Você está na página 1de 2

AKHLAK TASAWUF A. Arti akhlak (horisontal) dalam konteks tasawuf (fertikal). Dasar utama Tasawuf: .

Akhlak ( )jama dari sama dengan kata : ) )etika dari bhs.Yunani:watak atau adat, Latin:mores:mos:moral:adat kebiasaan. B. Tokoh sufi dan ajaranya. 1. Abu tholib Al-makki. Karyanya: ( nutrisi hati). Kata mutiara: perut itu mizhar yaitu kecapi yang berongga dan bertali, suaranya bagus karena talinya ringan dan halus, dan karena rongga dan berisi, apabila kosong lebih enak membaca, lebih betah untuk berdiri sembahyang dan lebih sedikit tidur. 2. Ibrahim al-adham.(seorang zahid besar). Seseorang tidak akan mencapai drajat kesalehan, kecuali melalui enam rintangan: a. Menutup pintu kemuliaan dan membuka pintu kehinaan. b. Menutup pintu nimat dan membuka pintu kesukaran. c. Menutup pintu tidur dan membuka pintu belajar. d. Siap-siap mati. Malam itu harganya mahal, maka gunakan malammu untuk ibadah fertikal. Dan siangmu untuk ibadah horisontal. Agar tahajudmu bisa istiqomah, maka bacalah istighfar sebanyak-banyaknya. C. Alasan seseorang masuk dunia sufisme: a. Ingin membersihkan dosa. b. Menyalakan cahaya hati sehingga mendorong untuk istiqomah beribadah. c. Mempertinggi akhlak. # Ibrahihim bin Adam hidup di Khurasan, beliau adalah keluarga raja-raja Persia, tapi merasa ogah dengan kemegahan duniawi. Karena itu ditinggalkanya pakaian kebesaran dan keluarganya, ia pun mengelana di padang pasir tanah Arab. Dia telah berjanji didalam hatinya untuk mengabdi kepada Tuhan semata-mata. Sedang untuk biaya hidup sehari-hari ia bekerja sebagai penyiram dan pembersih kebun orang lain. Sajak Ibrahim: # # Kutinggalkan makhluk segala, agar dapat mencintai-Mu saja Kuyatimkan anakku, karena ingin memandang Dikau semata Kalau kini Kau putuska cintaku seketika Sungguh tiada dapat menenangkan hati selain kembali kepada-Mu jua. Mempertinggi akhlak manusia. Dengan hati yang suci-bersih dan selalu disinari oleh ajaran-ajaran Allah dan RasulNya, akan semakin tinggilah akhlak manusia. Di dalam sistematika ajaran tasawuf tercantum bahwa ajaran akhlaqul-karimah atau Al-munjiyat merupakan uraian yang panjang dalam tasawuf, tujuannya tidak lain

adalah untuk membersihkan manusia dari akhlaqul-madzmumah atau Al-Muhlikat. Pembersihan ini dinamai takhalli. Bila manusia telah kosong dari perangai-perangai tercela. Mulailah diisi jiwanya dengan akhlak-akhlak yang terpuji yang disebut tahalli. Tahalli ialah menghiasi pribadi insan dengan keutamaan-keutamaan. Bila seorang telah diipenuhi oleh perangai-perangai utama, niscaya terbukalah tirai yang mendindinginya dari kebesaran Illahi. Bila tirai telah terbuka antara manusia dengan Ilahi dapatlah manusia itu mencapai kelezatan beribadat kepeda Tuhan. Tersingkapnya tirai yang menabiri antara manusia dengan Tuhan ini disebut dalam tasawwuf dengan tajalli. Aspek moral adalah aspek yang terpenting dalam kehidupan manusia. Bila manusia tidak bermoral, turunlah martabatnya dari kemanusiaanya. Bentuknya sama dengan bentuk manusia tetapi perangainya adalah perangai binatang. Dalam akidah ; bila seseorang melanggar keimanan ia dihukum kafir dan dilam fiqih bila seseorang melanggar hukum dia dianggap fasiq atau zindiq.