www. legalitas.

org

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.02.PR.08.10 TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SISTEMATIKA PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT

BAB I

PENDAHULUAN A. TUJUAN B. RUANG LINGKUP KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT A. UNSUR UTAMA 1. Unsur Pendidikan 2. Unsur Penyusunan Peraturan Perundang-undangan 3. Unsur Penyusunan Instrumen Hukum 4. Unsur Pengembangan Profesi B. UNSUR PENUNJANG

BAB II

w

w

w

.l e

BAB III

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
2 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN 1. Petunjuk teknis penilaian Angka Kredit Perancang Peraturan Perundangundangan ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Perancang Peraturan Perundang-undangan, Anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman pelaksanaan penilaian kegiatan perancangan dan Angka Kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansi pemerintah di pusat. 2. Dalam petunjuk teknis ini diatur tentang kegiatan perancangan yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat. B. RUANG LINGKUP 1. Unsur kegiatan yang dinilai dan diberikan Angka Kredit adalah: a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang. 2. Petunjuk Teknis ini diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan tugas pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat, yang berdasarkan tugas pokok dan fungsinya: menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan seluruh kegiatan teknis fungsional perancangan peraturan perundang-undangan atau yang terkait dengan bidang peraturan perundangundangan.

A. UNSUR UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN (SEMUA JENJANG JABATAN) 1.1. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Ijazah/Gelar Pendidikan Sekolah dimaksud adalah pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah/Gelar dimaksud adalah sarjana hukum atau sarjana lain di bidang hukum (sarjana syariah dan sarjana ilmu kepolisian), magister di bidang hukum, doktor di bidang hukum. Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 2. Fotokopi surat izin tugas belajar dari instansi yang bersangkutan. Dasar Pemberian Angka Kredit: 1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan atau Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan tetapi gelar/ijazahnya belum mendapat Angka Kredit: a. Gelar/ijazah S1, diberikan Angka Kredit sebesar 75; b Gelar/ijazah S2, diberikan Angka Kredit sebesar 100; c. Gelar/ijazah S3, diberikan Angka Kredit sebesar 150.

w

w

w

.l e

BAB II KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
3 2) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang memperoleh gelar jenjang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, Angka Kredit yang diberikan adalah selisih antara Angka Kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan Angka Kredit gelar/ijazah sebelumnya. 3) Bagi seseorang yang bergelar S2 atau S3 di bidang hukum untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan maka ia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu untuk S2 diberikan Angka Kredit 100 dan S3 diberikan Angka Kredit 150. Contoh: Machmud Aziz, S.H adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Direktorat Perancangan Peraturan Perundangundangan, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Apabila Machmud Aziz, S.H. diangkat pertama kali sebagai pejabat fungsional Perancang, kepada Machmud Aziz, S.H. diberikan Angka Kredit sebesar 75. Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan berhasil memperoleh gelar S2 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 25 yang dihitung dari Angka Kredit 100 dikurangi 75. (Keterangan: angka 75 sudah diberikan untuk gelar S1 nya). Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan berhasil memperoleh gelar S3 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 50 yang dihitung dari Angka Kredit 150 dikurangi 100. (Keterangan: angka 100 sudah diberikan untuk gelar S2 nya). DR. Jufrina adalah seorang Doktor yang bukan Pegawai Negeri Sipil ingin masuk menjadi Perancang Peraturan Perundangundangan maka yang bersangkutan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu dan Angka Kredit yang diperoleh adalah 150 dengan golongan III/c. Maria adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang setelah mendapat gelar Doktor baru mendaftar sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, maka Maria diberikan Angka Kredit 150 dan golongan III/d. 1.2. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Fungsional di Bidang Perancang Peraturan Perundang-undangan dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri dari: 1. Diklat Teknis yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan. 2. Diklat Teknis Penjenjangan yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk kenaikan jabatan Perancang Peraturan Perundangundangan. 3. Diklat Teknis Tambahan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

H. yaitu: a. 5. dan 13. Perancang Pertama pada Biro Hukum Departemen Kesehatan telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 700 jam pelajaran. Peraturan Pemerintah. 4. Contoh: Enny. Peraturan/Keputusan Kepala LPND/Dirjen. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat Teknis Tambahan. 12. f. Peraturan/Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan. Peraturan/Keputusan Menteri . Bukti Fisik: 1. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. or g . serta diklat teknis tambahan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. 641 – 960 jam pelajaran memperoleh 9 Angka Kredit. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. meliputi: 1.PAN/12/2000. Peraturan/Keputusan Komisi Yudisial . Surat penugasan mengikuti Diklat. 8. d. legalitas. 6. Peraturan/Keputusan Presiden. c. Peraturan Bank Indonesia. 81 – 160 jam pelajaran memperoleh 2 Angka Kredit.org 4 Ketentuan mengenai Penyelenggaraan dan Kurikulum Diklat yang bersifat wajib sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2.www. Lebih dari 960 jam pelajaran memperoleh 15 Angka Kredit. w w 2. Peraturan/Keputusan Badan/Lembaga/Komisi dan sejenisnya yang dibentuk oleh Pemerintah . dengan Bukti Fisik STTPL memperoleh 9 Angka Kredit. 10. 9. Peraturan/Keputusan Komisi Pemilihan Umum . 2. 3. Dasar Pemberian Angka Kredit: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang telah menyelesaikan Diklat Teknis Fungsional sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. 481 – 640 jam pelajaran memperoleh 6 Angka Kredit. 11. 3. e. 2. Jenis Peraturan Perundang-undangan tingkat pusat. b. Peraturan/Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Daerah. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat terakreditasi.l e ga lit a s. 161 – 480 jam pelajaran memperoleh 3 Angka Kredit. UNSUR PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) w . Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud adalah aturan tertulis yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yang isinya mengikat secara umum. S. 7. 30 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 Angka Kredit. Undang-Undang. diberikan Angka Kredit yang besarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit).

jumlah Angka Kredit yang sama sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Perjanjian Internasional. 16. Instruksi Jaksa Agung. Instruksi Ketua Komisi Pemilihan Umum. Akta. maka Perancang Peraturan Perundang-undangan yang satu tingkat atau dua tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. meliputi: 1.PAN/12/2000. Instruksi Kepala LPND/Dirjen. 3. Surat Edaran (yang dikeluarkan berbagai macam Instansi Pemerintah di Pusat). (Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional). or g . 4. 2. Jenis instrumen hukum. dan 21. Kontrak Internasional. 8. 14. Permohonan dan Tanggapan terhadap Penyelesaian Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan satu atau dua tingkat di atas jenjang jabatannya.org 5 Keputusan yang dimaksud adalah keputusan lembaga/pejabat yang bersifat pengaturan (regeling). 10. Pendapat Hukum/Legal Opinion. Instruksi Kepala Kepolisian RI. 7. Tanggapan terhadap Pendapat DPR yang mengusulkan Pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. 13. Instruksi Menteri. 3. Instruksi Gubernur. w w w . Keputusan Gubernur Bank Indonesia. 5. 9. Permohonan dan Tanggapan terhadap Permohonan Yudisial Review. Instruksi Presiden. 11. Gugatan. legalitas.PAN/12/2000. dan keputusan lembaga/pejabat bersifat mengikat keluar yang bukan jenis peraturan perundang-undangan (aturan kebijakan/beleidsregels/pseudowetgeving). 2.l e ga lit a s. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di bawah jenjang jabatannya. 19. Jawaban Gugatan. Kontrak Nasional. Terhadap penugasan yang diberikan secara kelompok. Instruksi Bupati/Walikota. akan memperoleh Angka Kredit yang sama 100% dengan Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. akan memperoleh Angka Kredit sebesar 80% dari Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. 12. 20. diberikan kepada masing-masing individu Perancang Peraturan Perundang-undangan. 17. 15.www. 18. 6. Permohonan dan Tanggapan Pembubaran Parpol. Dasar Pemberian Angka Kredit: Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Perancang Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Kepmenpan Nomor 41/KEP/M.

2. Mengumpulkan Data Data yang dimaksud terdiri atas data primer dan data sekunder.06 Perancang Pertama) Data Sekunder dimaksud adalah data yang dikumpulkan melalui kepustakaan. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.a.org 6 2.06 Perancang Pertama) Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.1.2 Perancang Muda) Menganalisis dimaksud adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi penyusunan peraturan perundang-undangan.1 Sub Unsur Melakukan Persiapan. dan 7. Meneliti usul prakarsa dari Instansi terkait. . baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. 2.www. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.1. 5. . 3.1. baik melalui wawancara maupun kuesioner. 2.1.1.1.b.1. Membahas naskah akademis. Menyiapkan naskah akademis. Menyempurnakan naskah akademis. w w w Bukti Fisik: Laporan berisi dikumpulkan. 6. or g sekunder yang telah 2. Menyusun konsep usul prakarsa penyusunan RUU. Menelaah usul penyusunan peraturan perundang-undangan dari unit teknis.1. Mengumpulkan Data Sekunder (Angka Kredit 0. Melakukan studi kelayakan.2. Mengumpulkan Data Primer (Angka Kredit 0. Yang dimaksud dengan “melakukan persiapan” adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundangundangan berkaitan dengan penyusunan peraturan perundangundangan yang meliputi: 1.l e ga lit a data s. 2.1. legalitas. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap data primer dan/ data sekunder. Bukti Fisik: Laporan berisi data primer yang telah dikumpulkan.1.1. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.1. 4.1. Melakukan Studi Kelayakan Yang dimaksud dengan “melakukan studi kelayakan” adalah: 2. seperti: hasil wawancara maupun kuesioner.

1.2.1. 2.www. dan perubahan. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis.3. dan tersier. jenis. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.4.2. II.1.16 Perancang Muda) Laporan dimaksud adalah laporan hasil pengumpulan data.1.l e ga lit a s. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan.2.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.1. w . 2. or g . ayat. bentuk. legalitas. pengesahan. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. pencabutan. dan hirarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. 2. Menyusun Laporan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan akhir dari hasil studi kelayakan. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Mengadakan Kaji Ulang (Angka Kredit 0.1.org 7 2. penetapan. dan pengkajian ulang terhadap analisis data tersebut yang disusun dalam bentuk laporan akhir studi kelayakan. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. penganalisisan data. Bukti Fisik: Laporan hasil kaji ulang.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.2.1. sekunder.12 Perancang Madya) Kaji Ulang dimaksud adalah menelaah kembali konsep hasil analisis data. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. Menganalisis Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Untuk menganalisis TOR. Menelaah Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Dari Unit Teknis Yang dimaksud dengan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah dalam bentuk Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR) yakni konsep awal yang berisi pokok-pokok pikiran yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun naskah akademis. Bahan hukum primer misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. dan III. 2.

1.3.1. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan II.2.www.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah a. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan I. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. b. ga lit a s.3.2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. b.16 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. b. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan dibawah Peraturan/Keputusan Menteri.2.1.2. legalitas. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. or g analisis analisis TOR tingkat TOR tingkat 2. w .1. 2. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.2. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). analisis TOR tingkat 2. w w 2.1.2.1.36 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II : a. . pembebanan kepada masyarakat. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. b.org 8 2. Merumuskan Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Yang dimaksud dengan merumuskan telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah mengkaji ulang laporan hasil analisis Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).3.2 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.2.l e Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan III.2. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.1.2.

2.2.2.2.www. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). pembebanan kepada masyarakat. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.1. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. b.33 Perancang Madya) Tingkat kesulitan II : a. b.3. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. 2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.12 Perancang Madya) Tingkat kesulitan I adalah : a. legalitas. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.l e ga lit a s.4.1.1. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w w w .org 9 Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan I. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan III. or g .2. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan II. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan I. Menyempurnakan Naskah Hasil Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan : Yang dimaksud dengan menyempurnakan naskah hasil telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan adalah memperbaiki naskah telaahan untuk menghasilkan naskah akhir Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR). Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2.2.3. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.4. b.2.1.42 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah: a. 2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1.

w w w . 2.32 Perancang Muda) Melakukan pengkajian masalah adalah meneliti ulang atau menganalisis permasalahan dan latar belakang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam rangka menentukan pokok-pokok permasalahan.2.2 Perancang Utama) Tingkat kesulitan II adalah : a.1. 2.44 Perancang Muda) Menginventarisasi masalah adalah mengumpulkan dan menyusun secara sistematis permasalahan dan latar belakang pembentukan suatu peraturan perundang-undangan. Menginventarisasi Masalah (Angka Kredit 0.2. Bukti Fisik: Laporan yang berisi hasil pengkajian masalah. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).1. . yang disusun secara sistematis. Bukti Fisik: Laporan yang diinventarisasi.3. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Melakukan Pengkajian Masalah (Angka Kredit 1.3. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.1. legalitas. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.3. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. 2.4. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan II. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan III.www. komprehensif dan holistik termasuk landasan pembentukannya baik yang bersifat filosofis. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.1.3. pembebanan kepada masyarakat.2. b.2.4.l e ga lit a berisi s.24 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III adalah: a.1. or g masalah yang telah 2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. sosiologis maupun yuridis. Menyiapkan Naskah Akademis Yang dimaksud dengan naskah akademis adalah konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur.org 10 2.1. b.

1. Tujuan dan Kegunaan.5.www.6 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun naskah akademis dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Materi. Membahas Naskah Akademis 2.1.l e ga lit a s.08 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan/menetapkan identitas (pokok-pokok masalah) dan mengumpulkan data tambahan yang meliputi data lapangan maupun data kepustakaan sebagai bahan pelengkap. legalitas.4.1. Kesimpulan dan Saran 2.4.1. Ruang Lingkup Naskah Akademis 1. 2.1. Menyajikan Naskah Akademis (Angka Kredit 0.org 11 2.1. Penutup.2. Peralihan. Metode Pendekatan. 3.4. or g .1 Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0.6 Perancang Madya) Menyajikan naskah pembanding dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah pembanding atas naskah akademis. Latar belakang.15 Perancang Madya) Menyajikan naskah akademis dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah akademis.5. Bukti Fisik: Naskah akademis dalam bentuk konsep yang berisi uraian pokok-pokok pikiran dalam uraian: a. b. Pendahuluan 1. 4. 2. Materi Muatan (jenis/bentuk pengaturan). Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah pembanding (banyaknya penyajian). Menyajikan Naskah Pembanding (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Naskah Akademis 2. 3. 2. Merumuskan dan Menyusun Naskah Akademis (Angka Kredit 0. Umum.3.1. 2. 4. 5.3. Sanksi. w w w . Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah akademis (banyaknya penyajian). c.

Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.1.1. Bahan hukum tersier. Bahan hukum Primer.1.1. dan Prakarsa penyusunan rancangan peraturan daerah/RAPERDA yang dipersiapkan oleh Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada Gubernur/Bupati/Walikota. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. c.www. w . Bahan hukum sekunder.2 Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah akademis. latar belakang dan tujuan penyusunan. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.org 12 Bukti Fisik: Laporan yang berisi data tambahan yang telah diidentifikasi dan dikumpulkan.l e ga lit a s. 2.6.6. sekunder. yang isi usul prakarsa tersebut meliputi: a. 2. misalnya naskah akademis. d.1. jangkauan dan arah pengaturan. 2. legalitas. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah menyempurnakan konsep naskah akademis berdasarkan identifikasi dan pengumpulan data tambahan.5. 2.6. dan e keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan lain. Menyusun Konsep Usul Prakarsa Penyusunan RUU/RAPERDA Yang dimaksud dengan usul prakarsa adalah prakarsa penyusunan RUU yang dipersiapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen untuk diajukan kepada Presiden.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. b. ayat.2.1.1. pokok-pokok pikiran. or g . dan tersier. misalnya Peraturan Perundangundangan dan rancangannya. lingkup atau objek yang akan diatur. sasaran yang ingin diwujudkan. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA 2.6.2.24 Perancang Muda) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA.

6. . .2. 2.6.3.4.1.6. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. or g usul prakarsa 2.6.1.1.4. terhadap prakarsa 2.6. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.l e Bukti Fisik: Naskah awal usul prakarsa RUU.1. pokok-pokok pikiran. legalitas. w w w 2.2 Perancang Muda) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.www. pokok-pokok pikiran. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa 2.2.org 13 Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis penyusunan konsep usul RUU/RAPERDA. Bukti Fisik: Naskah awal RUU/RAPERDA.3 Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. ga lit a s. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.1 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. lingkup atau objek yang akan diatur. sasaran yang ingin diwujudkan.6. lingkup atau objek yang akan diatur. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap penyusunan konsep usul prakarsa RUU. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.3. sasaran yang ingin diwujudkan.1.36 Perancang Madya) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU.1.3 Perancang Madya) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1.1. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.2.

Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.15 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.2. berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR/DPD dan BALEG DPR.1. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.6.8.8. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU/RAPERDA.8. misalnya naskah akademis.2. dan tersier. Bahan hukum primer. Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.1. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.3 Perancang Muda) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa 2. sasaran w w w .7. 2. 2.www. lit a s. .06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. legalitas.1.1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. sekunder.2.org 14 Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RAPERDA adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RAPERDA untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RAPERDA setelah mendapatkan masukan dari dinas terkait yang akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah. Bahan hukum tersier. Meneliti Usul Prakarsa Dari Instansi Terkait Meneliti usul prakarsa dari instansi terkait dimaksud adalah awal pertemuan antar departemen untuk membahas konsep usul prakarsa dari instansi pemrakarsa yang dikoordinasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU.1. Uraian butir 2.6.1. 2. Bahan hukum sekunder.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.8.4. or g 2.l e ga 2.1.1.

1.2. misalnya naskah akademis.1.1. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.2. Menganalisis Bahan Penyusunan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Bahan untuk pembuatan kerangka dasar rancangan peraturan perundang-undangan adalah bahan yang berkaitan dengan materi muatan. 2. Bukti Fisik: Izin prakarsa (persetujuan usul prakarsa) RUU/RAPERDA. legalitas. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. dan tersier. lingkup atau objek yang akan diatur. Sub Unsur Penyusunan Rancangan 2.1. Untuk menganalisis bahan penyusunan kerangka dasar peraturan perundang-undangan.www. Mengumpulkan Bahan untuk Menyusun Kerangka Dasar (Angka Kredit 0.2. Bukti Fisik: Izin prakarsa RUU. bentuk.2. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA.2. sekunder. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.2. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. dan bagian-bagian peraturan perundang-undangan.45 Perancang Madya) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.org 15 yang ingin diwujudkan. ga lit a s.1. sasaran yang ingin diwujudkan. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Bahan hukum tersier. Menyusun Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Yang dimaksud dengan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah rancang bangun peraturan perundangundangan yang berisi sistematika dan bagian-bagian pokok dan penting yang perlu dituangkan dalam peraturan perundangundangan. or g . pokok-pokok pikiran. 2. pokok-pokok pikiran. Bahan hukum primer. w . atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.2. jenis.8.l e 2. Bahan hukum sekunder. ayat. lingkup atau objek yang akan diatur. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU. 2.

2. Menganalisis bahan untuk menentukan atau memilih judul dan merumuskan pembukaan peraturan perundangundangan.org 16 Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. dan hierarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.2. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan/ Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan peraturan perundangundangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. II. b.44 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. bentuk. Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. misalnya. dan perubahan.l e ga lit a s. or g . Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah.1. pengesahan. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. misalnya. Peraturan/Keputusan Presiden. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. jenis. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. dari UndangUndang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.www. w w 2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. dan III. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.18 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. misalnya. legalitas. w .2. Peraturan Pemerintah. pencabutan.1.1. 2. penetapan.2.

org 17 2. b. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.1. pemberian sanksi pidana.www. 2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.3. Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang.3. misalnya. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. ga lit a s. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan UndangUndang/Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1. w w w . Rancangan Peraturan Pemerintah.2. 2. misalnya.1. Merumuskan Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Merumuskan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah kegiatan menyusun pokok-pokok materi yang akan dituangkan ke dalam rumusan norma di batang tubuh peraturan perundangundangan.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan /Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. pembebanan kepada masyarakat.2.3.1 Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. or g . Merumuskan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang.2. Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.15 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a.75 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. legalitas. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Rancangan Peraturan Pemerintah.

1. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.1. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.1.3. Menyempurnakan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.6 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. or g . 2. w w w .3.2. misalnya. misalnya.2. Menyempurnakan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan kerangka dasar peraturan perundang-undangan adalah memperbaiki perumusan kerangka dasar untuk menghasilkan naskah akhir kerangka dasar.4.1 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah.2.l e ga lit a s. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.www. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. legalitas.2.2.36 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.3 Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.1. pembebanan kepada masyarakat. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. pemberian sanksi pidana.org 18 2. misalnya. 2. 2.1.4.

Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.4.1. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.3.2. 2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.4.2. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Menyempurnakan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. legalitas. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w w 2.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya.org 19 b.26 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. pembebanan kepada masyarakat. Rancangan Peraturan Pemerintah.1. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. ga lit a s. or g . Rancangan Peraturan Pemerintah. pemberian sanksi pidana. misalnya.www.45 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. w .

1.www. bagian. Merumuskan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah menuangkan pokok-pokok materi ke dalam bagian-bagian dari kerangka dasar peraturan perundangundangan dalam bentuk pasal-pasal yang berisi norma.2. or g .2. Rancangan Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan Judul serta Pembukaan Rancangan Undang-Undang. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. legalitas. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2. dan bab. Rancangan Peraturan Pemerintah. Uraian butir 2. dan bab. jenis. w w w .org 20 2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2. b. Membuat judul yang mencerminkan isi dari pokokpokok materi dan merumuskan pembukaan Rancangan Undang-Undang. bagian-bagian.2 ini berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan merumuskan Rancangan Peraturan Tata Tertib DPR dan DPRD. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. dan sifat peraturan perundang-undangan yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. 2. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Untuk merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan. Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. II. dan III. bagian. bentuk.2.2.2 Perancang Pertama) a. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.7 Perancang Muda) Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.2.l e ga lit a s. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2. hierarki.

dan pemberian sanksi pidana ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.3.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.3.l e ga lit a s.3.2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 1.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat ekstern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.2.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).1.1. legalitas. pembebanan kepada masyarakat. or g .2. Membahas Rancangan Peraturan Perundang-undangan 2. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Ekstern Tim/Panitia 2. bagian. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0. yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.2.3.2. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0. 2.5 Perancang Madya) Menuangkan pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban.3. dan bab. 2. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Intern Tim/Panitia 2.2.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia). w w w .2.1.1. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.org 21 2.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat intern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.3. 2.1.3.www.2.2.

dan data yang diperoleh).1. 2.4.2. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi konsep penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan).l e ga lit a s. Contoh: Penyusunan RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Pasal 1 angka 1 UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”. or g .2. w w w .3.www. legalitas.4. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia). Menyempurnakan Rancangan Peraturan Perundangundangan 2.org 22 Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia).2.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi notulen rapat.1 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan materi yang telah diubah atau disempurnakan berdasarkan hasil rapat dan berdasarkan data yang diperoleh baik dari bahan kepustakaan maupun peraturan perundang-undangan yang terkait. Pasal 1 angka 1 RUU tentang Perubahan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak berdasarkan hasil rapat diubah menjadi: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”.2.2. 2.2.2. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0. Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0.4. 2. Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0. hasil identifikasi materi.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah merumuskan kembali sesuai dengan konsep hasil pembahasan Panitia Antardepartemen.

Menyusun Keterangan Pemerintah 2. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.3.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Keterangan Pemerintah.1. w .1. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.1.3. 2.3.3.3.1. 2. Menyusun Konsep Jawaban Pemerintah Terhadap Pemandangan Umum Fraksi 2.www. Bukti Fisik: Konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi RUU yang diuraikan secara narasi.3.18 Perancang Utama) Membahas kembali rancangan dalam rangka harmonisasi dimaksud adalah membahas kembali dalam rapat pleno hasil penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan dengan cara pencocokan silang (cross check) atau mencari keselarasan materi atau antar materi.2.5.l e ga lit a s. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.2. 2.3. Bukti Fisik: Konsep hasil kajian Keterangan Pemerintah tentang RUU. or g . Membahas Kembali Rancangan dalam rangka Harmonisasi (Angka Kredit 0.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji materi konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi yang dimuat dalam RUU. Sub Unsur Pembahasan RUU 2. legalitas. 2.1.org 23 2. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.2. Bukti Fisik: Setiap kali (hasil pembahasan rapat pleno).1.3.2.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU. w w Bukti Fisik: Keterangan Pemerintah tentang RUU.

disusun secara sistematis berdasarkan permasalahan dan pasal per pasal sesuai dengan sistematika RUU.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.3. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. 2. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah. 2. catatan. atau permasalahan mengenai materi RUU yang dimuat dalam DIM tersebut.3. w .3. Menelaah Konsep DIM (Angka Kredit 0.3.2.3.3. w w Bukti Fisik: Konsep DIM.3.2.3.org 24 2.3 Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep telaahan DIM 2. 2.3.2.3.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep DIM adalah memperbaiki hasil telaahan untuk menyempurnakan konsep DIM.l e ga lit a s.1. Menyusun Konsep DIM (Angka Kredit 0. 2.4 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyiapkan konsep DIM berdasarkan RUU yang berisi pertanyaan. Menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Daftar Inventarisasi Masalah dimaksud adalah daftar yang memuat pertanyaan. Bukti Fisik: Jawaban Pemerintah. or g . atau permasalahan yang diidentifikasi oleh fraksi-fraksi DPR atau Pemerintah yang lazimnya berbentuk tabel. legalitas.2.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Jawaban Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Jawaban Pemerintah. atau permasalahan mengenai materi RUU berdasarkan format yang telah baku dan diajukan kepada pengusul RUU. Menyempurnakan Konsep DIM (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). catatan.45 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep DIM dari RUU yang berisi telaahan terhadap pertanyaan. catatan.3.www.

4) jawaban atas DIM. w .3.45 Perancang Madya) Menelaah konsep jawaban DIM dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. catatan. Menyempurnakan Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. ga lit a s.4. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.org 25 2. sekunder. atau permasalahan yang dimuat dalam jawaban DIM tersebut.5.3.4 Perancang Muda) Menyusun konsep jawaban DIM dimaksud adalah menyiapkan konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. 2.l e 2. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0.3.5. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM 2. 3) jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi.1. 2. misalnya naskah akademis. Menyiapkan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Menyiapkan jawaban atas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dimaksud adalah menyusun konsep jawaban DIM yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah mengenai materi RUU. dan 5) bahan hukum primer. dan tersier. Bahan hukum primer.1.3.www.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang datang dari pemerintah yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa: 1) RUU.4. Bahan hukum tersier.2. legalitas. Bahan hukum sekunder. w w Bukti Fisik: Jawaban DIM. Menyusun Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.3. Menelaah Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.4. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM. atau permasalahan yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah yang dimuat dalam DIM tersebut.3.3.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep Jawaban DIM dimaksud adalah memperbaiki hasil telaahan Jawaban DIM untuk menyempurnakan konsep DIM.a RUU yang datangnya dari Pemerintah. catatan.4. or g . misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. 2) keterangan pemerintah. Mengikuti Sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/DPD 2.

misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. mempersiapkan rumusan.3.1. Mengikuti Pembahasan Pembahasan dimaksud adalah salah satu proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/ DPD. Bahan hukum tersier. 2) keterangan DPR/DPD (fraksi/komisi/ Baleg).2.18 Perancang Madya) Pembahasan di tingkat Panja dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). Tingkat PANSUS (Angka Kredit 0. 4) jawaban atas DIM Pemerintah.www.2. legalitas. 3) jawaban DPR/DPD terhadap pemandangan umum dari Pemerintah.b RUU yang datangnya dari DPR/DPD. misalnya naskah akademis.1.2. dan 6) hasil kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). 2. Bahan hukum sekunder. Tingkat PANJA (Angka Kredit 0. ayat. kecuali Peraturan Tata Tertib DPRD yang bersangkutan menentukan lain.3. . mempersiapkan jawaban. c.24 Perancang Utama) Pembahasan di tingkat Pansus dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.3.5. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Kegiatan tersebut antara lain berupa: a.5. 2. or g . w w w 2. Bahan hukum primer. sekunder.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa : 1) RUU. b. 2. ga lit a s.2. Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. memberikan saran.5. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. dan tersier.5.org 26 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.l e Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). 5) bahan hukum primer.3.

4. Tingkat Tim Sinkronisasi (Angka Kredit 0.org 27 Kegiatan tersebut antara lain berupa: a.09 Perancang Muda) Membuat laporan hasil sidang dimaksud adalah menyusun hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. mempersiapkan rumusan. Merumuskan Hasil Sidang Pembahasan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan hasil sidang pembahasan peraturan perundangundangan dimaksud adalah penyusunan risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. 2. 2. or g . Bukti Fisik: Laporan hasil sidang pada pembicaraan tingkat I.3.2.3. w w w 2. ga lit a s. legalitas.3. batang tubuh dan penjelasan atau antar pasal.l e Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum.6. ayat atau bagian RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).3.3. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir/penjelasan umum). .5. memberikan saran.2. 2. c.3. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran).12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timus/Timcil dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan pasal-pasal atau ayat RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timsin dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan dalam rangka sinkronisasi konsideran menimbang. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir).5. b. Membuat Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.5. mempersiapkan jawaban. Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. Tingkat Timus/Timcil (Angka Kredit 0.www.

Menyiapkan Konsep (Angka Kredit 0.7. w w w . Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.13 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Bukti Fisik: Risalah pembahasan RUU.1. or g .7. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. 2. 2.6.26 Perancang Muda) Menyiapkan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah menyusun konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus.2. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan (hasil telaahan) RUU.3. Menyiapkan Sambutan Singkat Menteri (atas nama pemerintah ) dalam Sidang PANSUS Menyiapkan sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan singkat Menteri mengenai proses dan hasil pembahasan RUU yang disampaikan dalam sidang Pansus.www. 2. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan RUU. 2. legalitas.3. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.6.org 28 2.6.3. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.3.3.7.3.l e ga lit a s. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.09 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki konsep risalah hasil pembahasan (hasil telaahan) RUU untuk mendapatkan naskah akhir risalah.3. 2.1. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.09 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyusun konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.2.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus.

3.www. Bahan hukum primer. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.1.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.8. 2.3. legalitas. Bukti Fisik: Naskah sambutan singkat Menteri. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan rancangan peraturan perundang-undangan yang dibuat.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan Menteri.undangan 2. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. Bahan hukum tersier.4. 2.8.3.3. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Menyiapkan Sambutan Menteri (atas nama Pemerintah) dalam Sidang Paripurna Menyiapkan sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah menyusun sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. 2. Bahan hukum sekunder. maupun tersier. Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri. misalnya naskah akademis.8.org 29 2.2. ga lit a s.7. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah sambutan Menteri. w w Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri w .8.3. Sub Unsur Pemberian Tanggapan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. sekunder.26 Perancang Muda) Menyusun konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.4. 2.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan singkat Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan singkat Menteri.1. or g .l e 2.3. baik berupa bahan hukum primer.3.

ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Bukti Fisik: Konsep tanggapan rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Peraturan Pemerintah. misalnya. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah.4. d. legalitas. f.2.4 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II: menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Peraturan/ Keputusan Presiden.1. w w w . harmonisasi rancangan dengan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan materi muatan rancangan tersebut. landasan formal dan materiil konstitusional. materi muatan yang dimuat di dalam rancangan tersebut. teknik penyusunan peraturan perundang-undangan. 2. c. 2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya.4. misalnya. 2.Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. kewenangan pembentuk rancangan tersebut. Menyusun Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah tanggapan terhadap: a. b. e. b. konsepsi yang dimuat di dalam rancangan tersebut.4. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.www.l e ga lit a s.org 30 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.13 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I: a. dan Undang-Undang. menyusun konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.2. or g .2.2. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.

Peraturan/ Keputusan Presiden. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.4.3. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.4.5 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan III: Menyusun tanggapan rancangan peraturan perundangundangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. 2.1.3. 2. dan Rancangan Peraturan Daerah.3.3. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. menelaah konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.org 31 2.4. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. misalnya. b. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Undang-Undang. or g . dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya. w w Bukti Fisik: Konsep telaahan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. 2.2. Rancangan Undang-Undang. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.2. misalnya.www. Peraturan Pemerintah. dan Rancangan Peraturan Daerah. misalnya.l e ga lit a s. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Menelaah Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundangundangan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan.4. pemberian sanksi pidana. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. w . legalitas. pembebanan kepada masyarakat.39 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.18 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I: a. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.

2.13 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan I: a. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. or g . Peraturan Pemerintah.4.l e ga lit a s. menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. dan Rancangan Peraturan Daerah. b.4. misalnya. pembebanan kepada masyarakat.1. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.4. 2. 2.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w w Bukti Fisik: Naskah tanggapan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. dan Rancangan Peraturan Daerah. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.4. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Undang-Undang.www. judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. 2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.4. pemberian sanksi pidana.4. legalitas. Peraturan/Keputusan Presiden. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah. misalnya.4. menyempurnakan konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya. w . Menyempurnakan Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. misalnya.org 32 2.3. Rancangan Undang-Undang.21 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.3.

surat edaran. yaitu: a. Kejaksaan Agung. c. Instruksi dimaksud adalah suatu bentuk keputusan yang bersifat hierarkhis. pembebanan kepada masyarakat.4. Rancangan dan Rancangan Peraturan Daerah. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. yang isinya sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi pejabat/instansi pemerintah. Rancangan Undang-Undang. dan lain-lain.4.l e ga lit a s. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepmendagri Nomor 133 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Agraria Provinsi dan Kantor Agraria kabupaten/kotamadya merupakan jenis instruksi yang memuat atau berbentuk aturan kebijakan karena instruksi tersebut mengandung ketentuan yang bersifat umum. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Sub Unsur Penyusunan Instruksi Presiden. penugasan atau perintah untuk mewakili pimpinan atau penugasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu) tidak dapat dimasukkan sebagai aturan kebijakan. b. Instrumen hukum yang bukan peraturan perundangundangan termasuk di dalamnya aturan kebijakan yang berisi ketentuan yang mengikat keluar. berlaku bagi jajaran administrasi negara di bawah pembuat instruksi. Instruksi mengenai kebijakan konkret tertentu yang bersifat khusus (misalnya. Panglima TNI. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Undang-Undang.1. pemberian sanksi pidana. w w w . UNSUR PENYUSUNAN INSTRUMEN HUKUM (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) Instrumen hukum dimaksud adalah alat untuk menegakkan hukum yang terdiri atas jenis peraturan perundang-undangan dan jenis bukan peraturan perundang-undangan.www. 3. 3. Instruksi akan menjadi aturan kebijakan kalau disertai dengan ketentuan yang bersifat umum. misalnya. Instruksi Pimpinan Departemen/LPND. legalitas.org 33 2. Dari isinya. dan Rancangan Peraturan Daerah.3. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Gubernur BI. instruksi ada yang dapat digolongkan sebagai aturan kebijakan dan ada yang bukan. instruksi. Contoh. or g .27 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. namun aturan kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance). Lembaga Negara Non Pemerintah. Yang dimaksud dengan aturan kebijakan adalah keputusan yang dibuat oleh pejabat/instansi pemerintah berdasarkan kewenangan diskresi yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kepolisian Republik Indonesia. Pimpinan Lembaga Negara.

Menyusun Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. 3.2.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep instruksi dimaksud adalah memperbaiki konsep instruksi yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah instruksi. w w w .3.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep surat edaran dimaksud adalah menyiapkan konsep awal surat edaran dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat aturan kebijakan.1. Menelaah Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep instruksi dimaksud adalah menyiapkan konsep awal instruksi dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat-syarat aturan kebijakan. Menyempurnakan Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. 3. Menelaah Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep telaahan instruksi.1.1.2.26 Perancang Muda) Menelaah konsep surat edaran dimaksud adalah mengkaji surat edaran yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama.1. legalitas. 3. 3.1. dan Keputusan Menteri Kehutanan tentang pemberian hak pengusahaan hutan. Bukti Fisik: Konsep surat edaran. Bukti Fisik: Konsep instruksi. misalnya. Bukti Fisik: Konsep telaahan surat edaran.26 Perancang Muda) Menelaah konsep instruksi dimaksud adalah mengkaji dan menganalisis konsep instruksi yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama. 3. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian izin praktek notaris. Menyusun Konsep Instruksi (Angka Kredit 0.org 34 3.2.2.www. Termasuk dalam kategori surat edaran adalah surat pemberian izin untuk dapat melaksanakan kegiatan tertentu.2.l e ga lit a Bukti Fisik: Naskah instruksi. Sub Unsur Penyusunan Surat Edaran Surat edaran dimaksud adalah surat yang ditujukan kepada berbagai pihak/pejabat yang terkait yang isinya digolongkan sebagai aturan kebijakan yang memuat petunjuk dan/ atau penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu kebijakan yang menjadi tanggung jawab pihak/pejabat yang bersangkutan. s. or g .

meliputi: a. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul.3. c. 3.3. 3. b.1. organisasi internasional. perundingan. Bentuk perjanjian internasional.1. serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik. nota kesepahaman (memorandum of understanding).1. Langkah-langkah membuat perjanjian internasional. posisi Indonesia. Sub Unsur Penyusunan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional dimaksud adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara.2.3. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. 3. Melakukan Persiapan Penyusunan Naskah Perjanjian Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah perjanjian internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. perumusan naskah. persetujuan (agreement). Menyempurnakan Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. Langkah-langkah tersebut dimulai dengan menyusun latar belakang permasalahan.l e ga lit a s. peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. w w w .6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang penyusunan perjanjian internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. or g . penjajagan.2. legalitas. menganalisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. saran. 3. letter of intents.org 35 3.3. penandatanganan. atau subjek hukum inernasional lainnya.www. antara lain. d. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Bukti Fisik: Naskah surat edaran. dan e. Menelaah Usul dari Unit Teknis tentang Penyusunan Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. saran. konvensi internasional.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep surat edaran dimaksud adalah memperbaiki konsep surat edaran yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah surat edaran. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. penerimaan. dan posisi Indonesia.1. treaty.3.

org 36 3. ayat. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. 3.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar perjanjian internasional ke dalam suatu naskah perjanjian.1.3.3. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. Bukti Fisik: Naskah dasar perjanjian internasional.www. Bahan hukum primer. . posisi Indonesia.2. w w w 3.l e Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. or g .3. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. legalitas. Menyusun Naskah Perjanjian Internasional Menyusun Naskah Perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan perjanjian internasional. Bahan hukum sekunder. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. ga lit a s. Bahan hukum tersier.1. 3. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi perjanjian. maupun tersier.3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Menyusun Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.2.2. misalnya naskah akademis.2. atau pasal.1.2.1. sekunder. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.

75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format perjanjian internasional serta obyek yang diperjanjikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat perjanjian tersebut.3.2.3.3.2.3. 3. w w Bukti Fisik: Konsep tanggapan. 3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan (hasil telaahan).3.3.3. w . Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.www. Menelaah Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.1.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar perjanjian dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani. legalitas.org 37 3. 3.l e ga lit a s. Memberikan Tanggapan terhadap Counter Draft Perjanjian Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan perjanjian internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat perjanjian dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (hasil telaahan).45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. 3. Menyempurnakan Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. or g .2.3.2.3. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (naskah akhir).8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.

www. 3. 3. 3. baik dari sudut substantif maupun redaksional untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan.3.org 38 3. w . 3.3. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.4.l e ga lit a s.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan perjanjian yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. legalitas. Bukti Fisik: Naskah akhir perjanjian internasional.3. Membahas Naskah Perjanjian Internasional Membahas naskah perjanjian dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan perjanjian dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak yang akan dituangkan ke dalam satu naskah perjanjian akhir (final) setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat perjanjian dalam rangka penyusunan naskah perjanjian. w w Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.4. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).1.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir perjanjian dimaksud adalah menyiapkan naskah perjanjian berdasarkan hasil pembahasan. Sub Unsur Penyusunan Persetujuan Internasional Persetujuan Internasional dimaksud adalah salah satu bentuk perjanjian internasional.4. Melakukan Persiapan dalam rangka penyusunan Naskah Persetujuan Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah persetujuan internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.3.3. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.4. Menyusun Naskah Akhir Perjanjian Internasional (Angka Kredit 1.3. 3.3. or g .3.1.4.4. 3.2.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.

2. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.l e Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.2. Bahan hukum tersier.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang persetujuan internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.4. misalnya naskah akademis.1. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. maupun tersier. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. saran.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. legalitas.2. atau pasal. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi persetujuan.1. 3. or g . posisi Indonesia. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.org 39 3.4. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.1. 3.1. ga lit a s. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.1. peraturan perundang-undangan yang berlaku. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.www.1.4.2. ayat. sekunder. w w w 3. Menelaah Usul dari Unit Teknis (Angka Kredit 0. .4. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. posisi Indonesia.

Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.4. lit a s.3. 3.2. 3. Menyusun Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.4.4. w w w Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional (naskah akhir).2. Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar persetujuan internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar persetujuan internasional ke dalam suatu naskah persetujuan.1.3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar persetujuan dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar persetujuan yang akan ditandatangani.2.4. persetujuan internasional (hasil 3. 3.l e ga 3.www.4. legalitas. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Persetujuan Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan persetujuan internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat persetujuan dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan.4. Menyempurnakan Naskah Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar persetujuan dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian yang akan ditandatangani.2.2. Bukti Fisik: Naskah dasar telaahan). Menelaah Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. or g .3. Menyusun Naskah Persetujuan Internasional Menyusun Naskah Persetujuan dimaksud adalah merumuskan rancangan persetujuan internasional.1. . Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.org 40 3.

www.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.9.4. 3. Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan persetujuan yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.2.4.3. Bukti Fisik : Konsep tanggapan counter draft.4. or g .4. baik dari sudut substantif maupun redaksional. legalitas.1.4. 3.3. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format persetujuan internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat persetujuan tersebut.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat persetujuan dalam rangka penyusunan naskah persetujuan. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).4.4. Membahas Naskah Persetujuan Membahas naskah persetujuan dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan persetujuan dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap substansi/isi persetujuan yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) persetujuan setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.4. Bukti Fisik: Naskah tanggapan. Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). 3. 3. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.2. w .org 41 3.l e ga lit a s.

org 42 3.1. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.1.l e ga lit a s. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.135 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah akhir persetujuan dimaksud adalah menyiapkan naskah persetujuan berdasarkan hasil pembahasan.www. saran. Bukti Fisik: Naskah persetujuan internasional.1.2.1. 3.5.5. Pemerintah Republik Indonesia dengan lembaga internasional) yang bersifat keperdataan. peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan penyusunan Rancangan Kontrak Internasional sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. 3.4. sekunder. 3.5.5.1. maupun tersier. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.5. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. 3.1. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Menyempurnakan Naskah Akhir Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.3. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.4. posisi Indonesia. or g . Data keputustakaan adalah berupa bahan hukum primer.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan. legalitas. 3.2. w w w .09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak baik data lapangan maupun data kepustakaan. Sub Unsur Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Kontrak internasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah asing.

1.2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1.www. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. w w 3. or g . 3. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak internasional. 3.2. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. posisi Indonesia.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak internasional ke dalam suatu naskah. Bahan hukum tersier.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak.2. w . Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak internasional.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.2. Menyusun Naskah Kontrak Internasional Menyusun Naskah kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan kontrak internasional.l e ga Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.5.5. Bahan hukum sekunder. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. misalnya naskah akademis. legalitas.2.5. 3.5. lit a s. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal.org 43 Bahan hukum primer. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.2.

Yang dimaksud dengan format adalah sistematika dari suatu kontrak yang berisi antara lain pendahuluan.5. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Kontrak Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak internasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak (negara asing/lembaga internasional) yang membuat kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/LPND) yang merupakan rancangan sandingan.3.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. 3.5.1.org 44 3. Bukti Fisik : Naskah kontrak internasional. 3.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/LPND yang membuat kontrak tersebut.5.3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.3.2.2. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.5.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.5. 3. or g .www. Bukti Fisik: Naskah tanggapan counter draft. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. pertimbangan.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. legalitas.3.l e ga lit a s. w w 3.3. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. pasal-pasal yang berisi materi kontrak yang termasuk didalamnya pengecualian dan pilihan hukum apabila terjadi sengketa. baik dari sudut substantif maupun redaksional. w .

).1. instansi Pemerintah pusat dengan swasta (LSM.5. 3. badan hukum privat. instansi Pemerintah pusat dengan daerah.2.1. Bukti Fisik: Naskah kontrak internasional. b.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.5.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak. Sub Unsur Penyusunan Kontrak Nasional Kontrak nasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (instansi Pemerintah di pusat dengan instansi Pemerintah di pusat lain. or g . Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. atau instansi Pemerintah di pusat dengan lembaga swasta) yang bersifat keperdataan.4. dsb.4. legalitas.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak internasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak internasional berdasarkan hasil pembahasan. Membahas Rancangan Kontrak Internasional Membahas rancangan kontrak internasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi kontrak yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) kontrak setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.www. w w 3. atau c. 3.4.4.l e ga lit a Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.6. Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.6.org 45 3. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Internasional (Angka Kredit 1.5. satu instansi dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah pusat.5. 3.3. w . s. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak nasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan antara: a. 3.

w w 3. misalnya naskah akademis. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. Bahan hukum tersier. peraturan perundang-undangan yang berlaku. sekunder. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.1. 3.1. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.2. or g .www. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. 3.6. w .1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.06 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak.6. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2.org 46 3. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal.6. legalitas.4 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.l e ga lit a s.6. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.1. Bahan hukum sekunder. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.2. maupun tersier. dan materi yang akan dimuat dalam kontrak tersebut.2.1. Bahan hukum primer.1. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.36 Perancang Muda) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak nasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. baik data lapangan maupun data kepustakaan.

6. legalitas.2.6.6. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.1.30 Perancang Pertama) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak nasional.www. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.40 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak nasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat kontrak tersebut. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.35 Perancang Pertama) Menyusun naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak nasional ke dalam suatu naskah.3.6.6. 3.2. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Naskah Kontrak Nasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak nasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak yang membuat kontrak dengan departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang merupakan rancangan sandingan. w w w . Bukti Fisik : Konsep hasil telaahan tanggapan counter draft. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.l e ga Bukti Fisik : Naskah kontrak nasional.org 47 3.3.6. 3. or g . Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak nasional. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.2. lit a s.1.3.2.6. 3. 3.2. dimaksud adalah 3.3.50 Perancang Muda) Menelaah naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak nasional. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.2. 3. Menyusun Naskah Kontrak Nasional Menyusun naskah kontrak nasional merumuskan rancangan kontrak nasional.18 Perancang Muda) Menyempurnakan naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.

4. Termasuk sebagai gugatan adalah “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi dan “permohonan” pengujian peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang yang diajukan kepada Mahkamah Agung sesuai dengan kompetensinya.05 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak nasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak nasional berdasarkan hasil pembahasan. 3. or g Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.2.7. w w Bukti Fisik : Laporan hasil pembahasan (notula rapat).135 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak nasional. legalitas. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. w . Menyusun Naskah Akhir Kontrak Nasional (Angka Kredit 1. Sub Unsur Penyusunan Gugatan Gugatan dimaksud adalah tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara untuk mendapat putusan.4.6. baik dari segi materi maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap counter draft. 3.org 48 3.75 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak nasional yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.6.3.www.3. 3.1. Bukti Fisik: Naskah kontrak nasional. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.12 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. 3.6.3.4.6.4. Termasuk pula sengketa yang diselesaikan melalui arbitrase dan lembaga Alternative Dispute Resolution (ADR). Membahas Naskah Kontrak Nasional Membahas Naskah Kontrak Nasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan.6. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. . ga lit a s.l e 3.

kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan Tata Usaha Negara maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan pembelaan terhadap kebijakan Menteri tersebut. w w w . dan tempat tinggal penggugat/pemohon dan tergugat. peristiwa yang dijadikan dasar gugatan dengan disertai bukti tertulis (fundamentum petendi). or g 2) Gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau (publiekrechtelijk): ketatanegaraan . DPD dapat mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. maka para Perancang Peraturan Perundang-undangan Departemen Penerangan akan dilibatkan dalam pembuatan pembelaan terhadap produk hukum yang digugat tersebut. 3) Permohonan Pengujian (judicial review) Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar kepada Mahkamah Konstitusi: Misalnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dilibatkan dalam proses pembahasan suatu RUU yang materinya berkaitan dengan otonomi daerah. Contoh: 1) Gugatan yang bersifat keperdataan (privaatrechtelijk): Suatu instansi pemerintah membentuk panitia pembangunan gedungnya kemudian mengadakan perjanjian (kontrak) dengan pemborong/kontraktor (PT.l e ga lit a s. b.org 49 Gugatan terdiri atas gugatan yang bersifat keperdataan atau perseorangan/badan hukum perdata (privaatrechtelijk) dan gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau ketatanegaraan/kelembagaan (publiekrechtelijk). “A”). Dalam hal ini para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD akan dilibatkan dalam pembuatan “permohonan” tersebut. pekerjaan. nama lengkap. yang sekurang-kurangnya berisi: a. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UU No. maka Panitia atas nama instansi pemerintah tersebut dapat menggugat PT “A” ke pengadilan negeri yang wilayah kerjanya meliputi alamat PT “A” tersebut. 9 Tahun 2004). Dalam pembuatan naskah gugatan tersebut akan melibatkan para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut. legalitas.www. hal-hal yang dituntut agar mendapat putusan (petitum). Apabila PT “A” dalam membangun gedung melakukan ingkar janji (wanprestasi). 4) Permohonan Pengujian (judicial review) peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang kepada Mahkamah Agung: Jika Keputusan Menteri Penerangan yang bermuatan materi suatu perizinan penerbitan diuji oleh Mahkamah Agung atas permohonan suatu penerbitan yang dicabut izinnya oleh Menteri Penerangan. Dalam hal ini. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan UU No. dan c. 1 Tahun 1995 jo UU No.

l e ga lit a s.1.2.18 Perancang Muda) Kasus adalah sengketa hak yang bersifat keperdataan dan ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. pasal. w w w .7. 3. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.www. 3. or g . Menganalisis Data (Angka Kredit 0. baik data lapangan maupun data kepustakaan. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1 Melakukan Persiapan Dalam Rangka Menyusun Naskah Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas dalam rangka penyusunan naskah gugatan.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang ditelaah. maupun tersier. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0.3. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.7.1. Bahan hukum sekunder. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.7. legalitas.1. Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara dari sudut sosiologis dan yuridis: 1) kasus yang bersifat keperdataan. Bukti Fisik: Naskah telaahan kasus. misalnya naskah akademis.org 50 3. Bahan hukum primer.1. sekunder. Bahan hukum tersier. 3. 2) kasus yang bersifat ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan.7.

Menyusun Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Naskah penyempurnaan kerangka gugatan.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka gugatan dimaksud adalah mengkaji kerangka gugatan yang terdiri atas fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).7.2. dan putusan yang diminta (petitum).7. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. Menelaah Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka gugatan.org 51 3.www. legalitas. dan putusan yang diminta (petitum). kedudukan para pihak (legal standing).44 Perancang Muda) Menyusun kerangka gugatan dimaksud adalah membuat kerangka gugatan yang berisi fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri secara fisik dalam sidang perkara yang digugat di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan. dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi.7.4. menelaah dan menyempurnakan kerangka gugatan.7. Menyusun Gugatan Menyusun gugatan dimaksud adalah membuat kerangka.7. 3. 3. 3.3.2. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan kerangka gugatan. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.7. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference. w w w . Menyempurnakan Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. 3.l e ga lit a s. Bukti Fisik : Konsep kerangka gugatan. or g .09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah membuat laporan hasil sidang perkara yang digugat.2.1.3.2. kedudukan para pihak (legal standing).2. Bukti Fisik : Laporan tertulis proses dan hasil sidang pada setiap tingkat persidangan untuk setiap perkara. 3.

maka Presiden dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor B-20/Seskab/1/2005 untuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Dalam Negeri menyiapkan Keterangan Pemerintah atas Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. maka Perancang yang berada di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri dilibatkan dalam pembuatan Keterangan Pemerintah tersebut. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di instansi tersebut dapat dilibatkan dalam pembuatan jawaban gugatan.8. or g . Suatu instansi pemerintah digugat oleh PT “A” secara perdata karena proyek pembayaran pembangunan gedungnya tersendat-sendat sehingga merugikan PT “A”.H. Bambang Widjojanto. Berkaitan dengan pengujian undang-undang tersebut. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. Iskandar Sonhaji. bertindak untuk dan atas nama Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian pasal-pasal tertentu dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Nomor 072/PUU-II/2004.H.. LLM.org 52 3. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas jo UndangUndang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004). Contoh: 1.H. Dalam hal ini. badan hukum privat. Dalam menyiapkan Keterangan Pemerintah ini. Termasuk dalam pengertian Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis atas “keberatan” yang diajukan oleh suatu Pemerintah Daerah kepada Departemen Dalam Negeri terhadap pembatalan suatu Perda atau Peraturan/Keputusan Kepala Daerah. S.l e ga lit a s. legalitas. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam kegiataan tersebut. Sub Unsur Penyusunan Jawaban Gugatan Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis yang dibuat oleh suatu instansi yang digugat (tergugat) oleh instansi lain. Termasuk jawaban gugatan adalah keterangan tertulis yang disampaikan oleh pemerintah terhadap “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. Mulya Lubis. S.www. S. Dalam rangka fasilitasi dan koordinasi perancangan Peraturan Daerah. Abdul Ficar Hajar. Penyiapan Keterangan Pemerintah terhadap permohonan pengujian (judicial review) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi. S. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan TUN maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan jawaban gugatan. LLM. T.. yang berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 2 Desember 2004. atau perorangan (penggugat) dalam kasus yang bersifat keperdataan atau ketatanegaraan/ketatausahanegaraan.. w w w . Misal.H. 3. 2. Advokat-advokat: Dr.

Departemen Dalam Negeri digugat dalam bentuk “keberatan” oleh salah satu Pemerintah Daerah yang Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Keputusan Gubernurnya dibatalkan oleh Departemen Dalam Negeri. misalnya naskah akademis. Bahan hukum tersier. maupun tersier. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Departemen Kehutanan digugat oleh PT. 3.1. pasal. perkara yang bersifat ketatausahaan atau ketatausahanegaraan. 2.1. baik data lapangan maupun data kepustakaan. sekunder.8. antara lain hasil wawancara pihak yang terkait. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kehutanan akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan.1. Bahan hukum primer. w . or g . misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.2.l e ga lit a s.8.www. 3. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.8. 5. Bukti Fisik: Laporan telaahan kasus jawaban gugatan. Bahan hukum sekunder.1. 3. perkara yang bersifat keperdataan. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0. Data lapangan adalah berupa. legalitas. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Konsep Jawaban Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkah-langkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan konsep jawaban gugatan. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer.18 Perancang Muda) Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara yang digugat oleh penggugat baik dari sudut sosiologis maupun yuridis serta materi yang menjadi pokok perkara terhadap : 1. B pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) karena izin HPH yang belum habis masa berlakunya sudah dicabut oleh Departemen Kehutanan.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang menjadi perkara yang ditelaah.org 53 4. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan dalam bentuk “jawaban keberatan”. w w Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.

8. 3.2.org 54 3.8. Untuk perkara yang bersifat ketatausahanegaraan. ga lit a s.l e Bukti Fisik: Konsep kerangka jawaban gugatan. Menyusun Jawaban Gugatan Menyusun jawaban gugatan dimaksud adalah membuat. legalitas.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kajian terhadap konsep kerangka jawaban gugatan yang berkaitan dengan fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). Menyusun Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Naskah jawaban gugatan. 3.2.8.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka jawaban gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka jawaban gugatan. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. 3.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan untuk membuat jawaban gugatan. Menelaah Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.3. dan putusan yang diminta (petitum) yang diajukan oleh pemohon.1. w w Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan kerangka jawaban gugatan.1. menelaah dan menyempurnakan kerangka jawaban gugatan.2.2.3.8. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis data. kerangka jawaban gugatan berisi alasan hukum yang berkaitan dengan kewenangan dan isi keputusan pejabat Tata Usaha Negara. kedudukan para pihak (legal standing). or g .8. 3.22 Perancang Muda) Menyusun kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kerangka jawaban gugatan yang berisi materi tentang hak dan kewajiban yang disengketakan (perkara perdata). Menyempurnakan Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. w .www.2. Sedangkan kerangka jawaban gugatan yang berupa permohonan pengujian UU terhadap UUD berisi halhal yang berkaitan dengan prosedur (formil) pembentukan UU dan materi (materil) atau isi UU.

Akta dalam konteks ini bukan akta notaris dan bukan akta di bawah tangan. or g . peraturan perundangundangan dan rancangannya. disaksikan dan disahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang. Mengumpulkan Bahan (Angka kredit 0.www.org 55 3. Sub Unsur Penyusunan Akta Akta adalah surat tanda bukti berisi pernyataan resmi (keterangan.2. keputusan.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah setiap kali mengikuti sidang membuat laporan hasil jawaban gugatan.4.9.3. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. 3. hak dan kewajiban. sekunder. Bahan hukum primer.1. dsb) yang dibuat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.54 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. misalnya.1.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri sidang secara fisik di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. Bukti Fisik : Laporan tertulis hasil sidang pada setiap tingkatan persidangan untuk setiap kali mengikuti sidang. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.9. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. 3.l e ga lit a s.1.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.9.1. 3. dan tersier.8. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.9. legalitas. 3. 3. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. Contoh : Akta Jual beli yang dibuat oleh para pihak yang konsepnya dibuat oleh para Perancang Peraturan Perundang-undangan.8. w w w . Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Akta Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan akta. pengakuan.

atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung.39 Perancang Madya) Merumuskan hasil perundingan dimaksud adalah penyusunan hasil perundingan antara para pihak dalam proses persiapan pembuatan akta. dan tersier. 3. 3.1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. misalnya naskah akademis.org 56 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.www. w . Bahan hukum sekunder.2.3. ga lit a s. ayat. Bukti Fisik: Notulen (Notulen hasil perundingan).09 Perancang Muda) Melakukan perundingan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat akta dalam rangka persiapan penyusunan akta.09 Perancang Pertama) Merekam hasil perundingan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembicaraan pihak-pihak dalam perundingan. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0.2. or g .9.2. 3.1. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. Merekam Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. Menyusun Konsep Akta Menyusun konsep akta dimaksud adalah menyusun kerangka dasar akta dan berbagai macam kegiatan tindak lanjutnya untuk menghasilkan konsep akta.l e 3.9.5. w w Bukti Fisik: Laporan hasil perundingan.2.9. pasal. Melakukan Perundingan (Angka Kredit 0. Bahan hukum primer.4.1. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. legalitas.9.1. 3. sekunder.39 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.9. Merumuskan Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. Bahan hukum tersier.9. 3.

1. w w 3.2. Membahas konsep akta dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak dalam rangka pembuatan akta.9. membahas konsep akta. Memadukan (mengintergrasikan) konsep dimaksud adalah mengharmoniskan dan menyerasikan materi yang dimuat dalam akta dan kepentingan para pihak yang dituangkan dalam konsep.3. Mengolah Bahan (Angka Kredit 0. e menyempurnakan konsep akta. Merancang Konsep Akta Merancang konsep akta dimaksud adalah menyusun konsep awal akta yang meliputi : a.09 Perancang Muda). Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan konsep akta.3. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung.2. memadukan (mengintegrasikan) konsep. 3.l e Bukti Fisik: Konsep hasil pembahasan akta. Menelaah konsep akta (Angka Kredit 0. mengolah bahan.9.org 57 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. Menelaah konsep akta dimaksud adalah mengkaji konsep akta hasil pengintegrasian (pengharmonisasian) konsep yang berkaitan dengan materi dan kepentingan para pihak. w .75 Perancang Muda).2.9. or g . Bukti Fisik: Konsep yang berisi pengolahan terhadap bahan penyusunan konsep akta. b.3.3.9.3. pasal. Bukti Fisik: Konsep akta hasil integrasi.2. Memadukan (mengintegrasikan) Konsep (Angka Kredit 0.09 Perancang Pertama) Mengolah bahan dimaksud adalah menganalisis bahan dalam rangka penyusunan konsep akta. 3.2.www. ga lit a s. c. menelaah konsep akta.2.3. legalitas. d. Membahas Konsep Akta (Angka Kredit 0.4.18 Perancang Madya). ayat.9. 3. 3.

www. legalitas.org
58 3.9.2.3.5. Menyempurnakan konsep akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki naskah konsep akta hasil telaahan. Bukti Fisik: Naskah konsep akta. 3.9.3. Memberikan Tanggapan Memberikan tanggapan dimaksud adalah memberikan tanggapan terhadap naskah hasil penyempurnaan konsep akta baik yang berkaitan dengan substansinya maupun keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.9.3.1. Menyusun Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,3 Perancang Pertama) Menyusun konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap akta hasil penyempurnaan konsep akta.

3.9.3.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan akta dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan baik dari segi substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap akta. 3.10. Sub Unsur Penyusunan Legal Opinion Legal Opinion adalah tanggapan hukum secara tertulis yang diberikan kepada suatu instansi, badan hukum privat, ataupun perorangan terhadap suatu perbuatan, peristiwa, atau kasus hukum. Permintaan untuk mendapatkan suatu legal opinion (pendapat hukum) harus disampaikan dalam bentuk tertulis kepada instansi yang dimintakan pendapat hukum tersebut. Termasuk dalam kategori legal opinion adalah fatwa dan keterangan ahli.

w

w

Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan tanggapan akta.

w

.l e

3.9.3.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0,4 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan keinginan para pihak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ga

lit a

s.

or g

Bukti Fisik: Konsep tanggapan akta.

www. legalitas.org
59 Contoh: Suatu instansi pemerintah diminta pendapat hukumnya oleh seorang WNI Keturunan Cina yang beragama/berkepercayaan Konghucu, dengan pertanyaan apakah Konghucu termasuk suatu agama atau bukan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut akan dilibatkan dalam pembuatan legal opinion tersebut. 3.10.1. Menyusun Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,30 Perancang Pertama). Menyusun konsep legal opinion dimaksud adalah membuat konsep terhadap legal opinion yang berisi : a. pendapat hukum terhadap materi (filosofis, sosiologis, dan yuridis); b. kewenangan/kelembagaan; c. status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep legal opinion. 3.10.2. Menelaah Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,39 Perancang Muda). Menelaah konsep legal opinion dimaksud adalah mengkaji konsep legal opinion dari berbagai macam aspek yang meliputi: pendapat hukum terhadap materi, kewenangan/ kelembagaan, dan status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan terhadap legal opinion. 3.10.3. Menyempurnakan Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,36 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep legal opinion dimaksud adalah memperbaiki konsep legal opinion baik dari sudut substanstif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah legal opinion. 4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI (SEMUA JENJANG JABATAN) Pengembangan Profesi dimaksud adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan, atau pentransformasian/ penyampaian pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan yang dituangkan dalam bentuk karya tulis di bidang hukum. Kegiatan tersebut dapat berbentuk penelitian, pengkajian (pengujian), hukum dan evaluasi di bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk karya tulis. Demikian pula kegiatan penerjemahan atau penyaduran buku dan bahan-bahan hukum lainnya merupakan bagian dari pengembangan profesi Perancang Peraturan perundang-undangan. Penilaian Umum: Pemberian Angka Kredit didasarkan pada Pasal 12 Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.PAN/12/2000 sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama; dan b. 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu; serta jumlah penulis pembantu dibatasi sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
60 4.1. Sub Unsur Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum dimaksud adalah melakukan kegiatan di bidang karya cipta yang berbentuk karya tulis baik yang bersifat ilmiah maupun tidak ilmiah yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan, baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.1.1. Hasil penelitian, pengujian, survei dan evaluasi di bidang hukum yang dipublikasikan Hasil penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum dimaksud adalah hasil kegiatan penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum baik yang bersifat penelitian lapangan (field research) atau penelitian kepustakaan (library research) yang dituangkan dalam suatu buku, makalah, artikel atau opini yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri, sepanjang dapat dibuktikan secara otentik bahwa hasil tersebut merupakan karya seorang Perancang Peraturan Perundangundangan. 4.1.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 12,50 Semua Jenjang) Penerbitan dan pengedaran kepada khalayak luas dimaksud adalah penerbitan yang dilakukan baik oleh pengarangnya sendiri atau suatu badan usaha penerbitan yang diedarkan baik bersifat komersial maupun non komersial. Khalayak luas dimaksud adalah kelompok masyarakat (misalnya: perpustakaan, sekolah/ perguruan tinggi, RT/RW, kelurahan, dsb.) yang telah menerima buku tersebut yang diterbitkan secara non komersial yang dicetak minimal 500 (lima ratus) eksemplar, dan jumlah halaman buku minimal 20 lembar dengan alat bukti tanda terima. Bukti Fisik: Karya tulis diterbitkan.

w

w

w

.l e

ga

dalam

lit a

s.
bentuk

or g

buku

yang

sudah

4.1.1.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 6 Semua Jenjang) Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI dimaksud adalah majalah yang diterbitkan dan dipublikasikan tersebut terdaftar sesuai dengan penomoran yang ada di LIPI. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.

3. or g .l e ga lit a s. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah dalam bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat dalam majalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang dipublikasikan. 4. 4. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.2.org 61 4.1.www.1. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan.1.3. Bukti Fisik: Karya dalam buku yang telah diterbitkan dan diedarkan.1. w w w . Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah yang dituangkan dalam bentuk buku atau makalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 8 Semua Jenjang ) Bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas dimaksud adalah buku yang diterbitkan atas gagasan sendiri yang diedarkan kepada khalayak luas baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.2.1.2.2.1.1. Tidak dipublikasikan dimaksud adalah hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri (lingkungan terbatas). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 4 Semua jenjang ) Majalah Ilmiah adalah majalah yang diakui LIPI dengan kode ISSN (International Scientific Serial Number) yang berisi karya tulis yang bersifat ilmiah baik dari hasil penelitian maupun gagasan yang dituangkan dalam bentuk artikel. yang bukan untuk khalayak luas. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku. legalitas. 4.

org 62 4. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran dan majalah yang memuat terjemahan/saduran yang diakui oleh LIPI. dan sosialisasi).1. or g bidang hukum yang 4.www. 4.2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.5 diberikan untuk setiap majalah terjemahan/saduran yang diterbitkan. 4.50 Semua Jenjang) Prasaran berupa tinjauan. w .1.5 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 3. gagasan. Sub Unsur Menerjemahkan/Menyadur Buku dan Bahan-Bahan Lain di Bidang Hukum Menerjemahkan adalah menyalin suatu buku atau bahan hukum lainnya dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya.l e . 4.50 Semua jenjang) Bukti Fisik: Karya dalam bentuk makalah. Menyadur adalah menggubah secara bebas suatu buku atau bahan hukum lainnya tanpa merusak garis besar isi buku atau bahan hukum tersebut. gagasan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka kredit 3. atau ulasan ilmiah dalam bentuk naskah dimaksud adalah naskah dalam bentuk makalah/artikel yang bersifat ilmiah di bidang hukum yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (misalnya: seminar. legalitas.2. lokakarya.2. w w Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas.1. atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah (Angka Kredit 2. 4. Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3.1.2. Terjemahan/saduran dipublikasikan ga lit a dalam s.1.2.1.2. simposium. Bukti Fisik: Naskah (makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khayalak luas (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 7 diberikan untuk setiap buku terjemahan/saduran yang diterbitkan. Termasuk prasaran adalah pemberian keterangan ahli di muka sidang pengadilan.3.4.

UNSUR PENUNJANG 1. Melatih/membimbing adalah memberikan pelatihan atau bimbingan terhadap suatu praktek dalam bidang hukum tertentu (misalnya: praktek beracara. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah dan pendidikan latihan pegawai. e. or g B. Terjemahan/saduran dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan 4. mengajar. UNSUR PENDUKUNG KEGIATAN KEGIATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERANCANG . menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan. f. d.www. praktek membuat suatu peraturan perundang-undangan) baik di lingkungan pendidikan formal (perguruan tinggi/akademi) maupun non formal atau luar sekolah (kursus yang diselenggarakan yayasan/swasta. keahlian. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional (Perancang/Peneliti/ Dokumentaris. h.2.1. i. memperoleh tanda penghargaan/tanda jasa.5 Semua Jenjang) Dalam bentuk majalah dimaksud adalah majalah yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. 4. w w w . pelatihan. Pendukung/Penunjang kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah semua kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan. Melatih. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dalam bentuk kursus.). menjadi anggota keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. g.1. dsb. dan/atau Membimbing Pada Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Latihan Pegawai Mengajar adalah kegiatan dalam proses belajar-mengajar baik dalam pendidikan formal di bidang hukum di lingkungan perguruan tinggi/akademi. dan wawasan Perancang Peraturan Perundang-undangan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk: a.2. berperan serta dalam penyuluhan hukum. menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional. c. melatih. yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dsb.l e ga lit a s.org 63 4.2.2.2. legalitas. mengikuti seminar/lokakarya. dsb. memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. menjadi anggota organisasi profesi. dsb. Dalam bentuk majalah (Angka Kredit 1. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran. B.) dan diklat penjenjangan struktural maupun di bidang pendidikan non formal atau luar sekolah (kursus dsb. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran. b. Sub Unsur Mengajar.2.2.) baik dalam diklat fungsional maupun diklat penjenjangan.

Moderator (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai moderator dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.1. pembahas. melatih.1. w w w .www.1. atau moderator. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. B. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.Mengajar. B.2.2.1. sedangkan lokakarya menghasilkan saran konkret untuk pemecahan (solusi) suatu masalah hukum yang dapat dituangkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan. melatih.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar.2. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. legalitas.1. melatih. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.l e keterangan ga lit a dari s. Seminar hanya menghasilkan kesimpulan. B.Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya sebagai : B. pemrasaran. keterangan dari penyelenggara seminar/ .024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar. Termasuk Pemrasaran adalah penceramah di kegiatan Continuing Legal Education (CLE).2. or g penyelenggara seminar/ B. Sub Unsur Mengikuti Seminar/Lokakarya Seminar/Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang membicarakan atau membahas bidang hukum tertentu atau bidang lainnya yang akan diatur dengan hukum atau peraturan perundang-undangan. narasumber.1. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah (Angka Kredit 0.Pemrasaran (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pemrasaran/Pembicara dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 3 setiap kali seminar/lokakarya. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebagai peserta.Mengajar. melatih dan/atau membimbing pada pendidikan luar sekolah ( Angka Kredit 0.2.1.org 64 B.2. Termasuk seminar/lokakarya adalah sosialisasi dan simposium.

baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam bentuk teatrikal.1. Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundang-undangan (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan yang dimaksud adalah mengedit kembali suatu naskah hukum dan perundang-undangan yang akan dimuat dalam suatu majalah ilmiah atau yang akan diterbitkan sebagai suatu buku atau karya tulis lainnya baik yang akan dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.Peserta (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) B.2.3. keterangan dari penyelenggara seminar/ B. Pembahas (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pembahas dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. keterangan ga lit a dari s. Melakukan Penyuluhan Hukum (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Berperan serta dalam penyuluhan hukum yang dimaksud adalah menjadi penyuluh secara perseorangan atau membantu penyuluh lain ataupun menjadi anggota kelompok penyuluh yang dilakukan melalui tatap langsung dengan masyarakat yang disuluhi. legalitas.5.3.1.org 65 B.Narasumber (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Narasumber dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.2. w w Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.3.l e Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Peserta dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya.4. Bukti Fisik: Naskah.1.2. w . Sub Unsur Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundangundangan B. B. keterangan dari penyelenggara seminar/ B. Sub Unsur Berperan Serta Dalam Penyuluhan Hukum B. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.4. or g penyelenggara seminar/ . Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.www.1.4.1.

B.1. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa keanggotaan.25 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.5.Pengurus aktif (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus organisasi dalam bidang perancangan dalam lingkup internasional.1. w w w . legalitas. Provinsi. Sub Unsur Menjadi Anggota Organisasi Profesi Menjadi anggota organisasi profesi adalah menjadi anggota organisasi profesi (termasuk menjadi ketua.2 Tingkat Provinsi B.1.5.1. nasional. atau sekretaris) di bidang hukum baik nasional maupun internasional misalnya.l e ga lit a s.Anggota aktif (Angka Kredit 0.5.2.www.Pengurus aktif (Angka Kredit 0.5.org 66 Bukti Fisik: Surat Tugas/Keterangan telah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum setiap kali. B. B.2. Persahi (Persatuan Sarjana Hukum Indonesia).5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.1.5. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. PBHI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia). P4I (Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan Indonesia).Tingkat Internasional/Nasional sebagai : B. or g .25 untuk setiap tahun masa keanggotaan. wakil ketua. B. atau kabupaten/kota.5. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.5 Semua jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.

maupun Tim Penilai Teknis. wakil ketua.7. yang didasarkan pada bidang tugas/pekerjaan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan atau penugasan dari atasan langsung/pimpinan instansinya. Sub Unsur Menjadi Anggota Delegasi dalam Pertemuan Internasional Menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional adalah menjadi Ketua atau Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional di bidang hukum. Tim Penilai Direktorat Jenderal.15 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. B.5. Kriteria Penilaian: a. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit tentang Pembentukan dan Penetapan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 3 per. Tim Penilai Kabupaten/Kota. dapat diberikan Angka Kredit apabila Perancang Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan memangku status keanggotaan di dalam tim tersebut. Tim Penilai Instansi. or g .Anggota aktif (Angka Kredit 0.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 2 per.50 Semua Jenjang) Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah menjadi ketua. B. Sub Unsur Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan B. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terusmenerus minimal 1 (satu) tahun.6.l e ga lit a s. atau 2.1.Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan secara aktif (Angka Kredit 0.1 (satu) SK tim delegasi. Tim Penilai Provinsi. anggota. Bukti Fisik: 1. c.6.org 67 B.2. legalitas. w w w . sekretaris atau sekretariat Tim Penilai Perancang Peraturan Perundang-undangan baik Tim Penilai Pusat.2.1 (satu) SK tim delegasi. menjadi Anggota Delegasi. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansinya dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.www. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi Ketua/Anggota Tim Delegasi.15 untuk setiap tahun masa keanggotaan. misalnya AALC (Asian African Law Conference). b. menjadi Ketua Delegasi.

2. or g .Nasional/Internasional (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Tanda jasa atau surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.1.9.9.2. B. Sub Unsur Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya dimaksud adalah memperoleh gelar kesarjanaan selain di bidang hukum.7. Sub Unsur Memperoleh Tanda Penghargaan/Tanda Jasa Tanda penghargaan atau tanda jasa dimaksud adalah suatu penghargaan baik dalam bentuk sertifikat maupun bintang yang diberikan karena seorang Perancang Peraturan Perundang-undangan sebagai PNS yang telah melaksanakan baik tugas kekaryawanannya maupun melaksanakan sesuatu tugas yang sangat berguna bagi bangsa dan negara. 2. B. Fotokopi ijin tugas belajar dari instansinya.Sebagai Anggota Delegasi (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari Atasan Langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). Bukti Fisik: 1. B.1. sarjana ekonomi. misalnya insinyur (sarjana teknik). Bintang Mahaputra segala tingkatan dan bintang semacam ini dari negara asing.8.3.Memperoleh Gelar Kesarjanaan yang Tidak Sesuai dengan Tugas Pokoknya B.8.1.Sebagai Ketua Delegasi (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali).2.www. .1. dsb. B. 1. Doktor (Angka Kredit 15 Semua Jenjang) Bukti Fisik: 1. Sarjana (Angka kredit 5 Semua Jenjang) w w Bukti Fisik: 1.8.1.8. Fotokopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. 2. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya. Pasca Sarjana (Angka Kredit 10 Semua Jenjang) lit a s.1. tingkat: B. Tanda jasa dari Pemerintah atas prestasi kerjanya Tiap tanda jasa. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.7.8. Penghargaan atau tanda jasa tersebut misalnya karya satya PNS.1.l e ga B. Termasuk penghargaan atau tanda jasa adalah mendapat gelar akademis kehormatan.1. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.1. legalitas.org 68 B. dan sertifikat penghargaan atas karya tulis hukum tertentu.9. w B. misalnya Doktor Honoris Causa. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.

PAN/12/2000 tentang Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya.l e ga lit a s. dianggap berjasa dalam meningkatkan pemahaman terhadap pelaksanaan Jabatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di tingkat nasional atau internasional. jumlah Angka Kredit Kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan perancang. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) dan lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M. harus berasal dari unsur utama sekurang-kurang 80% dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. B.H. Bagi Perancang Utama pangkat Pembina Utama Golongan ruang IV/e. S.www. mengacu kepada Pasal 11 ayat (5) Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M. B.Kabupaten/Kota (Angka kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. Kegiatan pendidikan. mendapatkan Angka Kredit sebesar 3.org 69 Contoh: Andrie Amoes.9. b.H. legalitas. B. Komposisi Persentasi Angka Kredit dalam unsur utama adalah sebagai berikut : a.PAN/12/2000. penyusunan instrumen hukum sekurang-kurangnya 25 % dari 25 kredit.2.1.1.9.Gelar Kehormatan Akademis (Angka kredit 15 Semua Jenjang) BAB III KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT A. Kegiatan pengembangan profesi sebanyak-banyaknya 75 % dari 25 kredit. . C.50 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. untuk jasanya tersebut Andrie Amoes.Provinsi (Angka kredit 2. w w MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. ttd HAMID AWALUDIN w . proses penetapan Angka Kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut terpenuhi.3.2. penyusunan peraturan perundang-undangan. B. or g Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan Doktor Honoris Causa.9. Apabila Hasil Penilaian Angka Kredit tidak memenuhi komposisi Angka Kredit sebagaimana butir a dan butir b. S. Perancang Pertama pada Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.