Você está na página 1de 3

Analisa jurnal: Metode : Jurnal ini menerapkan metode studi intervensi multidisiplin multifaktorial dengan menggunakan responden sebanyak

157 pasien dengan usia 70 tahun atau lebih yang menderita fraktur femoral neck pada Umea University Hospital, Swesdia pada Mei 2000 Desember 2002 Intervensi gizi yang tercakup antara lain, sebuah jurnal gizi untuk mendeteksi kekurangan gizi dan protein-diperkaya makanan untuk setidaknya empat hari pasca operasi. Selanjutnya, setidaknya dua minuman gizi dan protein disajikan setiap hari selama rawat inap secara keseluruhan dan faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi pasien gizi juga dipertimbangkan dan ditangani. Secara keseluruhan terdapat 353 pasien yang mengalami fraktur femoral neck, tetapi dalam pelaksanaan jurnal ini ada yang meninggal selama perawatan dan penelitian ini juga memiliki criteria pengecualian terhadap pasien yang menderita : 1. 2. 3. 4. 5. Reumatoid parah Osteoarthritis pinggul parah Gagal ginjal akut Fraktur metasfisis Pasien yang terbaring di tempat tidur

Pertama-tama pasien di tawari secara lisan dan tertulis mengenai penawaran untuk menjadi subyek penelitian. Sebanyak 157 pasien di pilih secara acak di bagi menjadi 2, sebanyak 83 pasien di masukan dalam golongan intervensi dan 74 pasien di masukkan dalam golongan control. Responden di kaji masalah nutrisinya menggunakan Mini Nutritional Assesement (MNA) selama 4 bulan.

Hasil penelitian : Tabel 1

Tabel di atas adalah tabel hasil penelitian yang menunjukkan karakteristik dalam score Mini Nutritional Assessment ( MNA ) antara grup intervensi vs grup control. Hasilnya adalah pada pasien yang termasuk dalam golongan intervensi gizi menunjukkan hasil bahwa intervensi gizi yang diberikan ternyata berpengaruh terhadap kesehatannya pascaoperasi. Seperti yang terlihat, jumlah pasien yang mengalami demensia pada grup control lebih banyak daripada yang grup intervensi. Begitu juga dengan depresi, diabetes dan lainlain. Semua lebih banyak dialami pada pasien yang tidak mendapatkan intervensi gizi. Tabel 2 Tabel 2 berisi tentang acuan apasaja yang dijadikan sebagai intervensi pada pascaoperasi, seperti : Edukasi staff Tim kerja Rencana keperawatan Delirium Prevensi dan perawatan komplikasi ( infeksi, anemia, emboli) Fungsi usus Pola tidur Luka dekubitus Nyeri Saturation Temperature Tekanan darah

Nutrisi Rehabilitasi Pengobatan alternative pada fraktur Osteoporosis profilaksis

Tabel 3

Pada tabel 3 juga menunjukkan hasil bahwa resiko mengalami delirium, konstipasi, kesulitan nutrisi, luka dekubitus, infeksi saluran kencing lebih tinggi pada grup control daripada grup yang diberi intervensi gizi.