Você está na página 1de 10

UJI TERATOGENITAS PEMBERIAN PEMANIS STEVIA ( Stevia rebaudiana Bertoni ) PADA MENCIT PUTIH HAMIL DAN PENGARUHNYA TERHADAP

HEMATOLOGIS. Kriana Efendi, Supandi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Abstract Stevia rebaudiana Bertoni merupakan tumbuhan yang banyak digunakan sebagai pemanis alami pengganti pemanis buatan. Daun stevia mengandung senyawa glikosida diterpen dengan tingkat kemanisan antara 200 300 kali gula tebu, tetapi nilai kalorinya sangat rendah sehingga sangat potensial dijadikan sebagai pemanis alami. Untuk mengetahui keamanan pemanis ini dilakukan uji teratogenitas terhadap mencit putih dan pengaruhnya terhadap hematologis. Pada penelitian ini, kelompok perlakuan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu : kelompok kontrol, kelompok Dosis I ( 5 g/kg BB ) dan kelompok Dosis II ( 10 g/kg BB ) dan diberikan pada waktu organogenesis. Kemudian pada hari ke-18 mencit dikorbankan dan dilihat kecacatan pada fetus dari masing-masing induk. Hasil penelitian menunjukan dari keseluruhan hasil uji terhadap induk mencit dan fetus tidak menyebabkan efek toksik dan tidak menyebabkan efek teratogenik.

Key words: Stevia, Pemanis, teratogen

Pendahuluan Saat ini hampir semua jenis makanan dan minuman mengandung bahan tambahan makanan. Penambahan bahan tambahan makanan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi makanan, merupakan bahan pemanis makanan dan

minuman yang diproses secara alami maupun sintetis. Dewasa ini banyak pemakaian bahan pemanis selain sukrosa dalam pembuatan makanan dan minuman, terutama bahan

meningkatkan citra rasa, memperpanjang umur simpan. Salah satu dari bahan tambahan makanan yang sering digunakan yaitu pemanis. Gula

pemanis buatan. Disamping harganya murah, pemanis buatan dapat memberikan rasa manis

yang berlipat ganda dibandingkan dengan sukrosa. Seorang profesor ahli fisiologi tumbuhan dari Belgia mempromosikan Stevia rebaudiana sebagai tumbuhan baru yang dapat menjadi alternatif gula dalam pangan. Daun stevia mengandung senyawa glikosida diterpen dengan tingkat kemanisan antara 200 300 kali gula tebu, tetapi nilai kalorinya sangat rendah. ( Rukmana, 2003 ) Selain sebagai pemanis, stevia juga dapat digunakan untuk pengobatan diabetes. Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa pemberian ekstrak kering daun stevia pada kelinci menunjukkan terjadinya penurunan kadar glukosa darah ( Djas, dkk. 1986 ). Dari penelitian lain di laporkan bahwa ekstrak stevia juga mampu menurunkan tekanan darah ( Paul, dkk. 1998 ). Mengingat besarnya kemungkinan pemakaian pemanis stevia yang lebih luas sebagai pemanis pengganti gula dan terutama kemungkinan Alat

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pemberiaan pemanis stevia terhadap perkembangan janin, toksisitas serta

hematologis pada mencit putih.

Metodologi Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi-Toksikologi Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.

Bahan GSG 95 ( Glycosylated Steviol

Glycosides ), air suling, larutan Bouins (formaldehid 14 %, asam asetat glasial, asam pikrat jenuh), larutan alizarin merah (KOH 1 %, alizarin merah 6 mg/l), dan mencit putih.

pemakaianya sebagai penurun kadar gula darah, maka perlu diketahui keamanan pemakaiannya terutama pada orang hamil.

Kaca

objek,

cover

glass,

kaca

pembesar, pipet tetes, batang pengaduk, gelas ukur, spatel, jarum oral, kertas tisu,

kandang mencit, timbangan hewan (Ohaus, triple beam balance), timbangan analitik (Denver instrument), mikroskop (Griffin Carton), wadah perendaman fetus, dan alat bedah mencit.

sampai lima hari (Farmakope Indonesia, 1979; Almahdy, 1990). Mencit dibagi 4 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit betina.

Persiapan Hewan Percobaan Hewan yang digunakan adalah mencit putih betina dan beberapa ekor jantan. Sebelum diperlakukan hewan diaklimatisasi selama 10 hari. Selama aklimatisasi dilakukan penentuan siklus estrus dengan cara menyemprotkan NaCl fisiologis menggunakan pipet berujung tumpul sebanyak kemudian dua tetes pada vagina Hasil mencit, hisapan

Sediaan Uji dan dosis Sediaan uji dibuat dengan cara melarutkan pemanis stevia GSG 95 dalam air suling. Dosis yang digunakan adalah 5 dan 10 g/kg BB. Stevia diberikan selama 9 hari berturut-turut mulai hari ke-enam

sampai hari ke-empat belas kehamilan peroral. Kelompok kontrol hanya diberi aquadest.

dihisap

kembali.

diratakan pada kaca objek, setelah kering ditetesi dengan pewarna metilenbiru 0,1 %. Bentuk sel-sel epitel dan leukositnya di bawah mikroskop diamati (Yatim, 1996). Mencit yang digunakan dianggap sehat bila bobot badan tetap (deviasi maksimum 10%), secara visual menunjukkan perilaku yang normal dan masa Pengawinan Hewan Percobaan Pengawinan hewan dilakukan pada estrus. Pengawinan dilakukan

dengan memasukkan 1 ekor jantan ke kandang yang berisi 4 ekor betina. Sehari setelah pengawinan bila ditemukan sumbat vagina maka, mencit dianggap berada pada

mempunyai daur estrus yang teratur yaitu empat

hari kehamilan ke-nol. Mencit yang telah hamil dipisahkan dan yang belum kawin dicampur kembali dengan mencit jantan (Almahdy, 1990; Almahdy 1993; Alen, 2003). Selama kehamilan berat badan ditimbang setiap hari.

ekor, daun telinga, kelopak mata, jumlah jari kaki depan serta belakang (Wilson, 1978). Fiksasi dan Pengamatan Setelah diamati secara kasat mata, sepertiga dari jumlah fetus dari satu induk

Laparaktomi Pada hari ke-delapan belas kehamilan mencit dibunuh dengan cara dislokasi leher, kemudian dilakukan laparaktomi untuk

difiksasi dengan larutan Bouins selama empat belas hari. Pengamatan bagian visceral dilakukan terhadap langit-langit (palate). Sisanya dua pertiga bagian lagi, direndam dengan larutan alizarin untuk mengamati kelaianan pada skeletal seperti tulang dada, tulang kaki dan jari-jari kaki, semua hasil pengamatan dibandingkan dengan kontrol (Manson, 1982).

mengeluarkan fetus. Parameter yang diamati pada fetus adalah ada tidaknya resorpsi, jumlah fetus pada masing-masing bagian uterus, fetus yang hidup dan yang mati, berat masing-masing fetus dan kelainan secara kasat mata pada

Hasil dan Pembahasan

Data Berat Badan Mencit Hari ke-0 Kehamilan Tabel 1. Berat Badan Mencit pada Hari ke-0 kehamilan Pengulangan Mencit 1 Mencit 2 Mencit 3 Mencit 4 Mencit 5 Mencit 6 Mencit 7 Mencit 8 Mencit 9 Mencit 10 Rata-rata SD Kontrol 32.5 35.5 28.5 31.5 30 31 33.5 32 31 30.5 31.6 1.94 Dosis 5 g/kg BB 33 30.5 28 33 35.5 33.5 30.5 33 35.5 31.5 32.4 2.33 Dosis 10 g/kg BB 33.2 29 36.5 33.5 31 34 31.5 33 33.5 28.5 32.37 2.41

Dari hasil perhitungan ANAVA satu arah dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna

berat mencit pada hari ke-0 kehamilan antar kelompok ( P=0,667 > 0,05 ).

Data Berat Badan Mencit Hari ke-18 Kehamilan Tabel 2. Berat Badan Mencit pada Hari ke-18 kehamilan Pengulangan Mencit 1 Mencit 2 Mencit 3 Mencit 4 Mencit 5 Mencit 6 Mencit 7 Mencit 8 Mencit 9 Mencit 10 Rata-rata Kontrol 48.5 58 52 49 48.5 56.5 54 49.5 56.5 54.5 52.7 3.68 Dosis 5 g/kg BB 58 52 48 50 46.5 50.5 43.3 52.5 52 50.5 50.33 3.93 Dosis 10 g/kg BB 47 44 52.5 49.5 48 56 48.5 51.5 49.5 48 49.45 3.29

Dari hasil perhitungan ANAVA satu arah dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna

berat mencit pada hari ke-18 kehamilan antar kelompok ( P=0,138 > 0,05 ).

Data Kenaikan Berat Badan Mencit selama Kehamilan Tabel 3. Kenaikan Berat Badan Mencit selama Kehamilan Pengulangan Mencit 1 Mencit 2 Mencit 3 Mencit 4 Mencit 5 Mencit 6 Mencit 7 Mencit 8 Mencit 9 Mencit 10 Rata-rata Kontrol 16 22.5 23.5 17.5 18.5 25.5 20.5 17.5 25.5 24 21.1 3.56 Dosis 5 g/kg BB 25 21.5 20 17 11 17 12.8 19.5 16.5 19 17.93 4.07 Dosis 10 g/kg BB 13.8 15 16 16 17 22 17 18.5 16 19.5 17.08 2.37

Dari hasil perhitungan ANAVA diperoleh nilai P=0,033 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna terhadap kenaikan berat badan mencit setelah pemberian pemanis stevia pada masa organogenesis. Kemudian pengujian

dilanjutkan dengan analisis LSD dan diperoleh hasil adanya perbedaan bermakna antara

kelompok kontrol dengan kelompok Dosis 5 g/kg BB dan antara kelompok kontrol dengan

kelompok Dosis 10 g/kg BB.

Data Fetus

Data yang diperoleh diuji kenormalan ( OneSample Kolmogorov-Smirnov Test ) dan

satu arah antar kelompok menunjukan bahwa tidak ada perbedaan jumlah fetus secara bermakna dengan nilai signifikansi 0,304. Hal ini berarti bahwa pemberian pemanis Stevia pada masa organogenesis tidak berpengaruh terhadap jumlah fetus yang dilahirkan dari masing masing kelompok.

homogenitas ( Uji Levene ) Hasil perhitungan menunjukan bahwa data tersebut terdistribusi normal dengan homogen nilai signifikan 0,251 dan

dengan

nilai

signifikansi

0,541.

Kemudian analisis dilanjutkan dengan uji Analisis Varian ( ANAVA ). Hasil perhitungan ANAVA Pengamatan Fetus secara Makroskopis

Tabel 4. Pengamatan Fetus secara Makroskopis


Parameter Jumlah Fetus yang diperiksa Rasio jenis kelamin ( jantan/betina ) Kelainan fisik : 1. Kaki 2. Jari-jari 3. Ekor 4. Telinga 5. Langit-langit 6. Kelopak mata 7. Tapak Resorpsi 8. Fetus lambat pertumbuhan 9. Fetus mati pada saat lapraktomi 10. Trombosis Kelompok perlakuan Dosis I Dosis II 5 g/kg BB 10 g/kg BB 98 95 39/59 35/60

Kontrol 86 30/56

Normal Normal Normal Normal Normal Normal -

Normal Normal Normal Normal Normal Normal 2 ekor 3 ekor 16 ekor

Normal Normal Normal Normal Normal Normal 8 ekor

Pengamatan Tulang Rangka Fetus

Tabel 5. Pengamatan Tulang Rangka Fetus


Parameter Jumlah Fetus yang diperiksa Kaki bagian depan : - Scapula - Humerus - Radius - Ulna Kaki bagian belakang : - Ilium - Femur - Pubis - Ischium - Fibula - Tibia Jari Telapak - Distal phalanges ( 5 ) - Proximal phalanges ( 4 ) - Metacarpal ( 4 ) Tulang bagian dada : - Clavicle - Humerus - Sternebrae ( 6 ) Tulang belakang : - Cervical vertebrae ( 7 ) - Thoracic vertebrae ( 13 ) - Ribs ( 13 ) - Lumbar vertebrae ( 6 ) Kelompok perlakuan Dosis I 5 g/kg BB 42 Dosis II 10 g/kg BB 38

Kontrol 36

Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal

Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal

Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal

KESIMPULAN Pemberian pemanis stevia secara oral pada hari kehamilan ke-6 sampai dengan hari ke-14 pada mencit dengan dosis 5 g/kg BB dan 10 g/kg BB perhari tidak memberikan efek buruk terhadap induk secara umum, demikian juga terhadap perkembangan fetus secara umum seperti bobot tubuh, rasio jenis kelamin, jumlah fetus hidup dan mati serta morfologi luar dari fetus.

Daftar Pustaka

Abdo, K.M., Cunningham, M. L., Snell, M. L., Herbert, R. A., Travlos, G. S., Eldridge, S. R., and Bucher J. R., 2001, 14-Week toxicity and cell proliferation of methyl-eugenoladministered gavage to F344 rats B6C3F1 mice. Food Chem. Tox., 39, 3030-3036. Alen, Y., Fauzana, E., dan Almahdy, A., 2003, Teratogenitas Ekstrak Ethanol dan Fraksi Etil Asetat Biji Srikaya (Annona squamosa L) Pada Mencit Putih (Mus muculus) Secara In Vivo, Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 8, (1), 26-30. Almahdy, A., 1990, Studi Teratogenitas Ekstrak Air Kayu Kasai (Tristania sumatrana Miq) Terhadap Mencit Secara Makroskopis, Tesis Pasca Sarjana, Institut Teknologi Bandung, Bandung. Almahdy, A., 1993, Potensi Anti Makan dan Teratogenitas Tumbuhan Subang-Subang ( Hyptis capitata Jacq) (Antifeedant and Teratogenic Potential of Hyptis capitata Jacq), Jurnal Penelitian Andalas,12, 24-27. Adriany, Rina. 2004. Uji Teratogenitas Ekstrak Etanol Herba Sambiloto [ Andrographis paniculata ( Burm.f. ) Ness ] pada Tikus Hamil. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Jakarta. Barile. Frank A. 2007. Principles of Toxicology Testing. St. Johns University Queens. New York. CRC Press. Bekele, Tadensse. 2008. Antidiabetic activity and phytochemical screening of crude extracts of Stevia rebaudiana Bertoni and Ajuga remota Benth grown in Ethiopia on alloxan-induced diabetic mice. Tesis. Department of Pharmaceutical Chemistry, School of Pharmacy, Addis Ababa University Chan, Paul. De-Yi Xu. Ju-Chi Liu. Yi-Jen Chen. 1998. The Effect of Stevioside on Blood Pressure and Plasma Catecholamines in Spontaneously Hypertensive Rats. Joulnal of Life Sciences. Vol 63. No.19.

Diani, Prianda. 1984. Uji Teratogenitas Difenilhidantoin pada Mencit Strain Biomedis. Fakultas Farmasi. Universitas Indonesia. Depok. Djas, Harmaini Morse J. Efek Hipoglikemia Zat Pemanis dari Stevia rebaudiana Bertoni pada Kelinci. Tesis. Pasca Sarjana Kimia ITB. Bandung. 1986. Gardana, Claudio. Paolo Simonetti. Enrica Canzi. Raffaella Zanchi and Piergiorgio Pietta. 2003. Metabolism of Stevioside and Rebaudioside A from Stevia rebaudiana Extracts by Human Microflora. Journal of Agricultural and Food Chemistry. Vol. 51. No.22. Kotwani, Anita, V.L. Mehta, U. Gupta, S. Prabhu, J.S. Bapna. Methods for Teratogenicity Testing - Existing and Future Models. Indian Journal of Pharmacology 1995; 27: 204 213. Lu, F C. 1995. Toksikologi dasar; Asas, Organ sasaran dan penilaian resiko. Edisi 2, UI Press, Jakarta. Manson, J. M., Zenick, E.R., and Costlow, R.D., 1982a, Teratology Test Methods for Laboratory Animals, Ravent Press, New York. Manson J.M,1982b. Principles and Methods of Toxicology. Edited by A. Wallace Hayes, Revent Press. New York. Mariani, Firly. 2006. Pengaruh Pemberian Jamu Teh Celup Asam Urat Secara Oral Terhadap Hematologi dan Histologi Paru Tikus Putih Jantan. Departemen Farmasi Universitas Indonesia. Depok. Mantovaneli, I. C. C., Ferretti, E. C., Simes, M. R. and Da Silva, F. C. 2004. The effect of temperature and flow rate on the clarification of the aqueous stevia-extract in a fixed-bed column with zeolites. Brazilian Journal of Chemical Engineering, 21: 449 458. Pandiyan, Rajesh. Rajesh Kannan Velu. Selva Kumar Chandrasekaran. Padmanaban Bashiyam. 2009. Effect on Extracts of Stevia rebaudiana Bertoni in Ethanol Induced Gastric Ulcer by Using Wistar Rats. Recent

Research in Science and Technology 2009, 1(3): 127130. Robbin, S L & V M D Kumar. 1995. Patologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Wilson, J.G. and Fraser, F.G., 1978, Handbook of Teratology, Plenum Press, New York.

10