Você está na página 1de 2

Apa Itu Localhost?

Posted by HelNes on 4/08/2009 27 komentar This item was filled under Articles

Masih sangat banyak tutorial web yang harus kita bahas kedepannya. Semenjak blog ini lahir, kita sudah belajar untuk mengenal filosofi sebuah website sampai pada mendesain web dengan dreamweaver sambil mempelajari HTML dan CSS. Bahkan beberapa tips dan trik blog khususnya blogspot sudah saya berikan. Tentu masih sangat banyak lagi tips dan trik serupa yang akan pembaca dapatkan. Nah, untuk mengimbangi konten tentang blogspot tersebut, kita akan memulai juga tutorial jenis web yang lainnya. Pembaca tidak perlu takut karena tutorial ini juga akan mudah dipelajari. Masih ingatkan dengan postingan saya yang ini? Saya tidak akan mengajak pembaca tenggelam ditumpukan script-script pemograman web lebih lama, karena kemudahan yang akan kita utamakan. Berbicara tentang kemudahan, lantas apa hubungannya dengan localhost? Localhost merupakan salah satu bentuk kemudahan dalam mendesain web yang akan Anda dapatkan sebagai oleholeh berkunjung ke blog ini. Localhost akan kita gunakan dalam mendesain website khususnya membuat web dengan menggunakan modul CMS. Kemarin kita telah mencoba mengenal tentang modul CMS dari wordpress. Jika pembaca belum mendownloadnya, silahkan download sekarang dari situs resminya. Pemrograman yang digunakan untuk membangun wordpress CMS tersebut adalah bahasa PHP dan menggunakan database MySQL. Untuk bisa mejalankan sistem website tersebut, kita memerlukan server yang bisa membaca pemrograman PHP-MySQL tersebut sehingga bisa menampilkannya pada browser. Mengingat, menimbang, dan memperhatikan hal-hal itu, seyogiyanya kita harus mempunyai space hosting pada sebuah server yang bisa melakukan hal tersebut, bukan hosting pada provider yang didalamnya tidak terintegrasi PHP-My SQL misalnya alias tanpa sistem database seperti Ripway.com atau Geocities.com, untuk dijadikan tempat dalam membangun website dengan wordpress CMS, mulai dari instalasi, editing, pengelolaan, dan lain sebagainya. Dengan cara online seperti itu tentu kita membutuhkan biaya yang lebih besar lagi. Seperti biaya untuk membeli (eh..lebih tepatnya menyewa) space hosting, membeli domain, dan biaya internet. Kalaupun kita bisa mendapatkan hosting dan domain atau akses internet gratis sekalipun, kita juga akan kesulitan dalam hal waktu dan hasil yang tidak maksimal. Sebab kita akan terganggu dengan akses internet yang mungkin masih lambat, belum lagi kalau putus nyambung putus nyambung. Akhirnya, localhost menjadi solusinya. Kita akan menjadikan komputer kita menjadi local server yang bisa bekerja hampir sama dengan server yang saya sebut di atas. Sama dalam hal menjalankan pemrograman PHP-MySQL yang digunakan untuk membangun wordpress CMS. Dikatakan local karena hanya sebatas komputer kita saja. Dengan menjadikannya sebagai local

server, maka kita akan menghostingkan file website kita pada komputer tersebut dan menjadikannya sebagai tempat membangun website kita. Sistem hosting tersebutlah yang dinamakan LOCALHOST. Intinya, kita menjadikan komputer kita menjadi localserver, kemudian menghostingkan web kita didalamnya (localhost) untuk dijadikan tempat membangun website sementara sampai benar-benar selesai untuk kemudian dihostingkan secara online ke internet. Dengan menjadikan komputer kita sebagai localserver, kita dapat bekerja secara offline tanpa harus takut menghadapi masalah biaya, waktu, dan kenyamanan. Untuk menjadikan komputer kita agar bisa dijadikan sebagai localhost, kita membutuhkan sebuah program yang harus kita instal. Untuk mengetahui seperti apa program tersebut, bagaimana cara instalasi dan sistem kerjanya, akan saya paparkan pada postingan selanjutnya.