Você está na página 1de 7

ARTIKEL TENTANG SENGKETA CAMAR BULAN PONTIANAK, KOMPAS.

com Berdasarkan perundingan antara Indonesia dan Malaysia di Kinabalu (1975) dan Semarang (1978), wilayah Camar Bulan seluas 1.400 hektar di Kalimantan Barat merupakan wilayah Malaysia. Kesepakatan ini megoreksi traktat London 1824 yang memasukkan Camar Bulan sebagai wilayah Indonesia, tepatnya di patok batas A 88 sampai patok A 156.Traktaat London adalah kesepakatan antara Kerajaan Inggris dan Belanda terkait pembagian wilayah administrasi tanah jajahan kedua negara. Isi perjanjian itu antara lain mencakup batas negara antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan didasarkan pada watershead. Maksudnya, yang menjadi tanda pemisah adalah aliran sungai atau gunung, deretan gunung, dan batas alam dalam bentuk punggung pegunungan. Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Geerhan Lantara, yang dimintai tanggapan, Minggu malam, mengatakan, TNI akan tegas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."Di mana yang ada patok sekarang, di situ saya jaga. Terkecuali dia (Malaysia) yang duluan masuk," ujar Geerhan yang dihubungi melalui telepon, Minggu (9/10/2011).Pangdam mengatakan, sebagai TNI, pihaknya akan berada pada posisi sesuai hasil pertemuan Semarang 1978 itu. "Ada etika antarnegara. Silakan saja orang-orang berbicara. Kalau tentara kita masuk, bisa perang. Kalau mereka yang masuk menyerang, pasti kita sikat," katanya tegas. Wakil Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Letkol Inf Totok, juga menegaskan, meski ada Traktat London, TNI bertugas menjaga perbatasan berdasarkan keputusan 1978 di Semarang.Totok juga mengungkapkan, kasus Camar Bulan bukan satu-satunya ancaman pencaplokan kawasan di perbatasan Kalbar. Ada empat wilayah lain yang juga terancam. Empat wilayah tersebut adalah Sungai Buan, Titik D 400, Gunung Raya, dan Sungai Aum.Menurut Totok, langkah yang saat ini diambil TNI adalah menyiagakan 30 pos sepanjang 966 km di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia yang berada di wilayah Kalimantan Barat. "TNI melakukan penjagaan secara patroli di 30 pos tersebut," ujarnya.

Masih dirundingkan Isu perbatasan ini diungkapkan kembali oleh Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, yang melaporkan garis batas wilayah Camar Bulan seluas 1.400 hektar dan Tanjung Datu seluas 80 ribu meter persegi tidak sesuai dengan traktat London.Menanggapi pernyataan Hasanuddin, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan, masalah Camar Bulan saat ini masih dalam tahap perundingan. "Indonesia dan Malaysia memiliki batas perairan di wilayah Kalimantan Barat. Saat ini, kedua pemerintah masih merundingkan batas wilayah maritim dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di daerah tersebut. Perundingan selanjutnya akan berlangsung pada 16-18 Oktober mendatang," kata Michael, Minggu (9/10/2011). ANALISA: Pengaturan landas kontinen didalam konvensi hukum laut 1982.definisi ini diberikan oleh konvensi hukum laut 1982 ialah bahwa landas kontinen terdiri dari dasar laut dan tanah dibawahnya yang menyambung dari laut territorial dari negara pantai, melalui kelanjutan alamiah dari wilayah daratannya sampai kepada ujung laut luar dari tepian kontinen atau sampai pada jarak 200 mil laut dari garis pangkal, dari mana laut territorial diukur.konvensi hukum laut 1982 juga memberikan suatu pembatasan, yaitu bahwa landas kontinen tidak dapat melebihi 350 mil laut.di tetapkan pula cara-cara untuk menentukan garis batas landas kontinen yang melebihi 200 mil laut.negara-negara mempunyai dua macam pilihan untuk menetap kan ujung luar dari tepiankontinennya, yaitu pertama didasarkan atas ketebalan dari sedimentary rocks di luar kaki lereng kontinen dan cara lain ialah dengan menarik garis yang tidak melebihi 60 mil laut di luar kaki dari lereng kontinen tersebut.

Camar bulan merupakan suatu kawasan yang berada di kabupaten sambas Kalimantan barat. Sengketa antara Malaysia dan Indonesia muncul ketika ada tapal batas di tanjung datu

yang masik drundingkan antara dua Negara yaitu Indonesia dan Malaysia,tetapi Malaysia menganggap masalah persengketaan tentang camar bulan ini telah selesai karena sudah ada perundingan kedua Negara yang diselenggarakan di kinabalu,Malaysia pada tahun 1975 dan di semarang,Indonesia pada tahun 1978.tanjung datu sendiri mempunyai sebuah desa yang bernama temajuk dan desa ini dibagi menjadi dusun camar bulan dan bahnedin yang menjadi sengketa karena Malaysia menganggap perundingan tahun 1975 di kinabalu dan semarang tahun 1978 bersifat mengikat tetapi Indonesia menganggap kesepakatan dalam perundingan 2 negara itu adalah bersifat sementara waktu saja sampai ada perundingan selanjutnya antara kedua belah Negara yang bersengketa. Seharusnya jika Malaysia menaati UNCLOS 1982 masalah ini akan tidak mungkin terjadi,karena konvensi hukum laut 1982 menetapkan ketentuan-ketentuan bagi Negara kepulauan untuk digunakan dalam menentukan batas-batas maritime dan lalu lintas kapal-kapal di perairan mereka. Konvensi menentukan bahwa untuk menetapkan lebar laut teritorial1 negara-negara kepulauan seperti Indonesia dapat menarik garis lurus garis dasar kepulauan sampai 100 mil laut yang menghubungkan tititk-titik paling luar dan batu-batu karang,selama ratio air dan daratan di dalam garis-garis tersebut tidak melebihi 9:1,dengan ketentuan bahwa kawasan yang diperoleh tidak memotong Negara lain dari laut lepas atau zona ekonomi eksklusif2 Dalam pasal 47 disebutkan bahwa: 1.Suatu Negara kepulauan dapat menarik garis pangkal lurus kepulauan yang menghubungkan titik-titik terluar pulau-pulau dan karang kering terluar kepulauan itu,dengan ketentuan bahwa di dalam garis pangkal demikian termasuk pulau-pulau utama dan suatu daerah dimana perbandingan antara daerah perairan dan derrah daratan termasuk atol adalah satu berbanding satu dan Sembilan berbanding satu. Jadi pada dasarnya Negara kepulauan seperti Indonesia dapat menarik garis pangkal pada laut territorial tanpa memotong laut territorial Negara malaysia dan dapat menarik garis lurus dasar
1 2

Pasal 47,48 KHL 1982 Chairul anwar,Horison baru hukum laut internasional,Jakarta:Djambatan,1989,hal.22

kepulauan sampai 100 mil laut di sekitar tanjung datu sehingga meenyebabkan camar bulan terdapat di bagian wilayah Indonesia. Jika Malaysia mengunakan jalur hukum untuk memperebutkan camar bulan Indonesia akan mengunakan dasar ini sebagai alat untuk mempertahankan camar bulan. 6. Apabila suatu bagian perairan kepulauan suatu Negara kepulauan terletak di antara suatau bagian Negara tetengga yang langsung berdampingan,hak-hak yang ada dan kepentingankepentingan sah lainnya yang dilaksanakan secara tradisional oleh Negara tersebut terakhir.serta segala hak yang ditetapkan dalam perjanjian antara Negara-negara tersebut tetap berlaku dan harus dihormati. Sudah jelas tertulis bahwa mayalsia yang akan meng klaim camar bulan sebagai wilayah nya seharusnya tidak melakukan hal tersebut. Malaysia harusnya menghormati apa yang dimiliki oleh Indonesia. Termasuk pulau pulau yang bersinggungan langsung antara ke dua negara. Dan Malaysia pun juga tidak menaati peraturan perundangan unclos. dengan mencermati pasl 47 butir 6 ini Indonesia harus segera membuat perjanjian baru yang lebih komperehensif dan mengakomodir pendapat dari kedua Negara. 9.negara kepulauan harus mengumumkan sebagaimana mestinnya peta atau daftar ordinat geografis demikian dan harus mendepositkan satu salinan setiap peta atau daftar demikian kepada sekretaris jenderal perserikatan bangsa-bangsa. Hal ini wajib dilakukan Indonesia agar Malaysia tidak lagi berebut wilayah dengan Indonesia . dan akan terus menyebabkan terjadinya perselisihan antar bangsa. indonesia sebagai Negara kepulauan yang luas sudah sewajarnya memberikan salinan peta untuk memperoleh legalitas untuk setiap wilayah yang diklaim oleh Negara Indonesia,sehingga kedepannya tidak ada lagi timbul sengketa perbatasan antara Indonesia dengan Negara-negara yang wilayannya berhimpitan dengan Indonesia seperti Negara Filipina,Malaysia,singapura,timor leste dan singapura. Penyelesaian perselisihan menurut konvensi hukum laut 1982 Empat macam cara penyelesaian perselisihan melalui:

1.konsiliasi 2.Arbritase 3.Mahkamah internasional 4.Mahkamah internasional hukum laut Mengenai kompetensi mahkamah ditentukan bahwa mahkamah terbuka untuk negara-negara anggota konvensi dan badan-badan lainnya yang bukan negara. Yuridiksi mahkamah meliputi semua perselisihan dan permohonan-permohonan yang di ajukan kepadanya menurut ketentuanketentuan konvensi serta semua hal yang ditetapkan dalam persetujuan lainnya yang memberikan yuridiksi kepada mahkamah. Dengan persetujuan pihak-pihak bersangkutan perselisihan tentang interprestasi atau penerapan dari perjanjian-perjanjian internasional lainnya tentang masalah-masalah hukum laut dapat diajukan kepada mahkamah. Mengenai hukum yang akan diterapkan, mahkamah akan memutuskan semua perselisihan dan permohonan menurut ketentuan pasal 293 dari konvensi baru ini, yaitu menerapkan ketentuan-ketentuan konvensi dan aturan hukum internasional lainnya yang sesuai dengan konvensi.

TUGAS HUKUM LAUT INDONESIA ANALISA KASUS CAMAR BULAN

ARMAHADI EFENDI BAYU SUKMAWAN DANANG KHRESNO

0910110118 0910113084 0910113097

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS HUKUM MALANG 2011