P. 1
Bab 2

Bab 2

|Views: 41|Likes:
Publicado porFarihin Ahmad

More info:

Published by: Farihin Ahmad on Jul 16, 2011
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2011

pdf

text

original

Bab II Teori Penunjang

BAB II TEORI PENUNJANG
Pemahaman terhadap teori sangat menunjang ketika proses penelitian. Dengan landasan teori yang relevan maka setiap langkah proses akan mengarah terhadap hasil yang ingin dicapai dari penelitian. 2.1. Analytical Hierachy Process (AHP) Setelah permasalahan ditentukan, proses AHP membutuhkan kriteria. Penentuan kriteria ditentukan oleh ahli atau kelompok ahli yang memahami permasalahan. Kriteria satu permasalahan yang sama dimungkinkan untuk berubah. Karena dimungkinkan adanya perubahan, maka hal ini akan mempengaruhi pembentukan suatu hierarki[2]. Satu hal terpenting adalah dalam proses pemberian nilai dalam matrik pairwise comparison. Nilai yang diberikan akan berpengaruh terhadap tingkat prioritas dari kriteria yang satu terhadapa kriteria yang lain[2]. Pemberian nilai-nilai dalam matrik pairwise comparion dianggap valid jika consistency ratio (CR) kurang dari sepuluh persen. Jika melebihi sepuluh persen maka dapat dilakukan proses autokoreksi atau pembetulan nilai dengan cara menyusun matrix rasio prioritas wi/wj dan membuat matriks selisih absolut aij – wi/wj dan merevisi penilaian pada elemen dengan selisih terbesar. Dalam proses auto koreksi, nilai setelah proses dapat melebihi nilai-nilai skala Saaty. Namun hal ini tidak perlu diperhatikan[2]. Salah satu hal terpenting yang harus dilakukan adalah tidak terlalu memaksa penilaian agar diperoleh konsistensi yang lebih baik[2]. Berikut ini adalah pseudocode proses auto koreksi :
Loop i to ukuran matrix then Loop j to ukuran matrix then Temp = abs(matrix[i][j]-bobot[i]/bobot[j] If max(temp) then Matrix[i][j] = bobot[i]/bobot[j] End If Next j Next i

Gambar 2.1. Pseudocode Auto Koreksi 5

perubahan persepsi dan keengganan mengeluarkan pendapat yang sebenarnya[1]. salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mencari nilai adalah algoritma genetika karena dianggap metode heuristik yang paling optimal. 2.2.1. preferensi pada variabel tertentu. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk penilai AHP yang melibatkan kelompok ahli[1] yaitu : • Secara konsensus. Namun bukan berarti AHP tidak dapat dapat digunakan ketika melibatkan kelompok ahli. Oleh karena itu. Algoritma Genetika Algoritma genetika dianggap sebuah metode heuristik yang paling optimal dalam penentuan permasalahan[1]. berdasarkan[1].2. dimana semua anggota kelompok pegambil keputusan dikumpulkan dalam satu ruangan dan semua anggota yang terlibat harus mengeluarkan satu nilai yang menjadi kesepakatan Dengan penggunaan kuesioner. Pendefinisian Individu Pendefinisian individu/kromosom merupakan langkah pertama yang harus ditentukan. 2. Individu atau kromosom merupakan suatu komposisi nilai yang menyatakan solusi dari suatu permasalahan. • Sepintas penggunaan konsensus dapat mewakili. Berdasarkan definisi individu algoritma genetika dibedakan menjadi dua macam yaitu static genetic algorithm ( ukuran individu sama untuk satu populasi) dan dynamic genetic algorithm (ukuran dan individu tidak sama untuk satu 6 . namun terdapat kelemahan diantaranya perbedaan kekuasaan dan pengetahuan diantara responden. Variasi nilai yang didapat dari masing-masing anggota pengambil keputusan dievaluasi secara musyawarah oleh beberapa orang anggota kelompok yang terlibat.Bab II Teori Penunjang AHP secara logika memang sangat cocok ketika yang memberikan penilian adalah satu orang ahli.

Selain metode roullete wheel terdapat metode turnamen dan rank. 2.2.Bab II Teori Penunjang populasi). Metode yang sering digunakan adalah roullete wheel.2. Algoritma genetika mempunyai tujuan untuk memaksimalkan nilai fitness atau mencari nilai fitness maksimal. Gen integer dapat digolongkan dalam bentuk kromosom ini. • Kromosom kombinatorial. yaitu kromosom yang disusun dari gen-gen yang dinilai dari urutan. yaitu kromosom yang disusun dari gen-gen dengan nilai pecahan. Pemilihan bentuk kromsom sangat ditentukan oleh jenis permasalah.3. Seleksi Seleksi adalah tahapan untuk mempertahankan individu. Kromosom ini adalah model standar dalam algoritma genetika. Berdasarkan[1] bentuk kromosom yang cocok dalam penentuan nilai AHP secara berkelompok adalah bentuk kromosom float. yaitu kromosom yang disusun dari gen-gen yang bernilai string(simbol). • Kromosom float. Prinsip dari roullete wheel adalah semakin tinggi nilai prosentase suatu individu terhadap total nilai fitness maka semakin tinggi pula individu tersebut dapat terseleksi. Evaluasi Fitness Nilai fitness merupakan suatu ukuran baik tidak nya suatu solusi yang dinyatakan sebagai satu individu. atau dengan kata lain nilai fitness menyatakan fungsi tujuan. Metode turnamen merupakan model 7 .2. Pendefinisan kromosom dapat menggunakan beberapa macam bentuk kromosom sebagai berikut : • Kromosom biner. 2. yaitu kromosom yang disusun dari gen-gen yang bernilai 0 dan 1. • Kromosom string.

lebih banyak dilakukan penghapusan.1.2.k+1) = (1-r).k) = r. Cross Over Cross over memiliki berbagai macam metode dan tipe. Mutasi Mutasi terjadi dengan probablitas yang kecil. Mutasi random adalah mengganti nilai pada gen tertentu dengan nilai random sedangkan pada mutasi shift nilai gen dikurangkan atau ditambahkan dengan nilai yang kecil. akan tetapi beberapa akan menguntungkan dan dapat memperbaiki gen.a(n.Bab II Teori Penunjang yang variansinya kecil sehingga kemungkinan munculnya individu superior dapat dikurangi.5. Pemilihan metode dan tipe nya sangat bergantung pada permasalah dan bentuk kromosom. Berdasarkan[1] parameter probabilitas optimum didapat pada 0. Fungsi Cross Over Aritmatika Sedangkan operator cross over untuk bentuk kromosom biner dilakukan dengan menggunakan pertukaran gen antar induk.a(n. Untuk operator cross over yang sering digunakan dalam bentuk kromosom float adalah aritmatika cross over[1]. mutasi dilakukan dengan mengubah gen biner 0 menjadi 1 dan 1 menjadi 0. a(n.k+1) a(n.k) + r. 8 .k) + (1-r).4. 2. Pada kromosom dengan gen float mutasi yang sering digunakan adakah mutasi random dan mutasi shift[1].k+1) Gambar 2. Sedangkan kromosom biner. 2.a(n.2.a(n.8. Berdasarkan[1] paramater probabilitas optimum pada 0.2. Cross over sangat dipengaruhi oleh parameter probabilitas yang ditentukan[3].

1. PHP (Preprocessing Hypertext) 2. Pseudocode Alur Algoritma Genetika 2. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI). Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Individu optimal dapat diperoleh dengan besar populasi dan jumlah generasi yang besar[3].Bab II Teori Penunjang Inti dari keseluruhan proses diatas adalah untuk mendapatkan satu individu optimal.3. Sejarah Singkat Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal).3.3. yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web. 9 . maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Berikut ini adalah pseudocode dari alur tahapan algoritma genetika : Loop i to jumlah generasi then Loop j to jumlah populasi then Seleksi Individu(i)(j) Cross over Individu hasil seleksi Mutasi Individu hasil seleksi If Individu Optimal Return Individu(i)(j) End If Next j Next i Gambar 2. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka.

inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.Bab II Teori Penunjang Pada November 1997. lebih baik.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21.0. Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4. Dalam versi ini. dirilis PHP/FI 2. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan. dan lebih cepat. Pada tahun 1997. interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing. Zend merilis PHP 5. perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0. PHP 4. Pada pertengahan tahun 1999. Pada Juni 2004.0. 10 . Pada rilis ini. Kemudian pada Juni 1998.

3. Dalam pemberian nama variabel PHP ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya : Setiap nama variabel harus diawali oleh huruf atau tanda garis bawah ( _ ) Setiap nama variabel hanya dapat mengandung karakter alphanumeric dan tanda garis bawah ( a-z. number atau array.Bab II Teori Penunjang 2.A-Z dan _ ) 11 . Konsep Kerja PHP Gambar 2. Selain itu dapat digunakan short tag dengan menggunakan <? ?>.3.3.4.2.3. Variabel di PHP Variabel digunakan untuk meyimpan nilai. ?> 2.Berikut ini contoh pendeklarasian variabel PHP : $var_name = value. Berikut ini adalah contoh penulisan script PHP : <?php echo “Hello World”. Cara Penulisan Block script PHP selalu diawali oleh <?php dan diakhiri ?>. Konsep Kerja PHP 2. seperti string. Semua variabel dalam PHP diawali dengan tanda $.3.

$ages['Joe'] = "34". $ages['Quagmire']="30". $cars[2]="BMW". $cars[3]="Toyota"."Volvo". $cars[1]="Volvo". • Indek secara manual diberikan contoh : $cars[0]="Saab". 2.Bab II Teori Penunjang Setiap nama variabel tidak boleh mengandung tanda spasi. Dalam PHP terdapat tiga jenis array : Array numeric – array dengan index angka Ada dua cara untuk membentuk array numeric : • Indek secara otomatis diberikan diawali dari 0 contoh : $cars=array("Saab". 12 ."BMW”).3. Berikut ini contoh penggunaan : $ages = array("Peter"=>32.5. "Quagmire"=>30) atau $ages['Peter']="32". Array Associative Array dimana sebuah ID key berhubungan dengan nilai nya Ketika dibutuhkan nama yang spesifik untuk sebuah nilai jenis array ini sangat membantu. Jika nama variabel lebih dari satu kata maka gunakan tanda garis bawah sebagai pemisah ($my_var) atau gunakan huruf capital untuk kata kedua ($myVar). Array PHP Array adalah variabel special yang mana dapat menampung beberapa nilai dalam satu variabel.

Multiuser. "Lois". MySQL mendukung banyak bahasa pemrograman 3.4. konfigurasi. Hal ini tidak terlepas dari beberapa kelebihan yang dimiliki oleh MySQL diantaranya kecepatan akses. "Quagmire"=>array ( "Glenn" ) ). MySQL MySQL merupakan software yang banyak digunakan sebagai RDBMS untuk pemrogramamn web. antara lain : 1. 4. "Megan" ). MySQL merupakan RDBMS yang memiliki kecepatan yang tinggi dalam melakukan pemrosesan data. biaya. Berikut ini contoh penggunaan array multidimensi: $families=array ( "Griffin"=>array ( "Peter". yaitu dalam satu database server MySQL dapat diakses oleh beberapa user dalam waktu yang sama tanpa mengalami konflik 5. dapat diandalkan dan mudah digunakan serta mudah dipelajari 2. Dalam hal relasi antar table pada suatu database.Bab II Teori Penunjang Array Multidimensi Array yang berisi satu atau lebih array-array. MySQL menerapkan metode yang sangat cepat yaitu dengan menggunakan metode one sweep multijoin. Sekuritas yang dianggap baik karena memiliki lapisan sekuritas seperti subenetmask dll 13 . 2. Berikut ini beberapa alasan mengapa MySQL menjadi RDBMS yang sangat popular. tersedia source code.

”password”). MySQL merupakan software yang bersifata free atau gratis Langkah Koneksi PHP dengan Databse MySQL 1. Keterangan : $conn adalah nama variabel penampung status hasil koneksi kepada database.1. 14 2. password adalah kata sandi untuk username untuk dapat masuk ke dalam database.”username”. Sintaks : $pilih = mysql_select_db(”namadatabase”. . $conn). Host adalah nama host atau alamat server database MySQL. 2. Memilih database yang akan digunakan di server mysql_select_db() Digunakan untuk melakukan koneksi kepada database yang dalam server yang berhasil dikoneksi dengan perintah mysql_connect(). username adalah nama user yang telah diberi hak untuk dapat mengakses server database.Bab II Teori Penunjang 6.4. Membuka koneksi ke server MySQL mysql_connect() Digunakan untuk melakukan uji dan koneksi kepada server database MySQL. Sintaks : $conn = mysql_connect (”host”.

mysql_query() Digunakan untuk melakukan eksekusi perintah SQL untuk memanipulasi database yang berhasil dilakukan koneksinya menggunakan mysql_select_db(). 3. Keterangan : $row adalah array satu record dari record $hasil yang diproses nomor record sesuai dengan nomor urut dari proses mysql_fetch_array yang sedang dilakukan. $conn merupakan koneksi kepada server database yang berhasil. dan memasukkannya ke dalam array asosiatif. Keterangan : $hasil akan berupa record set apabila SQL Statement berupa perintah select. Mengambil record dari database mysql_fetch_array() Digunakan untuk melakukan pemrosesan hasil query yang dilakukan dengan perintah mysql_query(). array numeris atau keduanya. namadatabase adalah nama database yang akan dikenai proses. 4. 15 . Sintaks : $row = mysql_fetch_array($hasil). Mengambil sebuah query dari sebuah database.Bab II Teori Penunjang Keterangan : $pilih berisi status koneksi kepada database. Sintaks : $hasil = mysql_query(”SQL Statement”).

Keterangan : $jml akan memiliki nilai sesuai dengan jumlah record yang ada. mysql_num_rows() Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record yang ada pada database. mysql_fetch_row() Fungsi ini hampir sama dengan fungsi mysql_fetch_array(). Sintaks : $row = mysql_fetch_row($hasil). hanya saja array yang dihasilkan hanya array numeris. 16 .Bab II Teori Penunjang $hasil adalah record set yang akan diproses. hanya saja array yang dihasilkan hanya array asosiatif. mysql_fetch_assoc() Fungsi ini hampir sama dengan fungsi mysql_fetch_array(). Sintaks : $row = mysql_fetch_assoc($hasil). Sintaks : $jml = mysql_num_rows($hasil).

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->