P. 1
permenhukhamM02-2005L1

permenhukhamM02-2005L1

|Views: 58|Likes:
Publicado porRindang Pusp

More info:

Published by: Rindang Pusp on Jun 27, 2011
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2011

pdf

text

original

www. legalitas.

org

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.02.PR.08.10 TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SISTEMATIKA PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT

BAB I

PENDAHULUAN A. TUJUAN B. RUANG LINGKUP KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT A. UNSUR UTAMA 1. Unsur Pendidikan 2. Unsur Penyusunan Peraturan Perundang-undangan 3. Unsur Penyusunan Instrumen Hukum 4. Unsur Pengembangan Profesi B. UNSUR PENUNJANG

BAB II

w

w

w

.l e

BAB III

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
2 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN 1. Petunjuk teknis penilaian Angka Kredit Perancang Peraturan Perundangundangan ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Perancang Peraturan Perundang-undangan, Anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman pelaksanaan penilaian kegiatan perancangan dan Angka Kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansi pemerintah di pusat. 2. Dalam petunjuk teknis ini diatur tentang kegiatan perancangan yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat. B. RUANG LINGKUP 1. Unsur kegiatan yang dinilai dan diberikan Angka Kredit adalah: a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang. 2. Petunjuk Teknis ini diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan tugas pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat, yang berdasarkan tugas pokok dan fungsinya: menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan seluruh kegiatan teknis fungsional perancangan peraturan perundang-undangan atau yang terkait dengan bidang peraturan perundangundangan.

A. UNSUR UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN (SEMUA JENJANG JABATAN) 1.1. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Ijazah/Gelar Pendidikan Sekolah dimaksud adalah pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah/Gelar dimaksud adalah sarjana hukum atau sarjana lain di bidang hukum (sarjana syariah dan sarjana ilmu kepolisian), magister di bidang hukum, doktor di bidang hukum. Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 2. Fotokopi surat izin tugas belajar dari instansi yang bersangkutan. Dasar Pemberian Angka Kredit: 1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan atau Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan tetapi gelar/ijazahnya belum mendapat Angka Kredit: a. Gelar/ijazah S1, diberikan Angka Kredit sebesar 75; b Gelar/ijazah S2, diberikan Angka Kredit sebesar 100; c. Gelar/ijazah S3, diberikan Angka Kredit sebesar 150.

w

w

w

.l e

BAB II KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
3 2) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang memperoleh gelar jenjang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, Angka Kredit yang diberikan adalah selisih antara Angka Kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan Angka Kredit gelar/ijazah sebelumnya. 3) Bagi seseorang yang bergelar S2 atau S3 di bidang hukum untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan maka ia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu untuk S2 diberikan Angka Kredit 100 dan S3 diberikan Angka Kredit 150. Contoh: Machmud Aziz, S.H adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Direktorat Perancangan Peraturan Perundangundangan, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Apabila Machmud Aziz, S.H. diangkat pertama kali sebagai pejabat fungsional Perancang, kepada Machmud Aziz, S.H. diberikan Angka Kredit sebesar 75. Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan berhasil memperoleh gelar S2 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 25 yang dihitung dari Angka Kredit 100 dikurangi 75. (Keterangan: angka 75 sudah diberikan untuk gelar S1 nya). Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan berhasil memperoleh gelar S3 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 50 yang dihitung dari Angka Kredit 150 dikurangi 100. (Keterangan: angka 100 sudah diberikan untuk gelar S2 nya). DR. Jufrina adalah seorang Doktor yang bukan Pegawai Negeri Sipil ingin masuk menjadi Perancang Peraturan Perundangundangan maka yang bersangkutan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu dan Angka Kredit yang diperoleh adalah 150 dengan golongan III/c. Maria adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang setelah mendapat gelar Doktor baru mendaftar sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, maka Maria diberikan Angka Kredit 150 dan golongan III/d. 1.2. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Fungsional di Bidang Perancang Peraturan Perundang-undangan dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri dari: 1. Diklat Teknis yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan. 2. Diklat Teknis Penjenjangan yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk kenaikan jabatan Perancang Peraturan Perundangundangan. 3. Diklat Teknis Tambahan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

w w 2. Dasar Pemberian Angka Kredit: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang telah menyelesaikan Diklat Teknis Fungsional sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Peraturan/Keputusan Presiden. 641 – 960 jam pelajaran memperoleh 9 Angka Kredit. 4. UNSUR PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) w . b. 161 – 480 jam pelajaran memperoleh 3 Angka Kredit. or g . diberikan Angka Kredit yang besarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit). Peraturan/Keputusan Komisi Pemilihan Umum . dengan Bukti Fisik STTPL memperoleh 9 Angka Kredit. 30 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 Angka Kredit. dan 13.PAN/12/2000. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 9. Undang-Undang. 3. 7. 11. Contoh: Enny. serta diklat teknis tambahan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. c. f. Peraturan/Keputusan Komisi Yudisial . Peraturan/Keputusan Badan/Lembaga/Komisi dan sejenisnya yang dibentuk oleh Pemerintah . 81 – 160 jam pelajaran memperoleh 2 Angka Kredit. yaitu: a. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat terakreditasi. e. 10. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat Teknis Tambahan. Peraturan Pemerintah. d.H. Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud adalah aturan tertulis yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yang isinya mengikat secara umum. Peraturan/Keputusan Menteri . Peraturan/Keputusan Kepala LPND/Dirjen. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 8. 481 – 640 jam pelajaran memperoleh 6 Angka Kredit. 2. 3.org 4 Ketentuan mengenai Penyelenggaraan dan Kurikulum Diklat yang bersifat wajib sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2. Peraturan Bank Indonesia. Peraturan/Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan.l e ga lit a s.www. Perancang Pertama pada Biro Hukum Departemen Kesehatan telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 700 jam pelajaran. Jenis Peraturan Perundang-undangan tingkat pusat. 6. Peraturan/Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Daerah. Surat penugasan mengikuti Diklat. S. legalitas. Bukti Fisik: 1. 5. 12. Lebih dari 960 jam pelajaran memperoleh 15 Angka Kredit. 2. meliputi: 1.

Kontrak Nasional. 17. maka Perancang Peraturan Perundang-undangan yang satu tingkat atau dua tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. legalitas. 18. Instruksi Menteri. Akta. Instruksi Jaksa Agung. dan 21. 16. Dasar Pemberian Angka Kredit: Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Perancang Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Instruksi Kepala Kepolisian RI.l e ga lit a s.www. akan memperoleh Angka Kredit yang sama 100% dengan Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. meliputi: 1. Jawaban Gugatan. 4. 13. 7.PAN/12/2000. w w w . Surat Edaran (yang dikeluarkan berbagai macam Instansi Pemerintah di Pusat).PAN/12/2000. 2. Tanggapan terhadap Pendapat DPR yang mengusulkan Pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. Kontrak Internasional. Permohonan dan Tanggapan terhadap Penyelesaian Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara. 19. Instruksi Bupati/Walikota. 20. 2. Instruksi Gubernur. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan satu atau dua tingkat di atas jenjang jabatannya. Instruksi Kepala LPND/Dirjen. Instruksi Presiden. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di bawah jenjang jabatannya.org 5 Keputusan yang dimaksud adalah keputusan lembaga/pejabat yang bersifat pengaturan (regeling). Jenis instrumen hukum. 14. akan memperoleh Angka Kredit sebesar 80% dari Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. 6. 3. 15. 10. 9. Terhadap penugasan yang diberikan secara kelompok. 5. Keputusan Gubernur Bank Indonesia. 11. (Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional). 3. 12. or g . 8. Pendapat Hukum/Legal Opinion. Perjanjian Internasional. diberikan kepada masing-masing individu Perancang Peraturan Perundang-undangan. Instruksi Ketua Komisi Pemilihan Umum. Gugatan. jumlah Angka Kredit yang sama sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. dan keputusan lembaga/pejabat bersifat mengikat keluar yang bukan jenis peraturan perundang-undangan (aturan kebijakan/beleidsregels/pseudowetgeving). Permohonan dan Tanggapan Pembubaran Parpol. Permohonan dan Tanggapan terhadap Permohonan Yudisial Review.

6. Mengumpulkan Data Data yang dimaksud terdiri atas data primer dan data sekunder. .a. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.1.b. seperti: hasil wawancara maupun kuesioner. 4.1. legalitas. Menyempurnakan naskah akademis. Laporan tersebut berisi hasil penelitian. Melakukan studi kelayakan. w w w Bukti Fisik: Laporan berisi dikumpulkan.1 Sub Unsur Melakukan Persiapan.1. Meneliti usul prakarsa dari Instansi terkait. dan 7.1. Membahas naskah akademis. Menyusun konsep usul prakarsa penyusunan RUU.1. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. 3. Melakukan Studi Kelayakan Yang dimaksud dengan “melakukan studi kelayakan” adalah: 2.2 Perancang Muda) Menganalisis dimaksud adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi penyusunan peraturan perundang-undangan.www.1. 2.org 6 2.1. 2. . Bukti Fisik: Laporan berisi data primer yang telah dikumpulkan.l e ga lit a data s.06 Perancang Pertama) Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden.06 Perancang Pertama) Data Sekunder dimaksud adalah data yang dikumpulkan melalui kepustakaan. or g sekunder yang telah 2. Menelaah usul penyusunan peraturan perundang-undangan dari unit teknis. 5.1. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap data primer dan/ data sekunder. 2. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.1.1. baik melalui wawancara maupun kuesioner.1. Mengumpulkan Data Sekunder (Angka Kredit 0. 2.1. Menyiapkan naskah akademis. Mengumpulkan Data Primer (Angka Kredit 0.1. Yang dimaksud dengan “melakukan persiapan” adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundangundangan berkaitan dengan penyusunan peraturan perundangundangan yang meliputi: 1.2. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.

Bukti Fisik: Laporan akhir dari hasil studi kelayakan.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. dan pengkajian ulang terhadap analisis data tersebut yang disusun dalam bentuk laporan akhir studi kelayakan. sekunder. pencabutan. 2. 2. or g .l e ga lit a s. Bukti Fisik: Laporan hasil kaji ulang. 2.org 7 2. dan hirarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. penganalisisan data.1.12 Perancang Madya) Kaji Ulang dimaksud adalah menelaah kembali konsep hasil analisis data. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. w . Menyusun Laporan (Angka Kredit 0. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.4. pengesahan. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. legalitas. Menganalisis Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Untuk menganalisis TOR. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. penetapan.2.www. Menelaah Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Dari Unit Teknis Yang dimaksud dengan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah dalam bentuk Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR) yakni konsep awal yang berisi pokok-pokok pikiran yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun naskah akademis.1. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.2.1. 2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. dan III.3.1. dan tersier. bentuk.2.1.2.16 Perancang Muda) Laporan dimaksud adalah laporan hasil pengumpulan data. Bahan hukum primer misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Mengadakan Kaji Ulang (Angka Kredit 0.1. II. jenis. dan perubahan. ayat.1.

analisis TOR tingkat 2.3. b.1.1.3. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. ga lit a s.2.2.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah a. b.2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.org 8 2.36 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II : a.l e Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan III.2 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.3. Merumuskan Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Yang dimaksud dengan merumuskan telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah mengkaji ulang laporan hasil analisis Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).1. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan dibawah Peraturan/Keputusan Menteri. pembebanan kepada masyarakat. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).16 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. b. or g analisis analisis TOR tingkat TOR tingkat 2. .2. legalitas.2.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. b.2.1. w w 2. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan I. 2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan II. w . Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.www. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.2.2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1.1. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.1.

l e ga lit a s.12 Perancang Madya) Tingkat kesulitan I adalah : a. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. w w w .www. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. b.2. 2.1.1. legalitas. or g . Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan III.42 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah: a.1. 2.2. b. b. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. 2.1. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.org 9 Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan I. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2.3.4. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2. pembebanan kepada masyarakat. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. 2. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.2. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan II.3. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).2. Menyempurnakan Naskah Hasil Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan : Yang dimaksud dengan menyempurnakan naskah hasil telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan adalah memperbaiki naskah telaahan untuk menghasilkan naskah akhir Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).33 Perancang Madya) Tingkat kesulitan II : a. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan I.4.1. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.

. sosiologis maupun yuridis. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). Bukti Fisik: Laporan yang diinventarisasi. b. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. komprehensif dan holistik termasuk landasan pembentukannya baik yang bersifat filosofis. 2. Bukti Fisik: Laporan yang berisi hasil pengkajian masalah. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan III.2.l e ga lit a berisi s.2.4. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.3.1.3. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan II. 2.1.2. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. w w w . Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.24 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III adalah: a. or g masalah yang telah 2. b. yang disusun secara sistematis.32 Perancang Muda) Melakukan pengkajian masalah adalah meneliti ulang atau menganalisis permasalahan dan latar belakang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam rangka menentukan pokok-pokok permasalahan. Menyiapkan Naskah Akademis Yang dimaksud dengan naskah akademis adalah konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur.1.2 Perancang Utama) Tingkat kesulitan II adalah : a. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.3. 2.44 Perancang Muda) Menginventarisasi masalah adalah mengumpulkan dan menyusun secara sistematis permasalahan dan latar belakang pembentukan suatu peraturan perundang-undangan.1. Melakukan Pengkajian Masalah (Angka Kredit 1.1.3. Menginventarisasi Masalah (Angka Kredit 0.www.org 10 2.2. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. legalitas.4. pembebanan kepada masyarakat.1.

or g .1. 4. Menyempurnakan Naskah Akademis 2. Tujuan dan Kegunaan.15 Perancang Madya) Menyajikan naskah akademis dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah akademis.1.4.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah akademis (banyaknya penyajian).6 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun naskah akademis dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bukti Fisik: Naskah akademis dalam bentuk konsep yang berisi uraian pokok-pokok pikiran dalam uraian: a. 3.org 11 2. 2. Ruang Lingkup Naskah Akademis 1. 3.1.1. 4.4. Penutup. Materi. b. 2. Latar belakang. Materi Muatan (jenis/bentuk pengaturan).1 Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0.08 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan/menetapkan identitas (pokok-pokok masalah) dan mengumpulkan data tambahan yang meliputi data lapangan maupun data kepustakaan sebagai bahan pelengkap. Umum. Merumuskan dan Menyusun Naskah Akademis (Angka Kredit 0. 5.3. Peralihan. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah pembanding (banyaknya penyajian). legalitas.www. Pendahuluan 1. Sanksi. 2.6 Perancang Madya) Menyajikan naskah pembanding dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah pembanding atas naskah akademis. w w w .1. c. Kesimpulan dan Saran 2.4. Menyajikan Naskah Akademis (Angka Kredit 0. 2.3. Menyajikan Naskah Pembanding (Angka Kredit 0.5.1.1. Membahas Naskah Akademis 2. Metode Pendekatan.5.2.

Bahan hukum sekunder.2. or g . c. legalitas. 2. 2.1.1. dan e keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan lain.2. Menyusun Konsep Usul Prakarsa Penyusunan RUU/RAPERDA Yang dimaksud dengan usul prakarsa adalah prakarsa penyusunan RUU yang dipersiapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen untuk diajukan kepada Presiden.6. b.1.6. latar belakang dan tujuan penyusunan. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. sekunder. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.1. dan tersier. misalnya Peraturan Perundangundangan dan rancangannya.24 Perancang Muda) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA 2. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.6. sasaran yang ingin diwujudkan.org 12 Bukti Fisik: Laporan yang berisi data tambahan yang telah diidentifikasi dan dikumpulkan.2 Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0.1.6.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah menyempurnakan konsep naskah akademis berdasarkan identifikasi dan pengumpulan data tambahan. yang isi usul prakarsa tersebut meliputi: a. Bukti Fisik: Naskah akademis. 2. pokok-pokok pikiran. lingkup atau objek yang akan diatur. dan Prakarsa penyusunan rancangan peraturan daerah/RAPERDA yang dipersiapkan oleh Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada Gubernur/Bupati/Walikota. Bahan hukum tersier.5.www. jangkauan dan arah pengaturan. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. d.1. w . Bahan hukum Primer.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. ayat. 2. misalnya naskah akademis.l e ga lit a s.1.

pokok-pokok pikiran.3 Perancang Madya) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.3.6.3.1 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. ga lit a s.2. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.www. legalitas.org 13 Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis penyusunan konsep usul RUU/RAPERDA.1. w w w 2. lingkup atau objek yang akan diatur.1.1.6.36 Perancang Madya) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA.6.2.1.3 Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. lingkup atau objek yang akan diatur. .6. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.4.1.l e Bukti Fisik: Naskah awal usul prakarsa RUU.2 Perancang Muda) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1.1. 2. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. sasaran yang ingin diwujudkan.2.6. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. . Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. pokok-pokok pikiran.4.1. Bukti Fisik: Naskah awal RUU/RAPERDA. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap penyusunan konsep usul prakarsa RUU. or g usul prakarsa 2. sasaran yang ingin diwujudkan.6. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. terhadap prakarsa 2.

1. Bahan hukum tersier.org 14 Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RAPERDA adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RAPERDA untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RAPERDA setelah mendapatkan masukan dari dinas terkait yang akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah.www.8. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU.1.2. berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR/DPD dan BALEG DPR.6. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.7. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.8.2.15 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. Bahan hukum primer.8.1.6.1. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. 2.1. dan tersier. 2.3 Perancang Muda) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.4. Uraian butir 2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.l e ga 2. misalnya naskah akademis. lit a s. Meneliti Usul Prakarsa Dari Instansi Terkait Meneliti usul prakarsa dari instansi terkait dimaksud adalah awal pertemuan antar departemen untuk membahas konsep usul prakarsa dari instansi pemrakarsa yang dikoordinasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa 2. 2. sekunder. sasaran w w w . legalitas.1.8.1.1. .2. or g 2. Bahan hukum sekunder. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU/RAPERDA.

l e 2. dan tersier. Bahan hukum primer. lingkup atau objek yang akan diatur. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. pokok-pokok pikiran.2. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. or g .1.2. 2. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.45 Perancang Madya) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. ga lit a s. misalnya naskah akademis.2. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA.2.2. Bahan hukum sekunder. Menyusun Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Yang dimaksud dengan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah rancang bangun peraturan perundangundangan yang berisi sistematika dan bagian-bagian pokok dan penting yang perlu dituangkan dalam peraturan perundangundangan. legalitas. w . pokok-pokok pikiran. dan bagian-bagian peraturan perundang-undangan. 2.www.1. lingkup atau objek yang akan diatur. Bukti Fisik: Izin prakarsa (persetujuan usul prakarsa) RUU/RAPERDA.8. Untuk menganalisis bahan penyusunan kerangka dasar peraturan perundang-undangan.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.org 15 yang ingin diwujudkan. Menganalisis Bahan Penyusunan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Bahan untuk pembuatan kerangka dasar rancangan peraturan perundang-undangan adalah bahan yang berkaitan dengan materi muatan.1.2. Sub Unsur Penyusunan Rancangan 2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1. Bahan hukum tersier. sekunder.1. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Mengumpulkan Bahan untuk Menyusun Kerangka Dasar (Angka Kredit 0. ayat. sasaran yang ingin diwujudkan. bentuk. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Bukti Fisik: Izin prakarsa RUU. jenis. 2.2.

2. dan hierarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.44 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. w w 2.2. Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. dan perubahan.www. w . Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.org 16 Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Peraturan Pemerintah. pengesahan. II. or g . misalnya. b.l e ga lit a s.2. Menganalisis bahan untuk menentukan atau memilih judul dan merumuskan pembukaan peraturan perundangundangan. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya. Peraturan/Keputusan Presiden. pencabutan.2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah.1.1. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan/ Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan peraturan perundangundangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. legalitas. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. dan III.1. dari UndangUndang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. penetapan. bentuk. misalnya.18 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. 2. jenis.

Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.15 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a.2.1 Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.org 17 2.3.1. 2.3. or g . Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. pemberian sanksi pidana. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. w w w .3. legalitas. pembebanan kepada masyarakat.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan /Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang.2. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. b. ga lit a s. 2.1. misalnya. Rancangan Peraturan Pemerintah.1.www. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan UndangUndang/Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Merumuskan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang.2. Rancangan Peraturan Pemerintah. Merumuskan Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Merumuskan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah kegiatan menyusun pokok-pokok materi yang akan dituangkan ke dalam rumusan norma di batang tubuh peraturan perundangundangan.2. misalnya. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.75 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.

2.1. 2.www. pemberian sanksi pidana. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.l e ga lit a s.36 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.3. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah.3. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. w w w .1.2. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. or g . Menyempurnakan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan kerangka dasar peraturan perundang-undangan adalah memperbaiki perumusan kerangka dasar untuk menghasilkan naskah akhir kerangka dasar. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.3 Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.6 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban.2.org 18 2. 2. misalnya. 2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. misalnya. pembebanan kepada masyarakat. legalitas.4. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1. Menyempurnakan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.1.1.2.4. misalnya.

Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. pemberian sanksi pidana.1. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w w 2.3. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya.org 19 b.2. ga lit a s.4. Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. or g .l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah.4. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1. pembebanan kepada masyarakat. w . Menyempurnakan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang.2. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. 2.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.26 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. legalitas. Rancangan Peraturan Pemerintah.www.45 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban.

Merumuskan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah menuangkan pokok-pokok materi ke dalam bagian-bagian dari kerangka dasar peraturan perundangundangan dalam bentuk pasal-pasal yang berisi norma. Uraian butir 2. dan bab. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. legalitas.2. 2.2 ini berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan merumuskan Rancangan Peraturan Tata Tertib DPR dan DPRD. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2.1. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan Judul serta Pembukaan Rancangan Undang-Undang. bentuk.2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. bagian. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. bagian. w w w . Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Untuk merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan.2. dan sifat peraturan perundang-undangan yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. dan III.org 20 2.2. Membuat judul yang mencerminkan isi dari pokokpokok materi dan merumuskan pembukaan Rancangan Undang-Undang.www. Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. hierarki.l e ga lit a s. Rancangan Peraturan Pemerintah.7 Perancang Muda) Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. Rancangan Peraturan Pemerintah. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. dan bab.2. or g . penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan.2 Perancang Pertama) a. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. II.2. jenis. bagian-bagian.2. b.2.

w w w .5 Perancang Madya) Menuangkan pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia). Membahas Rancangan Peraturan Perundang-undangan 2.2.www.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat intern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.3. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Intern Tim/Panitia 2. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0. dan bab.2. Bukti Fisik: Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2. legalitas.1.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat ekstern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.3. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0.2.1. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.l e ga lit a s.3.3. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Ekstern Tim/Panitia 2. dan pemberian sanksi pidana ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2.1.3. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 1. bagian. yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. pembebanan kepada masyarakat.org 21 2.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).3.2.2. 2.2.1.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.2. or g .2.2.1.3.

Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi konsep penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan).1 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan materi yang telah diubah atau disempurnakan berdasarkan hasil rapat dan berdasarkan data yang diperoleh baik dari bahan kepustakaan maupun peraturan perundang-undangan yang terkait.2. 2. Pasal 1 angka 1 RUU tentang Perubahan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak berdasarkan hasil rapat diubah menjadi: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”.www.l e ga lit a s. Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0.2. dan data yang diperoleh). Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.2.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia). 2. legalitas.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah merumuskan kembali sesuai dengan konsep hasil pembahasan Panitia Antardepartemen. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi notulen rapat. Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0.4.2.2. hasil identifikasi materi.2.1.3. Menyempurnakan Rancangan Peraturan Perundangundangan 2.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.4. or g . 2. Contoh: Penyusunan RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Pasal 1 angka 1 UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”. w w w .4.org 22 Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia).

3. 2.1. 2.1.1.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi RUU yang diuraikan secara narasi. w .2.3.1. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.2.3. 2. Sub Unsur Pembahasan RUU 2. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.18 Perancang Utama) Membahas kembali rancangan dalam rangka harmonisasi dimaksud adalah membahas kembali dalam rapat pleno hasil penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan dengan cara pencocokan silang (cross check) atau mencari keselarasan materi atau antar materi.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Keterangan Pemerintah. legalitas.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU. or g .2.3. Membahas Kembali Rancangan dalam rangka Harmonisasi (Angka Kredit 0.org 23 2. w w Bukti Fisik: Keterangan Pemerintah tentang RUU.3. Menyusun Keterangan Pemerintah 2. Bukti Fisik: Konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU.2.1.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji materi konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi yang dimuat dalam RUU.5. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. 2. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.3.3. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Setiap kali (hasil pembahasan rapat pleno). Bukti Fisik: Konsep hasil kajian Keterangan Pemerintah tentang RUU.1.www. Menyusun Konsep Jawaban Pemerintah Terhadap Pemandangan Umum Fraksi 2.3.

legalitas.2.45 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep DIM dari RUU yang berisi telaahan terhadap pertanyaan.3. 2. atau permasalahan mengenai materi RUU yang dimuat dalam DIM tersebut. catatan.3.3. Menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Daftar Inventarisasi Masalah dimaksud adalah daftar yang memuat pertanyaan.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Jawaban Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Jawaban Pemerintah.2.3.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep DIM adalah memperbaiki hasil telaahan untuk menyempurnakan konsep DIM.3.4 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyiapkan konsep DIM berdasarkan RUU yang berisi pertanyaan.2.3. 2. Menyempurnakan Konsep DIM (Angka Kredit 0. 2.3. or g . Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.l e ga lit a s. w . Bukti Fisik: Konsep telaahan DIM 2.org 24 2.1. catatan.www.3 Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. catatan. atau permasalahan yang diidentifikasi oleh fraksi-fraksi DPR atau Pemerintah yang lazimnya berbentuk tabel.3. w w Bukti Fisik: Konsep DIM. disusun secara sistematis berdasarkan permasalahan dan pasal per pasal sesuai dengan sistematika RUU.3. Menelaah Konsep DIM (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.2. Menyusun Konsep DIM (Angka Kredit 0.3. 2.3. Bukti Fisik: Jawaban Pemerintah. atau permasalahan mengenai materi RUU berdasarkan format yang telah baku dan diajukan kepada pengusul RUU. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.

4 Perancang Muda) Menyusun konsep jawaban DIM dimaksud adalah menyiapkan konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. legalitas.l e 2. w w Bukti Fisik: Jawaban DIM.2.3.5. Mengikuti Sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/DPD 2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang datang dari pemerintah yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa: 1) RUU.45 Perancang Madya) Menelaah konsep jawaban DIM dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. Bahan hukum tersier. atau permasalahan yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah yang dimuat dalam DIM tersebut. catatan.4. misalnya naskah akademis. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. sekunder. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM.3.3.1. 4) jawaban atas DIM. Menelaah Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. w . 2.www. dan 5) bahan hukum primer.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep Jawaban DIM dimaksud adalah memperbaiki hasil telaahan Jawaban DIM untuk menyempurnakan konsep DIM.1.4.3. 2.3. catatan. Menyempurnakan Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. Bahan hukum primer.3. Menyiapkan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Menyiapkan jawaban atas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dimaksud adalah menyusun konsep jawaban DIM yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah mengenai materi RUU. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM 2. ga lit a s. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.org 25 2.4. atau permasalahan yang dimuat dalam jawaban DIM tersebut.3. 3) jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi.a RUU yang datangnya dari Pemerintah. or g . Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0. dan tersier. Menyusun Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. 2) keterangan pemerintah. Bahan hukum sekunder.4.5.

b.b RUU yang datangnya dari DPR/DPD. Bahan hukum tersier. dan 6) hasil kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). legalitas. memberikan saran.3.5.3. c. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.2. Tingkat PANJA (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder.2. misalnya naskah akademis.5. Bahan hukum primer. 2. 5) bahan hukum primer. ga lit a s.org 26 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.1.24 Perancang Utama) Pembahasan di tingkat Pansus dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. mempersiapkan rumusan. or g . 2.2.2. Mengikuti Pembahasan Pembahasan dimaksud adalah salah satu proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/ DPD. 4) jawaban atas DIM Pemerintah.3. 2) keterangan DPR/DPD (fraksi/komisi/ Baleg).18 Perancang Madya) Pembahasan di tingkat Panja dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). sekunder. Kegiatan tersebut antara lain berupa: a.5. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa : 1) RUU. mempersiapkan jawaban.www.1.5. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0.3. ayat. Tingkat PANSUS (Angka Kredit 0. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.l e Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). w w w 2. dan tersier. 3) jawaban DPR/DPD terhadap pemandangan umum dari Pemerintah. kecuali Peraturan Tata Tertib DPRD yang bersangkutan menentukan lain. . 2.

memberikan saran.2.4. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran).6. 2. mempersiapkan jawaban. b. ayat atau bagian RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).3.org 27 Kegiatan tersebut antara lain berupa: a. 2.5. c.5. . Tingkat Tim Sinkronisasi (Angka Kredit 0.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timus/Timcil dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan pasal-pasal atau ayat RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).3.5. or g .3. w w w 2. 2.09 Perancang Muda) Membuat laporan hasil sidang dimaksud adalah menyusun hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir). Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir/penjelasan umum).l e Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. Membuat Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. ga lit a s. Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. mempersiapkan rumusan. Tingkat Timus/Timcil (Angka Kredit 0.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timsin dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan dalam rangka sinkronisasi konsideran menimbang. Bukti Fisik: Laporan hasil sidang pada pembicaraan tingkat I.www.3. batang tubuh dan penjelasan atau antar pasal. legalitas.3.2.3. Merumuskan Hasil Sidang Pembahasan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan hasil sidang pembahasan peraturan perundangundangan dimaksud adalah penyusunan risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.

3. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.www.7.2. Menyiapkan Konsep (Angka Kredit 0.3. Menyiapkan Sambutan Singkat Menteri (atas nama pemerintah ) dalam Sidang PANSUS Menyiapkan sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan singkat Menteri mengenai proses dan hasil pembahasan RUU yang disampaikan dalam sidang Pansus. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan RUU.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.2.7.6. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.l e ga lit a s.3. 2. w w w . Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan (hasil telaahan) RUU.3. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri. 2.09 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki konsep risalah hasil pembahasan (hasil telaahan) RUU untuk mendapatkan naskah akhir risalah.1. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.6. 2.1.org 28 2.3.3. or g . 2.7. Bukti Fisik: Risalah pembahasan RUU.26 Perancang Muda) Menyiapkan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah menyusun konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus. legalitas. 2.09 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyusun konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.13 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.3.6.

Bahan hukum primer.3.26 Perancang Muda) Menyusun konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.undangan 2.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan Menteri.1.8. 2. Bukti Fisik: Naskah sambutan Menteri. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.www. w w Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri w .3. Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri. Bahan hukum sekunder.1. Bahan hukum tersier.org 29 2.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan singkat Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan singkat Menteri. ga lit a s. or g . baik berupa bahan hukum primer.2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan rancangan peraturan perundang-undangan yang dibuat. Sub Unsur Pemberian Tanggapan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang. 2. 2.8. Bukti Fisik: Naskah sambutan singkat Menteri. sekunder. legalitas. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.3.8. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.3.8. Menyiapkan Sambutan Menteri (atas nama Pemerintah) dalam Sidang Paripurna Menyiapkan sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah menyusun sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.3.l e 2. misalnya naskah akademis. 2.3.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. maupun tersier.4.4. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.3.7. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.

Bukti Fisik: Konsep tanggapan rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. d. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Peraturan Pemerintah. misalnya.Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2.4.org 30 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. b. materi muatan yang dimuat di dalam rancangan tersebut.1. misalnya.4. e. 2. menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. c.2. menyusun konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. f.www. w w w . b. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. 2. harmonisasi rancangan dengan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan materi muatan rancangan tersebut. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. landasan formal dan materiil konstitusional. Peraturan/ Keputusan Presiden. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri.4 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II: menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. kewenangan pembentuk rancangan tersebut. or g .2.4. konsepsi yang dimuat di dalam rancangan tersebut. 2. teknik penyusunan peraturan perundang-undangan.13 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I: a. dan Undang-Undang.2. Menyusun Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah tanggapan terhadap: a.l e ga lit a s. legalitas. misalnya.

2.5 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan III: Menyusun tanggapan rancangan peraturan perundangundangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.4.18 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I: a. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. or g .3. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.39 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. pembebanan kepada masyarakat.4. w . misalnya.4. 2. Rancangan Undang-Undang.2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. pemberian sanksi pidana. Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. dan Rancangan Peraturan Daerah. 2.www. menelaah konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. w w Bukti Fisik: Konsep telaahan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. dan Rancangan Peraturan Daerah. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Menelaah Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundangundangan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan. Peraturan/ Keputusan Presiden.l e ga lit a s. legalitas.2.3.org 31 2.3. misalnya.3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Undang-Undang. b. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Peraturan Pemerintah. misalnya. misalnya.4. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1.

1. misalnya.org 32 2. dan Rancangan Peraturan Daerah. 2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. menyempurnakan konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. misalnya. legalitas. 2.13 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan I: a. Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. dan Rancangan Peraturan Daerah.4. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. w .4. Peraturan/Keputusan Presiden.4. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. or g .45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.www. b.l e ga lit a s. pembebanan kepada masyarakat.4. 2.2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.21 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Rancangan Undang-Undang. menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.4. misalnya. pemberian sanksi pidana.4. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Undang-Undang. misalnya. w w Bukti Fisik: Naskah tanggapan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.3.4. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.

Rancangan dan Rancangan Peraturan Daerah. Contoh. dan Rancangan Peraturan Daerah. instruksi. Rancangan Undang-Undang.1. pemberian sanksi pidana. instruksi ada yang dapat digolongkan sebagai aturan kebijakan dan ada yang bukan. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Instruksi dimaksud adalah suatu bentuk keputusan yang bersifat hierarkhis. legalitas. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Lembaga Negara Non Pemerintah. Yang dimaksud dengan aturan kebijakan adalah keputusan yang dibuat oleh pejabat/instansi pemerintah berdasarkan kewenangan diskresi yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan. Instrumen hukum yang bukan peraturan perundangundangan termasuk di dalamnya aturan kebijakan yang berisi ketentuan yang mengikat keluar. Kepolisian Republik Indonesia.www. Panglima TNI. namun aturan kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance).27 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Undang-Undang. Sub Unsur Penyusunan Instruksi Presiden. c. misalnya. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepmendagri Nomor 133 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Agraria Provinsi dan Kantor Agraria kabupaten/kotamadya merupakan jenis instruksi yang memuat atau berbentuk aturan kebijakan karena instruksi tersebut mengandung ketentuan yang bersifat umum. Instruksi akan menjadi aturan kebijakan kalau disertai dengan ketentuan yang bersifat umum. Instruksi mengenai kebijakan konkret tertentu yang bersifat khusus (misalnya. 3. Pimpinan Lembaga Negara. 3. b. pembebanan kepada masyarakat.3. Instruksi Pimpinan Departemen/LPND. yaitu: a. berlaku bagi jajaran administrasi negara di bawah pembuat instruksi. yang isinya sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi pejabat/instansi pemerintah.l e ga lit a s.org 33 2. UNSUR PENYUSUNAN INSTRUMEN HUKUM (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) Instrumen hukum dimaksud adalah alat untuk menegakkan hukum yang terdiri atas jenis peraturan perundang-undangan dan jenis bukan peraturan perundang-undangan. penugasan atau perintah untuk mewakili pimpinan atau penugasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu) tidak dapat dimasukkan sebagai aturan kebijakan.4. w w w . Dari isinya. surat edaran. dan lain-lain. Kejaksaan Agung. or g .4. Gubernur BI.

26 Perancang Muda) Menelaah konsep surat edaran dimaksud adalah mengkaji surat edaran yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama.org 34 3. Menelaah Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. Sub Unsur Penyusunan Surat Edaran Surat edaran dimaksud adalah surat yang ditujukan kepada berbagai pihak/pejabat yang terkait yang isinya digolongkan sebagai aturan kebijakan yang memuat petunjuk dan/ atau penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu kebijakan yang menjadi tanggung jawab pihak/pejabat yang bersangkutan.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep surat edaran dimaksud adalah menyiapkan konsep awal surat edaran dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat aturan kebijakan. s. Bukti Fisik: Konsep telaahan surat edaran. Bukti Fisik: Konsep instruksi. 3. 3. 3. or g .3.2.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep instruksi dimaksud adalah memperbaiki konsep instruksi yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah instruksi. legalitas.2. Bukti Fisik: Konsep surat edaran.l e ga lit a Bukti Fisik: Naskah instruksi. Menyusun Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Instruksi (Angka Kredit 0.1.1.1. dan Keputusan Menteri Kehutanan tentang pemberian hak pengusahaan hutan.1.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep instruksi dimaksud adalah menyiapkan konsep awal instruksi dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat-syarat aturan kebijakan.2. 3. Menelaah Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0.2.26 Perancang Muda) Menelaah konsep instruksi dimaksud adalah mengkaji dan menganalisis konsep instruksi yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama. w w w .www. Bukti Fisik: Konsep telaahan instruksi.2. Menyusun Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. Termasuk dalam kategori surat edaran adalah surat pemberian izin untuk dapat melaksanakan kegiatan tertentu. 3. misalnya. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian izin praktek notaris.1.

antara lain. Bentuk perjanjian internasional. or g . Langkah-langkah tersebut dimulai dengan menyusun latar belakang permasalahan. nota kesepahaman (memorandum of understanding). posisi Indonesia. peraturan perundang-undangan yang berlaku. persetujuan (agreement). dan e.2. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. legalitas. Sub Unsur Penyusunan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional dimaksud adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara. 3. w w w . perumusan naskah. Langkah-langkah membuat perjanjian internasional. c. serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik.3. Menyempurnakan Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0.3. b. 3. penerimaan.1. saran. menganalisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. dan posisi Indonesia.3.1. 3. Bukti Fisik: Naskah surat edaran.1. organisasi internasional. treaty. Menelaah Usul dari Unit Teknis tentang Penyusunan Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.www. atau subjek hukum inernasional lainnya. Melakukan Persiapan Penyusunan Naskah Perjanjian Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah perjanjian internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.1. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. saran. meliputi: a.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep surat edaran dimaksud adalah memperbaiki konsep surat edaran yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah surat edaran. letter of intents. 3. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. d.3.org 35 3.2. konvensi internasional. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang penyusunan perjanjian internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. perundingan. penjajagan. penandatanganan.l e ga lit a s.3.

l e Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.2.1. . Menyusun Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. misalnya naskah akademis. sekunder.3. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Bahan hukum tersier.2.1. Bukti Fisik: Naskah dasar perjanjian internasional. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi perjanjian. posisi Indonesia. ayat. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. 3. Bahan hukum primer.3.2. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. w w w 3. Menyusun Naskah Perjanjian Internasional Menyusun Naskah Perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan perjanjian internasional. legalitas. or g .2.2.1.1. atau pasal. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer.org 36 3.3. maupun tersier.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Bahan hukum sekunder.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. ga lit a s.www. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. 3.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar perjanjian internasional ke dalam suatu naskah perjanjian. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.

Menelaah Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.org 37 3.3. 3. 3.3.3. Memberikan Tanggapan terhadap Counter Draft Perjanjian Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan perjanjian internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat perjanjian dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan. 3. legalitas.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar perjanjian dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani.1. Menyempurnakan Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan (hasil telaahan).3.3.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format perjanjian internasional serta obyek yang diperjanjikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat perjanjian tersebut.2.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. 3.3.2.3. w . or g .2. w w Bukti Fisik: Konsep tanggapan. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (naskah akhir).2.3.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (hasil telaahan).l e ga lit a s.www.

3.2. Melakukan Persiapan dalam rangka penyusunan Naskah Persetujuan Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah persetujuan internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.3.3. 3.3. 3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. or g . legalitas.1.4. Membahas Naskah Perjanjian Internasional Membahas naskah perjanjian dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan perjanjian dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak yang akan dituangkan ke dalam satu naskah perjanjian akhir (final) setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft. Sub Unsur Penyusunan Persetujuan Internasional Persetujuan Internasional dimaksud adalah salah satu bentuk perjanjian internasional.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan perjanjian yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.3.3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.4. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).4.l e ga lit a s. 3.org 38 3.1.www.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir perjanjian dimaksud adalah menyiapkan naskah perjanjian berdasarkan hasil pembahasan. w .3. 3. 3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.4. Menyusun Naskah Akhir Perjanjian Internasional (Angka Kredit 1. Bukti Fisik: Naskah akhir perjanjian internasional. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). baik dari sudut substantif maupun redaksional untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan.4. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.3.4.3.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat perjanjian dalam rangka penyusunan naskah perjanjian.

misalnya naskah akademis.org 39 3.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang persetujuan internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.1. or g . 3. . atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. posisi Indonesia. Menelaah Usul dari Unit Teknis (Angka Kredit 0.4. ga lit a s.1. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. sekunder. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi persetujuan. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.2.4. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. atau pasal.1.4. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan.2.4.2. Bahan hukum primer.1. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder. saran. w w w 3.2.www.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.1.l e Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. ayat. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. Bahan hukum tersier. maupun tersier. peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. legalitas. posisi Indonesia.1.

4.1.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar persetujuan dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian yang akan ditandatangani.4.2. Menyempurnakan Naskah Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar persetujuan dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar persetujuan yang akan ditandatangani. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3.l e ga 3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.4.2. persetujuan internasional (hasil 3.3. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Persetujuan Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan persetujuan internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat persetujuan dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar persetujuan internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar persetujuan internasional ke dalam suatu naskah persetujuan. Menyusun Naskah Persetujuan Internasional Menyusun Naskah Persetujuan dimaksud adalah merumuskan rancangan persetujuan internasional. 3. w w w Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional (naskah akhir). lit a s. Menyusun Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.4.org 40 3. Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional. legalitas.3. 3. Menelaah Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. 3.2.www.1.2. Bukti Fisik: Naskah dasar telaahan).4. or g .2. .4.

w . baik dari sudut substantif maupun redaksional. or g . Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.org 41 3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.3.4. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.4. w w Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).2.3. 3.4.2. Membahas Naskah Persetujuan Membahas naskah persetujuan dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan persetujuan dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap substansi/isi persetujuan yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) persetujuan setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft. 3.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format persetujuan internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat persetujuan tersebut.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat persetujuan dalam rangka penyusunan naskah persetujuan. 3.4. 3.4. Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan persetujuan yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.4.4. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Konsep tanggapan counter draft. legalitas.www.l e ga lit a s.1.4.9.3. Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).

legalitas. or g . Data keputustakaan adalah berupa bahan hukum primer. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.1. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul.5.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. w w w .www.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak baik data lapangan maupun data kepustakaan.1.l e ga lit a s.135 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah akhir persetujuan dimaksud adalah menyiapkan naskah persetujuan berdasarkan hasil pembahasan. posisi Indonesia.5.org 42 3.1. maupun tersier.2.1.3. Pemerintah Republik Indonesia dengan lembaga internasional) yang bersifat keperdataan. 3. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan. 3. Bukti Fisik: Naskah persetujuan internasional. 3.4.1.1. sekunder. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.5.4. 3.5. Sub Unsur Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Kontrak internasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah asing.5. Menyempurnakan Naskah Akhir Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. saran. 3. peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.2. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan penyusunan Rancangan Kontrak Internasional sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.

Bahan hukum tersier. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.5. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. misalnya naskah akademis. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. or g . lit a s. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak internasional. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. legalitas.2.5.5. 3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Bahan hukum sekunder.2. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.2. 3.1.www.2.2. Menyusun Naskah Kontrak Internasional Menyusun Naskah kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan kontrak internasional. posisi Indonesia.l e ga Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal.org 43 Bahan hukum primer.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak internasional ke dalam suatu naskah. 3.5. w w 3. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak internasional. w . Menelaah Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.2.

45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. Bukti Fisik: Naskah tanggapan counter draft.3. w w 3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.5. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.www.5. baik dari sudut substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.2.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/LPND yang membuat kontrak tersebut.l e ga lit a s. legalitas.3.5. pasal-pasal yang berisi materi kontrak yang termasuk didalamnya pengecualian dan pilihan hukum apabila terjadi sengketa. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. 3.5. or g .org 44 3.1. Yang dimaksud dengan format adalah sistematika dari suatu kontrak yang berisi antara lain pendahuluan. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3. 3. 3. w .3.3.5. Bukti Fisik : Naskah kontrak internasional.2.3. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Kontrak Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak internasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak (negara asing/lembaga internasional) yang membuat kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/LPND) yang merupakan rancangan sandingan. pertimbangan.

or g . Sub Unsur Penyusunan Kontrak Nasional Kontrak nasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (instansi Pemerintah di pusat dengan instansi Pemerintah di pusat lain. 3.org 45 3.4. instansi Pemerintah pusat dengan swasta (LSM.5.5.5.). w w 3. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.5. badan hukum privat. 3. satu instansi dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah pusat.2. atau c. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak nasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan antara: a.4. 3.6.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.4.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak internasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak internasional berdasarkan hasil pembahasan.1. w .3. atau instansi Pemerintah di pusat dengan lembaga swasta) yang bersifat keperdataan.l e ga lit a Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).6. Bukti Fisik: Naskah kontrak internasional. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Internasional (Angka Kredit 1. Membahas Rancangan Kontrak Internasional Membahas rancangan kontrak internasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi kontrak yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) kontrak setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft. s.4. instansi Pemerintah pusat dengan daerah. dsb. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. 3. b.1.www. Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. legalitas.

dan materi yang akan dimuat dalam kontrak tersebut.org 46 3. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.06 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak.2.6.1.1.2. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer.36 Perancang Muda) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak nasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. w w 3.6. baik data lapangan maupun data kepustakaan. misalnya naskah akademis. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.4 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.1.1. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Bahan hukum primer. sekunder.1. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. legalitas. w .6. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Bahan hukum tersier. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahan hukum sekunder. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.l e ga lit a s. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.6. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. 3. or g .2.www. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.2.1. 3. maupun tersier.

6.6. or g . Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.3. legalitas.6. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Naskah Kontrak Nasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak nasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak yang membuat kontrak dengan departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang merupakan rancangan sandingan. w w w .6.6.3. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak nasional.2.3. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.2.2.org 47 3. 3. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.www. Menyusun Naskah Kontrak Nasional Menyusun naskah kontrak nasional merumuskan rancangan kontrak nasional. 3. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3. dimaksud adalah 3. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak nasional.50 Perancang Muda) Menelaah naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak nasional. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.1. 3.2.2. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.2. Bukti Fisik : Konsep hasil telaahan tanggapan counter draft. 3.6.18 Perancang Muda) Menyempurnakan naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.l e ga Bukti Fisik : Naskah kontrak nasional.35 Perancang Pertama) Menyusun naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak nasional ke dalam suatu naskah. lit a s.40 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak nasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat kontrak tersebut.1.6. 3.30 Perancang Pertama) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut.

6.05 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak nasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak nasional berdasarkan hasil pembahasan.6.2. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.3. Membahas Naskah Kontrak Nasional Membahas Naskah Kontrak Nasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan.7.www. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.4. legalitas. Sub Unsur Penyusunan Gugatan Gugatan dimaksud adalah tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara untuk mendapat putusan. 3. w .1.l e 3.6. baik dari segi materi maupun redaksional. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. 3.75 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak nasional yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.3. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap counter draft.4.3.6. Bukti Fisik: Naskah kontrak nasional. Termasuk sebagai gugatan adalah “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi dan “permohonan” pengujian peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang yang diajukan kepada Mahkamah Agung sesuai dengan kompetensinya. ga lit a s.4. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Nasional (Angka Kredit 1. 3.12 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.org 48 3. Termasuk pula sengketa yang diselesaikan melalui arbitrase dan lembaga Alternative Dispute Resolution (ADR).4. w w Bukti Fisik : Laporan hasil pembahasan (notula rapat). .135 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak nasional. or g Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. 3.6.

3) Permohonan Pengujian (judicial review) Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar kepada Mahkamah Konstitusi: Misalnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dilibatkan dalam proses pembahasan suatu RUU yang materinya berkaitan dengan otonomi daerah. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UU No. 4) Permohonan Pengujian (judicial review) peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang kepada Mahkamah Agung: Jika Keputusan Menteri Penerangan yang bermuatan materi suatu perizinan penerbitan diuji oleh Mahkamah Agung atas permohonan suatu penerbitan yang dicabut izinnya oleh Menteri Penerangan. pekerjaan. “A”). Dalam hal ini. DPD dapat mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. nama lengkap. 1 Tahun 1995 jo UU No. Contoh: 1) Gugatan yang bersifat keperdataan (privaatrechtelijk): Suatu instansi pemerintah membentuk panitia pembangunan gedungnya kemudian mengadakan perjanjian (kontrak) dengan pemborong/kontraktor (PT. Apabila PT “A” dalam membangun gedung melakukan ingkar janji (wanprestasi). or g 2) Gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau (publiekrechtelijk): ketatanegaraan . legalitas. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan UU No. 9 Tahun 2004). maka Panitia atas nama instansi pemerintah tersebut dapat menggugat PT “A” ke pengadilan negeri yang wilayah kerjanya meliputi alamat PT “A” tersebut.org 49 Gugatan terdiri atas gugatan yang bersifat keperdataan atau perseorangan/badan hukum perdata (privaatrechtelijk) dan gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau ketatanegaraan/kelembagaan (publiekrechtelijk). Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. w w w . kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan Tata Usaha Negara maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan pembelaan terhadap kebijakan Menteri tersebut.l e ga lit a s. hal-hal yang dituntut agar mendapat putusan (petitum). b. dan tempat tinggal penggugat/pemohon dan tergugat.www. dan c. yang sekurang-kurangnya berisi: a. maka para Perancang Peraturan Perundang-undangan Departemen Penerangan akan dilibatkan dalam pembuatan pembelaan terhadap produk hukum yang digugat tersebut. peristiwa yang dijadikan dasar gugatan dengan disertai bukti tertulis (fundamentum petendi). Dalam pembuatan naskah gugatan tersebut akan melibatkan para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut. Dalam hal ini para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD akan dilibatkan dalam pembuatan “permohonan” tersebut.

maupun tersier.org 50 3. Bahan hukum tersier.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan. Bahan hukum sekunder.3. legalitas. pasal.1.7. misalnya naskah akademis. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.7.1. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah telaahan kasus. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.1. Bahan hukum primer. 3.1. baik data lapangan maupun data kepustakaan. or g . sekunder. 3.l e ga lit a s. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. w w w . ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.7. Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara dari sudut sosiologis dan yuridis: 1) kasus yang bersifat keperdataan.www. 2) kasus yang bersifat ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan.2. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer.1 Melakukan Persiapan Dalam Rangka Menyusun Naskah Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas dalam rangka penyusunan naskah gugatan.7. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. 3.18 Perancang Muda) Kasus adalah sengketa hak yang bersifat keperdataan dan ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang ditelaah. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.

045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri secara fisik dalam sidang perkara yang digugat di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan.7. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan kerangka gugatan. kedudukan para pihak (legal standing).4. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. w w w .7.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka gugatan. Menyusun Gugatan Menyusun gugatan dimaksud adalah membuat kerangka.2.org 51 3.3. kedudukan para pihak (legal standing).1. Bukti Fisik : Laporan tertulis proses dan hasil sidang pada setiap tingkat persidangan untuk setiap perkara.7. Menyempurnakan Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0.2.7. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang. Bukti Fisik : Konsep kerangka gugatan. dan putusan yang diminta (petitum). 3. Bukti Fisik : Naskah penyempurnaan kerangka gugatan.l e ga lit a s.3. dan putusan yang diminta (petitum).www. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.2. 3. 3. Menelaah Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. or g . legalitas.7.2. dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi.2. Menyusun Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. menelaah dan menyempurnakan kerangka gugatan.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka gugatan dimaksud adalah mengkaji kerangka gugatan yang terdiri atas fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).44 Perancang Muda) Menyusun kerangka gugatan dimaksud adalah membuat kerangka gugatan yang berisi fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). 3.7.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah membuat laporan hasil sidang perkara yang digugat. 3.

Termasuk jawaban gugatan adalah keterangan tertulis yang disampaikan oleh pemerintah terhadap “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. w w w . 2. S. Advokat-advokat: Dr. LLM. S. S.www. atau perorangan (penggugat) dalam kasus yang bersifat keperdataan atau ketatanegaraan/ketatausahanegaraan. Bambang Widjojanto. maka Perancang yang berada di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri dilibatkan dalam pembuatan Keterangan Pemerintah tersebut...org 52 3.. Dalam menyiapkan Keterangan Pemerintah ini. Iskandar Sonhaji. maka Presiden dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor B-20/Seskab/1/2005 untuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Dalam Negeri menyiapkan Keterangan Pemerintah atas Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penyiapan Keterangan Pemerintah terhadap permohonan pengujian (judicial review) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi. Termasuk dalam pengertian Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis atas “keberatan” yang diajukan oleh suatu Pemerintah Daerah kepada Departemen Dalam Negeri terhadap pembatalan suatu Perda atau Peraturan/Keputusan Kepala Daerah.H. 3. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas jo UndangUndang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004). yang berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 2 Desember 2004. Contoh: 1. S.H.l e ga lit a s.H. Sub Unsur Penyusunan Jawaban Gugatan Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis yang dibuat oleh suatu instansi yang digugat (tergugat) oleh instansi lain. badan hukum privat. Suatu instansi pemerintah digugat oleh PT “A” secara perdata karena proyek pembayaran pembangunan gedungnya tersendat-sendat sehingga merugikan PT “A”. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. Mulya Lubis. Berkaitan dengan pengujian undang-undang tersebut. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di instansi tersebut dapat dilibatkan dalam pembuatan jawaban gugatan. bertindak untuk dan atas nama Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian pasal-pasal tertentu dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Nomor 072/PUU-II/2004. Dalam hal ini. or g .8. Misal. T.H. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam kegiataan tersebut. LLM. Abdul Ficar Hajar. legalitas. Dalam rangka fasilitasi dan koordinasi perancangan Peraturan Daerah. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan TUN maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan jawaban gugatan.

Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Konsep Jawaban Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkah-langkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan konsep jawaban gugatan. Bahan hukum primer. baik data lapangan maupun data kepustakaan. Bukti Fisik: Laporan telaahan kasus jawaban gugatan. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kehutanan akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan. w . pasal. 2.1. 3. 3.18 Perancang Muda) Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara yang digugat oleh penggugat baik dari sudut sosiologis maupun yuridis serta materi yang menjadi pokok perkara terhadap : 1.www. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. maupun tersier. perkara yang bersifat ketatausahaan atau ketatausahanegaraan.2. misalnya naskah akademis.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang menjadi perkara yang ditelaah. 5. Departemen Kehutanan digugat oleh PT. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. 3.1. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. B pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) karena izin HPH yang belum habis masa berlakunya sudah dicabut oleh Departemen Kehutanan. Bahan hukum tersier. w w Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. perkara yang bersifat keperdataan. or g .8. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Departemen Dalam Negeri digugat dalam bentuk “keberatan” oleh salah satu Pemerintah Daerah yang Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Keputusan Gubernurnya dibatalkan oleh Departemen Dalam Negeri.1.8. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan dalam bentuk “jawaban keberatan”. Data lapangan adalah berupa. sekunder. antara lain hasil wawancara pihak yang terkait. legalitas.l e ga lit a s.org 53 4.8. Bahan hukum sekunder.1. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.

Menyusun Jawaban Gugatan Menyusun jawaban gugatan dimaksud adalah membuat. w w Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan kerangka jawaban gugatan.22 Perancang Muda) Menyusun kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kerangka jawaban gugatan yang berisi materi tentang hak dan kewajiban yang disengketakan (perkara perdata). Untuk perkara yang bersifat ketatausahanegaraan. 3.8.8. menelaah dan menyempurnakan kerangka jawaban gugatan. Menyempurnakan Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. or g . kerangka jawaban gugatan berisi alasan hukum yang berkaitan dengan kewenangan dan isi keputusan pejabat Tata Usaha Negara.8. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis data. Sedangkan kerangka jawaban gugatan yang berupa permohonan pengujian UU terhadap UUD berisi halhal yang berkaitan dengan prosedur (formil) pembentukan UU dan materi (materil) atau isi UU. 3.8.1. w . 3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan untuk membuat jawaban gugatan. kedudukan para pihak (legal standing). ga lit a s.2.l e Bukti Fisik: Konsep kerangka jawaban gugatan.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka jawaban gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka jawaban gugatan.2.org 54 3.3. Menyusun Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.3.1. dan putusan yang diminta (petitum) yang diajukan oleh pemohon. 3.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kajian terhadap konsep kerangka jawaban gugatan yang berkaitan dengan fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).8. legalitas.2.www.2.2. Bukti Fisik : Naskah jawaban gugatan. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. Menelaah Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.

disaksikan dan disahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri sidang secara fisik di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi.1. sekunder. 3. hak dan kewajiban.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. 3.1. keputusan. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.l e ga lit a s.www.org 55 3. w w w . dsb) yang dibuat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. misalnya. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference. dan tersier.9. Sub Unsur Penyusunan Akta Akta adalah surat tanda bukti berisi pernyataan resmi (keterangan. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.8.1. 3.9. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis.9. pengakuan.54 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. 3.4. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. Mengumpulkan Bahan (Angka kredit 0. Bukti Fisik : Laporan tertulis hasil sidang pada setiap tingkatan persidangan untuk setiap kali mengikuti sidang. or g . legalitas.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah setiap kali mengikuti sidang membuat laporan hasil jawaban gugatan. Contoh : Akta Jual beli yang dibuat oleh para pihak yang konsepnya dibuat oleh para Perancang Peraturan Perundang-undangan.2. Akta dalam konteks ini bukan akta notaris dan bukan akta di bawah tangan.8.9. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Akta Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan akta.1. peraturan perundangundangan dan rancangannya.3. Bahan hukum primer. 3.

09 Perancang Muda) Melakukan perundingan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat akta dalam rangka persiapan penyusunan akta. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0.2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. dan tersier. Bahan hukum primer. 3.www.39 Perancang Madya) Merumuskan hasil perundingan dimaksud adalah penyusunan hasil perundingan antara para pihak dalam proses persiapan pembuatan akta.9. ayat.4.9.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. w w Bukti Fisik: Laporan hasil perundingan.1. pasal.l e 3. misalnya naskah akademis. Merekam Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder.9.9.39 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. sekunder.2. 3.09 Perancang Pertama) Merekam hasil perundingan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembicaraan pihak-pihak dalam perundingan. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. Melakukan Perundingan (Angka Kredit 0.9. or g .2. Menyusun Konsep Akta Menyusun konsep akta dimaksud adalah menyusun kerangka dasar akta dan berbagai macam kegiatan tindak lanjutnya untuk menghasilkan konsep akta. Bukti Fisik: Notulen (Notulen hasil perundingan).5.org 56 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.2. 3. legalitas. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.9.3. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. 3. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. w .1. ga lit a s.1. Bahan hukum tersier.1. Merumuskan Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. 3.

ga lit a s.9.l e Bukti Fisik: Konsep hasil pembahasan akta. 3. Menelaah konsep akta (Angka Kredit 0.75 Perancang Muda).2.2.1.3. Membahas Konsep Akta (Angka Kredit 0. e menyempurnakan konsep akta.9.4.2.2. c.3.9.9. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. membahas konsep akta. memadukan (mengintegrasikan) konsep. b. Membahas konsep akta dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak dalam rangka pembuatan akta. or g . mengolah bahan.2.www. 3. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan konsep akta. menelaah konsep akta.18 Perancang Madya). Memadukan (mengintergrasikan) konsep dimaksud adalah mengharmoniskan dan menyerasikan materi yang dimuat dalam akta dan kepentingan para pihak yang dituangkan dalam konsep. Bukti Fisik: Konsep akta hasil integrasi. w w 3. Merancang Konsep Akta Merancang konsep akta dimaksud adalah menyusun konsep awal akta yang meliputi : a. Memadukan (mengintegrasikan) Konsep (Angka Kredit 0.2. Menelaah konsep akta dimaksud adalah mengkaji konsep akta hasil pengintegrasian (pengharmonisasian) konsep yang berkaitan dengan materi dan kepentingan para pihak. 3. 3.09 Perancang Pertama) Mengolah bahan dimaksud adalah menganalisis bahan dalam rangka penyusunan konsep akta.3.3. pasal. legalitas.3. w .3. Mengolah Bahan (Angka Kredit 0. d.09 Perancang Muda). Bukti Fisik: Konsep yang berisi pengolahan terhadap bahan penyusunan konsep akta. ayat.9.org 57 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.

www. legalitas.org
58 3.9.2.3.5. Menyempurnakan konsep akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki naskah konsep akta hasil telaahan. Bukti Fisik: Naskah konsep akta. 3.9.3. Memberikan Tanggapan Memberikan tanggapan dimaksud adalah memberikan tanggapan terhadap naskah hasil penyempurnaan konsep akta baik yang berkaitan dengan substansinya maupun keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.9.3.1. Menyusun Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,3 Perancang Pertama) Menyusun konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap akta hasil penyempurnaan konsep akta.

3.9.3.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan akta dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan baik dari segi substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap akta. 3.10. Sub Unsur Penyusunan Legal Opinion Legal Opinion adalah tanggapan hukum secara tertulis yang diberikan kepada suatu instansi, badan hukum privat, ataupun perorangan terhadap suatu perbuatan, peristiwa, atau kasus hukum. Permintaan untuk mendapatkan suatu legal opinion (pendapat hukum) harus disampaikan dalam bentuk tertulis kepada instansi yang dimintakan pendapat hukum tersebut. Termasuk dalam kategori legal opinion adalah fatwa dan keterangan ahli.

w

w

Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan tanggapan akta.

w

.l e

3.9.3.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0,4 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan keinginan para pihak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ga

lit a

s.

or g

Bukti Fisik: Konsep tanggapan akta.

www. legalitas.org
59 Contoh: Suatu instansi pemerintah diminta pendapat hukumnya oleh seorang WNI Keturunan Cina yang beragama/berkepercayaan Konghucu, dengan pertanyaan apakah Konghucu termasuk suatu agama atau bukan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut akan dilibatkan dalam pembuatan legal opinion tersebut. 3.10.1. Menyusun Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,30 Perancang Pertama). Menyusun konsep legal opinion dimaksud adalah membuat konsep terhadap legal opinion yang berisi : a. pendapat hukum terhadap materi (filosofis, sosiologis, dan yuridis); b. kewenangan/kelembagaan; c. status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep legal opinion. 3.10.2. Menelaah Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,39 Perancang Muda). Menelaah konsep legal opinion dimaksud adalah mengkaji konsep legal opinion dari berbagai macam aspek yang meliputi: pendapat hukum terhadap materi, kewenangan/ kelembagaan, dan status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan terhadap legal opinion. 3.10.3. Menyempurnakan Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,36 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep legal opinion dimaksud adalah memperbaiki konsep legal opinion baik dari sudut substanstif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah legal opinion. 4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI (SEMUA JENJANG JABATAN) Pengembangan Profesi dimaksud adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan, atau pentransformasian/ penyampaian pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan yang dituangkan dalam bentuk karya tulis di bidang hukum. Kegiatan tersebut dapat berbentuk penelitian, pengkajian (pengujian), hukum dan evaluasi di bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk karya tulis. Demikian pula kegiatan penerjemahan atau penyaduran buku dan bahan-bahan hukum lainnya merupakan bagian dari pengembangan profesi Perancang Peraturan perundang-undangan. Penilaian Umum: Pemberian Angka Kredit didasarkan pada Pasal 12 Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.PAN/12/2000 sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama; dan b. 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu; serta jumlah penulis pembantu dibatasi sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
60 4.1. Sub Unsur Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum dimaksud adalah melakukan kegiatan di bidang karya cipta yang berbentuk karya tulis baik yang bersifat ilmiah maupun tidak ilmiah yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan, baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.1.1. Hasil penelitian, pengujian, survei dan evaluasi di bidang hukum yang dipublikasikan Hasil penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum dimaksud adalah hasil kegiatan penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum baik yang bersifat penelitian lapangan (field research) atau penelitian kepustakaan (library research) yang dituangkan dalam suatu buku, makalah, artikel atau opini yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri, sepanjang dapat dibuktikan secara otentik bahwa hasil tersebut merupakan karya seorang Perancang Peraturan Perundangundangan. 4.1.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 12,50 Semua Jenjang) Penerbitan dan pengedaran kepada khalayak luas dimaksud adalah penerbitan yang dilakukan baik oleh pengarangnya sendiri atau suatu badan usaha penerbitan yang diedarkan baik bersifat komersial maupun non komersial. Khalayak luas dimaksud adalah kelompok masyarakat (misalnya: perpustakaan, sekolah/ perguruan tinggi, RT/RW, kelurahan, dsb.) yang telah menerima buku tersebut yang diterbitkan secara non komersial yang dicetak minimal 500 (lima ratus) eksemplar, dan jumlah halaman buku minimal 20 lembar dengan alat bukti tanda terima. Bukti Fisik: Karya tulis diterbitkan.

w

w

w

.l e

ga

dalam

lit a

s.
bentuk

or g

buku

yang

sudah

4.1.1.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 6 Semua Jenjang) Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI dimaksud adalah majalah yang diterbitkan dan dipublikasikan tersebut terdaftar sesuai dengan penomoran yang ada di LIPI. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.

4.1.1. or g .1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 4 Semua jenjang ) Majalah Ilmiah adalah majalah yang diakui LIPI dengan kode ISSN (International Scientific Serial Number) yang berisi karya tulis yang bersifat ilmiah baik dari hasil penelitian maupun gagasan yang dituangkan dalam bentuk artikel. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut. legalitas. Tidak dipublikasikan dimaksud adalah hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri (lingkungan terbatas). Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah dalam bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat dalam majalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang dipublikasikan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah yang dituangkan dalam bentuk buku atau makalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan.3.2.1. Bukti Fisik: Karya dalam buku yang telah diterbitkan dan diedarkan.org 61 4. 4.www.1.2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 8 Semua Jenjang ) Bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas dimaksud adalah buku yang diterbitkan atas gagasan sendiri yang diedarkan kepada khalayak luas baik yang bersifat komersial maupun non komersial.2.3.l e ga lit a s.1.2. yang bukan untuk khalayak luas. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. 4. 4.1. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku. w w w .

1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khayalak luas (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 7 diberikan untuk setiap buku terjemahan/saduran yang diterbitkan.2. Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3.org 62 4. legalitas.2. Terjemahan/saduran dipublikasikan ga lit a dalam s.50 Semua Jenjang) Prasaran berupa tinjauan.2.2. Menyadur adalah menggubah secara bebas suatu buku atau bahan hukum lainnya tanpa merusak garis besar isi buku atau bahan hukum tersebut. 4.4. w . w w Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.5 diberikan untuk setiap majalah terjemahan/saduran yang diterbitkan.1. 4. 4.1. lokakarya. dan sosialisasi). atau ulasan ilmiah dalam bentuk naskah dimaksud adalah naskah dalam bentuk makalah/artikel yang bersifat ilmiah di bidang hukum yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (misalnya: seminar.2. gagasan. 4. or g bidang hukum yang 4. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran dan majalah yang memuat terjemahan/saduran yang diakui oleh LIPI. Sub Unsur Menerjemahkan/Menyadur Buku dan Bahan-Bahan Lain di Bidang Hukum Menerjemahkan adalah menyalin suatu buku atau bahan hukum lainnya dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya.1. Termasuk prasaran adalah pemberian keterangan ahli di muka sidang pengadilan.3. atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah (Angka Kredit 2.1. simposium.1.50 Semua jenjang) Bukti Fisik: Karya dalam bentuk makalah. gagasan.l e . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka kredit 3.www.5 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 3.2. Bukti Fisik: Naskah (makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta).

).) dan diklat penjenjangan struktural maupun di bidang pendidikan non formal atau luar sekolah (kursus dsb. memperoleh tanda penghargaan/tanda jasa.2. or g B.l e ga lit a s. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. dsb. UNSUR PENUNJANG 1. b. Terjemahan/saduran dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan 4. berperan serta dalam penyuluhan hukum.2. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran. menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional. f. UNSUR PENDUKUNG KEGIATAN KEGIATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERANCANG . g.2. Melatih. legalitas. dan/atau Membimbing Pada Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Latihan Pegawai Mengajar adalah kegiatan dalam proses belajar-mengajar baik dalam pendidikan formal di bidang hukum di lingkungan perguruan tinggi/akademi.www. keahlian. Pendukung/Penunjang kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah semua kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan.5 Semua Jenjang) Dalam bentuk majalah dimaksud adalah majalah yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. dsb. mengikuti seminar/lokakarya. Sub Unsur Mengajar.2.2. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran.org 63 4. Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dalam bentuk kursus. dsb. c. menjadi anggota keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. Melatih/membimbing adalah memberikan pelatihan atau bimbingan terhadap suatu praktek dalam bidang hukum tertentu (misalnya: praktek beracara. menjadi anggota organisasi profesi. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah dan pendidikan latihan pegawai. praktek membuat suatu peraturan perundang-undangan) baik di lingkungan pendidikan formal (perguruan tinggi/akademi) maupun non formal atau luar sekolah (kursus yang diselenggarakan yayasan/swasta. yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dsb. e.1. B. melatih. memperoleh gelar kesarjanaan lainnya.2. pelatihan. mengajar. menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan.) baik dalam diklat fungsional maupun diklat penjenjangan. w w w . 4.1. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional (Perancang/Peneliti/ Dokumentaris. Dalam bentuk majalah (Angka Kredit 1. i. d.2. h. dan wawasan Perancang Peraturan Perundang-undangan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk: a.

sedangkan lokakarya menghasilkan saran konkret untuk pemecahan (solusi) suatu masalah hukum yang dapat dituangkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan. w w w .1. narasumber.1. melatih dan/atau membimbing pada pendidikan luar sekolah ( Angka Kredit 0.Mengajar. pembahas.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar. B. keterangan dari penyelenggara seminar/ . melatih.l e keterangan ga lit a dari s. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebagai peserta.1.www. Termasuk Pemrasaran adalah penceramah di kegiatan Continuing Legal Education (CLE). B.Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya sebagai : B.1.org 64 B. or g penyelenggara seminar/ B. melatih. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.Mengajar.2.Moderator (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai moderator dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. B.2.2. Seminar hanya menghasilkan kesimpulan. atau moderator.1. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.1.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar.2.2.Pemrasaran (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pemrasaran/Pembicara dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 3 setiap kali seminar/lokakarya. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah (Angka Kredit 0.1. melatih.2. Sub Unsur Mengikuti Seminar/Lokakarya Seminar/Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang membicarakan atau membahas bidang hukum tertentu atau bidang lainnya yang akan diatur dengan hukum atau peraturan perundang-undangan. legalitas. Termasuk seminar/lokakarya adalah sosialisasi dan simposium. pemrasaran. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.

2.1. or g penyelenggara seminar/ . legalitas. w . w w Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. Sub Unsur Berperan Serta Dalam Penyuluhan Hukum B.org 65 B. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.www. Sub Unsur Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundangundangan B. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.Narasumber (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Narasumber dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. B. Melakukan Penyuluhan Hukum (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Berperan serta dalam penyuluhan hukum yang dimaksud adalah menjadi penyuluh secara perseorangan atau membantu penyuluh lain ataupun menjadi anggota kelompok penyuluh yang dilakukan melalui tatap langsung dengan masyarakat yang disuluhi. Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundang-undangan (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan yang dimaksud adalah mengedit kembali suatu naskah hukum dan perundang-undangan yang akan dimuat dalam suatu majalah ilmiah atau yang akan diterbitkan sebagai suatu buku atau karya tulis lainnya baik yang akan dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan. keterangan dari penyelenggara seminar/ B.Peserta (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) B. keterangan ga lit a dari s.1.3. keterangan dari penyelenggara seminar/ B.1. baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam bentuk teatrikal. Pembahas (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pembahas dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.2.3.l e Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Peserta dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya.4.5.4.1.2.3.4. Bukti Fisik: Naskah.1.

5. Persahi (Persatuan Sarjana Hukum Indonesia).5.1. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.Pengurus aktif (Angka Kredit 0.1.Anggota aktif (Angka Kredit 0.5.25 untuk setiap tahun masa keanggotaan. B. wakil ketua.1.Pengurus aktif (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus organisasi dalam bidang perancangan dalam lingkup internasional. or g .5.25 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.2.Tingkat Internasional/Nasional sebagai : B. legalitas.org 66 Bukti Fisik: Surat Tugas/Keterangan telah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum setiap kali.2 Tingkat Provinsi B. P4I (Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan Indonesia).5 untuk setiap tahun masa keanggotaan.1. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa keanggotaan.5 Semua jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. Provinsi.5. Sub Unsur Menjadi Anggota Organisasi Profesi Menjadi anggota organisasi profesi adalah menjadi anggota organisasi profesi (termasuk menjadi ketua.2.l e ga lit a s. PBHI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia). atau kabupaten/kota.1. w w w . B. nasional. B. atau sekretaris) di bidang hukum baik nasional maupun internasional misalnya. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. B.www.5.

Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansinya dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. c. Sub Unsur Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan B.Anggota aktif (Angka Kredit 0. Tim Penilai Instansi.5.2. maupun Tim Penilai Teknis. anggota.1 (satu) SK tim delegasi. atau 2.1 (satu) SK tim delegasi. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 2 per.Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan secara aktif (Angka Kredit 0. Sub Unsur Menjadi Anggota Delegasi dalam Pertemuan Internasional Menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional adalah menjadi Ketua atau Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional di bidang hukum. Tim Penilai Provinsi.6. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 3 per. misalnya AALC (Asian African Law Conference). Tim Penilai Direktorat Jenderal.15 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi Ketua/Anggota Tim Delegasi. wakil ketua.2. Bukti Fisik: 1.15 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.org 67 B. w w w . B.www. or g . B. Tim Penilai Kabupaten/Kota. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terusmenerus minimal 1 (satu) tahun. menjadi Ketua Delegasi. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit tentang Pembentukan dan Penetapan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. sekretaris atau sekretariat Tim Penilai Perancang Peraturan Perundang-undangan baik Tim Penilai Pusat.7.6. dapat diberikan Angka Kredit apabila Perancang Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan memangku status keanggotaan di dalam tim tersebut.1. legalitas. menjadi Anggota Delegasi.l e ga lit a s. b. Kriteria Penilaian: a. Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. yang didasarkan pada bidang tugas/pekerjaan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan atau penugasan dari atasan langsung/pimpinan instansinya.50 Semua Jenjang) Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah menjadi ketua.

1.1. misalnya Doktor Honoris Causa. Bukti Fisik: 1.1. Sub Unsur Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya dimaksud adalah memperoleh gelar kesarjanaan selain di bidang hukum. legalitas.www. dan sertifikat penghargaan atas karya tulis hukum tertentu. 1. B.1.Sebagai Anggota Delegasi (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari Atasan Langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). 2.3.org 68 B. or g .1.Nasional/Internasional (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Tanda jasa atau surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. Bintang Mahaputra segala tingkatan dan bintang semacam ini dari negara asing. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya. B. Sarjana (Angka kredit 5 Semua Jenjang) w w Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijin tugas belajar dari instansinya. Penghargaan atau tanda jasa tersebut misalnya karya satya PNS. Fotokopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.Memperoleh Gelar Kesarjanaan yang Tidak Sesuai dengan Tugas Pokoknya B.7. Termasuk penghargaan atau tanda jasa adalah mendapat gelar akademis kehormatan. B.1. B. sarjana ekonomi.7. Tanda jasa dari Pemerintah atas prestasi kerjanya Tiap tanda jasa. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.Sebagai Ketua Delegasi (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). Sub Unsur Memperoleh Tanda Penghargaan/Tanda Jasa Tanda penghargaan atau tanda jasa dimaksud adalah suatu penghargaan baik dalam bentuk sertifikat maupun bintang yang diberikan karena seorang Perancang Peraturan Perundang-undangan sebagai PNS yang telah melaksanakan baik tugas kekaryawanannya maupun melaksanakan sesuatu tugas yang sangat berguna bagi bangsa dan negara. Pasca Sarjana (Angka Kredit 10 Semua Jenjang) lit a s.9. dsb.9. 2. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.8.9.1. w B. Doktor (Angka Kredit 15 Semua Jenjang) Bukti Fisik: 1. .2. 2.8.8.1.8. tingkat: B. misalnya insinyur (sarjana teknik).l e ga B. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.8.2.1.

. S. B. Komposisi Persentasi Angka Kredit dalam unsur utama adalah sebagai berikut : a.org 69 Contoh: Andrie Amoes. mengacu kepada Pasal 11 ayat (5) Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M. B.H. penyusunan peraturan perundang-undangan. Perancang Pertama pada Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kegiatan pendidikan. S. B. legalitas. Bagi Perancang Utama pangkat Pembina Utama Golongan ruang IV/e. proses penetapan Angka Kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut terpenuhi. Apabila Hasil Penilaian Angka Kredit tidak memenuhi komposisi Angka Kredit sebagaimana butir a dan butir b.Provinsi (Angka kredit 2.2.2. ttd HAMID AWALUDIN w .1. w w MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.Gelar Kehormatan Akademis (Angka kredit 15 Semua Jenjang) BAB III KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT A. B. jumlah Angka Kredit Kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan perancang. or g Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan Doktor Honoris Causa. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) dan lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M. C.3. mendapatkan Angka Kredit sebesar 3.9. b.PAN/12/2000 tentang Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya.l e ga lit a s. Kegiatan pengembangan profesi sebanyak-banyaknya 75 % dari 25 kredit. harus berasal dari unsur utama sekurang-kurang 80% dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. dianggap berjasa dalam meningkatkan pemahaman terhadap pelaksanaan Jabatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di tingkat nasional atau internasional.9.Kabupaten/Kota (Angka kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.1. penyusunan instrumen hukum sekurang-kurangnya 25 % dari 25 kredit.PAN/12/2000. untuk jasanya tersebut Andrie Amoes.www.9.H.50 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->