Você está na página 1de 8

Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru Museum adalah lembaga yang dibentuk untuk menunjang pendidikan dan rekreasi budaya

terhadap masyarakat setempat. Museum Lambung Mangkurat Peninggalan peninggalan bersejarah di Kalimantan Selatan: Candi Laras Candi Laras merupakan sisa kebudayaan Hindu yang pernah masuk dan berkembang di Kalimantan Selatan. Di setiap area candi ini terdapat beberapa sisa bangunan dan patung dari batu ynag sudah rusak. Patung-patung tersebut mirip Lingga, Syiwa Maha Guru, dan Nandi (alat trasportasi dewa) serta beberapa potong batu alas yang berbentuk padma. Sisa-sisa peninggalan candi laras Keraton Bumi Selamat di Martapura Menggambarkan keraton kerajaan banjar bumi selamat di martapura pada pertengahan abad ke XIX lengkap dengan alun-alun. Candi Agung Candi Agung merupakan candi Hindu yang dibangun oleh Pangeran Suryanata pada masa Kerajaan Negara Dipa sekitar abad ke XIV Sisa-sisa peninggalan candi agung Tokoh Tokoh Bersejarah : 1. Pangeran Hidayat Pangeran Hidayat adalah seorang Mangkubumi di kerajaan banjar yang berhak atas tahta kerajaan Banjar. Namun ia tersingkir dari kedudukan sebagai pewaris tahta yang sah akibat politik Belanda dan ia dibuang berserta rombongannya ke Jawa. Lukisan Pangeran Hidayat 2. Demang Leman Demang Leman adalah seorang pemimpin perang Banjar yang menjalani hukuman mati di Martapura sesuai dengan vonis Pengadilan Militer Belanda.

Lukisan Demang Leman 2. Pangeran Antasari 3. Pangeran Antasari merupakan Pahlawan Nasional dari Kalimantan Selatan, beliau dilahirkan pada tahun 1809. Beliau berjasa sebagai penggerak dan pemimpin dari perang melawan penjajah Belanda yang kemudian disebut Perang Banjar (1859 1905). Pecahnya perang banjar ditandai dengan penyerangan Benteng Oranye Nassau di Pengaron pada tanggal 28 April 1859, tempat penyimpanan logistik, peralatan tempur dan batubara yang siap diangkut ke negeri Belanda. Pangeran Antasari membakar semangat pasukannya dengan meneriakkan semboyan yang sangat terkenal Haram manyarah, waja sampai ka puting! yang bearti Pantang menyerah, berjuang sampai akhir. Selama berperang selama tiga setengah tahun, Pangeran Antasari akhirnya wafat di Benteng Bayan Bengok Barito pada tanggal 11 Oktober 1862 karena sakit. Replika patung Pangeran Antasari

Gambar di samping merupakan Silsilah kelurga Pangeran Antasari

4. Pangeran Aminullah Pangeran Aminullah adalah salah satu pejuang perang banjar (1859 1865) yang mengusir penjajah dari Kerajaan Banjar.

Lukisan Aminullah Rumah Banjar Bubungan Tinggi

Pangeran

Replika Rumah Banjar Bubungan Tinggi Rumah adat banjar yang di tempati khusus oleh keluarga bangsawan dibangun dari kayu ulin dengan ciri-ciri rumah di atas tiang dan atapnya yang menjulang tinggi. Rumah ini dilengkapi dengan simbol-simbol semiotik yang diambil dari kepercayaan kuno suku-bangsa Dayak Ngaju seperti jamang, pilis, dan sungkul. Simbol-simbol nenek moyang ini menggambarkan kehidupan mitologi dari pohon kehidupan batang garing di mana leluhur mereka diyakinkan terlahir dari pohon kehidupan tersebut. Di dalam struktur keluarga luas pedesaan, rumah adat banjar terdiri dari: 1. Joglo 2. Gajah Baliku 3. Gajah Manyusu 6. Tadah Alas Tawing Halat Berfungsi sebagai hiasan dan penyekat antara ruang tamu dengan ruang tengah pada rumah banjar. 4. Palimbangan 5. Cacak Burung 7. Palimasan

Merupakan foto salah satu tawing halat rumah tradisional banjar di Teluk Selong Martapura. Adat Pernikahan : 1. Pakaian Pengantin Banjar Bagajah Gamuling Pasangan pengantin dalam posisi batatai (bersanding) di depan pelaminan dengan memakai pakaian pengantin Bagajah Gamuling , didominasi warna kuning yang berasal dari pengaruh budaya Keraton Banjar Negara Dipa pada masa pengaruh Hindu-Bundha atau pengaruh kebudayaan India, dengan ciri-ciri utama pada baju pokok dan kilat bahu yang dipakai oleh pengantin laki-laki, serta motif tumpal, halilipan, dan galung kembang goyang yang dipakai oleh pengantin wanita. 2. Pakaian Pengantin Banjar Baamar Galung Pancar Matahari Pasangan pengantin dalam posisi batatai (bersanding) di depan pelaminan dengan memakai

pakaian pengantin Baamar Galung, didominasi warna merah oranye dari pengaruh budaya Melayu dengan ciriciri baju berlengan panjang yang dipakai oleh pengantin laki-laki serta baamar galung dan kida-kida yang dipakai oleh pengantin wanita. Pakaian ini juga mendapat pengaruh budaya China dan corak pakaian pengantin lainnya yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan modern.

3. Pelaminan Merupakan tempat pengantin banjar bersanding yang dihiasi berbagai motif tradisional, antara lain sulur, pohon hayat, halilipan (kelabang), pucuk rabung (tumpal), dan tepi awan. Lain-Lain : Berikut adalah relief yang menceritakan Tentang penyerangan tambang batubara Yang dipimpin oleh Pangeran Antasari, dengan semboyan Haram manyarah, waja sampai ka puting! yang bearti Pantang menyerah, berjuang sampai akhir. Senjata Tradisional 1. Parang Lubuk 2. Keris Sempana 3. Parang Baduk 4. Parang Kemudi Singkir 5. Tombak 6. Cemiti 7. Ruti Kalung 8. Jambia 9. Keris 10. Kapak Siam 11. Balayung Nyaru 12. Cabang/Trisula

Seni Teater dan Drama Kesenian tari dan teater seperti wayang kulit, wayang gung, dan topeng ditampilkan bersamaan dengan tokoh, jenis pakaian, dan peralatan musiknya. Seni tari dan teater ditujukan sebagai hiburan dan berbagai peristiwa sakral seperti pesta panen, tolak bala, dan pengobatan. Kesenian teater banyak menceritakan tentang tokoh-tokoh di dalam cerita Ramayana dan juga tokoh-tokoh cerita di dalam dongeng rakyat yang bertujuan untuk mensosialisasikan laranganlarangan tabu seperti di dalam lakon jenaka dari papantulan di dalam kesenian topeng. Di samping fungsi pengawasan sosial yang demikian itu, seni teater juga difungsikan sebagai sarana mediasi untuk menghentikan wabah penyakit serta mengurangi resiko penderitaan manusia akibat kerusakan generasi di masa lalu. Numismatika Mata uang adalah alat tukar atau pembayaran yang sah pada masanya dan dapat dijadikan bukti sejarah daerah Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan pernah beredar mata uang lokal yang hanya berlaku di perkebunan lada daerah Maluka (Pelaihari). Mata uang Indonesia dulunya benama OERI (Oeang Republik Indonesia) huruf u masih dibaca oe.

Uang Kertas

Uang Koin

Silsilah raja-raja Banjar Komplek Makam Sultan Suriansyah Dinamakan komplek karena di tempat tersebut terdapat banyak tokoh-tokoh islam yang bermakan di tempat tersebut.

Komplek Makam Sultan Suriansyah Sultan suriansyah adalah raja banjar pertama yang memeluk agama Islam. Sebelumnya beliau beragama Hindu. Beliau lahir dan bertempat tinggal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan mendirikan kerajaan daha. Makam Sultan Suriansyah Saat itu beliau di minta oleh raja Sukarama yang tidak lain adalah kakek beliau itu sendiri untuk menjadi raja berikutnya jika raja sukarama wafat nanti. Raja sukarama memiliki tiga orang anak, yaitu Temenggung, Tagalung, dan Intan Sari. Raja sukarama berwasiat, yang isinya jika kelak aku wafat, maka yang akan menjadi raja dan memimpin kerajaan ini adalah cucuku, pangeran samudra. Mangkubumi pun menjabat sementara, sedangkan Temenggung terlihat tidak setuju saat itu. Karena tidak seharusnya warisan diturunkan begitu saja kepada cucu dan melewatkan sang anak. Akhirnya terjadilah kegentingan antara keponakan dan marina. Pangeran samudra pun di buang dari istana untuk menjauhkannya agar Temenggung dapat berkuasa di negara daha. Saat itu usia pangeran samudra sangat muda, beliau diasuh oleh pati masih dan setelah besar beliau dijadikan raja dan memerintah kerajaan di kuin. Kemudian pangeran samudra diserang laeh Temenggung dari kerajaan daha. Beliau mencari bantuan ke kerajaan demak yang saat itu dipimpin oleh Trenggano, raja ketiga dari kerajaan demak. Kerajaan demak bersedia membantu dengan syarat jika pangeran memenangkan peperangan makan ia harus masuk islam. Dan persyaratan itu pun diterima oleh pangeran samudra. Perang kedua antara Kuin melawan Daha pun terjadi. Karena tidak ada pihak yang kalah maka diadakanlah perang tanding, yaitu siapa yang menang akan menjadi raja di kerajaan tersebut. Saat perang tanding akan diadakan mereka berdua bukannya berperang malah

sebaliknya, yaitu memberi maaf satu sama lain. Pangeran samudra diijinkan memerintah kerajaan di kuin sedangkan temenggung memerintah kerajaan daha. Meski tak ada pihak kalah dan menang, namun hal tersebut dianggap sebuah kemenangan, dan sesuai janji maka pangeran samudra pun masuk islam dan mengganti nama beliau menjadi sultan suriansyah. Ketika sultan suriansyah wafat, beliau digantikan oleh anak beliau yang bernama Rahmatullah, dan ketika Rahmatullah wafat, ia digantikan oleh anaknya yang bernama, Hidayatullah, yaitu cucu dari sultan suriansyah. Tak lama ketika pangeran Hidayatullah menjabat, datanglah Belanda dan mengganggu mereka. Kemudian kerajaan pun pindah ke martapura. Makam Rahmatullah dan Hidayatullah Museum Wasaka Sampai Kaputing

Museum Wasaka Sampai Kaputing Nama-nama Gubernur yang pernah menjabat di Kalimantan Selatan: 1. Dr.Mas Moerdjani Masa jabatan : 1950 - 1953 Lahir di Surabaya tahun 1902

2. Raden Tumenggung Arya Milono

Masa jabatan : 1953 1957 Lahir di Semarang tahun 1898

3. H.Syarkawi Masa jabatan 1957 1959 Lahir di Barabai 15 Desember 1907

4. H.Maksid

Gubernur Kdh.Prov. KalSel Masa jabatan : 1959 1963

5. H.Abu Yasid Bosthomi Pj Gubernur Kdh.Prov.KalSel Masa jabatan : 1963 1964

6. H.Abekani Sulaiman Gubernur Kdh.Prov.KalSel Masa Jabatan : 1964 1968 7. Jamani Pj Gubernur Kdh.Prov.KalSel Masa Jabatan : 1968 1970 Lahir di Martapura Juli 1913 8. Soeberdjo Soerosarodjo Gubernur Kdh.Tingkat I KalSel Masa Jabatan : 1970 1980 9. Mistar Tjokrokoesomo Gubernur Kdh.Tingkat I KalSel Masa jabatan : 1980 1984

10.

Muhammad Said

Gubernur Kdh.Tingkat I KalSel Masa jabatan : 1984 1995

11. Gusti Hasan Aman

Gubernur Kdh.Tingkat I KalSel

Masa jabatan : 1995 2000

12. Sjachriel Darham

Gubernur Kalimantan Selatan Masa jabatan : 2000 2005 13. H.Rudy Arifin

Masa jabatan 2005 2010 Lahir di Banjarmasin 17 Agustus 1953

Nama : RIDHA FITRIA Kelas : X-2 Bidang Study : Muatan Lokal