www. legalitas.

org

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.02.PR.08.10 TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SISTEMATIKA PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT

BAB I

PENDAHULUAN A. TUJUAN B. RUANG LINGKUP KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT A. UNSUR UTAMA 1. Unsur Pendidikan 2. Unsur Penyusunan Peraturan Perundang-undangan 3. Unsur Penyusunan Instrumen Hukum 4. Unsur Pengembangan Profesi B. UNSUR PENUNJANG

BAB II

w

w

w

.l e

BAB III

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
2 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN 1. Petunjuk teknis penilaian Angka Kredit Perancang Peraturan Perundangundangan ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Perancang Peraturan Perundang-undangan, Anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman pelaksanaan penilaian kegiatan perancangan dan Angka Kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansi pemerintah di pusat. 2. Dalam petunjuk teknis ini diatur tentang kegiatan perancangan yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat. B. RUANG LINGKUP 1. Unsur kegiatan yang dinilai dan diberikan Angka Kredit adalah: a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang. 2. Petunjuk Teknis ini diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan tugas pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat, yang berdasarkan tugas pokok dan fungsinya: menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan seluruh kegiatan teknis fungsional perancangan peraturan perundang-undangan atau yang terkait dengan bidang peraturan perundangundangan.

A. UNSUR UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN (SEMUA JENJANG JABATAN) 1.1. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Ijazah/Gelar Pendidikan Sekolah dimaksud adalah pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah/Gelar dimaksud adalah sarjana hukum atau sarjana lain di bidang hukum (sarjana syariah dan sarjana ilmu kepolisian), magister di bidang hukum, doktor di bidang hukum. Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 2. Fotokopi surat izin tugas belajar dari instansi yang bersangkutan. Dasar Pemberian Angka Kredit: 1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan atau Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan tetapi gelar/ijazahnya belum mendapat Angka Kredit: a. Gelar/ijazah S1, diberikan Angka Kredit sebesar 75; b Gelar/ijazah S2, diberikan Angka Kredit sebesar 100; c. Gelar/ijazah S3, diberikan Angka Kredit sebesar 150.

w

w

w

.l e

BAB II KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
3 2) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang memperoleh gelar jenjang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, Angka Kredit yang diberikan adalah selisih antara Angka Kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan Angka Kredit gelar/ijazah sebelumnya. 3) Bagi seseorang yang bergelar S2 atau S3 di bidang hukum untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan maka ia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu untuk S2 diberikan Angka Kredit 100 dan S3 diberikan Angka Kredit 150. Contoh: Machmud Aziz, S.H adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Direktorat Perancangan Peraturan Perundangundangan, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Apabila Machmud Aziz, S.H. diangkat pertama kali sebagai pejabat fungsional Perancang, kepada Machmud Aziz, S.H. diberikan Angka Kredit sebesar 75. Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan berhasil memperoleh gelar S2 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 25 yang dihitung dari Angka Kredit 100 dikurangi 75. (Keterangan: angka 75 sudah diberikan untuk gelar S1 nya). Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan berhasil memperoleh gelar S3 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 50 yang dihitung dari Angka Kredit 150 dikurangi 100. (Keterangan: angka 100 sudah diberikan untuk gelar S2 nya). DR. Jufrina adalah seorang Doktor yang bukan Pegawai Negeri Sipil ingin masuk menjadi Perancang Peraturan Perundangundangan maka yang bersangkutan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu dan Angka Kredit yang diperoleh adalah 150 dengan golongan III/c. Maria adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang setelah mendapat gelar Doktor baru mendaftar sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, maka Maria diberikan Angka Kredit 150 dan golongan III/d. 1.2. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Fungsional di Bidang Perancang Peraturan Perundang-undangan dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri dari: 1. Diklat Teknis yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan. 2. Diklat Teknis Penjenjangan yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk kenaikan jabatan Perancang Peraturan Perundangundangan. 3. Diklat Teknis Tambahan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

Peraturan/Keputusan Komisi Yudisial . c. dan 13. or g . Peraturan/Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan. 3. UNSUR PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) w . 481 – 640 jam pelajaran memperoleh 6 Angka Kredit.H. 5. diberikan Angka Kredit yang besarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit). f. 6. serta diklat teknis tambahan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. 30 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 Angka Kredit. 10. Peraturan Bank Indonesia. 4. 2. Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud adalah aturan tertulis yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yang isinya mengikat secara umum. 161 – 480 jam pelajaran memperoleh 3 Angka Kredit. Bukti Fisik: 1. w w 2. 12. 3. 11. Peraturan/Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Daerah. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Contoh: Enny. Peraturan/Keputusan Komisi Pemilihan Umum . 81 – 160 jam pelajaran memperoleh 2 Angka Kredit. 641 – 960 jam pelajaran memperoleh 9 Angka Kredit. Surat penugasan mengikuti Diklat. 7. dengan Bukti Fisik STTPL memperoleh 9 Angka Kredit. 8. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Lebih dari 960 jam pelajaran memperoleh 15 Angka Kredit. Peraturan/Keputusan Menteri . S. yaitu: a.PAN/12/2000. Peraturan Pemerintah. e. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat Teknis Tambahan. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat terakreditasi. Perancang Pertama pada Biro Hukum Departemen Kesehatan telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 700 jam pelajaran. b.org 4 Ketentuan mengenai Penyelenggaraan dan Kurikulum Diklat yang bersifat wajib sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2.www. Peraturan/Keputusan Kepala LPND/Dirjen. meliputi: 1.l e ga lit a s. Dasar Pemberian Angka Kredit: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang telah menyelesaikan Diklat Teknis Fungsional sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Jenis Peraturan Perundang-undangan tingkat pusat. 2. 9. d. Peraturan/Keputusan Badan/Lembaga/Komisi dan sejenisnya yang dibentuk oleh Pemerintah . legalitas. Undang-Undang. Peraturan/Keputusan Presiden.

akan memperoleh Angka Kredit sebesar 80% dari Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. 2. dan 21. Permohonan dan Tanggapan terhadap Permohonan Yudisial Review. 12. (Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional). Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan satu atau dua tingkat di atas jenjang jabatannya. maka Perancang Peraturan Perundang-undangan yang satu tingkat atau dua tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3.www. Keputusan Gubernur Bank Indonesia. Jenis instrumen hukum. Instruksi Kepala Kepolisian RI. 8. 20. Instruksi Presiden. Tanggapan terhadap Pendapat DPR yang mengusulkan Pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. Akta. Kontrak Internasional. Instruksi Bupati/Walikota. Terhadap penugasan yang diberikan secara kelompok. Instruksi Kepala LPND/Dirjen. or g . Pendapat Hukum/Legal Opinion.org 5 Keputusan yang dimaksud adalah keputusan lembaga/pejabat yang bersifat pengaturan (regeling). 9. 13. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di bawah jenjang jabatannya. 5. Instruksi Ketua Komisi Pemilihan Umum. Instruksi Menteri. 3. Permohonan dan Tanggapan Pembubaran Parpol. dan keputusan lembaga/pejabat bersifat mengikat keluar yang bukan jenis peraturan perundang-undangan (aturan kebijakan/beleidsregels/pseudowetgeving). Permohonan dan Tanggapan terhadap Penyelesaian Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara. 16. Perjanjian Internasional. jumlah Angka Kredit yang sama sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. diberikan kepada masing-masing individu Perancang Peraturan Perundang-undangan. Kontrak Nasional. 7. w w w . Dasar Pemberian Angka Kredit: Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Perancang Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. 11. 14.PAN/12/2000. 18. Jawaban Gugatan. 4. Gugatan. Instruksi Gubernur.PAN/12/2000. 2. legalitas. 6. meliputi: 1. Surat Edaran (yang dikeluarkan berbagai macam Instansi Pemerintah di Pusat). 15. 10. akan memperoleh Angka Kredit yang sama 100% dengan Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. Instruksi Jaksa Agung.l e ga lit a s. 17. 19.

Meneliti usul prakarsa dari Instansi terkait. Menyempurnakan naskah akademis. w w w Bukti Fisik: Laporan berisi dikumpulkan. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap data primer dan/ data sekunder. Laporan tersebut berisi hasil penelitian. Melakukan studi kelayakan. 6.1.1. Mengumpulkan Data Sekunder (Angka Kredit 0.1. 5.1. . legalitas.1. dan 7. .1 Sub Unsur Melakukan Persiapan. seperti: hasil wawancara maupun kuesioner. Mengumpulkan Data Primer (Angka Kredit 0. 2.1.l e ga lit a data s. Menyusun konsep usul prakarsa penyusunan RUU. Menyiapkan naskah akademis. 2.2 Perancang Muda) Menganalisis dimaksud adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi penyusunan peraturan perundang-undangan. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.1.06 Perancang Pertama) Data Sekunder dimaksud adalah data yang dikumpulkan melalui kepustakaan. 4. Menelaah usul penyusunan peraturan perundang-undangan dari unit teknis. Bukti Fisik: Laporan berisi data primer yang telah dikumpulkan. Yang dimaksud dengan “melakukan persiapan” adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundangundangan berkaitan dengan penyusunan peraturan perundangundangan yang meliputi: 1. or g sekunder yang telah 2. Membahas naskah akademis. baik melalui wawancara maupun kuesioner.1.1.b. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. 3.www.06 Perancang Pertama) Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden. 2. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Mengumpulkan Data Data yang dimaksud terdiri atas data primer dan data sekunder.a.org 6 2. 2.2. Melakukan Studi Kelayakan Yang dimaksud dengan “melakukan studi kelayakan” adalah: 2.1.1.1.1. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

l e ga lit a s. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.16 Perancang Muda) Laporan dimaksud adalah laporan hasil pengumpulan data. pengesahan. II. ayat. dan perubahan.org 7 2.4. 2. dan tersier.2. Menganalisis Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Untuk menganalisis TOR.1. 2.1. dan hirarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.1.1. penganalisisan data. Bukti Fisik: Laporan akhir dari hasil studi kelayakan. Bukti Fisik: Laporan hasil kaji ulang.1. penetapan. dan III. bentuk. 2. pencabutan. w . Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan.3.2. dan pengkajian ulang terhadap analisis data tersebut yang disusun dalam bentuk laporan akhir studi kelayakan. 2. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Bahan hukum primer misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. sekunder.www. Mengadakan Kaji Ulang (Angka Kredit 0. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan.1. legalitas.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis.1. jenis. Menelaah Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Dari Unit Teknis Yang dimaksud dengan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah dalam bentuk Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR) yakni konsep awal yang berisi pokok-pokok pikiran yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun naskah akademis. or g .12 Perancang Madya) Kaji Ulang dimaksud adalah menelaah kembali konsep hasil analisis data. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya.2.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Menyusun Laporan (Angka Kredit 0.2.

2.1. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. w . Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan II. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan I. b. b. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.16 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.3. pembebanan kepada masyarakat.2.1.2.2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2.1.2.l e Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan III. Merumuskan Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Yang dimaksud dengan merumuskan telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah mengkaji ulang laporan hasil analisis Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR). analisis TOR tingkat 2. .www.1.2 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan dibawah Peraturan/Keputusan Menteri.1. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.1.2. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. legalitas.2. b. ga lit a s. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).2.1.3.3.36 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II : a. or g analisis analisis TOR tingkat TOR tingkat 2. 2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. w w 2.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah a.org 8 2. b. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

3. b.3.1. w w w . Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.4.org 9 Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan I.2.1. 2. Menyempurnakan Naskah Hasil Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan : Yang dimaksud dengan menyempurnakan naskah hasil telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan adalah memperbaiki naskah telaahan untuk menghasilkan naskah akhir Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).1. b. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.www. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2. pembebanan kepada masyarakat. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.1. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan III. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2.2.l e ga lit a s.4.2. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan II.2.2. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan I.42 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah: a. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. 2.1.12 Perancang Madya) Tingkat kesulitan I adalah : a. or g . Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. legalitas. b. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). 2.33 Perancang Madya) Tingkat kesulitan II : a.

1. Bukti Fisik: Laporan yang berisi hasil pengkajian masalah. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.3.1.org 10 2.2. komprehensif dan holistik termasuk landasan pembentukannya baik yang bersifat filosofis.l e ga lit a berisi s. pembebanan kepada masyarakat. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Melakukan Pengkajian Masalah (Angka Kredit 1. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.1.www.1. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.2. . Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan II.4.2.3.4. Bukti Fisik: Laporan yang diinventarisasi.32 Perancang Muda) Melakukan pengkajian masalah adalah meneliti ulang atau menganalisis permasalahan dan latar belakang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam rangka menentukan pokok-pokok permasalahan.3. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan III. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. legalitas.3. or g masalah yang telah 2.1.2 Perancang Utama) Tingkat kesulitan II adalah : a. sosiologis maupun yuridis. 2. w w w . Menyiapkan Naskah Akademis Yang dimaksud dengan naskah akademis adalah konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur.1. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). b. 2. b.44 Perancang Muda) Menginventarisasi masalah adalah mengumpulkan dan menyusun secara sistematis permasalahan dan latar belakang pembentukan suatu peraturan perundang-undangan. yang disusun secara sistematis. 2. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.2. Menginventarisasi Masalah (Angka Kredit 0.24 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III adalah: a.

Bukti Fisik: Naskah akademis dalam bentuk konsep yang berisi uraian pokok-pokok pikiran dalam uraian: a. Penutup. 5.1 Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0.3. 4.5. 3.1.4. 2. Merumuskan dan Menyusun Naskah Akademis (Angka Kredit 0. Peralihan. 4.4. Latar belakang.6 Perancang Madya) Menyajikan naskah pembanding dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah pembanding atas naskah akademis. Menyajikan Naskah Pembanding (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Naskah Akademis 2. or g .1. 2.1.www.l e ga lit a s. Sanksi. Materi Muatan (jenis/bentuk pengaturan). c.5.15 Perancang Madya) Menyajikan naskah akademis dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah akademis. Membahas Naskah Akademis 2.1. 3. 2.6 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun naskah akademis dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.1.1.1. Kesimpulan dan Saran 2. 2. b. Pendahuluan 1. Materi. Menyajikan Naskah Akademis (Angka Kredit 0.3.4. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah pembanding (banyaknya penyajian). w w w . Ruang Lingkup Naskah Akademis 1. Metode Pendekatan. Umum. Tujuan dan Kegunaan. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah akademis (banyaknya penyajian). legalitas.org 11 2.2.08 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan/menetapkan identitas (pokok-pokok masalah) dan mengumpulkan data tambahan yang meliputi data lapangan maupun data kepustakaan sebagai bahan pelengkap.

www. c.l e ga lit a s. Bahan hukum sekunder. dan e keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan lain.2. sekunder. 2. legalitas.1. sasaran yang ingin diwujudkan. dan tersier. b. 2. d. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. misalnya naskah akademis.24 Perancang Muda) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA.2 Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0. latar belakang dan tujuan penyusunan.2.1. yang isi usul prakarsa tersebut meliputi: a. 2. Bahan hukum tersier.org 12 Bukti Fisik: Laporan yang berisi data tambahan yang telah diidentifikasi dan dikumpulkan.1.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah menyempurnakan konsep naskah akademis berdasarkan identifikasi dan pengumpulan data tambahan. w . Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. lingkup atau objek yang akan diatur. Menyusun Konsep Usul Prakarsa Penyusunan RUU/RAPERDA Yang dimaksud dengan usul prakarsa adalah prakarsa penyusunan RUU yang dipersiapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen untuk diajukan kepada Presiden. jangkauan dan arah pengaturan. misalnya Peraturan Perundangundangan dan rancangannya. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. pokok-pokok pikiran. Bahan hukum Primer.1. ayat. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA 2. 2.1.6. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.6.6.6. Bukti Fisik: Naskah akademis. or g .1. dan Prakarsa penyusunan rancangan peraturan daerah/RAPERDA yang dipersiapkan oleh Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada Gubernur/Bupati/Walikota.5.1. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.

.2.4.1.www.6. Bukti Fisik: Naskah awal RUU/RAPERDA. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.1.1 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. pokok-pokok pikiran. legalitas. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.36 Perancang Madya) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU.2. lingkup atau objek yang akan diatur. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. ga lit a s. terhadap prakarsa 2.1.3.6.6.6. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.1. sasaran yang ingin diwujudkan.1.1. 2. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.6.l e Bukti Fisik: Naskah awal usul prakarsa RUU.2.org 13 Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis penyusunan konsep usul RUU/RAPERDA.6.3 Perancang Madya) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.4. pokok-pokok pikiran.3 Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. sasaran yang ingin diwujudkan.1.2 Perancang Muda) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. .1. lingkup atau objek yang akan diatur.3. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. w w w 2. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. or g usul prakarsa 2. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap penyusunan konsep usul prakarsa RUU.

Uraian butir 2. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. legalitas.1.6. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa 2.1. misalnya naskah akademis. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU.org 14 Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RAPERDA adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RAPERDA untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RAPERDA setelah mendapatkan masukan dari dinas terkait yang akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah.1. 2. Bahan hukum primer. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Meneliti Usul Prakarsa Dari Instansi Terkait Meneliti usul prakarsa dari instansi terkait dimaksud adalah awal pertemuan antar departemen untuk membahas konsep usul prakarsa dari instansi pemrakarsa yang dikoordinasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Bahan hukum tersier.3 Perancang Muda) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1. or g 2.8.1. sasaran w w w . 2.8. berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR/DPD dan BALEG DPR. dan tersier.6.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. .1. Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. lit a s. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. sekunder.l e ga 2. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.8.2.www. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU/RAPERDA. Bahan hukum sekunder.2.7.1.1.15 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa.8. 2.4.

bentuk. 2.1.2. Bahan hukum tersier. sasaran yang ingin diwujudkan. w . pokok-pokok pikiran. jenis. Bahan hukum primer. Menganalisis Bahan Penyusunan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Bahan untuk pembuatan kerangka dasar rancangan peraturan perundang-undangan adalah bahan yang berkaitan dengan materi muatan.45 Perancang Madya) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.l e 2. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.1. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU. Mengumpulkan Bahan untuk Menyusun Kerangka Dasar (Angka Kredit 0. ga lit a s. lingkup atau objek yang akan diatur.1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. legalitas.2.8. pokok-pokok pikiran.1. Bukti Fisik: Izin prakarsa RUU.www. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. dan bagian-bagian peraturan perundang-undangan.2. misalnya naskah akademis. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. ayat.2. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. dan tersier. 2. 2. Sub Unsur Penyusunan Rancangan 2. Bahan hukum sekunder. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.org 15 yang ingin diwujudkan.1. sekunder. Untuk menganalisis bahan penyusunan kerangka dasar peraturan perundang-undangan. lingkup atau objek yang akan diatur.2.2. or g .06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.2. Menyusun Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Yang dimaksud dengan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah rancang bangun peraturan perundangundangan yang berisi sistematika dan bagian-bagian pokok dan penting yang perlu dituangkan dalam peraturan perundangundangan. Bukti Fisik: Izin prakarsa (persetujuan usul prakarsa) RUU/RAPERDA.

Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah.2. Peraturan/Keputusan Presiden. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. dan perubahan. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.18 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. w . w w 2. pengesahan. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya.1. misalnya.2.org 16 Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. pencabutan. II. Menganalisis bahan untuk menentukan atau memilih judul dan merumuskan pembukaan peraturan perundangundangan. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.1.2. bentuk.2.44 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. dan hierarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. 2. jenis.l e ga lit a s.1. dan III. penetapan. b. legalitas. Peraturan Pemerintah. misalnya. Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan/ Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan peraturan perundangundangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. or g . dari UndangUndang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya.www.

Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.2. ga lit a s.3. misalnya. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan UndangUndang/Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.org 17 2. pemberian sanksi pidana. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Rancangan Peraturan Pemerintah.1. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. pembebanan kepada masyarakat. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. legalitas.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan /Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang.3.1.www.15 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. w w w .1 Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.3. Rancangan Peraturan Pemerintah. Merumuskan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. misalnya. b.1.75 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis. or g .2. Merumuskan Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Merumuskan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah kegiatan menyusun pokok-pokok materi yang akan dituangkan ke dalam rumusan norma di batang tubuh peraturan perundangundangan. 2. 2.

2.1. or g . w w w . pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pembebanan kepada masyarakat.4.1. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pemberian sanksi pidana. misalnya. Menyempurnakan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.2.1.1 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.l e ga lit a s.3 Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. misalnya. 2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.3.www. legalitas. Menyempurnakan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan kerangka dasar peraturan perundang-undangan adalah memperbaiki perumusan kerangka dasar untuk menghasilkan naskah akhir kerangka dasar.6 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah.org 18 2.1.2. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.36 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.1.2.2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.3. misalnya.4.2.

pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. pembebanan kepada masyarakat.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. w . Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.26 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.3.4.2. legalitas. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.2. ga lit a s. 2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.2. w w 2. Rancangan Peraturan Pemerintah.45 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang.1. pemberian sanksi pidana. misalnya. or g .www. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya.4. Menyempurnakan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah.org 19 b.1.

jenis. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2 Perancang Pertama) a. hierarki. Merumuskan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah menuangkan pokok-pokok materi ke dalam bagian-bagian dari kerangka dasar peraturan perundangundangan dalam bentuk pasal-pasal yang berisi norma. Rancangan Peraturan Pemerintah.org 20 2.www. 2. dan sifat peraturan perundang-undangan yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. Untuk merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan.2. dan bab. Rancangan Peraturan Pemerintah. b.2. bentuk. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2. bagian-bagian. Membuat judul yang mencerminkan isi dari pokokpokok materi dan merumuskan pembukaan Rancangan Undang-Undang. bagian.2. w w w . dan bab. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. legalitas.7 Perancang Muda) Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. bagian. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. II. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2.1.2. Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan Judul serta Pembukaan Rancangan Undang-Undang. Uraian butir 2.2 ini berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan merumuskan Rancangan Peraturan Tata Tertib DPR dan DPRD. or g .l e ga lit a s.2. dan III.

1.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia). legalitas.1.1. bagian.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0.2.2. pembebanan kepada masyarakat.2. yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.2.3.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat intern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.3.2. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Ekstern Tim/Panitia 2.2.org 21 2. w w w .09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat ekstern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.www.1.2. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Intern Tim/Panitia 2. 2.1.5 Perancang Madya) Menuangkan pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. Bukti Fisik: Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia). Membahas Rancangan Peraturan Perundang-undangan 2. or g .3.3.3. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 1.2. 2.3. 2. dan pemberian sanksi pidana ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.3.2.2. dan bab. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0.

Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi notulen rapat.2.2. w w w . dan data yang diperoleh).4. legalitas.4. Contoh: Penyusunan RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Pasal 1 angka 1 UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”. 2.3.www.2.1. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi konsep penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan).135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0. 2.2.l e ga lit a s. Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0. 2.4.2. Menyempurnakan Rancangan Peraturan Perundangundangan 2. Pasal 1 angka 1 RUU tentang Perubahan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak berdasarkan hasil rapat diubah menjadi: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah merumuskan kembali sesuai dengan konsep hasil pembahasan Panitia Antardepartemen. hasil identifikasi materi. or g .org 22 Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia). Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia).1 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan materi yang telah diubah atau disempurnakan berdasarkan hasil rapat dan berdasarkan data yang diperoleh baik dari bahan kepustakaan maupun peraturan perundang-undangan yang terkait.2.2.

or g . Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. Menyusun Konsep Jawaban Pemerintah Terhadap Pemandangan Umum Fraksi 2. Menyusun Keterangan Pemerintah 2.org 23 2. Sub Unsur Pembahasan RUU 2.1.1. 2.www.3.3. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Keterangan Pemerintah. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.1.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi RUU yang diuraikan secara narasi. Membahas Kembali Rancangan dalam rangka Harmonisasi (Angka Kredit 0.1.3.2.2. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. 2. Bukti Fisik: Konsep hasil kajian Keterangan Pemerintah tentang RUU.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.3.1.3. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.2.3. Bukti Fisik: Setiap kali (hasil pembahasan rapat pleno). 2.2.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji materi konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi yang dimuat dalam RUU. Bukti Fisik: Konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU.18 Perancang Utama) Membahas kembali rancangan dalam rangka harmonisasi dimaksud adalah membahas kembali dalam rapat pleno hasil penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan dengan cara pencocokan silang (cross check) atau mencari keselarasan materi atau antar materi. w . legalitas.5.1. w w Bukti Fisik: Keterangan Pemerintah tentang RUU.3. 2.l e ga lit a s.3.

2. atau permasalahan yang diidentifikasi oleh fraksi-fraksi DPR atau Pemerintah yang lazimnya berbentuk tabel. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. or g . Bukti Fisik: Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). catatan. w w Bukti Fisik: Konsep DIM.45 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep DIM dari RUU yang berisi telaahan terhadap pertanyaan.3.3.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU. Menelaah Konsep DIM (Angka Kredit 0.2. atau permasalahan mengenai materi RUU yang dimuat dalam DIM tersebut.3.2. atau permasalahan mengenai materi RUU berdasarkan format yang telah baku dan diajukan kepada pengusul RUU.3. Bukti Fisik: Konsep telaahan DIM 2. 2.3. Menyusun Konsep DIM (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah. Menyempurnakan Konsep DIM (Angka Kredit 0.3 Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. catatan.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep DIM adalah memperbaiki hasil telaahan untuk menyempurnakan konsep DIM.4 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyiapkan konsep DIM berdasarkan RUU yang berisi pertanyaan.3. 2.1. legalitas.3.3.3. Bukti Fisik: Jawaban Pemerintah.3. disusun secara sistematis berdasarkan permasalahan dan pasal per pasal sesuai dengan sistematika RUU. w .2. 2.org 24 2. catatan.2. Menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Daftar Inventarisasi Masalah dimaksud adalah daftar yang memuat pertanyaan.www.3.l e ga lit a s.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Jawaban Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Jawaban Pemerintah.

Menyempurnakan Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.4.4.1. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM 2. atau permasalahan yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah yang dimuat dalam DIM tersebut. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. 2. Menelaah Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.3. 3) jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi.4.2. 2. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM. Bahan hukum tersier. atau permasalahan yang dimuat dalam jawaban DIM tersebut.3. w w Bukti Fisik: Jawaban DIM. Menyusun Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.3. ga lit a s. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. misalnya naskah akademis. Bahan hukum sekunder.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang datang dari pemerintah yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa: 1) RUU. catatan.l e 2. Bahan hukum primer.3.4. legalitas. dan tersier. sekunder. 4) jawaban atas DIM. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0.www.3.4 Perancang Muda) Menyusun konsep jawaban DIM dimaksud adalah menyiapkan konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. dan 5) bahan hukum primer. or g . Menyiapkan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Menyiapkan jawaban atas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dimaksud adalah menyusun konsep jawaban DIM yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah mengenai materi RUU.1. 2) keterangan pemerintah.45 Perancang Madya) Menelaah konsep jawaban DIM dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan.5. w .a RUU yang datangnya dari Pemerintah. Mengikuti Sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/DPD 2.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep Jawaban DIM dimaksud adalah memperbaiki hasil telaahan Jawaban DIM untuk menyempurnakan konsep DIM.5.3. catatan.3.org 25 2.

sekunder.5. Bahan hukum primer. c.1.3. dan tersier. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0.2.l e Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran).3. Kegiatan tersebut antara lain berupa: a. or g . Bahan hukum sekunder. Tingkat PANSUS (Angka Kredit 0.1.b RUU yang datangnya dari DPR/DPD. Mengikuti Pembahasan Pembahasan dimaksud adalah salah satu proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/ DPD.2. Tingkat PANJA (Angka Kredit 0. 4) jawaban atas DIM Pemerintah. 2. 2. dan 6) hasil kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.18 Perancang Madya) Pembahasan di tingkat Panja dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. mempersiapkan rumusan. misalnya naskah akademis. w w w 2. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. ayat.5. b. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa : 1) RUU.org 26 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. memberikan saran. 2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. mempersiapkan jawaban.2.24 Perancang Utama) Pembahasan di tingkat Pansus dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. 3) jawaban DPR/DPD terhadap pemandangan umum dari Pemerintah.3. 5) bahan hukum primer. legalitas. 2) keterangan DPR/DPD (fraksi/komisi/ Baleg). ga lit a s.www. Bahan hukum tersier. .3.5.5. kecuali Peraturan Tata Tertib DPRD yang bersangkutan menentukan lain.

Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). c. w w w 2.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timus/Timcil dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan pasal-pasal atau ayat RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). Tingkat Timus/Timcil (Angka Kredit 0.org 27 Kegiatan tersebut antara lain berupa: a. Tingkat Tim Sinkronisasi (Angka Kredit 0.4.3. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir).09 Perancang Muda) Membuat laporan hasil sidang dimaksud adalah menyusun hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.www. mempersiapkan jawaban.6. memberikan saran. b.5. 2. batang tubuh dan penjelasan atau antar pasal. or g .5.l e Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. Bukti Fisik: Laporan hasil sidang pada pembicaraan tingkat I.3. legalitas.3. mempersiapkan rumusan.2. 2.5. 2. ayat atau bagian RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). Membuat Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. Merumuskan Hasil Sidang Pembahasan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan hasil sidang pembahasan peraturan perundangundangan dimaksud adalah penyusunan risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timsin dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan dalam rangka sinkronisasi konsideran menimbang.2.3.3.3. Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. . Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir/penjelasan umum). ga lit a s.

2. 2.3. or g .www.09 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyusun konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.3.3. Menyiapkan Konsep (Angka Kredit 0. 2.26 Perancang Muda) Menyiapkan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah menyusun konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus. 2. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.1.13 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.7. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.1.6.l e ga lit a s. Menyiapkan Sambutan Singkat Menteri (atas nama pemerintah ) dalam Sidang PANSUS Menyiapkan sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan singkat Menteri mengenai proses dan hasil pembahasan RUU yang disampaikan dalam sidang Pansus. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri. legalitas.6.org 28 2. Bukti Fisik: Risalah pembahasan RUU. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan RUU.7. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan (hasil telaahan) RUU. 2.3.2.6.09 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki konsep risalah hasil pembahasan (hasil telaahan) RUU untuk mendapatkan naskah akhir risalah. w w w . Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus.3.3. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.3.7. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.2.

Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. maupun tersier. w w Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri w .3. Bukti Fisik: Naskah sambutan Menteri. 2. Menyiapkan Sambutan Menteri (atas nama Pemerintah) dalam Sidang Paripurna Menyiapkan sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah menyusun sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.8.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan Menteri. Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. Sub Unsur Pemberian Tanggapan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan singkat Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan singkat Menteri.2. misalnya naskah akademis.www.26 Perancang Muda) Menyusun konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.3. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.undangan 2. legalitas.8. Bahan hukum tersier.4.1.8. 2.3. ga lit a s. Bahan hukum sekunder. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. baik berupa bahan hukum primer.3.7.4. Bahan hukum primer. or g .3. Bukti Fisik: Naskah sambutan singkat Menteri.8. 2.l e 2. 2. sekunder.1.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.org 29 2.3.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan rancangan peraturan perundang-undangan yang dibuat.3.

misalnya. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.4. menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. d. kewenangan pembentuk rancangan tersebut. misalnya.2.org 30 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Menyusun Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah tanggapan terhadap: a. w w w . ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. dan Undang-Undang.2. or g . Peraturan Pemerintah.4.1. 2. e. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. legalitas. materi muatan yang dimuat di dalam rancangan tersebut. b.www. konsepsi yang dimuat di dalam rancangan tersebut. Peraturan/ Keputusan Presiden.2. menyusun konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. f. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri.2. c. harmonisasi rancangan dengan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan materi muatan rancangan tersebut. b. Bukti Fisik: Konsep tanggapan rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri.l e ga lit a s.4. 2. landasan formal dan materiil konstitusional. 2.4 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II: menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.13 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I: a. misalnya. teknik penyusunan peraturan perundang-undangan.

2. dan Rancangan Peraturan Daerah. w .3.5 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan III: Menyusun tanggapan rancangan peraturan perundangundangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.1.4. pemberian sanksi pidana. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Undang-Undang. w w Bukti Fisik: Konsep telaahan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.3. misalnya.www. misalnya.4.4.18 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I: a. or g .2.39 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.l e ga lit a s. misalnya. menelaah konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. 2. Rancangan Undang-Undang.4. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. pembebanan kepada masyarakat. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Peraturan Pemerintah. menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.3. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. b. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Peraturan/ Keputusan Presiden. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. 2. Peraturan Pemerintah.3. misalnya. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Menelaah Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundangundangan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.org 31 2. dan Rancangan Peraturan Daerah. legalitas.

w w Bukti Fisik: Naskah tanggapan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.21 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.13 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan I: a. pemberian sanksi pidana. Peraturan Pemerintah. dan Rancangan Peraturan Daerah. pembebanan kepada masyarakat. w .l e ga lit a s. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri.www. misalnya.4.3. menyempurnakan konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah.4. or g . legalitas.4. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.4.4. 2. misalnya. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Undang-Undang. dan Rancangan Peraturan Daerah. Peraturan/Keputusan Presiden. b.3. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. 2. misalnya.4. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.org 32 2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. 2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Rancangan Undang-Undang.2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. misalnya.1.4.

UNSUR PENYUSUNAN INSTRUMEN HUKUM (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) Instrumen hukum dimaksud adalah alat untuk menegakkan hukum yang terdiri atas jenis peraturan perundang-undangan dan jenis bukan peraturan perundang-undangan. Kejaksaan Agung.l e ga lit a s. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepmendagri Nomor 133 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Agraria Provinsi dan Kantor Agraria kabupaten/kotamadya merupakan jenis instruksi yang memuat atau berbentuk aturan kebijakan karena instruksi tersebut mengandung ketentuan yang bersifat umum. Dari isinya. berlaku bagi jajaran administrasi negara di bawah pembuat instruksi. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Undang-Undang.www. Rancangan dan Rancangan Peraturan Daerah. Instruksi mengenai kebijakan konkret tertentu yang bersifat khusus (misalnya. Sub Unsur Penyusunan Instruksi Presiden. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. dan Rancangan Peraturan Daerah. b.27 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. surat edaran. Gubernur BI. Instruksi dimaksud adalah suatu bentuk keputusan yang bersifat hierarkhis. Kepolisian Republik Indonesia.4. Instrumen hukum yang bukan peraturan perundangundangan termasuk di dalamnya aturan kebijakan yang berisi ketentuan yang mengikat keluar. misalnya. legalitas. penugasan atau perintah untuk mewakili pimpinan atau penugasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu) tidak dapat dimasukkan sebagai aturan kebijakan. namun aturan kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance). yang isinya sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi pejabat/instansi pemerintah.3. pembebanan kepada masyarakat. instruksi ada yang dapat digolongkan sebagai aturan kebijakan dan ada yang bukan. Panglima TNI. Instruksi akan menjadi aturan kebijakan kalau disertai dengan ketentuan yang bersifat umum. w w w . 3. c. Instruksi Pimpinan Departemen/LPND. Yang dimaksud dengan aturan kebijakan adalah keputusan yang dibuat oleh pejabat/instansi pemerintah berdasarkan kewenangan diskresi yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan.org 33 2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. yaitu: a.1. Rancangan Undang-Undang. pemberian sanksi pidana. Lembaga Negara Non Pemerintah. instruksi. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Contoh. 3. Pimpinan Lembaga Negara. dan lain-lain.4. or g .

3.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep instruksi dimaksud adalah memperbaiki konsep instruksi yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah instruksi. legalitas. Sub Unsur Penyusunan Surat Edaran Surat edaran dimaksud adalah surat yang ditujukan kepada berbagai pihak/pejabat yang terkait yang isinya digolongkan sebagai aturan kebijakan yang memuat petunjuk dan/ atau penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu kebijakan yang menjadi tanggung jawab pihak/pejabat yang bersangkutan. Menyusun Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep telaahan instruksi. Bukti Fisik: Konsep telaahan surat edaran. Menyusun Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. 3.org 34 3.1.3.1. misalnya. 3.2.2. dan Keputusan Menteri Kehutanan tentang pemberian hak pengusahaan hutan. Menyempurnakan Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep surat edaran.1. s.1.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep instruksi dimaksud adalah menyiapkan konsep awal instruksi dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat-syarat aturan kebijakan. Termasuk dalam kategori surat edaran adalah surat pemberian izin untuk dapat melaksanakan kegiatan tertentu.www. 3. or g .15 Perancang Pertama) Menyusun konsep surat edaran dimaksud adalah menyiapkan konsep awal surat edaran dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat aturan kebijakan. w w w .2. 3. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian izin praktek notaris.26 Perancang Muda) Menelaah konsep surat edaran dimaksud adalah mengkaji surat edaran yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama.2.26 Perancang Muda) Menelaah konsep instruksi dimaksud adalah mengkaji dan menganalisis konsep instruksi yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama.1. Menelaah Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep Instruksi (Angka Kredit 0.l e ga lit a Bukti Fisik: Naskah instruksi. Bukti Fisik: Konsep instruksi.2.

3. dan e. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. treaty. peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau subjek hukum inernasional lainnya. penjajagan. 3. menganalisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.1.1.www. letter of intents. organisasi internasional.3. b. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. legalitas. 3.1.org 35 3. Melakukan Persiapan Penyusunan Naskah Perjanjian Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah perjanjian internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. or g .3. nota kesepahaman (memorandum of understanding). meliputi: a. c. w w w . persetujuan (agreement). Menyempurnakan Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. penerimaan. perundingan.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep surat edaran dimaksud adalah memperbaiki konsep surat edaran yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah surat edaran. Menelaah Usul dari Unit Teknis tentang Penyusunan Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.3.3. Langkah-langkah tersebut dimulai dengan menyusun latar belakang permasalahan. Bukti Fisik: Naskah surat edaran. penandatanganan.1.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang penyusunan perjanjian internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.3. serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik. Sub Unsur Penyusunan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional dimaksud adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. saran. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. posisi Indonesia. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. d. Bentuk perjanjian internasional.2. konvensi internasional. 3.l e ga lit a s. saran. dan posisi Indonesia. antara lain. perumusan naskah. Langkah-langkah membuat perjanjian internasional.

Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. maupun tersier. w w w 3. Bahan hukum sekunder.3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.l e Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. 3. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. atau pasal. Menyusun Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah dasar perjanjian internasional. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. posisi Indonesia.2.1. ayat. misalnya naskah akademis.www.3. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. ga lit a s.3. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.2. or g .9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar perjanjian internasional ke dalam suatu naskah perjanjian.org 36 3. legalitas.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.2. 3.1. .2.3. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi perjanjian. Bahan hukum tersier. Menyusun Naskah Perjanjian Internasional Menyusun Naskah Perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan perjanjian internasional. sekunder. Bahan hukum primer.1. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2.1.

2.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.www.1. 3.2. 3.org 37 3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar perjanjian dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani. Memberikan Tanggapan terhadap Counter Draft Perjanjian Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan perjanjian internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat perjanjian dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan.l e ga lit a s.3.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format perjanjian internasional serta obyek yang diperjanjikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat perjanjian tersebut.3. Menelaah Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.2.3. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (naskah akhir). or g . w w Bukti Fisik: Konsep tanggapan. Bukti Fisik: Konsep tanggapan (hasil telaahan). legalitas.3.3. Menyempurnakan Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.3. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.2.3. 3. 3. w .3. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (hasil telaahan).3.

3. w w Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat perjanjian dalam rangka penyusunan naskah perjanjian.4.3. or g .4.l e ga lit a s.2.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.4. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan perjanjian yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. Membahas Naskah Perjanjian Internasional Membahas naskah perjanjian dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan perjanjian dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak yang akan dituangkan ke dalam satu naskah perjanjian akhir (final) setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.3.4. Melakukan Persiapan dalam rangka penyusunan Naskah Persetujuan Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah persetujuan internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. legalitas. 3.4.1. Sub Unsur Penyusunan Persetujuan Internasional Persetujuan Internasional dimaksud adalah salah satu bentuk perjanjian internasional.3. w .35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir perjanjian dimaksud adalah menyiapkan naskah perjanjian berdasarkan hasil pembahasan.1. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.3.3. Menyusun Naskah Akhir Perjanjian Internasional (Angka Kredit 1. baik dari sudut substantif maupun redaksional untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. 3. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).3. 3. 3. 3.4.org 38 3.www. Bukti Fisik: Naskah akhir perjanjian internasional. 3.

3. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. atau pasal.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. 3.2. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. or g .1. saran. w w w 3.4.1.www. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.1. posisi Indonesia. Menelaah Usul dari Unit Teknis (Angka Kredit 0. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. legalitas. ayat.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang persetujuan internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.2. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. peraturan perundang-undangan yang berlaku.1.4. Bahan hukum tersier. Bahan hukum primer. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer.1.4. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.1.org 39 3. posisi Indonesia. maupun tersier. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.2. . misalnya naskah akademis. ga lit a s.l e Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.4. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi persetujuan. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. Bahan hukum sekunder.2. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. sekunder. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.

legalitas. Menyusun Naskah Persetujuan Internasional Menyusun Naskah Persetujuan dimaksud adalah merumuskan rancangan persetujuan internasional. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Persetujuan Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan persetujuan internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat persetujuan dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan. Menyempurnakan Naskah Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.l e ga 3. Menelaah Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.3.4.www.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar persetujuan dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian yang akan ditandatangani.4.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. persetujuan internasional (hasil 3.1.4. Menyusun Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar persetujuan internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar persetujuan internasional ke dalam suatu naskah persetujuan.4.4.3. 3.4.3.1. Bukti Fisik: Naskah dasar telaahan).2. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional. 3.org 40 3.2. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.2. or g . .2. w w w Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional (naskah akhir).2. 3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar persetujuan dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar persetujuan yang akan ditandatangani. lit a s.

Membahas Naskah Persetujuan Membahas naskah persetujuan dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan persetujuan dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap substansi/isi persetujuan yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) persetujuan setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft. or g .18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat persetujuan dalam rangka penyusunan naskah persetujuan. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.4.3.2.2.3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.4. 3.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format persetujuan internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat persetujuan tersebut. 3.4.3.org 41 3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. baik dari sudut substantif maupun redaksional.4.4. Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan persetujuan yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).4. Bukti Fisik : Konsep tanggapan counter draft. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. legalitas. 3.4.4.www.9. w . 3. w w Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir). Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.1.l e ga lit a s.

legalitas. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. Menyempurnakan Naskah Akhir Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.4. 3.2. w w w . saran.3.4. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan. 3. posisi Indonesia.1. Pemerintah Republik Indonesia dengan lembaga internasional) yang bersifat keperdataan. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.135 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah akhir persetujuan dimaksud adalah menyiapkan naskah persetujuan berdasarkan hasil pembahasan. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. 3.2.5. or g . 3.1. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Sub Unsur Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Kontrak internasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah asing.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak baik data lapangan maupun data kepustakaan.www.1. Bukti Fisik: Naskah persetujuan internasional.5. Data keputustakaan adalah berupa bahan hukum primer.5.1. 3.1.org 42 3.1. maupun tersier. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.5. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan penyusunan Rancangan Kontrak Internasional sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. peraturan perundang-undangan yang berlaku.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.l e ga lit a s. sekunder.5.

org 43 Bahan hukum primer. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2. Bahan hukum tersier. lit a s. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. w . Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal.2. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. 3.5. posisi Indonesia.2.2.www. legalitas.1.2. w w 3.5.5.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. 3. Menyusun Naskah Kontrak Internasional Menyusun Naskah kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan kontrak internasional. Bahan hukum sekunder. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak. misalnya naskah akademis. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.2.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak internasional ke dalam suatu naskah. or g .5. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak internasional.l e ga Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. 3. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak internasional.

45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.5. w w 3. Bukti Fisik: Naskah tanggapan counter draft. w .45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.3.3.5.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/LPND yang membuat kontrak tersebut.2. Yang dimaksud dengan format adalah sistematika dari suatu kontrak yang berisi antara lain pendahuluan.3.3. legalitas.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. 3.www.2.org 44 3. Bukti Fisik : Naskah kontrak internasional. 3. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Kontrak Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak internasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak (negara asing/lembaga internasional) yang membuat kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/LPND) yang merupakan rancangan sandingan.5. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.5. pertimbangan.5.3.3. or g . 3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. pasal-pasal yang berisi materi kontrak yang termasuk didalamnya pengecualian dan pilihan hukum apabila terjadi sengketa. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. baik dari sudut substantif maupun redaksional.1.l e ga lit a s.

1.6.3. Sub Unsur Penyusunan Kontrak Nasional Kontrak nasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (instansi Pemerintah di pusat dengan instansi Pemerintah di pusat lain. s. legalitas. 3.4. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. w .l e ga lit a Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). 3.www. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Internasional (Angka Kredit 1.org 45 3. Bukti Fisik: Naskah kontrak internasional.).4. 3. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak nasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan antara: a. b. w w 3.5. atau c. or g . instansi Pemerintah pusat dengan swasta (LSM.5.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. dsb. Membahas Rancangan Kontrak Internasional Membahas rancangan kontrak internasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi kontrak yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) kontrak setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak internasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak internasional berdasarkan hasil pembahasan. 3.1. badan hukum privat. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. satu instansi dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah pusat.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak.4.4.2. Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.5. instansi Pemerintah pusat dengan daerah. atau instansi Pemerintah di pusat dengan lembaga swasta) yang bersifat keperdataan.5.6.

Bahan hukum tersier.1.l e ga lit a s. 3.2. w w 3. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Bahan hukum sekunder. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. legalitas. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. sekunder. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.1. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. Bahan hukum primer. peraturan perundang-undangan yang berlaku.6.1.4 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.1. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. dan materi yang akan dimuat dalam kontrak tersebut. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal.1.06 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak. 3.2.6. maupun tersier. w .org 46 3.2. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.2.1.6. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. misalnya naskah akademis. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.6.www. or g .36 Perancang Muda) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak nasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. baik data lapangan maupun data kepustakaan. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.

3.6.3.1.40 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak nasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat kontrak tersebut.6. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.3. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. dimaksud adalah 3. 3.2. legalitas.org 47 3. lit a s. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Kontrak Nasional Menyusun naskah kontrak nasional merumuskan rancangan kontrak nasional.2. 3. Bukti Fisik : Konsep hasil telaahan tanggapan counter draft.6.l e ga Bukti Fisik : Naskah kontrak nasional.2. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. 3.www. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak nasional.6.2.2. 3.35 Perancang Pertama) Menyusun naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak nasional ke dalam suatu naskah.1.18 Perancang Muda) Menyempurnakan naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. or g .6.6. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak nasional.3. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.30 Perancang Pertama) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut.3.6.50 Perancang Muda) Menelaah naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak nasional.2. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Naskah Kontrak Nasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak nasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak yang membuat kontrak dengan departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang merupakan rancangan sandingan. w w w .

4.4.www. Bukti Fisik: Naskah kontrak nasional. 3. w .2.6.4.75 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak nasional yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. baik dari segi materi maupun redaksional.6.3.org 48 3. Termasuk pula sengketa yang diselesaikan melalui arbitrase dan lembaga Alternative Dispute Resolution (ADR). or g Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.1. . Menyusun Naskah Akhir Kontrak Nasional (Angka Kredit 1. Membahas Naskah Kontrak Nasional Membahas Naskah Kontrak Nasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan. 3.3.6.l e 3. w w Bukti Fisik : Laporan hasil pembahasan (notula rapat). Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap counter draft.05 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak nasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak nasional berdasarkan hasil pembahasan.4.12 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.6. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.3. Termasuk sebagai gugatan adalah “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi dan “permohonan” pengujian peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang yang diajukan kepada Mahkamah Agung sesuai dengan kompetensinya. 3. Sub Unsur Penyusunan Gugatan Gugatan dimaksud adalah tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara untuk mendapat putusan. ga lit a s. 3. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.6.135 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak nasional.7. legalitas.

yang sekurang-kurangnya berisi: a. 1 Tahun 1995 jo UU No. maka Panitia atas nama instansi pemerintah tersebut dapat menggugat PT “A” ke pengadilan negeri yang wilayah kerjanya meliputi alamat PT “A” tersebut. 3) Permohonan Pengujian (judicial review) Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar kepada Mahkamah Konstitusi: Misalnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dilibatkan dalam proses pembahasan suatu RUU yang materinya berkaitan dengan otonomi daerah. legalitas. pekerjaan. hal-hal yang dituntut agar mendapat putusan (petitum). 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan UU No. Contoh: 1) Gugatan yang bersifat keperdataan (privaatrechtelijk): Suatu instansi pemerintah membentuk panitia pembangunan gedungnya kemudian mengadakan perjanjian (kontrak) dengan pemborong/kontraktor (PT. maka para Perancang Peraturan Perundang-undangan Departemen Penerangan akan dilibatkan dalam pembuatan pembelaan terhadap produk hukum yang digugat tersebut. Dalam pembuatan naskah gugatan tersebut akan melibatkan para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UU No.www. DPD dapat mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. 4) Permohonan Pengujian (judicial review) peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang kepada Mahkamah Agung: Jika Keputusan Menteri Penerangan yang bermuatan materi suatu perizinan penerbitan diuji oleh Mahkamah Agung atas permohonan suatu penerbitan yang dicabut izinnya oleh Menteri Penerangan. peristiwa yang dijadikan dasar gugatan dengan disertai bukti tertulis (fundamentum petendi). b.l e ga lit a s. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. Apabila PT “A” dalam membangun gedung melakukan ingkar janji (wanprestasi). Dalam hal ini para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD akan dilibatkan dalam pembuatan “permohonan” tersebut. or g 2) Gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau (publiekrechtelijk): ketatanegaraan .org 49 Gugatan terdiri atas gugatan yang bersifat keperdataan atau perseorangan/badan hukum perdata (privaatrechtelijk) dan gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau ketatanegaraan/kelembagaan (publiekrechtelijk). dan c. w w w . dan tempat tinggal penggugat/pemohon dan tergugat. nama lengkap. Dalam hal ini. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan Tata Usaha Negara maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan pembelaan terhadap kebijakan Menteri tersebut. “A”). 9 Tahun 2004).

7. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. 3. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.7.2.1 Melakukan Persiapan Dalam Rangka Menyusun Naskah Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas dalam rangka penyusunan naskah gugatan.1. Bahan hukum sekunder. w w w .org 50 3. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang ditelaah.www.1. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. Bukti Fisik: Naskah telaahan kasus. pasal.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan. Bahan hukum primer. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. baik data lapangan maupun data kepustakaan. 2) kasus yang bersifat ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara dari sudut sosiologis dan yuridis: 1) kasus yang bersifat keperdataan. maupun tersier. or g .l e ga lit a s. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. legalitas.18 Perancang Muda) Kasus adalah sengketa hak yang bersifat keperdataan dan ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. Bahan hukum tersier.7. 3.1. 3. misalnya naskah akademis.1. sekunder.7.3. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.

Bukti Fisik : Laporan tertulis proses dan hasil sidang pada setiap tingkat persidangan untuk setiap perkara. or g . dan putusan yang diminta (petitum).4. 3. 3.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka gugatan dimaksud adalah mengkaji kerangka gugatan yang terdiri atas fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).2. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan kerangka gugatan.3.7. dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. Menyusun Gugatan Menyusun gugatan dimaksud adalah membuat kerangka. dan putusan yang diminta (petitum). legalitas.7. kedudukan para pihak (legal standing). Bukti Fisik : Naskah penyempurnaan kerangka gugatan.1. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. 3. menelaah dan menyempurnakan kerangka gugatan.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri secara fisik dalam sidang perkara yang digugat di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan.44 Perancang Muda) Menyusun kerangka gugatan dimaksud adalah membuat kerangka gugatan yang berisi fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).2.www. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.2. Menyempurnakan Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. w w w .7. 3.3. Menelaah Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0.2.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka gugatan.2.org 51 3.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah membuat laporan hasil sidang perkara yang digugat.7. kedudukan para pihak (legal standing). Menyusun Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Konsep kerangka gugatan.7. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.l e ga lit a s. 3.7.

. Mulya Lubis. Misal. Berkaitan dengan pengujian undang-undang tersebut.H.l e ga lit a s. S. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam kegiataan tersebut. Contoh: 1.H. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum.H. S.org 52 3. Termasuk jawaban gugatan adalah keterangan tertulis yang disampaikan oleh pemerintah terhadap “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. Penyiapan Keterangan Pemerintah terhadap permohonan pengujian (judicial review) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di instansi tersebut dapat dilibatkan dalam pembuatan jawaban gugatan. w w w . maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas jo UndangUndang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004). kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan TUN maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan jawaban gugatan. Abdul Ficar Hajar.H. yang berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 2 Desember 2004. Dalam hal ini. Bambang Widjojanto. or g . atau perorangan (penggugat) dalam kasus yang bersifat keperdataan atau ketatanegaraan/ketatausahanegaraan.8. 3. T. Suatu instansi pemerintah digugat oleh PT “A” secara perdata karena proyek pembayaran pembangunan gedungnya tersendat-sendat sehingga merugikan PT “A”. Termasuk dalam pengertian Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis atas “keberatan” yang diajukan oleh suatu Pemerintah Daerah kepada Departemen Dalam Negeri terhadap pembatalan suatu Perda atau Peraturan/Keputusan Kepala Daerah. Advokat-advokat: Dr. bertindak untuk dan atas nama Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian pasal-pasal tertentu dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Nomor 072/PUU-II/2004. LLM. S. badan hukum privat.www.. Dalam rangka fasilitasi dan koordinasi perancangan Peraturan Daerah. 2. legalitas. maka Presiden dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor B-20/Seskab/1/2005 untuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Dalam Negeri menyiapkan Keterangan Pemerintah atas Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sub Unsur Penyusunan Jawaban Gugatan Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis yang dibuat oleh suatu instansi yang digugat (tergugat) oleh instansi lain. Iskandar Sonhaji. Dalam menyiapkan Keterangan Pemerintah ini. S.. maka Perancang yang berada di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri dilibatkan dalam pembuatan Keterangan Pemerintah tersebut. LLM.

Bahan hukum sekunder.1. Bukti Fisik: Laporan telaahan kasus jawaban gugatan.www. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. 2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.8.l e ga lit a s. pasal. legalitas.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang menjadi perkara yang ditelaah. w w Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. w . Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Konsep Jawaban Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkah-langkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan konsep jawaban gugatan.8. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.18 Perancang Muda) Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara yang digugat oleh penggugat baik dari sudut sosiologis maupun yuridis serta materi yang menjadi pokok perkara terhadap : 1. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0. Departemen Kehutanan digugat oleh PT. Departemen Dalam Negeri digugat dalam bentuk “keberatan” oleh salah satu Pemerintah Daerah yang Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Keputusan Gubernurnya dibatalkan oleh Departemen Dalam Negeri. 5. Data lapangan adalah berupa.8. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan dalam bentuk “jawaban keberatan”. 3.org 53 4. 3.1. Bahan hukum primer. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kehutanan akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan. baik data lapangan maupun data kepustakaan. perkara yang bersifat keperdataan.2. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. sekunder.1. 3. perkara yang bersifat ketatausahaan atau ketatausahanegaraan. Bahan hukum tersier. or g . maupun tersier. B pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) karena izin HPH yang belum habis masa berlakunya sudah dicabut oleh Departemen Kehutanan. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.1. antara lain hasil wawancara pihak yang terkait. misalnya naskah akademis.

Untuk perkara yang bersifat ketatausahanegaraan. kerangka jawaban gugatan berisi alasan hukum yang berkaitan dengan kewenangan dan isi keputusan pejabat Tata Usaha Negara. or g . kedudukan para pihak (legal standing).8. 3.1.3. Menyusun Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.org 54 3.8. 3.3.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka jawaban gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka jawaban gugatan. legalitas. Menyempurnakan Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.8.8. w w Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan kerangka jawaban gugatan.2.2. menelaah dan menyempurnakan kerangka jawaban gugatan.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kajian terhadap konsep kerangka jawaban gugatan yang berkaitan dengan fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).22 Perancang Muda) Menyusun kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kerangka jawaban gugatan yang berisi materi tentang hak dan kewajiban yang disengketakan (perkara perdata). Sedangkan kerangka jawaban gugatan yang berupa permohonan pengujian UU terhadap UUD berisi halhal yang berkaitan dengan prosedur (formil) pembentukan UU dan materi (materil) atau isi UU.2. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis data. Menelaah Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. 3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan untuk membuat jawaban gugatan. dan putusan yang diminta (petitum) yang diajukan oleh pemohon. ga lit a s. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Naskah jawaban gugatan. w .1.l e Bukti Fisik: Konsep kerangka jawaban gugatan.2. 3. Menyusun Jawaban Gugatan Menyusun jawaban gugatan dimaksud adalah membuat.www.8.2.

www.9. 3. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Akta dalam konteks ini bukan akta notaris dan bukan akta di bawah tangan. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.9.1. Contoh : Akta Jual beli yang dibuat oleh para pihak yang konsepnya dibuat oleh para Perancang Peraturan Perundang-undangan. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.1.l e ga lit a s. w w w . pengakuan.2. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0.9. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference. 3.9. Sub Unsur Penyusunan Akta Akta adalah surat tanda bukti berisi pernyataan resmi (keterangan. sekunder. peraturan perundangundangan dan rancangannya.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri sidang secara fisik di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. or g .54 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. 3.1. dsb) yang dibuat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.8.1. Mengumpulkan Bahan (Angka kredit 0. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Akta Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan akta. 3. 3. keputusan.3. Bahan hukum primer. Bukti Fisik : Laporan tertulis hasil sidang pada setiap tingkatan persidangan untuk setiap kali mengikuti sidang. hak dan kewajiban.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah setiap kali mengikuti sidang membuat laporan hasil jawaban gugatan. misalnya. dan tersier. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. legalitas. disaksikan dan disahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang.org 55 3.8.4.

w w Bukti Fisik: Laporan hasil perundingan. 3.9. Bahan hukum sekunder.3. sekunder.9. misalnya naskah akademis.39 Perancang Madya) Merumuskan hasil perundingan dimaksud adalah penyusunan hasil perundingan antara para pihak dalam proses persiapan pembuatan akta. ga lit a s. or g .9. Bukti Fisik: Notulen (Notulen hasil perundingan). pasal. ayat. 3.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.9.09 Perancang Muda) Melakukan perundingan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat akta dalam rangka persiapan penyusunan akta. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1.1.39 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. 3. Bahan hukum primer.l e 3.4. dan tersier. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Bahan hukum tersier.9.org 56 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.1. 3. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. Merekam Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. 3. w .2. Melakukan Perundingan (Angka Kredit 0. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung.www. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. Merumuskan Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. legalitas. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.2.2. Menyusun Konsep Akta Menyusun konsep akta dimaksud adalah menyusun kerangka dasar akta dan berbagai macam kegiatan tindak lanjutnya untuk menghasilkan konsep akta.09 Perancang Pertama) Merekam hasil perundingan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembicaraan pihak-pihak dalam perundingan.2.1. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta.9.5.

c.www.3. 3.4. legalitas. Menelaah konsep akta dimaksud adalah mengkaji konsep akta hasil pengintegrasian (pengharmonisasian) konsep yang berkaitan dengan materi dan kepentingan para pihak.9. Membahas konsep akta dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak dalam rangka pembuatan akta.09 Perancang Pertama) Mengolah bahan dimaksud adalah menganalisis bahan dalam rangka penyusunan konsep akta.3.09 Perancang Muda).2. Bukti Fisik: Konsep akta hasil integrasi.2. mengolah bahan.1.9.3. Merancang Konsep Akta Merancang konsep akta dimaksud adalah menyusun konsep awal akta yang meliputi : a. menelaah konsep akta.3. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan konsep akta. Memadukan (mengintegrasikan) Konsep (Angka Kredit 0.9. or g .75 Perancang Muda). e menyempurnakan konsep akta. Bukti Fisik: Konsep yang berisi pengolahan terhadap bahan penyusunan konsep akta. ayat.l e Bukti Fisik: Konsep hasil pembahasan akta.9. Memadukan (mengintergrasikan) konsep dimaksud adalah mengharmoniskan dan menyerasikan materi yang dimuat dalam akta dan kepentingan para pihak yang dituangkan dalam konsep.org 57 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.2.18 Perancang Madya). ga lit a s.2.9. 3. Mengolah Bahan (Angka Kredit 0. d. membahas konsep akta. pasal. w w 3. Menelaah konsep akta (Angka Kredit 0. 3.3.2.2. Membahas Konsep Akta (Angka Kredit 0. w .3. 3. b. memadukan (mengintegrasikan) konsep.

www. legalitas.org
58 3.9.2.3.5. Menyempurnakan konsep akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki naskah konsep akta hasil telaahan. Bukti Fisik: Naskah konsep akta. 3.9.3. Memberikan Tanggapan Memberikan tanggapan dimaksud adalah memberikan tanggapan terhadap naskah hasil penyempurnaan konsep akta baik yang berkaitan dengan substansinya maupun keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.9.3.1. Menyusun Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,3 Perancang Pertama) Menyusun konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap akta hasil penyempurnaan konsep akta.

3.9.3.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan akta dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan baik dari segi substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap akta. 3.10. Sub Unsur Penyusunan Legal Opinion Legal Opinion adalah tanggapan hukum secara tertulis yang diberikan kepada suatu instansi, badan hukum privat, ataupun perorangan terhadap suatu perbuatan, peristiwa, atau kasus hukum. Permintaan untuk mendapatkan suatu legal opinion (pendapat hukum) harus disampaikan dalam bentuk tertulis kepada instansi yang dimintakan pendapat hukum tersebut. Termasuk dalam kategori legal opinion adalah fatwa dan keterangan ahli.

w

w

Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan tanggapan akta.

w

.l e

3.9.3.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0,4 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan keinginan para pihak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ga

lit a

s.

or g

Bukti Fisik: Konsep tanggapan akta.

www. legalitas.org
59 Contoh: Suatu instansi pemerintah diminta pendapat hukumnya oleh seorang WNI Keturunan Cina yang beragama/berkepercayaan Konghucu, dengan pertanyaan apakah Konghucu termasuk suatu agama atau bukan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut akan dilibatkan dalam pembuatan legal opinion tersebut. 3.10.1. Menyusun Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,30 Perancang Pertama). Menyusun konsep legal opinion dimaksud adalah membuat konsep terhadap legal opinion yang berisi : a. pendapat hukum terhadap materi (filosofis, sosiologis, dan yuridis); b. kewenangan/kelembagaan; c. status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep legal opinion. 3.10.2. Menelaah Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,39 Perancang Muda). Menelaah konsep legal opinion dimaksud adalah mengkaji konsep legal opinion dari berbagai macam aspek yang meliputi: pendapat hukum terhadap materi, kewenangan/ kelembagaan, dan status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan terhadap legal opinion. 3.10.3. Menyempurnakan Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,36 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep legal opinion dimaksud adalah memperbaiki konsep legal opinion baik dari sudut substanstif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah legal opinion. 4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI (SEMUA JENJANG JABATAN) Pengembangan Profesi dimaksud adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan, atau pentransformasian/ penyampaian pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan yang dituangkan dalam bentuk karya tulis di bidang hukum. Kegiatan tersebut dapat berbentuk penelitian, pengkajian (pengujian), hukum dan evaluasi di bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk karya tulis. Demikian pula kegiatan penerjemahan atau penyaduran buku dan bahan-bahan hukum lainnya merupakan bagian dari pengembangan profesi Perancang Peraturan perundang-undangan. Penilaian Umum: Pemberian Angka Kredit didasarkan pada Pasal 12 Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.PAN/12/2000 sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama; dan b. 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu; serta jumlah penulis pembantu dibatasi sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
60 4.1. Sub Unsur Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum dimaksud adalah melakukan kegiatan di bidang karya cipta yang berbentuk karya tulis baik yang bersifat ilmiah maupun tidak ilmiah yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan, baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.1.1. Hasil penelitian, pengujian, survei dan evaluasi di bidang hukum yang dipublikasikan Hasil penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum dimaksud adalah hasil kegiatan penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum baik yang bersifat penelitian lapangan (field research) atau penelitian kepustakaan (library research) yang dituangkan dalam suatu buku, makalah, artikel atau opini yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri, sepanjang dapat dibuktikan secara otentik bahwa hasil tersebut merupakan karya seorang Perancang Peraturan Perundangundangan. 4.1.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 12,50 Semua Jenjang) Penerbitan dan pengedaran kepada khalayak luas dimaksud adalah penerbitan yang dilakukan baik oleh pengarangnya sendiri atau suatu badan usaha penerbitan yang diedarkan baik bersifat komersial maupun non komersial. Khalayak luas dimaksud adalah kelompok masyarakat (misalnya: perpustakaan, sekolah/ perguruan tinggi, RT/RW, kelurahan, dsb.) yang telah menerima buku tersebut yang diterbitkan secara non komersial yang dicetak minimal 500 (lima ratus) eksemplar, dan jumlah halaman buku minimal 20 lembar dengan alat bukti tanda terima. Bukti Fisik: Karya tulis diterbitkan.

w

w

w

.l e

ga

dalam

lit a

s.
bentuk

or g

buku

yang

sudah

4.1.1.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 6 Semua Jenjang) Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI dimaksud adalah majalah yang diterbitkan dan dipublikasikan tersebut terdaftar sesuai dengan penomoran yang ada di LIPI. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.

1.www.1.1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah yang dituangkan dalam bentuk buku atau makalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. legalitas. Bukti Fisik: Karya dalam buku yang telah diterbitkan dan diedarkan. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah dalam bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat dalam majalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang dipublikasikan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 8 Semua Jenjang ) Bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas dimaksud adalah buku yang diterbitkan atas gagasan sendiri yang diedarkan kepada khalayak luas baik yang bersifat komersial maupun non komersial. or g .1. yang bukan untuk khalayak luas.3. 4.3.2.org 61 4. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan.1.2.1. 4. Tidak dipublikasikan dimaksud adalah hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri (lingkungan terbatas). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 4 Semua jenjang ) Majalah Ilmiah adalah majalah yang diakui LIPI dengan kode ISSN (International Scientific Serial Number) yang berisi karya tulis yang bersifat ilmiah baik dari hasil penelitian maupun gagasan yang dituangkan dalam bentuk artikel. w w w .2.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku.1. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut. 4.2.

2.5 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khayalak luas (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 7 diberikan untuk setiap buku terjemahan/saduran yang diterbitkan. Termasuk prasaran adalah pemberian keterangan ahli di muka sidang pengadilan.2. w w Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas. gagasan.1. 4. or g bidang hukum yang 4. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Terjemahan/saduran dipublikasikan ga lit a dalam s. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran dan majalah yang memuat terjemahan/saduran yang diakui oleh LIPI.5 diberikan untuk setiap majalah terjemahan/saduran yang diterbitkan. 4. atau ulasan ilmiah dalam bentuk naskah dimaksud adalah naskah dalam bentuk makalah/artikel yang bersifat ilmiah di bidang hukum yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (misalnya: seminar. Bukti Fisik: Naskah (makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta).4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka kredit 3.1.3. 4.2. Menyadur adalah menggubah secara bebas suatu buku atau bahan hukum lainnya tanpa merusak garis besar isi buku atau bahan hukum tersebut.1.50 Semua jenjang) Bukti Fisik: Karya dalam bentuk makalah. 4.2.50 Semua Jenjang) Prasaran berupa tinjauan. legalitas. dan sosialisasi).1.1. simposium. Sub Unsur Menerjemahkan/Menyadur Buku dan Bahan-Bahan Lain di Bidang Hukum Menerjemahkan adalah menyalin suatu buku atau bahan hukum lainnya dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya.www. gagasan.2.2. lokakarya. Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3.org 62 4.l e . w .1. atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah (Angka Kredit 2.

Melatih. dan/atau Membimbing Pada Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Latihan Pegawai Mengajar adalah kegiatan dalam proses belajar-mengajar baik dalam pendidikan formal di bidang hukum di lingkungan perguruan tinggi/akademi. menjadi anggota organisasi profesi. Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dalam bentuk kursus. dsb.2. dan wawasan Perancang Peraturan Perundang-undangan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk: a.2. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan.).2.l e ga lit a s. b. berperan serta dalam penyuluhan hukum. dsb. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran. mengikuti seminar/lokakarya.) dan diklat penjenjangan struktural maupun di bidang pendidikan non formal atau luar sekolah (kursus dsb. B. memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional (Perancang/Peneliti/ Dokumentaris. or g B. yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dsb. menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional. h. d.5 Semua Jenjang) Dalam bentuk majalah dimaksud adalah majalah yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. f. dsb.org 63 4.2.2. Dalam bentuk majalah (Angka Kredit 1. w w w . i.1. g. praktek membuat suatu peraturan perundang-undangan) baik di lingkungan pendidikan formal (perguruan tinggi/akademi) maupun non formal atau luar sekolah (kursus yang diselenggarakan yayasan/swasta. pelatihan.) baik dalam diklat fungsional maupun diklat penjenjangan. Pendukung/Penunjang kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah semua kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan. Sub Unsur Mengajar. keahlian.1. e. menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan.2. melatih. Melatih/membimbing adalah memberikan pelatihan atau bimbingan terhadap suatu praktek dalam bidang hukum tertentu (misalnya: praktek beracara.2. legalitas. c. 4. Terjemahan/saduran dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan 4. menjadi anggota keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. memperoleh tanda penghargaan/tanda jasa. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah dan pendidikan latihan pegawai. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran. mengajar.www. UNSUR PENDUKUNG KEGIATAN KEGIATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERANCANG . UNSUR PENUNJANG 1.

Seminar hanya menghasilkan kesimpulan.1.Pemrasaran (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pemrasaran/Pembicara dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 3 setiap kali seminar/lokakarya. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.1.Mengajar. melatih.2. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya sebagai : B. melatih.Moderator (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai moderator dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.2.2. Termasuk seminar/lokakarya adalah sosialisasi dan simposium. melatih dan/atau membimbing pada pendidikan luar sekolah ( Angka Kredit 0.2. pembahas.Mengajar.1.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar. Termasuk Pemrasaran adalah penceramah di kegiatan Continuing Legal Education (CLE). dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.org 64 B. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan. keterangan dari penyelenggara seminar/ . legalitas.2. narasumber.2. sedangkan lokakarya menghasilkan saran konkret untuk pemecahan (solusi) suatu masalah hukum yang dapat dituangkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan. B. B. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah (Angka Kredit 0. w w w . atau moderator. pemrasaran.1.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebagai peserta. or g penyelenggara seminar/ B.1.1.l e keterangan ga lit a dari s.www. B. Sub Unsur Mengikuti Seminar/Lokakarya Seminar/Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang membicarakan atau membahas bidang hukum tertentu atau bidang lainnya yang akan diatur dengan hukum atau peraturan perundang-undangan. melatih.1.

Peserta (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) B. Sub Unsur Berperan Serta Dalam Penyuluhan Hukum B.org 65 B. keterangan dari penyelenggara seminar/ B.1.1.4. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam bentuk teatrikal.5. or g penyelenggara seminar/ .2. Melakukan Penyuluhan Hukum (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Berperan serta dalam penyuluhan hukum yang dimaksud adalah menjadi penyuluh secara perseorangan atau membantu penyuluh lain ataupun menjadi anggota kelompok penyuluh yang dilakukan melalui tatap langsung dengan masyarakat yang disuluhi.Narasumber (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Narasumber dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. w . Bukti Fisik: Naskah.1.www.3. Pembahas (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pembahas dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.4. legalitas.3. keterangan dari penyelenggara seminar/ B. Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundang-undangan (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan yang dimaksud adalah mengedit kembali suatu naskah hukum dan perundang-undangan yang akan dimuat dalam suatu majalah ilmiah atau yang akan diterbitkan sebagai suatu buku atau karya tulis lainnya baik yang akan dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.2.2. Sub Unsur Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundangundangan B. B. keterangan ga lit a dari s.l e Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Peserta dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya.3.1.4.1. w w Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.

1.25 untuk setiap tahun masa keanggotaan. wakil ketua. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. atau kabupaten/kota. atau sekretaris) di bidang hukum baik nasional maupun internasional misalnya. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.5.2.5.Tingkat Internasional/Nasional sebagai : B.l e ga lit a s.www. B.1. B.5 Semua jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.org 66 Bukti Fisik: Surat Tugas/Keterangan telah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum setiap kali.2. P4I (Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan Indonesia).5 untuk setiap tahun masa keanggotaan.5. B.25 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. Sub Unsur Menjadi Anggota Organisasi Profesi Menjadi anggota organisasi profesi adalah menjadi anggota organisasi profesi (termasuk menjadi ketua.Pengurus aktif (Angka Kredit 0. Provinsi. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa keanggotaan. B. or g .5.Anggota aktif (Angka Kredit 0. PBHI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia).1. w w w .5. Persahi (Persatuan Sarjana Hukum Indonesia). Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.2 Tingkat Provinsi B.1. nasional.Pengurus aktif (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus organisasi dalam bidang perancangan dalam lingkup internasional.1. legalitas.5.

Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan secara aktif (Angka Kredit 0. B. Bukti Fisik: 1. yang didasarkan pada bidang tugas/pekerjaan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan atau penugasan dari atasan langsung/pimpinan instansinya. Tim Penilai Provinsi. menjadi Ketua Delegasi. legalitas.www. B. Sub Unsur Menjadi Anggota Delegasi dalam Pertemuan Internasional Menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional adalah menjadi Ketua atau Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional di bidang hukum.org 67 B. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi Ketua/Anggota Tim Delegasi. maupun Tim Penilai Teknis. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 3 per. Tim Penilai Instansi.1 (satu) SK tim delegasi.6.Anggota aktif (Angka Kredit 0.15 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Tim Penilai Kabupaten/Kota. misalnya AALC (Asian African Law Conference). Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 2 per.l e ga lit a s. anggota. Kriteria Penilaian: a.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan.7. wakil ketua.15 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. menjadi Anggota Delegasi. sekretaris atau sekretariat Tim Penilai Perancang Peraturan Perundang-undangan baik Tim Penilai Pusat.1. Sub Unsur Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan B. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansinya dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. b. w w w . Tim Penilai Direktorat Jenderal. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terusmenerus minimal 1 (satu) tahun. dapat diberikan Angka Kredit apabila Perancang Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan memangku status keanggotaan di dalam tim tersebut.50 Semua Jenjang) Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah menjadi ketua.5. c.6.2. or g . Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit tentang Pembentukan dan Penetapan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan.2.1 (satu) SK tim delegasi. atau 2.

3.1. Sub Unsur Memperoleh Tanda Penghargaan/Tanda Jasa Tanda penghargaan atau tanda jasa dimaksud adalah suatu penghargaan baik dalam bentuk sertifikat maupun bintang yang diberikan karena seorang Perancang Peraturan Perundang-undangan sebagai PNS yang telah melaksanakan baik tugas kekaryawanannya maupun melaksanakan sesuatu tugas yang sangat berguna bagi bangsa dan negara. Sub Unsur Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya dimaksud adalah memperoleh gelar kesarjanaan selain di bidang hukum.1. Doktor (Angka Kredit 15 Semua Jenjang) Bukti Fisik: 1.Nasional/Internasional (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Tanda jasa atau surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Penghargaan atau tanda jasa tersebut misalnya karya satya PNS.1.org 68 B. misalnya insinyur (sarjana teknik). 2. or g . Bukti Fisik: 1. sarjana ekonomi. dsb.Memperoleh Gelar Kesarjanaan yang Tidak Sesuai dengan Tugas Pokoknya B.2. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. 2. 1.1.8.8. B. . Bintang Mahaputra segala tingkatan dan bintang semacam ini dari negara asing.9. B. Fotokopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Sarjana (Angka kredit 5 Semua Jenjang) w w Bukti Fisik: 1. misalnya Doktor Honoris Causa. Pasca Sarjana (Angka Kredit 10 Semua Jenjang) lit a s.8.Sebagai Ketua Delegasi (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). dan sertifikat penghargaan atas karya tulis hukum tertentu.www. tingkat: B. Tanda jasa dari Pemerintah atas prestasi kerjanya Tiap tanda jasa.1. B.7.8. 2. Termasuk penghargaan atau tanda jasa adalah mendapat gelar akademis kehormatan.1.l e ga B.1.9.9. B.Sebagai Anggota Delegasi (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari Atasan Langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali).7. Fotokopi ijin tugas belajar dari instansinya.2. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya. legalitas.1. w B.8.1.

H. b. Apabila Hasil Penilaian Angka Kredit tidak memenuhi komposisi Angka Kredit sebagaimana butir a dan butir b. Perancang Pertama pada Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. B.2. dianggap berjasa dalam meningkatkan pemahaman terhadap pelaksanaan Jabatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di tingkat nasional atau internasional. penyusunan instrumen hukum sekurang-kurangnya 25 % dari 25 kredit.1.org 69 Contoh: Andrie Amoes. mendapatkan Angka Kredit sebesar 3. proses penetapan Angka Kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut terpenuhi. penyusunan peraturan perundang-undangan. S. B. Bagi Perancang Utama pangkat Pembina Utama Golongan ruang IV/e. Kegiatan pengembangan profesi sebanyak-banyaknya 75 % dari 25 kredit.50 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.PAN/12/2000.2. Kegiatan pendidikan.9. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) dan lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M. Komposisi Persentasi Angka Kredit dalam unsur utama adalah sebagai berikut : a.9.www.Gelar Kehormatan Akademis (Angka kredit 15 Semua Jenjang) BAB III KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT A. harus berasal dari unsur utama sekurang-kurang 80% dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. S. mengacu kepada Pasal 11 ayat (5) Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.Provinsi (Angka kredit 2.Kabupaten/Kota (Angka kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.l e ga lit a s. B. ttd HAMID AWALUDIN w . B. C.9. jumlah Angka Kredit Kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan perancang.1. legalitas. untuk jasanya tersebut Andrie Amoes.H.PAN/12/2000 tentang Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya. .3. or g Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan Doktor Honoris Causa. w w MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful