakarsa (persetujuan usul prakarsa) RUU/RAPERDA.2. dan tersier. bentuk. Untuk menganalisis bahan penyusunan kerangka dasar peraturan perundang-undangan. Bahan hukum primer. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. lingkup atau objek yang akan diatur. pokok-pokok pikiran. sekunder. Bahan hukum sekunder. Sub Unsur Penyusunan Rancangan 2.2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. 2.1.1.

dan hierarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. b. 2.l e ga lit a s. w .18 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a.2. legalitas. dan III. dari UndangUndang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pengesahan.2. bentuk.1. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. misalnya. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1. II. misalnya. misalnya. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan/ Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan peraturan perundangundangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya.2.1.org 16 Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. or g .44 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. pencabutan. Peraturan/Keputusan Presiden.2. Peraturan Pemerintah. penetapan. jenis. w w 2. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah.www. Menganalisis bahan untuk menentukan atau memilih judul dan merumuskan pembukaan peraturan perundangundangan. dan perubahan. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.

Merumuskan Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Merumuskan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah kegiatan menyusun pokok-pokok materi yang akan dituangkan ke dalam rumusan norma di batang tubuh peraturan perundangundangan. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan UndangUndang/Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pembebanan kepada masyarakat. Rancangan Peraturan Pemerintah. 2.3. Rancangan Peraturan Pemerintah.org 17 2.1 Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2. or g . misalnya. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.75 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.www.2. w w w .l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan /Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2.2. ga lit a s. legalitas. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.3.15 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1.1. Merumuskan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. b. misalnya. pemberian sanksi pidana.1. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.3.

2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.6 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya.2. misalnya. w w w . Menyempurnakan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan kerangka dasar peraturan perundang-undangan adalah memperbaiki perumusan kerangka dasar untuk menghasilkan naskah akhir kerangka dasar. 2. pemberian sanksi pidana. pembebanan kepada masyarakat. or g .1.www. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Menyempurnakan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.1. 2.3 Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.l e ga lit a s. misalnya.1.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.3.4. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2.36 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.org 18 2. legalitas.2.1. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah.4.1 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.3.1.2.

2. ga lit a s. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah.2. misalnya. w w 2. or g . Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1.2.4. misalnya. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah. Menyempurnakan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. legalitas.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah.www.4.1. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.3. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pembebanan kepada masyarakat.26 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.45 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.org 19 b. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pemberian sanksi pidana. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. w .

bagian-bagian.2 Perancang Pertama) a.org 20 2.2.2.1. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan Judul serta Pembukaan Rancangan Undang-Undang. b.2. Rancangan Peraturan Pemerintah. dan III. dan sifat peraturan perundang-undangan yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.www. hierarki. jenis. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. legalitas.2 ini berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan merumuskan Rancangan Peraturan Tata Tertib DPR dan DPRD. bagian. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. II. bagian. Untuk merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan. dan bab.l e ga lit a s.2. Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. bentuk. w w w . Merumuskan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah menuangkan pokok-pokok materi ke dalam bagian-bagian dari kerangka dasar peraturan perundangundangan dalam bentuk pasal-pasal yang berisi norma. 2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2.2.2.7 Perancang Muda) Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. or g . Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Rancangan Peraturan Pemerintah. Membuat judul yang mencerminkan isi dari pokokpokok materi dan merumuskan pembukaan Rancangan Undang-Undang. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Uraian butir 2. dan bab. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.

2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).1.2. or g . Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0.2.2.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat intern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.2.3.2.1.3.3. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).1. Bukti Fisik: Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.1.3. dan pemberian sanksi pidana ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Ekstern Tim/Panitia 2.2. legalitas. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Intern Tim/Panitia 2.3.3. bagian. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.2.l e ga lit a s. Membahas Rancangan Peraturan Perundang-undangan 2.2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 1. 2. w w w .2.5 Perancang Madya) Menuangkan pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. 2.org 21 2. 2. dan bab.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat ekstern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.www. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0. pembebanan kepada masyarakat.2. yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.3.1.

4.2.1 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan materi yang telah diubah atau disempurnakan berdasarkan hasil rapat dan berdasarkan data yang diperoleh baik dari bahan kepustakaan maupun peraturan perundang-undangan yang terkait. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.1.2. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi konsep penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan). or g . 2. 2.2.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.4. Contoh: Penyusunan RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Pasal 1 angka 1 UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”. Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0.4.2. Menyempurnakan Rancangan Peraturan Perundangundangan 2.org 22 Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia). Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia). Pasal 1 angka 1 RUU tentang Perubahan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak berdasarkan hasil rapat diubah menjadi: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”. legalitas.3.2. hasil identifikasi materi. dan data yang diperoleh).2. Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi notulen rapat.www. w w w . 2.2.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah merumuskan kembali sesuai dengan konsep hasil pembahasan Panitia Antardepartemen.

3.1.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Keterangan Pemerintah. Sub Unsur Pembahasan RUU 2. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap kali (hasil pembahasan rapat pleno).2. Menyusun Konsep Jawaban Pemerintah Terhadap Pemandangan Umum Fraksi 2. Menyusun Keterangan Pemerintah 2.3. w w Bukti Fisik: Keterangan Pemerintah tentang RUU.1. Bukti Fisik: Konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.3.3.3.1. or g .44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi RUU yang diuraikan secara narasi.18 Perancang Utama) Membahas kembali rancangan dalam rangka harmonisasi dimaksud adalah membahas kembali dalam rapat pleno hasil penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan dengan cara pencocokan silang (cross check) atau mencari keselarasan materi atau antar materi.3. 2. legalitas. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.www. Membahas Kembali Rancangan dalam rangka Harmonisasi (Angka Kredit 0.2.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji materi konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi yang dimuat dalam RUU. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.1. w .1. 2.5. Bukti Fisik: Konsep hasil kajian Keterangan Pemerintah tentang RUU.3.org 23 2. 2.l e ga lit a s.1. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.2.2.3. 2.

36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Jawaban Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Jawaban Pemerintah.1. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.3. atau permasalahan mengenai materi RUU berdasarkan format yang telah baku dan diajukan kepada pengusul RUU. 2.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep DIM adalah memperbaiki hasil telaahan untuk menyempurnakan konsep DIM. catatan.3. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.3.3.3. Menyusun Konsep DIM (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep telaahan DIM 2.3. w . legalitas. Bukti Fisik: Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Bukti Fisik: Jawaban Pemerintah.3. catatan.3. catatan. w w Bukti Fisik: Konsep DIM. disusun secara sistematis berdasarkan permasalahan dan pasal per pasal sesuai dengan sistematika RUU.3. Menyempurnakan Konsep DIM (Angka Kredit 0.3.4 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyiapkan konsep DIM berdasarkan RUU yang berisi pertanyaan. 2.3 Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. 2. 2.3.45 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep DIM dari RUU yang berisi telaahan terhadap pertanyaan.2.l e ga lit a s. Menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Daftar Inventarisasi Masalah dimaksud adalah daftar yang memuat pertanyaan. Menelaah Konsep DIM (Angka Kredit 0. atau permasalahan yang diidentifikasi oleh fraksi-fraksi DPR atau Pemerintah yang lazimnya berbentuk tabel.www.2.2. atau permasalahan mengenai materi RUU yang dimuat dalam DIM tersebut.org 24 2.2. or g .39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.

3. misalnya naskah akademis. 2. Menyempurnakan Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.3. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM 2. Menyusun Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang datang dari pemerintah yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa: 1) RUU. 2. 2) keterangan pemerintah.4 Perancang Muda) Menyusun konsep jawaban DIM dimaksud adalah menyiapkan konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. w w Bukti Fisik: Jawaban DIM. or g . misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep Jawaban DIM dimaksud adalah memperbaiki hasil telaahan Jawaban DIM untuk menyempurnakan konsep DIM.5.3. 4) jawaban atas DIM. dan 5) bahan hukum primer.l e 2.1. Menelaah Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. catatan.3. Bahan hukum sekunder. Menyiapkan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Menyiapkan jawaban atas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dimaksud adalah menyusun konsep jawaban DIM yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah mengenai materi RUU. legalitas. Bahan hukum tersier. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0. atau permasalahan yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah yang dimuat dalam DIM tersebut. Bahan hukum primer.org 25 2.3.4.3.3. 3) jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi. w .5. atau permasalahan yang dimuat dalam jawaban DIM tersebut. catatan.45 Perancang Madya) Menelaah konsep jawaban DIM dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. Mengikuti Sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/DPD 2. ga lit a s.4.4. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM.a RUU yang datangnya dari Pemerintah.4. dan tersier.1. sekunder.www.

2) keterangan DPR/DPD (fraksi/komisi/ Baleg). ayat.b RUU yang datangnya dari DPR/DPD.5.2.www. memberikan saran. 2. dan tersier. 2. ga lit a s. Tingkat PANJA (Angka Kredit 0.1. Tingkat PANSUS (Angka Kredit 0. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.2.1. mempersiapkan jawaban.18 Perancang Madya) Pembahasan di tingkat Panja dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).5. . 4) jawaban atas DIM Pemerintah. Bahan hukum primer. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. misalnya naskah akademis.5. Kegiatan tersebut antara lain berupa: a.24 Perancang Utama) Pembahasan di tingkat Pansus dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.3. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.org 26 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.2. w w w 2. Mengikuti Pembahasan Pembahasan dimaksud adalah salah satu proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/ DPD.3. Bahan hukum sekunder.3.3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.5. 3) jawaban DPR/DPD terhadap pemandangan umum dari Pemerintah.2. Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0. or g . legalitas. 2. sekunder. b. kecuali Peraturan Tata Tertib DPRD yang bersangkutan menentukan lain. mempersiapkan rumusan. c.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa : 1) RUU. dan 6) hasil kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).l e Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). Bahan hukum tersier. 5) bahan hukum primer.

3.09 Perancang Muda) Membuat laporan hasil sidang dimaksud adalah menyusun hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. Tingkat Timus/Timcil (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir/penjelasan umum).5.org 27 Kegiatan tersebut antara lain berupa: a.2. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). c. ayat atau bagian RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).4.3. batang tubuh dan penjelasan atau antar pasal. 2. legalitas.3. ga lit a s. mempersiapkan jawaban.3. or g .3. Tingkat Tim Sinkronisasi (Angka Kredit 0.5. mempersiapkan rumusan.5. w w w 2. Merumuskan Hasil Sidang Pembahasan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan hasil sidang pembahasan peraturan perundangundangan dimaksud adalah penyusunan risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timsin dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan dalam rangka sinkronisasi konsideran menimbang.6. memberikan saran. . Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir). 2.3.www. 2. b. Bukti Fisik: Laporan hasil sidang pada pembicaraan tingkat I.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timus/Timcil dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan pasal-pasal atau ayat RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). Membuat Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.l e Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum.2.

1. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.09 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki konsep risalah hasil pembahasan (hasil telaahan) RUU untuk mendapatkan naskah akhir risalah. 2. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. Menyiapkan Konsep (Angka Kredit 0. 2. 2.3. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan RUU. legalitas.3. 2.3.2. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.3.7. or g . Bukti Fisik: Risalah pembahasan RUU.3.6.1.7.www.13 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.6.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan (hasil telaahan) RUU. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. 2.org 28 2. Menyiapkan Sambutan Singkat Menteri (atas nama pemerintah ) dalam Sidang PANSUS Menyiapkan sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan singkat Menteri mengenai proses dan hasil pembahasan RUU yang disampaikan dalam sidang Pansus.26 Perancang Muda) Menyiapkan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah menyusun konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.6.2.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus.09 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyusun konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.3.3. w w w .7.

Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. sekunder. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan Menteri. legalitas.4. misalnya naskah akademis. ga lit a s.1. 2.1. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. maupun tersier. Sub Unsur Pemberian Tanggapan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang.26 Perancang Muda) Menyusun konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. or g . misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri.4.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan singkat Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan singkat Menteri. Bahan hukum sekunder.3. Bukti Fisik: Naskah sambutan Menteri.3.3.8.www. Bahan hukum tersier. 2. 2.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. baik berupa bahan hukum primer.8.org 29 2. w w Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri w .7.2.8.8. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.3.l e 2. Bahan hukum primer. Bukti Fisik: Naskah sambutan singkat Menteri.undangan 2. Menyiapkan Sambutan Menteri (atas nama Pemerintah) dalam Sidang Paripurna Menyiapkan sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah menyusun sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan rancangan peraturan perundang-undangan yang dibuat. 2.3.3.3.

Peraturan/ Keputusan Presiden.l e ga lit a s.13 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I: a. f. e. Bukti Fisik: Konsep tanggapan rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. w w w . menyusun konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.4 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II: menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. materi muatan yang dimuat di dalam rancangan tersebut. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. misalnya.2. b. or g .4. teknik penyusunan peraturan perundang-undangan.1. Menyusun Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah tanggapan terhadap: a.org 30 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.4.2. d. Peraturan Pemerintah. kewenangan pembentuk rancangan tersebut. harmonisasi rancangan dengan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan materi muatan rancangan tersebut. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. konsepsi yang dimuat di dalam rancangan tersebut. misalnya. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. b. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. 2. landasan formal dan materiil konstitusional. menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.2.www. misalnya.4.2. c. dan Undang-Undang.Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2. legalitas. 2. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah.

2.3. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Peraturan Pemerintah. b. Menelaah Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundangundangan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan.5 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan III: Menyusun tanggapan rancangan peraturan perundangundangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.4. legalitas.2. Rancangan Undang-Undang.3. misalnya.3.l e ga lit a s. dan Rancangan Peraturan Daerah. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. misalnya. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. w w Bukti Fisik: Konsep telaahan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. pemberian sanksi pidana. or g .www.4. 2. w . dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.4.org 31 2. misalnya. dan Rancangan Peraturan Daerah. misalnya.3. Peraturan Pemerintah. menelaah konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2. 2.18 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I: a.4.39 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. pembebanan kepada masyarakat. Peraturan/ Keputusan Presiden.1. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Undang-Undang.

pembebanan kepada masyarakat.4.1. misalnya. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. misalnya.13 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan I: a. misalnya.org 32 2. dan Rancangan Peraturan Daerah.4.4. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. legalitas. misalnya.21 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.3. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Undang-Undang. pemberian sanksi pidana. 2. b.4.l e ga lit a s.4.4. menyempurnakan konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.4. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan.2. menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Peraturan Pemerintah. judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah. Peraturan/Keputusan Presiden.www. w w Bukti Fisik: Naskah tanggapan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. dan Rancangan Peraturan Daerah. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w .45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. 2. Rancangan Undang-Undang. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. 2.3. or g .

3. Instruksi Pimpinan Departemen/LPND. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Pimpinan Lembaga Negara. Panglima TNI.1.3. penugasan atau perintah untuk mewakili pimpinan atau penugasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu) tidak dapat dimasukkan sebagai aturan kebijakan. Instruksi dimaksud adalah suatu bentuk keputusan yang bersifat hierarkhis. or g . Instruksi akan menjadi aturan kebijakan kalau disertai dengan ketentuan yang bersifat umum. yang isinya sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi pejabat/instansi pemerintah. dan lain-lain. Rancangan Undang-Undang. b. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Undang-Undang. pemberian sanksi pidana. namun aturan kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance).4. Instrumen hukum yang bukan peraturan perundangundangan termasuk di dalamnya aturan kebijakan yang berisi ketentuan yang mengikat keluar. pembebanan kepada masyarakat. Kepolisian Republik Indonesia. UNSUR PENYUSUNAN INSTRUMEN HUKUM (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) Instrumen hukum dimaksud adalah alat untuk menegakkan hukum yang terdiri atas jenis peraturan perundang-undangan dan jenis bukan peraturan perundang-undangan. Kejaksaan Agung. instruksi.4.org 33 2. instruksi ada yang dapat digolongkan sebagai aturan kebijakan dan ada yang bukan. Contoh.27 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Gubernur BI. Rancangan dan Rancangan Peraturan Daerah. Lembaga Negara Non Pemerintah. Sub Unsur Penyusunan Instruksi Presiden. 3. surat edaran.www. w w w . dan Rancangan Peraturan Daerah. berlaku bagi jajaran administrasi negara di bawah pembuat instruksi. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. legalitas. misalnya. Yang dimaksud dengan aturan kebijakan adalah keputusan yang dibuat oleh pejabat/instansi pemerintah berdasarkan kewenangan diskresi yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan.l e ga lit a s. Dari isinya. yaitu: a. Instruksi mengenai kebijakan konkret tertentu yang bersifat khusus (misalnya. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepmendagri Nomor 133 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Agraria Provinsi dan Kantor Agraria kabupaten/kotamadya merupakan jenis instruksi yang memuat atau berbentuk aturan kebijakan karena instruksi tersebut mengandung ketentuan yang bersifat umum. c.

Menelaah Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0.2.2. or g . Sub Unsur Penyusunan Surat Edaran Surat edaran dimaksud adalah surat yang ditujukan kepada berbagai pihak/pejabat yang terkait yang isinya digolongkan sebagai aturan kebijakan yang memuat petunjuk dan/ atau penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu kebijakan yang menjadi tanggung jawab pihak/pejabat yang bersangkutan.l e ga lit a Bukti Fisik: Naskah instruksi.2. Bukti Fisik: Konsep instruksi. Menelaah Konsep Instruksi (Angka Kredit 0.1.org 34 3.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep instruksi dimaksud adalah memperbaiki konsep instruksi yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah instruksi.1. Menyusun Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. 3.1.26 Perancang Muda) Menelaah konsep instruksi dimaksud adalah mengkaji dan menganalisis konsep instruksi yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama. w w w .3.26 Perancang Muda) Menelaah konsep surat edaran dimaksud adalah mengkaji surat edaran yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama. s. Bukti Fisik: Konsep surat edaran.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep surat edaran dimaksud adalah menyiapkan konsep awal surat edaran dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat aturan kebijakan. 3. 3. misalnya. 3. Bukti Fisik: Konsep telaahan instruksi.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep instruksi dimaksud adalah menyiapkan konsep awal instruksi dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat-syarat aturan kebijakan. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian izin praktek notaris.www. Bukti Fisik: Konsep telaahan surat edaran. Menyempurnakan Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. 3. Termasuk dalam kategori surat edaran adalah surat pemberian izin untuk dapat melaksanakan kegiatan tertentu.1.1.2. legalitas.2. Menyusun Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. dan Keputusan Menteri Kehutanan tentang pemberian hak pengusahaan hutan.

Langkah-langkah tersebut dimulai dengan menyusun latar belakang permasalahan.3. penerimaan. meliputi: a. penjajagan. nota kesepahaman (memorandum of understanding). menganalisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Bukti Fisik: Naskah surat edaran. d. Melakukan Persiapan Penyusunan Naskah Perjanjian Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah perjanjian internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. letter of intents. 3.1.3. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. saran. atau subjek hukum inernasional lainnya. treaty. 3. Menyempurnakan Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang penyusunan perjanjian internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. peraturan perundang-undangan yang berlaku. organisasi internasional.1. saran. konvensi internasional. dan e. Sub Unsur Penyusunan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional dimaksud adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara. c.1.3. Bentuk perjanjian internasional. penandatanganan.1.2.2. antara lain.org 35 3. legalitas.www. w w w . or g .l e ga lit a s.3. b. posisi Indonesia. persetujuan (agreement). serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik. Menelaah Usul dari Unit Teknis tentang Penyusunan Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. Langkah-langkah membuat perjanjian internasional. 3.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep surat edaran dimaksud adalah memperbaiki konsep surat edaran yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah surat edaran. perumusan naskah. perundingan. dan posisi Indonesia.3. 3. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.

sekunder. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.1. ayat.1. Bukti Fisik: Naskah dasar perjanjian internasional. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. . legalitas. maupun tersier. Menyusun Naskah Perjanjian Internasional Menyusun Naskah Perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan perjanjian internasional. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi perjanjian.2.www.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan.2.org 36 3. Bahan hukum tersier.2.3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. or g .2.1. ga lit a s.3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. 3.l e Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.3.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar perjanjian internasional ke dalam suatu naskah perjanjian.2. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.3. Bahan hukum sekunder. 3. atau pasal. misalnya naskah akademis. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. w w w 3.1. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. posisi Indonesia. Bahan hukum primer.

2.3.3.3.3. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (hasil telaahan).2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. 3. 3.3. 3.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.org 37 3.2.1.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar perjanjian dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani. Menelaah Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.3. 3. w w Bukti Fisik: Konsep tanggapan. w .3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan (hasil telaahan).l e ga lit a s. or g . legalitas. Memberikan Tanggapan terhadap Counter Draft Perjanjian Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan perjanjian internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat perjanjian dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan.2.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format perjanjian internasional serta obyek yang diperjanjikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat perjanjian tersebut.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani.3.www. Menyempurnakan Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (naskah akhir).

3.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan perjanjian yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.1.3. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir). Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah tanggapan. 3.4. baik dari sudut substantif maupun redaksional untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. Sub Unsur Penyusunan Persetujuan Internasional Persetujuan Internasional dimaksud adalah salah satu bentuk perjanjian internasional. Bukti Fisik: Naskah akhir perjanjian internasional. 3. legalitas.3.2. 3. w w Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).3.3. Menyusun Naskah Akhir Perjanjian Internasional (Angka Kredit 1.3.4. Membahas Naskah Perjanjian Internasional Membahas naskah perjanjian dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan perjanjian dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak yang akan dituangkan ke dalam satu naskah perjanjian akhir (final) setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat perjanjian dalam rangka penyusunan naskah perjanjian.3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir perjanjian dimaksud adalah menyiapkan naskah perjanjian berdasarkan hasil pembahasan.3.www.4. or g .3.4.org 38 3.l e ga lit a s.1. 3. Melakukan Persiapan dalam rangka penyusunan Naskah Persetujuan Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah persetujuan internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.4. 3. w .4.

posisi Indonesia. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi persetujuan. posisi Indonesia. .1. Bahan hukum primer. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.1.1. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. ga lit a s. or g .09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. 3.1. Bahan hukum sekunder. maupun tersier.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan.l e Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.4. ayat.2. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. saran.2.2.www. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.4.1.org 39 3. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.4. sekunder. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. w w w 3. peraturan perundang-undangan yang berlaku.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang persetujuan internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. Bahan hukum tersier. atau pasal. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. legalitas. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.1. Menelaah Usul dari Unit Teknis (Angka Kredit 0. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.4. misalnya naskah akademis. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. 3.2.

1. lit a s. persetujuan internasional (hasil 3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar persetujuan dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar persetujuan yang akan ditandatangani. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Persetujuan Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan persetujuan internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat persetujuan dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan.2.4.l e ga 3. 3. 3. w w w Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional (naskah akhir). legalitas. Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional.4. or g . . Menyusun Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.2.3.4. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar persetujuan internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar persetujuan internasional ke dalam suatu naskah persetujuan.1.2.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar persetujuan dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian yang akan ditandatangani.2. Menelaah Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.3.4. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.4.org 40 3. Bukti Fisik: Naskah dasar telaahan).2.www.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.4. 3. Menyempurnakan Naskah Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Persetujuan Internasional Menyusun Naskah Persetujuan dimaksud adalah merumuskan rancangan persetujuan internasional.

3.l e ga lit a s.org 41 3.1.www.4. Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.9. 3.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat persetujuan dalam rangka penyusunan naskah persetujuan. legalitas. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.3.4.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. Bukti Fisik : Konsep tanggapan counter draft. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.4. baik dari sudut substantif maupun redaksional.4.2. Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan persetujuan yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.2. 3. or g .4.3. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format persetujuan internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat persetujuan tersebut. w w Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir). w .3.4. 3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.4.4. Membahas Naskah Persetujuan Membahas naskah persetujuan dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan persetujuan dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap substansi/isi persetujuan yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) persetujuan setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.

l e ga lit a s. or g . maupun tersier. posisi Indonesia. peraturan perundang-undangan yang berlaku.1. sekunder.1.5.2.4.www. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan penyusunan Rancangan Kontrak Internasional sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak baik data lapangan maupun data kepustakaan. Menyempurnakan Naskah Akhir Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.4. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.135 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah akhir persetujuan dimaksud adalah menyiapkan naskah persetujuan berdasarkan hasil pembahasan. w w w . legalitas.1. Bukti Fisik: Naskah persetujuan internasional. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.5. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Pemerintah Republik Indonesia dengan lembaga internasional) yang bersifat keperdataan. 3.1. 3. 3.3. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan. saran. Sub Unsur Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Kontrak internasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah asing.1.5. 3. 3. Data keputustakaan adalah berupa bahan hukum primer.2.1.5.org 42 3.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.5. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.

misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.5. Menyusun Naskah Kontrak Internasional Menyusun Naskah kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan kontrak internasional.2. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal. w . memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. lit a s.5. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak internasional. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak internasional.l e ga Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.2.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak internasional ke dalam suatu naskah. Bahan hukum tersier. misalnya naskah akademis. posisi Indonesia. 3.org 43 Bahan hukum primer. 3.2.www.1.2. Bahan hukum sekunder.2. legalitas.2. or g .44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.5. 3.1. w w 3. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.5.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak.

Bukti Fisik: Naskah tanggapan counter draft.3. w .2.3.5. legalitas. Bukti Fisik : Naskah kontrak internasional.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/LPND yang membuat kontrak tersebut. Yang dimaksud dengan format adalah sistematika dari suatu kontrak yang berisi antara lain pendahuluan. w w 3. baik dari sudut substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. pertimbangan.3. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.5.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.3.5.5.3. 3. or g .www.org 44 3. 3.3. 3.5. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Kontrak Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak internasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak (negara asing/lembaga internasional) yang membuat kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/LPND) yang merupakan rancangan sandingan.1. pasal-pasal yang berisi materi kontrak yang termasuk didalamnya pengecualian dan pilihan hukum apabila terjadi sengketa.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.2. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.

3.www.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak. or g . Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak nasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan antara: a.4. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Internasional (Angka Kredit 1. b. atau c. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.3.1.5.l e ga lit a Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).5.4. s.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. 3. Sub Unsur Penyusunan Kontrak Nasional Kontrak nasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (instansi Pemerintah di pusat dengan instansi Pemerintah di pusat lain.4. w . w w 3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.4. instansi Pemerintah pusat dengan swasta (LSM.2. dsb.6. Membahas Rancangan Kontrak Internasional Membahas rancangan kontrak internasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi kontrak yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) kontrak setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.6. atau instansi Pemerintah di pusat dengan lembaga swasta) yang bersifat keperdataan. badan hukum privat.5.5. Bukti Fisik: Naskah kontrak internasional. Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. instansi Pemerintah pusat dengan daerah. 3. satu instansi dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah pusat. legalitas. 3.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak internasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak internasional berdasarkan hasil pembahasan.org 45 3.1.).

Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. legalitas.www.1. w .6.4 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional. misalnya naskah akademis.6.l e ga lit a s. Bahan hukum primer. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. or g . 3.2. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. Bahan hukum tersier. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal. sekunder. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. 3.1.2. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.1. Bahan hukum sekunder. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.2. w w 3. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.06 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak.1. dan materi yang akan dimuat dalam kontrak tersebut. maupun tersier.1. baik data lapangan maupun data kepustakaan.1. peraturan perundang-undangan yang berlaku.6. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.36 Perancang Muda) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak nasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.2.6. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.org 46 3.

3. w w w . 3.6.6.3.6. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak nasional.2. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak nasional. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.50 Perancang Muda) Menelaah naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak nasional.2.35 Perancang Pertama) Menyusun naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak nasional ke dalam suatu naskah. dimaksud adalah 3.30 Perancang Pertama) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Naskah Kontrak Nasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak nasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak yang membuat kontrak dengan departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang merupakan rancangan sandingan. Menyusun Naskah Kontrak Nasional Menyusun naskah kontrak nasional merumuskan rancangan kontrak nasional.www. 3.2.org 47 3.2.40 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak nasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat kontrak tersebut. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. 3. Bukti Fisik : Konsep hasil telaahan tanggapan counter draft. lit a s.6. 3. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. legalitas.18 Perancang Muda) Menyempurnakan naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.6. or g .6.3. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.2.1. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.1.l e ga Bukti Fisik : Naskah kontrak nasional.6.2.3. 3.

4. 3.2.135 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak nasional.org 48 3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.4.6. legalitas. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Nasional (Angka Kredit 1. Termasuk sebagai gugatan adalah “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi dan “permohonan” pengujian peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang yang diajukan kepada Mahkamah Agung sesuai dengan kompetensinya. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap counter draft. 3.4.6.www. ga lit a s. w . Membahas Naskah Kontrak Nasional Membahas Naskah Kontrak Nasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan. 3.7.4. Termasuk pula sengketa yang diselesaikan melalui arbitrase dan lembaga Alternative Dispute Resolution (ADR). . baik dari segi materi maupun redaksional. Sub Unsur Penyusunan Gugatan Gugatan dimaksud adalah tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara untuk mendapat putusan.6.12 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.05 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak nasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak nasional berdasarkan hasil pembahasan.75 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak nasional yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.l e 3.1.3. 3.6.3. Bukti Fisik: Naskah kontrak nasional. or g Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. w w Bukti Fisik : Laporan hasil pembahasan (notula rapat).6.

org 49 Gugatan terdiri atas gugatan yang bersifat keperdataan atau perseorangan/badan hukum perdata (privaatrechtelijk) dan gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau ketatanegaraan/kelembagaan (publiekrechtelijk). “A”). legalitas. 1 Tahun 1995 jo UU No.l e ga lit a s. DPD dapat mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. dan c. pekerjaan. 3) Permohonan Pengujian (judicial review) Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar kepada Mahkamah Konstitusi: Misalnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dilibatkan dalam proses pembahasan suatu RUU yang materinya berkaitan dengan otonomi daerah. w w w .www. or g 2) Gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau (publiekrechtelijk): ketatanegaraan . Contoh: 1) Gugatan yang bersifat keperdataan (privaatrechtelijk): Suatu instansi pemerintah membentuk panitia pembangunan gedungnya kemudian mengadakan perjanjian (kontrak) dengan pemborong/kontraktor (PT. hal-hal yang dituntut agar mendapat putusan (petitum). dan tempat tinggal penggugat/pemohon dan tergugat. Dalam pembuatan naskah gugatan tersebut akan melibatkan para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut. nama lengkap. yang sekurang-kurangnya berisi: a. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan UU No. maka para Perancang Peraturan Perundang-undangan Departemen Penerangan akan dilibatkan dalam pembuatan pembelaan terhadap produk hukum yang digugat tersebut. Dalam hal ini. 9 Tahun 2004). peristiwa yang dijadikan dasar gugatan dengan disertai bukti tertulis (fundamentum petendi). Apabila PT “A” dalam membangun gedung melakukan ingkar janji (wanprestasi). maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UU No. b. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan Tata Usaha Negara maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan pembelaan terhadap kebijakan Menteri tersebut. Dalam hal ini para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD akan dilibatkan dalam pembuatan “permohonan” tersebut. maka Panitia atas nama instansi pemerintah tersebut dapat menggugat PT “A” ke pengadilan negeri yang wilayah kerjanya meliputi alamat PT “A” tersebut. 4) Permohonan Pengujian (judicial review) peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang kepada Mahkamah Agung: Jika Keputusan Menteri Penerangan yang bermuatan materi suatu perizinan penerbitan diuji oleh Mahkamah Agung atas permohonan suatu penerbitan yang dicabut izinnya oleh Menteri Penerangan.

Bukti Fisik: Naskah telaahan kasus. Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara dari sudut sosiologis dan yuridis: 1) kasus yang bersifat keperdataan.2. sekunder.www.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan.1 Melakukan Persiapan Dalam Rangka Menyusun Naskah Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas dalam rangka penyusunan naskah gugatan. maupun tersier. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.org 50 3. 2) kasus yang bersifat ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. misalnya naskah akademis.7. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.1. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. Bahan hukum primer.l e ga lit a s.1. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. baik data lapangan maupun data kepustakaan.1.7. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0.1. w w w .7. Bahan hukum sekunder. legalitas.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang ditelaah. 3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. 3. Bahan hukum tersier.3. or g .7. 3. pasal.18 Perancang Muda) Kasus adalah sengketa hak yang bersifat keperdataan dan ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan.

l e ga lit a s. or g .2. dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri secara fisik dalam sidang perkara yang digugat di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan.2. legalitas. kedudukan para pihak (legal standing).09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah membuat laporan hasil sidang perkara yang digugat.7. kedudukan para pihak (legal standing).2. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan kerangka gugatan. w w w .4. Bukti Fisik : Konsep kerangka gugatan. 3. 3. dan putusan yang diminta (petitum).27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka gugatan. Menelaah Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.7. 3.1. menelaah dan menyempurnakan kerangka gugatan.3. Bukti Fisik : Naskah penyempurnaan kerangka gugatan. 3. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0.44 Perancang Muda) Menyusun kerangka gugatan dimaksud adalah membuat kerangka gugatan yang berisi fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).7. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka gugatan dimaksud adalah mengkaji kerangka gugatan yang terdiri atas fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). 3. dan putusan yang diminta (petitum).7. Menyusun Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0.3. Menyusun Gugatan Menyusun gugatan dimaksud adalah membuat kerangka.org 51 3.7. Bukti Fisik : Laporan tertulis proses dan hasil sidang pada setiap tingkat persidangan untuk setiap perkara.2.www. Menyempurnakan Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0.2.7.

l e ga lit a s. Penyiapan Keterangan Pemerintah terhadap permohonan pengujian (judicial review) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi. legalitas. badan hukum privat. atau perorangan (penggugat) dalam kasus yang bersifat keperdataan atau ketatanegaraan/ketatausahanegaraan. w w w . S. Misal. maka Perancang yang berada di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri dilibatkan dalam pembuatan Keterangan Pemerintah tersebut.H.. Iskandar Sonhaji. LLM.org 52 3. T. Dalam menyiapkan Keterangan Pemerintah ini. Mulya Lubis. Sub Unsur Penyusunan Jawaban Gugatan Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis yang dibuat oleh suatu instansi yang digugat (tergugat) oleh instansi lain. yang berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 2 Desember 2004. Dalam hal ini. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. LLM. 3.. Berkaitan dengan pengujian undang-undang tersebut. maka Presiden dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor B-20/Seskab/1/2005 untuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Dalam Negeri menyiapkan Keterangan Pemerintah atas Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Abdul Ficar Hajar. Contoh: 1. or g .www. 2. S. Suatu instansi pemerintah digugat oleh PT “A” secara perdata karena proyek pembayaran pembangunan gedungnya tersendat-sendat sehingga merugikan PT “A”. S.H. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam kegiataan tersebut. bertindak untuk dan atas nama Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian pasal-pasal tertentu dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Nomor 072/PUU-II/2004. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan TUN maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan jawaban gugatan. Termasuk dalam pengertian Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis atas “keberatan” yang diajukan oleh suatu Pemerintah Daerah kepada Departemen Dalam Negeri terhadap pembatalan suatu Perda atau Peraturan/Keputusan Kepala Daerah. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di instansi tersebut dapat dilibatkan dalam pembuatan jawaban gugatan.H.8. Advokat-advokat: Dr. Termasuk jawaban gugatan adalah keterangan tertulis yang disampaikan oleh pemerintah terhadap “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar.H. Bambang Widjojanto. S. Dalam rangka fasilitasi dan koordinasi perancangan Peraturan Daerah.. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas jo UndangUndang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004).

3. Data lapangan adalah berupa. w w Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.org 53 4. Bahan hukum sekunder.1.2. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. Departemen Kehutanan digugat oleh PT. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.8. legalitas.8. 5. misalnya naskah akademis. 3.18 Perancang Muda) Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara yang digugat oleh penggugat baik dari sudut sosiologis maupun yuridis serta materi yang menjadi pokok perkara terhadap : 1.1. w . Bahan hukum primer. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan dalam bentuk “jawaban keberatan”.1. pasal. 3. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kehutanan akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan. perkara yang bersifat keperdataan. sekunder.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang menjadi perkara yang ditelaah. 2.l e ga lit a s. or g . Bahan hukum tersier. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Konsep Jawaban Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkah-langkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan konsep jawaban gugatan.8. antara lain hasil wawancara pihak yang terkait. baik data lapangan maupun data kepustakaan.1. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0. Departemen Dalam Negeri digugat dalam bentuk “keberatan” oleh salah satu Pemerintah Daerah yang Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Keputusan Gubernurnya dibatalkan oleh Departemen Dalam Negeri. B pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) karena izin HPH yang belum habis masa berlakunya sudah dicabut oleh Departemen Kehutanan. Bukti Fisik: Laporan telaahan kasus jawaban gugatan. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. maupun tersier. perkara yang bersifat ketatausahaan atau ketatausahanegaraan. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.www.

Bukti Fisik : Naskah jawaban gugatan.2.8.l e Bukti Fisik: Konsep kerangka jawaban gugatan. w . w w Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan kerangka jawaban gugatan. 3. 3.1. menelaah dan menyempurnakan kerangka jawaban gugatan.www.3.3.8. Untuk perkara yang bersifat ketatausahanegaraan.2. kerangka jawaban gugatan berisi alasan hukum yang berkaitan dengan kewenangan dan isi keputusan pejabat Tata Usaha Negara. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis data. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka jawaban gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka jawaban gugatan.org 54 3.1. or g .2. Menelaah Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kajian terhadap konsep kerangka jawaban gugatan yang berkaitan dengan fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). Menyempurnakan Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. 3. Menyusun Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. legalitas. Sedangkan kerangka jawaban gugatan yang berupa permohonan pengujian UU terhadap UUD berisi halhal yang berkaitan dengan prosedur (formil) pembentukan UU dan materi (materil) atau isi UU.8.2.8. dan putusan yang diminta (petitum) yang diajukan oleh pemohon. ga lit a s. 3. Menyusun Jawaban Gugatan Menyusun jawaban gugatan dimaksud adalah membuat. kedudukan para pihak (legal standing).44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan untuk membuat jawaban gugatan.22 Perancang Muda) Menyusun kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kerangka jawaban gugatan yang berisi materi tentang hak dan kewajiban yang disengketakan (perkara perdata).2.8.

Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. peraturan perundangundangan dan rancangannya.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. or g .www.2.8. 3. 3.1.4.8. disaksikan dan disahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang.3. dan tersier.1.9. Mengumpulkan Bahan (Angka kredit 0. 3. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. sekunder. legalitas. w w w . pengakuan. keputusan.9. Contoh : Akta Jual beli yang dibuat oleh para pihak yang konsepnya dibuat oleh para Perancang Peraturan Perundang-undangan. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. 3. Akta dalam konteks ini bukan akta notaris dan bukan akta di bawah tangan. Bukti Fisik : Laporan tertulis hasil sidang pada setiap tingkatan persidangan untuk setiap kali mengikuti sidang.9.54 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta.9. Sub Unsur Penyusunan Akta Akta adalah surat tanda bukti berisi pernyataan resmi (keterangan. hak dan kewajiban. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri sidang secara fisik di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. misalnya. dsb) yang dibuat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.1. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.1. Bahan hukum primer.org 55 3. 3. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Akta Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan akta.l e ga lit a s.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah setiap kali mengikuti sidang membuat laporan hasil jawaban gugatan.

39 Perancang Madya) Merumuskan hasil perundingan dimaksud adalah penyusunan hasil perundingan antara para pihak dalam proses persiapan pembuatan akta.09 Perancang Pertama) Merekam hasil perundingan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembicaraan pihak-pihak dalam perundingan. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. 3.3. Merumuskan Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. 3. 3.09 Perancang Muda) Melakukan perundingan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat akta dalam rangka persiapan penyusunan akta. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. or g .9.9. w w Bukti Fisik: Laporan hasil perundingan.1. Menyusun Konsep Akta Menyusun konsep akta dimaksud adalah menyusun kerangka dasar akta dan berbagai macam kegiatan tindak lanjutnya untuk menghasilkan konsep akta.org 56 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.9.l e 3. ga lit a s.9. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.9. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. w . Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.5. pasal.1. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. Bahan hukum tersier. 3. 3.www.2.2.39 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta.1. Bukti Fisik: Notulen (Notulen hasil perundingan).2.4.2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. Bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder. legalitas.1. ayat. dan tersier. sekunder. Melakukan Perundingan (Angka Kredit 0. Merekam Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. misalnya naskah akademis.9.

2.3. Merancang Konsep Akta Merancang konsep akta dimaksud adalah menyusun konsep awal akta yang meliputi : a.9.3. w . atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung.9. w w 3. menelaah konsep akta. b. Mengolah Bahan (Angka Kredit 0.2. Memadukan (mengintergrasikan) konsep dimaksud adalah mengharmoniskan dan menyerasikan materi yang dimuat dalam akta dan kepentingan para pihak yang dituangkan dalam konsep. ga lit a s. memadukan (mengintegrasikan) konsep.2. Menelaah konsep akta dimaksud adalah mengkaji konsep akta hasil pengintegrasian (pengharmonisasian) konsep yang berkaitan dengan materi dan kepentingan para pihak. pasal. ayat.4. Bukti Fisik: Konsep yang berisi pengolahan terhadap bahan penyusunan konsep akta. Bukti Fisik: Konsep akta hasil integrasi. d.2.www.9.3.2. 3. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan konsep akta. or g . 3.org 57 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. Memadukan (mengintegrasikan) Konsep (Angka Kredit 0. 3.2.3. Membahas konsep akta dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak dalam rangka pembuatan akta.1.75 Perancang Muda). 3.18 Perancang Madya).9.09 Perancang Pertama) Mengolah bahan dimaksud adalah menganalisis bahan dalam rangka penyusunan konsep akta.9.l e Bukti Fisik: Konsep hasil pembahasan akta.09 Perancang Muda). legalitas.3. mengolah bahan. e menyempurnakan konsep akta. Menelaah konsep akta (Angka Kredit 0. membahas konsep akta. c.3. Membahas Konsep Akta (Angka Kredit 0.

www. legalitas.org
58 3.9.2.3.5. Menyempurnakan konsep akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki naskah konsep akta hasil telaahan. Bukti Fisik: Naskah konsep akta. 3.9.3. Memberikan Tanggapan Memberikan tanggapan dimaksud adalah memberikan tanggapan terhadap naskah hasil penyempurnaan konsep akta baik yang berkaitan dengan substansinya maupun keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.9.3.1. Menyusun Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,3 Perancang Pertama) Menyusun konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap akta hasil penyempurnaan konsep akta.

3.9.3.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan akta dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan baik dari segi substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap akta. 3.10. Sub Unsur Penyusunan Legal Opinion Legal Opinion adalah tanggapan hukum secara tertulis yang diberikan kepada suatu instansi, badan hukum privat, ataupun perorangan terhadap suatu perbuatan, peristiwa, atau kasus hukum. Permintaan untuk mendapatkan suatu legal opinion (pendapat hukum) harus disampaikan dalam bentuk tertulis kepada instansi yang dimintakan pendapat hukum tersebut. Termasuk dalam kategori legal opinion adalah fatwa dan keterangan ahli.

w

w

Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan tanggapan akta.

w

.l e

3.9.3.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0,4 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan keinginan para pihak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ga

lit a

s.

or g

Bukti Fisik: Konsep tanggapan akta.

www. legalitas.org
59 Contoh: Suatu instansi pemerintah diminta pendapat hukumnya oleh seorang WNI Keturunan Cina yang beragama/berkepercayaan Konghucu, dengan pertanyaan apakah Konghucu termasuk suatu agama atau bukan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut akan dilibatkan dalam pembuatan legal opinion tersebut. 3.10.1. Menyusun Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,30 Perancang Pertama). Menyusun konsep legal opinion dimaksud adalah membuat konsep terhadap legal opinion yang berisi : a. pendapat hukum terhadap materi (filosofis, sosiologis, dan yuridis); b. kewenangan/kelembagaan; c. status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep legal opinion. 3.10.2. Menelaah Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,39 Perancang Muda). Menelaah konsep legal opinion dimaksud adalah mengkaji konsep legal opinion dari berbagai macam aspek yang meliputi: pendapat hukum terhadap materi, kewenangan/ kelembagaan, dan status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan terhadap legal opinion. 3.10.3. Menyempurnakan Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,36 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep legal opinion dimaksud adalah memperbaiki konsep legal opinion baik dari sudut substanstif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah legal opinion. 4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI (SEMUA JENJANG JABATAN) Pengembangan Profesi dimaksud adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan, atau pentransformasian/ penyampaian pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan yang dituangkan dalam bentuk karya tulis di bidang hukum. Kegiatan tersebut dapat berbentuk penelitian, pengkajian (pengujian), hukum dan evaluasi di bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk karya tulis. Demikian pula kegiatan penerjemahan atau penyaduran buku dan bahan-bahan hukum lainnya merupakan bagian dari pengembangan profesi Perancang Peraturan perundang-undangan. Penilaian Umum: Pemberian Angka Kredit didasarkan pada Pasal 12 Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.PAN/12/2000 sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama; dan b. 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu; serta jumlah penulis pembantu dibatasi sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
60 4.1. Sub Unsur Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum dimaksud adalah melakukan kegiatan di bidang karya cipta yang berbentuk karya tulis baik yang bersifat ilmiah maupun tidak ilmiah yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan, baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.1.1. Hasil penelitian, pengujian, survei dan evaluasi di bidang hukum yang dipublikasikan Hasil penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum dimaksud adalah hasil kegiatan penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum baik yang bersifat penelitian lapangan (field research) atau penelitian kepustakaan (library research) yang dituangkan dalam suatu buku, makalah, artikel atau opini yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri, sepanjang dapat dibuktikan secara otentik bahwa hasil tersebut merupakan karya seorang Perancang Peraturan Perundangundangan. 4.1.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 12,50 Semua Jenjang) Penerbitan dan pengedaran kepada khalayak luas dimaksud adalah penerbitan yang dilakukan baik oleh pengarangnya sendiri atau suatu badan usaha penerbitan yang diedarkan baik bersifat komersial maupun non komersial. Khalayak luas dimaksud adalah kelompok masyarakat (misalnya: perpustakaan, sekolah/ perguruan tinggi, RT/RW, kelurahan, dsb.) yang telah menerima buku tersebut yang diterbitkan secara non komersial yang dicetak minimal 500 (lima ratus) eksemplar, dan jumlah halaman buku minimal 20 lembar dengan alat bukti tanda terima. Bukti Fisik: Karya tulis diterbitkan.

w

w

w

.l e

ga

dalam

lit a

s.
bentuk

or g

buku

yang

sudah

4.1.1.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 6 Semua Jenjang) Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI dimaksud adalah majalah yang diterbitkan dan dipublikasikan tersebut terdaftar sesuai dengan penomoran yang ada di LIPI. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.

Bukti Fisik: Karya dalam buku yang telah diterbitkan dan diedarkan. legalitas. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 4 Semua jenjang ) Majalah Ilmiah adalah majalah yang diakui LIPI dengan kode ISSN (International Scientific Serial Number) yang berisi karya tulis yang bersifat ilmiah baik dari hasil penelitian maupun gagasan yang dituangkan dalam bentuk artikel. 4.2. yang bukan untuk khalayak luas.2.org 61 4.2.3.1. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 8 Semua Jenjang ) Bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas dimaksud adalah buku yang diterbitkan atas gagasan sendiri yang diedarkan kepada khalayak luas baik yang bersifat komersial maupun non komersial.1. 4.1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah yang dituangkan dalam bentuk buku atau makalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. Tidak dipublikasikan dimaksud adalah hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri (lingkungan terbatas). 4. w w w .www.1.1.3.1. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.2. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku.1. or g . Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah dalam bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat dalam majalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang dipublikasikan.l e ga lit a s.

4. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran dan majalah yang memuat terjemahan/saduran yang diakui oleh LIPI. w w Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas. or g bidang hukum yang 4. 4. Bukti Fisik: Naskah (makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta).l e . 4.3. 4.1. Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3. atau ulasan ilmiah dalam bentuk naskah dimaksud adalah naskah dalam bentuk makalah/artikel yang bersifat ilmiah di bidang hukum yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (misalnya: seminar. Terjemahan/saduran dipublikasikan ga lit a dalam s. legalitas. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.4.2. atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah (Angka Kredit 2.org 62 4.5 diberikan untuk setiap majalah terjemahan/saduran yang diterbitkan. gagasan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khayalak luas (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 7 diberikan untuk setiap buku terjemahan/saduran yang diterbitkan.www.2.1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka kredit 3.1.1.1.2. lokakarya.2.1. Termasuk prasaran adalah pemberian keterangan ahli di muka sidang pengadilan.50 Semua Jenjang) Prasaran berupa tinjauan. simposium.50 Semua jenjang) Bukti Fisik: Karya dalam bentuk makalah.5 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 3. Menyadur adalah menggubah secara bebas suatu buku atau bahan hukum lainnya tanpa merusak garis besar isi buku atau bahan hukum tersebut. dan sosialisasi). gagasan. w .2.2. Sub Unsur Menerjemahkan/Menyadur Buku dan Bahan-Bahan Lain di Bidang Hukum Menerjemahkan adalah menyalin suatu buku atau bahan hukum lainnya dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya.

berperan serta dalam penyuluhan hukum.2. mengajar.2. dan wawasan Perancang Peraturan Perundang-undangan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk: a. f.) dan diklat penjenjangan struktural maupun di bidang pendidikan non formal atau luar sekolah (kursus dsb. UNSUR PENDUKUNG KEGIATAN KEGIATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERANCANG .2. or g B.2. memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. menjadi anggota organisasi profesi. praktek membuat suatu peraturan perundang-undangan) baik di lingkungan pendidikan formal (perguruan tinggi/akademi) maupun non formal atau luar sekolah (kursus yang diselenggarakan yayasan/swasta. dsb. d. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. i. Melatih/membimbing adalah memberikan pelatihan atau bimbingan terhadap suatu praktek dalam bidang hukum tertentu (misalnya: praktek beracara. pelatihan. g. dan/atau Membimbing Pada Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Latihan Pegawai Mengajar adalah kegiatan dalam proses belajar-mengajar baik dalam pendidikan formal di bidang hukum di lingkungan perguruan tinggi/akademi. melatih.org 63 4. legalitas.5 Semua Jenjang) Dalam bentuk majalah dimaksud adalah majalah yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional.2. dsb. dsb. Pendukung/Penunjang kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah semua kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan. w w w .www. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran. UNSUR PENUNJANG 1. mengikuti seminar/lokakarya.l e ga lit a s. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah dan pendidikan latihan pegawai. c.) baik dalam diklat fungsional maupun diklat penjenjangan.). B. b.1. Dalam bentuk majalah (Angka Kredit 1.2. memperoleh tanda penghargaan/tanda jasa. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran. e.1. Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dalam bentuk kursus. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional (Perancang/Peneliti/ Dokumentaris. menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan. Terjemahan/saduran dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan 4.2. keahlian. yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dsb. h. 4. Sub Unsur Mengajar. Melatih. menjadi anggota keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan.

Pemrasaran (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pemrasaran/Pembicara dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 3 setiap kali seminar/lokakarya.1.2. melatih. pemrasaran.www.1. keterangan dari penyelenggara seminar/ .2.Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya sebagai : B. sedangkan lokakarya menghasilkan saran konkret untuk pemecahan (solusi) suatu masalah hukum yang dapat dituangkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan. B. atau moderator.l e keterangan ga lit a dari s.1. melatih dan/atau membimbing pada pendidikan luar sekolah ( Angka Kredit 0.org 64 B. narasumber. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.2. Sub Unsur Mengikuti Seminar/Lokakarya Seminar/Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang membicarakan atau membahas bidang hukum tertentu atau bidang lainnya yang akan diatur dengan hukum atau peraturan perundang-undangan.1. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan. pembahas. Termasuk seminar/lokakarya adalah sosialisasi dan simposium. w w w . melatih.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar.2.2. or g penyelenggara seminar/ B. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah (Angka Kredit 0. legalitas. B. Seminar hanya menghasilkan kesimpulan.1.Moderator (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai moderator dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.Mengajar.Mengajar. B. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebagai peserta.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar.2. melatih.1. Termasuk Pemrasaran adalah penceramah di kegiatan Continuing Legal Education (CLE).1.

Sub Unsur Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundangundangan B.1. baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam bentuk teatrikal. Bukti Fisik: Naskah. keterangan dari penyelenggara seminar/ B. w .3. Pembahas (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pembahas dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.3.l e Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Peserta dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya. keterangan ga lit a dari s. keterangan dari penyelenggara seminar/ B.4.4. or g penyelenggara seminar/ .2.1. w w Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.5. Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundang-undangan (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan yang dimaksud adalah mengedit kembali suatu naskah hukum dan perundang-undangan yang akan dimuat dalam suatu majalah ilmiah atau yang akan diterbitkan sebagai suatu buku atau karya tulis lainnya baik yang akan dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan. Melakukan Penyuluhan Hukum (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Berperan serta dalam penyuluhan hukum yang dimaksud adalah menjadi penyuluh secara perseorangan atau membantu penyuluh lain ataupun menjadi anggota kelompok penyuluh yang dilakukan melalui tatap langsung dengan masyarakat yang disuluhi.4.1.1. Sub Unsur Berperan Serta Dalam Penyuluhan Hukum B. legalitas.2.www.1. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.Peserta (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) B. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.org 65 B.Narasumber (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Narasumber dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.2.3. B.

25 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.Anggota aktif (Angka Kredit 0.25 untuk setiap tahun masa keanggotaan.Tingkat Internasional/Nasional sebagai : B. Provinsi. nasional.5.org 66 Bukti Fisik: Surat Tugas/Keterangan telah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum setiap kali.5. legalitas. B. P4I (Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan Indonesia). w w w . atau kabupaten/kota.2.5.2. PBHI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia).5 Semua jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. wakil ketua. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. B.www. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. Sub Unsur Menjadi Anggota Organisasi Profesi Menjadi anggota organisasi profesi adalah menjadi anggota organisasi profesi (termasuk menjadi ketua.l e ga lit a s. B.5.Pengurus aktif (Angka Kredit 0.1.5.1.5.1. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. atau sekretaris) di bidang hukum baik nasional maupun internasional misalnya.1.2 Tingkat Provinsi B. or g .1.Pengurus aktif (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus organisasi dalam bidang perancangan dalam lingkup internasional. B. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Persahi (Persatuan Sarjana Hukum Indonesia).

maupun Tim Penilai Teknis.15 untuk setiap tahun masa keanggotaan.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit tentang Pembentukan dan Penetapan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. atau 2. yang didasarkan pada bidang tugas/pekerjaan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan atau penugasan dari atasan langsung/pimpinan instansinya.www.1.1 (satu) SK tim delegasi. legalitas.6.50 Semua Jenjang) Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah menjadi ketua. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terusmenerus minimal 1 (satu) tahun. menjadi Ketua Delegasi.Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan secara aktif (Angka Kredit 0. Tim Penilai Instansi. Tim Penilai Kabupaten/Kota. B. Tim Penilai Direktorat Jenderal. misalnya AALC (Asian African Law Conference).Anggota aktif (Angka Kredit 0.org 67 B. c.l e ga lit a s.6. w w w . Kriteria Penilaian: a. Sub Unsur Menjadi Anggota Delegasi dalam Pertemuan Internasional Menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional adalah menjadi Ketua atau Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional di bidang hukum.5. Tim Penilai Provinsi.7. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansinya dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. wakil ketua. dapat diberikan Angka Kredit apabila Perancang Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan memangku status keanggotaan di dalam tim tersebut. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 2 per.1 (satu) SK tim delegasi. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 3 per. Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. or g . b. anggota.15 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.2. Sub Unsur Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan B. menjadi Anggota Delegasi. Bukti Fisik: 1. B. sekretaris atau sekretariat Tim Penilai Perancang Peraturan Perundang-undangan baik Tim Penilai Pusat. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi Ketua/Anggota Tim Delegasi.2.

1. 2.9.Sebagai Anggota Delegasi (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari Atasan Langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). Sarjana (Angka kredit 5 Semua Jenjang) w w Bukti Fisik: 1. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.1. legalitas.2. sarjana ekonomi. 2. 2. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.1. tingkat: B.3.1.1. B. misalnya insinyur (sarjana teknik).1.1. Penghargaan atau tanda jasa tersebut misalnya karya satya PNS.www. Tanda jasa dari Pemerintah atas prestasi kerjanya Tiap tanda jasa.7. Sub Unsur Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya dimaksud adalah memperoleh gelar kesarjanaan selain di bidang hukum.1. 1.Sebagai Ketua Delegasi (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). B. Fotokopi ijin tugas belajar dari instansinya.8.8. Sub Unsur Memperoleh Tanda Penghargaan/Tanda Jasa Tanda penghargaan atau tanda jasa dimaksud adalah suatu penghargaan baik dalam bentuk sertifikat maupun bintang yang diberikan karena seorang Perancang Peraturan Perundang-undangan sebagai PNS yang telah melaksanakan baik tugas kekaryawanannya maupun melaksanakan sesuatu tugas yang sangat berguna bagi bangsa dan negara.2.8.9. misalnya Doktor Honoris Causa.7. dsb.l e ga B. Fotokopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.Nasional/Internasional (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Tanda jasa atau surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.8.org 68 B. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Termasuk penghargaan atau tanda jasa adalah mendapat gelar akademis kehormatan. Bukti Fisik: 1. B. Doktor (Angka Kredit 15 Semua Jenjang) Bukti Fisik: 1. w B. B.1.Memperoleh Gelar Kesarjanaan yang Tidak Sesuai dengan Tugas Pokoknya B.8. . dan sertifikat penghargaan atas karya tulis hukum tertentu. Bintang Mahaputra segala tingkatan dan bintang semacam ini dari negara asing. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.9. Pasca Sarjana (Angka Kredit 10 Semua Jenjang) lit a s. or g .

b. harus berasal dari unsur utama sekurang-kurang 80% dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. untuk jasanya tersebut Andrie Amoes.50 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.9. B. penyusunan peraturan perundang-undangan. dianggap berjasa dalam meningkatkan pemahaman terhadap pelaksanaan Jabatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di tingkat nasional atau internasional.l e ga lit a s. w w MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.H. C.Provinsi (Angka kredit 2.Kabupaten/Kota (Angka kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. Perancang Pertama pada Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. or g Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan Doktor Honoris Causa. ttd HAMID AWALUDIN w . mendapatkan Angka Kredit sebesar 3. Apabila Hasil Penilaian Angka Kredit tidak memenuhi komposisi Angka Kredit sebagaimana butir a dan butir b.www. Bagi Perancang Utama pangkat Pembina Utama Golongan ruang IV/e. S.2.9. proses penetapan Angka Kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut terpenuhi. mengacu kepada Pasal 11 ayat (5) Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.H. B. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) dan lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.1.PAN/12/2000 tentang Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya.9. penyusunan instrumen hukum sekurang-kurangnya 25 % dari 25 kredit.PAN/12/2000. Kegiatan pendidikan. legalitas. jumlah Angka Kredit Kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan perancang. B.org 69 Contoh: Andrie Amoes.Gelar Kehormatan Akademis (Angka kredit 15 Semua Jenjang) BAB III KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT A. B. .2. Kegiatan pengembangan profesi sebanyak-banyaknya 75 % dari 25 kredit.3. S. Komposisi Persentasi Angka Kredit dalam unsur utama adalah sebagai berikut : a.1.