Você está na página 1de 17

OLEH : KELOMPOK IV

JARINGAN PERPIPAAN???
SUATU SARANA PENDISTRIBUSIAN FLUIDA (CAIR DAN GAS) YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMINDAHKAN FLUIDA DARI SUATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN MELALUI PIPA.

FUNGSI ???
MENJAGA FLUIDA AGAR

STERIL JIKA YANG DIALIRKAN BERUPA LIMBAH, DAPAT MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN MEMPROTEKSI SUHU KENYAMANAN BAGI MANUSIA ESTETIKA

JENIS-JENIS JARINGAN PIPA

BERCABANG LOOP

GRID IRON RADIAL

BERCABANG

LOOP

DIBANGUN TAHUN 1977


SUMBER AIR DARI

PDAM TIRTA BULIAN

SUNGAI PADANG KAPASITAS 125 L/DET DEFISIT SELAMA 9 TAHUN

KEPENDUDUKAN
145.180 JIWA
38.438
2 KM

EKONOMI MENENGAH 66 %
46.457 PENGGUNA AIR

BERSIH 32 % TERLAYANI

PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2005-2010


TAHUN 2005 2006 2007 2008 2009 2010

JUMLAH
SAMBUNGAN 7.621 8.043 8.245 8.874 9.286 9.635

JARINGAN
TERPASANG (m) 174.078 175.103 176.224 177.264 178.841 180.206

KAPASITAS
(L/det) 120 120 120 120 120 120

DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA TEBING TINGGI


Jumlah Penduduk (jiwa) 145.180 Kapasitas Produksi Eksisting Lt/dt 120 Lt/hr 10.368.000

Kebutuhan Ideal Kebutuhan Kota Sedang Total (lt/hr) (lt/org/hr)


100 14.518.000

Selisih (lt/hr)

4.150.000

KEKURANGAN DEBIT
14.518.000 liter/hari - 10.368.000 liter/hari = 4.150.000 liter/hari = 48,03 liter/detik
JIKA SEMUA PENDUDUK MENGGUNAKAN AIR PDAM

CARA MENGATASINYA
PENAMBAHAN KAPASITAS

IPA MENJAGA DEBIT SUNGAI >>> SULIT MENCEGAH PENCEMARAN

MASALAH PDAM BULIAN


Supply debit dan pressure pada jaringan pipa transmisi masih belum cukup baik sehingga pada beberapa daerah layanan sering air kecil dan mati.
Operasional jaringan pipa transmisi belum dilaksanakan secara optimal . Pada beberapa daerah layanan jaringan pipa transmisi tidak terinterkoneksi/sirkulasi sehingga beban debit dan pressure tidak terbagi secara merata. Pencurian air

ANALISA HIDROLIS DENGAN EPANET 2.0


Metode analisis yang digunakan dalam

penelitian ini adalah metode analisis hidrolis, suatu model yang akan memberikan konfigurasi jaringan pipa existing yang diketahui dari gambar yang dimasukkan dalam analisis hidrolis program EPANET 2.0. penelitian.

ANALISA HIDROLIS DENGAN EPANET 2.0


Hasil keluaran (output) metode analisis

hidrolis EPANET 2.0 digunakan sebagai metode analisa destruktif, yaitu menganalisa kondisi jaringan existing di lapangan, daerah aliran debit dan pressure yang kritis, daerah aliran potensial dan penggabungannya sehingga dapat diketahui potensi, masalah, dan prospek di kawasan