www. legalitas.

org

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.02.PR.08.10 TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SISTEMATIKA PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT

BAB I

PENDAHULUAN A. TUJUAN B. RUANG LINGKUP KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT A. UNSUR UTAMA 1. Unsur Pendidikan 2. Unsur Penyusunan Peraturan Perundang-undangan 3. Unsur Penyusunan Instrumen Hukum 4. Unsur Pengembangan Profesi B. UNSUR PENUNJANG

BAB II

w

w

w

.l e

BAB III

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
2 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN 1. Petunjuk teknis penilaian Angka Kredit Perancang Peraturan Perundangundangan ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Perancang Peraturan Perundang-undangan, Anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman pelaksanaan penilaian kegiatan perancangan dan Angka Kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansi pemerintah di pusat. 2. Dalam petunjuk teknis ini diatur tentang kegiatan perancangan yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat. B. RUANG LINGKUP 1. Unsur kegiatan yang dinilai dan diberikan Angka Kredit adalah: a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang. 2. Petunjuk Teknis ini diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan tugas pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat, yang berdasarkan tugas pokok dan fungsinya: menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan seluruh kegiatan teknis fungsional perancangan peraturan perundang-undangan atau yang terkait dengan bidang peraturan perundangundangan.

A. UNSUR UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN (SEMUA JENJANG JABATAN) 1.1. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Ijazah/Gelar Pendidikan Sekolah dimaksud adalah pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah/Gelar dimaksud adalah sarjana hukum atau sarjana lain di bidang hukum (sarjana syariah dan sarjana ilmu kepolisian), magister di bidang hukum, doktor di bidang hukum. Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 2. Fotokopi surat izin tugas belajar dari instansi yang bersangkutan. Dasar Pemberian Angka Kredit: 1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan atau Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan tetapi gelar/ijazahnya belum mendapat Angka Kredit: a. Gelar/ijazah S1, diberikan Angka Kredit sebesar 75; b Gelar/ijazah S2, diberikan Angka Kredit sebesar 100; c. Gelar/ijazah S3, diberikan Angka Kredit sebesar 150.

w

w

w

.l e

BAB II KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
3 2) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang memperoleh gelar jenjang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, Angka Kredit yang diberikan adalah selisih antara Angka Kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan Angka Kredit gelar/ijazah sebelumnya. 3) Bagi seseorang yang bergelar S2 atau S3 di bidang hukum untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan maka ia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu untuk S2 diberikan Angka Kredit 100 dan S3 diberikan Angka Kredit 150. Contoh: Machmud Aziz, S.H adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Direktorat Perancangan Peraturan Perundangundangan, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Apabila Machmud Aziz, S.H. diangkat pertama kali sebagai pejabat fungsional Perancang, kepada Machmud Aziz, S.H. diberikan Angka Kredit sebesar 75. Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan berhasil memperoleh gelar S2 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 25 yang dihitung dari Angka Kredit 100 dikurangi 75. (Keterangan: angka 75 sudah diberikan untuk gelar S1 nya). Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan berhasil memperoleh gelar S3 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 50 yang dihitung dari Angka Kredit 150 dikurangi 100. (Keterangan: angka 100 sudah diberikan untuk gelar S2 nya). DR. Jufrina adalah seorang Doktor yang bukan Pegawai Negeri Sipil ingin masuk menjadi Perancang Peraturan Perundangundangan maka yang bersangkutan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu dan Angka Kredit yang diperoleh adalah 150 dengan golongan III/c. Maria adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang setelah mendapat gelar Doktor baru mendaftar sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, maka Maria diberikan Angka Kredit 150 dan golongan III/d. 1.2. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Fungsional di Bidang Perancang Peraturan Perundang-undangan dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri dari: 1. Diklat Teknis yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan. 2. Diklat Teknis Penjenjangan yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk kenaikan jabatan Perancang Peraturan Perundangundangan. 3. Diklat Teknis Tambahan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

161 – 480 jam pelajaran memperoleh 3 Angka Kredit. w w 2. Undang-Undang. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 3. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat terakreditasi. 10. dengan Bukti Fisik STTPL memperoleh 9 Angka Kredit. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peraturan/Keputusan Menteri . Peraturan/Keputusan Komisi Yudisial .org 4 Ketentuan mengenai Penyelenggaraan dan Kurikulum Diklat yang bersifat wajib sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2. 5. diberikan Angka Kredit yang besarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit).www. Lebih dari 960 jam pelajaran memperoleh 15 Angka Kredit. 641 – 960 jam pelajaran memperoleh 9 Angka Kredit. dan 13. Peraturan/Keputusan Kepala LPND/Dirjen. Peraturan Bank Indonesia. Peraturan/Keputusan Komisi Pemilihan Umum . STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat Teknis Tambahan. 2. Jenis Peraturan Perundang-undangan tingkat pusat. Contoh: Enny. e. Peraturan/Keputusan Presiden. 12. Dasar Pemberian Angka Kredit: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang telah menyelesaikan Diklat Teknis Fungsional sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Peraturan/Keputusan Badan/Lembaga/Komisi dan sejenisnya yang dibentuk oleh Pemerintah . UNSUR PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) w . 81 – 160 jam pelajaran memperoleh 2 Angka Kredit. meliputi: 1. Perancang Pertama pada Biro Hukum Departemen Kesehatan telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 700 jam pelajaran. 8. c. S. 7. 2. d. 4.H. legalitas. b. 9. Peraturan/Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan. 30 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 Angka Kredit. 3. Peraturan/Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Daerah.l e ga lit a s. 11. Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud adalah aturan tertulis yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yang isinya mengikat secara umum. or g . Surat penugasan mengikuti Diklat. 6. 481 – 640 jam pelajaran memperoleh 6 Angka Kredit. Bukti Fisik: 1. Peraturan Pemerintah.PAN/12/2000. f. yaitu: a. serta diklat teknis tambahan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan.

Gugatan. 15. Jenis instrumen hukum. 10.l e ga lit a s. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di bawah jenjang jabatannya. Instruksi Presiden.PAN/12/2000. Instruksi Kepala LPND/Dirjen. 19. Surat Edaran (yang dikeluarkan berbagai macam Instansi Pemerintah di Pusat). Permohonan dan Tanggapan terhadap Permohonan Yudisial Review. 5. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan satu atau dua tingkat di atas jenjang jabatannya. akan memperoleh Angka Kredit sebesar 80% dari Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. 9. Keputusan Gubernur Bank Indonesia. 20. Pendapat Hukum/Legal Opinion. Dasar Pemberian Angka Kredit: Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Perancang Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Instruksi Bupati/Walikota. akan memperoleh Angka Kredit yang sama 100% dengan Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. 6.PAN/12/2000. 13. Jawaban Gugatan. Instruksi Gubernur. Instruksi Kepala Kepolisian RI. dan keputusan lembaga/pejabat bersifat mengikat keluar yang bukan jenis peraturan perundang-undangan (aturan kebijakan/beleidsregels/pseudowetgeving). 12. 2. Instruksi Menteri. dan 21. Akta. Kontrak Internasional. legalitas. Kontrak Nasional. 2. 3. maka Perancang Peraturan Perundang-undangan yang satu tingkat atau dua tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 7. 3. Permohonan dan Tanggapan Pembubaran Parpol. 11. Perjanjian Internasional. meliputi: 1. 16. 14. Instruksi Ketua Komisi Pemilihan Umum. 4. or g . Permohonan dan Tanggapan terhadap Penyelesaian Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara. w w w . 18. 17. 8.org 5 Keputusan yang dimaksud adalah keputusan lembaga/pejabat yang bersifat pengaturan (regeling).www. Instruksi Jaksa Agung. Terhadap penugasan yang diberikan secara kelompok. (Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional). Tanggapan terhadap Pendapat DPR yang mengusulkan Pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. jumlah Angka Kredit yang sama sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. diberikan kepada masing-masing individu Perancang Peraturan Perundang-undangan.

legalitas. Menyiapkan naskah akademis. or g sekunder yang telah 2. Meneliti usul prakarsa dari Instansi terkait. 2. Menyempurnakan naskah akademis. Melakukan Studi Kelayakan Yang dimaksud dengan “melakukan studi kelayakan” adalah: 2. 5. w w w Bukti Fisik: Laporan berisi dikumpulkan.1. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Mengumpulkan Data Data yang dimaksud terdiri atas data primer dan data sekunder. .l e ga lit a data s.1 Sub Unsur Melakukan Persiapan. Yang dimaksud dengan “melakukan persiapan” adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundangundangan berkaitan dengan penyusunan peraturan perundangundangan yang meliputi: 1.1.1. 6.1. Menelaah usul penyusunan peraturan perundang-undangan dari unit teknis.1. baik melalui wawancara maupun kuesioner.1.2 Perancang Muda) Menganalisis dimaksud adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi penyusunan peraturan perundang-undangan. Melakukan studi kelayakan. Mengumpulkan Data Primer (Angka Kredit 0. 4. 2.2. . dan 7.1. seperti: hasil wawancara maupun kuesioner.1. 3.org 6 2. Bukti Fisik: Laporan berisi data primer yang telah dikumpulkan. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.1.www. 2.06 Perancang Pertama) Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.1.a. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.1. 2. Mengumpulkan Data Sekunder (Angka Kredit 0.1.06 Perancang Pertama) Data Sekunder dimaksud adalah data yang dikumpulkan melalui kepustakaan. Membahas naskah akademis.b. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.1. Menyusun konsep usul prakarsa penyusunan RUU. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap data primer dan/ data sekunder.

l e ga lit a s. dan tersier.org 7 2. 2. legalitas. penganalisisan data.2. Bukti Fisik: Laporan akhir dari hasil studi kelayakan. Bahan hukum primer misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.1.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. pencabutan. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.1. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. dan III.2. II. dan pengkajian ulang terhadap analisis data tersebut yang disusun dalam bentuk laporan akhir studi kelayakan. ayat. 2. dan hirarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. pengesahan. or g . Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan.1. Menelaah Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Dari Unit Teknis Yang dimaksud dengan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah dalam bentuk Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR) yakni konsep awal yang berisi pokok-pokok pikiran yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun naskah akademis.1. 2. sekunder. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. w . penetapan. Menganalisis Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Untuk menganalisis TOR.2.www.12 Perancang Madya) Kaji Ulang dimaksud adalah menelaah kembali konsep hasil analisis data.4. dan perubahan. bentuk.1. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. Mengadakan Kaji Ulang (Angka Kredit 0.2. Bukti Fisik: Laporan hasil kaji ulang. jenis.16 Perancang Muda) Laporan dimaksud adalah laporan hasil pengumpulan data. 2. Menyusun Laporan (Angka Kredit 0.1.3.1.

3.2.1. b.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah a. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.2 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.2. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan II. or g analisis analisis TOR tingkat TOR tingkat 2. legalitas.1.1.1. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.1.2.2.3. pembebanan kepada masyarakat. 2.org 8 2. Merumuskan Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Yang dimaksud dengan merumuskan telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah mengkaji ulang laporan hasil analisis Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR). Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.www. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan I.1.2. b.l e Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan III.2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan dibawah Peraturan/Keputusan Menteri.2. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. analisis TOR tingkat 2.36 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II : a.16 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.1. ga lit a s. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). . Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w .2. b. b.3. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. w w 2.

1. b.42 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah: a.www. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.3.l e ga lit a s.1. 2.1. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.org 9 Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan I.4.2. 2.33 Perancang Madya) Tingkat kesulitan II : a. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2.12 Perancang Madya) Tingkat kesulitan I adalah : a. legalitas.4.3. b. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan I.2.2. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan II. w w w . Materi muatan yang bersifat lintas sektoral. 2. b.2. Menyempurnakan Naskah Hasil Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan : Yang dimaksud dengan menyempurnakan naskah hasil telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan adalah memperbaiki naskah telaahan untuk menghasilkan naskah akhir Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR). pembebanan kepada masyarakat.2. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.1. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). or g .2.1. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan III.

sosiologis maupun yuridis. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. pembebanan kepada masyarakat.1. b.2. yang disusun secara sistematis. legalitas. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. Menginventarisasi Masalah (Angka Kredit 0.l e ga lit a berisi s.1.1.44 Perancang Muda) Menginventarisasi masalah adalah mengumpulkan dan menyusun secara sistematis permasalahan dan latar belakang pembentukan suatu peraturan perundang-undangan. 2.3.4. b. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan III.1. Melakukan Pengkajian Masalah (Angka Kredit 1. Bukti Fisik: Laporan yang berisi hasil pengkajian masalah.2 Perancang Utama) Tingkat kesulitan II adalah : a.3.1. komprehensif dan holistik termasuk landasan pembentukannya baik yang bersifat filosofis.3. Menyiapkan Naskah Akademis Yang dimaksud dengan naskah akademis adalah konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur.2.32 Perancang Muda) Melakukan pengkajian masalah adalah meneliti ulang atau menganalisis permasalahan dan latar belakang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam rangka menentukan pokok-pokok permasalahan. . or g masalah yang telah 2. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.24 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III adalah: a. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan II. 2.2. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.org 10 2. 2.4. Bukti Fisik: Laporan yang diinventarisasi. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.www.2. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).3. w w w .1.

Bukti Fisik: Naskah akademis dalam bentuk konsep yang berisi uraian pokok-pokok pikiran dalam uraian: a.4. Menyempurnakan Naskah Akademis 2. Materi. Pendahuluan 1. 3. c.1. 2. Menyajikan Naskah Pembanding (Angka Kredit 0.4.3. Merumuskan dan Menyusun Naskah Akademis (Angka Kredit 0.08 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan/menetapkan identitas (pokok-pokok masalah) dan mengumpulkan data tambahan yang meliputi data lapangan maupun data kepustakaan sebagai bahan pelengkap.1.5.5.www. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah akademis (banyaknya penyajian). Membahas Naskah Akademis 2. Peralihan. b.15 Perancang Madya) Menyajikan naskah akademis dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah akademis. Kesimpulan dan Saran 2. 3. Ruang Lingkup Naskah Akademis 1. 2. or g . Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah pembanding (banyaknya penyajian).2.4. Tujuan dan Kegunaan. 4.l e ga lit a s. Metode Pendekatan.6 Perancang Madya) Menyajikan naskah pembanding dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah pembanding atas naskah akademis.6 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun naskah akademis dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.org 11 2.1. Sanksi. Latar belakang. Menyajikan Naskah Akademis (Angka Kredit 0. legalitas. 4. 2.1. w w w . Penutup.1.1. Umum.1 Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0. Materi Muatan (jenis/bentuk pengaturan).3. 2.1. 5.

18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah menyempurnakan konsep naskah akademis berdasarkan identifikasi dan pengumpulan data tambahan. 2. sekunder. 2.1.org 12 Bukti Fisik: Laporan yang berisi data tambahan yang telah diidentifikasi dan dikumpulkan.5. misalnya naskah akademis. yang isi usul prakarsa tersebut meliputi: a. legalitas. misalnya Peraturan Perundangundangan dan rancangannya. w .24 Perancang Muda) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA. Bahan hukum sekunder.1. b. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Bahan hukum tersier.www.2 Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0.2. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.6.1.l e ga lit a s. dan Prakarsa penyusunan rancangan peraturan daerah/RAPERDA yang dipersiapkan oleh Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada Gubernur/Bupati/Walikota. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. latar belakang dan tujuan penyusunan.2. Menyusun Konsep Usul Prakarsa Penyusunan RUU/RAPERDA Yang dimaksud dengan usul prakarsa adalah prakarsa penyusunan RUU yang dipersiapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen untuk diajukan kepada Presiden.1.6. 2. lingkup atau objek yang akan diatur.1. pokok-pokok pikiran. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1. 2. ayat.6. dan tersier. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. or g . d. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA 2. Bahan hukum Primer. Bukti Fisik: Naskah akademis.1. jangkauan dan arah pengaturan. dan e keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan lain.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. sasaran yang ingin diwujudkan.6. c.

2.6. 2. sasaran yang ingin diwujudkan. lingkup atau objek yang akan diatur.3.2 Perancang Muda) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.2.2. or g usul prakarsa 2.1.1. . Bukti Fisik: Naskah awal RUU/RAPERDA. w w w 2.4. pokok-pokok pikiran.www.6.1. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.1. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA. lingkup atau objek yang akan diatur.6. terhadap prakarsa 2.1.6.6. ga lit a s.1. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.org 13 Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis penyusunan konsep usul RUU/RAPERDA. legalitas.4. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. sasaran yang ingin diwujudkan.36 Perancang Madya) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.1.1. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap penyusunan konsep usul prakarsa RUU.3. . pokok-pokok pikiran.6.3 Perancang Madya) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa.3 Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa 2.l e Bukti Fisik: Naskah awal usul prakarsa RUU.

or g 2.2. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU.1. .www.1.2.1. 2. legalitas. sasaran w w w . Meneliti Usul Prakarsa Dari Instansi Terkait Meneliti usul prakarsa dari instansi terkait dimaksud adalah awal pertemuan antar departemen untuk membahas konsep usul prakarsa dari instansi pemrakarsa yang dikoordinasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.6.8. sekunder.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.2. misalnya naskah akademis. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU/RAPERDA. Bahan hukum tersier. Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. 2. Bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder.1.6.l e ga 2.8.4.1.8.15 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa.1. 2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. dan tersier.org 14 Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RAPERDA adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RAPERDA untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RAPERDA setelah mendapatkan masukan dari dinas terkait yang akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah.3 Perancang Muda) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.7.1.8. berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR/DPD dan BALEG DPR. Uraian butir 2. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa 2. lit a s.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.

misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.8.2. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.2. Menyusun Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Yang dimaksud dengan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah rancang bangun peraturan perundangundangan yang berisi sistematika dan bagian-bagian pokok dan penting yang perlu dituangkan dalam peraturan perundangundangan. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Menganalisis Bahan Penyusunan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Bahan untuk pembuatan kerangka dasar rancangan peraturan perundang-undangan adalah bahan yang berkaitan dengan materi muatan.1.l e 2. dan tersier. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.1. Bukti Fisik: Izin prakarsa (persetujuan usul prakarsa) RUU/RAPERDA. bentuk. Bukti Fisik: Izin prakarsa RUU.2. Bahan hukum tersier. Mengumpulkan Bahan untuk Menyusun Kerangka Dasar (Angka Kredit 0. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. lingkup atau objek yang akan diatur. 2. ayat. dan bagian-bagian peraturan perundang-undangan. lingkup atau objek yang akan diatur.org 15 yang ingin diwujudkan. Bahan hukum primer. or g . pokok-pokok pikiran.www.45 Perancang Madya) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. sasaran yang ingin diwujudkan. sekunder. Untuk menganalisis bahan penyusunan kerangka dasar peraturan perundang-undangan.1. 2. jenis. misalnya naskah akademis. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA.2.1. legalitas.2. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. w . atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. ga lit a s. 2.2.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.2. Sub Unsur Penyusunan Rancangan 2. Bahan hukum sekunder.1. pokok-pokok pikiran.

dan III.1. misalnya. Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan/ Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan peraturan perundangundangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.2. 2.org 16 Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. or g . misalnya. Menganalisis bahan untuk menentukan atau memilih judul dan merumuskan pembukaan peraturan perundangundangan. II.2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. b.l e ga lit a s. Peraturan/Keputusan Presiden. dari UndangUndang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w . misalnya. penetapan. jenis.1.2.18 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.2. bentuk. dan hierarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.1. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. w w 2.www. pengesahan. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. dan perubahan.44 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. legalitas. pencabutan.

3.1.2.2. 2.3.2. Rancangan Peraturan Pemerintah. legalitas. misalnya. pemberian sanksi pidana.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan /Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. misalnya.1.1 Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.org 17 2.1. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan UndangUndang/Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Merumuskan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. w w w . Rancangan Peraturan Pemerintah. pembebanan kepada masyarakat.3. Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis. ga lit a s. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.75 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.2. Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang.www. or g . Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.15 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. Merumuskan Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Merumuskan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah kegiatan menyusun pokok-pokok materi yang akan dituangkan ke dalam rumusan norma di batang tubuh peraturan perundangundangan. 2. b.

1.2.l e ga lit a s. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.1. Menyempurnakan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.2.1 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a.2. misalnya.2. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.www.1. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah.4.36 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. or g . legalitas.1. misalnya.2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. misalnya. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah.3.3 Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.6 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. w w w . 2. Menyempurnakan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan kerangka dasar peraturan perundang-undangan adalah memperbaiki perumusan kerangka dasar untuk menghasilkan naskah akhir kerangka dasar. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. 2. 2.org 18 2.3.4. pemberian sanksi pidana.1. pembebanan kepada masyarakat.

Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.4. Rancangan Peraturan Pemerintah. misalnya. misalnya. w .l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Menyempurnakan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang.3.26 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral.2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. pembebanan kepada masyarakat. 2. ga lit a s. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.www.2.45 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban.2. pemberian sanksi pidana. w w 2.1. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.4. or g . pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.org 19 b. legalitas.1. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.

dan bab. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2 Perancang Pertama) a.2 ini berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan merumuskan Rancangan Peraturan Tata Tertib DPR dan DPRD. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. or g . Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Membuat judul yang mencerminkan isi dari pokokpokok materi dan merumuskan pembukaan Rancangan Undang-Undang. bagian.2. dan sifat peraturan perundang-undangan yang dibagi dalam tingkat kesulitan I. hierarki.2. w w w . bentuk. bagian-bagian.7 Perancang Muda) Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.www. Merumuskan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah menuangkan pokok-pokok materi ke dalam bagian-bagian dari kerangka dasar peraturan perundangundangan dalam bentuk pasal-pasal yang berisi norma. dan III. 2.2.2.2. Rancangan Peraturan Pemerintah. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan.2. Untuk merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan. dan bab.l e ga lit a s. Rancangan Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan Judul serta Pembukaan Rancangan Undang-Undang. Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Uraian butir 2.2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. II. jenis. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2. 2. legalitas.1. bagian. b. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.org 20 2.

3.2.2.1.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat ekstern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 1. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Intern Tim/Panitia 2.1.3. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).2.3. or g . Bukti Fisik: Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.3. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0. bagian. yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. dan bab.2.2.1. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Ekstern Tim/Panitia 2.2.3. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.org 21 2. dan pemberian sanksi pidana ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.www.5 Perancang Madya) Menuangkan pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. 2.2.2.1.3.2.3.2.1. Membahas Rancangan Peraturan Perundang-undangan 2. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0. 2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).2.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan. pembebanan kepada masyarakat.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat intern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.l e ga lit a s. w w w . legalitas. 2.

1. or g .2.2. Menyempurnakan Rancangan Peraturan Perundangundangan 2.www.135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan. Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi notulen rapat. dan data yang diperoleh).4. 2.4.4. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0. 2. legalitas. 2.org 22 Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia). Contoh: Penyusunan RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Pasal 1 angka 1 UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi konsep penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan).1 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan materi yang telah diubah atau disempurnakan berdasarkan hasil rapat dan berdasarkan data yang diperoleh baik dari bahan kepustakaan maupun peraturan perundang-undangan yang terkait.2.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah merumuskan kembali sesuai dengan konsep hasil pembahasan Panitia Antardepartemen. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia).2.2. Pasal 1 angka 1 RUU tentang Perubahan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak berdasarkan hasil rapat diubah menjadi: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”. w w w .2.3. Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0.2. hasil identifikasi materi.

Menyusun Konsep Jawaban Pemerintah Terhadap Pemandangan Umum Fraksi 2. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah.3. Membahas Kembali Rancangan dalam rangka Harmonisasi (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU.2.1. 2.3.1.www.org 23 2.1.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.1.3. 2.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji materi konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi yang dimuat dalam RUU. w w Bukti Fisik: Keterangan Pemerintah tentang RUU.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Keterangan Pemerintah.2.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi RUU yang diuraikan secara narasi.18 Perancang Utama) Membahas kembali rancangan dalam rangka harmonisasi dimaksud adalah membahas kembali dalam rapat pleno hasil penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan dengan cara pencocokan silang (cross check) atau mencari keselarasan materi atau antar materi. Bukti Fisik: Setiap kali (hasil pembahasan rapat pleno). Sub Unsur Pembahasan RUU 2. w . Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. 2.3.l e ga lit a s.3. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.2.1.5. 2. Bukti Fisik: Konsep hasil kajian Keterangan Pemerintah tentang RUU.3. or g .3.2.3. Menyusun Keterangan Pemerintah 2.1. legalitas. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.

Bukti Fisik: Jawaban Pemerintah.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Jawaban Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Jawaban Pemerintah. 2. Bukti Fisik: Konsep telaahan DIM 2. w .3. 2.2.3.3. Menyusun Konsep DIM (Angka Kredit 0. or g .3. disusun secara sistematis berdasarkan permasalahan dan pasal per pasal sesuai dengan sistematika RUU.org 24 2. catatan.3. Menelaah Konsep DIM (Angka Kredit 0. atau permasalahan mengenai materi RUU berdasarkan format yang telah baku dan diajukan kepada pengusul RUU.2.3. 2. atau permasalahan mengenai materi RUU yang dimuat dalam DIM tersebut. Bukti Fisik: Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).2. 2. Menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Daftar Inventarisasi Masalah dimaksud adalah daftar yang memuat pertanyaan. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.3.3. catatan.4 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyiapkan konsep DIM berdasarkan RUU yang berisi pertanyaan. catatan.3 Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Konsep DIM.3. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah. atau permasalahan yang diidentifikasi oleh fraksi-fraksi DPR atau Pemerintah yang lazimnya berbentuk tabel.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep DIM adalah memperbaiki hasil telaahan untuk menyempurnakan konsep DIM.3.l e ga lit a s. Menyempurnakan Konsep DIM (Angka Kredit 0.3.2.www.45 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep DIM dari RUU yang berisi telaahan terhadap pertanyaan.1. legalitas.

www.4 Perancang Muda) Menyusun konsep jawaban DIM dimaksud adalah menyiapkan konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan.a RUU yang datangnya dari Pemerintah. 2) keterangan pemerintah. Mengikuti Sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/DPD 2.2. Bahan hukum sekunder.3. or g .3. catatan.45 Perancang Madya) Menelaah konsep jawaban DIM dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. Menyiapkan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Menyiapkan jawaban atas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dimaksud adalah menyusun konsep jawaban DIM yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah mengenai materi RUU. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM.5. atau permasalahan yang dimuat dalam jawaban DIM tersebut. Menelaah Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. dan 5) bahan hukum primer. 2.3. 2.3. Bahan hukum tersier. dan tersier. sekunder.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep Jawaban DIM dimaksud adalah memperbaiki hasil telaahan Jawaban DIM untuk menyempurnakan konsep DIM. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0.3. Menyempurnakan Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Jawaban DIM. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM 2. misalnya naskah akademis. 4) jawaban atas DIM. Menyusun Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.5.4.4.4.org 25 2.4. w .l e 2.3.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang datang dari pemerintah yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa: 1) RUU. ga lit a s. 3) jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi. legalitas.1. atau permasalahan yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah yang dimuat dalam DIM tersebut. catatan.3. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.1. Bahan hukum primer.

dan tersier. 4) jawaban atas DIM Pemerintah. Bahan hukum primer. w w w 2. Bahan hukum sekunder. dan 6) hasil kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). ayat.5. 3) jawaban DPR/DPD terhadap pemandangan umum dari Pemerintah. 2.www. or g . Tingkat PANSUS (Angka Kredit 0. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. kecuali Peraturan Tata Tertib DPRD yang bersangkutan menentukan lain. misalnya naskah akademis. 2) keterangan DPR/DPD (fraksi/komisi/ Baleg). Mengikuti Pembahasan Pembahasan dimaksud adalah salah satu proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/ DPD.org 26 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.5.3. 2.1. 5) bahan hukum primer. Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. legalitas. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0. Bahan hukum tersier.1.5. c.24 Perancang Utama) Pembahasan di tingkat Pansus dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.b RUU yang datangnya dari DPR/DPD.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa : 1) RUU.l e Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran).18 Perancang Madya) Pembahasan di tingkat Panja dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). ga lit a s. Kegiatan tersebut antara lain berupa: a.3. Tingkat PANJA (Angka Kredit 0. 2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. mempersiapkan jawaban.2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. sekunder. mempersiapkan rumusan.3.3. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.2.2. b.5. .2. memberikan saran.

Bukti Fisik: Laporan hasil sidang pada pembicaraan tingkat I.2. memberikan saran. . Merumuskan Hasil Sidang Pembahasan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan hasil sidang pembahasan peraturan perundangundangan dimaksud adalah penyusunan risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.5. mempersiapkan jawaban.www. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). 2.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timus/Timcil dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan pasal-pasal atau ayat RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). b.09 Perancang Muda) Membuat laporan hasil sidang dimaksud adalah menyusun hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. c.3. batang tubuh dan penjelasan atau antar pasal.3.4. Membuat Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.3. Tingkat Timus/Timcil (Angka Kredit 0. ga lit a s. Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum.5. Tingkat Tim Sinkronisasi (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir/penjelasan umum). legalitas.5. or g . 2.3.org 27 Kegiatan tersebut antara lain berupa: a.6.l e Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. mempersiapkan rumusan.3. ayat atau bagian RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timsin dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan dalam rangka sinkronisasi konsideran menimbang. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir). w w w 2. 2.2.3.

Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus. or g .3.26 Perancang Muda) Menyiapkan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah menyusun konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus.09 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki konsep risalah hasil pembahasan (hasil telaahan) RUU untuk mendapatkan naskah akhir risalah.l e ga lit a s. 2.1. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.3.13 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan (hasil telaahan) RUU. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.6. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.3. w w w . 2.3.7.3.09 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyusun konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.7.3. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan RUU. 2. 2.org 28 2.2.www.3. Menyiapkan Sambutan Singkat Menteri (atas nama pemerintah ) dalam Sidang PANSUS Menyiapkan sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan singkat Menteri mengenai proses dan hasil pembahasan RUU yang disampaikan dalam sidang Pansus. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.6. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.2. 2. legalitas. Menyiapkan Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Risalah pembahasan RUU.7.1.6.

1. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. maupun tersier.4. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. baik berupa bahan hukum primer.8.3.1.org 29 2. legalitas. 2. Bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder. misalnya naskah akademis. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.3.3. 2.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan singkat Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan singkat Menteri.l e 2.3. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. ga lit a s. Sub Unsur Pemberian Tanggapan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang. Bukti Fisik: Naskah sambutan singkat Menteri.undangan 2.26 Perancang Muda) Menyusun konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan Menteri.8. Bukti Fisik: Naskah sambutan Menteri. Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri.3. or g .2.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Menyiapkan Sambutan Menteri (atas nama Pemerintah) dalam Sidang Paripurna Menyiapkan sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah menyusun sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.8. Bahan hukum tersier. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. sekunder.www.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan rancangan peraturan perundang-undangan yang dibuat. w w Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri w . 2.3.4.3.7.8. 2.

dan Undang-Undang. 2. or g . harmonisasi rancangan dengan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan materi muatan rancangan tersebut. misalnya.2.org 30 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. f. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri.4. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. materi muatan yang dimuat di dalam rancangan tersebut. teknik penyusunan peraturan perundang-undangan. Menyusun Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah tanggapan terhadap: a. b. misalnya. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. legalitas. Peraturan Pemerintah.l e ga lit a s.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. kewenangan pembentuk rancangan tersebut. misalnya. konsepsi yang dimuat di dalam rancangan tersebut. b.1.www. landasan formal dan materiil konstitusional. 2.Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Konsep tanggapan rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. c. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.13 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I: a. d.4.2. 2.4 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II: menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. w w w . menyusun konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.2. Peraturan/ Keputusan Presiden. e.4.

Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.3. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.5 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan III: Menyusun tanggapan rancangan peraturan perundangundangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.4.3. misalnya. Peraturan/ Keputusan Presiden. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Peraturan Pemerintah.3. or g . w w Bukti Fisik: Konsep telaahan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. menelaah konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.39 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.l e ga lit a s. b.3. misalnya. Menelaah Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundangundangan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Peraturan Pemerintah. pembebanan kepada masyarakat. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. dan Rancangan Peraturan Daerah. 2.2.4. Rancangan Undang-Undang. misalnya. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. dan Rancangan Peraturan Daerah. misalnya. menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.2.www. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang.1.org 31 2. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2. w . legalitas.18 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I: a. pemberian sanksi pidana.4.4.

w . pembebanan kepada masyarakat. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. b.4.4.l e ga lit a s.13 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan I: a. judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. menyempurnakan konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah.2.4.3. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. dan Rancangan Peraturan Daerah. Rancangan Undang-Undang.4. Peraturan/Keputusan Presiden. misalnya.4. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. 2.1. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Naskah tanggapan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. dan Rancangan Peraturan Daerah. pemberian sanksi pidana. Peraturan Pemerintah. misalnya. misalnya. 2. or g . menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.www.org 32 2.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. 2.4. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Undang-Undang. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya.4.21 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.3. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. legalitas.

pemberian sanksi pidana. Rancangan Undang-Undang. Sub Unsur Penyusunan Instruksi Presiden. Contoh. UNSUR PENYUSUNAN INSTRUMEN HUKUM (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) Instrumen hukum dimaksud adalah alat untuk menegakkan hukum yang terdiri atas jenis peraturan perundang-undangan dan jenis bukan peraturan perundang-undangan.27 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.l e ga lit a s. or g . b. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. instruksi. 3. pembebanan kepada masyarakat. dan lain-lain. Instrumen hukum yang bukan peraturan perundangundangan termasuk di dalamnya aturan kebijakan yang berisi ketentuan yang mengikat keluar. dan Rancangan Peraturan Daerah. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepmendagri Nomor 133 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Agraria Provinsi dan Kantor Agraria kabupaten/kotamadya merupakan jenis instruksi yang memuat atau berbentuk aturan kebijakan karena instruksi tersebut mengandung ketentuan yang bersifat umum. Pimpinan Lembaga Negara. w w w . misalnya. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Dari isinya. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Undang-Undang. Instruksi dimaksud adalah suatu bentuk keputusan yang bersifat hierarkhis.4. penugasan atau perintah untuk mewakili pimpinan atau penugasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu) tidak dapat dimasukkan sebagai aturan kebijakan. Gubernur BI. Kepolisian Republik Indonesia. instruksi ada yang dapat digolongkan sebagai aturan kebijakan dan ada yang bukan.org 33 2. berlaku bagi jajaran administrasi negara di bawah pembuat instruksi. Panglima TNI.3. legalitas. Kejaksaan Agung. Lembaga Negara Non Pemerintah. c. Yang dimaksud dengan aturan kebijakan adalah keputusan yang dibuat oleh pejabat/instansi pemerintah berdasarkan kewenangan diskresi yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan. yaitu: a. Rancangan dan Rancangan Peraturan Daerah.1. yang isinya sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi pejabat/instansi pemerintah. Instruksi akan menjadi aturan kebijakan kalau disertai dengan ketentuan yang bersifat umum. surat edaran. Instruksi mengenai kebijakan konkret tertentu yang bersifat khusus (misalnya. 3. Instruksi Pimpinan Departemen/LPND. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang.www.4. namun aturan kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance).

1.2. 3. Bukti Fisik: Konsep telaahan instruksi.www.2.26 Perancang Muda) Menelaah konsep surat edaran dimaksud adalah mengkaji surat edaran yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama. 3. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian izin praktek notaris.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep instruksi dimaksud adalah memperbaiki konsep instruksi yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah instruksi. 3. Menelaah Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0.2.26 Perancang Muda) Menelaah konsep instruksi dimaksud adalah mengkaji dan menganalisis konsep instruksi yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama.1. Menyusun Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep telaahan surat edaran. s. dan Keputusan Menteri Kehutanan tentang pemberian hak pengusahaan hutan. 3. w w w . Termasuk dalam kategori surat edaran adalah surat pemberian izin untuk dapat melaksanakan kegiatan tertentu. Menyusun Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. legalitas. Menelaah Konsep Instruksi (Angka Kredit 0.1.2. Bukti Fisik: Konsep surat edaran.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep surat edaran dimaksud adalah menyiapkan konsep awal surat edaran dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat aturan kebijakan.2.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep instruksi dimaksud adalah menyiapkan konsep awal instruksi dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat-syarat aturan kebijakan.l e ga lit a Bukti Fisik: Naskah instruksi.org 34 3. Sub Unsur Penyusunan Surat Edaran Surat edaran dimaksud adalah surat yang ditujukan kepada berbagai pihak/pejabat yang terkait yang isinya digolongkan sebagai aturan kebijakan yang memuat petunjuk dan/ atau penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu kebijakan yang menjadi tanggung jawab pihak/pejabat yang bersangkutan. Menyempurnakan Konsep Instruksi (Angka Kredit 0.1.1. misalnya. or g . Bukti Fisik: Konsep instruksi. 3.3.

saran. konvensi internasional. Menyempurnakan Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. w w w .l e ga lit a s. perumusan naskah.3. antara lain.3.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep surat edaran dimaksud adalah memperbaiki konsep surat edaran yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah surat edaran. Menelaah Usul dari Unit Teknis tentang Penyusunan Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.2. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. treaty. nota kesepahaman (memorandum of understanding).1. menganalisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. penjajagan. persetujuan (agreement). b. Sub Unsur Penyusunan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional dimaksud adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara. or g .6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang penyusunan perjanjian internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. posisi Indonesia. dan e. perundingan. Langkah-langkah membuat perjanjian internasional. Melakukan Persiapan Penyusunan Naskah Perjanjian Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah perjanjian internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.3. dan posisi Indonesia. 3. meliputi: a. letter of intents.3. legalitas.3. peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.2. 3. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. penerimaan.1. Bentuk perjanjian internasional. penandatanganan. serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik. c. saran. Langkah-langkah tersebut dimulai dengan menyusun latar belakang permasalahan. organisasi internasional. Bukti Fisik: Naskah surat edaran. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. 3.1. d.org 35 3.1. atau subjek hukum inernasional lainnya.www. 3. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan.

ga lit a s. misalnya naskah akademis. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. posisi Indonesia. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer.2. Bukti Fisik: Naskah dasar perjanjian internasional.1.org 36 3.3. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. .1.1. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. sekunder.2. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.2.2. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. Menyusun Naskah Perjanjian Internasional Menyusun Naskah Perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan perjanjian internasional. legalitas. atau pasal. maupun tersier.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan.3. or g . Bahan hukum tersier.www.2.1. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar perjanjian internasional ke dalam suatu naskah perjanjian.3. 3.3. 3. w w w 3. ayat.l e Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi perjanjian.

Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Memberikan Tanggapan terhadap Counter Draft Perjanjian Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan perjanjian internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat perjanjian dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan.2.3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan (hasil telaahan). 3. 3.org 37 3.3.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar perjanjian dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (hasil telaahan).3. Menyempurnakan Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.2. legalitas.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format perjanjian internasional serta obyek yang diperjanjikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat perjanjian tersebut. Menelaah Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.3.2.2.3. or g . w w Bukti Fisik: Konsep tanggapan.3.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.l e ga lit a s.1.www. 3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani.3.3. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (naskah akhir).3. w . 3. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.

3. w .3.4.4.org 38 3.2.www.3. w w Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). baik dari sudut substantif maupun redaksional untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. 3. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).4. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.3. Membahas Naskah Perjanjian Internasional Membahas naskah perjanjian dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan perjanjian dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak yang akan dituangkan ke dalam satu naskah perjanjian akhir (final) setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.3. 3. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. or g .35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir perjanjian dimaksud adalah menyiapkan naskah perjanjian berdasarkan hasil pembahasan.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan perjanjian yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.3.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat perjanjian dalam rangka penyusunan naskah perjanjian.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.1. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. Melakukan Persiapan dalam rangka penyusunan Naskah Persetujuan Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah persetujuan internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.1. 3.4. Bukti Fisik: Naskah akhir perjanjian internasional. 3.4. 3. legalitas. 3. Menyusun Naskah Akhir Perjanjian Internasional (Angka Kredit 1.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3.4. Sub Unsur Penyusunan Persetujuan Internasional Persetujuan Internasional dimaksud adalah salah satu bentuk perjanjian internasional.l e ga lit a s.

misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. w w w 3.4.1.1.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang persetujuan internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.2. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi persetujuan. misalnya naskah akademis. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Bahan hukum primer. peraturan perundang-undangan yang berlaku. posisi Indonesia. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. maupun tersier. 3. sekunder. ayat.4. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.2. . Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. posisi Indonesia. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. Menelaah Usul dari Unit Teknis (Angka Kredit 0. saran. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.1.www.2.1.1. 3. legalitas.l e Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. or g .org 39 3.2. Bahan hukum sekunder. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. atau pasal. ga lit a s. Bahan hukum tersier.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.4.4. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.1. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul.

3.4.1. Menyusun Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. w w w Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional (naskah akhir). Menelaah Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.4. lit a s.1. .45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar persetujuan dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar persetujuan yang akan ditandatangani.4.4. Menyempurnakan Naskah Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.2.2.2. 3.2. persetujuan internasional (hasil 3.3. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar persetujuan dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian yang akan ditandatangani.2. Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar persetujuan internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar persetujuan internasional ke dalam suatu naskah persetujuan. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.www. or g . Bukti Fisik: Naskah dasar telaahan).3. 3.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. 3.org 40 3.l e ga 3.4. legalitas.4. Menyusun Naskah Persetujuan Internasional Menyusun Naskah Persetujuan dimaksud adalah merumuskan rancangan persetujuan internasional. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Persetujuan Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan persetujuan internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat persetujuan dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan.

Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir). 3.1.4.3.3.4.4. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format persetujuan internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat persetujuan tersebut.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.3.4.l e ga lit a s. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.4.4. baik dari sudut substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). legalitas.9. w . 3. or g . Membahas Naskah Persetujuan Membahas naskah persetujuan dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan persetujuan dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap substansi/isi persetujuan yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) persetujuan setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.org 41 3.4.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat persetujuan dalam rangka penyusunan naskah persetujuan. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.2. 3.4. Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan persetujuan yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Konsep tanggapan counter draft. 3.www.

Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. peraturan perundang-undangan yang berlaku.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak baik data lapangan maupun data kepustakaan.5.1. w w w .6 Perancang Madya) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.5.1. 3.5. 3.1.4. Pemerintah Republik Indonesia dengan lembaga internasional) yang bersifat keperdataan.1. 3.4.5. sekunder. or g . Data keputustakaan adalah berupa bahan hukum primer. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.l e ga lit a s. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.2. 3. Menyempurnakan Naskah Akhir Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. 3.5. posisi Indonesia. Bukti Fisik: Naskah persetujuan internasional.www. saran. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan penyusunan Rancangan Kontrak Internasional sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.1. maupun tersier. legalitas.135 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah akhir persetujuan dimaksud adalah menyiapkan naskah persetujuan berdasarkan hasil pembahasan.3.2. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan. Sub Unsur Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Kontrak internasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah asing.1.org 42 3.

3. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak internasional. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.2.5. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. misalnya naskah akademis.2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. posisi Indonesia.5. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. or g . Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak internasional. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.5.2. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum tersier. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal.2. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0. w . 3. w w 3. Menyusun Naskah Kontrak Internasional Menyusun Naskah kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan kontrak internasional. legalitas.1.org 43 Bahan hukum primer.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak. lit a s. 3.l e ga Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.5.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak internasional ke dalam suatu naskah.1.2.www.

Bukti Fisik: Naskah tanggapan counter draft.5.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.5. Bukti Fisik : Naskah kontrak internasional.3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.l e ga lit a s.3.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. 3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. w . 3.3.5.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/LPND yang membuat kontrak tersebut. 3.org 44 3.3. legalitas.1. Yang dimaksud dengan format adalah sistematika dari suatu kontrak yang berisi antara lain pendahuluan. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Kontrak Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak internasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak (negara asing/lembaga internasional) yang membuat kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/LPND) yang merupakan rancangan sandingan.2.www.3. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.5. or g .3. pasal-pasal yang berisi materi kontrak yang termasuk didalamnya pengecualian dan pilihan hukum apabila terjadi sengketa.5. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. w w 3.2. baik dari sudut substantif maupun redaksional. pertimbangan.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.

9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.l e ga lit a Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). satu instansi dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah pusat.www.2.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak internasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak internasional berdasarkan hasil pembahasan. or g .5. w .5. instansi Pemerintah pusat dengan daerah.). 3. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak nasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan antara: a. atau instansi Pemerintah di pusat dengan lembaga swasta) yang bersifat keperdataan. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.3.4. Bukti Fisik: Naskah kontrak internasional. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Internasional (Angka Kredit 1.4. atau c. s. Membahas Rancangan Kontrak Internasional Membahas rancangan kontrak internasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi kontrak yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) kontrak setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft. legalitas.4. badan hukum privat.5.5.1. 3. dsb. b. instansi Pemerintah pusat dengan swasta (LSM. Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.6.org 45 3.1. Sub Unsur Penyusunan Kontrak Nasional Kontrak nasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (instansi Pemerintah di pusat dengan instansi Pemerintah di pusat lain.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak.4. 3. 3. w w 3.6. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0.

misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. w w 3. sekunder. peraturan perundang-undangan yang berlaku. or g . misalnya naskah akademis. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal. 3.6.6.4 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.2.1.06 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. maupun tersier. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.2. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. dan materi yang akan dimuat dalam kontrak tersebut.2. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan.l e ga lit a s.org 46 3.www.1. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.1.1. 3. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.1. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. Bahan hukum primer. Bahan hukum tersier. w . baik data lapangan maupun data kepustakaan.2.36 Perancang Muda) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak nasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. legalitas.6.1.6. Bahan hukum sekunder.

1.2.6.40 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak nasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat kontrak tersebut.30 Perancang Pertama) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.org 47 3.6. 3.50 Perancang Muda) Menelaah naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak nasional. 3.l e ga Bukti Fisik : Naskah kontrak nasional.6. lit a s. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Menyusun Naskah Kontrak Nasional Menyusun naskah kontrak nasional merumuskan rancangan kontrak nasional. 3.2. or g . Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.2.6.2.3. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Naskah Kontrak Nasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak nasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak yang membuat kontrak dengan departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang merupakan rancangan sandingan. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft. dimaksud adalah 3. w w w . 3.6.2. legalitas.6.3. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak nasional.2.1.6.18 Perancang Muda) Menyempurnakan naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak nasional.www.3. 3. Bukti Fisik : Konsep hasil telaahan tanggapan counter draft.35 Perancang Pertama) Menyusun naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak nasional ke dalam suatu naskah.

Bukti Fisik: Naskah kontrak nasional.3. baik dari segi materi maupun redaksional.l e 3.6.4.05 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak nasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak nasional berdasarkan hasil pembahasan. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap counter draft.2. legalitas. Sub Unsur Penyusunan Gugatan Gugatan dimaksud adalah tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara untuk mendapat putusan.www. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. ga lit a s. 3. . w w Bukti Fisik : Laporan hasil pembahasan (notula rapat). Termasuk pula sengketa yang diselesaikan melalui arbitrase dan lembaga Alternative Dispute Resolution (ADR). 3. w .75 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak nasional yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.4.6. Termasuk sebagai gugatan adalah “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi dan “permohonan” pengujian peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang yang diajukan kepada Mahkamah Agung sesuai dengan kompetensinya. or g Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.12 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.6.3. Membahas Naskah Kontrak Nasional Membahas Naskah Kontrak Nasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan.135 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak nasional.1. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Nasional (Angka Kredit 1.3.4. 3. 3.6.6.4.org 48 3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.7.

DPD dapat mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. peristiwa yang dijadikan dasar gugatan dengan disertai bukti tertulis (fundamentum petendi). yang sekurang-kurangnya berisi: a. Dalam hal ini para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD akan dilibatkan dalam pembuatan “permohonan” tersebut. 1 Tahun 1995 jo UU No. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UU No. pekerjaan. hal-hal yang dituntut agar mendapat putusan (petitum).www. “A”). w w w . Dalam pembuatan naskah gugatan tersebut akan melibatkan para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. dan tempat tinggal penggugat/pemohon dan tergugat. 3) Permohonan Pengujian (judicial review) Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar kepada Mahkamah Konstitusi: Misalnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dilibatkan dalam proses pembahasan suatu RUU yang materinya berkaitan dengan otonomi daerah.org 49 Gugatan terdiri atas gugatan yang bersifat keperdataan atau perseorangan/badan hukum perdata (privaatrechtelijk) dan gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau ketatanegaraan/kelembagaan (publiekrechtelijk). nama lengkap. Dalam hal ini. dan c. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan Tata Usaha Negara maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan pembelaan terhadap kebijakan Menteri tersebut. Apabila PT “A” dalam membangun gedung melakukan ingkar janji (wanprestasi). maka para Perancang Peraturan Perundang-undangan Departemen Penerangan akan dilibatkan dalam pembuatan pembelaan terhadap produk hukum yang digugat tersebut. Contoh: 1) Gugatan yang bersifat keperdataan (privaatrechtelijk): Suatu instansi pemerintah membentuk panitia pembangunan gedungnya kemudian mengadakan perjanjian (kontrak) dengan pemborong/kontraktor (PT. b. maka Panitia atas nama instansi pemerintah tersebut dapat menggugat PT “A” ke pengadilan negeri yang wilayah kerjanya meliputi alamat PT “A” tersebut. 4) Permohonan Pengujian (judicial review) peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang kepada Mahkamah Agung: Jika Keputusan Menteri Penerangan yang bermuatan materi suatu perizinan penerbitan diuji oleh Mahkamah Agung atas permohonan suatu penerbitan yang dicabut izinnya oleh Menteri Penerangan. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan UU No. 9 Tahun 2004). legalitas. or g 2) Gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau (publiekrechtelijk): ketatanegaraan .l e ga lit a s.

misalnya naskah akademis. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. legalitas.1.www. pasal. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.2. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. Bahan hukum primer.7.l e ga lit a s.1. 3. Bahan hukum sekunder. or g . Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara dari sudut sosiologis dan yuridis: 1) kasus yang bersifat keperdataan.18 Perancang Muda) Kasus adalah sengketa hak yang bersifat keperdataan dan ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang ditelaah. Bukti Fisik: Naskah telaahan kasus. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.1.1 Melakukan Persiapan Dalam Rangka Menyusun Naskah Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas dalam rangka penyusunan naskah gugatan.3.7. 3. 3.1. w w w .7. 2) kasus yang bersifat ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan. sekunder. Bahan hukum tersier. baik data lapangan maupun data kepustakaan.7. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. maupun tersier.org 50 3.

2. legalitas.4.2.7.7. dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. 3.3.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka gugatan.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah membuat laporan hasil sidang perkara yang digugat. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference. 3.7. dan putusan yang diminta (petitum). Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.l e ga lit a s. dan putusan yang diminta (petitum).045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri secara fisik dalam sidang perkara yang digugat di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan.org 51 3. kedudukan para pihak (legal standing). Bukti Fisik : Laporan tertulis proses dan hasil sidang pada setiap tingkat persidangan untuk setiap perkara.2.44 Perancang Muda) Menyusun kerangka gugatan dimaksud adalah membuat kerangka gugatan yang berisi fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). Bukti Fisik : Konsep kerangka gugatan. Bukti Fisik : Naskah penyempurnaan kerangka gugatan. 3. or g .3. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan kerangka gugatan.2.1.7.www.2.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka gugatan dimaksud adalah mengkaji kerangka gugatan yang terdiri atas fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). w w w . menelaah dan menyempurnakan kerangka gugatan.7. 3. Menelaah Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0.7. Menyempurnakan Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. Menyusun Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. 3. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. kedudukan para pihak (legal standing). Menyusun Gugatan Menyusun gugatan dimaksud adalah membuat kerangka.

8.H. Abdul Ficar Hajar. Contoh: 1.l e ga lit a s. Suatu instansi pemerintah digugat oleh PT “A” secara perdata karena proyek pembayaran pembangunan gedungnya tersendat-sendat sehingga merugikan PT “A”. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas jo UndangUndang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004). Termasuk jawaban gugatan adalah keterangan tertulis yang disampaikan oleh pemerintah terhadap “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar.. Advokat-advokat: Dr.H. Dalam hal ini. badan hukum privat. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan TUN maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan jawaban gugatan. S.org 52 3.H. atau perorangan (penggugat) dalam kasus yang bersifat keperdataan atau ketatanegaraan/ketatausahanegaraan. Misal. yang berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 2 Desember 2004. bertindak untuk dan atas nama Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian pasal-pasal tertentu dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Nomor 072/PUU-II/2004.www. LLM. Dalam rangka fasilitasi dan koordinasi perancangan Peraturan Daerah. T. S. Dalam menyiapkan Keterangan Pemerintah ini. S. 2. Penyiapan Keterangan Pemerintah terhadap permohonan pengujian (judicial review) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di instansi tersebut dapat dilibatkan dalam pembuatan jawaban gugatan. Sub Unsur Penyusunan Jawaban Gugatan Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis yang dibuat oleh suatu instansi yang digugat (tergugat) oleh instansi lain.. maka Presiden dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor B-20/Seskab/1/2005 untuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Dalam Negeri menyiapkan Keterangan Pemerintah atas Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. legalitas. maka Perancang yang berada di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri dilibatkan dalam pembuatan Keterangan Pemerintah tersebut. Bambang Widjojanto.. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam kegiataan tersebut. w w w . or g . Berkaitan dengan pengujian undang-undang tersebut. LLM. Termasuk dalam pengertian Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis atas “keberatan” yang diajukan oleh suatu Pemerintah Daerah kepada Departemen Dalam Negeri terhadap pembatalan suatu Perda atau Peraturan/Keputusan Kepala Daerah. Mulya Lubis. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. 3.H. S. Iskandar Sonhaji.

Bahan hukum sekunder. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. antara lain hasil wawancara pihak yang terkait. Bukti Fisik: Laporan telaahan kasus jawaban gugatan. Bahan hukum tersier. B pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) karena izin HPH yang belum habis masa berlakunya sudah dicabut oleh Departemen Kehutanan. 3. 3. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. perkara yang bersifat keperdataan. Departemen Kehutanan digugat oleh PT. sekunder. maupun tersier. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan dalam bentuk “jawaban keberatan”.1. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. or g .1.8.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang menjadi perkara yang ditelaah. 5. pasal. w w Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. baik data lapangan maupun data kepustakaan. 3.l e ga lit a s. misalnya naskah akademis. Data lapangan adalah berupa.2. Bahan hukum primer. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kehutanan akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan.org 53 4.www.1. Departemen Dalam Negeri digugat dalam bentuk “keberatan” oleh salah satu Pemerintah Daerah yang Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Keputusan Gubernurnya dibatalkan oleh Departemen Dalam Negeri. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0.1. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. w .18 Perancang Muda) Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara yang digugat oleh penggugat baik dari sudut sosiologis maupun yuridis serta materi yang menjadi pokok perkara terhadap : 1. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Konsep Jawaban Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkah-langkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan konsep jawaban gugatan.8. legalitas. 2.8. perkara yang bersifat ketatausahaan atau ketatausahanegaraan. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.

Bukti Fisik : Naskah jawaban gugatan. 3.2. Sedangkan kerangka jawaban gugatan yang berupa permohonan pengujian UU terhadap UUD berisi halhal yang berkaitan dengan prosedur (formil) pembentukan UU dan materi (materil) atau isi UU.8. Menelaah Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.2.1. menelaah dan menyempurnakan kerangka jawaban gugatan. w w Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan kerangka jawaban gugatan. dan putusan yang diminta (petitum) yang diajukan oleh pemohon.www.3. 3. Untuk perkara yang bersifat ketatausahanegaraan.8.2.org 54 3.8.l e Bukti Fisik: Konsep kerangka jawaban gugatan. Menyempurnakan Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. kedudukan para pihak (legal standing).27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka jawaban gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka jawaban gugatan.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan untuk membuat jawaban gugatan. w .3. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis data.2. ga lit a s.1. Menyusun Jawaban Gugatan Menyusun jawaban gugatan dimaksud adalah membuat. or g . kerangka jawaban gugatan berisi alasan hukum yang berkaitan dengan kewenangan dan isi keputusan pejabat Tata Usaha Negara. 3. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. Menyusun Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.22 Perancang Muda) Menyusun kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kerangka jawaban gugatan yang berisi materi tentang hak dan kewajiban yang disengketakan (perkara perdata).2.8.26 Perancang Muda) Menelaah kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kajian terhadap konsep kerangka jawaban gugatan yang berkaitan dengan fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). 3. legalitas.8.

8. keputusan. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. legalitas. Bahan hukum primer.1. peraturan perundangundangan dan rancangannya.54 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. sekunder.org 55 3.l e ga lit a s.9.1.www. 3. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. 3.4. Sub Unsur Penyusunan Akta Akta adalah surat tanda bukti berisi pernyataan resmi (keterangan. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang. dan tersier.1. Mengumpulkan Bahan (Angka kredit 0.9. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Akta Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan akta. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.9. Akta dalam konteks ini bukan akta notaris dan bukan akta di bawah tangan.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.3. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. w w w .09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah setiap kali mengikuti sidang membuat laporan hasil jawaban gugatan. Contoh : Akta Jual beli yang dibuat oleh para pihak yang konsepnya dibuat oleh para Perancang Peraturan Perundang-undangan. misalnya.2.8. 3.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri sidang secara fisik di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi.1.9. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Laporan tertulis hasil sidang pada setiap tingkatan persidangan untuk setiap kali mengikuti sidang. dsb) yang dibuat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. disaksikan dan disahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang. pengakuan. 3. or g . hak dan kewajiban. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. 3.

2.9.9.5.9. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. misalnya naskah akademis.www. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.3. Merekam Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0.1. or g . ga lit a s. w .39 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. Merumuskan Hasil Perundingan (Angka Kredit 0.9. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0.org 56 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. 3. sekunder. 3.1. Menyusun Konsep Akta Menyusun konsep akta dimaksud adalah menyusun kerangka dasar akta dan berbagai macam kegiatan tindak lanjutnya untuk menghasilkan konsep akta. 3. w w Bukti Fisik: Laporan hasil perundingan. Bahan hukum sekunder. legalitas. Bahan hukum primer.39 Perancang Madya) Merumuskan hasil perundingan dimaksud adalah penyusunan hasil perundingan antara para pihak dalam proses persiapan pembuatan akta.09 Perancang Pertama) Merekam hasil perundingan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembicaraan pihak-pihak dalam perundingan.2.1.l e 3. Bahan hukum tersier. 3. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. dan tersier. Melakukan Perundingan (Angka Kredit 0. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.9. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta.2.09 Perancang Muda) Melakukan perundingan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat akta dalam rangka persiapan penyusunan akta. ayat.4.1.9. 3. pasal.2. Bukti Fisik: Notulen (Notulen hasil perundingan).

9. ayat. memadukan (mengintegrasikan) konsep. Membahas konsep akta dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak dalam rangka pembuatan akta.3. pasal.09 Perancang Muda). 3. e menyempurnakan konsep akta.www.2. b.75 Perancang Muda). atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung.2. Menelaah konsep akta dimaksud adalah mengkaji konsep akta hasil pengintegrasian (pengharmonisasian) konsep yang berkaitan dengan materi dan kepentingan para pihak. mengolah bahan. ga lit a s. c. w . Merancang Konsep Akta Merancang konsep akta dimaksud adalah menyusun konsep awal akta yang meliputi : a. Bukti Fisik: Konsep akta hasil integrasi.l e Bukti Fisik: Konsep hasil pembahasan akta.18 Perancang Madya).3.2.3. Membahas Konsep Akta (Angka Kredit 0. Menelaah konsep akta (Angka Kredit 0.09 Perancang Pertama) Mengolah bahan dimaksud adalah menganalisis bahan dalam rangka penyusunan konsep akta.3.9.9. 3. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan konsep akta. 3.9. legalitas.3. d. Mengolah Bahan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep yang berisi pengolahan terhadap bahan penyusunan konsep akta. membahas konsep akta. menelaah konsep akta. Memadukan (mengintegrasikan) Konsep (Angka Kredit 0.3. w w 3. or g .2. Memadukan (mengintergrasikan) konsep dimaksud adalah mengharmoniskan dan menyerasikan materi yang dimuat dalam akta dan kepentingan para pihak yang dituangkan dalam konsep.1.4.2. 3.2.org 57 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.9.

www. legalitas.org
58 3.9.2.3.5. Menyempurnakan konsep akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki naskah konsep akta hasil telaahan. Bukti Fisik: Naskah konsep akta. 3.9.3. Memberikan Tanggapan Memberikan tanggapan dimaksud adalah memberikan tanggapan terhadap naskah hasil penyempurnaan konsep akta baik yang berkaitan dengan substansinya maupun keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.9.3.1. Menyusun Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,3 Perancang Pertama) Menyusun konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap akta hasil penyempurnaan konsep akta.

3.9.3.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan akta dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan baik dari segi substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap akta. 3.10. Sub Unsur Penyusunan Legal Opinion Legal Opinion adalah tanggapan hukum secara tertulis yang diberikan kepada suatu instansi, badan hukum privat, ataupun perorangan terhadap suatu perbuatan, peristiwa, atau kasus hukum. Permintaan untuk mendapatkan suatu legal opinion (pendapat hukum) harus disampaikan dalam bentuk tertulis kepada instansi yang dimintakan pendapat hukum tersebut. Termasuk dalam kategori legal opinion adalah fatwa dan keterangan ahli.

w

w

Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan tanggapan akta.

w

.l e

3.9.3.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0,4 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan keinginan para pihak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ga

lit a

s.

or g

Bukti Fisik: Konsep tanggapan akta.

www. legalitas.org
59 Contoh: Suatu instansi pemerintah diminta pendapat hukumnya oleh seorang WNI Keturunan Cina yang beragama/berkepercayaan Konghucu, dengan pertanyaan apakah Konghucu termasuk suatu agama atau bukan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut akan dilibatkan dalam pembuatan legal opinion tersebut. 3.10.1. Menyusun Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,30 Perancang Pertama). Menyusun konsep legal opinion dimaksud adalah membuat konsep terhadap legal opinion yang berisi : a. pendapat hukum terhadap materi (filosofis, sosiologis, dan yuridis); b. kewenangan/kelembagaan; c. status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep legal opinion. 3.10.2. Menelaah Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,39 Perancang Muda). Menelaah konsep legal opinion dimaksud adalah mengkaji konsep legal opinion dari berbagai macam aspek yang meliputi: pendapat hukum terhadap materi, kewenangan/ kelembagaan, dan status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan terhadap legal opinion. 3.10.3. Menyempurnakan Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,36 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep legal opinion dimaksud adalah memperbaiki konsep legal opinion baik dari sudut substanstif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah legal opinion. 4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI (SEMUA JENJANG JABATAN) Pengembangan Profesi dimaksud adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan, atau pentransformasian/ penyampaian pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan yang dituangkan dalam bentuk karya tulis di bidang hukum. Kegiatan tersebut dapat berbentuk penelitian, pengkajian (pengujian), hukum dan evaluasi di bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk karya tulis. Demikian pula kegiatan penerjemahan atau penyaduran buku dan bahan-bahan hukum lainnya merupakan bagian dari pengembangan profesi Perancang Peraturan perundang-undangan. Penilaian Umum: Pemberian Angka Kredit didasarkan pada Pasal 12 Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.PAN/12/2000 sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama; dan b. 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu; serta jumlah penulis pembantu dibatasi sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
60 4.1. Sub Unsur Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum dimaksud adalah melakukan kegiatan di bidang karya cipta yang berbentuk karya tulis baik yang bersifat ilmiah maupun tidak ilmiah yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan, baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.1.1. Hasil penelitian, pengujian, survei dan evaluasi di bidang hukum yang dipublikasikan Hasil penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum dimaksud adalah hasil kegiatan penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum baik yang bersifat penelitian lapangan (field research) atau penelitian kepustakaan (library research) yang dituangkan dalam suatu buku, makalah, artikel atau opini yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri, sepanjang dapat dibuktikan secara otentik bahwa hasil tersebut merupakan karya seorang Perancang Peraturan Perundangundangan. 4.1.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 12,50 Semua Jenjang) Penerbitan dan pengedaran kepada khalayak luas dimaksud adalah penerbitan yang dilakukan baik oleh pengarangnya sendiri atau suatu badan usaha penerbitan yang diedarkan baik bersifat komersial maupun non komersial. Khalayak luas dimaksud adalah kelompok masyarakat (misalnya: perpustakaan, sekolah/ perguruan tinggi, RT/RW, kelurahan, dsb.) yang telah menerima buku tersebut yang diterbitkan secara non komersial yang dicetak minimal 500 (lima ratus) eksemplar, dan jumlah halaman buku minimal 20 lembar dengan alat bukti tanda terima. Bukti Fisik: Karya tulis diterbitkan.

w

w

w

.l e

ga

dalam

lit a

s.
bentuk

or g

buku

yang

sudah

4.1.1.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 6 Semua Jenjang) Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI dimaksud adalah majalah yang diterbitkan dan dipublikasikan tersebut terdaftar sesuai dengan penomoran yang ada di LIPI. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.

l e ga lit a s. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah dalam bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat dalam majalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang dipublikasikan.1. legalitas. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.1. 4. yang bukan untuk khalayak luas. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah yang dituangkan dalam bentuk buku atau makalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan.www.3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 8 Semua Jenjang ) Bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas dimaksud adalah buku yang diterbitkan atas gagasan sendiri yang diedarkan kepada khalayak luas baik yang bersifat komersial maupun non komersial.1. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. Tidak dipublikasikan dimaksud adalah hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri (lingkungan terbatas). Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku. 4.org 61 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 4 Semua jenjang ) Majalah Ilmiah adalah majalah yang diakui LIPI dengan kode ISSN (International Scientific Serial Number) yang berisi karya tulis yang bersifat ilmiah baik dari hasil penelitian maupun gagasan yang dituangkan dalam bentuk artikel. w w w .1.2. 4.2.1. Bukti Fisik: Karya dalam buku yang telah diterbitkan dan diedarkan.2.1.3.1.2. or g .

legalitas.50 Semua jenjang) Bukti Fisik: Karya dalam bentuk makalah.50 Semua Jenjang) Prasaran berupa tinjauan. Termasuk prasaran adalah pemberian keterangan ahli di muka sidang pengadilan.3. atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah (Angka Kredit 2. w . Menyadur adalah menggubah secara bebas suatu buku atau bahan hukum lainnya tanpa merusak garis besar isi buku atau bahan hukum tersebut. 4.1.1. 4.4. Terjemahan/saduran dipublikasikan ga lit a dalam s.5 diberikan untuk setiap majalah terjemahan/saduran yang diterbitkan.1.1. gagasan. dan sosialisasi). Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khayalak luas (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 7 diberikan untuk setiap buku terjemahan/saduran yang diterbitkan.www. 4.5 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka kredit 3. atau ulasan ilmiah dalam bentuk naskah dimaksud adalah naskah dalam bentuk makalah/artikel yang bersifat ilmiah di bidang hukum yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (misalnya: seminar.2. lokakarya.2.1.2. 4. w w Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas. Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran dan majalah yang memuat terjemahan/saduran yang diakui oleh LIPI. or g bidang hukum yang 4.1.org 62 4.l e .2. gagasan.2. simposium. Sub Unsur Menerjemahkan/Menyadur Buku dan Bahan-Bahan Lain di Bidang Hukum Menerjemahkan adalah menyalin suatu buku atau bahan hukum lainnya dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Bukti Fisik: Naskah (makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta).2.

e. menjadi anggota organisasi profesi. UNSUR PENDUKUNG KEGIATAN KEGIATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERANCANG . memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. mengikuti seminar/lokakarya. Pendukung/Penunjang kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah semua kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan.2. h.org 63 4. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional (Perancang/Peneliti/ Dokumentaris.2. melatih. d.2. Terjemahan/saduran dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan 4. menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran.1. w w w .) dan diklat penjenjangan struktural maupun di bidang pendidikan non formal atau luar sekolah (kursus dsb. f. praktek membuat suatu peraturan perundang-undangan) baik di lingkungan pendidikan formal (perguruan tinggi/akademi) maupun non formal atau luar sekolah (kursus yang diselenggarakan yayasan/swasta.2. dsb. Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dalam bentuk kursus. g. or g B. Dalam bentuk majalah (Angka Kredit 1. legalitas. berperan serta dalam penyuluhan hukum. pelatihan.5 Semua Jenjang) Dalam bentuk majalah dimaksud adalah majalah yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dsb. Melatih/membimbing adalah memberikan pelatihan atau bimbingan terhadap suatu praktek dalam bidang hukum tertentu (misalnya: praktek beracara. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran. b.l e ga lit a s. UNSUR PENUNJANG 1. Melatih. dan/atau Membimbing Pada Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Latihan Pegawai Mengajar adalah kegiatan dalam proses belajar-mengajar baik dalam pendidikan formal di bidang hukum di lingkungan perguruan tinggi/akademi. menjadi anggota keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. memperoleh tanda penghargaan/tanda jasa. keahlian. B.2. dan wawasan Perancang Peraturan Perundang-undangan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk: a.) baik dalam diklat fungsional maupun diklat penjenjangan.www. mengajar. Sub Unsur Mengajar.1. menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah dan pendidikan latihan pegawai. 4.2.). c. dsb. i.2. dsb.

Seminar hanya menghasilkan kesimpulan.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar.Pemrasaran (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pemrasaran/Pembicara dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 3 setiap kali seminar/lokakarya. B.1.Mengajar. Sub Unsur Mengikuti Seminar/Lokakarya Seminar/Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang membicarakan atau membahas bidang hukum tertentu atau bidang lainnya yang akan diatur dengan hukum atau peraturan perundang-undangan.024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.2.Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya sebagai : B. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.2. melatih. melatih.1.1.org 64 B. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.www. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah (Angka Kredit 0.2. legalitas. atau moderator. pemrasaran. keterangan dari penyelenggara seminar/ .1.1. melatih dan/atau membimbing pada pendidikan luar sekolah ( Angka Kredit 0. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.Moderator (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai moderator dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Termasuk seminar/lokakarya adalah sosialisasi dan simposium. sedangkan lokakarya menghasilkan saran konkret untuk pemecahan (solusi) suatu masalah hukum yang dapat dituangkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan.2. B. melatih. narasumber. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebagai peserta.1.1. pembahas. w w w . B.l e keterangan ga lit a dari s.Mengajar. Termasuk Pemrasaran adalah penceramah di kegiatan Continuing Legal Education (CLE).2. or g penyelenggara seminar/ B.2.

4. Melakukan Penyuluhan Hukum (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Berperan serta dalam penyuluhan hukum yang dimaksud adalah menjadi penyuluh secara perseorangan atau membantu penyuluh lain ataupun menjadi anggota kelompok penyuluh yang dilakukan melalui tatap langsung dengan masyarakat yang disuluhi.Narasumber (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Narasumber dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. legalitas.1.2. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.1. w w Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. Bukti Fisik: Naskah. B. keterangan dari penyelenggara seminar/ B.2. baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam bentuk teatrikal.www.Peserta (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) B. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. keterangan ga lit a dari s. Pembahas (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pembahas dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.3.1.2. keterangan dari penyelenggara seminar/ B. Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundang-undangan (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan yang dimaksud adalah mengedit kembali suatu naskah hukum dan perundang-undangan yang akan dimuat dalam suatu majalah ilmiah atau yang akan diterbitkan sebagai suatu buku atau karya tulis lainnya baik yang akan dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.l e Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Peserta dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya.1.org 65 B. or g penyelenggara seminar/ .4.5.1.4. Sub Unsur Berperan Serta Dalam Penyuluhan Hukum B.3.3. Sub Unsur Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundangundangan B. w .

5.1. B.5. w w w .5.www.l e ga lit a s.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. B. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. or g . B.Pengurus aktif (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus organisasi dalam bidang perancangan dalam lingkup internasional. atau kabupaten/kota.org 66 Bukti Fisik: Surat Tugas/Keterangan telah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum setiap kali. Persahi (Persatuan Sarjana Hukum Indonesia).Pengurus aktif (Angka Kredit 0.1. P4I (Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan Indonesia).Tingkat Internasional/Nasional sebagai : B.5. atau sekretaris) di bidang hukum baik nasional maupun internasional misalnya.1.Anggota aktif (Angka Kredit 0. legalitas. B.2. nasional. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa keanggotaan.25 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.1. wakil ketua.1.5. Provinsi.2.2 Tingkat Provinsi B.25 untuk setiap tahun masa keanggotaan. PBHI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia).5 Semua jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.5. Sub Unsur Menjadi Anggota Organisasi Profesi Menjadi anggota organisasi profesi adalah menjadi anggota organisasi profesi (termasuk menjadi ketua.

7. or g . B.Anggota aktif (Angka Kredit 0. Kriteria Penilaian: a. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terusmenerus minimal 1 (satu) tahun.50 Semua Jenjang) Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah menjadi ketua. Tim Penilai Provinsi. atau 2.15 untuk setiap tahun masa keanggotaan.l e ga lit a s. dapat diberikan Angka Kredit apabila Perancang Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan memangku status keanggotaan di dalam tim tersebut. w w w . dapat diberikan Angka Kredit sebesar 2 per. Tim Penilai Direktorat Jenderal.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. Bukti Fisik: 1. B. Tim Penilai Kabupaten/Kota. wakil ketua. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit tentang Pembentukan dan Penetapan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan.1 (satu) SK tim delegasi. yang didasarkan pada bidang tugas/pekerjaan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan atau penugasan dari atasan langsung/pimpinan instansinya. menjadi Anggota Delegasi. misalnya AALC (Asian African Law Conference). dapat diberikan Angka Kredit sebesar 3 per.www.Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan secara aktif (Angka Kredit 0. Tim Penilai Instansi.org 67 B.6.6. Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. b. legalitas. menjadi Ketua Delegasi.1 (satu) SK tim delegasi. sekretaris atau sekretariat Tim Penilai Perancang Peraturan Perundang-undangan baik Tim Penilai Pusat. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansinya dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. Sub Unsur Menjadi Anggota Delegasi dalam Pertemuan Internasional Menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional adalah menjadi Ketua atau Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional di bidang hukum. c. maupun Tim Penilai Teknis.15 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.2.5.2. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi Ketua/Anggota Tim Delegasi. Sub Unsur Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan B.1. anggota.

9.1.9. 2. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya. tingkat: B.Sebagai Ketua Delegasi (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali).1. . B.www. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.1.1. B.1. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.3.1. dan sertifikat penghargaan atas karya tulis hukum tertentu.l e ga B. dsb.7. 2.1.8.2. w B.8.8.Memperoleh Gelar Kesarjanaan yang Tidak Sesuai dengan Tugas Pokoknya B. Bintang Mahaputra segala tingkatan dan bintang semacam ini dari negara asing.8.org 68 B. 1.1.2.Sebagai Anggota Delegasi (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari Atasan Langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). Sub Unsur Memperoleh Tanda Penghargaan/Tanda Jasa Tanda penghargaan atau tanda jasa dimaksud adalah suatu penghargaan baik dalam bentuk sertifikat maupun bintang yang diberikan karena seorang Perancang Peraturan Perundang-undangan sebagai PNS yang telah melaksanakan baik tugas kekaryawanannya maupun melaksanakan sesuatu tugas yang sangat berguna bagi bangsa dan negara.9. legalitas. Bukti Fisik: 1. B. Termasuk penghargaan atau tanda jasa adalah mendapat gelar akademis kehormatan. misalnya Doktor Honoris Causa. Pasca Sarjana (Angka Kredit 10 Semua Jenjang) lit a s. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.8. Penghargaan atau tanda jasa tersebut misalnya karya satya PNS. Sarjana (Angka kredit 5 Semua Jenjang) w w Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.Nasional/Internasional (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Tanda jasa atau surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.7. 2. misalnya insinyur (sarjana teknik).1. Tanda jasa dari Pemerintah atas prestasi kerjanya Tiap tanda jasa. Sub Unsur Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya dimaksud adalah memperoleh gelar kesarjanaan selain di bidang hukum. B. Fotokopi ijin tugas belajar dari instansinya. Doktor (Angka Kredit 15 Semua Jenjang) Bukti Fisik: 1. or g . sarjana ekonomi.

9.Provinsi (Angka kredit 2.2.3.H. C. Kegiatan pendidikan. w w MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.1. proses penetapan Angka Kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut terpenuhi. penyusunan peraturan perundang-undangan. jumlah Angka Kredit Kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan perancang. dianggap berjasa dalam meningkatkan pemahaman terhadap pelaksanaan Jabatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di tingkat nasional atau internasional.1. or g Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan Doktor Honoris Causa.9.www. Apabila Hasil Penilaian Angka Kredit tidak memenuhi komposisi Angka Kredit sebagaimana butir a dan butir b.l e ga lit a s.9. B.50 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.PAN/12/2000. harus berasal dari unsur utama sekurang-kurang 80% dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. legalitas. S. Perancang Pertama pada Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. untuk jasanya tersebut Andrie Amoes.Gelar Kehormatan Akademis (Angka kredit 15 Semua Jenjang) BAB III KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT A. Bagi Perancang Utama pangkat Pembina Utama Golongan ruang IV/e. S. Komposisi Persentasi Angka Kredit dalam unsur utama adalah sebagai berikut : a. mendapatkan Angka Kredit sebesar 3.2. B.PAN/12/2000 tentang Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya.H. penyusunan instrumen hukum sekurang-kurangnya 25 % dari 25 kredit. B. B. b. ttd HAMID AWALUDIN w . Kegiatan pengembangan profesi sebanyak-banyaknya 75 % dari 25 kredit. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) dan lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.Kabupaten/Kota (Angka kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. .org 69 Contoh: Andrie Amoes. mengacu kepada Pasal 11 ayat (5) Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful