Você está na página 1de 20

AKHLAK MULIA RASULULLAH Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila

ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata, "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatangi pengemis buta dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapinya makanan . Walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW terus melakukannya hingga menjelang Beliau wafat. Setelah Rasulullah meninggal, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah. Ia bertanya kepada anaknya, "anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?", Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah! engkau adalah seorang ahli sunnah. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah. Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya. Setelah itu ia baru ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata, Aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, Benarkah demikian? selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Mentauladani Akhlak Rasulullah


Rabu, 18 April 2007 18:23 Komentar Dimatikan BANYAK contoh di dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang akhlak khususnya akhlak Nabi Muhamad SAW. Satu diantaranya tertera sebagai berikut: Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahzab:21). Terjemahan ayat tadi menunjukkan kepada setiap insan untuk senantiasa meyakini bahwa di dalam diri Rasulullah terdapat pribadi mulia yang patut dicontoh atau ditauladani, sebab di dalamnya mengandung tuntunan, perilaku, dan akhlak yang melekat pada Nabi Muhammad SAW. Terutama jika seseorang tidak ingin terjebak dalam kehidupan di dunia yang penuh tipu daya, seyogyanya pribadi Rasulullah dapat dijadikan rujukan untuk meraih kehidupan abadi di akhirat nanti. Satu diantara sekian banyak kepribadian yang dimiliki Rasulullah adalah akhlak mulia beliau dalam berbagai aspek kehidupan. Pendek kata, akhlak yang sempurna adalah akhlak Rasulullah. Berakhlak dalam lingkungan keluarga sendiri, di kalangan sahabat beliau, serta sebagai pemimpin umat. Rasul mempunyai akhlak yang tiada bandingannya, hingga musuhpun bila perlu harus dihormati. Sebagaimana kisah Fathimah Az-Zahra sebagai putri keempat dari Muhammad Rasulullah dan ibunya, Ummahatul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Rasulullah memberikan julukan kepada Fathimah dengan az-zahra (bunga). Sungguh, Rasulullah telah menggambarkan kecintaannya kepada putri beliau, Fathimah. Dalam riwayat disebutkan: Sesungguhnya, Fathimah adalah bagian dari potongan dagingku, maka barangsiapa yang mendustainya berarti mendustaiku, dan barangsiapa yang mengganggunya, berarti dia mengganggu diriku (H.R. Bukhari no 2449) Meskipun demikian tinggi kecintaan beliau, akan tetapi Nabi menjelaskan kepada putriya, dan juga kepada yang lain agar senantiasa beramal dan berbekal taqwa. Suatu hari beliau berdiri dan berseru: Wahai sekalian orang Quraisy, jagalah diri kalian, sesungguhnya aku tidak dapat membantu kalian di sisi Allah sedikitpun, wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah kepadaku hartaku yang kamu sukai, namun aku tidak dapat menolongmu dari kehendak Allah sedikitpun Di dalam kehidupan suami-istri diantaranya pasti pernah mengalami rasa cemburu. Karena cemburu merupakan tanda adanya cinta, mustahil seseorang mencintai kekasihnya tidak pernah merasa cemburu. Hal itu juga dialami dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW. Contohnya, Aisyah radhiyallahu anha adalah seorang wanita pencemburu, hal ini terjadi karena begitu besar rasa cintanya kepada kekasihnya yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Dari Aisyah, dia berkata, Aku tidak pernah melihat orang yang pandai masak seperti halnya Shafiyah. Suatu hari dia membuatkan makanan bagi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, yang ketika itu beliau di rumahku. Seketika itu badanku gemetar karena rasa cemburu yang menggelegak. Lalu aku memecahkan bejana Shafiyah. Akupun menjadi menyesal sendiri. Aku berkata,Wahai Rasulullah, apa tebusan atas apa yang aku lakukan ini? Beliau menjawab, bejana harus diganti dengan bejana yang sama, makanan harus diganti dengan makanan yang sama (Abu Daud dan An-Nasai) Aisyah Radhiyallahu anha pernah berkata, Aku tidak pernah cemburu terhadap wanita seperti kecemburuanku terhdap Khadijah, karena Nabi Shalallahu alaihi wassalam seringkali menyebut namanya. Suatu hari beliau juga menyebut namanya, lalu aku berkata, Apa yang engkau lakukan terhadap wanita tua yang merah kedua sudut mulutnya? Padahal Allah telah memberikan ganti yang lebih baik darinya kepadamu. Beliau bersabda, Demi Allah, Allah tidak memberikan ganti yang lebih baik darinya kepadaku (Diriwayatkan Bukhari) Kisah Rasulullah yang lain dapat dijadikan sebagai pelajaran. Misalnya, kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tidak ada makanan yang siap dimakan, sambil tersenyum Rasul menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina Aisyah menceritakan Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang. Suatu ketika Rasul pernah pulang pagi-pagi. Tentulah beliau amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apa pun yang bisa disantap untuk sarapan. Bahkan yang mentah pun tidak ada, karena Sayidatina Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, Belum ada sarapan ya Khumaira? (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina Aisyah yang berarti Wahai yang kemerah-merahan) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, Belum ada apa-apa wahai Rasulullah. Rasulullah lantas berkata, Jika begitu aku puasa saja hari ini. tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. Sebaliknya Nabi SAW sangat marah tatkala melihat seorang suami memukul isterinya. Rasulullah menegur, Mengapa engkau memukul isterimu? Lantas persoalan itu dijawab dengan agak gementar, Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap bandel, jadi aku pukul dia. Aku tidak bertanya alasanmu, jawab Nabi SAW. Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu dari anak-anakmu?. Pernah Rasulullah bersabda, Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya. Pada suatu ketika Nabi menjadi imam shalat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan beliau antara satu rukun ke rukun yang lain amat sukar sekali. Namun, mereka mendengar bunyi seolah-olah sendi tubuh nabi yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan beliau itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang, Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah? Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar. Ya Rasulullah mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergeseran di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut Nabi yang kempes, kelihatan dibalitt sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergerak tubuh beliau. Ya Rasulullah! Bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, senantiasa kami akan mendapatkannya buat tuan? Lalu Nabi menjawab dengan lembut, Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apa yang akan aku katakan di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak. Tak hanya itu, pintu syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk Nabi, namun beliau masih mau berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hingga pernah beliau terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina Aisyah, Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini? Jawab belisau dengan lunak, Ya Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Akhlak yang mulia tidak hanya dapat menyatukan masyarakat tetapi juga bermanfaat dari berbagai segi kehidupan. Dari aspek keamanan, misalnya, sudah barang tentu tidak akan ada masalah apabila seluruh anggota masyarakat berakhlak mulia. Karena mereka akan saling menghormati hukum dan tahu bahwa tidak ada faedahnya membuat masalah yang sia-sia dan hanya akan mendatangkan keburukan terhadap diri mereka dan masyarakat. Dari aspek hukum, tidak perlu lagi adanya pembinaan penjara dan tempat pemulihan akhlak. Dengan demikian, akhlak yang mulia adalah akhlak yang telah digariskan dalam Islam untuk ditauladani. Berakhlak mulia tidak hanya apa yang nampak diluar saja, tetapi yang paling penting berakhlak mulia di dalam hati dan sanubari. Kita disuruh bukan saja berbuat baik terhadap tetangga tetapi mempunyai rasa kasih dan sayang serta menghormati tetangga tersebut. Akhlak di dalam adalah akhlak yang terkait dengan hati. Sifat keji di dalam hati seperti riya, takabur, syak wasangka dan bersifat dengki harus dijauhkan agar kita dapat menjalani hidup dengan tenang dan damai. Wago
Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya

Mari kita bercerita tentang Nabi kita. Iaitu Rasulullah SAW, penyelamat manusia dunia Akhirat. Walaupun sebelum ini kita telah menceritakan banyak kali tentangnya. Mungkin kita ceritakan di sudut -sudut lain yang belum diceritakan lagi. Kalau pun diceritakan lagi banyak kali tidak mengapa.

Supaya yang lupa diingat kembali. Bertambah ingat lagi. Nabi Muhammad SAW orang luar biasa yang tidak ada taranya. Sebelum dan sesudahnya di kalangan manusia. Sekalipun di kalangan para rasul dan para nabi yang telah diberita. Dia adalah rohnya malaikat dan tubuhnya manusia. Orang paling cerdik dan paling bersih rohnya. Di kalangan manusia sebelum dan sesudahnya. Maka dia diberi julukan oleh Tuhan fathonah. Bahkan yang paling fathonah di kalangan rasulNya. Ilmunya bukan didapati dari akalnya. Walaupun dia orang yang paling tajam akalnya. Dia mendapat ilmu dijatuhkan Tuhan di dalam hatinya. Wahyu namanya, dia belajar langsung dari Tuhannya. Kerana inilah dia tidak pertu menulis. Dan membaca seperti manusia biasa. Kerana itulah ilmunya tidak dilupa sepanjang masa. Kalau dari akal mungkin dilupakannya. Ilmunya menceritakan dunia dan akhirat { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Tawakalnya luar biasa. Sebab itulah di malamnya makanan tidak disimpan untuk esok harinya. Dan diberikan kepada manusia yang memerlukannya. Kerana dia yakin, kalau esoknya dia hidup, Tuhan merezekikannya. Dia tidak membunuh orang. Walaupun di setengah-setengah waktu dia harus membunuhnya. Tapi dia tidak membunuhnya. Dia mengambil jalan yang utama, iaitu memaafkannya. Kerana itu orang itu Islam di tangannya. Beraninya luar biasa tiada tandingannya. Dia sanggup lalu di hadapan musuhnya seorang diri.

Musuhnya tidak mengapa-apakannya bahkan terpinga-pinga. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Kasih sayangnya sangat ketara. Terutama kepada fakir miskin, anak-anak yatim dan janda-janda. Orang yang bersalah dimaafkannya. Sekalipun orang itu tidak memintanya. Pernah hamba sahaya hendak dihukum oleh tuannya. Dia membuka bajunya untuk disebat. Pengganti hamba sahaya, tuan hamba sahaya itu malu dibuatnya. Lalu dimerdekakannya. Pernah Rasulullah SAW membeli hamba sahaya kemudian dimerdekakannya. Pemurahnya tidak ada taranya. Macam angin kencang lajunya. Tiada siapa yang boleh menandinginya. Dan tidak pernah menghampakan orang yang meminta . Sekalipun dia terpaksa berhutang buat sementara . { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Kalau ada orang mengata dan menghinanya. Dia diam sahaja, tidak menjawabnya. Gembiranya tidak ketawa, hanya senyum sahaja. Cuma ketaranya pada mukanya. Bahkan tidak pernah menghina orang atau mengata aibnya. Sekalipun musuhnya. Rasulullah makannya sedikit sekadar mengalas perutnya. Dia tidak pernah makan seorang, sekalipun lapar. Paling tidak, dia makan berdua. Tapi kalau dia tidak suka setengah jenis makanan itu. Dia tidak pula mencercanya.

Kalau dia marah dengan orang, disembunyikan marahnya. Sehingga orang tidak tahu marahnya. Dia tidak pernah melahirkan jijik kepada manusia. Sebab itu dia sanggup makan dengan orang berkudis-kudis badannya. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya} Sabarnya luar biasa. Tentang ujian yang Tuhan timpakan kepadanya berbagai-bagai bentuknya. Dia redha. Lantaran itu Tuhan beri dia gelaran Ulul Azmi. Yang tiada bandingannya. Bahkan dia ketua Ulul Azmi di kalangan rasul-rasul. Di tangannya lahirlah murid-murid yang luar biasa. Diberi gelaran Sahabat namanya. Ratusan ribu banyaknya, lebih seratus ribu bilangannya. Ini tidak pernah berlaku di kalangan rasul-rasul sebelumnya. Semua Sahabat-Sahabatnya masuk Syurga. Kerana dosa-dosa mereka diampunkan oleh Tuhannya. Kerana berkat menjadi Sahabat-Sahabatnya. Sahabat-Sahabatnya laksana bintang-bintang di langit. Rasul adalah bulan pumama. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya} Hatinya tidak tidur sekalipun matanya tidur. Menunjukkan hatinya sentiasa jaga. Sebab itulah kalau dia tidur tidak membatalkan wudhuknya. Dia menghormati manusia sesuai dengan darjatnya. Sekalipun orang itu kafir. Kadang-kadang dibentangkan serbannya untuk tempat duduk tetamunya. Kerana menghormati tetamunya.

Dia tidak mengutuk dan melaknat makhluk Tuhan. Sekalipun binatang yang melata. Begitu juga tidak pernah melakukan kesalahan. Sekalipun menyalahi utama. Kalau dia melihat perempuan, matanya ditundukkannya. Dia orang paling pemalu. Malunya kalah anak dara yang paling pemalu. Kalau dia lalu, tidak dibenarkan perempuan di hadapannya .. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Ibadahnya banyak, terutama di waktu malam Hingga bengkak-bengkak kakinya. Dia suka berkhidmat dengan isteri-isteri dan keluarga. Bukan diarah-arahkan oleh isteri-isterinya. Tapi dia buat dengan sukarela. Kerana mencari redha TuhanNya. Dia sebaik-baik suami. Tidak mampu orang lain membuatnya . { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Bahkan dia berkhidmat dengan musuhnya. Satu cerita yang menyayat hati kita. Seorang buta yang benci kepadanya . Rasul berkhidmat tanpa diketahuinya . Hingga sampai waktu wafatnya. Diganti oleh Saidina Abu Bakar untuk berkhidmat kepadanya. Tapi dirasakan olehnya ada kelainan dari sebelumnya . Kamu ini siapa?. Saidina Abu Bakar berkata: Saya Abu Bakar. Pengganti Rasul berkhidmat kepada kamu, yang Rasul itu sudah wafat.

Si buta itu terkejut! Rupanya yang berkhidmat padanya orang yang paling dibenci. Kerana terkejutnya menjadikan dia mati. Tapi sempat dia mengucap dua kalimah syahadat, Islamlah dia. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Kalau dia bersahabat atau berkawan. Mengutamakan kawannya. Bahkan berkhidmat kepada sahabatnya. Setiap orang yang bergaul, berpuas hati dengannya. Setiap orang merasa dia dihormatinya. Walaupun berbagai-bagai peringkat kedudukannya. Mari kita teruskan cerita tentang nabi kita. Supaya lebih terperinci lagi. Cerita dan beritanya. Dia manusia luar biasa kekasih Tuhannya. Agar lebih nampak dia manusia istimewa. Dia tidak akan makan sebelum lapar. Dia akan berhenti sebelum kenyang. Tidak macam manusia biasa. Dia tidak suka makanan banyak jenis lauknya .. Kalau dia suka kerana Tuhannya. Kalau dia marah pun kerana Tuhannya. Bukan kerana peribadinya. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Bila wafat, boleh dikatakan tidak meninggalkan harta. Dia tidak meninggalkan sembahyang jemaah. Kecuali sekali saja di dalam hidupnya. Iaitu waktu sakit hingga membawa wafatnya.

Makan minumnya bukan diusahakannya. Tetapi setiap kali hendak makan, ada rezekinya. Tapi pengikutnya disuruh berusaha. Terutama yang ada keluarga. Dia tidak menerima upah Lebih-lebih Iagi meminta upah. Kerana usaha perjuangannya. Tetapi ulama di hari ini, memakan upah. Dari usaha dakwahnya . Seperti yang dibuat oleh kebanyakan ulama-ulama yang cinta dunia. Bahkan ada ulama yang meminta upah dari dakwah dan pengajiannya. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Takut dengan Tuhan ketara di mukanya . Dia beristerikan janda kaya, Khadijah namanya . Hartanya diserahkan habis kepadanya . Tetapi Nabi korbankan harta itu semuanya . Dan Nabi, kalau dia berkawan, sebaik-baik kawan. Kalau dia di rumah, sebaik-baik bapa Kalau dia bersama isteri, sebaik-baik suami. Kalau dia memimpin, sebaik-baik pemimpin { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Kalau dia bercakap lantang suaranya . Tegang urat merihnya. Kalau dia bercakap bak mutiara. Sangat berkesan pada jiwa orang yang mendengarnya. Kalau dia berucap atau berpidato tidak ada gelak ketawa manusia yang mendengarnya . Kerana manusia yang mendengar insaf dibuatnya. Tidak seperti ulama-ulama hari ini.

Kalau mereka bercakap gelak ketawa orang yang mendengarnya. Kerana yang dicakapkan itu dari lidahnya. Bukan dari hatinya. Nabi kalau bercakap singkat-singkat sahaja, tidak meleret, tidak seperti kebanyakan manusia. Dia bercakap pendek sahaja. Tapi terhimpun berbagai-bagai ilmu di dalamnya . { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Dikatakan oleh hadis jawa miul kalim . Kata-katanya singkat tapi padat . Kata-katanya singkat tapi maksudnya luas . Kata-katanya singkat tapi puas dan menggetarkan jiwa. Tidak seperti orang lain bercakap berjela-jela, isinya tiada. Masa terbuang, cakapnya tidak menggetarkan jiwa Kita sambung lagi cerita nabi kita. Nabi tidak suka berjalan-jalan membuang masa. Juga tidak akan bercakap yang sia-sia. Sekalipun tidak berdosa. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Kalau dia ketawa tidak berbunyi. Insafnya dapat dilihat di mukanya. Takutnya kepada Tuhan di mukanya ketara . Dia melahirkan kegembiraan bila kawan-kawannya gembira . Dia melahirkan kesedihan di atas kesedihan kawan-kawannya. Rasulullah mudah menangis. Kerana takutkan Tuhannya Rasulullah tahu Tuhan kasih kepadanya. Akhlaknya sungguh agung..

Tuhan memujinya. Bahkan mengatakan dia yang paling bertaqwa di kalangan manusia .. Sebelum dan sesudahnya. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Seolah-olah dia tidak mendengar apa yang Tuhan kata terhadap dirinya. Tuhan berkata: Akhlaknya, sungguh agungnya. Tidak ada siapa boleh menandinginya. Tetapi dia tidak merasa bangga, dia tetap merasa hamba. Dia tetap dapat mengekalkan rasa takut dengan Tuhannya. Rasa kehambaan sentiasa di dalam hatinya. Bahkan tidak pernah putus daripada perasaannya. Soal Tuhan memujinya itu hak Tuhannya. Tapi dia tetap merasa hamba kepada Tuhannya. Tawadhuk. dengan Tuhannya, sentiasa ada. Sangat ketara, di dalam hidupnya. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Dia berpakaian jubah dan serban. Warna yang disukai kebanyakannya putih dan hijau Warna hitam ada juga dipakainya. Tapi sekali sekala. Makanan yang dia suka, susu dan tamar. Daging sebagai lauknya Itulah penguat badannya. Demikianlah secara ringkas. Yang global tentang cerita nabi kita Yang tidak disebut berusahalah untuk mempelajarinya. { Ya Allah harumkanlah kuburnya yang mulia dengan wangian yang segar daripada

selawat dan salam. Ya Allah sejahterakanlah dan selamatkanlah serta berkatilah ke atasnya } Di dalam sejarah Nabi kita ada dicerita . Mukjizat banyak berlaku di tangannya. Yang lahir dan yang batin . Yang besar ialah Al-Quran dan Al-Hadis . Yang kekal sampai ke akhir zaman. Untuk pengajaran dan panduan kepada manusia . Demi keselamatan manusia dunia dan Akhiratnya . Tetapi apa yang disebutkan itu sudah memadai. Bagi orang yang tiada masa mengkajinya . at 5:14 AM 2 comments
Renungan Ayat

Mencela seorang muslim itu perbuatan fasiq sedangkan memeranginya adalah perbuatan kufur.(HR.Bukhari dan Muslim) Janganlah kamu sibuk mencari keburukan orang lain, justru kamu lalai (meneliti) keburukan pada dirimu, sesungguhnya itu dua keburukan. (Al-Qahthani) Amrodhul Qulub: Penyakit-penyakit yang berjangkit dalam hati atau jiwa
Apa Itu Ghibah? Apa itu Ghibah (gossip/nerumpi/mengunjing)? Yaitu, membicarakan keadaan seseorang yang sekiranya keburukan itu sampai ke telinga orang yang dibicarakannya, ia tidak suka. Meskipun yang berghibah itu tidak bermaksud memburukannya. Baik tentang jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya-pun bermacam-macam, di antaranya membeberkan aib (keburukan/cacat/kekurangan), menirukan gerak tertentu dari orang yang dijelekan dengan maksud mengolok-ngolok dsb Jadi yang disebut ghibah/ngerumpi/ngegosip adalah obrolan yang menyangkut diri seseorang, dan obrolan itu jika di dengar oleh orang yang bersangkutan ia marah atau tersinggung. Jadi bisa jadi obrolan ini dianggap biasa-biasa saja saja tanpa maksud apa-apa , tapi orang itu bisa jadi marah!! Ghibah pun bukan berarti benar atau tidaknya apa yang dibicarakan tapi menyangkut buruknya mulut. Artinya meskipun yang diucapkan itu fakta sebenarnya tapi dengan cara membeberkannya kepada orang lain itulah ghibah. Yang seharusnya aib atau cacat saudara kita itu harus kita sembunyikan karena ada rasa sayang dalam hati. ASeperti halnya orang tua yang selalu menyembunyikan aib anaknya atau sebaliknya, ataupun suami istri yang selalu menjaga rahasia keburukan masingmasing. Apa dosa Ghibah? Ghbah adalah haram hukumnya dan jelas sekali dalilnya baik yang terdapat dalam Al-Quran, hadist Nabi dan kesepakatan kaum muslimin sendiri. Allah Swt berfirman:

Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.. (QS. An-Nisa: 148) Celakaanlah bagi pengumpat dan pencela. (QS. Al-Hujurat:12) iDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawaban.(QS. Al-Isra: 17)
Dalam hadist Nabi saw disebutkan:

Wahai orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum

muslimin, janganlah kalian menjelek-jelekkannya, janganlah kalian mencari-cari aibnya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Barang siapa yang Allah cari keburukannya, niscaya Allah akan membeberkan rahasianya meskipun di rumahnya sendiri. (H.R. Tirmidzi dan lainnya)
Dan masih banyak dalil yang menunjukan bahwa ghibah ini sangat terlarang. Setidaknya yang harus kita waspadai bahwa pahala yang telah susah payah kita tabung selama ini, akhirnya berpindah ke orang yang kita bicarakan. Akhirnya tabungan kita selama ini ludes tidak tersisa alias bangkrut. Beberapa Sebab Yang Dapat Menimbulkan Ghbah Meluapkan kemarahannya atau kebencian kepada seseorang Memandang dirinya jauh lebih baik dari orang lain (sombong) Sering berkumpul dengan kalangan tukang gosip Keheranan melihat perbuatan dosa yang dilakukan orang lain Bermaksud menghina orang lain Sebagai pemberitahuan bahwa seseorang telah melakukan dosa Hasud dan menunjukan rasa sayang dan kerendahan hatinya di hadapan orang-orang seperti mengatakan, Sedih sekali melihat kemiskinan orang itu. Karena lelucon, guyonan, senda gurau, menceritakan kejadian lucu yang terjadi pada seseorang dengan menceritakan keburukan orang itu agar pendengar tertawa atau tersenyum mendengarnya Menghapuskan prasangka buruk orang yang ditujukan pada dirinya Apa Yang Paling Berbahaya? Orang yang tidak pernah shalat, tidak mau belajar Islam, tidak mau taubat, tidak menyesal dengan dosa, sudah tidak tahu lagi mana yang benar, dosa menjadi hobinya sehari-hari, sering datang ke Paranormal, percaya ramalan-ramalan, yah mau gimana ! Pastinya sudah tidak aneh lagi kalau berghibah. Cuman yang berbahaya adalah ketika kita tidak menyadari telah ber-ghibah meskipun ucapan/obrolan ini dalam koridor ketaatan atau ibadah. Seakan-akan ada kebenaran untuk menceritakan orang atau untuk menunjukan bagi yang mendengarnya bahwa ia seorang yang taat atau sangat Islami. Beberapa contoh: Aduh, kenapa yah dekat ke masjid tapi nggak pernah ke masjid? (ucapan ini diucapkan oleh orang yang sering berjamaah di masjid) Duh kasian yah, tuh di TV banyak sekali tanyangan infotaimentwah jadi nggak halal tu kerjaanyahabis ngomongin

orang melulu Ketika mendengar seruan untuk selalu membaca Al-Quran..Duh kasian banget orang yang nggak pernah ngaji..mau dibawa kemana hidupnya! Mana sih pemimpin yang taat dan Islami itu..mau dibawa ke mana bangsa ini!! Sekarang ini sudah banyak dajjalseharusnya orang-orang itu kembali donk ke agama!! Memang sekarang tuh dah banyak Thagut (kejahatan/keburukan) banyak orang tua yang nggak ngedidik anak-anaknya dengan agama siiihh..!!! Saya berterima kasih pada ustadz..agar mereka yang selalu tenggelam di dunia segera sadar dan kembali kepada jalan Allah..!!! Sayang sekali yah..Kalau orang Islam di Indonesia itu mau zakat dan sedekah pasti nggak akan ada kemiskinan deh Banyak tuh yang shalat tapi tetap aja belum sadar! Wah keluarganya nggak tahu agama sihh Wah ceramahnya kepanjangan.nggak jelas apa isinya..Coba kalau gini gitu!
Membuka Peluang Dosa Lain Setelah ghibah, dipastikan akan timbul suu zhan (buruk sangka) setelah itu timbul hasud, kemudian pasti akan terjangkit namimah. Setelah itu timbul penyakit hati lainnya. Jadi enaknya begini, kalau kita mendengar ceramah agama, pengajian, atau apapun, jangan melihat keadaan orang lain. Tunjukanlah bahwa nasihat atau anjuran itu untuk kita sendiri. Ketika kita mendengar ceramah untuk selalu belajar AlQuran, dan selalu membacanya, merenungkan artinya, tadabbur, berusaha belajar ilmu Al-Quran, langsung katakan pada diri sendiri: Hati menjadi enakan! Pasti dia akan sedih melihat dirinya, pastinya juga dia kan berusaha terus belajar dan belajar AlQuran. Pastilah dia akan bertaubat, dia akan berusaha menjadi lebih baik lagi dari yang kemarin. Dan pastinya dia akan besyukur,

Ya Allah, aku bertaubat, selama ini aku lalai, aku lupa akan Al-Quran yang pastinya menjadi pelita dalam dunia akhiratku. Sedangkan orang lain sudah banyak yang mengerti Quran sedangkan aku baru sadar sekarang

Ya Allah, Alhamdulilah, Kau telah membuka hatiku untuk belajar Al-Quran.

Berfikirlah ikir Dulu Sebelum Berkata Atau Menulis

Iya tuh banyak banget orang yang sudah lupa Al-Quran. atau kata seperti ini Gimana tuh di TV banyak ngegosip!! Gimana hukumnya??

Coba kita renungkan, apa bermanfaat atau mendatangkan pahala bicara seperti ini? Apa dengan tiba-tiba Allah kirim SMS bahwa kita mendapat pahala karena bicara seperti ini? yang menunjukan kita lebih unggul dan lebih taat? dengan anggapa orang lain sudah lupa pada Al-Quran atau banyak orang senang nonton gosip? Ternyata dengan begitu kita telah terjatuh dalam ghibah dan sekaligus suuz zhan. Mungkin saja yang kita anggap sudah lupa Al-Quran itu ternyata sudah hafal Al-Quranmau bagaimana kita? Kesimpulan Jangan pedulikan urusan orang lain dan urus dan cari aib diri sendiri dan pasti kita akan sibuk dan bahkan tidak ingat akan aib orang lain Berbaik sangka terhadap prilaku orang lain, salah satu timbulnya ghibah karena ada anggapan buruk terhadap kehidupan orang lain Carilah ilmu Islam, kajilah tentang penyakit hati dan hal ini sama pentingnya seperti ibadah, belajar Islam dan ketaatan lainnya Jangan pernah terpikir di akal dengan banyak pertanyaan: Kalau orang ini gimana, kalau orang yang gitu gimana??? Cari dan cari saja kelemahan, aib dan cacat pribadi Kita tidak akan pernah tahu bagaimana hati orang Islam, jadi jangan sampai berprasangka apapun karena pastinya salah Jangan menjustifikasi bahwa kata kita adalah nasihat atau saling berwasiat dalam kebaikan/Tawasau Bil Haq ataupun berdalih dengan dalil: Sampaikan walaupun hanya satu ayat. Tapi ternyata ucapanya hanya ghibah, celaan dan ejekan, bahkan mempermalukan/membuka cacat orang lain. Kalau begitu syiar agama adalah alat yang dipakai untuk melakukan dosa dan maksiat kepada Allah. Kalau tidak tahu apa ini berbuah pahala atau tidak maka lebih baik diam, tidak berkata apa-apa dan jangan menulis apapun. Bukankah berdoa akan lebih baik?? Pilih apa yang terkandung dalam ucapan kita: ghibah? Namimah? Suus zhan? Takabur? Tajasus? Dan lainnya. Jika tidak terkandung seperti itu, maka kita siap memberi nasihat yang baik dan manfaat Kang Ackmanz Bersambung (Tulisan selanjutnya.Ghibah Yang Halal)

Penyakit-Penyakit Hati
Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sihat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh. Allah berfirman, artinya: "Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengahtengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gelita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122) Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sihat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menolak, membenci dan tidak akan mendekatinya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membezakan yang baik dan yang buruk. Dua Bentuk Penyakit Hati: Penyakit hati itu ada dua jenis: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an. Allah berfirman, artinya:

"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32) Ini yang disebut penyakit syahwat. Allah juga berfirman, artinya: "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..." (Al-Baqarah : 10) Allah juga berfirman, artinya: "Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada)." (At-Taubah : 125) Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih boleh disembuhkan, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya. Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka- luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan- keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup menrasai dan menahan pahitnya ubat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan ubat. Karena ubatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari ubat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan boleh meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia memerlukan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya berkurang, ia akan berpatah balik dan tidak mampu menahan kesusahan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut bersendirian. Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Ubat: Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan- makanan yang tak sihat bagi hatinya. Berpaling dari ubat yang berguna, menggantinya dengan ubat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Ubat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan ubat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al- kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat. Sesungguhnya Allah berfirman:

"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang- orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44) Al-qur'an adalah ubat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akhirat. Namun tak sebarang orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai ubat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai ubat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang berkumpul. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al- qur'an cara memperoleh ubatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya.

Zikir mampu mengubat penyakit hati

SABDA Rasulullah SAW: Ketahuilah bahawa dalam jasad manusia ada seketul daging (segumpal darah), jika baik daging itu, maka baiklah seluruh anggota dan jika rosak daging itu, maka rosaklah seluruh anggota, itulah hati. (Riwayat Bukhari dan Muslim) Diri manusia terbahagi kepada dua iaitu fizikal dan spiritual. Spiritual termasuk akal, nafsu, perasaan dan yang paling utama ialah hati kerana tindakan, perbuatan, perilaku dan sikap seseorang dipengaruhi olehnya.

Sifat hati pula terbahagi empat iaitu kebuasan, kebinatangan, kesyaitanan dan ketuhanan. Tiga sifat pertama terbabit pula bukan mudah untuk dibuang, malah akibat daripada itu ramai umat Islam kecundang hingga akhirnya melakukan dosa besar.

Manakala sifat terakhir iaitu ketuhanan saja yang akhirnya mampu membawa kita ke jalan benar dan diredai Allah SWT, tetapi bukan mudah melakukannya kerana hanya yang benar-benar mahu berubah mampu melaksanakannya.

Secara umumnya, untuk membersihkan hati yang kotor, kita hendaklah membiasakan diri dengan berzikir, bertasbih dan bertahmid kepada Allah SWT.

Hati juga boleh diubati dengan mengamalkan beberapa perkara iaitu membaca al-Quran dan memahami serta mentadabbur maksudnya, meningkatkan amalan solat sunat pada waktu malam dan banyakkan menangis bertaubat kepada Allah SWT, berkawan dengan orang soleh juga alim ulama.

Selain itu, amalan lain ialah membiasakan diri dengan berpuasa sunat, kerap berzikir waktu siang atau malam serta sentiasa mengingati mati.

Penyakit paling berbahaya bagi hati ialah menyekutukan Allah SWT dengan yang lain, mendustakan kebenaran, hasad dengki terhadap sesama manusia, benci, dendam, bongkak, sombong, angkuh dan pelbagai lagi.

Lawan daripada menyucikan atau membersihkan hati ialah mengotorinya. Seseorang yang beriman hendaklah selalu mengutamakan kebersihan luaran juga dalaman diri kerana kekotoran akan membuka segala pintu kejahatan.

Contoh bukti kekotoran jiwa ialah perbuatan kaum Thamud yang tidak mengutamakan nilai-nilai budi dan kesopanan, meminum arak, malah melakukan zina secara terang-terangan.

Renungi firman Allah SWT dalam Surah al-Araaf, ayat 179: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati tetapi tidak mahu memahami dengannya ayat-ayat Allah. Dan yang mempunyai mata tetapi tidak mahu melihat dengannya bukti keesaan Allah dan yang mempunyai telinga tetapi tidak mahu mendengar dengannya ajaran dan nasihat, mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai. Bahaya Lidah

Bismillahirrahmaanirrahiim.... 4JJ1 menciptakan manusia denga dilengkapi panca indera. Dan salah satu indera tersebut yang paling penting adalah lisan. Dengan lisan manusia dapat menggunakannya untuk berbicara apa saja dan denan tujuan apa saja. Baik itu mencaci, memuji, menasihati, berkata benar atau bahkan memberikan kesaksian palsu. Akan tetapi, selamat atau celakanya seseorang ada kalanya justru bermula dari lisan. Oleh sebab itu, dalam pepatah Arab, diibaratkan lidah (alat ucap) bagaikan binatang buas. Bunyi lengkapnya demikian, "Sesungguhnya lidah itu biantang buas. Jika engkau ikat dia niscaya menjagamu, dan jika engkau lepaskan dia niscaya menerkammu. Oleh karena itu, hendaklah engkau berkata dengan lidah sekedarnya dan hendaklah engkau berhati-hati engannya." Ada pula kata mutiara yang berbunyi, "Selamatnya manusia adalah bergantung kepada dapat tidaknya ia memlihara lidahnya."

Begitu besar manfaat lisan itu, tapi sebaliknya besar pula bahaya yang ditimbulkan dan disebabkan olehnya kalau dipergunakan kepada jalan yang salah. Menggunakan lisan pun ada etikanya. 4JJ1 SWT berfirman,"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi 4JJ1 bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan."(QS Ash-Shaf: 2-3) Sehingga langkah yang harus diambil oleh umat Islam dalam menjaga lisannya antara lain: a. Selalu berkata yang baik.

Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada 4JJ1 dan hari kiamat maka hendaklah ia berkata baik atau diam."(HR. Bukhari dan Muslim) Menurut Imam Syafi'i apabila sesorang hendak berbicara, pikirkanlah sebelumnya, seandainya sudah jelas kemaslahatannya maka ucapkanlah namun apabila ragu dengan perkataannya itu jangan disampaikan hingga jelas kemaslahatannya.

b.

Tidak

berdusta

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul QS Al Hujurat ayat 6 bercerita tentang pentingnya mengecek ulang sebuah berita. Pernah terjadi kisah Rasulullah , seorang yang diutus bernama Khalid bin Uqbah untuk mengambil zakat daRI Bani Musthaliq. Namun Khalid mengabarkan kepada Rasulullah bahwa dirinya hendak dibunuh oleh kaum yang menyatakan tunduk dengan Islam. Berita ini membuat Rasulullah marah dan hampir saja memerangi kaum tersebut. Lalu turunlah ayat ini yang menjelaskan bahwa Khalid Bin Uqbah telah berdusta karena ketakutannya sewaktu menjalankan tugas. (dikabarkan dari Imam Ahmad dari Ibnu Hatim dan ImamTabrani ). Dari cerita sini, dapat kita simpulkan bahwa mengecek ulang atau bertabayyun dalam Islam merupakan sikap yang harus diambil tatkala kita menerima suatu berita Sebagaimana firman 4JJ1 SWT:"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasik membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu."(HR Achmad). 4JJ1 juga berfirman:"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang ebriman, yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna." c. Tidak Menggunjing Yang dimaksud tidak menggunjing ialah seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:"Ghibah ialah engkau menyebut suadaramu tentang apa-apa yang tidak disenanginya."(HR Muslim). Menurut AnNawai bahwa yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah menyebut kekurangan dan keburukan seseorang dalam hal dunianya, agamanya, akhlaknya, istri dan anaknya, suami, hartanya, rumah tangganya, pakaiannya, gaya jalannya, pembantu rumah tangganya, baik menyebut dengan lisan maupun dengan bahasa isyarat kedipan mata, tangan dan sebagainya.

4JJ1 SWT dalam firmanNya:"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah engkau mencari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantaramu memakan daging saudaranya yang sudah mati?...(QS. Al Hujurat: 12) Dari sini menyatakan bahwa 4JJ1 tidak menyukai orang-orang yang menggunjing saudaranya yang lain, karena apa yang digunjingkan ternyata tidak benar maka dia akan terkategorikan kedalam fitnah, dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. d. Tidak menghina sesama Muslim

Sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh menghina, mencela dan melaknat seseorang. Firman 4JJ1 SWT:"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum memperolok suatu kaum lain, karena boleh jadi mereka(yang diolok) lebih baik dari mereka yang mengolok, dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain, karena boleh jadi wanita (yang diolok) lebih baik dari wanita yang mengolok-olok, dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang dzalim."(QS. Al Hujurat: 11) Maksud dari mencela diri sendiri adalah mencela sesama muslim. Sebab orang Islam adalah bersaudara seperti satu badan, jadi menghina seorang muslim berarti menghina diri sendiri. Sedang panggilan buruk adalah memanggil seseorang dengan gelar yang tidak ia sukai, seperti panggilan

kepada seseorang yang sudah beriman dengan kata-kata:"Hai fasik", dan kata-kata sejenisnya. e. Tidak berkata kotor.

Yaitu perkataan yang jorok, kotor, tidak sopan, tidak pantas didengar, hal tersebut bisa mengakibatkan orang yang mendengarnya menjadi tersinggung dan sakit hati. 4JJ1 tidak menyukai orang-orang yang ebrkata kotor, seperti sabda Rasul:"Sesungguhnya 4JJ1 tidak suka kepada orang yang kotor perkataannya menyebabkan orang lain berkata kotor pula."(lihat: Ibnu Hibban 5177, Mawaridu Al-Dzam'an 1566, Ahmad 6514). Menjauhi Pertengkaran dan Perdebatan

Dalam suatu riwayat, Nabi SAW pernah mendatagi sahabat beliau yang sedang berdebat, seraya beliau menegur dan melarang perbuatan itu, lalu beliau bersabda:"Barang siapa yang meninggalkan dusta sedang dia dalam keadaan salah, dibangunkan (oleh 4JJ1) untuknya (sebuah rumah) dipinggir surga. Dan barang siapa meninggalkan perdebatan sedang dia dalam keadaan benar, dibangunkan(oleh 4JJ1) untuknya dipertengahannya, dan barang siapa yang baik akhlaknya dibangunkan untuknya (rumah)yang paling tinggi."(HR. Tarmidzi dna berkata :Hadits Hasan) Karena itu bagi orang-orang yang niat hidupnya untuk ibadah kepada 4JJ1 SWT, sudah tentu ia akan menghindari dan menjauhkannya baik dalam keadaan salah maupun benar.