www. legalitas.

org

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.02.PR.08.10 TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SISTEMATIKA PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT

BAB I

PENDAHULUAN A. TUJUAN B. RUANG LINGKUP KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT A. UNSUR UTAMA 1. Unsur Pendidikan 2. Unsur Penyusunan Peraturan Perundang-undangan 3. Unsur Penyusunan Instrumen Hukum 4. Unsur Pengembangan Profesi B. UNSUR PENUNJANG

BAB II

w

w

w

.l e

BAB III

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
2 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN 1. Petunjuk teknis penilaian Angka Kredit Perancang Peraturan Perundangundangan ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Perancang Peraturan Perundang-undangan, Anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman pelaksanaan penilaian kegiatan perancangan dan Angka Kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansi pemerintah di pusat. 2. Dalam petunjuk teknis ini diatur tentang kegiatan perancangan yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat. B. RUANG LINGKUP 1. Unsur kegiatan yang dinilai dan diberikan Angka Kredit adalah: a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang. 2. Petunjuk Teknis ini diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan tugas pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat, yang berdasarkan tugas pokok dan fungsinya: menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan seluruh kegiatan teknis fungsional perancangan peraturan perundang-undangan atau yang terkait dengan bidang peraturan perundangundangan.

A. UNSUR UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN (SEMUA JENJANG JABATAN) 1.1. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Ijazah/Gelar Pendidikan Sekolah dimaksud adalah pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah/Gelar dimaksud adalah sarjana hukum atau sarjana lain di bidang hukum (sarjana syariah dan sarjana ilmu kepolisian), magister di bidang hukum, doktor di bidang hukum. Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 2. Fotokopi surat izin tugas belajar dari instansi yang bersangkutan. Dasar Pemberian Angka Kredit: 1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan atau Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan tetapi gelar/ijazahnya belum mendapat Angka Kredit: a. Gelar/ijazah S1, diberikan Angka Kredit sebesar 75; b Gelar/ijazah S2, diberikan Angka Kredit sebesar 100; c. Gelar/ijazah S3, diberikan Angka Kredit sebesar 150.

w

w

w

.l e

BAB II KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
3 2) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang memperoleh gelar jenjang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, Angka Kredit yang diberikan adalah selisih antara Angka Kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan Angka Kredit gelar/ijazah sebelumnya. 3) Bagi seseorang yang bergelar S2 atau S3 di bidang hukum untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan maka ia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu untuk S2 diberikan Angka Kredit 100 dan S3 diberikan Angka Kredit 150. Contoh: Machmud Aziz, S.H adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Direktorat Perancangan Peraturan Perundangundangan, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Apabila Machmud Aziz, S.H. diangkat pertama kali sebagai pejabat fungsional Perancang, kepada Machmud Aziz, S.H. diberikan Angka Kredit sebesar 75. Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan berhasil memperoleh gelar S2 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 25 yang dihitung dari Angka Kredit 100 dikurangi 75. (Keterangan: angka 75 sudah diberikan untuk gelar S1 nya). Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan berhasil memperoleh gelar S3 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 50 yang dihitung dari Angka Kredit 150 dikurangi 100. (Keterangan: angka 100 sudah diberikan untuk gelar S2 nya). DR. Jufrina adalah seorang Doktor yang bukan Pegawai Negeri Sipil ingin masuk menjadi Perancang Peraturan Perundangundangan maka yang bersangkutan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu dan Angka Kredit yang diperoleh adalah 150 dengan golongan III/c. Maria adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang setelah mendapat gelar Doktor baru mendaftar sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, maka Maria diberikan Angka Kredit 150 dan golongan III/d. 1.2. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Fungsional di Bidang Perancang Peraturan Perundang-undangan dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri dari: 1. Diklat Teknis yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan. 2. Diklat Teknis Penjenjangan yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk kenaikan jabatan Perancang Peraturan Perundangundangan. 3. Diklat Teknis Tambahan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

c. 481 – 640 jam pelajaran memperoleh 6 Angka Kredit. dengan Bukti Fisik STTPL memperoleh 9 Angka Kredit. 3. Undang-Undang.www. Peraturan/Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Daerah.H. Bukti Fisik: 1. 4. Contoh: Enny. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat Teknis Tambahan. UNSUR PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) w . meliputi: 1.PAN/12/2000. 10. Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud adalah aturan tertulis yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yang isinya mengikat secara umum. 5. 8. f. Dasar Pemberian Angka Kredit: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang telah menyelesaikan Diklat Teknis Fungsional sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. 6.org 4 Ketentuan mengenai Penyelenggaraan dan Kurikulum Diklat yang bersifat wajib sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2. 12. w w 2. 2. 30 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 Angka Kredit. serta diklat teknis tambahan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. 3. dan 13. Surat penugasan mengikuti Diklat. Peraturan Bank Indonesia. Perancang Pertama pada Biro Hukum Departemen Kesehatan telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 700 jam pelajaran. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 81 – 160 jam pelajaran memperoleh 2 Angka Kredit. d. Peraturan/Keputusan Presiden. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat terakreditasi. 161 – 480 jam pelajaran memperoleh 3 Angka Kredit. Peraturan/Keputusan Menteri . Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Peraturan/Keputusan Komisi Pemilihan Umum . Peraturan Pemerintah. 11. S. 2. Peraturan/Keputusan Badan/Lembaga/Komisi dan sejenisnya yang dibentuk oleh Pemerintah . Peraturan/Keputusan Komisi Yudisial . diberikan Angka Kredit yang besarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit). e. yaitu: a. legalitas. Lebih dari 960 jam pelajaran memperoleh 15 Angka Kredit. 9. Peraturan/Keputusan Kepala LPND/Dirjen.l e ga lit a s. b. 641 – 960 jam pelajaran memperoleh 9 Angka Kredit. or g . Jenis Peraturan Perundang-undangan tingkat pusat. Peraturan/Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan. 7.

Akta. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di bawah jenjang jabatannya. Kontrak Internasional. w w w . 10. 18.l e ga lit a s. 4. 15. legalitas. Keputusan Gubernur Bank Indonesia. 12. Instruksi Gubernur. akan memperoleh Angka Kredit yang sama 100% dengan Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. Instruksi Menteri. 17. 6. jumlah Angka Kredit yang sama sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Dasar Pemberian Angka Kredit: Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Perancang Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Gugatan. 2. 19. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan satu atau dua tingkat di atas jenjang jabatannya. dan keputusan lembaga/pejabat bersifat mengikat keluar yang bukan jenis peraturan perundang-undangan (aturan kebijakan/beleidsregels/pseudowetgeving). Permohonan dan Tanggapan terhadap Permohonan Yudisial Review. Instruksi Jaksa Agung. Kontrak Nasional. Permohonan dan Tanggapan Pembubaran Parpol. 13. Pendapat Hukum/Legal Opinion.www. 16. Tanggapan terhadap Pendapat DPR yang mengusulkan Pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. 11. Surat Edaran (yang dikeluarkan berbagai macam Instansi Pemerintah di Pusat). Permohonan dan Tanggapan terhadap Penyelesaian Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara. 8. Instruksi Ketua Komisi Pemilihan Umum. Instruksi Bupati/Walikota. 3.PAN/12/2000. 14. akan memperoleh Angka Kredit sebesar 80% dari Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. Perjanjian Internasional. or g .PAN/12/2000. 5. maka Perancang Peraturan Perundang-undangan yang satu tingkat atau dua tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Terhadap penugasan yang diberikan secara kelompok. 20. 2. dan 21. diberikan kepada masing-masing individu Perancang Peraturan Perundang-undangan. Jenis instrumen hukum. Instruksi Kepala Kepolisian RI. 7. meliputi: 1. Jawaban Gugatan. Instruksi Kepala LPND/Dirjen. 3. 9. (Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional).org 5 Keputusan yang dimaksud adalah keputusan lembaga/pejabat yang bersifat pengaturan (regeling). Instruksi Presiden.

1.b. Menyusun konsep usul prakarsa penyusunan RUU. Mengumpulkan Data Sekunder (Angka Kredit 0. 6.1.1. w w w Bukti Fisik: Laporan berisi dikumpulkan.2. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. legalitas. 2. Mengumpulkan Data Data yang dimaksud terdiri atas data primer dan data sekunder.1.1.1. Laporan tersebut berisi hasil penelitian. Yang dimaksud dengan “melakukan persiapan” adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundangundangan berkaitan dengan penyusunan peraturan perundangundangan yang meliputi: 1. 4.www.1. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.1. or g sekunder yang telah 2. 2. seperti: hasil wawancara maupun kuesioner.1.org 6 2. 3. Meneliti usul prakarsa dari Instansi terkait. 5. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.06 Perancang Pertama) Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden.1. Melakukan Studi Kelayakan Yang dimaksud dengan “melakukan studi kelayakan” adalah: 2. Menyempurnakan naskah akademis. .1.06 Perancang Pertama) Data Sekunder dimaksud adalah data yang dikumpulkan melalui kepustakaan. Melakukan studi kelayakan.l e ga lit a data s.1 Sub Unsur Melakukan Persiapan.1.a. . Menelaah usul penyusunan peraturan perundang-undangan dari unit teknis. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap data primer dan/ data sekunder. Menyiapkan naskah akademis.2 Perancang Muda) Menganalisis dimaksud adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi penyusunan peraturan perundang-undangan. dan 7. Mengumpulkan Data Primer (Angka Kredit 0. baik melalui wawancara maupun kuesioner. Membahas naskah akademis. Bukti Fisik: Laporan berisi data primer yang telah dikumpulkan.1. 2. 2. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

dan hirarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. w . Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. 2. II.2. jenis.16 Perancang Muda) Laporan dimaksud adalah laporan hasil pengumpulan data.2.org 7 2. sekunder. Mengadakan Kaji Ulang (Angka Kredit 0.l e ga lit a s.3. dan tersier.1. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Menganalisis Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Untuk menganalisis TOR.1. pencabutan.2.1. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. ayat. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Bahan hukum primer misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. 2. Bukti Fisik: Laporan hasil kaji ulang. penetapan.2. pengesahan.1.1. dan III.4. 2. dan pengkajian ulang terhadap analisis data tersebut yang disusun dalam bentuk laporan akhir studi kelayakan. bentuk.1. 2. legalitas.www. Menelaah Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Dari Unit Teknis Yang dimaksud dengan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah dalam bentuk Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR) yakni konsep awal yang berisi pokok-pokok pikiran yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun naskah akademis. Bukti Fisik: Laporan akhir dari hasil studi kelayakan. penganalisisan data. or g . Menyusun Laporan (Angka Kredit 0. dan perubahan.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan.1.12 Perancang Madya) Kaji Ulang dimaksud adalah menelaah kembali konsep hasil analisis data.

w w 2. b.2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2. legalitas. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan dibawah Peraturan/Keputusan Menteri.36 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II : a. Merumuskan Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Yang dimaksud dengan merumuskan telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah mengkaji ulang laporan hasil analisis Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).2.1.2. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan II. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. .16 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.2. b. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).2 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. w . or g analisis analisis TOR tingkat TOR tingkat 2.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah a.3. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan I.3.1. analisis TOR tingkat 2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. b. ga lit a s.1.1. 2.2.2.3.www. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.2.1.l e Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan III. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. pembebanan kepada masyarakat.1. b.org 8 2.1. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.

w w w .l e ga lit a s.12 Perancang Madya) Tingkat kesulitan I adalah : a.3. or g . pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).2. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan III.1. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.www.33 Perancang Madya) Tingkat kesulitan II : a. legalitas. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. b. 2.1. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. pembebanan kepada masyarakat.42 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah: a. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.2. 2. b. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.1. 2. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan I. 2.1. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Naskah Hasil Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan : Yang dimaksud dengan menyempurnakan naskah hasil telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan adalah memperbaiki naskah telaahan untuk menghasilkan naskah akhir Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR). Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan II.4. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.org 9 Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan I.2.3.2.1. b.4.2.2.

2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. or g masalah yang telah 2. 2. Menginventarisasi Masalah (Angka Kredit 0. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. 2.1.44 Perancang Muda) Menginventarisasi masalah adalah mengumpulkan dan menyusun secara sistematis permasalahan dan latar belakang pembentukan suatu peraturan perundang-undangan.4. Bukti Fisik: Laporan yang berisi hasil pengkajian masalah. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan II.org 10 2.2 Perancang Utama) Tingkat kesulitan II adalah : a. pembebanan kepada masyarakat.1. w w w . pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).www. Melakukan Pengkajian Masalah (Angka Kredit 1.2. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1.3.2. b. . Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1. legalitas.2.1. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan III. 2.1. Bukti Fisik: Laporan yang diinventarisasi.3. yang disusun secara sistematis.4. sosiologis maupun yuridis.24 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III adalah: a. b. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.3.l e ga lit a berisi s. Menyiapkan Naskah Akademis Yang dimaksud dengan naskah akademis adalah konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur.3. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.32 Perancang Muda) Melakukan pengkajian masalah adalah meneliti ulang atau menganalisis permasalahan dan latar belakang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam rangka menentukan pokok-pokok permasalahan. komprehensif dan holistik termasuk landasan pembentukannya baik yang bersifat filosofis.

4. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah pembanding (banyaknya penyajian).4. legalitas. c. Membahas Naskah Akademis 2. Latar belakang. Peralihan. 4. 2. w w w . 3. Menyempurnakan Naskah Akademis 2. Penutup. Tujuan dan Kegunaan.www. Ruang Lingkup Naskah Akademis 1.15 Perancang Madya) Menyajikan naskah akademis dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah akademis. Materi Muatan (jenis/bentuk pengaturan). Pendahuluan 1. Sanksi. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah akademis (banyaknya penyajian).4.1.5. 2. Kesimpulan dan Saran 2.1.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Naskah akademis dalam bentuk konsep yang berisi uraian pokok-pokok pikiran dalam uraian: a. Menyajikan Naskah Pembanding (Angka Kredit 0.08 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan/menetapkan identitas (pokok-pokok masalah) dan mengumpulkan data tambahan yang meliputi data lapangan maupun data kepustakaan sebagai bahan pelengkap. Metode Pendekatan. or g .6 Perancang Madya) Menyajikan naskah pembanding dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah pembanding atas naskah akademis. 2.1. b.1 Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0. Merumuskan dan Menyusun Naskah Akademis (Angka Kredit 0.1. 5. Menyajikan Naskah Akademis (Angka Kredit 0. 3.6 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun naskah akademis dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Umum. 2.3.2.3.1. Materi.5.1.1. 4.org 11 2.

1. 2. Bahan hukum Primer. lingkup atau objek yang akan diatur. or g . sekunder. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.2. w .l e ga lit a s.6. latar belakang dan tujuan penyusunan. pokok-pokok pikiran. c. 2.1. dan e keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan lain. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA 2. dan tersier.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah menyempurnakan konsep naskah akademis berdasarkan identifikasi dan pengumpulan data tambahan.1.1.1.5.6. jangkauan dan arah pengaturan. sasaran yang ingin diwujudkan. misalnya naskah akademis. b. ayat.24 Perancang Muda) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA. misalnya Peraturan Perundangundangan dan rancangannya. Menyusun Konsep Usul Prakarsa Penyusunan RUU/RAPERDA Yang dimaksud dengan usul prakarsa adalah prakarsa penyusunan RUU yang dipersiapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen untuk diajukan kepada Presiden. dan Prakarsa penyusunan rancangan peraturan daerah/RAPERDA yang dipersiapkan oleh Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada Gubernur/Bupati/Walikota.2 Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0. Bahan hukum tersier.2.org 12 Bukti Fisik: Laporan yang berisi data tambahan yang telah diidentifikasi dan dikumpulkan.1.1. 2. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.6. yang isi usul prakarsa tersebut meliputi: a. legalitas. Bahan hukum sekunder. Bukti Fisik: Naskah akademis. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.www. 2. d.6. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.

Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.1.1. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah awal RUU/RAPERDA.org 13 Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis penyusunan konsep usul RUU/RAPERDA.6.6.1. pokok-pokok pikiran.www. lingkup atau objek yang akan diatur.3. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.4. 2.1 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. sasaran yang ingin diwujudkan. .2 Perancang Muda) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1.1. legalitas. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap penyusunan konsep usul prakarsa RUU.2.36 Perancang Madya) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa 2.3 Perancang Madya) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.2.4.3 Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa 2.6.1.l e Bukti Fisik: Naskah awal usul prakarsa RUU. ga lit a s. or g usul prakarsa 2.2. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.6. sasaran yang ingin diwujudkan. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.1.3.6. lingkup atau objek yang akan diatur.1. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. w w w 2. pokok-pokok pikiran. . terhadap prakarsa 2.6.

sekunder. misalnya naskah akademis. Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.1.org 14 Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RAPERDA adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RAPERDA untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RAPERDA setelah mendapatkan masukan dari dinas terkait yang akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah.1.l e ga 2. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. dan tersier.6. lit a s. Bahan hukum sekunder.1. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Uraian butir 2.15 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa.2. Bahan hukum tersier. .1. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU.8.1.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. sasaran w w w .8.3 Perancang Muda) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa 2.8.1.8.7. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.6. legalitas. 2. berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR/DPD dan BALEG DPR. or g 2. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.www.2.1. Meneliti Usul Prakarsa Dari Instansi Terkait Meneliti usul prakarsa dari instansi terkait dimaksud adalah awal pertemuan antar departemen untuk membahas konsep usul prakarsa dari instansi pemrakarsa yang dikoordinasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. 2.2. Bahan hukum primer. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU/RAPERDA.4.

Bahan hukum primer.1. 2. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.l e 2. w .1. Untuk menganalisis bahan penyusunan kerangka dasar peraturan perundang-undangan. misalnya naskah akademis. or g . pokok-pokok pikiran.2.1.www. 2. jenis. Menyusun Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Yang dimaksud dengan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah rancang bangun peraturan perundangundangan yang berisi sistematika dan bagian-bagian pokok dan penting yang perlu dituangkan dalam peraturan perundangundangan. lingkup atau objek yang akan diatur. Mengumpulkan Bahan untuk Menyusun Kerangka Dasar (Angka Kredit 0.8. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Izin prakarsa (persetujuan usul prakarsa) RUU/RAPERDA. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. lingkup atau objek yang akan diatur. pokok-pokok pikiran.org 15 yang ingin diwujudkan. sasaran yang ingin diwujudkan.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.45 Perancang Madya) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. legalitas.1. Sub Unsur Penyusunan Rancangan 2.2.1. Bukti Fisik: Izin prakarsa RUU.2.2. ayat. dan tersier.2. 2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.2. sekunder. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. ga lit a s. Menganalisis Bahan Penyusunan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Bahan untuk pembuatan kerangka dasar rancangan peraturan perundang-undangan adalah bahan yang berkaitan dengan materi muatan. Bahan hukum sekunder. bentuk. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. dan bagian-bagian peraturan perundang-undangan.2. Bahan hukum tersier. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.

1. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.44 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Menganalisis bahan untuk menentukan atau memilih judul dan merumuskan pembukaan peraturan perundangundangan. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.2. 2. w . Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. misalnya.2. II. bentuk. jenis.18 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a.www.l e ga lit a s.2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Peraturan/Keputusan Presiden. or g .1. dan hierarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. b. legalitas. dan III. dari UndangUndang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Peraturan Pemerintah. penetapan.1. pencabutan. dan perubahan. misalnya. misalnya. w w 2.org 16 Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan/ Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan peraturan perundangundangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. pengesahan.2.

2. ga lit a s.1 Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah. Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan UndangUndang/Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan /Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. b. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.1. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.75 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. w w w .3.org 17 2.2. Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.www. Merumuskan Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Merumuskan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah kegiatan menyusun pokok-pokok materi yang akan dituangkan ke dalam rumusan norma di batang tubuh peraturan perundangundangan. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. legalitas. or g . misalnya.15 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a.1. 2. misalnya. Merumuskan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang.2. pembebanan kepada masyarakat.2.1.3. pemberian sanksi pidana.3.

pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. 2. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.1 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.36 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.3. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. pembebanan kepada masyarakat.4.l e ga lit a s.2. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. or g .1.2. pemberian sanksi pidana.2. Menyempurnakan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis. misalnya. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2.1.3 Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. legalitas. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya.6 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. Menyempurnakan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan kerangka dasar peraturan perundang-undangan adalah memperbaiki perumusan kerangka dasar untuk menghasilkan naskah akhir kerangka dasar. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. w w w .2.www. misalnya.1.4.org 18 2.3. 2.2.1.

Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. w w 2.45 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban.4. or g .2. pemberian sanksi pidana. misalnya. 2.org 19 b. Rancangan Peraturan Pemerintah.1. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.www. Rancangan Peraturan Pemerintah.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.3. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.4. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. misalnya. w . legalitas.26 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral. ga lit a s. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1. pembebanan kepada masyarakat. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Menyempurnakan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.

Bukti Fisik: Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah.2. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan Judul serta Pembukaan Rancangan Undang-Undang. b. or g . dan III.2 Perancang Pertama) a. dan bab. Membuat judul yang mencerminkan isi dari pokokpokok materi dan merumuskan pembukaan Rancangan Undang-Undang. 2. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. bentuk.2 ini berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan merumuskan Rancangan Peraturan Tata Tertib DPR dan DPRD.2.www.2. II. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. jenis.2. bagian. Uraian butir 2.l e ga lit a s. legalitas. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1. bagian.2. hierarki.2. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah. dan bab.2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Untuk merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan. bagian-bagian.7 Perancang Muda) Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.2. dan sifat peraturan perundang-undangan yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.org 20 2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. w w w . Merumuskan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah menuangkan pokok-pokok materi ke dalam bagian-bagian dari kerangka dasar peraturan perundangundangan dalam bentuk pasal-pasal yang berisi norma. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.

5 Perancang Madya) Menuangkan pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. dan pemberian sanksi pidana ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0.1. w w w . yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. legalitas.1.3. Bukti Fisik: Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.3.2.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat intern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0. dan bab.1. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).3. or g . Membahas Rancangan Peraturan Perundang-undangan 2.1. 2. bagian. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Intern Tim/Panitia 2.2.2.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia). Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0.org 21 2.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat ekstern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat. 2.l e ga lit a s.2.3. 2. pembebanan kepada masyarakat. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Ekstern Tim/Panitia 2.www.2.2.3.3. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 1.2.2.2.3.2.

2.l e ga lit a s.4. w w w .2. hasil identifikasi materi. dan data yang diperoleh).2. 2.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah merumuskan kembali sesuai dengan konsep hasil pembahasan Panitia Antardepartemen.4. Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0.2.2. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi konsep penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan).135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.1 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan materi yang telah diubah atau disempurnakan berdasarkan hasil rapat dan berdasarkan data yang diperoleh baik dari bahan kepustakaan maupun peraturan perundang-undangan yang terkait. 2. Contoh: Penyusunan RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Pasal 1 angka 1 UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”.www.3. legalitas. Menyempurnakan Rancangan Peraturan Perundangundangan 2.4.2. or g . Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi notulen rapat.1. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.2. 2. Pasal 1 angka 1 RUU tentang Perubahan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak berdasarkan hasil rapat diubah menjadi: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”.org 22 Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia). Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia).

Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.3. Menyusun Keterangan Pemerintah 2.3.1.3.1.1.org 23 2.5.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi RUU yang diuraikan secara narasi.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji materi konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi yang dimuat dalam RUU. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.3.3. 2. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. 2. Sub Unsur Pembahasan RUU 2. legalitas. Bukti Fisik: Konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU.3. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap kali (hasil pembahasan rapat pleno).2.1.18 Perancang Utama) Membahas kembali rancangan dalam rangka harmonisasi dimaksud adalah membahas kembali dalam rapat pleno hasil penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan dengan cara pencocokan silang (cross check) atau mencari keselarasan materi atau antar materi.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU. w w Bukti Fisik: Keterangan Pemerintah tentang RUU.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Keterangan Pemerintah.l e ga lit a s. w .1.1. 2. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.2.3.2. 2. Menyusun Konsep Jawaban Pemerintah Terhadap Pemandangan Umum Fraksi 2. or g .2. Membahas Kembali Rancangan dalam rangka Harmonisasi (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep hasil kajian Keterangan Pemerintah tentang RUU.www.3.

3. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.45 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep DIM dari RUU yang berisi telaahan terhadap pertanyaan. Menelaah Konsep DIM (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah. Bukti Fisik: Konsep telaahan DIM 2.org 24 2.2.3. w w Bukti Fisik: Konsep DIM.1. w .3.2.3.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Jawaban Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Jawaban Pemerintah. legalitas.3.3. Menyusun Konsep DIM (Angka Kredit 0.3.www. atau permasalahan mengenai materi RUU yang dimuat dalam DIM tersebut. catatan. 2.3. 2. 2. atau permasalahan mengenai materi RUU berdasarkan format yang telah baku dan diajukan kepada pengusul RUU.2.3 Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.3.2. Bukti Fisik: Jawaban Pemerintah. disusun secara sistematis berdasarkan permasalahan dan pasal per pasal sesuai dengan sistematika RUU.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep DIM adalah memperbaiki hasil telaahan untuk menyempurnakan konsep DIM. Bukti Fisik: Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Menyempurnakan Konsep DIM (Angka Kredit 0.3. or g . catatan.l e ga lit a s.4 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyiapkan konsep DIM berdasarkan RUU yang berisi pertanyaan. catatan. atau permasalahan yang diidentifikasi oleh fraksi-fraksi DPR atau Pemerintah yang lazimnya berbentuk tabel. Menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Daftar Inventarisasi Masalah dimaksud adalah daftar yang memuat pertanyaan.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.3. 2.

06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang datang dari pemerintah yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa: 1) RUU. Bahan hukum primer. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM.4 Perancang Muda) Menyusun konsep jawaban DIM dimaksud adalah menyiapkan konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. Menelaah Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.45 Perancang Madya) Menelaah konsep jawaban DIM dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. dan 5) bahan hukum primer. or g .4.www. w w Bukti Fisik: Jawaban DIM. Bahan hukum tersier.3. 3) jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi. 2) keterangan pemerintah.a RUU yang datangnya dari Pemerintah. misalnya naskah akademis.2. 2. ga lit a s.3.l e 2. Menyempurnakan Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.4. sekunder. Menyiapkan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Menyiapkan jawaban atas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dimaksud adalah menyusun konsep jawaban DIM yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah mengenai materi RUU. atau permasalahan yang dimuat dalam jawaban DIM tersebut. Menyusun Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.5. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.1. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM 2.1. Mengikuti Sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/DPD 2.3. atau permasalahan yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah yang dimuat dalam DIM tersebut.3.4.3. catatan. 4) jawaban atas DIM.5.3. w .3. dan tersier.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep Jawaban DIM dimaksud adalah memperbaiki hasil telaahan Jawaban DIM untuk menyempurnakan konsep DIM. 2. legalitas.org 25 2.4. Bahan hukum sekunder. catatan. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0.

2. sekunder.1.5. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0. kecuali Peraturan Tata Tertib DPRD yang bersangkutan menentukan lain. or g . 2) keterangan DPR/DPD (fraksi/komisi/ Baleg). misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.2. memberikan saran.5. dan tersier. c.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa : 1) RUU.24 Perancang Utama) Pembahasan di tingkat Pansus dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.2. ga lit a s. Mengikuti Pembahasan Pembahasan dimaksud adalah salah satu proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/ DPD. ayat. Bahan hukum tersier. w w w 2. 3) jawaban DPR/DPD terhadap pemandangan umum dari Pemerintah. 4) jawaban atas DIM Pemerintah. . mempersiapkan jawaban. Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Kegiatan tersebut antara lain berupa: a. 5) bahan hukum primer.l e Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran).5. dan 6) hasil kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).org 26 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Tingkat PANSUS (Angka Kredit 0. b. mempersiapkan rumusan. Tingkat PANJA (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder.b RUU yang datangnya dari DPR/DPD.5.3. legalitas. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.3. Bahan hukum primer. 2. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.www.2. misalnya naskah akademis.18 Perancang Madya) Pembahasan di tingkat Panja dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).2.3.1. 2.3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.

Membuat Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.l e Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir/penjelasan umum).org 27 Kegiatan tersebut antara lain berupa: a. Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum.3.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timsin dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan dalam rangka sinkronisasi konsideran menimbang. batang tubuh dan penjelasan atau antar pasal. 2.3. w w w 2.5. Tingkat Tim Sinkronisasi (Angka Kredit 0.5. 2. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir). Merumuskan Hasil Sidang Pembahasan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan hasil sidang pembahasan peraturan perundangundangan dimaksud adalah penyusunan risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.www. b. mempersiapkan rumusan. mempersiapkan jawaban. memberikan saran.3. Tingkat Timus/Timcil (Angka Kredit 0. c.3. legalitas. or g . 2.3. ayat atau bagian RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). ga lit a s.2.4.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timus/Timcil dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan pasal-pasal atau ayat RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). .09 Perancang Muda) Membuat laporan hasil sidang dimaksud adalah menyusun hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.5.3.6. Bukti Fisik: Laporan hasil sidang pada pembicaraan tingkat I.2. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran).

09 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyusun konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.09 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki konsep risalah hasil pembahasan (hasil telaahan) RUU untuk mendapatkan naskah akhir risalah. legalitas. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.3. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.7.3.www. Bukti Fisik: Risalah pembahasan RUU.1. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan RUU. w w w .3. or g . Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan (hasil telaahan) RUU.2.7. 2.6.3.org 28 2. 2.13 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.6. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.7.1. Menyiapkan Sambutan Singkat Menteri (atas nama pemerintah ) dalam Sidang PANSUS Menyiapkan sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan singkat Menteri mengenai proses dan hasil pembahasan RUU yang disampaikan dalam sidang Pansus.2. 2.l e ga lit a s.3. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.26 Perancang Muda) Menyiapkan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah menyusun konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus. 2.3. Menyiapkan Konsep (Angka Kredit 0. 2.3. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus.6.

sekunder.3. misalnya naskah akademis. Menyiapkan Sambutan Menteri (atas nama Pemerintah) dalam Sidang Paripurna Menyiapkan sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah menyusun sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.www.4. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Bahan hukum tersier. or g .l e 2.26 Perancang Muda) Menyusun konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.undangan 2. Bahan hukum sekunder. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan singkat Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan singkat Menteri.7.8.1. w w Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri w . Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. baik berupa bahan hukum primer. legalitas. Bahan hukum primer.3.3. Bukti Fisik: Naskah sambutan singkat Menteri.1. Sub Unsur Pemberian Tanggapan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan Menteri.3.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. maupun tersier. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.8.4. Bukti Fisik: Naskah sambutan Menteri.3. ga lit a s.8.8.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan rancangan peraturan perundang-undangan yang dibuat. 2. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.2.3. 2. Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri.3. 2.org 29 2. 2.

f.Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah. b. misalnya. legalitas. Bukti Fisik: Konsep tanggapan rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. menyusun konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.2.4. e.2. Peraturan/ Keputusan Presiden. 2.2.org 30 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. Peraturan Pemerintah. dan Undang-Undang. w w w . b. or g . konsepsi yang dimuat di dalam rancangan tersebut. teknik penyusunan peraturan perundang-undangan.www. 2.l e ga lit a s. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.4. misalnya.1. c. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.4 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II: menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. 2.4. misalnya. Menyusun Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah tanggapan terhadap: a. harmonisasi rancangan dengan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan materi muatan rancangan tersebut.2. kewenangan pembentuk rancangan tersebut.13 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I: a. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. materi muatan yang dimuat di dalam rancangan tersebut. d. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. landasan formal dan materiil konstitusional. menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.

3. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Peraturan Pemerintah. w w Bukti Fisik: Konsep telaahan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. 2. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w . Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2. 2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. misalnya. menelaah konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.5 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan III: Menyusun tanggapan rancangan peraturan perundangundangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.4. pembebanan kepada masyarakat.2.4. 2. misalnya. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Undang-Undang. Rancangan Undang-Undang. pemberian sanksi pidana.18 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I: a. dan Rancangan Peraturan Daerah. menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. or g . Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri.www.4.1.org 31 2.4.3. b.39 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Menelaah Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundangundangan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan.3. Peraturan/ Keputusan Presiden.3. misalnya. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. dan Rancangan Peraturan Daerah. legalitas.

4.3.4.org 32 2. 2. misalnya. pemberian sanksi pidana.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah. or g . Peraturan Pemerintah.4. Rancangan Undang-Undang. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.3.21 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.1.2. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Undang-Undang. dan Rancangan Peraturan Daerah. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. w . dan Rancangan Peraturan Daerah. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.13 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan I: a. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.4. judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. menyempurnakan konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. misalnya. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.4. w w Bukti Fisik: Naskah tanggapan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Peraturan/Keputusan Presiden. misalnya. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan.www. 2.4. menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. misalnya. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pembebanan kepada masyarakat. legalitas. b.4. 2.

UNSUR PENYUSUNAN INSTRUMEN HUKUM (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) Instrumen hukum dimaksud adalah alat untuk menegakkan hukum yang terdiri atas jenis peraturan perundang-undangan dan jenis bukan peraturan perundang-undangan. Gubernur BI. yaitu: a. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepmendagri Nomor 133 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Agraria Provinsi dan Kantor Agraria kabupaten/kotamadya merupakan jenis instruksi yang memuat atau berbentuk aturan kebijakan karena instruksi tersebut mengandung ketentuan yang bersifat umum. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. 3.4. dan lain-lain. berlaku bagi jajaran administrasi negara di bawah pembuat instruksi. dan Rancangan Peraturan Daerah. misalnya. 3.www. c. Instruksi dimaksud adalah suatu bentuk keputusan yang bersifat hierarkhis. Instruksi Pimpinan Departemen/LPND. Yang dimaksud dengan aturan kebijakan adalah keputusan yang dibuat oleh pejabat/instansi pemerintah berdasarkan kewenangan diskresi yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan. instruksi. Panglima TNI. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Undang-Undang. legalitas. Rancangan dan Rancangan Peraturan Daerah.l e ga lit a s.4. b. surat edaran. Rancangan Undang-Undang. pemberian sanksi pidana. Pimpinan Lembaga Negara. Sub Unsur Penyusunan Instruksi Presiden. Dari isinya.27 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.3. w w w . instruksi ada yang dapat digolongkan sebagai aturan kebijakan dan ada yang bukan. Instruksi mengenai kebijakan konkret tertentu yang bersifat khusus (misalnya. or g . yang isinya sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi pejabat/instansi pemerintah.org 33 2. namun aturan kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance). Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Instrumen hukum yang bukan peraturan perundangundangan termasuk di dalamnya aturan kebijakan yang berisi ketentuan yang mengikat keluar. Lembaga Negara Non Pemerintah.1. Contoh. pembebanan kepada masyarakat. Kejaksaan Agung. Instruksi akan menjadi aturan kebijakan kalau disertai dengan ketentuan yang bersifat umum. Kepolisian Republik Indonesia. penugasan atau perintah untuk mewakili pimpinan atau penugasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu) tidak dapat dimasukkan sebagai aturan kebijakan. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

2.26 Perancang Muda) Menelaah konsep surat edaran dimaksud adalah mengkaji surat edaran yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama.2. legalitas.1. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian izin praktek notaris. w w w . 3. Termasuk dalam kategori surat edaran adalah surat pemberian izin untuk dapat melaksanakan kegiatan tertentu. dan Keputusan Menteri Kehutanan tentang pemberian hak pengusahaan hutan.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep instruksi dimaksud adalah menyiapkan konsep awal instruksi dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat-syarat aturan kebijakan.26 Perancang Muda) Menelaah konsep instruksi dimaksud adalah mengkaji dan menganalisis konsep instruksi yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama. Menelaah Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. Sub Unsur Penyusunan Surat Edaran Surat edaran dimaksud adalah surat yang ditujukan kepada berbagai pihak/pejabat yang terkait yang isinya digolongkan sebagai aturan kebijakan yang memuat petunjuk dan/ atau penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu kebijakan yang menjadi tanggung jawab pihak/pejabat yang bersangkutan.2. Bukti Fisik: Konsep telaahan surat edaran.org 34 3. Bukti Fisik: Konsep surat edaran.2.1.1. or g . s.www.3.2. Menyusun Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Instruksi (Angka Kredit 0.l e ga lit a Bukti Fisik: Naskah instruksi.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep instruksi dimaksud adalah memperbaiki konsep instruksi yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah instruksi.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep surat edaran dimaksud adalah menyiapkan konsep awal surat edaran dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat aturan kebijakan. Menyusun Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. misalnya.1. 3. Menelaah Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. 3.1. Bukti Fisik: Konsep telaahan instruksi. 3. Bukti Fisik: Konsep instruksi. 3.

letter of intents. atau subjek hukum inernasional lainnya. w w w . nota kesepahaman (memorandum of understanding).3.2. Melakukan Persiapan Penyusunan Naskah Perjanjian Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah perjanjian internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. organisasi internasional. 3. legalitas. Langkah-langkah membuat perjanjian internasional. Bentuk perjanjian internasional.2.l e ga lit a s. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep surat edaran dimaksud adalah memperbaiki konsep surat edaran yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah surat edaran. 3.1. b. dan posisi Indonesia. posisi Indonesia. treaty. konvensi internasional. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. menganalisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.1. d. penjajagan. antara lain. penerimaan. perundingan. saran.3. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.org 35 3. Bukti Fisik: Naskah surat edaran.www. 3. Sub Unsur Penyusunan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional dimaksud adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara. dan e.1.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang penyusunan perjanjian internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. c. serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik.1. Langkah-langkah tersebut dimulai dengan menyusun latar belakang permasalahan. perumusan naskah. meliputi: a. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. or g . saran. 3.3.3. Menelaah Usul dari Unit Teknis tentang Penyusunan Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. penandatanganan.3. persetujuan (agreement).

Bahan hukum primer.1. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.3. posisi Indonesia.3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. w w w 3.2. ayat. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.2. or g . Bahan hukum tersier. Bukti Fisik: Naskah dasar perjanjian internasional.l e Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. misalnya naskah akademis.www.2. sekunder.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan.1. . atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. 3. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.1. atau pasal. 3. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.3.3. legalitas. Bahan hukum sekunder. Menyusun Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. ga lit a s.2.1.org 36 3. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi perjanjian.2. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar perjanjian internasional ke dalam suatu naskah perjanjian. maupun tersier.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. Menyusun Naskah Perjanjian Internasional Menyusun Naskah Perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan perjanjian internasional.

www.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. w . or g .3. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (naskah akhir).3.3.3. 3. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar perjanjian dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani.3. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (hasil telaahan). 3. legalitas. 3. 3.3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan (hasil telaahan).75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format perjanjian internasional serta obyek yang diperjanjikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat perjanjian tersebut. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.org 37 3.l e ga lit a s. w w Bukti Fisik: Konsep tanggapan.2.1.2. Memberikan Tanggapan terhadap Counter Draft Perjanjian Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan perjanjian internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat perjanjian dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan. Menyempurnakan Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.2.3.2. Menelaah Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.3.

3. Menyusun Naskah Akhir Perjanjian Internasional (Angka Kredit 1. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3. Melakukan Persiapan dalam rangka penyusunan Naskah Persetujuan Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah persetujuan internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. w .4.4. Membahas Naskah Perjanjian Internasional Membahas naskah perjanjian dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan perjanjian dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak yang akan dituangkan ke dalam satu naskah perjanjian akhir (final) setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir perjanjian dimaksud adalah menyiapkan naskah perjanjian berdasarkan hasil pembahasan. 3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.3.4.l e ga lit a s.3.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan perjanjian yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir). 3.4. Sub Unsur Penyusunan Persetujuan Internasional Persetujuan Internasional dimaksud adalah salah satu bentuk perjanjian internasional.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat perjanjian dalam rangka penyusunan naskah perjanjian. w w Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).4. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.3.3. 3.4. baik dari sudut substantif maupun redaksional untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. 3.2. legalitas. 3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.1.3. Bukti Fisik: Naskah akhir perjanjian internasional. 3. or g .3.org 38 3.www.1.

2. atau pasal.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang persetujuan internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.2. 3. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi persetujuan.4. Bahan hukum tersier. posisi Indonesia. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. maupun tersier.1. legalitas. peraturan perundang-undangan yang berlaku. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. ga lit a s. 3. Bahan hukum sekunder. . Menelaah Usul dari Unit Teknis (Angka Kredit 0. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.1.4. or g . misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1. w w w 3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.2. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.1.2. saran. ayat.1. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. posisi Indonesia. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul.1.4.4.org 39 3.l e Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.www.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. misalnya naskah akademis. sekunder. Bahan hukum primer.

4.3.4. Menyusun Naskah Persetujuan Internasional Menyusun Naskah Persetujuan dimaksud adalah merumuskan rancangan persetujuan internasional. . Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Persetujuan Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan persetujuan internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat persetujuan dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan. Bukti Fisik: Naskah dasar telaahan).org 40 3.1. Menyempurnakan Naskah Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. legalitas. Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional.4. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. w w w Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional (naskah akhir). 3.4.www.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar persetujuan internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar persetujuan internasional ke dalam suatu naskah persetujuan.3.1.3.4.2. persetujuan internasional (hasil 3.4.2.2.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar persetujuan dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar persetujuan yang akan ditandatangani. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. 3.2. 3. or g .l e ga 3.2.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar persetujuan dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian yang akan ditandatangani. Menelaah Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. lit a s.

3. or g . Bukti Fisik: Naskah tanggapan.4. Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. w .4. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. baik dari sudut substantif maupun redaksional.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat persetujuan dalam rangka penyusunan naskah persetujuan. Membahas Naskah Persetujuan Membahas naskah persetujuan dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan persetujuan dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap substansi/isi persetujuan yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) persetujuan setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.3.4. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.1.9.org 41 3.2.4.l e ga lit a s. 3. legalitas.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format persetujuan internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat persetujuan tersebut. 3.3.4.4.4. w w Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).4.3. Bukti Fisik : Konsep tanggapan counter draft. Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan persetujuan yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. 3.2.www. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.

or g .5.5. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.4.5. 3.2.1. 3.l e ga lit a s. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. posisi Indonesia. peraturan perundang-undangan yang berlaku. sekunder.5.2. 3. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan. saran.1. 3.www. Menyempurnakan Naskah Akhir Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. w w w .org 42 3.135 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah akhir persetujuan dimaksud adalah menyiapkan naskah persetujuan berdasarkan hasil pembahasan. legalitas.4.1. Bukti Fisik: Naskah persetujuan internasional.1.3. maupun tersier.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak baik data lapangan maupun data kepustakaan. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. Sub Unsur Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Kontrak internasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah asing.1.1.5. Pemerintah Republik Indonesia dengan lembaga internasional) yang bersifat keperdataan. 3. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan penyusunan Rancangan Kontrak Internasional sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. Data keputustakaan adalah berupa bahan hukum primer.

3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.2. misalnya naskah akademis.l e ga Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.5.www. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Menyusun Naskah Kontrak Internasional Menyusun Naskah kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan kontrak internasional. w w 3. 3. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. lit a s. 3.org 43 Bahan hukum primer. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak internasional. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak internasional.5.2.1.2.2.5. w . Bahan hukum sekunder.2. Bahan hukum tersier. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. posisi Indonesia. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. or g . legalitas.5.1.2.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak internasional ke dalam suatu naskah.

45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.2. or g .75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/LPND yang membuat kontrak tersebut.3. w w 3.3. 3. Bukti Fisik : Naskah kontrak internasional.5. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. 3. w .3.2. pertimbangan. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah tanggapan counter draft.3.org 44 3.5.www.5. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.l e ga lit a s.5.3. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. 3.5. legalitas. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. pasal-pasal yang berisi materi kontrak yang termasuk didalamnya pengecualian dan pilihan hukum apabila terjadi sengketa.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Kontrak Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak internasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak (negara asing/lembaga internasional) yang membuat kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/LPND) yang merupakan rancangan sandingan.3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. baik dari sudut substantif maupun redaksional.1. Yang dimaksud dengan format adalah sistematika dari suatu kontrak yang berisi antara lain pendahuluan.

l e ga lit a Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. 3. or g . Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.2. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. legalitas. w . w w 3. Membahas Rancangan Kontrak Internasional Membahas rancangan kontrak internasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi kontrak yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) kontrak setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.3. 3.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak internasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak internasional berdasarkan hasil pembahasan. satu instansi dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah pusat.www. Sub Unsur Penyusunan Kontrak Nasional Kontrak nasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (instansi Pemerintah di pusat dengan instansi Pemerintah di pusat lain.).4.4.5. dsb.4. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak nasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan antara: a. Bukti Fisik: Naskah kontrak internasional. instansi Pemerintah pusat dengan daerah.5. b. atau c.6.4. atau instansi Pemerintah di pusat dengan lembaga swasta) yang bersifat keperdataan. 3.6.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak.1. instansi Pemerintah pusat dengan swasta (LSM. s. 3.org 45 3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.5. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Internasional (Angka Kredit 1. badan hukum privat.5.1.

2. baik data lapangan maupun data kepustakaan. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. or g . Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal.www. 3.1. maupun tersier. legalitas.6. Bahan hukum primer. Bahan hukum tersier. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. sekunder. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan.4 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.36 Perancang Muda) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak nasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.2. misalnya naskah akademis. Bahan hukum sekunder. w w 3.6. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.6.org 46 3. peraturan perundang-undangan yang berlaku.2. dan materi yang akan dimuat dalam kontrak tersebut. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.1. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. w .l e ga lit a s.2.06 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak.1.1. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.6.1. 3.1. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer.

2.50 Perancang Muda) Menelaah naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak nasional.3. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.l e ga Bukti Fisik : Naskah kontrak nasional. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.2. dimaksud adalah 3. legalitas. 3.3.6.6.2. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak nasional. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.35 Perancang Pertama) Menyusun naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak nasional ke dalam suatu naskah. 3. 3.18 Perancang Muda) Menyempurnakan naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani. lit a s.6. Menyusun Naskah Kontrak Nasional Menyusun naskah kontrak nasional merumuskan rancangan kontrak nasional.3. 3. or g . Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.2. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Naskah Kontrak Nasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak nasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak yang membuat kontrak dengan departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang merupakan rancangan sandingan.6. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. 3.6. Bukti Fisik : Konsep hasil telaahan tanggapan counter draft.org 47 3.30 Perancang Pertama) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak nasional.2.www.3.1.6. w w w .6.1.40 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak nasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat kontrak tersebut.2.

w w Bukti Fisik : Laporan hasil pembahasan (notula rapat). Membahas Naskah Kontrak Nasional Membahas Naskah Kontrak Nasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan. or g Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. 3. . Sub Unsur Penyusunan Gugatan Gugatan dimaksud adalah tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara untuk mendapat putusan.135 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak nasional.6.3.6.org 48 3.1.www. Bukti Fisik: Naskah kontrak nasional.4. 3.6.3.3.2. 3.6.4. baik dari segi materi maupun redaksional.4. Termasuk sebagai gugatan adalah “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi dan “permohonan” pengujian peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang yang diajukan kepada Mahkamah Agung sesuai dengan kompetensinya. legalitas. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Nasional (Angka Kredit 1. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.4.05 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak nasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak nasional berdasarkan hasil pembahasan.6. ga lit a s.7. w . Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap counter draft.12 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.l e 3.75 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak nasional yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. 3. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Termasuk pula sengketa yang diselesaikan melalui arbitrase dan lembaga Alternative Dispute Resolution (ADR).

b. Apabila PT “A” dalam membangun gedung melakukan ingkar janji (wanprestasi). pekerjaan. legalitas. nama lengkap. maka Panitia atas nama instansi pemerintah tersebut dapat menggugat PT “A” ke pengadilan negeri yang wilayah kerjanya meliputi alamat PT “A” tersebut. DPD dapat mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. dan tempat tinggal penggugat/pemohon dan tergugat. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan UU No. or g 2) Gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau (publiekrechtelijk): ketatanegaraan . dan c. Dalam pembuatan naskah gugatan tersebut akan melibatkan para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan Tata Usaha Negara maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan pembelaan terhadap kebijakan Menteri tersebut.l e ga lit a s. w w w . Contoh: 1) Gugatan yang bersifat keperdataan (privaatrechtelijk): Suatu instansi pemerintah membentuk panitia pembangunan gedungnya kemudian mengadakan perjanjian (kontrak) dengan pemborong/kontraktor (PT. 3) Permohonan Pengujian (judicial review) Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar kepada Mahkamah Konstitusi: Misalnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dilibatkan dalam proses pembahasan suatu RUU yang materinya berkaitan dengan otonomi daerah. maka para Perancang Peraturan Perundang-undangan Departemen Penerangan akan dilibatkan dalam pembuatan pembelaan terhadap produk hukum yang digugat tersebut. 4) Permohonan Pengujian (judicial review) peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang kepada Mahkamah Agung: Jika Keputusan Menteri Penerangan yang bermuatan materi suatu perizinan penerbitan diuji oleh Mahkamah Agung atas permohonan suatu penerbitan yang dicabut izinnya oleh Menteri Penerangan.www. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UU No. “A”). Dalam hal ini para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD akan dilibatkan dalam pembuatan “permohonan” tersebut. 9 Tahun 2004). yang sekurang-kurangnya berisi: a. Dalam hal ini. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. hal-hal yang dituntut agar mendapat putusan (petitum). peristiwa yang dijadikan dasar gugatan dengan disertai bukti tertulis (fundamentum petendi). 1 Tahun 1995 jo UU No.org 49 Gugatan terdiri atas gugatan yang bersifat keperdataan atau perseorangan/badan hukum perdata (privaatrechtelijk) dan gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau ketatanegaraan/kelembagaan (publiekrechtelijk).

pasal. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. or g . 3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan. maupun tersier. 3. 2) kasus yang bersifat ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. 3. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. baik data lapangan maupun data kepustakaan.3.l e ga lit a s.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang ditelaah.7. Bahan hukum tersier.18 Perancang Muda) Kasus adalah sengketa hak yang bersifat keperdataan dan ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. legalitas. Bahan hukum sekunder. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. sekunder. Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara dari sudut sosiologis dan yuridis: 1) kasus yang bersifat keperdataan.1. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0.org 50 3. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.1 Melakukan Persiapan Dalam Rangka Menyusun Naskah Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas dalam rangka penyusunan naskah gugatan.1.www.1.7. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. Bukti Fisik: Naskah telaahan kasus. misalnya naskah akademis.7.2.7. w w w .1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Bahan hukum primer. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.

2. dan putusan yang diminta (petitum). 3. dan putusan yang diminta (petitum). kedudukan para pihak (legal standing).7.7.7.4.3. dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. Menyusun Gugatan Menyusun gugatan dimaksud adalah membuat kerangka. 3. 3.3. legalitas. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan kerangka gugatan.org 51 3.44 Perancang Muda) Menyusun kerangka gugatan dimaksud adalah membuat kerangka gugatan yang berisi fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). Menyempurnakan Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri secara fisik dalam sidang perkara yang digugat di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.2. or g . Bukti Fisik : Naskah penyempurnaan kerangka gugatan. Bukti Fisik : Laporan tertulis proses dan hasil sidang pada setiap tingkat persidangan untuk setiap perkara. menelaah dan menyempurnakan kerangka gugatan. Menyusun Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Konsep kerangka gugatan.7. w w w .1.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka gugatan.l e ga lit a s. 3.2. Menelaah Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka gugatan dimaksud adalah mengkaji kerangka gugatan yang terdiri atas fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).www.2.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah membuat laporan hasil sidang perkara yang digugat.2.7. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. kedudukan para pihak (legal standing). 3.7.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. badan hukum privat. Termasuk dalam pengertian Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis atas “keberatan” yang diajukan oleh suatu Pemerintah Daerah kepada Departemen Dalam Negeri terhadap pembatalan suatu Perda atau Peraturan/Keputusan Kepala Daerah. bertindak untuk dan atas nama Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian pasal-pasal tertentu dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Nomor 072/PUU-II/2004. Iskandar Sonhaji. Advokat-advokat: Dr. Termasuk jawaban gugatan adalah keterangan tertulis yang disampaikan oleh pemerintah terhadap “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. LLM. legalitas. Sub Unsur Penyusunan Jawaban Gugatan Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis yang dibuat oleh suatu instansi yang digugat (tergugat) oleh instansi lain. Bambang Widjojanto. Contoh: 1. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan TUN maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan jawaban gugatan. S.8.. Dalam hal ini.H. S. Misal. S.l e ga lit a s. maka Presiden dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor B-20/Seskab/1/2005 untuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Dalam Negeri menyiapkan Keterangan Pemerintah atas Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas jo UndangUndang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004).H. 2. Abdul Ficar Hajar. S.H. Penyiapan Keterangan Pemerintah terhadap permohonan pengujian (judicial review) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi. maka Perancang yang berada di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri dilibatkan dalam pembuatan Keterangan Pemerintah tersebut. T.. yang berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 2 Desember 2004. 3. or g .org 52 3. Mulya Lubis. LLM. w w w . Suatu instansi pemerintah digugat oleh PT “A” secara perdata karena proyek pembayaran pembangunan gedungnya tersendat-sendat sehingga merugikan PT “A”. Dalam menyiapkan Keterangan Pemerintah ini. atau perorangan (penggugat) dalam kasus yang bersifat keperdataan atau ketatanegaraan/ketatausahanegaraan. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam kegiataan tersebut.www..H. Dalam rangka fasilitasi dan koordinasi perancangan Peraturan Daerah. Berkaitan dengan pengujian undang-undang tersebut. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di instansi tersebut dapat dilibatkan dalam pembuatan jawaban gugatan.

2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. w w Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.org 53 4.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang menjadi perkara yang ditelaah. 3. B pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) karena izin HPH yang belum habis masa berlakunya sudah dicabut oleh Departemen Kehutanan.1. Departemen Kehutanan digugat oleh PT.1.1. baik data lapangan maupun data kepustakaan. w . Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kehutanan akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan. perkara yang bersifat keperdataan.l e ga lit a s.8. 3. 3. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Bahan hukum primer. maupun tersier. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0.8.www.8. 5. antara lain hasil wawancara pihak yang terkait. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Departemen Dalam Negeri digugat dalam bentuk “keberatan” oleh salah satu Pemerintah Daerah yang Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Keputusan Gubernurnya dibatalkan oleh Departemen Dalam Negeri. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Konsep Jawaban Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkah-langkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan konsep jawaban gugatan.18 Perancang Muda) Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara yang digugat oleh penggugat baik dari sudut sosiologis maupun yuridis serta materi yang menjadi pokok perkara terhadap : 1. Bukti Fisik: Laporan telaahan kasus jawaban gugatan. or g . Data lapangan adalah berupa. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan dalam bentuk “jawaban keberatan”. misalnya naskah akademis.1. sekunder. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. perkara yang bersifat ketatausahaan atau ketatausahanegaraan. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. Bahan hukum tersier. pasal. legalitas. Bahan hukum sekunder. 2.

w w Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan kerangka jawaban gugatan. Menyusun Jawaban Gugatan Menyusun jawaban gugatan dimaksud adalah membuat. 3. 3. Bukti Fisik : Naskah jawaban gugatan.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kajian terhadap konsep kerangka jawaban gugatan yang berkaitan dengan fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). Menyempurnakan Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.8. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka jawaban gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka jawaban gugatan.2. or g .44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan untuk membuat jawaban gugatan. Menyusun Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.org 54 3.l e Bukti Fisik: Konsep kerangka jawaban gugatan.2. 3. kedudukan para pihak (legal standing). Bukti Fisik: Laporan hasil analisis data.22 Perancang Muda) Menyusun kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kerangka jawaban gugatan yang berisi materi tentang hak dan kewajiban yang disengketakan (perkara perdata). menelaah dan menyempurnakan kerangka jawaban gugatan.8. kerangka jawaban gugatan berisi alasan hukum yang berkaitan dengan kewenangan dan isi keputusan pejabat Tata Usaha Negara.www.3. ga lit a s. dan putusan yang diminta (petitum) yang diajukan oleh pemohon.2. w . 3.1.3.1.2.2. Menelaah Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. legalitas. Sedangkan kerangka jawaban gugatan yang berupa permohonan pengujian UU terhadap UUD berisi halhal yang berkaitan dengan prosedur (formil) pembentukan UU dan materi (materil) atau isi UU.8. Untuk perkara yang bersifat ketatausahanegaraan.8.8.

Mengumpulkan Bahan (Angka kredit 0. Bahan hukum primer. hak dan kewajiban.8. Akta dalam konteks ini bukan akta notaris dan bukan akta di bawah tangan. 3. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Akta Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan akta. Sub Unsur Penyusunan Akta Akta adalah surat tanda bukti berisi pernyataan resmi (keterangan. disaksikan dan disahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang. or g .3. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Laporan tertulis hasil sidang pada setiap tingkatan persidangan untuk setiap kali mengikuti sidang.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri sidang secara fisik di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi.8. keputusan.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah setiap kali mengikuti sidang membuat laporan hasil jawaban gugatan.54 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta.1. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. 3. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. dsb) yang dibuat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.1.2.9. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. 3. sekunder. peraturan perundangundangan dan rancangannya. legalitas.www.org 55 3.1.1.9. dan tersier. 3. misalnya. 3.9.l e ga lit a s. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.9. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. w w w .4. Contoh : Akta Jual beli yang dibuat oleh para pihak yang konsepnya dibuat oleh para Perancang Peraturan Perundang-undangan. pengakuan.

ga lit a s. Menyusun Konsep Akta Menyusun konsep akta dimaksud adalah menyusun kerangka dasar akta dan berbagai macam kegiatan tindak lanjutnya untuk menghasilkan konsep akta. legalitas. 3. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. Merekam Hasil Perundingan (Angka Kredit 0.9.9.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. sekunder.1. w .3.39 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta.org 56 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.09 Perancang Muda) Melakukan perundingan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat akta dalam rangka persiapan penyusunan akta.2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. dan tersier.9.9. misalnya naskah akademis. pasal.5.9.4.www.1.2. or g . 3. w w Bukti Fisik: Laporan hasil perundingan. 3. Bahan hukum primer.39 Perancang Madya) Merumuskan hasil perundingan dimaksud adalah penyusunan hasil perundingan antara para pihak dalam proses persiapan pembuatan akta. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta.9. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder. 3. Bahan hukum tersier.1.2. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. Melakukan Perundingan (Angka Kredit 0.09 Perancang Pertama) Merekam hasil perundingan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembicaraan pihak-pihak dalam perundingan. 3.1.l e 3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. ayat.2. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Notulen (Notulen hasil perundingan). Merumuskan Hasil Perundingan (Angka Kredit 0.

Menelaah konsep akta dimaksud adalah mengkaji konsep akta hasil pengintegrasian (pengharmonisasian) konsep yang berkaitan dengan materi dan kepentingan para pihak.18 Perancang Madya).2.9. Memadukan (mengintegrasikan) Konsep (Angka Kredit 0. Memadukan (mengintergrasikan) konsep dimaksud adalah mengharmoniskan dan menyerasikan materi yang dimuat dalam akta dan kepentingan para pihak yang dituangkan dalam konsep.org 57 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.l e Bukti Fisik: Konsep hasil pembahasan akta. Bukti Fisik: Konsep akta hasil integrasi. Membahas Konsep Akta (Angka Kredit 0. Membahas konsep akta dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak dalam rangka pembuatan akta.2. b. 3. ayat.9. legalitas. 3.09 Perancang Muda).www. mengolah bahan.3. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung.2. membahas konsep akta.09 Perancang Pertama) Mengolah bahan dimaksud adalah menganalisis bahan dalam rangka penyusunan konsep akta. 3.2. memadukan (mengintegrasikan) konsep.3.3. Bukti Fisik: Konsep yang berisi pengolahan terhadap bahan penyusunan konsep akta. menelaah konsep akta.3. or g .9. 3. Mengolah Bahan (Angka Kredit 0. c. d.3.4. Menelaah konsep akta (Angka Kredit 0.2. Merancang Konsep Akta Merancang konsep akta dimaksud adalah menyusun konsep awal akta yang meliputi : a.2. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan konsep akta.9. ga lit a s.3. pasal.75 Perancang Muda). w .9. w w 3.1. e menyempurnakan konsep akta.

www. legalitas.org
58 3.9.2.3.5. Menyempurnakan konsep akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki naskah konsep akta hasil telaahan. Bukti Fisik: Naskah konsep akta. 3.9.3. Memberikan Tanggapan Memberikan tanggapan dimaksud adalah memberikan tanggapan terhadap naskah hasil penyempurnaan konsep akta baik yang berkaitan dengan substansinya maupun keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.9.3.1. Menyusun Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,3 Perancang Pertama) Menyusun konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap akta hasil penyempurnaan konsep akta.

3.9.3.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan akta dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan baik dari segi substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap akta. 3.10. Sub Unsur Penyusunan Legal Opinion Legal Opinion adalah tanggapan hukum secara tertulis yang diberikan kepada suatu instansi, badan hukum privat, ataupun perorangan terhadap suatu perbuatan, peristiwa, atau kasus hukum. Permintaan untuk mendapatkan suatu legal opinion (pendapat hukum) harus disampaikan dalam bentuk tertulis kepada instansi yang dimintakan pendapat hukum tersebut. Termasuk dalam kategori legal opinion adalah fatwa dan keterangan ahli.

w

w

Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan tanggapan akta.

w

.l e

3.9.3.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0,4 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan keinginan para pihak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ga

lit a

s.

or g

Bukti Fisik: Konsep tanggapan akta.

www. legalitas.org
59 Contoh: Suatu instansi pemerintah diminta pendapat hukumnya oleh seorang WNI Keturunan Cina yang beragama/berkepercayaan Konghucu, dengan pertanyaan apakah Konghucu termasuk suatu agama atau bukan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut akan dilibatkan dalam pembuatan legal opinion tersebut. 3.10.1. Menyusun Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,30 Perancang Pertama). Menyusun konsep legal opinion dimaksud adalah membuat konsep terhadap legal opinion yang berisi : a. pendapat hukum terhadap materi (filosofis, sosiologis, dan yuridis); b. kewenangan/kelembagaan; c. status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep legal opinion. 3.10.2. Menelaah Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,39 Perancang Muda). Menelaah konsep legal opinion dimaksud adalah mengkaji konsep legal opinion dari berbagai macam aspek yang meliputi: pendapat hukum terhadap materi, kewenangan/ kelembagaan, dan status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan terhadap legal opinion. 3.10.3. Menyempurnakan Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,36 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep legal opinion dimaksud adalah memperbaiki konsep legal opinion baik dari sudut substanstif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah legal opinion. 4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI (SEMUA JENJANG JABATAN) Pengembangan Profesi dimaksud adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan, atau pentransformasian/ penyampaian pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan yang dituangkan dalam bentuk karya tulis di bidang hukum. Kegiatan tersebut dapat berbentuk penelitian, pengkajian (pengujian), hukum dan evaluasi di bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk karya tulis. Demikian pula kegiatan penerjemahan atau penyaduran buku dan bahan-bahan hukum lainnya merupakan bagian dari pengembangan profesi Perancang Peraturan perundang-undangan. Penilaian Umum: Pemberian Angka Kredit didasarkan pada Pasal 12 Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.PAN/12/2000 sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama; dan b. 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu; serta jumlah penulis pembantu dibatasi sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
60 4.1. Sub Unsur Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum dimaksud adalah melakukan kegiatan di bidang karya cipta yang berbentuk karya tulis baik yang bersifat ilmiah maupun tidak ilmiah yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan, baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.1.1. Hasil penelitian, pengujian, survei dan evaluasi di bidang hukum yang dipublikasikan Hasil penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum dimaksud adalah hasil kegiatan penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum baik yang bersifat penelitian lapangan (field research) atau penelitian kepustakaan (library research) yang dituangkan dalam suatu buku, makalah, artikel atau opini yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri, sepanjang dapat dibuktikan secara otentik bahwa hasil tersebut merupakan karya seorang Perancang Peraturan Perundangundangan. 4.1.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 12,50 Semua Jenjang) Penerbitan dan pengedaran kepada khalayak luas dimaksud adalah penerbitan yang dilakukan baik oleh pengarangnya sendiri atau suatu badan usaha penerbitan yang diedarkan baik bersifat komersial maupun non komersial. Khalayak luas dimaksud adalah kelompok masyarakat (misalnya: perpustakaan, sekolah/ perguruan tinggi, RT/RW, kelurahan, dsb.) yang telah menerima buku tersebut yang diterbitkan secara non komersial yang dicetak minimal 500 (lima ratus) eksemplar, dan jumlah halaman buku minimal 20 lembar dengan alat bukti tanda terima. Bukti Fisik: Karya tulis diterbitkan.

w

w

w

.l e

ga

dalam

lit a

s.
bentuk

or g

buku

yang

sudah

4.1.1.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 6 Semua Jenjang) Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI dimaksud adalah majalah yang diterbitkan dan dipublikasikan tersebut terdaftar sesuai dengan penomoran yang ada di LIPI. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.

1. Tidak dipublikasikan dimaksud adalah hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri (lingkungan terbatas). or g .www.1. Bukti Fisik: Karya dalam buku yang telah diterbitkan dan diedarkan. 4. yang bukan untuk khalayak luas.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 4 Semua jenjang ) Majalah Ilmiah adalah majalah yang diakui LIPI dengan kode ISSN (International Scientific Serial Number) yang berisi karya tulis yang bersifat ilmiah baik dari hasil penelitian maupun gagasan yang dituangkan dalam bentuk artikel.1.2. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.3. 4. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah yang dituangkan dalam bentuk buku atau makalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku.org 61 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah dalam bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat dalam majalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang dipublikasikan.1.2.1. w w w .l e ga lit a s.2.3.1. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 8 Semua Jenjang ) Bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas dimaksud adalah buku yang diterbitkan atas gagasan sendiri yang diedarkan kepada khalayak luas baik yang bersifat komersial maupun non komersial. legalitas.1.

50 Semua jenjang) Bukti Fisik: Karya dalam bentuk makalah.50 Semua Jenjang) Prasaran berupa tinjauan.www.1. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran dan majalah yang memuat terjemahan/saduran yang diakui oleh LIPI. Termasuk prasaran adalah pemberian keterangan ahli di muka sidang pengadilan. atau ulasan ilmiah dalam bentuk naskah dimaksud adalah naskah dalam bentuk makalah/artikel yang bersifat ilmiah di bidang hukum yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (misalnya: seminar.2. 4. gagasan. dan sosialisasi). w .2. Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3. Sub Unsur Menerjemahkan/Menyadur Buku dan Bahan-Bahan Lain di Bidang Hukum Menerjemahkan adalah menyalin suatu buku atau bahan hukum lainnya dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Menyadur adalah menggubah secara bebas suatu buku atau bahan hukum lainnya tanpa merusak garis besar isi buku atau bahan hukum tersebut.2.l e .2. simposium. 4.1.5 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 3. legalitas.2.3. lokakarya. Bukti Fisik: Naskah (makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta).4. Terjemahan/saduran dipublikasikan ga lit a dalam s. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khayalak luas (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 7 diberikan untuk setiap buku terjemahan/saduran yang diterbitkan. or g bidang hukum yang 4. atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah (Angka Kredit 2.1. 4. w w Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas.5 diberikan untuk setiap majalah terjemahan/saduran yang diterbitkan.1.org 62 4. gagasan.1. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 4.1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka kredit 3.2.

memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. f. b. Pendukung/Penunjang kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah semua kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan. mengajar. praktek membuat suatu peraturan perundang-undangan) baik di lingkungan pendidikan formal (perguruan tinggi/akademi) maupun non formal atau luar sekolah (kursus yang diselenggarakan yayasan/swasta. berperan serta dalam penyuluhan hukum. B.5 Semua Jenjang) Dalam bentuk majalah dimaksud adalah majalah yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. Terjemahan/saduran dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan 4.2. w w w . Melatih/membimbing adalah memberikan pelatihan atau bimbingan terhadap suatu praktek dalam bidang hukum tertentu (misalnya: praktek beracara. h. Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dalam bentuk kursus. UNSUR PENUNJANG 1. yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dsb. dan wawasan Perancang Peraturan Perundang-undangan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk: a. or g B.1. dsb.1.org 63 4.2. Dalam bentuk majalah (Angka Kredit 1. menjadi anggota keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan.2. d. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah dan pendidikan latihan pegawai. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional (Perancang/Peneliti/ Dokumentaris. UNSUR PENDUKUNG KEGIATAN KEGIATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERANCANG .2.). c. Sub Unsur Mengajar.) baik dalam diklat fungsional maupun diklat penjenjangan.l e ga lit a s. menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional. g.2. memperoleh tanda penghargaan/tanda jasa. dan/atau Membimbing Pada Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Latihan Pegawai Mengajar adalah kegiatan dalam proses belajar-mengajar baik dalam pendidikan formal di bidang hukum di lingkungan perguruan tinggi/akademi. i. 4. legalitas. mengikuti seminar/lokakarya. pelatihan. dsb. menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan. keahlian. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran. Melatih. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan.2. menjadi anggota organisasi profesi. dsb. e.) dan diklat penjenjangan struktural maupun di bidang pendidikan non formal atau luar sekolah (kursus dsb.2. melatih.www.

Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.org 64 B. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.2. legalitas. or g penyelenggara seminar/ B. narasumber. Sub Unsur Mengikuti Seminar/Lokakarya Seminar/Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang membicarakan atau membahas bidang hukum tertentu atau bidang lainnya yang akan diatur dengan hukum atau peraturan perundang-undangan.2.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar.1. B. atau moderator. Termasuk Pemrasaran adalah penceramah di kegiatan Continuing Legal Education (CLE). dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.2.1.1.l e keterangan ga lit a dari s.1. w w w . Seminar hanya menghasilkan kesimpulan.2. pembahas.Pemrasaran (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pemrasaran/Pembicara dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 3 setiap kali seminar/lokakarya.Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya sebagai : B. B.www.1. B. keterangan dari penyelenggara seminar/ .2.Mengajar.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebagai peserta.2. pemrasaran. melatih. melatih dan/atau membimbing pada pendidikan luar sekolah ( Angka Kredit 0.1.Moderator (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai moderator dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. melatih. melatih.1.Mengajar. sedangkan lokakarya menghasilkan saran konkret untuk pemecahan (solusi) suatu masalah hukum yang dapat dituangkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah (Angka Kredit 0. Termasuk seminar/lokakarya adalah sosialisasi dan simposium.

1.3.2.4.5.3.2. Sub Unsur Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundangundangan B.www. legalitas.Peserta (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) B. w .2. keterangan dari penyelenggara seminar/ B.1.3. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.4.4.org 65 B.Narasumber (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Narasumber dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundang-undangan (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan yang dimaksud adalah mengedit kembali suatu naskah hukum dan perundang-undangan yang akan dimuat dalam suatu majalah ilmiah atau yang akan diterbitkan sebagai suatu buku atau karya tulis lainnya baik yang akan dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.l e Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Peserta dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya. B. keterangan dari penyelenggara seminar/ B. keterangan ga lit a dari s.1.1. Melakukan Penyuluhan Hukum (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Berperan serta dalam penyuluhan hukum yang dimaksud adalah menjadi penyuluh secara perseorangan atau membantu penyuluh lain ataupun menjadi anggota kelompok penyuluh yang dilakukan melalui tatap langsung dengan masyarakat yang disuluhi. Bukti Fisik: Naskah. baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam bentuk teatrikal. Pembahas (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pembahas dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. w w Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.1. or g penyelenggara seminar/ . Sub Unsur Berperan Serta Dalam Penyuluhan Hukum B.

1.1.2 Tingkat Provinsi B.25 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.1. wakil ketua. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.l e ga lit a s. w w w . atau sekretaris) di bidang hukum baik nasional maupun internasional misalnya. B. B.1. atau kabupaten/kota. Persahi (Persatuan Sarjana Hukum Indonesia).5.www.5.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. nasional.5.5.25 untuk setiap tahun masa keanggotaan.2. PBHI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia).2. or g .Pengurus aktif (Angka Kredit 0. Sub Unsur Menjadi Anggota Organisasi Profesi Menjadi anggota organisasi profesi adalah menjadi anggota organisasi profesi (termasuk menjadi ketua.1.Tingkat Internasional/Nasional sebagai : B. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.5 Semua jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. legalitas.org 66 Bukti Fisik: Surat Tugas/Keterangan telah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum setiap kali. B. P4I (Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan Indonesia).Anggota aktif (Angka Kredit 0. B.5.5.Pengurus aktif (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus organisasi dalam bidang perancangan dalam lingkup internasional. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Provinsi.

Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terusmenerus minimal 1 (satu) tahun. atau 2.5. Sub Unsur Menjadi Anggota Delegasi dalam Pertemuan Internasional Menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional adalah menjadi Ketua atau Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional di bidang hukum.l e ga lit a s.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi Ketua/Anggota Tim Delegasi.50 Semua Jenjang) Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah menjadi ketua.Anggota aktif (Angka Kredit 0.6.Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan secara aktif (Angka Kredit 0.www. yang didasarkan pada bidang tugas/pekerjaan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan atau penugasan dari atasan langsung/pimpinan instansinya. or g . sekretaris atau sekretariat Tim Penilai Perancang Peraturan Perundang-undangan baik Tim Penilai Pusat.1.org 67 B. Tim Penilai Kabupaten/Kota. dapat diberikan Angka Kredit apabila Perancang Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan memangku status keanggotaan di dalam tim tersebut. w w w . anggota.6. B. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 3 per.1 (satu) SK tim delegasi. Kriteria Penilaian: a.15 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan.2. legalitas.2. b. c. maupun Tim Penilai Teknis.1 (satu) SK tim delegasi.15 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansinya dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. Tim Penilai Instansi. wakil ketua. misalnya AALC (Asian African Law Conference). menjadi Anggota Delegasi. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 2 per. Bukti Fisik: 1. B. Tim Penilai Direktorat Jenderal. Tim Penilai Provinsi. Sub Unsur Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan B. menjadi Ketua Delegasi.7. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit tentang Pembentukan dan Penetapan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan.

8.9.8.7. 1. misalnya Doktor Honoris Causa. . B. B. Bintang Mahaputra segala tingkatan dan bintang semacam ini dari negara asing.2.1.9.1. B.8. 2.1.www.3. sarjana ekonomi. or g . Termasuk penghargaan atau tanda jasa adalah mendapat gelar akademis kehormatan.1. dan sertifikat penghargaan atas karya tulis hukum tertentu. Tanda jasa dari Pemerintah atas prestasi kerjanya Tiap tanda jasa. Pasca Sarjana (Angka Kredit 10 Semua Jenjang) lit a s. Sub Unsur Memperoleh Tanda Penghargaan/Tanda Jasa Tanda penghargaan atau tanda jasa dimaksud adalah suatu penghargaan baik dalam bentuk sertifikat maupun bintang yang diberikan karena seorang Perancang Peraturan Perundang-undangan sebagai PNS yang telah melaksanakan baik tugas kekaryawanannya maupun melaksanakan sesuatu tugas yang sangat berguna bagi bangsa dan negara.2. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya. Penghargaan atau tanda jasa tersebut misalnya karya satya PNS.Sebagai Anggota Delegasi (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari Atasan Langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). Fotokopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.l e ga B.1.1. dsb. legalitas. Doktor (Angka Kredit 15 Semua Jenjang) Bukti Fisik: 1.1. tingkat: B. 2.1.Nasional/Internasional (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Tanda jasa atau surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. Bukti Fisik: 1.9. Fotokopi ijin tugas belajar dari instansinya. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.8.Memperoleh Gelar Kesarjanaan yang Tidak Sesuai dengan Tugas Pokoknya B. B. Sarjana (Angka kredit 5 Semua Jenjang) w w Bukti Fisik: 1. misalnya insinyur (sarjana teknik).8. Sub Unsur Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya dimaksud adalah memperoleh gelar kesarjanaan selain di bidang hukum. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.org 68 B. w B. 2.1.7.Sebagai Ketua Delegasi (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali).

Bagi Perancang Utama pangkat Pembina Utama Golongan ruang IV/e.9.Provinsi (Angka kredit 2.www.3. B.1. S.Kabupaten/Kota (Angka kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. dianggap berjasa dalam meningkatkan pemahaman terhadap pelaksanaan Jabatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di tingkat nasional atau internasional. C. penyusunan peraturan perundang-undangan. Kegiatan pengembangan profesi sebanyak-banyaknya 75 % dari 25 kredit. Komposisi Persentasi Angka Kredit dalam unsur utama adalah sebagai berikut : a.50 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. B. penyusunan instrumen hukum sekurang-kurangnya 25 % dari 25 kredit.Gelar Kehormatan Akademis (Angka kredit 15 Semua Jenjang) BAB III KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT A.H. mengacu kepada Pasal 11 ayat (5) Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.H.PAN/12/2000.org 69 Contoh: Andrie Amoes. harus berasal dari unsur utama sekurang-kurang 80% dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %.l e ga lit a s. .1. Perancang Pertama pada Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kegiatan pendidikan. Apabila Hasil Penilaian Angka Kredit tidak memenuhi komposisi Angka Kredit sebagaimana butir a dan butir b. B. jumlah Angka Kredit Kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan perancang.9. S. or g Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan Doktor Honoris Causa. untuk jasanya tersebut Andrie Amoes. legalitas. mendapatkan Angka Kredit sebesar 3. B. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) dan lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.2. b.2.PAN/12/2000 tentang Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya. ttd HAMID AWALUDIN w . w w MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.9. proses penetapan Angka Kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut terpenuhi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful