Você está na página 1de 5

Bahan 1

Apa Amebiasis? Amebiasis adalah penyakit di saluran cerna yang biasanya ditularkan ketika seseorang makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi dengan parasit yang disebut Entamoeba histolytica (E. histolytica). Parasit ini adalah amuba, sebuah organisme bersel tunggal. Untuk itu penyakit ini disebut amebiasis. Dalam banyak kasus, parasit tinggal di usus besar seseorang tanpa menyebabkan gejala apapun. Tapi terkadang parasit ini menyerang permukaan usus besar sehingga menyebabkan diare berdarah, sakit perut, kram, mual, kehilangan nafsu makan, atau demam. Dalam kasus yang jarang terjadi, parasit ini dapat menyebar ke organ-organ lain seperti hati, paru-paru, dan otak. Amebiasis umumnya terjadi di daerah yang padat dengan sanitasi yang tidak memadai. Penyakit ini umum terjadi di negara berkembang, termasuk Afrika, Amerika Latin, India, dan Asia Tenggara. Tanda dan Gejala Sebagian besar anak-anak yang mengalami amebiasis memiliki gejala minimal atau tanpa gejala. Ketika anak-anak menjadi sakit, mereka merasakan nyeri perut yang mulai perlahanlahan, bersamaan dengan buang air besar yang lebih sering dengan tinja lunak atau cair, kram, mual, dan hilangnya nafsu makan. Dapat pula demam dan tinja berdarah. Pada beberapa orang, gejala amebiasis dapat dimulai dalam beberapa hari sampai minggu setelah menelan makanan atau air yang tercemar oleh amoeba. Pada orang lainnya, gejala amebiasis dapat memerlukan waktu berbulan-bulan untuk muncul atau tidak pernah muncul sama sekali. Penularan Amebiasis merupakan penyakit menular. Pada keadaan lingkungan yang tidak sehat dan kebersihan yang buruk maka infeksi menular dari satu orang ke lainnya sangat mungkin terjadi. Seseorang yang membawa amoeba di ususnya (carier) dapat menularkan infeksi kepada orang lain melalui tinja. Ketika tinja yang terinfeksi mengkontaminasi makanan atau persediaan air, amebiasis dapat menyebar dengan cepat ke banyak orang sekaligus. Hal ini

terutama berlaku di negara-negara berkembang di mana sumber air minum dapat terkontaminasi. Amebiasis juga dapat menyebar karena cuci tangan yang tidak bersih.

Pencegahan Tidak ada vaksin untuk mencegah amebiasis. Karena amoebas dapat mengkontaminasi makanan dan air maka Anda dapat membantu mencegah dengan bersikap hati-hati tentang apa yang Anda makan dan minum. Aturan yang baik tentang makanan adalah dengan memasaknya, merebusnya, mengupasnya, atau bila tidak mungkin maka lupakan makanan tersebut sama sekali. Perawatan Jika dokter Anda mencurigai bahwa anak Anda telah amebiasis, Anda mungkin diminta untuk mengumpulkan sampel tinja. Kapan Harus Menghubungi Dokter Hubungi dokter jika anak Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala amebiasis, termasuk: * Diare dengan darah atau lendir * Sakit perut * Demam * perut membuncit * Rasa sakit atau nyeri di daerah hati (di bawah iga di sebelah kanan)

Bahan 2

Amebiasis adalah penyakit di saluran cerna yang biasanya ditularkan ketika seseorang makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi dengan parasit yang disebut Entamoeba histolytica (E. histolytica). Parasit ini adalah amuba, sebuah organisme bersel tunggal. Untuk itu penyakit ini disebut amebiasis. Dalam banyak kasus, parasit tinggal di usus besar seseorang tanpa menyebabkan gejala apapun. Tapi terkadang parasit ini menyerang permukaan usus besar sehingga menyebabkan diare berdarah, sakit perut, kram, mual, kehilangan nafsu makan, atau demam. Dalam kasus yang jarang terjadi, parasit ini dapat menyebar ke organ-organ lain seperti hati, paru-paru, dan otak.

Dasar Kelainan : Invasi entamuba histolitika ke dalam mukosa kolon I. Diagnosis : Masa inkubasi 8 hari (2-4 minggu) A. Keluhan Pokok 1. 2. 3. 4. Kolitis ringan sampai berat Berak darah Lendir Sakit perut

B. Tanda penting 1. Hiperperistaltik 2. Meteorismus 3. Nyeri tekan perut bagian bawah

C. Pemeriksaan Laboratorium - Tinja : Entamuba histolitika dan eritrosit D. Pemeriksaan Khusus : II. Komplikasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Abses hati amuba Perdarahan/perforasi usus Ameboma Intususepsi Striktur usus Amebiasis Pleura Amebiasis kulit Abses otak, limpa, dll

III. Penatalaksanaan A. Terapi Umum 1. Istirahat 2. Diet 3. Medikamentosa - Obat pertama : 1. Metronidazole, 3 x 500 mg, 5 7 hari - Obat alternatif 2. 3. 4. 5. 6. Tetrasiklin, 3 x 500 mg, 10 hari Diloxanide furoat, 3 x 500 mg, 10 hari Emitin/Dehidroemitin, 1 mg/kg BB, 3 5 hari. Paromomisin 25 30 mg/kg BB dosis terbagi 3, 7 hari Iodoquinol 3 x 650 mg/hari

B. Terapi Komplikasi 1. Metronidasol, 3 x 500 mg, 10 hari 2. Klorokin : 500 mg/hari, 7 hari 3. Emetin/dehidroemetin, 8 10 hari. IV. Prognosis Umumnya baik, tergantung dari : 1. Tepatnya terapi 2. Resistensi E. histolitika terhadap obat 3. Letaknya : amebiasis otak jelek