Você está na página 1de 6

ASAL MULA PAGAR ALAM

TOKOH
Guri sebagai Randi Septin.o sebagai Ibu Sumarni Herlin sebagai Ibu Sari Eza.S.A.S sebagai Ibu Sinta Vike sebagai Pak Norman Gustia.S sebagai Ibu Rina Ilham.s sebagai Pak Heri Bage.S.i sebagai Indra

ADEGAN I
Di sebuah kawasan-kawasan Sumatera Selatan yaitu gagalnya hasil panen sawah dan ladang yang sedang melanda sebuah desa yang sejahtera dan makmur . Pak Indra Pak Heri Pak Indra : mau kemana Pak Heri (sambil mencangkul) : Mau ke ladang (berhenti sambil menatap Pak Heri) : Oh ke ladang. Bagaimana hasil panennya tahun ini, baguskan? (berhenti mencangkul Pak Heri sambil mencari tempat duduk)

: Boro-boro Pak Indra, hampir saja saya gagal panen. Untung saja saya cepat-cepat memanen kalau tidak, bisa mati kelaparan keluarga saya. Bagaimana dengan panen Pak Indra?

Pak Indra

: Kalau saya, panen kali ini benar-benar gagal. Entahlah saya jadi bingung, mau usaha apalagi saya (dengan menampakan wajah murung )

Pak Heri

: Sudah Pak indra! Jangan sedih gitu. Sabar aja Yach, permisi Pak Indra (sambil meninggalkannya)

Pak Indra

: Iya (sambil mencangkul lagi)

ADEGAN II
Di pemukiman Ibu-ibu sedang bebicara tentang musibah yang menimpa desanya Ibu Sari : He.....Bu katanya Ibu Sumarni dan anaknya itu Rendi, menganut ilmu hitam (datang sambil memegang pundak Ibu Sinta) Ibu Sinta : Iya Bu, kata orang-orang setiap tahun mereka selalu membuat sesajian (berbicara sambil serius) Ibu Sari : Yang benar Bu? Berarti dugaan kita selama ini nggak salah. Ternyata benar kalau yang membawa musibah selama di desa kita ini mereka.(sambil mengangguk) Ibu Sinta Ibu Sari Ibu Sinta : Mungkin saja Bu, makanya kita harus menyelidiki mereka. : Benar itu (sambil mengangguk) berarti mulai sekarang kita harus waspada. : Iya Bu! Jangan sampai masalah ini berlarut-larut sampai kita kena sial seumur hidup.

ADEGAN III
Di rumah ibu Sumarni, Randi dan Ibunya sedang bergegas ingin pergi kemakam bapaknya. Randi Ibu Sumarni Randi Ibu Sumarni : Bu.....Ibu sudah belum? (sambil menunggu di depan pintu) : Iya, sebentar ibu lagi siap-siap. (sambil menyiapkan persiapan) : Cepat Bu nanti keburu hujan !! (dengan nada tidak sabar) : iya... Iya ayo Randi nanti keburu malam (sambil menutup pintu) Tidak lama kemudian Randi dan Ibunya sampai di pemakaman bapaknya. Ibu Sumarni : Ahh... Akhirnya kita sampai juga nak (sambil meletakan kembang di atas makam suaminya Randi Ibu Sumarni : Iya.. Bu. Sebaiknya kita mulai bedoa saja (sehabis mencabuti rumput di makam) : Iya Randi, sekarang pimpin doanya. (sambil menengadahkan tangan)

Randi

: Baiklah Bu, iya... Tuhan mudahkanlah jalan tuk bapak. Dalam menempuh kehidupan disana. Semoga bapak bahagia di dalam sana, karena kami akan selalu berdoa untuknya. Amin ....., Sudah Bu sekarang kita pulang nanti keburu malam.

Ibu Sumarni

: Iya Randi (akhirnya Randi dan Ibunya pulang)

ADEGAN IV
Ibu Rina Pak Norman : Pak katanya panen warga tahun ini gagal ya?(Sambil duduk membawa kopi). : Iya...bu.Bapak juga bingung bagaimana cara mengatasi masalah ini lama-lama warga jadi kelaparan.(Sambil memegang kepala)

Ibu Rina

: Katanya pak,yang membuat masalah ini adalah ulahnya ibu Sumarni dan Randi
katanya sih....mereka menganut ilmu hitam.(Dengan Wajah Serius)

Pak Norman

: Wush....Ibu jagan asal ngomong ! nanti berbuat fitnah bu. Emangnya ibu tahu dari mana ? (Sambil melambaikan tangan).

Ibu Rina Pak Norman

: Iya, dari ibu-ibu di desa ini pak.(terdiam,sambil berbicara dengan gugup). : Ibu,memangnya mereka punya bukti apa, sampai mereka berani ngomong begitu. (sambil meminum kopi).

Ibu Rina Pak Norman Ibu Rina

: Iya saya juga tidak tahu Pak. : Ya sudah, bapak mau tidur (sambil meranjak pergi menuju kamar). : Yah.. dibilang malah pergi. Keesokan harinya warga desa sedang ribut mempermasalahkan tentang musibah yang melanda desa mereka.

ADEGAN V
Ibu Sari : Bapak-bapak,Ibu-ibu semuanya harap tenang dan dengarkan (sambil melambaikan tangan di atas). Sekarang desa kita kena musibah dan yang menyebabkan musibah ini adalah Ibu Sumarni dan anaknya itu, Si Randi Warga Ibu Sinta :Iya....Iya....ya. (dengan perasaan marah). : Iya benar aku dan Ibu Sari pernah bertemu sama mereka sambil membawa sesajian gitu deh.

Warga

: Iya....Ayo....Ayo....Akhirnya Ibu Sinta dan Ibu Sari dan warga pergi ke rumah Pak kepala desa. (berjalan menuju rumah Pak Indra).

ADEGAN VI
Pak Indra Ibu Rina : Assalamu alaikum. (dengan suara keras). : Wa alaikum salam (sambil berlari dari dalam rumah membuka pintu) ada apa ini bapak-bapak,ibu-ibu? Pak Heri Ibu Rina : Mana Pak kepala desa....... (sambil menyuruh keluar) : Ada di dalam lagi ganti baju. Ada apa ya kok datang ribut-ribut. Kemudian Pak Norman keluar menemui warga. (dengan perasaan takut) Pak Norman Ibu Rina Pak Norman : Ada apa sih Bu, kok warga ribut-ribut. (sambil keluar dari rumah) : Entahlah Pak, Saya enggak tahu. (sambil menganggukan kepala) : Tenang-tenang, bapak-bapak ibu-ibu ada masalah apa? (sambil menenangkan warga) Ibu Sari : Ini Pak, di desa kita ini ada warga yang menganut ilmu hitam. Makanya di desa kita selalu terkena musibah, bisa-bisa kita kita selalu terkena sial dan warga kita mati kelaparan. Apa bapak mau bertanggung jawab? (sambil menunjuk Pak Norman) Warga : Iya...iya kita usir dia. Para warga dan Bapak kepala Desa akhirnya pergi ke rumah ibu Sumarni. Tak lama kemudian sampai di rumah Ibu Sumarni.

ADEGAN VII
Ibu sinta Warga Ibu Sumarni Ibu Sari Ibu Sumarni Ibu Sinta Randi : Sumarni, Randi ayo keluar jangan di dalam saja : Iya, Ayo keluar (sambil membentak-bentak) : (membuka pintu). Ada apa ya.... kok datang ribut-ribut (dengan perasaan takut) : Eh... Bu, Jangan munafik ya, jangan kira kami tidak tahu (berkata dengan kasar) : Maaf Bu, Apa maksud ibu bicara seperi itu. Tiba-tiba Randi keluar dari rumah : Ini dia anaknya si Randi sambil menunjuk Randi. : Maaf, Semua ada apa ya? Kok datang ribut-ribut (dengan perasaan bingung)

Ibu Sari Pak Norman

: Eh randi, Jangan sok munafik juga loh ya, seperti ibu kamu itu. : Tenang..tenang...... Warga sekalian jangan main hakim sendiri (mencoba menenangkan warga)

Ibu Sumarni Pak Norman

: Ada sih Pak. Kok warga sepertinya marah sekali? : Sebelumnya saya minta maaf ya Bu... Apa benar ibu dan anak Ibu menganut ilmu hitam

Randi

: Apa ? Menganut ilmu hitam, masya Allah walaupun kami hidup miskin, kami masih punya harga diri, kami tidak akan pernah menganut ilmu hitam. (dengan muka memerah)

Ibu Sari

: Alah... Sudah ketahuan malah enggak ngaku, buktinya waktu itu kami melihat kamu dan Ibu kamu itu membawa sesajian, ke mana lagi kalau bukan nuntut ilmu hitam.

Ibu Sumarni

: Astagfirullah... Waktu itu aku dan anakku ingin pergi ke makam suamiku.(sambil mengelus dada)

Warga Pak norman Randi Ibu Sumarni Randi Warga Ibu Sumarni Randi

: Udah usir saja!!! : Tenang-tenang ...(menenangkan warga) : Ya sudah kalau kamu tidak percaya, aku akan buktikan!!! : Jangan Randi, Jangan nak !!! : Sudah Bu, Saya akan buktikan kalau kita tidak bersalah Bu !! : Ah..Apa.. apaan yang mau kamu buktikan Randi ? : Jangan Ibu mohon, jangan lakukan itu nak! : Tidak Bu, Saya akan buktikan (sambil mengangkat tangan ke atas). Ya Allah dengarkan, dengarkanlah. Saya bersumpah saya bukanlah penyebab musibah yang sedang melanda desa ini. Saya mohon tunjukkan kepada kami keagungan Mu. Jadikanlah saya sebagai pelindung alam semesta ini dari musibah. Jadikanlah saya Pagar Alam. Dengan seketika tubuh Randi berubah jadi pagar yang melintang ditengah-tengah hutan.

Ibu Sumarni

: Tidak..... Randi.... (sambil menangis)

Warga Ibu Rina

: Ahh... (sambil tercengang) : Sudah Bu sabar (sambil memeluk Ibu Sumarni)

Itulah sebabnya Desa ini dinamakan Pagar Alam. Yang mengingatkan kita bahwa si Randi berpisah dengan Ibunya demi menunjukan kebenaran.

SEKIAN TERIMA KASIH


Itulah sebabnya Desa ini dinamakan Desa Pagar Alam