Você está na página 1de 27

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT,yang telah melipah
kan rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kuliah kerja
lapangan plus di PT.Millennium pharmacon international,serta dapat menyusun
laporan KKLP ini tepat pada waktunya.
Kuliah kerja lapangan plus merupakan salah satu tugas yang harus di
selesaikan oleh semua mahasiswa STIE Tri Darma Nusantara sebagai salah satu
syarat untuk memperoleh gelar sarjana.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak
dan ibu pembimbing teknis dan pembimbing supervise serta seluruh karyawan dan
petugas PBF PT.MPI,Tbk Cabang Makassar yang terlibat,baik langsung maupun
tidak langsung dalam menyelasaikan kegiatan KKLP dan laporan KKLP ini.
Penulis mohon maaI jika terdapat kekeliruan ataupun kesalahan dalam
laporan ini.atau mungkin juga isi belum dapat memenuhi keingintahuan
pembaca.penulis sangat menyadari adanya kekurangan tersebut,karenanya penulis
sangat menerima dengan tangan terbuka segala saran dan kritik pembaca demi
kesempurnaan laporan ini.
Akhirnya penulis dengan kerendahan hati semoga laporan ini bermanIaat
adanya.

A I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang Kuliah Kerja Lapangan Plus

Sejalan dengan sasaran pembangunan kesehatan, maka gerakan meningkatkan
kesehatan telah menjadi tekad bangsa Indonesia. Kesehatan di anggap perlu mendapat
perhatian serius demi perbaikan tatanan masyarakat secara social dan menyeluruh.
Pernaikan kesehatan bagi masyarakat Indonesia di harapkan mampu mengubah taraI
penghidupan di berbagai sector kehidupanyang meliputi ekonomi, social, budaya,
pertahanan dan keamanan.
Keberhasilan pembangunan diberbagai bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi telah meningkatkan taraI kesejahteraan di berbagai bidang kehidupan.
Peningkatan ini mengawali pembangunan tatanan hidup yang lebih teratur dan
terarah. Hal ini kemudian memicu timbulnya suatu kebutuhan akan pelayanan
kesehatan yang lebih memadai mencakup tenaga, sarana dan prasarana, baik dari segi
kuantitas maupun kualitas. Olej karena itu di perlukan suatu system yang dapat
mengatur dan melindungi setiap kegiatan kesehatan yang di dalamnya terjadi
interaksi pelayanan kesehatan dengan peningkatan dan pengembangan sumber-
sumber daya yang dapat atau berkomputen khususnya sumber daya manusia (SDM).
Era globalisasi teknologi dan inIormasi semakin hari semakin pesat melanda
di bebagai sendi kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Masyarakat di

hadapkanpada pola hidup yang semakin modern dan menutut adanya pelayanan
kesehatan yang lebih baik, cepat, dan akurat. Ketersediaan tenaga kesehatan yang ada
dengan latar belakang akademik yang kurang tetlatih, akan menyebebkan kondisi
demikian yang tidak memungkingkan untuk terpenuhi. Oleh karena itu pemerintah di
haruskan untuk meghasilkan tenaga-tenaga kesehatan, adalh dengan memberikan
pengalaman kerja kepada peserta didik melalui latihan kerja yang disebut kuliah kerja
lapangan plus (KKLP). Lahan praktek sebagai sarana belajar mngajar utamanya
untuk mewujudkan tenaga kerja proIessional dan juga sebagai wahana untuk
meningkatkan keteramplan yang utuh. Sebagai mahasiswa generasi muda yang siap
terjung dalam dunia kerja harus dapat memahami berbagai persoalan tersebut. Oleh
karena itu, dengan adanya kuliah kerja lapangan plus(KKLP), mahasiswa diharap kan
mampu menerapkan teori yang telah dipelajari dibangku kuliah ini dan dapat
mengamplikasikan dalam dunia kerja yang sesui ilmu yang di terima.

1.2. Tujuan dan manfaat
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini sebagai medi untuk
mempertanggung jawabkan hasil dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP).
Ini mempunyai dampak yang sangat positiI,salah satunya yaitu memberikan bekal
pengetahuan yang mantap dan keterampilan, khususnya yang berkenaan dengan
penerapan konsep dan teori yang diperoleh dibangku kuliah sehingga penerapannya
di lapangan akan menumbuhkan proIesionalisme kerja bagi mahasiswa.

Adapun tujuan yang dicapai dari kegiatan kuliah kerja lapangan plus (KKLP)
antara lain:
1.Menambah pengetahuan,pengalaman dan wawasan mahasiswa dalam manajemen
organisasi dan dunia usaha sebai calon pelaku ekonomi yang proIessional dan
kompetitiI.
2.Mendapatkan suatu ilmu yang tepat untuk penerapan mahasiswa dalam dunia
ekonomi sekarang dan yang akan datang.
3.Membantu mahasiswa dalam memahami teori dan konsep yang akan dan telah
diperoleh di lingkungan akademik sesuai dengan program keahlian.
4.Memberikan gambaran tentang aplikasi teori ekonomi dalam dunia kerja.
Adapun manIaat dari kuliah kerja lapangan plus(KKLP):
1. Mahasiswa memiliki wacana dunia kerja saat ini.
2. Mempunyai pengalaman di objek kuliah kerja lapangan plus (KKLP).
3. Menjalin hubungan kerjasama yang baik antara STIE TRI DHARMA
NUSANTARA dengan pihak-pihak yang terkait dalam kuliah kerja
lapangan plus.



A II
URAIAN UMUM
2.1. Pengertian pedagang besar farmasi
Menurut permenkes No.918/menkes/per/IV/1993. Pedagang besar Iarmasi
adalah badan hokum perseorangan terbatas atau koperasi yang memiliki izin untuk
pengadaan, penyimpanan, penyaluran, perbekalan Iarmasi dalam jumlah besar sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang ber laku.
PBF wajib memiliki izin usaha yang diberikan oleh menkes yang wewenang
pelaksanaanya dilimpahkan kepada Dirjen POM dan untuk memperoleh izin usaha
PBF maka pihak yang bersangkutan wajib menggunakan permohonan izin usaha PBF
kepada Dirjen POM dengan menembus kepada Dinas kesehatan setempat, balai besar
POM setempat,Dirjen bea cukai di Jakarta, dirjen perdagangan dalam negeri di
Jakarta. Menurut uu no.23 tahun 1992 ; `Pedagang besar Iarnasi adalah sarana
pelayanan kesehatan penunjang yang berIungsi menyalurkan sediaan Iarmasi dan alat
kesehatan kepada sarana yang membutuhkan``.
Pemberian izin usaha PBF hanya diberikan apabila memenuhi ketentuan:
1. Gudang penyimpananperbekalan Iarmasi harus jelas letaknya.
2. Harus mempunyai penanggung jawaban sekurang-kurangnya seorang asisten
apoteker yang bekerja penuh pada PBF tersebut.

3. Harus memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.


4. Melaksanakan dokumentasi pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran
perbekalan Iarmasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
` Selain PBF wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Dilakukan oleh badan hokum berbentuk PT, koperasi, perusahaan nasional,
maupun perusahaan patungan antara perusahaan penanaman modal asing yang
telah memiliki izin usaha industry Iarmasi di Indonesia dengan perusahaan
nasional.
2. Memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).
3. Memiliki asisten apoteker atau apoteker penanggungjawaban apotek yang
bekerja penuh.
4. 4.anggota direksi tidak pernah terlibat pelanggaran ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang Iarmasi.
Apabila permohonan belum memenuhi salah satu persyaratan tersebut maka
dirjen POM mengeluarkan surat penundaan izin PBF dan kepada pemohon diberikan
kesempatan untuk melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi.selambat-lambatnya satu
bulan sejak menerima surat penundaan apabila kesempatan untuk melengkapi persyaratan
yang belum di penuhi tidak di lakukan maka pemohon izin usaha PBF yang bersangkutan
ditolak. Izin usaha PBF berlaku untuk seterusnya selama PBF tersebut masih aktiI
melakukan kegiatan usahanya dan berlaku untuk seluruh wilayah RI.


2.2. Tugas dan fungsi P
1. Wajib mealkukan penyimpanan dan penyaluran perbekalan Iarmasi yang
memenuhi syarat dan menjamin kelancaran pelaksaan tugas dan Iungsinya.
2. Wajib melakukan pengadaan obat, bahan baku,obat dan alat kesehatan yang
bersumber dari pihak yang sah menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
3. Menjamin penyebaran obat secara merata dan teratur agar dapat diberikan
kepada yang membutuhkan.
4. Menyediakan dan menyalurkan perbekalan Iarmasi ke apotek, rs, took obat,
took obat berizin dan instansi pemerintah lainnya.
5. Wajib melaksanakan dokumrntasipengadaan, penyimpanan dan
penyaluransecara tertib ditempat usahanya mengikuti pedoman teknis yang
ditetapkan oleh dirjen POM.
6. PBF wajib membuat laporan secara berkala setiap 3 bulan mengenai kegiatan
usahanya yang meliputi jumlah masing-masing jenis obat dan laporan
narkotika serta psikotropi dilaporkan setiap bulan kepada dirjen POM dan
dinas kesehatan RI.
7. PBF penyalur bahan baku Iarmasi wajib menguasai laboratorium yang
mempunyai kemampuan untik pengukian bahan baku Iarmasi yang disalurkan
sesuai ketentuan yang berlaku.

8. PBF harus mempunyai penanggung jawab seorang AA yang memiliki SIK,


dan PBF yang menyalurkan bahan baku Iarmasi harus mempunyai
penanggungjawaban seorang apoteker yang telah memiliki SIK.
9. PBF hanya melaksanakan penyaluran obat keras antara PBF, apotek, rumah
sakit serta instansi yang di izinkan berdasarkan surat pesanan yang
ditandatangani apoteker atau pengelolah apoteker penanggungjawaban
instalansi Iarmasi rumah sakit atau oleh asisten apoteker penanggung jawab
unit yang diizinkan oleh menkes.
Dalam melaksanakan tugas dan Iungsinya ada beberapa hal yang dilarang
untuk dilakukan oleh PBF,yaitu
1. Menjual perbekalan Iarmasi secara baik Iitempat kerjanya maupun di tempat
lain.
2. Melayani resep dokter
3. Melakukanpengadaan, penyaluran, penyimpanan narkotika dan psikoterapi
tanpa izin khusus menkes.

2.3. Tata cara penyaluran penyaluran perbekalan farmasi di P
1. PBF hanya melakukan penyaluran obat keras kepada sesame PBF, apotek dan
rumah sakit berdasarkan surat yang ditandatangani oleh apoteker
penanggungjawab PBF.

2. PBF wajib membuburlkan dengan lengjap setiap pengadaan, penyimpanan


danpenyalurna perbekalan Iarmasi sehingga dapat dipertanggungjawaban
setiap saat dilakukan pemeriksan.













A III
URAIAN KHUSUS
3.1. Gambaran umum perusahaan
PT.Millennium pharmachon international,Tbk(MPI) merupakan
perusahaan distributor yang berpusat di Jakarta. Kegiatan utamanya adalah distribusi
barang ke cabang-cabang untuk disalurkan pada costumer atau pelanggan.
3.2. Tempat dan waktu pelaksanaan
Berikut tempat kedudukan perusahaan:
Nama perusahaan : PT.MILLENNIUM PHARMACON
INTERNASIONAL,Tbk
Alamat : Jl.Bonto Lanra No.05
Telp.(0411) 885162
Fax(0411) 855167
Makassar 90000
Waktu pelakassanan :
Dalam pelaksanaannya kuliah kerja lapangan plus (KKLP) ini, waktu
disesuaikan dengan tanggal yang tertera pada surat balasan dari PT.MPI. kepada
STIE TRI DARMA NUSANTARA, yaitu dilaksanakan selama dua bulan. Dimulai
dari tanggal 01 juli sampai dengan 01 agustus 2011, dengan hari kerja yaitu:
Hari senin-sabtu:
08.00 12.00 aktiIitas kerja

12.00 - 13.30 istirahat


14.00 17.00 melanjutkan aktivitas kerja

3.3. Sejarah singkat P PT.Millennium pharmacon internasional.Tbk
PBF MPI Cabang Makassar didirikan pada tahun 1980 dengan nam NVDP
soedarpo Cooperatio yang dulunya masih berupa perwakilan sehingga belum bias
membuka cabang sendiri,pada saat itu NVDP soedarpo cooperation berdiri di bawah
bendera PBF Gemini dengan jumlah karyawan sebanyak 5 orang.
Pada tahun 1985 kontrak dengan PBF Gemini berakhir,maka NVDP soedarpo
cooperation bergabung dengan PT.Penghibur utama sampai dengan tahun
1990.Tahun 1991 NVDP Soedarpo cooperation mendapat izin dari depkes melalui
dirjen pom untuk berdiri sendiri dengang nama PT.NVDP Soedarpo Cooperatio.
Setelah bertahan sampai tahin1999 NVDP Soedarpo cooperation menjual
seluruh sahamnya kepada 3 mitra yang kemudian bergabung menjadi PT.Millennium
Pharmacon internasional,tbk.

3.5. Personalia P MPI cabang Makassar
Susunan personalia PBF PT.MPI disesuaikan dengan tugas dan Iungsinya
masing-masing yaitu:

1. Branch manager
Mengawasi dan mengontrol operasional cabang
2. Branch Iinance oIIicer
a. mengontrol dan mengawasi keuangan/biaya operasional
b. membuat estimasi tagihan berdasarkan piutang dagang
c. membuat laporan keuangan setiap bulan
3. Sales supervisor
a.membuat laporan target sales
b.membuat laporan sales harian, mingguan,dan bulanan
c.pengawasan terhadap salesmen
d.mengevaluasi hasil penjualan per salesmen
4. Stock supervisor
a.mengontrol keadaan stock
b.membuat pesanan barang (ASR)
c.membuat laporan stock opname bulanan
5. ChieI collector
a.menerima Iaktur dari Iakturis
b.mempersiapkan Iaktur yang ditagih
c.menerima laporan hasil tagihan
d.membuat pelunasan penerimaan uang tagihan
6. Salesmen
Mencari pesanan/order ke outlet

7. Telephone operation system(TOS)


Menerima dan mencatat order dari outlet baik via telepon maupun via Iaks
8. Collector
Menagih Iaktur yan jatuh tempo ke outlet
9. Kasir
Menerima dan mengeluarkan uang
10.Entri date process(EDP)
a.memasukkan segala data ke dalam computer
b.mencetak semua laporan atau print out
11.Adminitrasi claim/adminitrasi pajak Iakturis
a.membuat laporan claim discount per prisipal
b.membuat laporan pajak
12.Fakturis
a.menerima dan mengelurkan Iaktur dari pengantar barang
b.mempersiapkan copy Iaktur
c.menyiapkan Iaktur pajak
13.Debitur
Membuat piutang dagang
14.Kepala gudang
a.melaporkan barang yang kurang/kosong di gudang
b.melaporkan barang yang mendekapi exp.date
c.menerima dan mengeluarkan barang.

15.Pembantu gudang
a.menyiapkanbarang yang dipesan
b.mengatur letak barang di gudang
16.Pengantar barang
Mengantarbarang (order)sesuai Iaktur
3.6. Tugas asisten apoteker di P PT. MPI
Sebagai seorang penanggung jawab, asisten apoteker mempunyai tugas yang
menumjang kegiatan usahanya,antara lain:
1.mengontrol distributor obat
2.mandatangkan Iaktur asli/Iaktur komersil
3.membuat laporan psikotropika/OKT setiap bulan dan laporan triwulan untuk
penyaluran masing-masing obat.
3.7. Pengelolahan perbekalan farmasi di P MPI, Tbk Cabang Makassar
1. Pengadaan
O Pengadaan
Pengadaan obat-obatan di PBF MPI,Tbk Cabang M akassar merupakan
pengadaan yang di lakukan secara langsung darp MPI pusat. Untuk saat ini di
PBF MPI,Tbk mendistribusikan obat-obatan yang berasal dari beberapa
principal,antara lain:
a. PT.Merek
b. PT.Meiji

c. PT.Guardian Pharmatama
d. PT.Lapi laboratoriaes
e. PT.MeproIarm
I. PT.Simex
g. PT.Danpac
h. PT.Pharos
i. PT.Total care
j. PT.Sanprima sejati
k. PT.Jamu puspo
l. PT.Dipa
m. PT.Gracia

O Tatacara pegadaan
Pengadaan obat-obatan di PBF MPI,Tbk dilakukanberdasarkan
additional stock request(ASR) sebagai berikut:
a. Kepala gudang melakukan pengecekan barang yang kurang/kosong
digudang kemudian dilaporkan ke stock supervisor
b. Stock supervisor kemudian membuat SP barang dalam bentik ASR
yang memuat nama barang dan jumlah barang yang dipesan.
c. ASR tersebut kemudian kekantor pusat (bagian logistic)

d. Setelah ASR diterima lalu logistic pusat meneruskan kepabrik


Iarmasi (principal) masing-masing
e. Kemudian principal mengirim barang ke pooling-pooling terdekat
seperti Jakarta,bandung,dan Surabaya.
I. Setelah barang di terima di pooling lalu dibuatkan nota alokasi dan
packing list yang di sertakan pada saat pengiriman barang ke
cabang-cabang baik darat, udara, maupun laut.
Adapun hal-hal yang perlu di periksa meliputi:
a. Kebenaran jumlah kemasan
b. Kebenaran jumlah satuan dalam kemasan
c. Jangka waktu kdaluarsa
d. Ada tidaknya barang yang rusak atau tanda-tanda kerusakan pada
isi produk,seperti perubahan warna, baud an bentuk,
e. Kebenaran identitas produk.
Apabila dalam pemeriksaan terdpat batng yang rusak atau sesuai
sdengan yang dipesan maka kepala gudang dapat membuat berita acara clim
batnag untuk memperoleh penggantian.
2. pencatatan
Barang yang masuk di PBFharus disertai dengan Iaktur yang ditandatangi
oleh stock supervisor.Iaktur tersebut gunanya untuk melihat apakah barang yang di

terima sesuai dengan jumlah yang di pesan jumlah yang di pesan kemudian di
masukkan di gudang dan dicatc dalam kartu stock,PBF wajib membukukan dengan
lengkap setiap pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran perbekalan Iarmasi
sehingga dapat dipertanggungjawabkan setiap saat apabila ada pemeriksan dari badan
POM.
3. Penyimpanan.
Setelah dilakukan pencacatan terhadap barang-barang yang masuk kedalam
gudang maka selanjutnya barang-barnag tersebut di sampan.pengaturan sari system
penyimpanan di gudang pada masing-masing PBF tidak sam tergantung pada tata
cara penyimpanan yang berlaku padaPBF tersebut.
System penyimpanan pada PBF PT.MPI di gudang system FEFO (Expired
Iirst out). Artinya barang yang pertama kali kadaluarsa akan keluar pertama dan
pengaturan barang-barang digudang pada PT.MPI disususn di rak-rak berdasarkan
kelompok barang dari principal yang didistribusikan.untuk golongan OKT dan
psikotropika diatur pada rak khusus yang terpisah .
4. Pendistribusian
PT.MPI melakukan penyaluran obat yang diberikan kepada:
a) Instansi pemerintah yang khususnya melayani ASKES seperti labuang
baji.dan lain-lain

b) Pihak swasta yaitu:


1. apotek
Obat yang di salurkan di khususkan hanya untuk obat bebas, OKT,
bebas terbatas.
2. toko obat berizin
Obat-obatan yang disalurkan di khususkan hanya uantuk obat bebas
dan terbatas
3. rumah sakit
Obat yang di salurankan berdasarakan surat pesanan yang
ditandatangani oleh apoteker penanggungjawab IFRS.
4. toko-toko kelontong
Dikhususkan hanya untuk obat bebas
c) luar kota atau dalam propinsi
PT.MPI menyalurkan obat keluar kota seperti maros, pare-pare,
pinrang, palopo, dll, juga menyalurkan obat keluar provinsi seperti Maluku,
ambon, gorontalo, palu, kendari, papua dll.
Penyaluran obat dilakukan berdasarkan SP yang di terima pihak
instansi melalui salesmen yang berkunjung ke daerah itu.SP itu dapat pula
melalui Iax.SP itu terlebih dahulu di ACC oleh apoteker pengelolah instansi
yang bersangkutan.

5. Pelaporan
PT.MPI cabang Makassar,dalam melaksanakan Iungsinya sebagai penyalur
perbekalan Iarmasi harus membuat laporan sebagai bukti pertanggungjawaban.jenis
laporan yang dibuat adalah sbgai berikut:
1. kepala badan POM pusat Jakarta
2. kepala badan pom di Makassar
3. kepala dinas kesehatan
4. MPI pusat
5. Arsip
a. Laporan tri wulan
Laporan ini menjelaskan mengenai penggungaan obat-obatan dan tempat
pendistribusian obat tersebut yang terjadi selama tiga bulan berjalan.laporan
ini juga di buat AA penanggung jawab PBF yang haris di ketahui oleh barch
manager.laporan ini di buat dalam 5 rangkap yang di berikan kepada:
a. Dirjen POM pusat Jakarta
b. Kantor MPI pusat
c. Balai besar POMsetempat
d. Denas kesehatan setempat
e. Arsip

I. Proses pemasanan, pendistribusian dan penagihan ke outlet


Pengeluaran barang dar gudang dilakukan berdasarkan Iaktur-
Iaktur,diproses melalui komputer berdasarkan SP barang yang di bawa
langsung oleh pihak pemilik apotek,took obat,rumah sakit,ataupun sesame
PBF,SP dapat juga di titipkan pada salesmen yang mengambil order ke
outlet. SP dapat juga diterima oleh TOS untuk dituliskan sebagai surat
pesanan barang (SPB) PT. MPI.surat pesanan ini kemudian di serahkan
kepada:
Asisten apoteker,untuk mengetahui apakah SP asli atau palsu
Finance supervisor,untuk mengetajiu apakah outlt tersebut mempunyai
piutang atau tidak
Sales supervisor, untuk mengecek apakah SP sudah benar atau tidak
ada penyimpanan
setelah mendapat persetujuan dari pihak ketiga pejabat yang
berwenang maka SP batang terdebut akan di teruskan ke gudang untuk
melakukan pengeckan barang.hal ini di lakukan untuk mengetahui apakah
Iaktur tersebut sudah sesuai dengan jenis obat yang di pesan oleh outlet.
Setelah itu barang siap di antar oleh pengantar barang.yang selanjut nya di
bawa ke outlet yang memesan oleh pengantar barang. Faktur asli yang
telah di tandatangani dan di stempel oleh pihak outlet di serahkan ke
Iakturis. Fakturis akan membuat Iaktur pajak standar masing-masing
outlet untuk penagihan selanjutnya.

Faktur yang tagihkan (Iaktur asli)harus di tandatangani oleh AA dan


kepala cabang, setelah itu siap di tagih oleh pihak collector pada saat
jatuh tempo.
Pada PT.MPI,Tbk cabang Makassar,Iaktur penyerahanbarang di
serahkan sebanyak 6 rangkap,yaitu:
- Asli,di berikan kepada outlt pada saat pembayaran
- copy,untuk chiIy collector sebagai lampiran tagihan/pelunasan
- copy,untuk Iakturis sebagai arsip AA
- copy,untuk gudang yakni untuk mengeluarkan barang dari gudang
- copy,untuk pembeli
- copy, untuk exstra pembeli










A IV
PEMAHASAN
4.1. Masalah
Sebagai suatu badan hukumyang berIungsi untuk pelayanan perbekalan
Iarmasi dan alkes ke unit-unit pelayanan,PBF diharapkan mampu dapat manjalankan
Iungsinya dengan baik.adapun sarana distribusi di bidang Iarmasi.PT.MPI,Tbk
cabang Makassar telah cukup baik melaksanakan tugas dan Iungsinya .namun masih
terdapat sediki massalah-masalah yang dapat menganggu kelancaran proses jalanya
distribusi dari PT.MPI je unit-unit pelayanan.adapun masalah-masalah tersebut antara
lain:
1. Jumlahpetugas gudang yang masih kurang untuk menangani dalam menangani
gudang.
2. Perlunya wadah khusus untuk mengambil barang yang di pesan
3. Luas gudang tidak memadai untuk kapasitasjumlah barang yang di tamping
4. Disiplin petugas pengantar barang masih kurang dalam menyalurkan barang
sehingga terkadang ada beberapa pesanan yang tidak sampai tepat pada waktunya.
4.2. Alternatif pemecahan masalah
Dengan memperhatikan masalah-masalah yang ada di atas,dapat di cari suatu
alternative pemecahan masalah sebagai berikut:

1. Perlu adanya tambahan petugas gudang untuk lebih mempermudah dan


memaksimalkan tenaga serta meringankan setiap kegiatan di dalam gudang
2. Karena selama ini pengambilang barang hanya dengan menggunakandos-dos
kosong yang dari kerapihan dan kenyamanan kerja kurang eIektiI,sekitarnya
perlu di pertimbangkan adanya wadah khusus untuk tiap pengambilang
barang,misalnya kerangjang.
3. Dengan banyak jumlah barang yang ada di gudang apalagi pada saat
penambahan barang yanb masuk dalam jumlah besar,maka kondisi gudang
akan tampak sempit dan pengap.karena itu perlu pertimbangan untuk
perluasan areal gudang atau penambahan tempat baru untuk penyimpanan
barang sehingga aktiIitas dalam bekerja bagi petugasnya dapat bakarja secara
eIektiI dan nyaman
4. Petugas pengantar barang harus segera di beri peringatan sehingga tidak
melakukan hal yang dapayt menyebabkan keterlambatan pesanan




A V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Dari hasil survey ygn di lakukan pada PT.MPI,Tbk cabang Makassar selama 2
bulan dapat disimpulkan bahwa peran AA dalam kelangsungan PBF sangat besar
seorang AA yang bekerja pada PBF tidak harus menguasai tentang keIarmasian
saja,tetapi juga hal lain,antara lain:
1. Menguasai bidang marketing
2. Mengetahui adminitrasi barang
3. Mengetahui pembukuan dan pelaporan barang
Berbagai kegiantan telah di lakukan di PT.MPI, Tbk ini meliputi
pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pelaporan.kemajuan perusahaan
selama ini tidak lepas dari kerja sma yang baik oleh semua karyawan serta system
yang memadai untuk menjalankan roda kegiatan yang ada di dalamnya.
Melihat keberhasilan yang telah di raih oleh PT.MPI,Tbk sebaiknya
komunikasi dan kerjasama antar personalinya lebih di tingkatkan lagi demi
kelancaran setiap kegiatan.begitu juga dengan system yang di terapkan di PBF
ini,hendaknya lebih di benahi dan lebih ditingkatkan lagi unutk mencapai hasil
kinerja yang optimal.

DATAR PUSTAKA

- Dokumen dari perusahaan
- Nurhaedah, Dkk,2005, Laporan Praktek Kerja lapangan.Makassar, SMF
yamasi
- Abdul malik,Dkk,2008. Laporan prskter kerja lapangan.
Makassar,politeknik kesehatan Makassar
- Erna widyastuti, Laporan kuliah kerja lapangan plus.Makassar, STIE TRI
DARMA NUSANTARA.








DATAR ISI
HALAMAN 1UDUL ......................i
KATA KATA PENGANTAR...................ii
DATAR ISI..........................iii
A I. PENDAHULUAN......................1
1.1. Latar elakang Kuliah kerja Lapangan Plus..............2
1.2.Tujuan dan Mamfaat Penulisan...............3
A II. URAIAN UMUM......................4
2.1.Pengertian Pedagang esar armasi.................5
2.2. Tugas dan fungsi P......................6
2.3. Tata cara penyaluran penyaluran perbekalan farmasi di P
A III. URAIAN KHUSUS..................8
3.1. Gambaran umum perusahaan ...................8
3.2. Tempat dan waktu pelaksana ..................10
3.3. Sejarah singkat PT.MILLENNIUM PHARMACON ITL.12
3.4. Struktur organisasi...................13
3.5. Personalia MPI Cabang mks.............13
3.6.Tugas Assisten apoteker..................13
3.7. Pengelolahan Perbekalan armasi PT. MPI .....14
A IV. PEMAHASAN.....................22
4.1. Masalah............................22

4.2. Alternatif Pemecahan Masalah .............22


A V PENUTUP.........................24
5.1. Kesimpulan.........................24
5.2. Saran ................................................24