BAB II LANDASAN TEORI A.

Pengertian Peran dan Tanggungjawab Kepala Sekolah Istilah "peran" kerap diucapkan banyak orang. Sering kita mendengar kata peran dikaitkan dengan posisi atau kedudukan seseorang. Atau "peran" dikaitkan dengan "apa yang dimainkan" oleh seorang aktor dalam suatu drama. Mungkin tak banyak orang tahu, bahwa kata "peran", atau role dalam bahasa Inggrisnya, memang diambil dari dramaturgy atau seni teater. Dalam seni teater seorang aktor diberi peran yang harus dimainkan sesuai dengan plot-nya, dengan alur ceritanya, dengan lakonnya. Lebih jelasnya kata “peran” atau “role” dalam kamus oxford dictionary diartikan : Actor’s part; one’s task or function. Yang berarti aktor; tugas seseorang
atau fungsi.13

Istilah peran dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mempunyai arti pemain sandiwara (film), tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.14 Ketika istilah peran digunakan dalam lingkungan pekerjaan, maka seseorang yang diberi (atau mendapatkan) sesuatu posisi, juga diharapkan menjalankan perannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pekerjaan tersebut. Karena itulah ada yang disebut dengan role expectation. Harapan mengenai peran
13 14

The New Oxford Illustrated Dictionary, ( Oxford University Press, 1982), 1466. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka,

2005),854.

15

seseorang dalam posisinya, dapat dibedakan atas harapan dari si pemberi tugas dan harapan dari orang yang menerima manfaat dari pekerjaan/posisi tersebut. Sedangkan kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu “kepala” dan “sekolah”. Kata kepala dapat diartikan “ketua” atau “pemimpin” dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. Sedangkan kata “sekolah” diartikan sebagai sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Istilah peran, dipinjam dari panggung sandiwara untuk mencoba menjelaskan apa saja yang bisa dimainkan oleh seorang aktor. Peran sebagai suatu fungsi yang dibawakan seseorang ketika menduduki suatu karakteristik (posisi) dalam struktur sosial. Kepala sekolah adalah seperti aktor panggung teater, ia bisa memainkan peranannya sebagai kewajiban yang tidak boleh tidak harus dimainkan. Dengan demikian secara sederhana peran kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai : “seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran”.15 Kata “memimpin” dari rumusan tersebut mengandung makna luas, yaitu : “kemampuan untuk megkoordinasikan dan menggerakkan segala sumber (guru, staff, karyawan dan tenaga kependidikan ) yang ada pada suatu lembaga sekolah
15

Wahjosumijo, kepemimpinan kepala sekolah (jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1999),

83.

sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari sudut pandang manajemen mutu pendidikan, kepemimpinan pendidikan yang direfleksikan oleh kepala sekolah mempunyai peran dan kepedulian terhadap usaha-usaha peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan yang dipimpinnya. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan diperlukan upaya optimalisasi terhadap semua komponen, pelaksana, dan kegiatan pendidikan. Salah satu paling penting yang harus dilakukan adalah melalui optimalisasi peran kepala sekolah. Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Berkembangnya semangat kerja, kerjasama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang kondusif dan menyenangkan, perkembangan mutu profesional diantara para guru banyak ditentukan kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Dalam satuan pendidikan, kepala sekolah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan sebagaimana yang telah digariskan oleh perundang-undangan. Pertama, kepala sekolah adalah pengelola pendidikan di sekolah secara keseluruhan. Kedua, kepala sekolah adalah pemimpin formal pendidikan di sekolahnya. Sebagai pengelola pendidikan, berarti kepala sekolah bertanggung jawab terhadap keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara

Disamping itu kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. kepala sekolah bertanggungjawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan ke arah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini kepala sekolah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Oleh karena itu sebagai pengelola. )رواﻩ اﻟﺘﺮﻣﺬي‬ ِِ َ َِ ‫ﻣ ذ‬ Artinya : "Tidak akan bergeser telapak kaki seseorang hamba pada hari Moch. 2003). 16 . Alfabeta. 75. kepala sekolah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personal (terutama para guru) ke arah profesionalisme yang diharapkan. sekaligus sebagai peluang untuk beribadah kepada Allah serta memberikan manfaat bagi orang lain.melaksanakan administrasi sekolah dengan seluruh substansinya.16 Tanggungjawab/amanah merupakan beban yang harus dipikul dan melekat pada seorang kepala sekolah yang harus dipertanggungjawabkan dalam organisasi dan dihadapan yang Maha Kuasa kelak. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun penciptaan iklim sekolah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Sebagai pemimpin formal. Hal ini tergambar dalam hadits : ‫ﻟﻦ ﺗﺰول ﻗﺪ َﺎ ﻋﺒﺪ یﻮم اﻟﻘ َﺎﻣﺔ َﺘﻰ یﺴﺌﻞ ﻋﻦ ارﺑﻊ : ﻋﻦ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻴ َﺎ أﻓ َﺎﻩ‬ ُ ‫َ ْ َ ُ ْ َ َ َﻣ َ ْ ٍ َ ْ َ ْ ِﻴ َ ِ ﺣ ﱠ ُ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ٍ َ ْ ُ ْ ِ ِ ِ ْﻤ َ ْﻨ‬ ‫وﻋﻦ ﺷ َﺎﺑﻪ ﻓﻴ َﺎ اﺑَﺎﻩ وﻋﻦ َﺎﻟﻪ ﻣﻦ ایﻦ اآﺘﺴﺒﻪ وﻓﻴﻢ اﻧﻔﻘﻪ وﻋﻦ ﻋﻠﻤﻪ‬ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ ُ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ ِ ِ ‫َ َ ْ َﺒ ِ ِ ِ ْﻤ َ ْﻠ ُ َ َ ْ ﻣ‬ (‫َﺎ َاﻋﻤﻞ ﺑﻪ. Idhochi Anwar. Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan (Bandung : CV.

Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. tentang masa mudanya. sehingga ia ditanya tentang empat hal. Sebagaimana tercermin dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 26 : ‫ﻗﻞ اﻟﻠﻬﻢ ﻣٰﻠﻚ اﻟﻤﻠﻚ ﺗﺆﺗﻰ اﻟﻤﻠﻚ ﻣﻦ ﺗﺸﺎء وﺗﻨﺰع اﻟﻤﻠﻚ ﻣﻤﻦ ﺗﺸﺎء وﺗﻌ ﺰ ﻣ ﻦ‬ ْ َ ‫ُ ِ ﱠ ُ ﱠ ِ َ ْ ُْ ِ ُ ْ ِ ْ ُْ َ َ ْ َ َ ُ ََ ْ ِ ُ ْ ُْ َ ِ ﱠ ْ َ َ ُ َُ ِ ﱡ‬ ."(HR Tirmidzi). bagaimana ia habiskan. yaitu tentang umurnya. 79.kiamat. baik berupa sanksi dari atasan atau pihak lain yang berhubungan dengan perbuatan yang dilakukan. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.‫ﺗﺸﺎء وﺗﺬل ﻣﻦ ﺗﺸﺎء ﺑﻴﺪك اﻟﺨﻴﺮ اﻧﻚ ﻋﻠﻰ آﻞ ﺷﻲء ﻗﺪیﺮ‬ ٌ ْ ِ َ ٍ ْ َ ‫َ َ ُ َ ُ ِ ﱡ َ ْ َ َ ُ ِ َ ِ َ ْ َ ْ ِ ِ ﱠ َ ََ ُ ﱢ‬ Artinya : Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan. Juga didukung dengan Hadits yang lain yaitu: (‫ِاذا ﺧﺮج ﺛﻼﺛﺔ ﻓﺎﻟﻴﺆﻣﺮوا أﺣﺪهﻢ )رواﻩ أﺑﻮ داود‬ ْ ُ ُ َ َ ْ ُ َ ْ َُْ ٌ ََ َ َ َ َ َ Artinya: ”Jika telah keluar tiga orang melakukan safar (perjalanan). Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. hendaklah salah seorang di antara mereka menjadi amir (pemimpin)” (HR. Tanggungjawab seorang pemimpin harus dibuktikan bahwa kapan saja dia harus siap untuk melaksanakan tugas. 1989). karyawan dan tenaga kependidikan. bagaimana ia lewatkan. bagaimana ia dapatkan dan kemana ia infakkan. Abu Daud). bagaimana ia mengamalkannya." 17 Tanggungjawab juga berkaitan dengan resiko yang dihadapi oleh seorang pemimpin. Dia harus tetap siaga bila ada perintah dari 17 Al-qur'an Dan Terjemahnya (semarang : Thaha Putra. guru. maupun yang dilakukan oleh bawahan. . dan tentang ilmunya. tentang hartanya.

1. (5) leader (pemimpin). 2005). 2006). dan seorang saudagar (memiliki seribu akal). sebagai : (1) edukator (pendidik). 19 Akhmad Sudrajat. Kepala sekolah harus berusaha menanamkan.. dia harus seorang pekerja keras (hard worker). 18 . (6) pencipta iklim kerja. moral. terdapat tujuh peran kepala sekolah yaitu yaitu. fisik dan artistik. yaitu pembinaan mental. menciptakan iklim sekolah yang kondusif. (3) administrator. Siagian. dibawah ini akan diuraikan peran kepala sekolah dalam suatu lembaga pendidikan.19 Merujuk kepada tujuh peran kepala sekolah sebagaimana disampaikan oleh Depdiknas di atas. memberikan nasehat kepada warga sekolah. Kepala Sekolah Sebagai Edukator (Pendidik) Kepala sekolah sebagai edukator harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di sekolahnya. (7) wirausahawan.id/ inlink) 20 Sondang P. memberikan dorongan kepada seluruh tenaga pendidik serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Mulyasa. 54 -55. 22. 1982).yang lebih atas. Organisasi. kompetensi guru dan peran kepala sekolah (http://www. Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi (Jakarta: Gunung Agung.20 Pembinaan mental adalah membina para tenaga pendidik tentang sikap batin dan watak.depdiknas. Untuk itu.go. berdedikasi (dedicated employer). Pembinaan moral adalah pembinaan tentang perbuatan baik E. (2) manajer. Pedoman Manajemen Berbasis Madrasah (Jakarta : Departemen Agama RI. (4) supervisor. memajukan dan meningkatkan sedikitnya 4 macam nilai. Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam.18 Dalam persepektif kebijakan pendidikan nasional (depdiknas.

b. sedangkan pembinaan artistik adalah pembinaan tentang kepekaan terhadap seni dan keindahan. Pembinaan fisik adalah pembinaan jasmani. Di samping hal tersebut di atas. Menggunakan waktu belajar secara efektif di sekolah dengan menekankan disiplin yang tinggi. b. Senantiasa menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. kepala sekolah hendaknya sering memberikan pengertian akan ciri-ciri seorang tenaga pendidik yang baik sebagaimana yang dikemukakan oleh al-Ghazali. Dalam rangka meningkatkan kinerja sebagai edukator. Mengikutkan tenaga pendidik dalam penataran guna menambah wawasan.dan buruk. c. kesehatan dan penampilan. yaitu: a. Menggerakkan tim evaluasi hasil belajar untuk memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar dan meningkatkan prestasinya. juga memberi kesempatan kepada tenaga pendidik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. . Senantiasa memberikan contoh (suri tauladan) yang baik terhadap peserta didik. ke dalam jiwa peserta didik. kepala sekolah harus merencanakan dan melaksanakan program sekolah dengan baik. antara lain : a.. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing.

Athiyah al-Abrasyi.. sedangkan upahnya yang sejati adalah terletak pada peserta didik yang mengamalkan apa yang telah mereka ajarkan. semata. yaitu tidak mengutamakan untuk mendapatkan materi dalam tugasnya melainkan karena ingin mengamalkan ilmu yang diperolehnya dari Allah dan mengharapkan keridloan Allah SWT. seorang pendidik harus mempunyai sifat:21 a. Jangan mengharapkan materi atau upah sebagai tujuan utama mengajar. 21 . c. Sedangkan menurut M. 10-132. Mempunyai jiwa yang bersih dari sifat dan akhlak yang buruk. b. Pemaaf terhadap peserta didiknya e. f. bakat dan jiwa peserta didik. 1975). Harus menempatkan dirinya sebagai seorang bapak/ibu sebelum dia menjadi seorang guru. Athiyah al-Abrasyi.. Ikhlas dalam melaksanakan tugasnya d. Menguasai bidang studi yang diajarkan. Mempunyai sifat zuhud. Mengetahui bakat. e. M. Senantiasa mencintai peserta didik layaknya mencintai anak kandungnya sendiri. Karena mengajar adalah tugas yang diwariskan oleh Nabi Muhammad Saw.c. tabiat dan watak peserta didik g. d. At-Tarbiyyah al-Islamiyyah wa Falsafatuha (Mesir: Isa al-Babi alHalabi. Senantiasa memahami minat.

kepala sekolah yang menunjukkan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tentu akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya. . kepala sekolah harus mampu merencanakan dan mengatur serta mengendalikan semua program yang telah disepakati bersama. Gramedia Pustaka Utama. Manajer adalah orang yang melakukan sesuatu secara benar (people who do things right). 2. 201. Dalam mengelola tenaga pendidikan. sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfalisitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya. mengorganisasikan. mengatur. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. mengkoordinasikan dan mengendalikan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. salah satu tugas penting yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Kepala Sekolah Sebagai Manajer Tugas manajer adalah merencanakan. Dalam hal ini kepala sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang luas kepada guru untuk melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan 22 Vincent Gaspersz.Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. 2003).22 Dengan demikian. Total Quality Management (Jakarta: PT.

data administrasi gedung dan ruang dan surat menyurat. penjaga sekolah. kegiatan praktikum. teknisi dan pustakawan. administrasi sarana dan prasarana. data administrasi hubungan sekolah dengan orang tua murid. seperti : MGMP/MGP tingkat sekolah. kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif agar administrasi sekolah dapat tertata dan terlaksana dengan baik. dan administrasi kearsipan. diskusi profesional dan sebagainya. seperti : kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain. 3. Kepala sekolah sebagai administrator dalam hal ini juga berkenaan dengan keuangan. pegawai TU.pendidikan dan pelatihan. in house training. data administrasi peserta didik. bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas . Kepala sekolah dituntut memahami dan mengelola kurikulum. kegiatan di perpustakaan. bimbingan dan konseling. administrasi peserta didik. Kemampuan kepala sekolah sebagai administrator harus diwujudkan dalam penyusunan kelengkapan data administrasi pembelajaran. atau melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan diluar sekolah. baik yag dilaksanakan sekolah. guru. Kepala Sekolah Sebagai Administrator Kepala sekolah sebagai administrator sangat diperlukan karena kegiatan di sekolah tidak terlepas dari pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan dan pendokumentasian seluruh program sekolah.

. para dermawan dan sebagainya. yayasan. dan semakin banyak pula biaya yang diperlukan. membantu dan mengarahkan tenaga pendidik untuk menghargai dan melaksanakan prosedur-prosedur pendidikan guna menunjang kemajuan pendidikan.dari faktor biaya. Disamping itu kepala sekolah juga harus mampu mengalokasikan dana atau anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan sekolah/madrasah. kepala sekolah berfungsi untuk membimbing. Masalah keuangan adalah masalah yang peka. 26.23 4. Oleh karena itu dalam mengelola bidang ini kepala sekolah harus hati-hati. 23 Soewaji Lazaruth. Kepala sekolah juga harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidik.1993). Kepala Sekolah Dan Tanggung Jawabnya (Yogyakarta : Penerbit Kanisius. masyarakat. diantaranya dapat diperoleh misalnya dari siswa atau orang tua. Dalam hal ini kepala sekolah harus memiliki daya kreasi yang tinggi untuk mampu menggali dana dari berbagai sumber. jujur dan terbuka agar tidak timbul kecurigaan baik dari staf maupun dari masyarakat atau orang tua murid. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Sebagai supervisor. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. pemerintah. Banyak keperluan sekolah yang harus dibiayai.

mengandung makna bahwa kepala sekolah harus betul-betul menguasai tentang kurikulum sekolah. sebagaimana disampaikan oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukakan bahwa “ menghadapi kurikulum yang berisi perubahanperubahan yang cukup besar dalam tujuan. Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran. Mustahil seorang kepala sekolah dapat memberikan saran dan . yang dapat dilakukan meliputi kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung. pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Jones dkk. Dari hasil supervisi ini. dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran. selanjutnya diupayakan solusi. media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode. sudah sewajarnya kalau para guru mengharapkan saran dan bimbingan dari kepala sekolah mereka”. isi.Hal ini dilakukan sebagai tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga pendidik tidak melakukan penyimpangan dan lebih hati-hati dalam melaksanakan tugasnya. secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi. tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan. metode dan evaluasi pengajarannya. Dari ungkapan ini.

bimbingan kepada guru. seorang kepala sekolah dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara tepat dan fleksibel. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. 59. penuntun dan komandan). Webster’s New Standar Dictionary (New York: Mc Loughlin Brothers Inc. a conductor.”25 (Pemimpin itu adalah penunjuk pemandu. sementara dia sendiri tidak menguasainya dengan baik. Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan (Bandung : Pustaka Setia.24 5. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) Dalam teori kepemimpinan setidaknya kita mengenal dua gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. kejujuran dan ketulusan hati) Penguasaan teknis Ketegasan dalam mengambil keputusan Kecerdasan Keterampilan mengajar Kepercayaan Sudarwan Danim. 1969). a commander. Menurut John Gage Allee. . 214. disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.. “Leader is a guide. 25 John Gage Allee. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader menurut Ordway Tead harus menunjukkan sifat-sifat: 24 Kesadaran akan tujuan dan arah Antusiasme Keramahan dan kecintaan Integritas (keutuhan. 2002).

7. para guru juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Kepala sekolah sebagai wirausahawan (entrepreneur) Dalam menerapkan prinsip-prinsip kewirausaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. sehingga memperoleh kepuasan. serta memanfaatkan berbagai peluang. (5) usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan.6. dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa beserta kompetensi gurunya. (4) pemberian hadiah lebih baik dari hukuman. . yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. keunggulan komparatif. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : (1) para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan. Oleh karena itu. maka kepala sekolah seyogyanya dapat menciptakan pembaharuan. Kepala sekolah dengan sikap kewirauhasaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. (3) para guru harus selalu diberitahu tentang dari setiap pekerjaannya. (2) tujuan kegiatan perlu disusun dengan dengan jelas dan diinformasikan kepada para guru sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul.

yaitu sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan. menemukan dan melaksanakan berbagai pembaharuan yang innovatif dengan menggunakan strategi yang tepat. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran di atas. mutu pendidikan yang diselenggarakan sekolah dituntut untuk memiliki baku standar mutu pendidikan. Menurut Crosby mutu adalah sesuai yang disyaratkan atau distandarkan (Conformance to requirement). B. tenaga pendidik dan peserta didik. di samping itu juga agar pendidikan yang ada menjadi semakin baik. Oleh karena itu. secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi seluruh komponen pendidikan. seringkali mereka hanya mampu menunjukkan daftardaftar yang menggambarkan suatu utopia kesempurnaan yang terkesan tidak mungkin tercapai. Karakteristik dan komponen Total Quality Manajemen (TQM) Permasalahan dari berbagai lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal adalah mengenai mutu atau kualitas hasil pendidikan (output). baik inputnya. yang pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Mutu memang sudah menjadi keharusan yang tidak terbantahkan. staf. Mutu dalam konsep Deming adalah kesesuaian dengan . Mutu merupakan indikator penting efektivitas sekolah. sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara kepala sekolah.Kepala sekolah sebagai wirausahawan harus mampu mencari. prosesnya maupun outputnya. Dengan memaparkan seluruh kemungkinan kriteria akan hal terbaik dalam memenuhi standarisasi pendidikan.

benar dan bermutu. tetapi juga pada input dan proses. diperlukan perubahan atau peningkatan keterampilan tenaga kerja. Crosby. manusia/tenaga kerja. adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk. Quality is Free (New York : New American Library. Dengan perubahan mutu produk tersebut. pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang dapat menghasilkan keluaran. Bahkan Allah SWT mewajibkan manusia bekerja keras dan menjamin tujuan sebagai keniscayaan dari proses yang dilakukan secara baik. Philip B. terutama pada proses. Dalam konsep Deming. kualitas pendidikan yang diharapkan tidak saja pada hasil (output). 2001). sehingga kualitas produk juga harus berubah atau disesuaikan. Selera atau harapan pelanggan pada suatu produk selalu berubah. serta perubahan lingkungan organisasi agar produk dapat memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau konsumen. perubahan proses produksi dan tugas. baik pelayanan dan lulusan yang sesuai kebutuhan atau harapan pelanggan (pasar)nya. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) (Jakarta : Ghalia Indonesia.kebutuhan pasar.26 Mutu menurut Carvin. Dalam pengertian ini. sebagaimana dikutip oleh Nasution. 27 26 .27 Namun secara holistik. 1979). Nasution. Sedangkan Fiegenbaum mengartikan mutu adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (full customer satisfaction). maka yang dikatakan sekolah bermutu adalah sekolah yang dapat memuaskan pelanggannya. baik pelanggan internal maupun eksternal. proses dan tugas. 58..16.

28 . Akhir-akhir ini dunia pendidikan telah melirik dan mengadopsi konsepkonsep yang menaruh minat secara mendalam terhadap perbaikan input.Manajemen yang handal menjadi juru kunci bagi penciptaan. proses. TQM menekankan pada personal. Pengertian tersebut tidak menekankan satu komponen dalam sistem pendidikan. pemeliharaan dan peningkatan kualitas. Konsep Pendidikan Modern (Surabaya : SMA Khadijah. TQM merangkum semua pengertian dari konsep tentang kualitas. tetapi menyangkut seluruh komponen penyelenggaraan pendidikan yaitu input. Para Ahli manajemen telah banyak mengemukakan pangertian TQM diantaranya adalah : Menurut Edward Sallis (1993: 13) bahwa : Agus Fahmi. 67. Manshur Ghani Sanusi. 2006). dan juga sistem kualitas yang terarah untuk memastikan komitmen dari setiap anggota organisasi dalam usaha perbaikan yang berkesinambungan. Di Indonesia dikenal dengan MMT (Manajemen Mutu Terpadu) yang merupakan suatu pendekatan yang sistematis. karenanya disebut sebagai pengelolaan kualitas secara menyeluruh.28 TQM (Total Quality Management) diartikan sebagai manajemen kualitas secara total. dan output yang berkualitas. proses. salah satunya adalah konsep TQM. budaya. dan output serta semua perangkat yang mendukungnya. dan strategis bagi penyelenggaraan pendidikan yang mengutamakan kepuasan pelanggan yang bertujuan meningkatkan mutu. etika. praktis.

Mulyadi. terutama industri dalam mengelola perubahan dan menyusun agenda masingmasing untuk menanggapi tekanan-tekanan faktor eksternal.. dan mengurangi pembiayaan”. Patricia Kovel-Jarboe (1993) mengutip Caffe dan Sherr menyatakan bahwa : “Total Quality Manajemen adalah suara filosofi komprehensif tentang kehidupan dan kegiatan organisasi yang menekankan perbaikan berkelanjutan sebagai tujuan fundamental untuk meningkatkan mutu.31 (TQM adalah sebuah tujuan atau sasaran untuk meningkatkan produk dan pelayanan secara terus-menerus untuk kepuasan pelangggan). 1998). 31 Mudafir Ilyas. . 10. Total Quality Manajemen (Yogyakarta: UGM. 13 dan 14 Tahun. Oleh Fandy disimpulkan bahwa TQM (Total Quality Management) merupakan 29 30 suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang berusaha Ibid. produktivitas. 68. Manajemen Mutu Terpadu (Buletin Pengawasan No.30 Sedangkan Menurut Mudafir Ilyas “TQM It's has an objective to improve quality of produc and servies continuously to satisfy the customers”. Mulyadi juga menjelaskan dalam bukunya Total Quality Manajemen bahwa TQM adalah suatu sistem manajemen yang berfokus kepada orang yang bertujuan untuk meningkatkan secara berkelanjutan kepuasan Costomers pada biaya yang sesungguhnya secara berkelanjutan dan terus-menerus. 1998).“Total Quality Manajemen is a philosophy and a methodologhy wich assist institutions to manage change and set their own agendas for dealing with the plethora of new external pressures.15.”29 Pendapat di atas menekankan pengertian bahwa manajemen mutu terpadu merupakan suatu filsafat dan metodologi yang membantu berbagai institusi.

Perbaikan proses secara berkesinambungan 8. yaitu: 1. tenaga kerja.32 TQM memfokuskan proses atau sistem pencapaian tujuan organisasi.memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk. Adanya pendidikan dan pelatihan yang bersifat Buttom-up 32 Fandy Tjiptono dan Anstasia Dian.4. jasa. Komitmen jangka panjang 5. proses dan lingkungannya. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan 7. Kerja sama Tim (Team work) 6. Total Quality Manajemen (Yogyakarta: Andi. . Ada beberapa karakteristik yang tercakup dalam unsur TQM. Fokus pada pelanggan baik pelanggan internal maupun eksternal 2. Penggunaan metode ilmiah dalam menganalisis data diperlukan sekali untuk menyelesaikan masalah dalam peningkatan mutu. Penggunaan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah 4. rancangan produk diproses sesuai dengan prosedur dan teknik untuk mencapai harapan pelanggan. maka TQM diharapkan dapat mengurangi peluang membuat kesalahan dalam menghasilkan produk. Partisipasi semua pegawai digerakkan agar mereka memiliki motivasi dan kinerja yang tinggi dalam mencapai tujuan kepuasan pelanggan. 2001). Dengan dimulai dari proses perbaikan mutu. Obsesi tinggi terhadap kualitas 3. Jadi. karena produk yang baik adalah harapan para pelanggan.

Proses: menekankan pada pencegahan. Kebebasan yang terkendali 10. . pendayagunaan dan suatu komitmen terhadap perubahan melalui perbaikan yang berkesinambungan. tindakan bersama. kesatuan. Nilai-nilai: visi mempengaruhi keseluruhan organisasi dengan memberikan gambaran pada tujuan. 3. dan kepemimpinan situasional.9. dokumentasi prosedur-prosedur (untuk menjamin konsistensi). Hal ini membuat organisasi terobsesi dengan kepuasan dan perhatian pada pelanggan. Sallis (sebagaimana dikutip dalam WestBurnham. kreativitas. Adanya kesatuan tujuan Adapun komponen penting TQM. arah. Tim/ kelompok: sarana/ perangkat ideal untuk prosedur operasional yang ditujukan untuk mencapai tujuan dari organisasi melaui kesamaan nilai. 4. audit pada kualitas dan umpan balik/ tanggapan yang teratur.hal ini menyangkut sensivitas. Kepemimpinan: memotori visi. 1992) telah mengidentifikasi 6 komponen penting TQM dengan pelanggan sebagai titik utamanya : 1. 5. 2. dan konsistensi. keterbukaan. Pelanggan : digambarkan sebagai "suatu rangkaian pelanggan" yang didefinisikan sebagai "individu atau kelompok yang menerima suatu produk atau jasa" sehingga mereka bukan dipertimbangkan sebagai bagian eksternal dari organisasi melainkan hadir pada setiap tahap yang diperlukan untuk melengkapi proses manufaktur suatu produk atau jasa".

mengkoordinir dan menggerakkan orang-rang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan.... Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. 35 Dirawat. Pengantar Kepemimpinan Pendidikan (Surabaya : Usaha Nasional.69-70.6.35 Kepemimpinan sekolah bermutu terpadu menuntut adanya pemimpin transformasional. Kepemimpinan Sekolah Bermutu Terpadu (TQM) Kepemimpinan pada dasarnya adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang tersebut mau melakukan suatu tindakan untuk mencapai tujuan. dkk.33 C. . Syafruddin. Konsep pendidikan..34 Dirawat menjelaskan kepemimpinan pendidikan sebagai suatu kemampuan dan proses mempengaruhi. pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. ( Jakarta : Ciputat Press.. Struktur: memfalisilitasi tim yang mandiri daripada hirarki yang kaku. yang dapat memuaskan 33 34 Agus Fahmi. yang menurut Timpe diartikan sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan penciptaan bayangan masa. yaitu memiliki gambaran masa depan sekolah yang ideal dan sekolah yang efektif. agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efektif dan efisien di dalam pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran. 1986). 160.. Manshur Ghani Sanusi. Kepemimpinan yang berlangsung pada lembaga pendidikan adalah kepemimpinan pendidikan yang menurut Syafruddin berarti menjalankan proses kepemimpinan yang sifatnya mempengaruhi sumber daya personil pendidikan (guru dan karyawan) agar melakukan tindakan bersama guna mencapai tujuan pendidikan.. 2005). 33.

3. kebutuhan dan harapan pelanggannya.seluruh stakeholders. Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah. Inv. 4. The Art and Science of Business Management Leadership ( New York : Kend Publishing. Timpe. sehingga sekolah menjadi bermutu sesuai atau melebihi keinginan. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan.36 Mampu memobilisasi komitmen seluruh warga sekolah untuk mewujudkan bayangan sekolah yang ideal dan efektif serta memuaskan pelanggan tersebut menjadi sebuah kenyataan dan mampu melembagakan perubahan. 342-344. sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan. Mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. 2. Dalam mewujudkan sekolah yang bemutu terpadu membutuhkan kepemimpinan sekolah efektif. Dapat menjalankan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Mampu bekerja dengan tim manajemen sekolah 6. yaitu yang memiliki kriteria sebagai berikut : 1. 5. 1987). Dale. 36 . lancar dan produktif. A.

maupun pelanggan eksternal seperti siswa. lembaga pendidikan. M. penentu arah kebijakan sekolah/ madrasah. 23-24. J. masyarakat. yaitu pendidikan yang bermutu. Sehubungan dengan TQM. seperti guru dan staf. pendidikan lanjut dan dunia usaha. Inc. Memiliki visi dan misi mutu yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dan harapan para pelanggannya. komite sekolah. 1989).Dalam proses menuju sekolah bermutu terpadu (TQM). Dalam implementasi Total Quality Manajemen (TQM). Juran on Leadership for Quality (USA : Juran Institute. yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. termasuk menciptakan usaha sendiri oleh lulusan.. kepala sekolah dituntut untuk senantiasa meningkatkan efektifitas kinerja. pemerintah dan masyarakat luas. sehingga TQM sebagai paradigma baru manajemen pendidikan dapat memberikan hasil yang memuaskan. kepala sekolah merupakan motor penggerak.. Pendidikan yang berfokus pada mutu menurut konsep Juran adalah bahwa dasar misi mutu sebuah sekolah mengembangkan program dan layanan yang memenuhi kebutuhan pengguna seperti siswa dan masyarakat. . maka kepala sekolah. para guru. staf. Masyarakat dimaksud adalah secara luas sebagai pengguna lulusan. pemerintah. siswa dan komunitas sekolah harus memiliki obsesi dan komitmen terhadap mutu.37 37 Juran. baik pelanggan internal. yaitu dunia usaha. orang tua siswa.

Disamping itu harus diikuti dengan employee involment (keterlibatan menyeluruh) sehingga setiap individu dalam suatu lembaga/organisasi adalah ikut menentukan tingkat kualitas yang di capai. para guru dan staf. Sebaliknya. kemungkinan besar mereka akan berhasil. antusiastitas (enthusiasm) dan tersedianya sumber-sumber (resource) dalam organisasi. apabila mereka kurang komitmen bisa di pastikan bahwa lembaga akan mengalami kegagalan mencapai TQM. menurut Dobbind (1995) meliputi 3 hal.Dr. penyelenggaraan atau layanannya. Nanang Fattah bahwa efektivitas atau kunci keberhasilan maupun kegagalan implementasi TQM adalah management commitment. proses layanan pembelajarannya dan lingkungannya. Tolok ukur bagi jaminan kualitas (quality Nanang Fatah. 125.H. Konsep manajemen MBS dan Dewan Sekolah (Bandung: CV. yaitu kepala sekolah. Komitmen ini setidaknya. Apabila manajemen mempunyai dan memegang teguh komitmennya. Pembuktian terhadap pendidikan bukanlah hal yang mudah karena sifatnya yang intangible maka perlu adanya jaminan terhadap kualitas pendidikan. 38 .Disamping itu dalam menerapkan manajemen mutu terpadu harus mengadakan perbaikan berkelanjutan. yaitu waktu. 2006). Manajemen Mutu dan Sekolah Efektif Menandai suatu lembaga atau instansi yang bermutu diperlukan pembuktian melalui produk yang dihasilkannya.38 D. sumber daya manusia (SDM) yang memberikan layanan. Menurut Prof. baik produk lulusannya. Pustaka Bani Quraisy.

2. Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik yang terintegrasi dengan pelaksanaan kurikulum. Kebijakan mutu yang memberikan pola standar program utama yang berisi pernyataan tentang hak-hak peserta didik. Manajemen belajar di organisasi sesuai dengan spesifikasi materi kurikulum. Desain kurikulum termasuk dokumentasi tujuan dan sasaran dari setiap spesifikasi program harus didasarkan pada kebutuhan peserta didik dan masyrakat pemakai. 5. tetapi sinergitas berbagai komponen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan bermutu. 3. Mutu sekolah adalah mutu semua komponen yang ada dalam sistem pendidikan. 7. . Sebagaimana dikatakan sallis sebagai berikut : 1. Metode penyampaian kurikulum ditetapkan dengan rinci untuk setiap aspek program. Rencana strategis memberikan visi jangka panjang yang diwujudkan dalam program yang bersifat operasional dalam menentukan pasar dan corak budaya yang diinginkan. artinya efektifitas sekolah tidak hanya dinilai dari hasil semata.assurance) pendidikan lebih diapresiasi sebagai efektifitas sekolah. mengarahkan dan memonitor pelaksanaan program. 6. Organisasi mutu sebagai wadah kegiatan dalam mengatur. berbicara efektifitas sekolah tidak dapat dipisahkan dengan mutu sekolah. 4. Dengan demikian.

” 3.39 Sallis dalam tolok ukur jaminan kualitas menempatkan visi sebagai jaminan pertama bagi kualitas pendidikan karena visi memegang peranan penting dalam pengembangan sekolah. pelatihan. Visi dan simbol. . 258. Kepala sekolah harus mengomunikasikan nilai-nilai lembaga pada staffnya. 2. Total Quality Management in Education (Jogjakarta : IRCiSoD. 10. Disamping itu Sallis menegaskan bahwa pemimpin pendidikan membutuhkan kualifikasi sebagai berikut : 1. For the kids. 9.8. Dalam konsep pendidikan diartikan sebagai “dekat dengan pelanggan. Monitoring dan evaluasi yang kontinu melalui mekanisme dan metode yang sesuai dengan proses terhadap kemajuan prestasi individu dan keberhasilan program. siswa dan masyarakat luas. Pengaturan administratif yang mendokumentasikan segala bentuk dokumen mengenai peserta didik termasuk sistem finansialnya yang valid. Pengangkatan. Kepala sekolah harus menganjurkan adanya inovasi pada stafnya dan menyiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi kemungkinan yang timbul. Otonomi. dan dukungan pada kegagalan. dan pengembangan tenaga kependidikan yang sesuai dan terarah pada kompetensi profesional dan karier staff selanjutnya. 2007). 11. percobaan. Sistem review lembaga yang dapat membangun kepercayaan dan sekaligus mengevaluasi performa lembaga secara keseluruhan serta umpan balik bagi perencanaan strategi selanjutnya. 39 Edward Sallis.

keuangan dan kemitraan sekolah dengan masyarakat. Ditinjau dari manajemen organisasi karakteristik sekolah efektif dapat ditinjau dari tiga aspek. 5. Kepala sekolah perlu menciptakan rasa kekeluargaan dan memasyarakatkannya pada siswa. ketenagaan. yaitu aspek manajemen kelembagaan. 1. dan staf lainnya. Siswa yang memiliki masalah dalam perilakunya merasa tersisihkan jika kurikulum yang diajarkan kepada mereka tidak didesain sesuai dengan . Ciptakan perasaan kekeluargaan. dan aspek kompetensi siswa. kurikulum.4. layanan pembelajaran. irama. pendidikan dan pembudayaan sekolah (madrasah). Kesiswaan Siswa akan belajar dengan efektif bila kurikulum dikembangkan secara gradual (bertahap) berdasarkan kebutuhan dan kepentingan siswa. keinginan. Hal tersebut merupakan kualitas personal yang diperlukan oleh pemimpin pendidikan. intensitas. Rasa kesatuan. Manajemen kelembagaan Aspek manajemen kelembagaan ini menekankan pada pemberdayaan sekolah (madrasah) sebagai pusat pembelajaran. yang diorientasikan kepada learning organization. sarana dan prasarana. Manajemen kelembagaan sekolah adalah tinjauan sekolah efektif dari sudut penataan yang dilakukan kepala sekolah terhadap bidang-bidang garapan sekolah. dan antusias. yaitu kesiswaan. guru. orang tua. a.

serta melaksanakan layanan bimbingan dan konseling bagi pemecahan masalah (problem solving) peserta didik. dan. Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. dan untuk menegakkan disiplin siswa. tidak tinggal kelas.40 Sekolah efektif ditinjau dari manajemen kesiswaan adalah diperolehnya siswa yang siap belajar dan dibuat beberapa rencana strategis dan operasional tentang kesiswaan untuk pembelajarannya. kesehatan. terlebih lagi jika peraturan-peraturan sekolah (madrasah) tidak disusun secara fair dan efektif dengan melibatkan mereka. meningkatkan keimanan dan ketakwaan. prestasi akademik maupun ekstrakurikulernya baik. Departemen Agama RI. kesenian dan hubungan sosialnya. Desain Pengembangan Madrasah (Jakarta : 2004). rekrutmen dan pembinaan terhadap siswa. serta untuk pengembangan aspek keagamaan. Manajemen kesiswaan dimulai saat siswa masuk sekolah dengan melalui seleksi yang adil dan jujur.kebutuhan mereka. Manajemen sekolah yang efektif bagi bidang kesiswaan diarahkan untuk menumbuhkembangkan kecerdasan. dan tidak drop out. minat dan bakat. 40 . 28-29. tidak bolos. siswa aktif mengikuti kegiatan di sekolah. Indikator bahwa siswa telah di manaj dengan baik adalah diperolehnya siswa yang memiliki grade yang cukup bahkan lebih dari cukup.

c. mulai dari personel diterima bekerja sampai kepada pengembangan kariernya. Kepala sekolah tidak hanya memusatkan diri untuk pembinaan dan pengembangan keahlian personel. 1993). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Subtansi Problem Administrasi Pendidikan (Jakarta : PT. tetapi kepuasan kerja personel menjadi pertimbangan pokok dalam menetapkan kebijakan sekolah tentang pembinaan personel. Manajemen ketenagaan Manajemen ketenagaan adalah upaya menata para personel sekolah dalam keahlian dan hubungan sosialnya. Hendyat Soetopo & Drs Wasty Soemanto. kepala sekolah dituntut untuk lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan melalui melalui reorientasi dan restrukturisasi kurikulum terutama dalam silabus dan implementasinya. 45. 41 . Manajemen keahlian guru diarahkan pada kemampuan profesional guru untuk menyelenggarakan pembelajaran. Dengan banyaknya inovasi dalam kurikulum.b. sedangkan manajemen sosialnya lebih diarahkan pada bagaimana guru memiliki kematangan sosial maupun emosional dalam berinteraksi dengan siswa dan personel. Manajemen kurikulum Adanya pengorganisasian kurikulum yang dapat berupa analisis kurikulum yang dijabarkan ke dalam komponen-komponen GBPP dan silabus.41 Mempersiapkan peserta didik yang memiliki berbagai kompetensi pada hakikatnya merupakan upaya untuk menyiapkan peserta didik yang Drs. Bumi Aksara.

d. Manajemen sarana oleh kepala sekolah meliputi ketersediaan dan pemanfaatan sumber belajar bagi guru.memiliki kemampuan intelektual. emosional. serta penataan ruangan-ruangan yang dimiliki. antara lain berupa ketrampilan motorik/manual. dan indikator keberhasilan peserta didik yang menngikutinya. dan sosial yang bermutu tinggi. Kepala sekolah ditantang untuk mewujudkan inovasi kurikulum melalui peningkatan relevansi kurikulum dengan program life skills sebagai salah satu fokus analisis dalam pengembangan kurikulum. Manajemen sarana prasarana Manajemen sarana dan prasarana adalah manajemen sarana sekolah dan sarana bagi pembelajaran. . bahan belajar yang harus dipelajari agar ketrampilan hidup tersebut dikuasai siswa agar benar-benar dikuasai siswa yang mempelajarinya. spiritual. Dalam implementasinya pengembangan life skills meliputi ketrampilan hidup yang relevan yang dipelajari sekolah setelah menyelesaikan satuan program belajar tertentu. sarana dan prasarana pendukung kepemilikan ketrampilan yang diinginkan. Sekolah yang sarana-prasarananya di-manaj dengan baik akan berbeda dengan sekolah yang sarana-prasarananya kurang di-manaj dengan baik. sosial dan emosional. pemanfaatan sumber belajar oleh siswa. ketersediaan sumber belajar bagi siswa. kemampuan intelektual.

keindahan. dan pertanggungjawabannya. Dalam mengelola dana yang diperoleh dari berbagai sumber maka pihak sekolah harus benar-benar bisa mengelola keuangan secara rinci cermat. Realisasinya dapat berupa . Rencana anggaran pendidikan tersebut berisi seluruh rencana pendapatan dan pengeluaran anggaran sekolah dan disusun oleh kepala sekolah bekerjasama dengan para guru. Keuangan sekolah meliputi penggalian sumber-sumber dana pendidikan. Kepala Sekolah harus sudah menyusun Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Sekolah (RAPBS) dalam jangka waktu satu tahun ke depan. kemutakhiran. staff dan komite sekolah. dan teliti. Oleh karena itu. e.manaj akan menampilkan kenyamanan. dan kemudahan dalam penggunaannya. Sebelum tahun anggaran berjalan.Sarana yang di. Manajemen keuangan Penataan keuangan sekolah harus didasarkan pada keadilan dan tranparansi. kemitraan dengan masyarakat harus terus terjalin. pemanfaatan dana. Manajemen kemitraan sekolah dengan masyarakat Masyarakat merupakan mitra untuk mengembangkan sekolah. f. Dalam hal ini dikarenakan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dalam mengembangkan sekolah. Sekolah tidak dapat maju pesat tanpa bantuan masyarakat. Manajemen kemitraan sekolah dengan masyarkat mengakomodasi kepantingan-kepentingan sekolah kepada masyarakat dan sebaliknya.

layanan pembelajaran sekolah efektif ditujukan pada penciptaan sekolah sebagai organisasi pembelajar (learning organization). Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang efektif karena misinya selaras dengan misi sekolah efektif. terjadi atau tidaknya perubahan kemampuan siswa sebagai representasi dari upaya-upaya yang dilakukan guru dan manajemen sekolah.terwujudnya program kemitraan dalam dewan sekolah/komite sekolah dan adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah. baik yang ada di dalam maupun di luar organisasi yang selalu berubah. yaitu terjadinya belajar secara kontinu dan selalu mengedepankan keterlibatan seluruh personel untuk belajar dalam berbagai tingkat. 2. Oleh karena itu. Sekolah yang efektif senantiasa responsif dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan yang kompleks dan dan penuh ketidakpastian. Layanan Pembelajaran layanan pembelajaran merupakan aspek utama organisasi sekolah. Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang memberikan fasilitas belajar bagi anggota-anggotanya dan melakukan perubahan-perubahan secara terus menerus sebagai respon terhadap kebutuhan. Yang mempunyai karakteristik diantaranya : . harapan dan aspirasi dari orang-orang. Layanan pembelajaran merupakan urusan utama sekolah yang menjadi patokan.

e. 1) Keterbukaan terhadap pengalaman. 65. b. 2) Tidak menghindar dari kesulitan. Pemimpin organisasi pembelajar adalah pembelajar. c. berinteraksi dengan dengan lingkungan sosialnya. tersedia untuk siapa pun yang membutuhkannya dan dalam bentuk yang mudah untuk dipergunakan.. dengan indikator yang tampak adalah . seberapa persen tujuan yang telah ditetapkan guru dapat dikuasai siswa. Organisasi belajar mempunyai memiliki struktur organisasi yang fleksibel.a.42 3. Organisasi pembelajar memiliki budaya dan seperangkat nilai yang mendorong belajar. dan kinerja 42 Aan Komariah. dan seberapa baik siswa mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan. Visionary …. 3) Kemauan untuk menelaah kegagalan dan mau belajar darinya. artinya seberapa jauh siswa menyerap materi yang disampaikan guru. . d. Cepi Triatna. Sistem informasi dalam organisasi pembelajar sangat akurat. kompetensi siswa kompetensi siswa adalah kemampuan siswa yang dihasilkan selama dia mengikuti pembelajaran. tepat waktu. Strategi organisasi menyatakan bahwa belajar merupakan sumber keunggulan strategi yang mantap (sustainable strategic advantage).

Interaksi Belajar Mengajar (Jakarta : 2004). dan berperan sebagai sumber dari kepribadian yang tidak mudah untuk dinilai dan dikembangkan. diberikan. watak. dan dikembangkan karena merupakan kompetensi yang berada di permukaan yang cenderung dapat di lihat. yaitu watak.yang ditunjukkannya dalam memecahkan masalah-masalah belajar dari kehidupan. konsep diri. 43 . lebih dalam. 10-11. Kompetensi harus dimiliki oleh siswa SMU/MA yaitu selain dapat digunakan untuk menembus seleksi masuk perguruan tinggi favorit. diajarkan. dan motif bersifat lebih tersembunyi. pengetahuan. dilatihkan. yang terkesan sebagai kompetensi akademik. dan ketrampilan.43 Kompetensi terbentuk dari lima karakteristik sebagaimana dikatakan spencer dan spencer (1993). dialami. sebagaimana dalam bagan di bawah ini! WATAK MOTIVASI INTERNAL KOMPETENSI INDIVIDU KONSEP DIRI PENGATAHUAN KETRAMPILAN Kompetensi pengetahuan dan ketrampilan adalah kompetensi yang mudah dinilai. Sedangkan kompetensi konsep diri. juga untuk melanjutkan kehidupannya Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. motif.

kecakapan akademik (akademic skills). kecakapan sosial (sosial skills). apalagi sekedar ketrampilan manual. artinya selain kompetensi untuk dapat bergaul dan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat. yaitu a. Usia individu tingkat SMU adalah usia yang cukup dewasa dan tidak sedikit dari mereka yang melanjutkan kehidupan ke kehidupan yang sebenarnya. kecakapan hidup ini mencakup kemampuan individu untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupannya yang bersifat praktik sosial maupun individual. yaitu general life skills. Artinya. yaitu kecakapan mengenal diri. kecakapan vokasional/khusus (vocational skills). d. siswa juga harus memiliki kemampuan menghasilkan materi dari sejumlah keahliannya. Kecakapan hidup lebih luas dari ketrampilan untuk bekerja. Diknas (2001) mengategorikan kecakapan hidup dalam lima pilar. mereka harus dibekali dengan kemampuan life skills (kecakapan hidup). Oleh karena itu. Sedangkan kecakapan akademik dan vokasional dikategorikan sebagai spesifik life skills. dan kecakapan sosial. e. yang juga sering disebut kemampuan personal (personal skills). berpikir rasional. kecakapan berpikir rasional (thinking skills). . c. b. kecakapan mengenal diri (self awareness).di masyarakat. Lima pilar tersebut dikategorikan lagi menjadi dua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful