Você está na página 1de 2

apakah bermain saham itu berjudi?

Oct 8, '08 11:01 PM for everyone

Kemarin saya ditelepon oleh seorang teman yang mengatakan bahwa bermain di pasar modal itu tidak sesuai dengan perintah Tuhan, karena dikategorikan dengan berjudi. Dia mengambil ayat dari 1 Timotius 6 : 9-10 yaitu akar segala dosa adalah cinta uang. Jadi istilah judi bisa diartikan dengan cinta uang, atau berusaha memperoleh uang besar dengan hanya bergantung kepada arah pergerakan Indeks Harga atau Rata-rata tertimbang harga saham. Kalau saham seperti itu, maka investasi lainnya juga bisa dikatakan gambling seperti forex, index, options, mutual fund (reksadana), dll. Sebenarnya apa sih judi? Kalo kita main kartu dengan taruhan uang, itu jelas judi. Kalo taruhan bola melawan orang lain/bandar, itu juga judi. Orang yang berjudi mempertaruhkan sejumlah uang, untuk melipatgandakan uang tersebut dengan cara menebak suatu keadaan atau permainan. Bagaimana dengan peluang menangnya? Peluangnya paling besar 50 persen, dan biasanya malah kurang dari 50 persen. Jadi sifatnya menebak/untung-untungan, tanpa perhitungan/analisa terlebih dahulu. Saya akan review sedikit mengenai investasi finansial. Investasi di pasar financial (financial investment) adalah investasi yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Ambil contoh saham, keuntungan yang diperoleh adalah capital gain untuk jangka pendek, atau dividen untuk jangka panjang. Asumsi jangka pendek adalah dibawah 1 tahun, dan jangka panjang adalah diatas 1 tahun. Perbedaan financial investment dengan judi adalah di dalam financial investment, pergerakan harga atau angka bisa diprediksi dengan ketepatan diatas 50 persen, alias bukan permainan menebak angkanya naik atau turun. Kita mengenal beberapa pendekatan yaitu fundamental analysis dan technical analysis. Fundamental analysis adalah dengan menganalisa keadaan perusahaan, ekonomi mikro dan makro, kebijakan pemerintah, laju inflasi, ekonomi internasional, dll. Sementara technical analysis adalah dengan memetakan pergerakan nilai saham ke dalam grafik, dan membuat pendugaan/prediksi terhadap arah trend harga saham di masa mendatang. Dengan adanya beberapa cara pendekatan/approach ini, maka kemungkinan untuk memprediksi harga saham menjadi besar, diatas 50 persen. Bahkan menurut saya, ketepatan prediksi bisa sampai 70 persen. Dan hal ini bukanlah gambling, karena semuanya (termasuk risiko) dihitung terlebih dahulu. Hal yang sama juga dapat terlihat di dalam investasi forex, dimana kita memprediksi pergerakan harga mata uang yang against US Dollar ( CHF, JPY, GBP, AUD dan Euro). Kita

dapat memprediksi harga forex dari keadaan ekonomi dunia dengan melihat kejadian masa lalu untuk membuat prediksi. Sebagai contoh krisis di Amerika akibat Subprime Mortgage belakangan ini, akan membuat ekonomi dunia berubah. Ekspor ke Amerika dari negara berkembang (seperti Indonesia) akan berkurang, sehingga mempengaruhi sisi pendapatan ekspor negara berkembang tersebut. Jika bermain di instrumen Forex, dengan kondisi ini pasti kita dapat mengambil keputusan apakah posisi Bid/Ask. Jika ingin bermain safety atau investor jenis risk avoider, bisa melakukan Hedging/Pemagaran Risiko. Maka kemungkinan kerugian bisa diminimalisir. Di dunia ini tidak ada yang pasti, semuanya adalah tidak pasti/uncertainty. We live in uncertain world. Yang pasti hanyalah semua janji-janji Tuhan di dalam Alkitab, pasti digenapi dan tidak mungkin gagal. Terhadap semua kejadian di dunia ini, kita hanya dapat membuat prediksi. Maksud saya menulis ini bukan melegalkan, atau membuat toleransi kepada dosa perjudian. Tetapi investasi di pasar finansial bukan judi. Dengan penjelasan diatas, maka pasti kita semua bisa mengerti mengapa saya mengatakan saham dll, bukan judi. Karena semua bisa dihitung secara matematis maupun statistik ekonometrik, dan jumlah kerugian yang ditanggung dapat diminimalisir. Saya tahu pasti ada yang tidak setuju dengan hal ini, tapi berbeda itu indah kan? Silahkan tulis keberatan anda tentang hal ini, saya akan coba menjawabnya semaksimal mungkin.