Você está na página 1de 3

Apakah Boleh Melawan Undang-Undang Pemerintah ?

Dan Apakah Demonstrasi


Termasuk Jalan Dakwah?
Sabtu, 28 Januari 2006 19:26:01 WIB

APAKAH DEMONSTRASI TERMASUK JALAN DAKWAH

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah demonstrasi yang dilakukan
oleh kaum laki-laki dan wanita untuk menentang pemimpin bisa dianggap sebagai suatu
jalan dakwah ? Dan apakah orang yang mati karenanya bisa dianggap syahid fii sabilillah
?

Jawaban
Demonstrasi yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita bukanlahlah jalan keluar.
Bahkan saya beranggapan bahwa hal tersebut termasuk dari sebab-sebab musibah,
kejelekan, kebencian manusia dan terjadinya permusuhan antar manusia yang tidak
sesuai dengan kebenaran. Adapun cara-cara yang disyariatkan yakni : menulis surat,
memberikan nasehat serta berdakwah kepada kebaikan dengan jalan yang telah
ditetapkan syariat yang tentunya telah dijelaskan caranya oleh ahlul ilmi, para sahabat
Rasullullah dan orang-orang yang mengikuti beliau dalam kebaikan yakni dengan
menulis surat dan berhadapan langsung dengan pemimpin untuk memberikan nasehat
tanpa menyebarkan perbuatan yang mereka lakukan di atas mimbar sehingga
menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, hanyalah Allah yang menjadi penolong.

Dan Syaikh bin Baz berkata sebagai bantahan terhadap Syaikh Abdurrahman Abdul
Khaliq.
Keenam : Anda (Abdurrahman Abdul Khaliq) menyebutkan di kitab Anda Fushul min
Asy-Syar’iyah halaman 31 dan 32 : “Sesungguhnya diantara metode dakwah Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah demonstrasi”. Saya tidak mendapatkan nash
yang menunjukkan hal tersebut, olehnya itu saya mengharapkan penjelasan dari siapa
datangnya pernyataan tersebut dan dari kitab mana Anda mendapatkan ?

Jika perkataan tersebut tidak memiliki sandaran, maka wajib untuk rujuk dari pendapat
tersebut karena saya tidak mengetahui ada nash yang menunjukkan hal tersebut dan telah
diketahui juga bahwasanya demonstrasi menimbulkan banyak sekali kerusakan. Jika puna
da nashnya maka sudah semestinya untuk dijelaskan dengan sejelas-jelasnya sehingga
orang-orang tidak lagi membenarkan demonstrasi batil yang mereka perbuat.

Hanyalah kepada Allah kita meminta agar diberikan taufiq dengan ilmu yang bermanfaat
serta amal yang benar dan semoga Allah meluruskan hati-hati kita dan amalan kita dan
menjadikan kita termasuk orang-orang yang diberi petunjuk karena sesungguhnya Allah
Maha Pemurah lagi Mahamulia.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

[Majmu Fatawa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz 8/245]

DARI ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ KEPADA YANG TERHORMAT
ABDURRAHMAN BIN ABDUL KHALIQ

[Semoga Allah memberikan taufiq dengan keridhaanNya sehingga dengannya agamaNya


akan bangkit, amin]

Salamun ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu


Saya telah terima surat Anda dan saya senang sekali terhadap isinya yang sesuai dengan
apa yang saya nasehatkan kepada Anda, saya memohon semoga Allah menambahkan
taufiqNya terhadap Anda dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang diberikan
petunjuk karena sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah lagi Mahamulia.

Semua yang Anda sebutkan seputar demonstrasi bisa saya pahami dan juga saya tahu
kelemahan sanad riwayatnya seperti yang Anda sebutkan, yaitu pada Ishak bin Abi
Farwah karena sesungguhnya ia tidak bisa dijadikan sebagai hujjah, walaupun riwayat
tersebut benar akan tetapi itu terjadi di permulaan Islam yaitu sebelum sempurna agama
Islam.

Tidak disangsikan lagi bahwa sebagai sandaran perintah, larangan (amru dan nahyi) dan
seluruh permasalahan dalam agama yaitu setelah hijrah. Adapun seperti shalat
Jum’at, hari-hari raya, shalat khusuf, shalat istisqa atau yang semisalnya merupakan
keadaan-keadaan yang mengharuskan terjadinya perkumpulan-perkumpulan, semua itu
dalam rangka menyiarkan agama Islam dan tidak ada hubungannya dengan demosntrasi.

Semoga Allah menambahkan bagi kita ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya,
meluruskan hati serta amalan kita dan selalu menjaga kita semua pada khususnya dan
seluruh kaum muslimin pada umumnya dari cobaan yang menyesatkan dan dari
gangguan setan, karena sesungguhnya Allah sebaik-baik tempat meminta.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

[Majmu Fatawa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz 8/245]

[Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia
Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran
Al-Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia]