Você está na página 1de 9

3.2 Analisa Data No. Data DO: - pasien terlihat edema di bagian extremitas atas, bawah dan wajah.

- hasil lab. Urium: 205 mg, kreatinin: 15,3. DS: - pasien mengatakan bahwa Tn. D merasakan bengkak pada beberapa bagian dr tubuh pasien. - Pasien merasakan lemas. - pasien mengatakan sering buang air kencing. Etiologi Genetik hipertensi Daya kerja jantung tidak maksimal CO menurun Perfusi ke jaringan menurun Vasokontriksi pembuluh jaringan khususnya ginjal Ginjal iskemik Penurun fungsi jaringan ginjal (nefron) Ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Cairan intra sel ke ekstra sel Edema Genetik hipertensi Daya kerja jantung tidak maksimal CO menurun Perfusi ke jaringan menurun Vasokontriksi pembuluh jaringan khususnya ginjal Ginjal iskemik Penurunan fungsi ginjal Penumpukan racun urium dan kreatinin Mual dan muntah Penurunan nafsu makan Masalah

1.

Ketidakseimbangan cairan dalam tubuh.

2.

DO: - pasien tidak menghabiskan makanan. - berat badan pasien turun 3 kg. - hasil lab Hb: 7,4 gr%, eritirosit 2-4 mm3. - pasien tampak lemas dan muntah DS: - pasien mengatakan mual. - pasien tidak nafsu makan.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

28

3.

DO: - pasien tampak meringis sambil memegangi perut dan Daya kerja jantung tidak bagian pinggang. maksimal - pasien tampak kesakitan CO menurun DS: - pasien mengatakan nyeri saat Perfusi ke jaringan menurun Nyeri akut akan minum obat sebelum makan Vasokontriksi pembuluh jaringan khususnya ginjal Ginjal iskemik Nyeri akut pada bagian ginjal DO: - pasien tampak bingung ketika diberitahukan tentang diagnosa pasien yaitu nefrotik hypertensi. DS: pasien mengatakan tahu tentang hipertensi tetapi pasien bingung mengapa dampaknya terjadi pada ginjal. 3.3 Diagnosa Keperawatan 1. Ketidakseimbangan cairan dalam tubuh berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan ginjal ditandai dengan: DO: - pasien terlihat edema di bagian extremitas atas, bawah dan wajah. - hasil lab. Urium: 205 mg, kreatinin: 15,3. Jumlah urin pasien : 900cc dalam 12 jam. - kulit pasien terliahat kering ( dehidrasi ringan ) DS: - pasien mengatakan bahwa Tn. D merasakan bengkak pada bebrapa bagian dr tubuh pasien. - pasien mengatakan sering buang air kencing. 2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah ditandai dengan: DO: - pasien tidak menghabiskan makanan. - berat badan pasien turun 3 kg.
29

Asupan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Genetik hipertensi

Pasien tidak tahu tentang nefrotik hyper tensi Kurang pengetahuan

4.

Pasien kurang pengetahuan

- hasil lab Hb: 7,4 gr%, eritirosit 2-4 mm3. - pasien tampak lemas. DS: - pasien mengatakan mual. - pasien tidak nafsu makan. 3. Nyeri akut berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan ginjal ditandai dengan: DO: - pasien tampak meringis sambil memegangi perut dan bagian pinggang. - pasien tampak kesakitan DS: - pasien mengatakan nyeri saat akan minum obat sebelum makan Pasien mengatakan skala nyerinya ada di no 4

4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi ditandai dengan : DO: - pasien tampak bingung ketika diberitahukan tentang diagnosa pasien yaitu nefrotik hypertensi. DS: pasien mengatakan tahu tentang hipertensi tetapi pasien bingung mengapa dampaknya terjadi pada ginjal.

3.4 Intervensi Keperawatan NO 1. Data Diagnosa 1 Tujuan Setelah melakukan tindakan keperawatan 2x24jam ketidak seimbangan cairan dalam tubuh pasien dapat berkurang dengan kriteria hasil : a. Edema berkurang b. Lemas teratasi c. Pasien tidak dehidrasi Setelah melakukan tindakan keperawatan 2x24jam ketidak seimbangan nutrisi pasien teratasi Intervensi 1. Pantau intake dan output pasien 2. output pasien di tampung 3. kolaborasi dengan dokter dalam pemberian diuretik 4. pantau TTV pasien TD: 130\80 HR : 92 T : 36,7 R : 20 1. beri makanan yang hangat. 2. beri makanan yang mengandung TKTP. Rasional 1. agar mengetahui jumlah cairan yang keluar. 2. agar dapat mengukur jumlah cairan 3. untuk mengurangi edema pasien 4. untuk mengetahui keadaan umum pasien

2.

Diagnosa 2

1. agar pasien tidak merasa mual/dapat mengurangi rasa mual pasien.


30

dengan kriteria hasil : a. Pasien dapat menghabiska n makanan b. Berat badan pasien meningkat c. Pasien tidak tampak lemah d. Pasien tidak merasa mual

3. timbang berat badan. 4. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat anti mual

3.

Diagnosa 3

4.

Diagnosa 4

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam nyeri pasien teratasi dengan kriteria hasil: a. Pasien tidak meringis. b. Pasien terlihat nyaman. c. Pasien tidak mengeluh sakit. d. Skala nyeri yang dialami pasien menurun Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2 jam pasien dapat memahami dan mengerti tentang nefropatik syndrom dengan kriteria hasil: a. Pasien dan keluarga dapat mengulang dengan baik apa yang telah

1. pemberian kompres hangat pada daerah yang sakit. 2. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetik 3. kaji tingkat nyeri pasien

2. agar kebutuhan nutrisi terpenuhi serta edema krn albumin yg rendah teratasi. 3. agar mengetahui perkembangan nutrisi pasien. 4. agar dapat mengurangi dan menghilangkan rasa mual pada pasien. 1. agar dapat mengurangi rasa nyeri. 2. agar dapat mengatasi rasa nyeri pasien. 3. untuk mengetahui skala nyeri yang dialami pasien

1. pendekatan dengan keluarga pasien dan pasien sendiri. 2. lakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga. 3. buat lieplet tentang nefrophaty hypertensi. 4.jelaskan dengan bahasa keseharian

1. agar lebih mudah dalam melakukan pendidikan kesehatan. 2. agar pasien dan keluarga dapat memahami tentang keadaan pasien dengan penyakitnya. 3. agar mempermudah serta menjadi
31

disampaikan pasien dan b. pasien dan secara singkat keluarga dapat menjawab pertanyaan yang diajukan dengan baik

media yg baik dlam penyampaian penkes 4. agar pasien dapat memahami penjelasan dan tidak salah paham

3.5 Implementasi No 1. Hari, tanggal Kamis , 22 september 2011 Jam 08-00 Intervensi 1. Pantau intake dan output pasien 2. output pasien di tampung 3. kolaborasi dengan dokter dalam pemberian diuretik implementasi Nama perawat Zr. Sonie ismayanti

2.

Kamis , 22 september 2011 Jam 12-00

1. beri makanan yang hangat. 2. beri makanan yang mengandung TKTP. 3. timbang berat badan. 4. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat anti mual

3.

Kamis , 22 september 2011 Jam 16-00

1. pemberian kompres hangat pada daerah yang sakit. 2. kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetik 3. berikan pengkajian tingkat nyeri pasien

1. memberikan makan dan minum pasien sesuai dit yang di tentukan. 2. setiap pasien buang air kecil harus di tampung selama 24jam. 3. memberikan obat diuretik pada pasien sesuai anjuran dokter. 1. memeberikan Zr. Sonie makanan yang ismayanti hangat agar tidak merangsang mual 2. memeberikan asupan makanan sesuai diit dan kebutuhan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien yang di sesuaikan dengan kondisi organ pasien 1. memebrikan Zr. Wilitari obat analgetik sesuai instruksi dokter 2. kaji tingkat nyeri pasien

32

4.

Jumat , 23 september 2011 Jam 17-00

1. berikan pendekatan dengan keluarga pasien dan pasien sendiri. 2. lakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga. 3. buat lieplet tentang nefrophaty hypertensi. 4.jelaskan dengan bahasa keseharian pasien dan secara singkat

1. melakukan penyuluhan kesehatan pada pasien

Zr. Wilitari, tasha, triana dan sri sulastri

Evaluasi Nama\umur: Tn. D\41 Ruang\kamar: Rafei\111 bd.5 Tanggal Jumat, 23-092011 Jam : 06:45 Evaluasi SOAP 1. S : pasien mengatakan sudah mengerti terhadap penyuluhan tentang penyakit yang di deritanya O : Pasien menunjukan wajah senang ketika di berikan penyuluhan A : masalah sudah terastasi P : intervensi tidak perlu dilanjutkan Nama perawat Zr. Wilitari, tasha, triana dan sri sulastri

Sabtu, 24-092011 Jam : 06 : 00

2. S: pasien mengatakan bahwa Tn. D merasakan bengkak pada beberapa bagian dari tubuh pasien. O: pasien masih terlihat edema A: masalah belum teratasi P : lanjutkan intervensi I : memantau intake atau masukan pasien, menampung output pasien, memberikan obat diuretik sesuai perintah dokter E: pasien masih tampak oedem 3. S : pasien masih mual, pasien masih kurang nafsu makan O : BB pasien belum mengalami penaikan, pasien masih terlihat lemas A : masalah belum teratasi P : intervensi masih harus dilanjutkan I : timbang berat badan pasien, berikan TKTP sesuai kebutuhan pasien,

Zr. Selly

Sabtu,2409-2011 Jam : 06:00

Zr. Selly

33

berikan obat anti mual sesuai petunjuk dr. E : pasien masih lemas dan belum mengalami penaikan BB Sabtu, 24-092011 Jam : 06 : 30 4. S : pasien mengatakan sakitnya sudah agak berkurang Pasien mengatakan nyerinya ada di skala tingkat 2 O : pasien terlihat tidak begitu meringis kesakitan. A : masalah belum teratasi P : intervensi masih harus di lakukan I : memberikan obat analgesik pada pasien sesuai instruksi dokter, kaji tingkat nyeri pasien E : pasien masih merasakan rasa nyeri Zr.Samrotul

34

BAB IV PENUTUP

4.1 KESIMPULAN Nefropati hipertensi juga dikenal sebagai hipertensi nephrosclerosis. Ini adalah jenis kerusakan ginjal akibat hipertensi kronis. Biasanya, ada dua jenis hipertensi nefropati. Salah satunya adalah yang disebut faktor jinak nephrosclerosis, risiko yang hypertention dan diabetes. Yang lain bernama nephrosclerosis ganas, faktor risiko yang meliputi riwayat penyakit ginjal, prer-ada hypertention dan hipertensi ganas (tekanan darah diastolik lebih dari 130mmHg). Nephrosclerosis jinak terjadi lebih sering daripada nephosclerosis ganas. Dalam hal ini Tn. D telah mengidap hypertensi kronik sejak dari lima tahun yang lalu. Klien tidak mengetahui sebelumnya bahwa hypertensi memiliki dampak yang

membahayakan untuk organ lainnya seperti ginjal yang menjadi iskemik dan mengalami penurunan fungsi ginjal. Untuk mengatasi ketidaktahuan klien maka kami memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dan klien sendiri berupa. Berupa gejala awal dimana adanya perubahan urin dari yang jernih menjadi keruh, lalu Kedua, busa dalam urin meningkat dan tidak menghilang untuk waktu yang lama karena ada banyak protein dalam urin pasien nefropati hipertensi. Yang ketiga adalah edema. Untuk pasien nefropati hipertensi, akan ada edema pada kelopak mata atau wajah setelah pasien bangun. Setelah siang hari, mungkin menghilang. Kelelahan yang lebih, lebih parah itu. Edema parah akan muncul pada kedua bagian bawah, tungkai lumbosakral dan di dalam pergelangan kaki ganda. Keempat, nokturia. Untuk orang normal dalam waktu 60 tahun, tidak boleh ada nokturia. Untuk buang air kecil, muda meningkat pada malam hari menunjukkan insufisiensi ginjal , gejala dari hipertensi nefropati awal. Kelima, volume urin terlalu banyak atau terlalu sedikit. Untuk output, urin rata-rata normal adalah 1500 ml / hari, 4-8 kali / hari. Jika volume urin meningkat tiba-tiba tanpa banyak berkeringat atau minum banyak air, pasien harus pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan untuk melihat apakah itu adalah penyakit ginjal . Keenam nyeri, kembali. Jika nyeri punggung muncul tanpa alasan apapun, pasien harus cek ginjal, tulang belakang dan otot lumbal, gejala dari hipertensi nefropati. Keadaan gejala klinis ini dikarenakan oleh rangsangan ginjal menghasilkan renin lalu dirubah menjadi angiotensin satu dan dua untuk merubah angitensinogen menjadi angitensin,
35

dan dengan menghasilkannya itu maka pembuluh darah ginjal semaki vasokontriksi dan menyebabkan tahanan perifer lebih tinggi dan memacu tensi lebih tinggi lagi, apabila keadaan ini dibiarkan maka akan menimbulkan iskemia dan infark pada ginjal dan menyebabkan gangguan fungsi ginjal yang kronik yang berlanjut menjadi gagal ginjal kronik atau (GGK). 4.2 SARAN Untuk Institusi atau Rumah Sakit : dengan adanya makalah ini bisa membantu meningkatkan asuhan keperawatanpada klien dengan penyakit diabetesdan ulkus diabetikum sehingga dapat memberikan suatu kepuasan pelayanan untuk klien dan keluarga klien. Untuk pendidikan: lebih bisa membimbing mahasiswa supaya lebih terampil dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan penyakit diabetes dan ulkus diabetikum.

36