www. legalitas.

org

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.02.PR.08.10 TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SISTEMATIKA PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT

BAB I

PENDAHULUAN A. TUJUAN B. RUANG LINGKUP KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT A. UNSUR UTAMA 1. Unsur Pendidikan 2. Unsur Penyusunan Peraturan Perundang-undangan 3. Unsur Penyusunan Instrumen Hukum 4. Unsur Pengembangan Profesi B. UNSUR PENUNJANG

BAB II

w

w

w

.l e

BAB III

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
2 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN 1. Petunjuk teknis penilaian Angka Kredit Perancang Peraturan Perundangundangan ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Perancang Peraturan Perundang-undangan, Anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman pelaksanaan penilaian kegiatan perancangan dan Angka Kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansi pemerintah di pusat. 2. Dalam petunjuk teknis ini diatur tentang kegiatan perancangan yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat. B. RUANG LINGKUP 1. Unsur kegiatan yang dinilai dan diberikan Angka Kredit adalah: a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang. 2. Petunjuk Teknis ini diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan tugas pada unit Perancangan Peraturan Perundang-undangan instansi pemerintah di pusat, yang berdasarkan tugas pokok dan fungsinya: menyiapkan, melakukan, dan menyelesaikan seluruh kegiatan teknis fungsional perancangan peraturan perundang-undangan atau yang terkait dengan bidang peraturan perundangundangan.

A. UNSUR UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN (SEMUA JENJANG JABATAN) 1.1. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Ijazah/Gelar Pendidikan Sekolah dimaksud adalah pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri pada perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah/Gelar dimaksud adalah sarjana hukum atau sarjana lain di bidang hukum (sarjana syariah dan sarjana ilmu kepolisian), magister di bidang hukum, doktor di bidang hukum. Bukti Fisik: 1. Fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 2. Fotokopi surat izin tugas belajar dari instansi yang bersangkutan. Dasar Pemberian Angka Kredit: 1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan atau Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan tetapi gelar/ijazahnya belum mendapat Angka Kredit: a. Gelar/ijazah S1, diberikan Angka Kredit sebesar 75; b Gelar/ijazah S2, diberikan Angka Kredit sebesar 100; c. Gelar/ijazah S3, diberikan Angka Kredit sebesar 150.

w

w

w

.l e

BAB II KEGIATAN YANG DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
3 2) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang memperoleh gelar jenjang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, Angka Kredit yang diberikan adalah selisih antara Angka Kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan Angka Kredit gelar/ijazah sebelumnya. 3) Bagi seseorang yang bergelar S2 atau S3 di bidang hukum untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan maka ia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu untuk S2 diberikan Angka Kredit 100 dan S3 diberikan Angka Kredit 150. Contoh: Machmud Aziz, S.H adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di Direktorat Perancangan Peraturan Perundangundangan, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Apabila Machmud Aziz, S.H. diangkat pertama kali sebagai pejabat fungsional Perancang, kepada Machmud Aziz, S.H. diberikan Angka Kredit sebesar 75. Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan berhasil memperoleh gelar S2 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 25 yang dihitung dari Angka Kredit 100 dikurangi 75. (Keterangan: angka 75 sudah diberikan untuk gelar S1 nya). Apabila Machmud Aziz, S.H. melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 dan berhasil memperoleh gelar S3 di bidang hukum maka Angka Kredit yang diperoleh Machmud Aziz, S.H. adalah sebesar 50 yang dihitung dari Angka Kredit 150 dikurangi 100. (Keterangan: angka 100 sudah diberikan untuk gelar S2 nya). DR. Jufrina adalah seorang Doktor yang bukan Pegawai Negeri Sipil ingin masuk menjadi Perancang Peraturan Perundangundangan maka yang bersangkutan harus menjadi Pegawai Negeri Sipil terlebih dahulu dan Angka Kredit yang diperoleh adalah 150 dengan golongan III/c. Maria adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang setelah mendapat gelar Doktor baru mendaftar sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan, maka Maria diberikan Angka Kredit 150 dan golongan III/d. 1.2. Sub Unsur Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Fungsional di Bidang Perancang Peraturan Perundang-undangan dan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri dari: 1. Diklat Teknis yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk menjadi Perancang Peraturan Perundang-undangan. 2. Diklat Teknis Penjenjangan yang bersifat wajib yang merupakan syarat untuk kenaikan jabatan Perancang Peraturan Perundangundangan. 3. Diklat Teknis Tambahan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

c. Peraturan Perundang-undangan yang dimaksud adalah aturan tertulis yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yang isinya mengikat secara umum. 11. 7. 2.PAN/12/2000. diberikan Angka Kredit yang besarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit). STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat terakreditasi. Peraturan Pemerintah. UNSUR PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) w . or g . Perancang Pertama pada Biro Hukum Departemen Kesehatan telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jumlah 700 jam pelajaran.H. STTPL yang dikeluarkan oleh penyelenggara Diklat Teknis Tambahan. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Surat penugasan mengikuti Diklat. e. Contoh: Enny. 10. Peraturan/Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan. 161 – 480 jam pelajaran memperoleh 3 Angka Kredit. 9. dengan Bukti Fisik STTPL memperoleh 9 Angka Kredit. Peraturan/Keputusan Komisi Pemilihan Umum . 2. 6. 4. 5. f. 3. Dasar Pemberian Angka Kredit: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang telah menyelesaikan Diklat Teknis Fungsional sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Bukti Fisik: 1. Undang-Undang. yaitu: a. Lebih dari 960 jam pelajaran memperoleh 15 Angka Kredit. meliputi: 1. 8. 3. 481 – 640 jam pelajaran memperoleh 6 Angka Kredit. dan 13. Jenis Peraturan Perundang-undangan tingkat pusat. Peraturan/Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan Perwakilan Daerah.www. 81 – 160 jam pelajaran memperoleh 2 Angka Kredit. b. 30 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 Angka Kredit. Peraturan/Keputusan Komisi Yudisial .org 4 Ketentuan mengenai Penyelenggaraan dan Kurikulum Diklat yang bersifat wajib sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2. legalitas. Peraturan/Keputusan Badan/Lembaga/Komisi dan sejenisnya yang dibentuk oleh Pemerintah . 641 – 960 jam pelajaran memperoleh 9 Angka Kredit. w w 2. S. serta diklat teknis tambahan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. d. Peraturan Bank Indonesia. Peraturan/Keputusan Kepala LPND/Dirjen.l e ga lit a s. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peraturan/Keputusan Menteri . 12. Peraturan/Keputusan Presiden.

3. Kontrak Nasional. dan 21. Gugatan. diberikan kepada masing-masing individu Perancang Peraturan Perundang-undangan. 13. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di bawah jenjang jabatannya. 8. Keputusan Gubernur Bank Indonesia. Instruksi Kepala LPND/Dirjen. 17. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang melaksanakan kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan satu atau dua tingkat di atas jenjang jabatannya.l e ga lit a s. meliputi: 1.PAN/12/2000. Akta. (Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional). 19. 16.PAN/12/2000. Jawaban Gugatan. 4. 2. 9. Instruksi Menteri. Tanggapan terhadap Pendapat DPR yang mengusulkan Pemberhentian Presiden/Wakil Presiden. 10. 20. 18. Instruksi Jaksa Agung. jumlah Angka Kredit yang sama sebagaimana Lampiran I Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. 14. Permohonan dan Tanggapan terhadap Permohonan Yudisial Review. 6. Dasar Pemberian Angka Kredit: Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Perancang Peraturan Perundang-undangan yang sesuai dengan jenjang jabatannya sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Kepmenpan Nomor 41/KEP/M. Instruksi Bupati/Walikota. Perjanjian Internasional. akan memperoleh Angka Kredit sebesar 80% dari Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. 2. Instruksi Gubernur. legalitas. maka Perancang Peraturan Perundang-undangan yang satu tingkat atau dua tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3. Pendapat Hukum/Legal Opinion.www. 7. w w w . dan keputusan lembaga/pejabat bersifat mengikat keluar yang bukan jenis peraturan perundang-undangan (aturan kebijakan/beleidsregels/pseudowetgeving). Jenis instrumen hukum. Instruksi Kepala Kepolisian RI. akan memperoleh Angka Kredit yang sama 100% dengan Angka Kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan pada jenjang yang seharusnya. Instruksi Ketua Komisi Pemilihan Umum. Surat Edaran (yang dikeluarkan berbagai macam Instansi Pemerintah di Pusat). 12. 5. Permohonan dan Tanggapan terhadap Penyelesaian Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara. Kontrak Internasional. or g . Permohonan dan Tanggapan Pembubaran Parpol. Terhadap penugasan yang diberikan secara kelompok.org 5 Keputusan yang dimaksud adalah keputusan lembaga/pejabat yang bersifat pengaturan (regeling). 11. 15. Instruksi Presiden.

1 Sub Unsur Melakukan Persiapan. dan 7.1.1.06 Perancang Pertama) Data Sekunder dimaksud adalah data yang dikumpulkan melalui kepustakaan. Bukti Fisik: Laporan berisi data primer yang telah dikumpulkan.www. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap data primer dan/ data sekunder.1. legalitas. baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. . baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.1.1. baik melalui wawancara maupun kuesioner.1. Mengumpulkan Data Data yang dimaksud terdiri atas data primer dan data sekunder. Mengumpulkan Data Sekunder (Angka Kredit 0. or g sekunder yang telah 2. . Yang dimaksud dengan “melakukan persiapan” adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Perancang Peraturan Perundangundangan berkaitan dengan penyusunan peraturan perundangundangan yang meliputi: 1. Melakukan studi kelayakan.org 6 2. Menganalisis Data (Angka Kredit 0. Menyiapkan naskah akademis. Laporan tersebut berisi hasil penelitian.2 Perancang Muda) Menganalisis dimaksud adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi penyusunan peraturan perundang-undangan. Menyusun konsep usul prakarsa penyusunan RUU.1. 2.a.1. Laporan tersebut berisi hasil penelitian. Menelaah usul penyusunan peraturan perundang-undangan dari unit teknis. Membahas naskah akademis. 6. Mengumpulkan Data Primer (Angka Kredit 0.b.1. Meneliti usul prakarsa dari Instansi terkait.1.06 Perancang Pertama) Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan melalui survei kepada responden. w w w Bukti Fisik: Laporan berisi dikumpulkan. 4.1. 2. 3.1.1. Melakukan Studi Kelayakan Yang dimaksud dengan “melakukan studi kelayakan” adalah: 2. 5.2. 2.l e ga lit a data s. 2. seperti: hasil wawancara maupun kuesioner. Menyempurnakan naskah akademis.

Menganalisis Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Untuk menganalisis TOR. Bukti Fisik: Laporan hasil kaji ulang. dan perubahan. 2. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan.3.2. 2. Mengadakan Kaji Ulang (Angka Kredit 0.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Menelaah Usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan Dari Unit Teknis Yang dimaksud dengan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah dalam bentuk Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR) yakni konsep awal yang berisi pokok-pokok pikiran yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun naskah akademis.org 7 2. Bahan hukum primer misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. II. dan pengkajian ulang terhadap analisis data tersebut yang disusun dalam bentuk laporan akhir studi kelayakan. 2. 2. w .2. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis. Menyusun Laporan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan akhir dari hasil studi kelayakan. dan III. penganalisisan data.1.1. bentuk. dan hirarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.1.www. jenis.1.l e ga lit a s. dan tersier. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. pencabutan.1. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. legalitas. ayat.2.16 Perancang Muda) Laporan dimaksud adalah laporan hasil pengumpulan data.1. sekunder. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.4.2. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. penetapan. pengesahan. or g .1.12 Perancang Madya) Kaji Ulang dimaksud adalah menelaah kembali konsep hasil analisis data.

1. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.1.3.3.16 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. ga lit a s. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. b. Merumuskan Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Yang dimaksud dengan merumuskan telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan adalah mengkaji ulang laporan hasil analisis Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR). Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan dibawah Peraturan/Keputusan Menteri. legalitas. .2.2.1. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.2. w . Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.36 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II : a.2.1. analisis TOR tingkat 2. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan II.1.2.2 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. 2. b.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah a. Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan I. or g analisis analisis TOR tingkat TOR tingkat 2. w w 2.www.2. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.2.org 8 2. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. b. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.2.3. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).1.2.l e Bukti Fisik: Laporan hasil kesulitan III. pembebanan kepada masyarakat. b.1.

2.33 Perancang Madya) Tingkat kesulitan II : a. legalitas. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.2.2. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri. 2. b.1.2. 2.l e ga lit a s. b. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.org 9 Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan I. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan III. b. 2.2.12 Perancang Madya) Tingkat kesulitan I adalah : a. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban. pembebanan kepada masyarakat. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. or g . Materi muatan yang bersifat teknis dan prosedural.3.1.1. Menyempurnakan Naskah Hasil Telaahan Usul Penyusunan Peraturan Perundang-undangan : Yang dimaksud dengan menyempurnakan naskah hasil telaahan usul Penyusunan Peraturan Perundangundangan adalah memperbaiki naskah telaahan untuk menghasilkan naskah akhir Kerangka Acuan (Term of Refference/TOR).2.www. pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).1.42 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III adalah: a.4. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan I.1. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.3. w w w . Bukti Fisik: Naskah hasil rumusan kaji ulang dari TOR tingkat kesulitan II.4.2.

Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. b.2.1. b. 2. 2.3.2. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan III.1. Bukti Fisik: Naskah hasil akhir TOR tingkat kesulitan II.2 Perancang Utama) Tingkat kesulitan II adalah : a.3.44 Perancang Muda) Menginventarisasi masalah adalah mengumpulkan dan menyusun secara sistematis permasalahan dan latar belakang pembentukan suatu peraturan perundang-undangan.1.org 10 2.www. yang disusun secara sistematis. komprehensif dan holistik termasuk landasan pembentukannya baik yang bersifat filosofis.4. Menyiapkan Naskah Akademis Yang dimaksud dengan naskah akademis adalah konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur.1.1.32 Perancang Muda) Melakukan pengkajian masalah adalah meneliti ulang atau menganalisis permasalahan dan latar belakang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam rangka menentukan pokok-pokok permasalahan. Materi muatan yang bersifat lintas sektoral.3. . pemberian sanksi pidana (untuk Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).3. sosiologis maupun yuridis. or g masalah yang telah 2. pembebanan kepada masyarakat. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan yang diinventarisasi.4. w w w .24 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III adalah: a. Materi muatan yang berisi hak dan kewajiban.1. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. legalitas.2. Melakukan Pengkajian Masalah (Angka Kredit 1.l e ga lit a berisi s. 2. Menginventarisasi Masalah (Angka Kredit 0. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2. Bukti Fisik: Laporan yang berisi hasil pengkajian masalah.

1. w w w . 3.6 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun naskah akademis dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat pokok-pokok pikiran yang menjelaskan latar belakang dan tujuan dibentuknya peraturan perundang-undangan serta uraian mengenai materi yang hendak diatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.1 Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0. legalitas.5.1.l e ga lit a s. Kesimpulan dan Saran 2. 4. 2.1. 5. Sanksi.4. Latar belakang.1. b. 3. Ruang Lingkup Naskah Akademis 1.4.1.08 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan/menetapkan identitas (pokok-pokok masalah) dan mengumpulkan data tambahan yang meliputi data lapangan maupun data kepustakaan sebagai bahan pelengkap.org 11 2. Pendahuluan 1. c. 2. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah akademis (banyaknya penyajian). Membahas Naskah Akademis 2. 2.5. or g . Materi. 2. Merumuskan dan Menyusun Naskah Akademis (Angka Kredit 0. Metode Pendekatan.1. Bukti Fisik: Naskah akademis dalam bentuk konsep yang berisi uraian pokok-pokok pikiran dalam uraian: a. Menyajikan Naskah Akademis (Angka Kredit 0.4. Menyempurnakan Naskah Akademis 2.15 Perancang Madya) Menyajikan naskah akademis dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah akademis.1. Bukti Fisik: Fotokopi bahan penyajian berupa sistematika naskah pembanding (banyaknya penyajian). Tujuan dan Kegunaan. Menyajikan Naskah Pembanding (Angka Kredit 0. Penutup.3.www.6 Perancang Madya) Menyajikan naskah pembanding dimaksud adalah menyajikan secara singkat dan sistematis substansi naskah pembanding atas naskah akademis. 4.3. Materi Muatan (jenis/bentuk pengaturan).2. Umum. Peralihan.

ayat. dan e keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan lain. jangkauan dan arah pengaturan. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Menyusun Konsep Usul Prakarsa Penyusunan RUU/RAPERDA Yang dimaksud dengan usul prakarsa adalah prakarsa penyusunan RUU yang dipersiapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen untuk diajukan kepada Presiden.www. Bukti Fisik: Naskah akademis. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. legalitas.1.l e ga lit a s.6. 2. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU/RAPERDA Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA 2.6. Bahan hukum Primer. b.1.2.5. sekunder. 2. w .2. yang isi usul prakarsa tersebut meliputi: a. or g . latar belakang dan tujuan penyusunan. lingkup atau objek yang akan diatur. misalnya Peraturan Perundangundangan dan rancangannya.2 Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder. c. Bahan hukum tersier. 2. misalnya naskah akademis.6.1.1. pokok-pokok pikiran.1.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah menyempurnakan konsep naskah akademis berdasarkan identifikasi dan pengumpulan data tambahan. 2. sasaran yang ingin diwujudkan.1.1. dan Prakarsa penyusunan rancangan peraturan daerah/RAPERDA yang dipersiapkan oleh Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada Gubernur/Bupati/Walikota.6.24 Perancang Muda) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU/RAPERDA.org 12 Bukti Fisik: Laporan yang berisi data tambahan yang telah diidentifikasi dan dikumpulkan. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. dan tersier. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. d.

sasaran yang ingin diwujudkan.6.6. lingkup atau objek yang akan diatur.1. terhadap prakarsa 2. or g usul prakarsa 2.1. Bukti Fisik: Naskah awal RUU/RAPERDA. 2. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0.3.1.6.6.1. Menganalisis Bahan Penyusunan Konsep Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU.3. legalitas. ga lit a s. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa 2.2.1.org 13 Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis penyusunan konsep usul RUU/RAPERDA.2.4.4.36 Perancang Madya) Menganalisis bahan dimaksud adalah mengolah bahan dalam rangka penyusunan konsep usul prakarsa RUU. Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0. pokok-pokok pikiran. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA.l e Bukti Fisik: Naskah awal usul prakarsa RUU.2 Perancang Muda) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. . w w w 2.3 Perancang Madya) Merumuskan konsep awal usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan.1 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa.www. lingkup atau objek yang akan diatur. Bukti Fisik: Laporan berisi hasil analisis terhadap penyusunan konsep usul prakarsa RUU. sasaran yang ingin diwujudkan.2.6. .3 Merumuskan Konsep Awal Usul Prakarsa 2. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.1.1.6.1. pokok-pokok pikiran.

2. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU. Uraian butir 2. or g 2.1 Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Menyempurnakan Konsep Awal Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder.1. sasaran w w w . 2. berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR/DPD dan BALEG DPR. Bukti Fisik: Naskah Akhir usul prakarsa RUU/RAPERDA.8. Bahan hukum tersier.1.2. Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal.8. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.1.1.8.6. legalitas.l e ga 2.2.1. sekunder.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.org 14 Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RAPERDA adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RAPERDA untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RAPERDA setelah mendapatkan masukan dari dinas terkait yang akan disampaikan kepada Sekretaris Daerah. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. dan tersier.1.6.1.8. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU/RAPERDA (Angka Kredit 0.3 Perancang Muda) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. lit a s. . 2.15 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep awal usul prakarsa RUU adalah memperbaiki perumusan konsep awal usul prakarsa RUU untuk menghasilkan naskah akhir usul prakarsa RUU setelah mendapatkan masukan dari lembaga instansi terkait yang akan disampaikan kepada Departemen/ LPND pemrakarsa. misalnya naskah akademis.4.www. Bahan hukum primer. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa 2.2.1. Meneliti Usul Prakarsa Dari Instansi Terkait Meneliti usul prakarsa dari instansi terkait dimaksud adalah awal pertemuan antar departemen untuk membahas konsep usul prakarsa dari instansi pemrakarsa yang dikoordinasi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.7.

1.45 Perancang Madya) Menganalisis dan menyusun jawaban usul prakarsa dimaksud adalah kegiatan penyusunan konsep yang memuat latar belakang dan tujuan penyusunan. Mengumpulkan Bahan untuk Menyusun Kerangka Dasar (Angka Kredit 0. sekunder. or g .1. 2. Menganalisis Bahan Penyusunan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Bahan untuk pembuatan kerangka dasar rancangan peraturan perundang-undangan adalah bahan yang berkaitan dengan materi muatan. bentuk.2. Menyusun Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Yang dimaksud dengan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah rancang bangun peraturan perundangundangan yang berisi sistematika dan bagian-bagian pokok dan penting yang perlu dituangkan dalam peraturan perundangundangan. Untuk menganalisis bahan penyusunan kerangka dasar peraturan perundang-undangan.www. Bukti Fisik: Izin prakarsa (persetujuan usul prakarsa) RUU/RAPERDA. Bukti Fisik: Izin prakarsa RUU. w .1. legalitas. Menganalisis dan Menyusun Jawaban Usul Prakarsa RUU (Angka Kredit 0. Bahan hukum primer. ayat.2.2.8. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU. Bahan hukum sekunder.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.2. lingkup atau objek yang akan diatur. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Sub Unsur Penyusunan Rancangan 2. misalnya naskah akademis. w w Bukti Fisik: Fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. ga lit a s. 2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.org 15 yang ingin diwujudkan. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. dan bagian-bagian peraturan perundang-undangan. dan jangkauan serta arah pengaturan RUU/RAPERDA.1. jenis. lingkup atau objek yang akan diatur. pokok-pokok pikiran. dan tersier.2. 2.l e 2. pokok-pokok pikiran.2. sasaran yang ingin diwujudkan. Bahan hukum tersier.1.2.

Peraturan Pemerintah. dari UndangUndang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. II. Contoh bentuk peraturan perundang-undangan: peraturan perundang-undangan pada umumnya. pencabutan.org 16 Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan.www. penetapan. b.1. misalnya. w . 2.2. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. legalitas. Menganalisis bahan untuk menentukan atau memilih judul dan merumuskan pembukaan peraturan perundangundangan. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya. bentuk.1.18 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. misalnya. dan hierarki yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.2. pengesahan. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.l e ga lit a s. Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.2.2.44 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan Peraturan/ Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan peraturan perundangundangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. jenis. Peraturan/Keputusan Presiden. w w 2.1. dan III. dan perubahan. or g .2.

3.15 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I : a. w w w .org 17 2.2.2. pembebanan kepada masyarakat. Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.3. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. misalnya. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis bahan penyusunan kerangka dasar Rancangan UndangUndang/Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. ga lit a s. b. Merumuskan Kerangka Dasar Peraturan Perundangundangan Merumuskan kerangka dasar peraturan perundangundangan adalah kegiatan menyusun pokok-pokok materi yang akan dituangkan ke dalam rumusan norma di batang tubuh peraturan perundangundangan.1. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan Pemerintah. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah.3.1. Merumuskan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan /Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang. misalnya. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. pemberian sanksi pidana.2. 2.75 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menganalisis bahan untuk penyusunan kerangka dasar yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban.1 Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. or g .www. 2.2.1. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. legalitas.

2.3 Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah.4.1 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I : a. pembebanan kepada masyarakat. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.2.3.2. or g .2.l e ga lit a s. pokokpokok materi yang memuat Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.4. pemberian sanksi pidana.1. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. legalitas. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. 2.1. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Menyempurnakan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis.36 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II : Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.6 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. misalnya.3.www. w w w . misalnya. misalnya.org 18 2.1.1. 2. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Menyempurnakan Kerangka Dasar Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan kerangka dasar peraturan perundang-undangan adalah memperbaiki perumusan kerangka dasar untuk menghasilkan naskah akhir kerangka dasar.1.

org 19 b.l e Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.4. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. or g . misalnya. pemberian sanksi pidana. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul serta pembukaan Rancangan UndangUndang.4.26 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral. ga lit a s. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.2.2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya.2. Rancangan Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Laporan pokok-pokok materi yang dimuat dalam kerangka dasar Rancangan UndangUndang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.45 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Merumuskan kerangka dasar yang berisi pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah. Menyempurnakan pokok-pokok materi yang akan diambil esensinya untuk dijadikan judul dan pembukaan Rancangan Undang-Undang. legalitas. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah.www. pembebanan kepada masyarakat. w w 2. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat.1. w .1. 2.3. pokok-pokok materi yang dimuat dalam Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.

2. dan bab. or g . hierarki.2. Merumuskan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah menuangkan pokok-pokok materi ke dalam bagian-bagian dari kerangka dasar peraturan perundangundangan dalam bentuk pasal-pasal yang berisi norma. Tingkat Kesulitan dimaksud adalah kompleksitas yang berkaitan dengan materi muatan. 2. b. Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat prosedural atau teknis ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.1.l e ga lit a s. penilaiannya didasarkan pada tingkat kesulitan. Rancangan Peraturan Pemerintah. Bukti Fisik: Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. bentuk. dan III.2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. w w w . Bukti Fisik: Rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan Judul serta Pembukaan Rancangan Undang-Undang. jenis. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Rancangan Peraturan Pemerintah. Uraian butir 2.2.2.2. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. bagian.2 ini berlaku secara mutatis mutandis untuk kegiatan merumuskan Rancangan Peraturan Tata Tertib DPR dan DPRD.2. dan bab. 2.7 Perancang Muda) Menuangkan pokok-pokok materi yang bersifat lintas sektoral dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. Rancangan Peraturan/ Keputusan Presiden atau yang sederajat. legalitas. Membuat judul yang mencerminkan isi dari pokokpokok materi dan merumuskan pembukaan Rancangan Undang-Undang. dan sifat peraturan perundang-undangan yang dibagi dalam tingkat kesulitan I.org 20 2. bagian.2 Perancang Pertama) a. Untuk merumuskan rancangan peraturan perundang-undangan. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. II.www.2. bagian-bagian.

2.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat ekstern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.1.2.org 21 2. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Intern Tim/Panitia 2.5 Perancang Madya) Menuangkan pokok-pokok materi yang berisi hak dan kewajiban.2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia). Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0.3.2.1. pembebanan kepada masyarakat. w w w . legalitas.3.2.3.2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 1.www. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat intern Tim/Panitia).2.3.2. Menyajikan Rancangan (Angka Kredit 0. or g .135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan. dan pemberian sanksi pidana ke dalam pasal-pasal yang berisi norma di dalam kerangka dasar Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1.3.1.2.3. Bukti Fisik: Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. 2. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0. 2. 2. bagian.1.2.09 Perancang Muda) Menyajikan rancangan dimaksud adalah memaparkan secara singkat materi dan sistematika rancangan peraturan perundangundangan dalam rapat intern tim/panitia yang dibentuk oleh departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen pemrakarsa atau yang sederajat.l e ga lit a s. Membahas Rancangan Peraturan Perundangundangan di Tingkat Ekstern Tim/Panitia 2. dan bab. yang dapat dikelompokkan ke dalam paragraf.3.2. Membahas Rancangan Peraturan Perundang-undangan 2.

Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi konsep penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan).www.2. dan data yang diperoleh).1. Pasal 1 angka 1 RUU tentang Perubahan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak berdasarkan hasil rapat diubah menjadi: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”. hasil identifikasi materi.1 Perancang Muda) Mengidentifikasi dan mengumpulkan data tambahan dimaksud adalah menentukan materi yang telah diubah atau disempurnakan berdasarkan hasil rapat dan berdasarkan data yang diperoleh baik dari bahan kepustakaan maupun peraturan perundang-undangan yang terkait. Memberikan Tanggapan atas Rancangan yang Disajikan (Angka Kredit 0.18 Perancang Madya) Merumuskan dan menyusun konsep penyempurnaan dimaksud adalah merumuskan kembali sesuai dengan konsep hasil pembahasan Panitia Antardepartemen.3. or g . Merumuskan dan Menyusun Konsep Penyempurnaan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap kali (fotokopi notulen rapat.org 22 Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia).135 Perancang Madya) Memberikan tanggapan atas rancangan peraturan perundang-undangan yang telah disajikan dimaksud adalah memberikan tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang disajikan untuk penyempurnaan.4. 2. Contoh: Penyusunan RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Pasal 1 angka 1 UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: “Anak adalah orang yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah”.2.2.4.4.2. Mengidentifikasi dan Mengumpulkan Data Tambahan (Angka Kredit 0.2. legalitas. Menyempurnakan Rancangan Peraturan Perundangundangan 2. Bukti Fisik: Setiap kali (rancangan peraturan perundang-undangan yang telah dibahas dan daftar hadir rapat ekstern Tim/Panitia).l e ga lit a s. w w w . 2.2.2. 2.

org 23 2.3. Menyusun Keterangan Pemerintah 2.l e ga lit a s. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.3.2. Sub Unsur Pembahasan RUU 2. legalitas.3. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Setiap kali (hasil pembahasan rapat pleno).3. Bukti Fisik: Konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU.5. Menyusun Konsep Jawaban Pemerintah Terhadap Pemandangan Umum Fraksi 2. 2. 2.www.1.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji materi konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi yang dimuat dalam RUU. 2. Bukti Fisik: Konsep hasil kajian Keterangan Pemerintah tentang RUU.1. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.1.18 Perancang Utama) Membahas kembali rancangan dalam rangka harmonisasi dimaksud adalah membahas kembali dalam rapat pleno hasil penyempurnaan rancangan peraturan perundang-undangan dengan cara pencocokan silang (cross check) atau mencari keselarasan materi atau antar materi.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Keterangan Pemerintah mengenai latar belakang dibentuknya RUU dan pokok-pokok materi RUU yang diuraikan secara narasi. Membahas Kembali Rancangan dalam rangka Harmonisasi (Angka Kredit 0. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Keterangan Pemerintah tentang RUU.2.3.44 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah mempersiapkan konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.3. or g .1.2.2.1.3. w .3.1.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Keterangan Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Keterangan Pemerintah. 2.

Menyusun Konsep DIM (Angka Kredit 0. or g . Menelaah Konsep DIM (Angka Kredit 0.2.1. legalitas.3.l e ga lit a s. catatan.3.45 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep DIM dari RUU yang berisi telaahan terhadap pertanyaan.4 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyiapkan konsep DIM berdasarkan RUU yang berisi pertanyaan. atau permasalahan mengenai materi RUU berdasarkan format yang telah baku dan diajukan kepada pengusul RUU. 2.3.3.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep DIM adalah memperbaiki hasil telaahan untuk menyempurnakan konsep DIM.2. catatan. disusun secara sistematis berdasarkan permasalahan dan pasal per pasal sesuai dengan sistematika RUU.2. Bukti Fisik: Jawaban Pemerintah. w .3. 2.3.www. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki perumusan konsep Jawaban Pemerintah tentang RUU untuk menghasilkan naskah akhir Jawaban Pemerintah.3. Menyempurnakan Konsep DIM (Angka Kredit 0. catatan. 2.3. Bukti Fisik: Konsep Jawaban Pemerintah. 2. atau permasalahan mengenai materi RUU yang dimuat dalam DIM tersebut. Bukti Fisik: Konsep telaahan DIM 2. atau permasalahan yang diidentifikasi oleh fraksi-fraksi DPR atau Pemerintah yang lazimnya berbentuk tabel.39 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban Pemerintah yang berisi jawaban terhadap pendapat fraksi-fraksi yang berkaitan dengan materi RUU.org 24 2. Menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Daftar Inventarisasi Masalah dimaksud adalah daftar yang memuat pertanyaan.3.3 Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.2.3.3. w w Bukti Fisik: Konsep DIM.

atau permasalahan yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah yang dimuat dalam DIM tersebut.3.org 25 2. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM 2. 2) keterangan pemerintah.4. 4) jawaban atas DIM. catatan. atau permasalahan yang dimuat dalam jawaban DIM tersebut.4. 2. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.4.4 Perancang Muda) Menyusun konsep jawaban DIM dimaksud adalah menyiapkan konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan.l e 2.4.36 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep Jawaban DIM dimaksud adalah memperbaiki hasil telaahan Jawaban DIM untuk menyempurnakan konsep DIM. Bahan hukum tersier.3.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang datang dari pemerintah yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa: 1) RUU. Menyempurnakan Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0.3.3. Menyiapkan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Menyiapkan jawaban atas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dimaksud adalah menyusun konsep jawaban DIM yang diajukan oleh fraksi-fraksi DPR/Pemerintah mengenai materi RUU.2. 3) jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi. 2. Mengikuti Sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/DPD 2.5.3. w .3. misalnya naskah akademis.a RUU yang datangnya dari Pemerintah. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0. Menyusun Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep Jawaban DIM (Angka Kredit 0. Bahan hukum primer.1. dan 5) bahan hukum primer. ga lit a s.1. Bahan hukum sekunder.www. sekunder.5. catatan.45 Perancang Madya) Menelaah konsep jawaban DIM dimaksud adalah mengkaji konsep Jawaban DIM terhadap pertanyaan. w w Bukti Fisik: Jawaban DIM. Bukti Fisik: Konsep Jawaban DIM. legalitas. dan tersier. or g .3.

atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. dan 6) hasil kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). sekunder.l e Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). Mengikuti Pembahasan Pembahasan dimaksud adalah salah satu proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/ DPD.b RUU yang datangnya dari DPR/DPD. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. b. Kegiatan tersebut antara lain berupa: a. 2.5.www.2. .3. kecuali Peraturan Tata Tertib DPRD yang bersangkutan menentukan lain. mempersiapkan rumusan. 4) jawaban atas DIM Pemerintah. mempersiapkan jawaban. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Bahan hukum tersier. Bahan hukum primer.18 Perancang Madya) Pembahasan di tingkat Panja dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup).06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan RUU yang dibahas pada setiap tingkat pembahasan/pembicaraan dalam rapat kerja berupa : 1) RUU. 5) bahan hukum primer.5.3. ga lit a s. dan tersier. legalitas.5.org 26 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Tingkat PANSUS (Angka Kredit 0. c.5.2. 2. ayat. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya.2. misalnya naskah akademis. memberikan saran. w w w 2.3. Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. 2.3. 3) jawaban DPR/DPD terhadap pemandangan umum dari Pemerintah.1.1. Menyiapkan Bahan Yang Akan Dibahas (Angka Kredit 0.2. or g .24 Perancang Utama) Pembahasan di tingkat Pansus dimaksud adalah proses pembicaraan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. 2) keterangan DPR/DPD (fraksi/komisi/ Baleg). Tingkat PANJA (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder.

5.3. Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum. mempersiapkan rumusan.l e Kegiatan tersebut antara lain berupa: mempersiapkan rumusan yang sifatnya redaksional dan mempersiapkan penjelasan umum.2. batang tubuh dan penjelasan atau antar pasal.5.09 Perancang Muda) Membuat laporan hasil sidang dimaksud adalah menyusun hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Tingkat Timus/Timcil (Angka Kredit 0. Merumuskan Hasil Sidang Pembahasan Peraturan Perundang-undangan Merumuskan hasil sidang pembahasan peraturan perundangundangan dimaksud adalah penyusunan risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timus/Timcil dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan pasal-pasal atau ayat RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan/jawaban/saran). memberikan saran.www.3.3. .12 Perancang Muda) Pembahasan di tingkat Timsin dimaksud adalah proses pembicaraan atau perumusan dalam rangka sinkronisasi konsideran menimbang. 2. b. 2.5. ga lit a s.3. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir/penjelasan umum).3. Tingkat Tim Sinkronisasi (Angka Kredit 0. Membuat Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.6. 2.4. legalitas. mempersiapkan jawaban.org 27 Kegiatan tersebut antara lain berupa: a. Bukti Fisik: Setiap Kali (hasil rumusan akhir).3.2. Bukti Fisik: Laporan hasil sidang pada pembicaraan tingkat I. c. ayat atau bagian RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I (bersifat tertutup). or g . w w w 2.

1. w w w . Bukti Fisik: Risalah pembahasan RUU. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.2. 2.26 Perancang Muda) Menyiapkan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah menyusun konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus. 2.3.2.09 Perancang Utama) Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki konsep risalah hasil pembahasan (hasil telaahan) RUU untuk mendapatkan naskah akhir risalah. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan (hasil telaahan) RUU.13 Perancang Madya) Menelaah konsep dimaksud adalah mengkaji konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I.6. Menyiapkan Konsep (Angka Kredit 0.l e ga lit a s.3. 2. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.1. 2. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0. legalitas.3. Bukti Fisik: Konsep sambutan singkat Menteri.7.www.6.org 28 2. 2.3.6.09 Perancang Muda) Menyusun konsep dimaksud adalah menyusun konsep awal risalah hasil pembahasan RUU antara Pemerintah dan DPR/DPD pada pembicaraan tingkat I. Menyiapkan Sambutan Singkat Menteri (atas nama pemerintah ) dalam Sidang PANSUS Menyiapkan sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan singkat Menteri mengenai proses dan hasil pembahasan RUU yang disampaikan dalam sidang Pansus.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan singkat Menteri yang disampaikan dalam sidang Pansus.7. Bukti Fisik: Konsep risalah pembahasan RUU.7. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.3.3.3. or g .

1.3. maupun tersier. 2. Bahan hukum tersier.26 Perancang Muda) Menyusun konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mempersiapkan konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.3.l e 2. Bahan hukum primer.undangan 2.3. ga lit a s. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. Menyusun Konsep (Angka Kredit 0.7.3.8. Menyiapkan Sambutan Menteri (atas nama Pemerintah) dalam Sidang Paripurna Menyiapkan sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah menyusun sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.www.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang berkaitan dengan rancangan peraturan perundang-undangan yang dibuat. Bahan hukum sekunder. or g .3.8. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0. Sub Unsur Pemberian Tanggapan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang. 2.8.2. sekunder. Menyempurnakan Konsep (Angka Kredit 0.8. baik berupa bahan hukum primer.4. misalnya naskah akademis. w w Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri w .135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan singkat Menteri dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan singkat Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan singkat Menteri. 2.3. Bukti Fisik: Konsep sambutan Menteri. Bukti Fisik: Naskah sambutan Menteri. Bukti Fisik: Naskah sambutan singkat Menteri.3.1.4. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. 2.org 29 2.135 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah memperbaiki konsep sambutan Menteri (hasil telaahan) untuk mendapatkan naskah akhir sambutan Menteri. legalitas. Menelaah Konsep (Angka Kredit 0.27 Perancang Madya) Menelaah konsep sambutan Menteri dalam sidang Paripurna dimaksud adalah mengkaji konsep sambutan Menteri mengenai persetujuan terhadap RUU yang disampaikan dalam sidang Paripurna.

d. menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. harmonisasi rancangan dengan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan materi muatan rancangan tersebut. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. landasan formal dan materiil konstitusional. w w w .Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. 2. Peraturan Pemerintah. kewenangan pembentuk rancangan tersebut.l e ga lit a s. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.4.4.13 Perancang Pertama) Tingkat Kesulitan I: a. menyusun konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. misalnya. teknik penyusunan peraturan perundang-undangan. or g .2. b.4 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan II: menyusun konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah.2. c. dan Undang-Undang. materi muatan yang dimuat di dalam rancangan tersebut. Menyusun Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah tanggapan terhadap: a.2. Bukti Fisik: Konsep tanggapan rancangan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri.www. legalitas. konsepsi yang dimuat di dalam rancangan tersebut. 2. e. f.4. Peraturan/ Keputusan Presiden.2.org 30 Bukti Fisik: Satu paket fotokopi bagian bahan-bahan hukum atau pasal. b.1. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. 2. misalnya. misalnya. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.

legalitas. Bukti Fisik: Konsep tanggapan Rancangan Undang-Undang. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0.4. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Menelaah Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundangundangan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan.1. Peraturan Pemerintah. Peraturan/ Keputusan Presiden.4.l e ga lit a s. 2.5 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan III: Menyusun tanggapan rancangan peraturan perundangundangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. misalnya. w . menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural.4. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.18 Perancang Muda) Tingkat Kesulitan I: a.4. dan Rancangan Peraturan Daerah. misalnya. or g .3. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0. b.2. 2. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Peraturan Pemerintah. dan Rancangan Peraturan Daerah. misalnya.www. pembebanan kepada masyarakat. menelaah konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan.org 31 2. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0.3. 2. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.3. pemberian sanksi pidana. misalnya. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang.2. Rancangan Undang-Undang.3. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat.39 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral. w w Bukti Fisik: Konsep telaahan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri dan judul dan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri.

pemberian sanksi pidana. pembebanan kepada masyarakat. Bukti Fisik: Konsep telaahan Rancangan Undang-Undang.l e ga lit a s. misalnya. menyempurnakan konsep tanggapan terhadap judul dan rumusan pembukaan rancangan peraturan perundang-undangan. Rancangan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. misalnya. or g .4.4. w w Bukti Fisik: Naskah tanggapan Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/ Keputusan Menteri.13 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan I: a. Rancangan Undang-Undang.1. 2. 2.org 32 2.21 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan II: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.3. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Peraturan Pemerintah. misalnya. Tingkat Kesulitan I (Angka Kredit 0.www. b.4. Tingkat Kesulitan II (Angka Kredit 0. 2. dan Rancangan Peraturan Daerah.2. judul dan pembukaan peraturan perundang-undangan di atas Peraturan/Keputusan Menteri. w . menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.4.4. Peraturan Pemerintah dan Peraturan/Keputusan Presiden atau yang sederajat. Peraturan/Keputusan Menteri dan peraturan perundang-undangan di bawah Peraturan/Keputusan Menteri.3. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Peraturan Pemerintah.45 Perancang Madya) Tingkat Kesulitan III: Menelaah konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. dan Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Peraturan/Keputusan Presiden.4. dan Rancangan Peraturan Daerah. misalnya.4. legalitas.

Gubernur BI. Contoh.3. Pimpinan Lembaga Negara. 3. Instrumen hukum yang bukan peraturan perundangundangan termasuk di dalamnya aturan kebijakan yang berisi ketentuan yang mengikat keluar. Bukti Fisik: Naskah tanggapan Rancangan Undang-Undang. Instruksi dimaksud adalah suatu bentuk keputusan yang bersifat hierarkhis. Kejaksaan Agung. dan lain-lain. Yang dimaksud dengan aturan kebijakan adalah keputusan yang dibuat oleh pejabat/instansi pemerintah berdasarkan kewenangan diskresi yang tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan. Instruksi mengenai kebijakan konkret tertentu yang bersifat khusus (misalnya. or g . Rancangan Undang-Undang. w w w . pemberian sanksi pidana. 3.l e ga lit a s. b. dan Rancangan Peraturan Daerah. Lembaga Negara Non Pemerintah. namun aturan kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance). Rancangan dan Rancangan Peraturan Daerah. pembebanan kepada masyarakat. Panglima TNI. UNSUR PENYUSUNAN INSTRUMEN HUKUM (DILAKSANAKAN OLEH PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JENJANG TERTENTU) Instrumen hukum dimaksud adalah alat untuk menegakkan hukum yang terdiri atas jenis peraturan perundang-undangan dan jenis bukan peraturan perundang-undangan. legalitas.www. penugasan atau perintah untuk mewakili pimpinan atau penugasan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu) tidak dapat dimasukkan sebagai aturan kebijakan.4.4. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.1. Sub Unsur Penyusunan Instruksi Presiden. yaitu: a. berlaku bagi jajaran administrasi negara di bawah pembuat instruksi. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang. instruksi ada yang dapat digolongkan sebagai aturan kebijakan dan ada yang bukan. yang isinya sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi pejabat/instansi pemerintah.27 Perancang Utama) Tingkat Kesulitan III: Menyempurnakan konsep tanggapan rancangan peraturan perundang-undangan yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepmendagri Nomor 133 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Agraria Provinsi dan Kantor Agraria kabupaten/kotamadya merupakan jenis instruksi yang memuat atau berbentuk aturan kebijakan karena instruksi tersebut mengandung ketentuan yang bersifat umum. Tingkat Kesulitan III (Angka Kredit 0. surat edaran.org 33 2. instruksi. misalnya. Kepolisian Republik Indonesia. Dari isinya. Instruksi Pimpinan Departemen/LPND. c. Instruksi akan menjadi aturan kebijakan kalau disertai dengan ketentuan yang bersifat umum.

Menyempurnakan Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. 3. Menyusun Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep telaahan instruksi.26 Perancang Muda) Menelaah konsep instruksi dimaksud adalah mengkaji dan menganalisis konsep instruksi yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama. 3.1. or g .15 Perancang Pertama) Menyusun konsep instruksi dimaksud adalah menyiapkan konsep awal instruksi dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat-syarat aturan kebijakan.3. dan Keputusan Menteri Kehutanan tentang pemberian hak pengusahaan hutan. 3. Termasuk dalam kategori surat edaran adalah surat pemberian izin untuk dapat melaksanakan kegiatan tertentu. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian izin praktek notaris.2.1. 3. Menelaah Konsep Instruksi (Angka Kredit 0. s. Menelaah Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. legalitas.15 Perancang Pertama) Menyusun konsep surat edaran dimaksud adalah menyiapkan konsep awal surat edaran dan menyusunnya sesuai dengan perintah yang diberikan serta sesuai dengan syarat aturan kebijakan. 3.www.org 34 3.2.1. Menyusun Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Konsep instruksi.1. Bukti Fisik: Konsep telaahan surat edaran.l e ga lit a Bukti Fisik: Naskah instruksi.2. misalnya.2.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep instruksi dimaksud adalah memperbaiki konsep instruksi yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah instruksi. w w w . Sub Unsur Penyusunan Surat Edaran Surat edaran dimaksud adalah surat yang ditujukan kepada berbagai pihak/pejabat yang terkait yang isinya digolongkan sebagai aturan kebijakan yang memuat petunjuk dan/ atau penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan suatu kebijakan yang menjadi tanggung jawab pihak/pejabat yang bersangkutan. Bukti Fisik: Konsep surat edaran.1.2.26 Perancang Muda) Menelaah konsep surat edaran dimaksud adalah mengkaji surat edaran yang telah disiapkan oleh Perancang Pertama.

1. Langkah-langkah membuat perjanjian internasional. Bentuk perjanjian internasional. perumusan naskah. c. Bukti Fisik: Naskah surat edaran.3. saran. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Melakukan Persiapan Penyusunan Naskah Perjanjian Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah perjanjian internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Menyempurnakan Konsep Surat Edaran (Angka Kredit 0. saran.2. 3. atau subjek hukum inernasional lainnya. konvensi internasional. persetujuan (agreement).3.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang penyusunan perjanjian internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. treaty. organisasi internasional. nota kesepahaman (memorandum of understanding).1. legalitas. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. or g . penerimaan.org 35 3. menganalisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.3. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. d. penjajagan. antara lain. 3. perundingan. peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan posisi Indonesia. 3.1.3.3. w w w . Langkah-langkah tersebut dimulai dengan menyusun latar belakang permasalahan. b. letter of intents.2.1.27 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep surat edaran dimaksud adalah memperbaiki konsep surat edaran yang telah ditelaah yang dituangkan dalam bentuk naskah surat edaran. Menelaah Usul dari Unit Teknis tentang Penyusunan Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0.www. dan e.l e ga lit a s. posisi Indonesia. penandatanganan. 3. meliputi: a. serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. Sub Unsur Penyusunan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional dimaksud adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara.

Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.3. Menyusun Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. w w w 3.3. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0.3. Bukti Fisik: Naskah dasar perjanjian internasional. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. ayat.www.l e Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi perjanjian.1.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar perjanjian internasional ke dalam suatu naskah perjanjian. ga lit a s. 3.2. .1.2. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. 3. maupun tersier. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer.1.org 36 3.1.2.3. or g . Menyusun Naskah Perjanjian Internasional Menyusun Naskah Perjanjian dimaksud adalah merumuskan rancangan perjanjian internasional. legalitas. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. atau pasal. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. Bahan hukum tersier.2. misalnya naskah akademis. sekunder. posisi Indonesia.

8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.3.org 37 3. Menyempurnakan Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. Menelaah Naskah Dasar Perjanjian Internasional (Angka Kredit 0. 3. 3. legalitas.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani.3.2. Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (hasil telaahan). 3. Memberikan Tanggapan terhadap Counter Draft Perjanjian Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan perjanjian internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat perjanjian dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan (hasil telaahan).3.3.3.l e ga lit a s.1.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar perjanjian dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian (hasil telaahan) yang akan ditandatangani. 3.3.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format perjanjian internasional serta obyek yang diperjanjikan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat perjanjian tersebut.2.2. w . w w Bukti Fisik: Konsep tanggapan. or g . Bukti Fisik : Naskah dasar perjanjian internasional (naskah akhir).www.3.3.

3.3. 3. Sub Unsur Penyusunan Persetujuan Internasional Persetujuan Internasional dimaksud adalah salah satu bentuk perjanjian internasional.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan perjanjian yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.org 38 3. legalitas. 3. 3. Bukti Fisik: Naskah tanggapan. baik dari sudut substantif maupun redaksional untuk mendapatkan naskah akhir tanggapan. Bukti Fisik: Naskah akhir perjanjian internasional. Membahas Naskah Perjanjian Internasional Membahas naskah perjanjian dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan perjanjian dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak yang akan dituangkan ke dalam satu naskah perjanjian akhir (final) setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.3.3.4. 3. Melakukan Persiapan dalam rangka penyusunan Naskah Persetujuan Internasional Melakukan persiapan penyusunan naskah persetujuan internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. w w Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat). Menyusun Naskah Akhir Perjanjian Internasional (Angka Kredit 1.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir perjanjian dimaksud adalah menyiapkan naskah perjanjian berdasarkan hasil pembahasan.3.4. w .4. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.4. Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir).3.1. or g .4.l e ga lit a s. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.3.2.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat perjanjian dalam rangka penyusunan naskah perjanjian.1.4.3. 3.www.3.

www. atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. ayat.1. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2. atau pasal.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah baik data lapangan maupun data kepustakaan. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan.1. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.2. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.1. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. posisi Indonesia. Data kepustakaan yang berkaitan dengan isi persetujuan. posisi Indonesia. Bahan hukum tersier. legalitas.4. maupun tersier. Bahan hukum sekunder. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari unit teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang persetujuan internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.2. w w w 3.org 39 3. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. misalnya naskah akademis.1. 3. .1. saran. sekunder. 3. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.l e Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. Menelaah Usul dari Unit Teknis (Angka Kredit 0.4.4. peraturan perundang-undangan yang berlaku.2.1. Data kepustakaan baik berupa bahan hukum primer. Bahan hukum primer.4. ga lit a s. or g .

2.2. Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar persetujuan dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar perjanjian yang akan ditandatangani.3. Bukti Fisik: Naskah dasar telaahan). Menelaah Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. w w w Bukti Fisik: Naskah dasar persetujuan internasional (naskah akhir). Menyempurnakan Naskah Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.2.www. or g . Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.1.org 40 3. 3.4. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Persetujuan Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan persetujuan internasional yang dipersiapkan oleh pihak/para pihak (negara/lembaga internasional) yang membuat persetujuan dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen) yang merupakan rancangan (draft) sandingan. 3.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.4.1.l e ga 3.3.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar persetujuan internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar persetujuan internasional ke dalam suatu naskah persetujuan. . Menyusun Naskah Dasar Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0. legalitas. Menyusun Naskah Persetujuan Internasional Menyusun Naskah Persetujuan dimaksud adalah merumuskan rancangan persetujuan internasional. lit a s.3.2. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.4.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar persetujuan dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar persetujuan yang akan ditandatangani.4. 3. persetujuan internasional (hasil 3.2.4.4.

4.4. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0.4. or g .3.4.4. Bukti Fisik: Naskah tanggapan.4. 3. 3.www. Membahas Naskah Persetujuan Membahas naskah persetujuan dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan persetujuan dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap substansi/isi persetujuan yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) persetujuan setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.org 41 3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. legalitas.4.3. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.9. w .2. baik dari sudut substantif maupun redaksional.2.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format persetujuan internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat persetujuan tersebut. Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.4.l e ga lit a s. w w Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan (setiap kali hadir). Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan persetujuan yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. 3. Bukti Fisik : Konsep tanggapan counter draft.1. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. 3.3.18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat persetujuan dalam rangka penyusunan naskah persetujuan.

Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan.5. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. peraturan perundang-undangan yang berlaku.6 Perancang Madya) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak internasional dikaitkan dengan syarat konstitusional. saran. maupun tersier. sekunder. dan materi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau unit pengusul. Pemerintah Republik Indonesia dengan lembaga internasional) yang bersifat keperdataan. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.1.l e ga lit a s.135 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah akhir persetujuan dimaksud adalah menyiapkan naskah persetujuan berdasarkan hasil pembahasan. 3. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.org 42 3.1. Sub Unsur Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Kontrak internasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah asing.1.2.09 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak baik data lapangan maupun data kepustakaan. or g .3. w w w . 3.www.1.1. Data keputustakaan adalah berupa bahan hukum primer. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia.1.5.5. Bukti Fisik: Naskah persetujuan internasional. posisi Indonesia.2. legalitas.4. 3. 3. 3.4. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Internasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak internasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan penyusunan Rancangan Kontrak Internasional sesudah dilakukan penjajagan dengan para pihak.5.5. Menyempurnakan Naskah Akhir Persetujuan Internasional (Angka Kredit 0.

3.2.1. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak internasional. 3.2. lit a s.2. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.1.l e ga Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak internasional. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.5. Menyusun Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.5.5.44 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia. memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2.5. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya. posisi Indonesia. 3.2. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Bahan hukum sekunder.9 Perancang Muda) Menyusun naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak internasional ke dalam suatu naskah. legalitas. misalnya naskah akademis. w . w w 3.www.9 Perancang Madya) Menelaah naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0. or g . Bahan hukum tersier.org 43 Bahan hukum primer. Menyusun Naskah Kontrak Internasional Menyusun Naskah kontrak internasional dimaksud adalah merumuskan rancangan kontrak internasional.2.

Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. baik dari sudut substantif maupun redaksional.5.3. Bukti Fisik: Naskah tanggapan counter draft. legalitas. pasal-pasal yang berisi materi kontrak yang termasuk didalamnya pengecualian dan pilihan hukum apabila terjadi sengketa.5. or g . Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. pertimbangan.l e ga lit a s.75 Perancang Madya) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak internasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/LPND yang membuat kontrak tersebut.org 44 3. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.2. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.3.3. w w 3. 3. Yang dimaksud dengan format adalah sistematika dari suatu kontrak yang berisi antara lain pendahuluan. 3.5.3. w .1.www. 3. Bukti Fisik : Naskah kontrak internasional. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Kontrak Internasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak internasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak (negara asing/lembaga internasional) yang membuat kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia (cq departemen/LPND) yang merupakan rancangan sandingan.3.5.45 Perancang Madya) Menyempurnakan naskah dasar kontrak internasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani.2. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Internasional (Angka Kredit 0.3.45 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan.8 Perancang Muda) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.5.

legalitas.9 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.1.2. s.org 45 3.www.6.5. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional Melakukan persiapan penyusunan rancangan kontrak nasional dimaksud adalah melakukan kegiatan persiapan sesudah dilakukan penjajagan antara: a. Sub Unsur Penyusunan Kontrak Nasional Kontrak nasional dimaksud adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih (instansi Pemerintah di pusat dengan instansi Pemerintah di pusat lain. 3.).18 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak. Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.35 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak internasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak internasional berdasarkan hasil pembahasan. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. atau instansi Pemerintah di pusat dengan lembaga swasta) yang bersifat keperdataan.4. instansi Pemerintah pusat dengan swasta (LSM. satu instansi dengan instansi lain di lingkungan Pemerintah pusat.6.4.4. b. badan hukum privat. 3.5. w . atau c.5.1. 3.l e ga lit a Bukti Fisik: Laporan hasil pembahasan (notula rapat).5. instansi Pemerintah pusat dengan daerah. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. w w 3. 3. or g . dsb. Bukti Fisik: Naskah kontrak internasional. Membahas Rancangan Kontrak Internasional Membahas rancangan kontrak internasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan terhadap materi/isi kontrak yang dibuat oleh kedua pihak dan dituangkan ke dalam satu naskah akhir (final) kontrak setelah melalui tanggap-menanggap khususnya melalui counter draft.3.4. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Internasional (Angka Kredit 1.

memberikan saran dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan.2. Bahan hukum primer.1. Melakukan Analisis Data dan Menyusun Laporan Hasil Studi Kelayakan (Angka Kredit 0.1. Bahan hukum sekunder.2. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. legalitas. 3.06 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan isi kontrak. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan. ayat atau bagian peraturan perundang-undangan yang terkait langsung.l e ga lit a s. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. misalnya peraturan perundang-undangan dan rancangannya.4 Perancang Muda) Menganalisis data dan menyusun laporan hasil studi kelayakan dimaksud adalah menentukan latar belakang permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. w w 3.1.6. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer.org 46 3. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum atau pasal. Menelaah Usul dari Unit Teknis Tentang Penyusunan Rancangan Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. peraturan perundang-undangan yang berlaku.6. misalnya naskah akademis. maupun tersier. dan materi yang akan dimuat dalam kontrak tersebut. Melakukan Studi Kelayakan Studi kelayakan dimaksud adalah kegiatan awal untuk menyusun latar belakang permasalahan.6. Bahan hukum tersier. 3.1.36 Perancang Muda) Menelaah usul dari Unit Teknis dimaksud adalah mengkaji usul dari unit teknis tentang kontrak nasional dikaitkan dengan syarat konstitusional.2. sekunder.www. w . baik data lapangan maupun data kepustakaan.2. or g .1.6. analisis permasalahan yang ditinjau dari aspek sosiologis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional.1.

Menyusun Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0. 3. Menelaah Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.www. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan kontrak nasional. Menyempurnakan Naskah Dasar Kontrak Nasional (Angka Kredit 0.6.3.org 47 3.6.2.2. Menyusun Naskah Kontrak Nasional Menyusun naskah kontrak nasional merumuskan rancangan kontrak nasional.3. Bukti Fisik : Konsep hasil telaahan tanggapan counter draft.6. Menyiapkan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0. w w w .6.50 Perancang Muda) Menelaah naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah mengkaji rancangan naskah dasar kontrak nasional. 3.18 Perancang Muda) Menyempurnakan naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah memperbaiki rancangan naskah dasar kontrak yang akan ditandatangani. Bukti Fisik: Konsep tanggapan counter draft.2. 3. Bukti Fisik: Naskah dasar kontrak nasional.6.40 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan format kontrak nasional serta obyek yang disetujui sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membuat kontrak tersebut.35 Perancang Pertama) Menyusun naskah dasar kontrak nasional dimaksud adalah merumuskan rancangan dasar kontrak nasional ke dalam suatu naskah.1. 3.6.3.2. dimaksud adalah 3.2. Memberikan Tanggapan Terhadap Counter Draft Naskah Kontrak Nasional Counter Draft dimaksud adalah rancangan kontrak nasional yang disiapkan oleh pihak/para pihak yang membuat kontrak dengan departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang merupakan rancangan sandingan. legalitas. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.30 Perancang Pertama) Menyiapkan konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap counter draft tersebut.l e ga Bukti Fisik : Naskah kontrak nasional. lit a s.6. or g .2.3. 3.1.

or g Bukti Fisik : Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir.3.l e 3. w w Bukti Fisik : Laporan hasil pembahasan (notula rapat).4. 3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0.6. Membahas Naskah Kontrak Nasional Membahas Naskah Kontrak Nasional dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak yang mengadakan kontrak dalam rangka mencari persamaan atau kesepakatan.6. Menyusun Naskah Akhir Kontrak Nasional (Angka Kredit 1.6. Termasuk sebagai gugatan adalah “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi dan “permohonan” pengujian peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang yang diajukan kepada Mahkamah Agung sesuai dengan kompetensinya.7. 3. . Termasuk pula sengketa yang diselesaikan melalui arbitrase dan lembaga Alternative Dispute Resolution (ADR). 3.1.2.05 Perancang Madya) Menyusun naskah akhir kontrak nasional dimaksud adalah menyiapkan naskah kontrak nasional berdasarkan hasil pembahasan.75 Perancang Madya) Membuat laporan hasil pembahasan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembahasan naskah kontrak nasional yang dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.org 48 3.135 Perancang Madya) Mengikuti pembahasan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat kontrak dalam rangka penyusunan naskah kontrak nasional. Membuat Laporan Hasil Pembahasan (Angka Kredit 0. legalitas. Mengikuti Pembahasan (Angka Kredit 0. w .4. 3.3.12 Perancang Muda) Menyempurnakan konsep tanggapan dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan. Bukti Fisik: Naskah kontrak nasional.4.6.6. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap counter draft. baik dari segi materi maupun redaksional. Sub Unsur Penyusunan Gugatan Gugatan dimaksud adalah tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara untuk mendapat putusan. ga lit a s.4.3.www.

maka Panitia atas nama instansi pemerintah tersebut dapat menggugat PT “A” ke pengadilan negeri yang wilayah kerjanya meliputi alamat PT “A” tersebut. w w w . Apabila PT “A” dalam membangun gedung melakukan ingkar janji (wanprestasi). maka para Perancang Peraturan Perundang-undangan Departemen Penerangan akan dilibatkan dalam pembuatan pembelaan terhadap produk hukum yang digugat tersebut.www. peristiwa yang dijadikan dasar gugatan dengan disertai bukti tertulis (fundamentum petendi). Dalam hal ini. 4) Permohonan Pengujian (judicial review) peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang kepada Mahkamah Agung: Jika Keputusan Menteri Penerangan yang bermuatan materi suatu perizinan penerbitan diuji oleh Mahkamah Agung atas permohonan suatu penerbitan yang dicabut izinnya oleh Menteri Penerangan.l e ga lit a s. hal-hal yang dituntut agar mendapat putusan (petitum). or g 2) Gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau (publiekrechtelijk): ketatanegaraan . legalitas. 9 Tahun 2004). nama lengkap. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan UU No. Dalam pembuatan naskah gugatan tersebut akan melibatkan para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut. “A”).org 49 Gugatan terdiri atas gugatan yang bersifat keperdataan atau perseorangan/badan hukum perdata (privaatrechtelijk) dan gugatan yang bersifat ketatausahanegaraan atau ketatanegaraan/kelembagaan (publiekrechtelijk). Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. dan c. Dalam hal ini para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD akan dilibatkan dalam pembuatan “permohonan” tersebut. yang sekurang-kurangnya berisi: a. 1 Tahun 1995 jo UU No. pekerjaan. DPD dapat mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UU No. Contoh: 1) Gugatan yang bersifat keperdataan (privaatrechtelijk): Suatu instansi pemerintah membentuk panitia pembangunan gedungnya kemudian mengadakan perjanjian (kontrak) dengan pemborong/kontraktor (PT. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan Tata Usaha Negara maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan pembelaan terhadap kebijakan Menteri tersebut. 3) Permohonan Pengujian (judicial review) Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar kepada Mahkamah Konstitusi: Misalnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak dilibatkan dalam proses pembahasan suatu RUU yang materinya berkaitan dengan otonomi daerah. dan tempat tinggal penggugat/pemohon dan tergugat. b.

Bukti Fisik: Laporan hasil analisis. Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer.org 50 3.7. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. or g . sekunder. 3. 3. ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. Bahan hukum sekunder. baik data lapangan maupun data kepustakaan.7.1. Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara dari sudut sosiologis dan yuridis: 1) kasus yang bersifat keperdataan.2. Bukti Fisik: Naskah telaahan kasus. Bukti Fisik: Laporan yang berisi satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.3. 3. Bahan hukum tersier.18 Perancang Muda) Kasus adalah sengketa hak yang bersifat keperdataan dan ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan.1 Melakukan Persiapan Dalam Rangka Menyusun Naskah Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas dalam rangka penyusunan naskah gugatan.1.l e ga lit a s.www.1. pasal. legalitas. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.7. 2) kasus yang bersifat ketatanegaraan atau ketatausahanegaraan. maupun tersier. w w w . Menelaah Kasus (Angka Kredit 0.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang ditelaah.7. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. misalnya naskah akademis.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan.1. Bahan hukum primer.

7. 3. dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0.org 51 3.www.7. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0. w w w .1. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference.2.4.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah membuat laporan hasil sidang perkara yang digugat.7. Menyempurnakan Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. legalitas.2. Bukti Fisik : Konsep kerangka gugatan. 3. 3.3. dan putusan yang diminta (petitum).7. Menelaah Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0.3. 3.l e ga lit a s.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri secara fisik dalam sidang perkara yang digugat di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan.44 Perancang Muda) Menyusun kerangka gugatan dimaksud adalah membuat kerangka gugatan yang berisi fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita).26 Perancang Muda) Menelaah kerangka gugatan dimaksud adalah mengkaji kerangka gugatan yang terdiri atas fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). 3. Bukti Fisik : Naskah hasil telaahan kerangka gugatan. Bukti Fisik : Naskah penyempurnaan kerangka gugatan.2. Menyusun Gugatan Menyusun gugatan dimaksud adalah membuat kerangka. dan putusan yang diminta (petitum).7. or g .27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka gugatan. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang. menelaah dan menyempurnakan kerangka gugatan.2.7. Menyusun Kerangka Gugatan (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Laporan tertulis proses dan hasil sidang pada setiap tingkat persidangan untuk setiap perkara.2. kedudukan para pihak (legal standing). kedudukan para pihak (legal standing).

www.l e ga lit a s. LLM. or g .H.. maka Perancang yang berada di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri dilibatkan dalam pembuatan Keterangan Pemerintah tersebut. 3. S. Mulya Lubis. Iskandar Sonhaji. Dalam rangka fasilitasi dan koordinasi perancangan Peraturan Daerah. badan hukum privat. Termasuk jawaban gugatan adalah keterangan tertulis yang disampaikan oleh pemerintah terhadap “permohonan” pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. bertindak untuk dan atas nama Para Pemohon mengajukan permohonan pengujian pasal-pasal tertentu dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tercatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Nomor 072/PUU-II/2004. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah lebih dari 4 (empat) bulan tidak memberikan jawaban atau persetujuan terhadap suatu permohonan pendaftaran Perseroan Terbatas (PT) menjadi badan hukum. LLM.8. S. Misal. Sub Unsur Penyusunan Jawaban Gugatan Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis yang dibuat oleh suatu instansi yang digugat (tergugat) oleh instansi lain. Berkaitan dengan pengujian undang-undang tersebut. Penyiapan Keterangan Pemerintah terhadap permohonan pengujian (judicial review) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi. Bambang Widjojanto.org 52 3. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam kegiataan tersebut.H.. yang berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 2 Desember 2004. legalitas. Advokat-advokat: Dr. maka Presiden dengan surat Sekretaris Kabinet Nomor B-20/Seskab/1/2005 untuk mewakili Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Dalam Negeri menyiapkan Keterangan Pemerintah atas Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.H. S.H. kalau pemohon mengajukan gugatan kepada Peradilan TUN maka Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat dilibatkan di dalam pembuatan jawaban gugatan. Dalam menyiapkan Keterangan Pemerintah ini. Contoh: 1. atau perorangan (penggugat) dalam kasus yang bersifat keperdataan atau ketatanegaraan/ketatausahanegaraan. w w w . S. Termasuk dalam pengertian Jawaban Gugatan adalah tanggapan tertulis atas “keberatan” yang diajukan oleh suatu Pemerintah Daerah kepada Departemen Dalam Negeri terhadap pembatalan suatu Perda atau Peraturan/Keputusan Kepala Daerah. maka Menteri dianggap menolak permohonan tersebut (sesuai UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas jo UndangUndang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004).. Suatu instansi pemerintah digugat oleh PT “A” secara perdata karena proyek pembayaran pembangunan gedungnya tersendat-sendat sehingga merugikan PT “A”. 2. Dalam hal ini. T. Abdul Ficar Hajar. para Perancang Peraturan Perundang-undangan di instansi tersebut dapat dilibatkan dalam pembuatan jawaban gugatan.

ayat atau bagian peraturan perundangundangan yang terkait langsung. Data lapangan adalah berupa.l e ga lit a s. Departemen Dalam Negeri digugat dalam bentuk “keberatan” oleh salah satu Pemerintah Daerah yang Peraturan Daerah/Peraturan Gubernur/Keputusan Gubernurnya dibatalkan oleh Departemen Dalam Negeri. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kehutanan akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan.org 53 4. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Konsep Jawaban Gugatan Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkah-langkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan konsep jawaban gugatan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri akan dilibatkan dalam pembuatan Jawaban Gugatan dalam bentuk “jawaban keberatan”. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. misalnya naskah akademis. B pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) karena izin HPH yang belum habis masa berlakunya sudah dicabut oleh Departemen Kehutanan. Bahan hukum tersier.8. sekunder. legalitas. 2. Departemen Kehutanan digugat oleh PT. 5.1.1.2. 3. Bahan hukum primer. 3. antara lain hasil wawancara pihak yang terkait. perkara yang bersifat ketatausahaan atau ketatausahanegaraan.8.1. w w Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. perkara yang bersifat keperdataan.8. Menelaah Kasus (Angka Kredit 0.13 Perancang Pertama) Mengumpulkan data dimaksud adalah data yang berkaitan dengan kasus yang menjadi perkara yang ditelaah. or g . Data kepustakaan adalah berupa bahan hukum primer. maupun tersier.1. baik data lapangan maupun data kepustakaan. Bahan hukum sekunder. 3. Mengumpulkan Data (Angka Kredit 0. pasal.18 Perancang Muda) Menelaah kasus dimaksud adalah mengkaji perkara yang digugat oleh penggugat baik dari sudut sosiologis maupun yuridis serta materi yang menjadi pokok perkara terhadap : 1.www. w . Bukti Fisik: Laporan telaahan kasus jawaban gugatan.

menelaah dan menyempurnakan kerangka jawaban gugatan. 3. legalitas.8. or g .26 Perancang Muda) Menelaah kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kajian terhadap konsep kerangka jawaban gugatan yang berkaitan dengan fakta dan dasar hukum (fundamentum petendi/posita). kerangka jawaban gugatan berisi alasan hukum yang berkaitan dengan kewenangan dan isi keputusan pejabat Tata Usaha Negara. Menyusun Jawaban Gugatan Menyusun jawaban gugatan dimaksud adalah membuat.8. Menganalisis Data (Angka Kredit 0.2.org 54 3. dan putusan yang diminta (petitum) yang diajukan oleh pemohon. 3.2.3.8.8.1.22 Perancang Muda) Menyusun kerangka jawaban gugatan dimaksud adalah membuat kerangka jawaban gugatan yang berisi materi tentang hak dan kewajiban yang disengketakan (perkara perdata).1.2.44 Perancang Muda) Menganalisis data dimaksud adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menopang pengkajian kasus yang ada dalam gugatan untuk membuat jawaban gugatan. w . 3.27 Perancang Madya) Menyempurnakan kerangka jawaban gugatan yang dimaksud adalah memperbaiki kerangka jawaban gugatan.www. Menyusun Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0. Sedangkan kerangka jawaban gugatan yang berupa permohonan pengujian UU terhadap UUD berisi halhal yang berkaitan dengan prosedur (formil) pembentukan UU dan materi (materil) atau isi UU. Bukti Fisik: Laporan hasil analisis data. Menelaah Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.3. Untuk perkara yang bersifat ketatausahanegaraan. Bukti Fisik : Naskah jawaban gugatan. kedudukan para pihak (legal standing).8. w w Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan kerangka jawaban gugatan.l e Bukti Fisik: Konsep kerangka jawaban gugatan. 3. Menyempurnakan Kerangka Jawaban Gugatan (Angka Kredit 0.2. ga lit a s.2.

8.1. Contoh : Akta Jual beli yang dibuat oleh para pihak yang konsepnya dibuat oleh para Perancang Peraturan Perundang-undangan. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. 3. keputusan. or g . Bahan hukum sekunder misalnya naskah akademis.045 Perancang Pertama) Mengikuti Sidang dimaksud adalah menghadiri sidang secara fisik di pengadilan negeri ataupun pengadilan tata usaha negara pada setiap tingkatan dari sejak tingkat pemeriksaan sampai dengan pengambilan putusan (vonis) atau mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi.1. 3.9.9. Bahan hukum primer.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer. legalitas.9.3. 3. pengakuan.org 55 3. peraturan perundangundangan dan rancangannya. Menyusun Laporan Hasil Sidang (Angka Kredit 0.www.2. disaksikan dan disahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang.8. Bukti Fisik : Laporan tertulis hasil sidang pada setiap tingkatan persidangan untuk setiap kali mengikuti sidang. Bahan hukum tersier misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus. Sub Unsur Penyusunan Akta Akta adalah surat tanda bukti berisi pernyataan resmi (keterangan. hak dan kewajiban.9. 3. Termasuk menghadiri sidang adalah mengikuti persidangan melalui teleconference. Mengumpulkan Bahan (Angka kredit 0.4. 3. Akta dalam konteks ini bukan akta notaris dan bukan akta di bawah tangan. Mengikuti Sidang (Angka Kredit 0. Bukti Fisik : Daftar kehadiran dan surat penugasan setiap kali mengikuti sidang.54 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. dan tersier.1. sekunder.l e ga lit a s. w w w . dsb) yang dibuat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. misalnya. Melakukan Persiapan Dalam Rangka Penyusunan Akta Melakukan persiapan dimaksud adalah membuat langkahlangkah baik bersifat administratif maupun pembagian tugas di dalam penyusunan akta.09 Perancang Pertama) Menyusun laporan hasil sidang dimaksud adalah setiap kali mengikuti sidang membuat laporan hasil jawaban gugatan.1.

Bukti Fisik: Daftar kehadiran atau surat penugasan setiap kali hadir. misalnya kamus hukum dan ensiklopedi serta thesaurus.1. Mengumpulkan Bahan (Angka Kredit 0. w w Bukti Fisik: Laporan hasil perundingan. Merekam Hasil Perundingan (Angka Kredit 0. Bahan hukum sekunder.09 Perancang Pertama) Merekam hasil perundingan dimaksud adalah membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan proses dan hasil pembicaraan pihak-pihak dalam perundingan.3. ga lit a s. 3.9. Bukti Fisik: Notulen (Notulen hasil perundingan). dan tersier.4.39 Perancang Madya) Merumuskan hasil perundingan dimaksud adalah penyusunan hasil perundingan antara para pihak dalam proses persiapan pembuatan akta. sekunder. Bahan hukum tersier.www. Merumuskan Hasil Perundingan (Angka Kredit 0.2.9. 3.9. legalitas.39 Perancang Madya) Menyusun kerangka dasar akta dimaksud adalah merumuskan rancangan kerangka dasar akta dalam bentuk naskah persiapan kerangka dasar akta. 3. 3.1. misalnya peraturan perundangundangan dan rancangannya. Menyusun Konsep Akta Menyusun konsep akta dimaksud adalah menyusun kerangka dasar akta dan berbagai macam kegiatan tindak lanjutnya untuk menghasilkan konsep akta.9.org 56 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.9. Menyusun Kerangka Dasar Akta (Angka Kredit 0.1.l e 3.5.2. or g . 3. pasal. ayat. w . Bahan hukum primer.2.2. Bukti Fisik: Naskah kerangka dasar akta. misalnya naskah akademis. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. Melakukan Perundingan (Angka Kredit 0.9.09 Perancang Muda) Melakukan perundingan dimaksud adalah mengikuti proses pembicaraan pihak-pihak yang membuat akta dalam rangka persiapan penyusunan akta.1.06 Perancang Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan hukum primer.

2.18 Perancang Madya). Menelaah konsep akta (Angka Kredit 0.9. memadukan (mengintegrasikan) konsep.2. 3. ga lit a s.3.9. Bukti Fisik: Konsep akta hasil integrasi.3.2.l e Bukti Fisik: Konsep hasil pembahasan akta. 3. Membahas konsep akta dimaksud adalah rangkaian kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kedua pihak dalam rangka pembuatan akta.org 57 Bukti Fisik: Laporan berupa satu paket fotokopi data lapangan dan kepustakaan yang berupa bagian bahan-bahan hukum.9. membahas konsep akta. atau bagian peraturan perundanganundangan yang terkait langsung. Menelaah konsep akta dimaksud adalah mengkaji konsep akta hasil pengintegrasian (pengharmonisasian) konsep yang berkaitan dengan materi dan kepentingan para pihak.09 Perancang Pertama) Mengolah bahan dimaksud adalah menganalisis bahan dalam rangka penyusunan konsep akta.75 Perancang Muda). pasal.3.2.3. b.www.2. mengolah bahan. Bukti Fisik: Naskah hasil telaahan konsep akta.2. ayat. c.4.9.9. legalitas. w w 3. Memadukan (mengintegrasikan) Konsep (Angka Kredit 0. 3.09 Perancang Muda). w . Merancang Konsep Akta Merancang konsep akta dimaksud adalah menyusun konsep awal akta yang meliputi : a. Memadukan (mengintergrasikan) konsep dimaksud adalah mengharmoniskan dan menyerasikan materi yang dimuat dalam akta dan kepentingan para pihak yang dituangkan dalam konsep. menelaah konsep akta.1. d. e menyempurnakan konsep akta. Bukti Fisik: Konsep yang berisi pengolahan terhadap bahan penyusunan konsep akta.3. or g . 3. Membahas Konsep Akta (Angka Kredit 0.3. Mengolah Bahan (Angka Kredit 0.

www. legalitas.org
58 3.9.2.3.5. Menyempurnakan konsep akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep dimaksud adalah memperbaiki naskah konsep akta hasil telaahan. Bukti Fisik: Naskah konsep akta. 3.9.3. Memberikan Tanggapan Memberikan tanggapan dimaksud adalah memberikan tanggapan terhadap naskah hasil penyempurnaan konsep akta baik yang berkaitan dengan substansinya maupun keterkaitannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.9.3.1. Menyusun Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,3 Perancang Pertama) Menyusun konsep tanggapan dimaksud adalah membuat konsep tanggapan terhadap akta hasil penyempurnaan konsep akta.

3.9.3.3. Menyempurnakan Konsep Tanggapan Akta (Angka Kredit 0,18 Perancang Madya) Menyempurnakan konsep tanggapan akta dimaksud adalah memperbaiki konsep tanggapan baik dari segi substantif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah tanggapan terhadap akta. 3.10. Sub Unsur Penyusunan Legal Opinion Legal Opinion adalah tanggapan hukum secara tertulis yang diberikan kepada suatu instansi, badan hukum privat, ataupun perorangan terhadap suatu perbuatan, peristiwa, atau kasus hukum. Permintaan untuk mendapatkan suatu legal opinion (pendapat hukum) harus disampaikan dalam bentuk tertulis kepada instansi yang dimintakan pendapat hukum tersebut. Termasuk dalam kategori legal opinion adalah fatwa dan keterangan ahli.

w

w

Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan tanggapan akta.

w

.l e

3.9.3.2. Menelaah Konsep Tanggapan (Angka Kredit 0,4 Perancang Muda) Menelaah konsep tanggapan dimaksud adalah mengkaji konsep tanggapan apakah sudah sesuai dengan keinginan para pihak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ga

lit a

s.

or g

Bukti Fisik: Konsep tanggapan akta.

www. legalitas.org
59 Contoh: Suatu instansi pemerintah diminta pendapat hukumnya oleh seorang WNI Keturunan Cina yang beragama/berkepercayaan Konghucu, dengan pertanyaan apakah Konghucu termasuk suatu agama atau bukan. Dalam hal ini Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan instansi pemerintah tersebut akan dilibatkan dalam pembuatan legal opinion tersebut. 3.10.1. Menyusun Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,30 Perancang Pertama). Menyusun konsep legal opinion dimaksud adalah membuat konsep terhadap legal opinion yang berisi : a. pendapat hukum terhadap materi (filosofis, sosiologis, dan yuridis); b. kewenangan/kelembagaan; c. status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep legal opinion. 3.10.2. Menelaah Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,39 Perancang Muda). Menelaah konsep legal opinion dimaksud adalah mengkaji konsep legal opinion dari berbagai macam aspek yang meliputi: pendapat hukum terhadap materi, kewenangan/ kelembagaan, dan status/kedudukan hukum. Bukti Fisik: Konsep hasil telaahan terhadap legal opinion. 3.10.3. Menyempurnakan Konsep Legal Opinion (Angka Kredit 0,36 Perancang Madya). Menyempurnakan konsep legal opinion dimaksud adalah memperbaiki konsep legal opinion baik dari sudut substanstif maupun redaksional. Bukti Fisik: Naskah legal opinion. 4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI (SEMUA JENJANG JABATAN) Pengembangan Profesi dimaksud adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan wawasan, atau pentransformasian/ penyampaian pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan yang dituangkan dalam bentuk karya tulis di bidang hukum. Kegiatan tersebut dapat berbentuk penelitian, pengkajian (pengujian), hukum dan evaluasi di bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk karya tulis. Demikian pula kegiatan penerjemahan atau penyaduran buku dan bahan-bahan hukum lainnya merupakan bagian dari pengembangan profesi Perancang Peraturan perundang-undangan. Penilaian Umum: Pemberian Angka Kredit didasarkan pada Pasal 12 Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M.PAN/12/2000 sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama; dan b. 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu; serta jumlah penulis pembantu dibatasi sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.

w

w

w

.l e

ga

lit a

s.

or g

www. legalitas.org
60 4.1. Sub Unsur Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum Melakukan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Hukum dimaksud adalah melakukan kegiatan di bidang karya cipta yang berbentuk karya tulis baik yang bersifat ilmiah maupun tidak ilmiah yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan, baik yang bersifat komersial maupun non komersial. 4.1.1. Hasil penelitian, pengujian, survei dan evaluasi di bidang hukum yang dipublikasikan Hasil penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum dimaksud adalah hasil kegiatan penelitian/pengkajian/pengujian/survei/evaluasi di bidang hukum baik yang bersifat penelitian lapangan (field research) atau penelitian kepustakaan (library research) yang dituangkan dalam suatu buku, makalah, artikel atau opini yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri, sepanjang dapat dibuktikan secara otentik bahwa hasil tersebut merupakan karya seorang Perancang Peraturan Perundangundangan. 4.1.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 12,50 Semua Jenjang) Penerbitan dan pengedaran kepada khalayak luas dimaksud adalah penerbitan yang dilakukan baik oleh pengarangnya sendiri atau suatu badan usaha penerbitan yang diedarkan baik bersifat komersial maupun non komersial. Khalayak luas dimaksud adalah kelompok masyarakat (misalnya: perpustakaan, sekolah/ perguruan tinggi, RT/RW, kelurahan, dsb.) yang telah menerima buku tersebut yang diterbitkan secara non komersial yang dicetak minimal 500 (lima ratus) eksemplar, dan jumlah halaman buku minimal 20 lembar dengan alat bukti tanda terima. Bukti Fisik: Karya tulis diterbitkan.

w

w

w

.l e

ga

dalam

lit a

s.
bentuk

or g

buku

yang

sudah

4.1.1.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 6 Semua Jenjang) Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI dimaksud adalah majalah yang diterbitkan dan dipublikasikan tersebut terdaftar sesuai dengan penomoran yang ada di LIPI. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.

Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan.l e ga lit a s. 4. 4. Tidak dipublikasikan dimaksud adalah hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri (lingkungan terbatas).2.1.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas (Angka Kredit 8 Semua Jenjang ) Bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas dimaksud adalah buku yang diterbitkan atas gagasan sendiri yang diedarkan kepada khalayak luas baik yang bersifat komersial maupun non komersial.2.www. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang dipublikasikan dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah dalam bidang hukum yang dituangkan dalam bentuk buku atau dimuat dalam majalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang dipublikasikan. Bukti Fisik: Karya dalam buku yang telah diterbitkan dan diedarkan. legalitas.1. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka Kredit 4 Semua jenjang ) Majalah Ilmiah adalah majalah yang diakui LIPI dengan kode ISSN (International Scientific Serial Number) yang berisi karya tulis yang bersifat ilmiah baik dari hasil penelitian maupun gagasan yang dituangkan dalam bentuk artikel.1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri dimaksud adalah uraian yang bersifat ilmiah yang dituangkan dalam bentuk buku atau makalah yang dibuat atas gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk artikel/makalah yang dimuat dalam majalah yang terdaftar di LIPI tersebut.2.3. w w w .1.2. 4.1.1.org 61 4.3. 4. or g . yang bukan untuk khalayak luas.

org 62 4. gagasan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan kepada khayalak luas (Angka Kredit 7 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 7 diberikan untuk setiap buku terjemahan/saduran yang diterbitkan. Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3. Termasuk prasaran adalah pemberian keterangan ahli di muka sidang pengadilan. atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah (Angka Kredit 2.1. 4.1.2.1.2.www.l e . w w Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan kepada khalayak luas. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.2. 4. simposium. or g bidang hukum yang 4.2.2. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran dan majalah yang memuat terjemahan/saduran yang diakui oleh LIPI. dan sosialisasi). 4.2. atau ulasan ilmiah dalam bentuk naskah dimaksud adalah naskah dalam bentuk makalah/artikel yang bersifat ilmiah di bidang hukum yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (misalnya: seminar. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (Angka kredit 3. Menyadur adalah menggubah secara bebas suatu buku atau bahan hukum lainnya tanpa merusak garis besar isi buku atau bahan hukum tersebut.4.1. w .5 Semua Jenjang) Angka Kredit sebesar 3.1. 4.50 Semua Jenjang) Prasaran berupa tinjauan. Sub Unsur Menerjemahkan/Menyadur Buku dan Bahan-Bahan Lain di Bidang Hukum Menerjemahkan adalah menyalin suatu buku atau bahan hukum lainnya dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Terjemahan/saduran dipublikasikan ga lit a dalam s.3.5 diberikan untuk setiap majalah terjemahan/saduran yang diterbitkan. Bukti Fisik: Naskah (makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta).1.50 Semua jenjang) Bukti Fisik: Karya dalam bentuk makalah. lokakarya. gagasan. legalitas.

menjadi anggota organisasi profesi.2. UNSUR PENDUKUNG KEGIATAN KEGIATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERANCANG . Melatih.2.2. memperoleh tanda penghargaan/tanda jasa.1. dan wawasan Perancang Peraturan Perundang-undangan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk: a.l e ga lit a s. h. dsb. dsb.) dan diklat penjenjangan struktural maupun di bidang pendidikan non formal atau luar sekolah (kursus dsb.1. 4. mengajar. pelatihan. Sub Unsur Mengajar. mengikuti seminar/lokakarya. UNSUR PENUNJANG 1.).2.5 Semua Jenjang) Dalam bentuk majalah dimaksud adalah majalah yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. praktek membuat suatu peraturan perundang-undangan) baik di lingkungan pendidikan formal (perguruan tinggi/akademi) maupun non formal atau luar sekolah (kursus yang diselenggarakan yayasan/swasta. Melatih/membimbing adalah memberikan pelatihan atau bimbingan terhadap suatu praktek dalam bidang hukum tertentu (misalnya: praktek beracara. w w w . f. or g B.2.2. menjadi anggota keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah dan pendidikan latihan pegawai. menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional. menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan. berperan serta dalam penyuluhan hukum. Terjemahan/saduran dalam bidang hukum yang tidak dipublikasikan 4. yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dsb.www. melatih. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk majalah terjemahan/saduran. i. dan/atau Membimbing Pada Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Latihan Pegawai Mengajar adalah kegiatan dalam proses belajar-mengajar baik dalam pendidikan formal di bidang hukum di lingkungan perguruan tinggi/akademi. B. e. legalitas. keahlian.org 63 4. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Dalam bentuk buku dimaksud adalah buku yang diterbitkan sendiri atau badan usaha atau pihak lain yang tidak dipublikasikan. memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. b. Dalam bentuk majalah (Angka Kredit 1. Bukti Fisik: Karya dalam bentuk buku terjemahan/saduran.2. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional (Perancang/Peneliti/ Dokumentaris. Pendukung/Penunjang kegiatan Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah semua kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan. Pendidikan luar sekolah adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan/swasta dalam bentuk kursus.) baik dalam diklat fungsional maupun diklat penjenjangan. d. c. dsb. g.

1. Termasuk Pemrasaran adalah penceramah di kegiatan Continuing Legal Education (CLE).024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar. melatih dan/atau membimbing pada pendidikan luar sekolah ( Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.2. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan. Termasuk seminar/lokakarya adalah sosialisasi dan simposium. w w w . melatih. atau moderator. dan/atau membimbing pada pendidikan sekolah (Angka Kredit 0. B.2.1. legalitas.1. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebagai peserta. pembahas.Mengajar.1.2. melatih.1. Seminar hanya menghasilkan kesimpulan. sedangkan lokakarya menghasilkan saran konkret untuk pemecahan (solusi) suatu masalah hukum yang dapat dituangkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan. or g penyelenggara seminar/ B. B.www. dan/atau membimbing selama 2 jam pelajaran (2x 45 menit) dari penyelenggara pendidikan.2.2. narasumber.1.l e keterangan ga lit a dari s.Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya sebagai : B. pemrasaran. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.2.Moderator (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai moderator dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. B. melatih. Sub Unsur Mengikuti Seminar/Lokakarya Seminar/Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang membicarakan atau membahas bidang hukum tertentu atau bidang lainnya yang akan diatur dengan hukum atau peraturan perundang-undangan.1.org 64 B. keterangan dari penyelenggara seminar/ .024 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat tugas atau surat keterangan yang berisi kegiatan mengajar.Pemrasaran (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pemrasaran/Pembicara dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 3 setiap kali seminar/lokakarya.Mengajar.

2.3. Melakukan Penyuluhan Hukum (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Berperan serta dalam penyuluhan hukum yang dimaksud adalah menjadi penyuluh secara perseorangan atau membantu penyuluh lain ataupun menjadi anggota kelompok penyuluh yang dilakukan melalui tatap langsung dengan masyarakat yang disuluhi.4. B.Narasumber (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Narasumber dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. baik melalui media cetak dan elektronik maupun dalam bentuk teatrikal. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.4.org 65 B. Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundang-undangan (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Menyunting naskah di bidang hukum dan perundang-undangan yang dimaksud adalah mengedit kembali suatu naskah hukum dan perundang-undangan yang akan dimuat dalam suatu majalah ilmiah atau yang akan diterbitkan sebagai suatu buku atau karya tulis lainnya baik yang akan dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan. keterangan dari penyelenggara seminar/ B. Sub Unsur Menyunting Naskah di Bidang Hukum dan Perundangundangan B.Peserta (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) B.1. or g penyelenggara seminar/ . w .www. keterangan dari penyelenggara seminar/ B.l e Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Peserta dalam seminar/lokakarya lokal/nasional/ internasional diberikan Angka Kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya.2. Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya. w w Bukti Fisik: Sertifikat/surat lokakarya.1. Pembahas (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diundang sebagai Pembahas dalam seminar/lokakarya lokal/ nasional/internasional diberikan Angka Kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.4.2.3.1. Sub Unsur Berperan Serta Dalam Penyuluhan Hukum B. Bukti Fisik: Naskah.1. keterangan ga lit a dari s.1.5.3. legalitas.

B.2.Anggota aktif (Angka Kredit 0.5.25 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.1.5.5. wakil ketua. Persahi (Persatuan Sarjana Hukum Indonesia).5. nasional. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.1.25 untuk setiap tahun masa keanggotaan. PBHI (Pusat Bantuan Hukum Indonesia). Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa keanggotaan. w w w .org 66 Bukti Fisik: Surat Tugas/Keterangan telah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum setiap kali. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun.5. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa pengurus aktif telah menjadi pengurus aktif terus-menerus minimal 1 (satu) tahun. B.Tingkat Internasional/Nasional sebagai : B. B. Provinsi.www.2. atau sekretaris) di bidang hukum baik nasional maupun internasional misalnya. or g . Sub Unsur Menjadi Anggota Organisasi Profesi Menjadi anggota organisasi profesi adalah menjadi anggota organisasi profesi (termasuk menjadi ketua.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan.5.5 Semua jenjang) Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. atau kabupaten/kota.1.Pengurus aktif (Angka Kredit 1 Semua Jenjang) Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus organisasi dalam bidang perancangan dalam lingkup internasional. B. legalitas.l e ga lit a s.2 Tingkat Provinsi B.1.Pengurus aktif (Angka Kredit 0.1. P4I (Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan Indonesia).

c. Tim Penilai Direktorat Jenderal.org 67 B.l e ga lit a s. b. Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. B. Bukti Fisik: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Surat Keputusan Pengurus Organisasi Profesi yang menyatakan bahwa anggota aktif telah menjadi anggota aktif terusmenerus minimal 1 (satu) tahun.2. Kriteria Penilaian: a. Tim Penilai Provinsi. dapat diberikan Angka Kredit apabila Perancang Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan memangku status keanggotaan di dalam tim tersebut. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit tentang Pembentukan dan Penetapan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan. menjadi Ketua Delegasi. or g .6.15 untuk setiap tahun masa keanggotaan. B. Sub Unsur Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan B. Tim Penilai Kabupaten/Kota.15 Semua Jenjang) Kriteria Penilaian: Kartu anggota/surat keterangan dari anggota profesi yang bersangkutan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi pengurus aktif dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 2 per. yang didasarkan pada bidang tugas/pekerjaan Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan atau penugasan dari atasan langsung/pimpinan instansinya. menjadi Anggota Delegasi. Tim Penilai Instansi.1. maupun Tim Penilai Teknis. wakil ketua.5 untuk setiap tahun masa keanggotaan. atau 2.50 Semua Jenjang) Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan adalah menjadi ketua.1 (satu) SK tim delegasi. Kriteria Penilaian: Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan pada instansinya dapat memperoleh Angka Kredit sebesar 0.Mengikuti keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan secara aktif (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: 1. anggota.www.Anggota aktif (Angka Kredit 0.7. w w w . legalitas. dapat diberikan Angka Kredit sebesar 3 per.5. Perancang Peraturan Perundang-undangan yang menjadi Ketua/Anggota Tim Delegasi.1 (satu) SK tim delegasi. sekretaris atau sekretariat Tim Penilai Perancang Peraturan Perundang-undangan baik Tim Penilai Pusat. misalnya AALC (Asian African Law Conference).2.6. Sub Unsur Menjadi Anggota Delegasi dalam Pertemuan Internasional Menjadi anggota delegasi dalam pertemuan internasional adalah menjadi Ketua atau Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional di bidang hukum.

Nasional/Internasional (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Tanda jasa atau surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. tingkat: B. Sub Unsur Memperoleh Tanda Penghargaan/Tanda Jasa Tanda penghargaan atau tanda jasa dimaksud adalah suatu penghargaan baik dalam bentuk sertifikat maupun bintang yang diberikan karena seorang Perancang Peraturan Perundang-undangan sebagai PNS yang telah melaksanakan baik tugas kekaryawanannya maupun melaksanakan sesuatu tugas yang sangat berguna bagi bangsa dan negara.8. Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.3.7. .9. B. B.1.www.1.2.1. Doktor (Angka Kredit 15 Semua Jenjang) Bukti Fisik: 1.1. Foto kopi ijin tugas belajar dari instansinya.l e ga B. misalnya Doktor Honoris Causa.1. B.7.8.8. Fotokopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Fotokopi ijin tugas belajar dari instansinya. 1. Penghargaan atau tanda jasa tersebut misalnya karya satya PNS.8. w B.2. Termasuk penghargaan atau tanda jasa adalah mendapat gelar akademis kehormatan.1. 2.9.1. or g . dsb.org 68 B.Memperoleh Gelar Kesarjanaan yang Tidak Sesuai dengan Tugas Pokoknya B. 2. dan sertifikat penghargaan atas karya tulis hukum tertentu.9. B. Sarjana (Angka kredit 5 Semua Jenjang) w w Bukti Fisik: 1. sarjana ekonomi.Sebagai Ketua Delegasi (Angka Kredit 3 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari atasan langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). Sub Unsur Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya dimaksud adalah memperoleh gelar kesarjanaan selain di bidang hukum. Pasca Sarjana (Angka Kredit 10 Semua Jenjang) lit a s.1. Tanda jasa dari Pemerintah atas prestasi kerjanya Tiap tanda jasa.Sebagai Anggota Delegasi (Angka Kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat Keputusan Tim Delegasi atau Surat Keterangan/Penugasan dari Atasan Langsung Pimpinan Instansi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan (setiap kali). Foto kopi ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisasi instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Bintang Mahaputra segala tingkatan dan bintang semacam ini dari negara asing. misalnya insinyur (sarjana teknik). Bukti Fisik: 1. 2. legalitas.8.1.

mendapatkan Angka Kredit sebesar 3.50 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.Provinsi (Angka kredit 2. mengacu kepada Pasal 11 ayat (5) Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M. S.Gelar Kehormatan Akademis (Angka kredit 15 Semua Jenjang) BAB III KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT A.Kabupaten/Kota (Angka kredit 2 Semua Jenjang) Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenang mengeluarkan tanda jasa atau perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. penyusunan peraturan perundang-undangan. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 11 ayat (1) dan lampiran II Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/KEP/M. dianggap berjasa dalam meningkatkan pemahaman terhadap pelaksanaan Jabatan Perancang Peraturan Perundang-undangan di tingkat nasional atau internasional. Bagi Perancang Utama pangkat Pembina Utama Golongan ruang IV/e.1.1.2. b. harus berasal dari unsur utama sekurang-kurang 80% dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %.l e ga lit a s.www. C.3. Perancang Pertama pada Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.H. or g Bukti Fisik: Surat keterangan atau surat keputusan perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan Doktor Honoris Causa. w w MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. . proses penetapan Angka Kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut terpenuhi.9. Apabila Hasil Penilaian Angka Kredit tidak memenuhi komposisi Angka Kredit sebagaimana butir a dan butir b.2. Kegiatan pengembangan profesi sebanyak-banyaknya 75 % dari 25 kredit. jumlah Angka Kredit Kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan perancang. B.PAN/12/2000. S. penyusunan instrumen hukum sekurang-kurangnya 25 % dari 25 kredit. B.9. Komposisi Persentasi Angka Kredit dalam unsur utama adalah sebagai berikut : a. B.PAN/12/2000 tentang Jabatan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan dan Angka Kreditnya.H. legalitas. ttd HAMID AWALUDIN w . B. Kegiatan pendidikan. untuk jasanya tersebut Andrie Amoes.org 69 Contoh: Andrie Amoes.9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful