Você está na página 1de 13

1 Persamaan

1.1 Pengantar

Solusi

Pertumbuhan teknologi komputer digital telah mengakibatkan banyak insinyur yang tadinya masih memakai pendekatan analitis sederhana dalam pekerjaan mereka telah beralih mempergunakan metode numerik. Metode numerik merupakan alat pemecahan masalah yang sangat ampuh, mampu menangani sistem persaman besar, ketaklinearan dan geometri yang rumit lazimnya dalm praktek rekayasa dan seringkali tidak mungkin dipecahkan secara analitis. Solusi persamaan dalam buku ini dimulai dengan permasalahan mendapatkan akar persamaan. Masalah ini berkenaan dengan nilai suatu variabel atau parameter yang memenuhi suatu persamaan tunggal, hal ini khususnya sangat berharga dalam konteks rancangan rekayasa yang sering tidak mungkin menyelesaikan persamaan yang ada secara analitis. Kita memulai perbahasan persoalan mendapatkan akar persamaan, misalkan ditentukan sebuah persamaan sebagai berikut: x sin x + ( x 2 + 4)e x = cos x jika sesuatu x0 adalah akar persamaan tersebut maka

x0 sin x0 + ( x0 + 4)e x0 cosx0 = 0


atau secara umum persamaan menjadi F ( x) = 0 (1.1)

kita katakan x0 adalah akar persamaan, yaitu jika kita mengantikan harga x dengan harga persamaan tersebut menjadi nol

x0

kemudian harga

Contoh sederhana pada persamaan linear berikut : disini

ax + b = 0 dan b adalah konstanta

x0 = b / a adalah akar dari persamaan tersebut.

dan a 0 , kemudian

Contoh sederhana lain yaitu persamaan kwadratik berikut

ax 2 + bx + c = 0 Dimana a , b dan c

adalah konstanta dan a 0 , kemudian diperoleh dua pasang akar persamaan sebagai berikut

x0 =
dan

b + b 2 4ac 2a b b 2 4ac 2a
tidak

x0 =

jika b 2 = 4ac maka kedua akar adalah identik sama perlu diingat bahwa pada persamaan kwadratik dipunyai akar nyata jika b 2 < 4ac

Pada beberapa peristiwa analisa numerik biasanya kita mendapatkan harga akar pendekatan (approximate root ) yaitu suatu nilai yang dekat dengan nilai akar sesungguhnya. Jika pada persamaan (1.1) dalam grafik F ( x ) memotong sb- x pada x = x0 seperti terlihat pada Gambar (1.1) , x adalah akar persamaan, maka kita dapat mendefinisikan akar pendekatan dalam dua cara. Pertama, harga akar pendekatan adalah x sedemikian sehingga x x0 bernilai kecil, dimana F ( x0 ) = 0 ; Kedua, harga akar pendekatan adalah x sedemikain sehingga F ( x ) bernilai kecil. Pada

Gambar (1.2) terlihat ilustrasi (a) untuk harga x x0 bernilai kecil sedangkan F ( x ) tidak kecil , sedangkan ilustrasi (b) untuk F ( x ) bernilai kecil sedangkan x x0 tidak kecil

Gambar (1,1) Akar dari Persamaan

Gambar (1,2)

(a) Akar pendekatan

x
x

dekat dari

x0

dan

F (x) F (x)

besar (b) Akar pendekatan kecil tidak dekat dari

x0 dan

1.2 Mencari Akar Persamaan secara Grafis Ditentukan persamaan polinomial orde empat berikut : (1.2) dan akan kita cari substitusi nilai x sehingga harga persamaan menjadi nol. Akan kita gunakan cara grafis

x 4 9 x 3 2 x 2 + 120 x 130

dengan interval halving dan bantuan komputer memakai bahasa program Fortran. Akar persamaan tersebut didapatkan dari persamaan polinomial f ( x ) = 0 maka f ( x ) = x 4 9 x 3 2 x 2 +120 x 130 = 0 (1.3) kemudian kita cobakan menulis program sederhana dalam Fortran untuk menghitung harga persamaan dari berbagai input nilai x Program anNum1.for adalah perhitungan akar persamaan polinomial orde 4 y = x 4 9 x 3 2 x 2 +120 x 130 dengan input x bernilai -10,-9,.....,9,10. Listing program dalam Fortran dan output hasil runing program diperlihatkan dalam Gambar (1.3), dan pada Gambar (1.4) kita buat grafik hasil output program tersebut dari data x bernilai -4,-3,.....,7,8. Menyimak dari grafik dengan mudah kita menemukan bahwa terdapat perpotongan grafik terhadap sumbu x pada 4 tempat, ini berarti terdapat empat titik yang menjadi akar akar dari persamaan polinomial diatas karena titik titik x yang perpotongan tersebut menyatakan nilai menghasilkan persamaan polinomial berharga nol.

c c c c c

anNum1.for Program mencari akar persamaan cara interval Halving Menghitung persamaan polinomial input 19 point

Input nilai awal x x =-10.0 c Menghitung polinomial orde 4 untuk nilai x 20 y =x**4 -9.0*x**3 -2.0*x**2 +120.0*x -130.0 c Print x dan harga persamaan polinomial y write (6,70) x, y 70 format(1P2E15.5) c check whether last value of x has been reached -- stop if so if(x.ge.10.0) stop

c increment x if not finished x =x+1.0 c go back around the loop go to 20 end

Gambar (1.3) Program dan outputnya, sebagai evaluasi persamaan

f ( x) = x 4 9 x 3 2 x 2 +120 x 130
9,....., 9,10

untuk

bernilai -10,-

Gambar (1.4) Grafik persamaan polinomial

x 9 x 2 x + 120 x 130
4 3 2

Dari grafik terlihat bahwa keempat akar persamaan adalah, satu akar berada diantara x bernilai -4 ke -3, satu akar lain berada diantara x bernilai 1 ke 2 , satu akar lagi berada diantara x bernilai 3 ke 4 dan satu akar lain lagi berada diantara x bernilai 7 ke 8 dan dalam hal ini terjadi dimana nilai harga f ( x ) beralih dari positip-negatip ,negatippositip, positip-negatip dan negatif-positip. Hingga disini kita masih menemukan akar akar persamaan polinomial tersebut dalam nilai harga interval dan untuk menemukan nilai akar pendekatan yang lebih persis, kita perlu mengambil langkah langkah sebagai berikut: Tentukan harga tengah masing masing interval, misalnya sebagai harga tengah untuk interval -4 ke -3 kita ambil x = ,5 3 Evaluasi harga persamaan polinomial dengan nilai x yang baru. Akan terjadi tiga kemungkinan. (a) y = 0 yang berarti x = ,5 adalah akar persamaan; atau (b) y > 0 dalam hal 3 ini akar persamaan berada diantara x bernilai -3,5 ke -3; atau (c) y < 0 dimana akar persamaan berada diantara x bernilai -4 ke -3,5 Pada beberapa kasus kita perlu pengulangan, yaitu dengan melakukan pengambilan harga tengah dan evaluasi harga persamaan sedemikian sehingga memperoleh nilai interval terkecil. Misalnya untuk langkah langkah diatas kita peroleh akar persamaan berada diantara x bernilai -3,6002 ke -3,6001 kemudian dalam hal jika kita hanya perlu memperhatikan angka 3 digit dibelakang koma maka bisalah kita tentukan x bernilai -3,600 sebagai akar pendekatan. Langkah prosedur membagi setengah nilai interval secara suksesif sehingga diperoleh akar pendekatan melalui nilai interval terkecil yang kita lakukan diatas disebut metode interval halving.

Sekarang mari kita mencoba metode yang lebih tepat yaitu dengan memakai flow chart. Sebuah flow chart adalah alur langkah prosedur perhitungan dengan simbul kotak kotak yang dihubungkan dengan anak panah dimulai dengan kata Start dan diakhiri dengan kata Stop.

Gambar (1.5) Flow chart mencetak harga persamaan polinomial input 19 poin (Alogaritma program anNum1.for)

Kembali pada penulisan program anNum1.for ,prosedur mencetak harga persamaan polimonial adalah melalui flow chart kotak keputusan (decision box, berbentuk jajaran genjang) seperti termuat pada Gambar (1.5) yaitu dengan pertanyaan apakah x 10 ?. Apabila jawaban adalah No dikerjakan prosedur langkah interasi, menambahkan harga 1 pada nilai x yang baru, kemudian substitusikan kedalam persamaan polinomial sehingga diperoleh jawaban Yes dan kemudian kita dapat mengerjakan langkah akhir yaitu stop.

terkecil

Gambar (1.6) Flow chart prosedur penempatan interval nilai akar (Alogaritma program anNum1.for)

Ketika kita mulai dengan input nilai x = 10 kemudian melakukan evaluasi harga persamaan untuk harga x dan x +1 kita ketahui terdapat beberapa harga persamaan yang bertanda saling berlawanan maupun yang sama, perhatian kita khusus untuk tanda berlawanan (+ dan -) karena hal ini menunjukan interval diantara dua harga dimana harga nol terkurung didalamnya. Sekarang kita mempunyai interval dari harga XL ,notasi untuk x kiri dan XR,notasi untuk x kanan. Harga XL menghasilkan YL dan harga XR menghasilkan YR, dalam hal ini YR dan YL masing masing merupakan harga persamaan polinomial. Pada flow chart dalam Gambar (1.6) kita gunakan langkah prosedur penempatan interval dengan harga awal XL=-10 dan XR=-9, kemudian mengevaluasi YL*YR ternyata hasilnya

positip. Disini kita harus melewati prosedur kotak penentu yang menanyakan YL*YR<0 ? ,karena hasilnya positip maka selanjutnya kita melangkah kearah anak panah No untuk melanjutkan pada harga baru XL=-9 dan XR=-8. Dengan input harga XL dan XR baru ini kita mendapatkan harga persamaan YL dan YR yang baru pula, seterusnya kita lakukan pengulangan beberapa kali sehingga diperoleh nilai perkalian YR*YR<0 atau negatip, agar kita bisa menutup langkah ieterasi. Namun sebelum menutup intersi lebih dahulu kita harus menjawab kotak penentu lagi, apakah harga XR 10? telah terpenuhi.

Gambar (1.7) Flow chart prosedur lebih efisien dari yang ada pada Gambar (1.6) (Alogaritma program anNum1.for)

Ketika prosedur evaluasi YL*YR<0? kemudian harus melewati alur panah No dan dilakukan iterasi dengan pengulangan harga Xl dan XR yang baru yang akan menghasilkan YL dan YR yang baru pula, sebenarnya kita

cukup mendapatkan nilai baru YR saja, sedangkan nilai baru YL adalah sama dengan nilai YR lama yang telah dihitung sebelumnya, karena faktanya XL baru sama dengan XR lama. Dalam hal ini bisa dilakukan penghematan langkah prosedure seperti dinyatakan pada flow chart dalam Gambar (1.7) Pada flow chart dalam Gambar (1.8) kita pemenggunakan kotak keputusan Yl*YR:0 yang artinya sandingkanlah harga YL*YR dengan nol. Disini terdapat 3 alur panah keluar dari kotak keputusan tersebut, satu alur panah untuk YL*YR<0, satu alur panah untuk YL*YR=0 , satu lagi alur panah untuk YL*YR>0 Dalam hal YL*YR <0 berarti akar persamaan adalah antara harga XL dan XR, da jika YL*YR=0 maka akar persamaan adalah salah satu dari XL atau XR tergantung manakah diantara YL dan YR yang berharga nol.

Gambar (1.8) Flow chart perluasan prosedur pada Gambar (1.7) memungkinkan harga persamaan tepat berharga nol pada sesuatu nilai x

Hingga disini kita lanjutkan pada proses komputasi cara interval halving. Dianggap kita sudah mengisolasi harga akar persamaan polinomial dalam interval XL dan XR (lihat tanda * pada kotak disebelah kiri kotak keputusan pada flow chart dalam Gambar (1.8)) Kita mulai dari memilih harga tengah X diantara XL dan XR yaitu setelah langkah Start pada flow chart dalam Gambar (1.9). Selanjutnya dengan evaluasi harga persamaan polinomial dapat kita temukan apakah akar persamaan berada sekitar kiri atau kanan atau persis berada pada titik nilai harga X. (a) Jika YL*Y<0 maka akar persamaan berada diantara harga XL dan X, dalam hal ini kita gantikan XR dengan X dan YR dengan Y, sehingga X menjadi batas sisi kanan interval. (b) Jika YL*Y=0 , dalam hal ini YL tidak mungkin nol, Y=0 sehingga akar persamaan persis adalah X (c) Jika YL*Y>0 lalu YR*Y<0 berarti YL*YR<0 dalam hal ini akar persamaan berada diantara harga X dan XR, kemudian kita gantikan XL deng X dan YL dengan Y maka jadilah X sebagai batas sisi kiri interval.

Gambar (1.9) Flow chart prosedur penempatan akar polinomial memberikan harga akar diantara nilai XL dan XR.

Gambar (1.10) Flow chart prosedur penempatan memberikan harga akar diantara nilai XL dan XR.

akar

polinomial