BAB I PENDAHULUAN

MASALAH Sejak perkembangan komputer penyimpanan program pada sekitar 1950-an, telah terjadi sejumlah inovasi penting dalam bidang organisasi dan arsitektur komputer. Walaupun tidak memuat seluruh inovasi tersebut, berikut ini akan diuraikan beberapa kemajuan yang besar dalam bidang komputer sejak kelahirannya. · Family Concept : diperkenalkan oleh IBM dengan system/360-nya pada 1964, dan kemudian diikuti oleh DEC dengan PDP-8-nya. Konsep keluarga (Family Concept) melepaskan arsitektur mesin dari implementasinya. Sejumlah komputer yang yang karakteristik kinerja dan harganya berlainan dengan arsitektur yang sama telah ditawarkan kepada pengguna. Perbedaan harga dan kinerja terjadi karena adanya perbedaan implementasi dari arsitektur yang sama. · Microprogrammed Control Unit : Dibuat oleh Wilkes pada 1951, dan pertama kali diluncurkan oleh IBM pada S/360 pada 1964. Pemrograman mikro mempermudah pekerjaan perencanaan dan implementasi unit control dan mempermudah konsep keluarga. · Cache Memmory : Pertama kali diperkenalkan secara komersial pada mesin IBM S/360 model 85 pada 1968. Penambahan model ini kedalam hirarki memory telah berhasil meningkatkan kinerja secara dramatis. · Pipelining : Suatu cara unutk menerapkan paralelisme kedalam sifat sekuansial penting bagi program instruksi mesin. Contoh – contohnya adalan pengolahan pipelining dan vector. · Multiple Processor : kategori ini mencakup sejumlah organisasi dan tujuan. Dan salah satu bentuk evolusi komputer yang dirasakan adalah evolusi bahasa pemrograman. Dengan semakin murahnya harga perangkat keras, harga perangkat lunak relatif telah mengalami peningkatan. Pada waktu yang bersamaan, kurangnya pemrogram telah mengakibatkan harga perangkat lunak semakin mahal. Akibaynya, biaya terbesar dalam siklus kehidupan sistem dihabiskan untuk keperluan perangkat lunak, bukannya perangkat keras. Sebagai tambahan terhadap biaya dan ketidaknyamanan tersebut, terhadap elemen ketidakreabilitasan, adalah suatu hal yang umum bagi pemrogram, baik system maupun aplikasi, untuk terus mengandung bug – bug baru setelah dioperasikan beberapa lama.

dan seringkali mendukung secara alami penggunaan pemrograman secara terstruktur. yaitu bagaimana cara untuk membuat set-set instruksi untuk mempermudah pemrograman level tinggi dengan menyediakan instruksi "level tinggi" seperti pemanggilan procedure. Tanda – tanda adanya gap ini dinyatakan dengan terjadinya ketidakefisienan eksekusi..feature pentingnya meliputi set – set instruksi yang banyak. dan penggunaan memory akan semakin berkurang. Sebagai contoh implementasi perangkat keras tersebut adalah instruksi mesin CASE pada VAX. Karakteristik CISC yg "sarat informasi" ini memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil. dan kompleksitas kompiler. yang dikenal sebagai semantic gap. Untuk mengurangi kesenjangan ini. Solusi ini menimbulkan masalah lainnya. para perancang menjawabnya dengan arsitektur. Feature. Bahasa – bahasa tingkat tinggi (HLL-High Level Language) ini memungkinkan program dapat mengekspresikan algoritma lebih singkat. . ALAT Sebelum proses RISC didesain untuk pertama kalinya. lusinan mode pengalamatan dan bermacam – macam statemen HLL yang diimplementasikan didalam perangkat keras. lebih memperhatikan rincian. proses pengulangan dan mode-mode pengalamatan kompleks sehingga struktur data dan akses array dapat dikombinasikan dengan sebuah instruksi. yaitu perbedaan antara operasi – operasi yang disediakan HLL dengan operasi – operasi yang disediakan oleh arsitektur komputer. Karena CISC inilah biaya pembuatan komputer pada saat itu (tahun 1960) menjadi jauh lebih hemat. program mesin yang berukuran besar. banyak arsitek komputer mencoba menjembatani celah semantik.PEMECAHAN Sebagai jawaban dari para peneliti dan industri adalah dengan membuat program bahasa tingkat tinggi yang lebih baik dan lebih kompleks.

Arsitektur berbasis CISC juga memungkinkan para perancang prosesor untuk menambahkan set instruksi tambahan untuk keperluan tertentu disamping set instruksi standar yang sudah ada. Instruksi sederhana membutuhkan ruang penyimpanan 8 bit. contohnya : Prosesor Intel dan AMD yang dijual secara komersil sekarang adalah pengembangan dari prosesor x86 yang menggunakan basis prosesor CISC. menyimpan nilai.BAB II LANDASAN TEORI CISC merupakan kepanjangan dari Complex Instruction Set Computing atau Complex Instruction Set Komputer (CISC. Di lain pihak. Lucunya. banyaknya instruksi dalam CISC dapat mengurangi kecepatannya. Bila semua instruksi panjangnya sama. CISC yang merupakan kebalikan dari RISC. sementara instruksi yang paling kompleks mengkonsumsi sebanyak 120 bit. Ada juga teknologi yang menggabungkan kedua arsitektur tersebut. "Kumpulan instruksi komputasi kompleks") adalah sebuah arsitektur dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah. instruksi set yang didukung oleh kedua prosesor tersebut menggunakan instruksi RISC yang lebih efisien dalam menangani data. sementara keluarga prosesor RISC hanya digunakan pada workstation yang biasanya memiliki lingkup aplikasi yang lebih sempit. dan menampilkan hasilnya. instruksi sederhana akan memboroskan memori. misalnya set instruksi MMX (Multimedia Extension) yang ditambahkan pada prosesor buatan Intel. operasi aritmetika. dan penyimpanan ke dalam memory. Sehingga hal tersebut akan mengurangi kecepatannya. dan 3Dnow! pada prosesor keluaran AMD. yang diperkenalkan pada tahun 1978. Karena itulah maka keluarga prosesor CISC lebih banyak digunakan dalam komputer pribadi dimana aplikasinya lebih luas. biasanya digunakan pada keluarga processor untuk PC (AMD. Chip Intel x86 merupakan chip dari jenis CISC karena ia menggunakan set instruksi kompleks. . Pada arsitektur CISC seperti Intel x86. semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. bisa terdapat ratusan instruksi program . Para pesaing Intel seperti Cyrix dan AMD juga telah menggunakan chip RISC tetapi ia telah dilengkapi dengan penukar (converter) CISC.perintah-perintah sederhana yang menyuruh sistem menambah angka. Diantara kelebihan dan kekurangan dari arsitektur RISC dan arsitektur CISC sampai sekarang masih menjadi sebuah perdebatan. Cyrix). seperti pengambilan dari memory.

biar pun setiap instruksi dapat membutuhkan 5 clock cycle. Jumlah ini meningkat sangat tajam pada generasi prosesor keluaran Intel selanjutnya hingga pada keluarga prosesor Pentium 4.000. Makin cepat prosesor yang digunakan sebuah PC. maka makin kencang kerja PC tersebut.5 mikron yang bekerja pada clock speed 6 MHz. Pada komputer tempo dulu seperti ENIAC. Peningkatan yang signifikan terjadi pada pada era prosesor 80286 (PC-AT) menjadi 134.18 mikron kedalam keping chip yang luasnya tidak berubah. Sedangkan transistor pada komputer masa kini berupa rangkaian silikon yang tersusun sebagai sebuah IC (Integrated Circuit) yang berada dalam keping sebuah prosesor. Keping IC ini cuma berukuran tidak lebih dari satu inchi persegi (kira-kira seukuran kuku ibu jari). Berikutnya.200. seiring dengan kemajuan dalam bidang desain dan pabrikasi prosesor.000 transistor dengan ukuran 3 mikron lebih tipis dari rambut manusia yang tebalnya 100 mikron. Salah satu faktor penentu kecepatan sebuah prosesor adalah jumlah transistor yang berada didalamnya. Dalam sebuah prosesor 8088 (PC-XT) dengan clock speed 5 MHz yang diperkenalkan pada 1979. Sehingga seolah-olah prosesor dapat menyelesaikan satu instruksi / beberapa set instruksi .BAB III PEMBAHASAN Mengenal Lebih Dekat Prosesor Mikro Bila sebuah komputer diibaratkan sebagai tubuh manusia.8 mikron pada 60 MHz.5 GHz. menampung 29. Kecepatan sebuah komputer sebagian besar bergantung kepada kecepatan prosesor yang terpasang didalamnya. pada era prosesor 80486. Era Pentium oleh Intel tahun 1993 melipatgandakan jumlah transistor menjadi 3. Dengan demikian. Jumlah transistor sedemikian mendongkrak clock speed prosesor tersebut hingga diatas 1.000 transistor seukuran 0. yang jumlah transistornya menjadi 1. transistor yang digunakan berupa tabungtabung hampa udara. tapi dapat menampung sampai jutaan transistor. maka prosesor mikro (processor) adalah otaknya. Dalam arsitektur pipeline. beberapa set instruksi dapat dijalankan dalam waktu yang bersamaan. Jumlah transistor dalam keping sebuah prosesor terus meningkat dari waktu ke waktu.100.000 dengan ukuran 0.000 transistor dengan ukuran 1. Lebih banyak transistor juga memungkinkan berkembangnya teknologi pipelining. setiap instruksi dapat dieksekusi secara simultan dalam tingkatan (stage) yang berbeda.000 dengan ukuran 1 mikron dan bekerja dengan clock speed 25 MHz. Intel berhasil menjejalkan 42.

Efisiensi dari suatu level set instruksi tentu sangat bergantung pada teknologi yang akan digunakan untuk mengimplementasikan teknologi tersebut. Ada dua model set instruksi yang menjadi dasar dari mesin (CPU) saat ini.setiap satu clock cycle. data storage. Kesulitan dalam membuat pilihan ini tidak boleh dianggap mudah. dan control. mereka harus mempertimbangkan sejumlah faktor. karena set instruksi yang menjadi acuan seorang programmer untuk memprogram mesin tersebut. yaitu: RISC (reduce Instruction Set Komputer) dan CISC (Complex Instrution Set Komputer). jika itu karena bukan fakta bahwa software mengalami perubahan lebih cepat daripada penurunan harga memori. kumpulan instruksi bisa bertahan selama 20 tahun atau lebih. Sebuah program yang berisi n instruksi 16 bit membutuhkan hanya separuh ruang memori sebanyak yang dibutuhkan n instruksi 32 bit. Perbedaan dari set instrusi akan memberikan perbedaan karakteristik dari sebuah CPU. Namun. Asalkan segala sesuatu tetap sama. Kemampuan untuk menambah instruksi – instruksi baru dan memanfaatkan kesempatan – kesempatan lain yang muncul selama jangka waktu yang lama sangatlah penting. Setiap CPU memiliki berbeda-beda set insruksinya tergantung dari bagaimana arsitektur CPU dibuat. apakah anda sudah mengenal apa yang dinamakan Set Instruksi?? Dalam pembahasan selanjutnya. Set instruksi terdiri dari kode operasi (opcode) dan operand. Banyak type dari set instruksi sebuah CPU seperti: data processing. Definisi Set Instruksi Set instruksi adalah kode-kode dari instruksi-instruksi (instruction mesin) yang dapat diterjemahkan dalam bahasa mesin (machine language). Kriteria Rancangan Untuk Format – Format Instruksi Ketika suatu tim rancangan komputer harus memilih format – format instruksi untuk mesinnya. Set instruksi tersebut yang nantinya menjadi bahan dasar dari proses CPU. instruksi – instruksi singkat lebih bagus daripada instruksi – instruksi panjang. dengan syarat arsitektur tersebut dan perusahaan mengembangkannya mampu bertahan cukup lama agar arsitektur tersebut bisa bertahan lama. seorang programmer akan kesulitan memprogram jika tidak mengetahui arsitektur CPU. . data movement. Keputusan mengenai format instruksi harus dibuat sejak dini dalam merancang sebuah komputer baru. Type-type tersebut merupakan dasar dari type-type saat ini dan setiap CPU baik Intel dan AMD akan berbeda-beda. faktor ini mungkin kurang penting di masa mendatang. akan diterangkan sedikit tentang Set Instruksi. Jika komputer tersebut berhasil secara komersial. Dengan harga memori yang semakin murah.

tetapi juga pada semua cache. telah diketahui bahwa instruksi – instruksi yang lebih rumit sering membuat program – program . Mengambil instruksi berikutnya dari memori dan membawanya kedalam register instruksi. Jelasnya.Di sisi lain. Salah satu kelemahan umum pada prosesor – prosesor bersumber dari ketidakmampuan system memori untuk mensuplai instruksiinstruksi dan operand – operand secepat prosesasor menggunakan mereka. Rangkaian langkah – langkah ini sering disebut sebagai siklus baca-decode-execute. Alasan lain untuk mengurangi panjang instruksi menjadi semakin penting berkat adanya prosesor – prosesor yang lebih cepat dan mempunyai lebar pita memori (jumlah bit bit per detik yang dapat disuplai oleh memori) yang lebih cepat pula. jika diperlukan. Langkah – langkah ini sangat penting bagi pengoperasian semua komputer. untuk mencapai ukuran instruksi yang singkat. 2. dan membawanya kedalam sebuah register CPU. Mengubah PC (Program Counter = Pencacah Program) agar menunjuk ke instruksi selanjutnya. Oleh karena itu. ditentukan dimana instruksi tersebut berada. dengan menggunakan instruksi – instruksi singkat justru mungkin akan semakin menyulitkan unutk mendekode atau melengkapi instruksi – instruksi tersebut. Adanya permintaan untuk komputer – komputer yang lebih unggul telah menghasilkan instruksi – instruksi individu yang lebih unggul pula. langkah – langkah tersebut adalah : 1. harus mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk mendekodekan dan menjalankan instruksi – instruksi tersebut. Pertumbuhan mengesankan dalam kecepatan prosesor selama dekade terakhir ini tidak diimbangi oleh peningkatan serupa dalam bandwidth memori. 4. Setiap memori memiliki sebuah bandwidth yang ditentukan oleh teknologi dan rancangan pembuatannya. Jika instruksi tersebut menggunakan sebuah word dalam memori. Mengambil word tersebut. Sejak awal. 6. Kendala bandwidth bukan hanya berlaku pada memori utama. Kembali ke langkah 1 untuk memulai menjalankan instruksi selanjutnya. Menentukan jenis instruksi yang baru saja diambil. 3. 5. Komputeer – komputer zaman dahulu memiliki instruksi yang sederhana dan dalam jumlah yang kecil. Menjalankan instruksi. Menjalankan Instruksi CPU menjalankan setiap instruksi dalam beberapa langkah kecil. 7.

register. ia harus kembali ke pernyataan setelah panggilan tersebut.dijalankan lebih cepat meskipun masing – masing instruksi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk dijalankan. Alamat kembali bisa ditempatkan pada salah satu dari tiga tempat : memori. dengan membuat cabang secara langsung ke kata tersebut. jika prosedur memanggil prosedur lain. di sisi lain adanya pertimbangan biaya yang cukup tinggi. panggilan kedua akan menyebabkan alamat kembali dari prosedur pertama akan hilang. komputer – komputer mahal dan berkinerja tinggi tampaknya memiliki lebih banyak instruksi daripada komputer – komputer murah. Procedure Call Procedure call merupakan operasi yang paling banyak membutuhkan waktu dalam program – program yang di kompilasi. atau stack. Istilah soubroutine sering digunakan daripada istilah procedure. akan sangat berguna apabila memperhatikan cara implementasi operasi – operasi ini secara efisien. Tuntutan ini juga berlaku untuk komputer – komputer murah pada satu sisi. dengan instruksi yang dapat dijalankan pertama ditempatkan di kata kedua. Ketika prosedur telah menyelesaikan tugasnya. Dalam skema ini. alamat kembali harus ditranmisikan ke prosedur atau disimpan di tempat lain sehingga alamat tersebut dapat dilokasikan ketika tiba waktunya untuk kembali. Suatu prosedur adalah sekelompuk instruksi – instruksi yang menjalankan tugas tertentu dan dapat dipanggil dari beberapa tempat dalam program. karena setiap prosedur memiliki ruang untuk satu alamat kembali. Jadi. Dengan demikian. Instruksi – instruksi yang lebih complex masih dapat dijalankan dengan baik karena pelaksanaan – pelaksanaan operasi individu kadang – kadang dapat ditumpangtindihkan atau dapat juga dijalankan secara parallel dengan menggunakan hard ware berbeda. Jika porsedur itu . Jelas sekali solusi terburuk adalah menempatkan alamat tersebut kedalam lokasi memori tunggal yang bersifat tetap. istilah yang digunakan adalah metode. Dalam Java. Kemudian prosedur itu dapat kembali dengan mencabangkan secara langsung ke kata pertama atau jika hardware menempatkan opcode untuk cabang di kata pertama bersama dengan alamat kembali. Karena itu. terutama ketika menunjuk ke program – program bahasa asembli. Prosedur itu bisa memanggil prosedur – prosedur lain. Suatu perkembangan kecil adalah meminta instruksi panggilan prosedur menyimpan alamat kembali dalam word pertama dari prosedur itu. Untuk komputer – komputer mahal berkinerja tinggi. biaya tambahan hardware ini tidak menjadi masalah. Adanya perkembangan software memerlukan persyaratan – persyaratan kompatibilitas instruksi dalam mengimplementasikan instruksi – instruksi kompleks.

alamat kembali itu secara otomatis akan disimpan sedemikian rupa sehingga tidak menghancurkan alamat – alamat kembali sebelumnya. jika prosedur A memanggil prosedur B. Di samping itu. ketika sebuah instruksi dibutuhkan. Oleh karena itu. instruksi tersebut biasanya dapat segera diambil dari penyangga prabaca daripada menunggu sebuah memori membaca hingga selesai. karena alamat kembali yang pertama akan dihancurkan oleh panggilan kedua. system prabaca membagi pelaksanaan instruksi menjadi dua bagian. dan prosedur B memanggil prosedur C. ia mengeluarkan alamat kembali tersebut dari stack dan memasukkannya kedalam pencacah program. yang disebut rekursi. membaca dan pelaksanaan actual. skema ini tidak akan berjalan. Jika panggilan prosedur semacam ini ada. Konsep pipeline menjelaskan startegi ini lebih jauh. Pelaksanaan instruksi sering dibagi kedalam banyak bagian dan bukan hanya kedalam dua bagian saja. dan keseluruhan bagian tersebut dapat beroperasi secara parallel.memanggil dirinya sendiri. Instruksi – instruksi ini dikumpulkan dalam sekumpulan register yang disebut penyangga prabaca. rekursi tidak menimbulkan masalah tertentu apapun. Pipelining Telah lama diketahui bahwa membaca instruksi dari memori merupakan hambatan utama dalam hal kecepatan untuk menjalankan suatu instruksi. ia harus menempatkan alamat kembali disebuah tempat berbeda setiap kali ia dipanggil. dimana masing – masing bagian ditangani oleh seperangkat hardware khusus. Ketika prosedur tersebut selesai. jadi tanggungjawab untuk menyimpannya di sebuah tempat yang aman diserahkan kepada prosedur itu. Jika prosedur itu rekursi. Dengan cara ini. Kemampuan sebuah prosedur untuk memanggil dirinya sendiri. Untuk mengatasi masalah ini. Hal terbaik yang bisa dilakukan instruksi panggilan prosedur atas alamat kembali adalah mendorongnya ke sebuah stack. skema ini juga akan gagal. Kemajuan yang lebih besar adalah meminta instruksi panggilan prosedur menempatkan alamat kembali didalam sebuah register. sehingga instruksi – instruksi tersebut akan selalu siap ketika mereka dibutuhkan. sangat penting baik bagi teoris maupun para pemrogram praktik. dan prosedur C memanggil prosedur A (rekursi tidak langsung atau daisy-chain). komputer – komputer generasi IBM Strech (1959) telah memiliki kemampuan untuk mengambil terlebih dahulu instruksi – instruksi dari memori. .

tetapi dengan menggunakan urutan instruksi yang sederhana. dan CPU AMD dan Intel x86. tahap 5 menulis hasilnya kembali ke register yang sesuai. baik itu dari register – register maupun memori. Apa CISC Itu ?? Complex Instruction Set Computing disingkat CISC merupakan rangkaian instruksi built-in pada processor yang terdiri dari perintah-perintah yang kompleks. Oleh karena itulah. akan menjadi cukup sulit untuk diterjemahkan kembali dan dijalankan secara efektif dengan jumlah transistor yang terbatas. terutama dengan menjalankan instruksi tersebut.IBMs). pemikiran untuk menggunakan desain RISC muncul pada pertengahan tahun 1970 (Pusat Penelitian Watson IBM 801 . tetapi pada kenyataannya tidaklah selalu demikian. Contoh-contoh prosesor CISC adalah System/360. yang sering disandikan (untuk kode-kode yang kompleks). Terakhir. Instruksi-instruksi yang tersedia bertujuan untuk memudahkan para programmer untuk mengembangkan aplikasi untuk plattform CISC. PDP-11.membaca instruksi Mendekode Instruksi Membaca operand Menjalankan instruksi Menulis kembali ke register Gambar diatas mengilustrasikan sebuah pipeline dengan lima unit. banyak desain yang memberikan hasil yang lebih baik dengan biaya yang lebih rendah. . Tahap 2 mendekodekan instruksi tersebut. VAX. Contohnya. dan juga mengakibatkan pemrograman level tinggi menjadi lebih sederhana. varian Motorola 68000 . menentukan jenisnya dan operand apa yang dibutuhkan instruksi tersebut. Pada saat itu di mana jumlah transistor cukup terbatas. terutama dengan menjalankan operand – operand pada jalur data. mengakibatkan semakin sempitnya peluang ditemukannya cara-cara alternatif untuk optimisasi perkembangan prosesor. Tahap 1 mengambil instruksi dari memori dan menempatkannya dalam sebuah penyangga sampai instruksi itu dibutuhkan. atau lima stage (5 tahap). arsitektur kompleks yang didesain dengan kurang baik (yang menggunakan kode-kode mikro untuk mengakses fungsi-fungsi hardware). Tahap 4 sebenarnya melaksanakan pekerjaan menjalankan instruksi tersebut. Satu alasan mengenai hal ini adalah karena set-set instruksi level-tinggi. Tahap 3 melokasi dan mengambil operand – operand. akan berada pada situasi di mana akan lebih mudah untuk meningkatkan performansi dengan tidak menggunakan instruksi yang kompleks (seperti instruksi pemanggilan procedure). Setelah ditemukannya CISC. Oleh karena itu arsitektur -arsitektur ini memerlukan penanganan yang lebih terfokus pada desain prosesor.

Implementasi CISC paralel untuk pertama kalinya. banyaknya instruksi dalam CISC dapat mengurangi kecepatannya. Cyrix. biasanya digunakan pada keluarga processor untuk PC (AMD. prosesor dengan konsep CISC memiliki set instruksi yang jauh lebih kompleks. Berbeda dengan konsep RISC.perintah sederhana yang menyuruh sistem menambah angka. yaitu hanya instruksi-instruksi dasar yang dibutuhkan saja. Para perancang mikroprosesor mencari kinerja lebih bagus di dalam keterbatasan teknologi kontemporer. dan IBM telah mendukung setiap instruksi yang digunakan oleh prosesor-prosesor sebelumnya. Para pesaing Intel seperti Cyrix dan AMD juga telah menggunakan chip RISC tetapi ia telah dilengkapi dengan penukar (converter) CISC. Pada arsitektur CISC seperti Intel x86. setelah melihat perkembangan lebih lanjut dari desain dan implementasi baik CISC dan RISC. Konsep CISC lebih menekankan untuk menyediakan kapasitas yang dibutuhkan dengan cara yang lebih efisien. Pada tahun 1970-an misalnya. menyimpan nilai dan menampilkan hasilnya. Prosesor-prosesor modern x86 juga telah menyandikan dan membagi lebih banyak lagi instruksi-instruksi kompleks menjadi beberapa "operasi-mikro" internal yang lebih kecil sehingga dapat instruksi-instruksi tersebut dapat dilakukan secara paralel. Berdasarkan set perintah didalamnya. AMD. Chip Intel x86 merupakan chip dari jenis CISC karena ia menggunakan set instruksi kompleks. memori diukur dengan kilobyte dan sangat mahal saat itu. prosesor dapat dibedakan menjadi 2 tipe. yaitu RISC (Reduced Instruction Set Komputer) dan CISC (Complex Instruction Set Komputer). Intel Pentium misalnya. umumnya berbasis CISC. Karakteristik CISC dapat dikatakan bertolak-belakang dengan RISC. Banyaknya instruksi yang tersedia memudahkan para programmer mengembangkan aplikasi untuk plattform CISC. yang diperkenalkan pada tahun 1978. seperti 486 dari Intel. Bila semua instruksi . maka prosesor dapat bekerja dalam kecepatan yang lebih tinggi. CISC merupakan pendekatan dominan karena menghemat memori. Cyrix). sehingga mencapai performansi tinggi pada subset instruksi yang lebih besar. Prosesor CISC Set instruksi sangatlah berpengaruh terhadap kinerja sebuah prosesor. Prosesor yang digunakan dalam komputer pribadi masa kini. Prosesor bertipe RISC dirancang untuk memiliki sedikit set instruksi. tetapi tanpa batasan penyimpanan/pengambilan data dari RISC). Di lain pihak. meskipun efisiensi tertingginya hanya saat digunakan pada subset x86 yang sederhana (mirip dengan set instruksi RISC.Istilah RISC dan CISC saat ini kurang dikenal. bisa terdapat ratusan instruksi program perintah . Dengan sedikit instruksi. CISC yang merupakan kebalikan dari RISC.

panjangnya sama. Karena panjang kode instruksi relatif pendek. MULT dalam hal ini lebih dikenal sebagai “complex instruction”. instruksi CISC yang lebih panjang akan lebih kompleks. instruksi akan membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda. namun dari segi kinerja sesungguhnya belum tentu. Lantas mana yang lebih baik. Untuk tujuan contoh kita kali ini. Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Satu kelebihan dari sistem ini adalah kompailer hanya menerjemahkan instruksi-instruksi bahasa tingkat-tinggi ke dalam sebuah bahasa mesin. hanya sedikit saja dari RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus. Walaupun instruksi dengan panjang bervariasi lebih sulit diproses oleh chip. atau instruksi yang kompleks. maka untuk fungsi-fungsi lanjutan yang lebih kompleks. Hal ini disebabkan keluarga prosesor RISC hanya menyediakan instruksi untuk fungsi-fungsi dasar. lebih cepat dijalankan ketimbang instruksi berbasis software. chip x86 seperti Intel Pentium III dan AMD Athlon harus bekerja dengan instruksi CISC yang dirancang pada tahun 1980-an. Saat dijalankan. instruksi sederhana akan memboroskan memori. Sementara untuk fungsi yang sama. Jadi instruksinya cukup satu saja. Lucunya. Bekerja secara langsung melalui memori komputer dan tidak memerlukan instruksi lain seperti fungsi baca maupun menyimpan. sementara instruksi yang paling kompleks mengkonsumsi sebanyak 120 bit. . melakukan perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang benar. Ada juga teknologi yang menggabungkan kedua arsitektur tersebut. akan diambil alih oleh software. Alhasil diperoleh akumulasi kecepatan untuk prosesor CISC. prosesor berbasis CISC dapat memanfaatkan instruksinya sendiri. Kelebihan dan kekurangan dari dua arsitektur tersebut sering menjadi perdebatatan diantara para ahli. dari segi kecepatan memang RISC lebih unggul. contohnya : Prosesor Intel dan AMD yang dijual secara komersil sekarang adalah pengembangan dari prosesor x86 yang menggunakan basis prosesor CISC. untuk memelihara kompatibilitas software. Padahal instruksi berbasis prosesor. yang kita beri nama MULT. Instruksi sederhana membutuhkan ruang penyimpanan 8 bit. walaupun keuntungan awalnya yaitu menghemat memori tidaklah penting sekarang. CISC atau RISC? Di atas kertas. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. instruksi set yang didukung oleh kedua prosesor tersebut menggunakan instruksi RISC yang lebih efisien dalam menangani data. Bagaimanapun.

dan hasil – hasilnya tidak dipublikasikan hingga beberapa tahun kemudian. Prosesor – prosesor baru ini sangat berbeda dibanding prosesor – prosesor komersial dewasa ini.Arsitektur berbasis CISC juga memungkinkan para perancang prosesor memperbanyak set instruksi tambahan untuk keperluan tertentu. pada 1981. Upaya ini menghantar ke upaya pengenbangan sebuah mini komputer eksperimental. Tapi kemudian disadari bahwa mendesain instruksi – instruksi dengan kinerja yang baik harus . Meskipun IBM tidak pernah memasarkan mesin ini. dan prosesor – prosesor word. Mereka menggunakan istilah RISC untuk konsep ini dan menamakan chip CPU mereka RISC I yang langsung disusul oleh RISC II. Karena CPU – CPU ini tidak harus disesuaikan kembali dengan produk – produk yang telah ada. Hampir tidak seorangpun berpikir tentang upaya untuk mendesain mesin – mesin yang lebih sederhana. dipimpin oleh John Cocke di IBM. Karena itulah maka keluarga prosesor CISC lebih banyak digunakan dalam komputer pribadi karena aplikasinya lebih luas. jaringan – jaringan. dan 3Dnow pada prosesor keluaran AMD. di Standford John Hennesy mendesain dan membuat sebuah chip yang agak berbeda yang dinamakannya MIPS. komentar – komentar bermunculan dan orang lain mulai meneliti arsitektur – arsitektur yang sama. Satu kelompok yang menentang trend tersebut dan mencoba memadukan sebagian dari ide – ide dari Seymor Cray dalam sebuah komputer berkinerja tinggi. yang dinamakan 801. Para perancang mencoba untuk menutupi “perbedaan semantik” antara mesin apa yang dapat menjalankan instruksi – instruksi dan bahasa – bahasa pemrograman tingkat tinggi apa yang dibutuhkan. Sementara keluarga prosesor RISC hanya digunakan pada workstation yang biasanya memiliki lingkup aplikasi yang lebih sempit. Setahun kemudian. Pada awalnya perhatian utama diberikan kepada seberapa cepat suatu instruksi menyelesaikan proses implementasi. dan lain – lain yang kurang berkinerja tinggi. telah dilakukan eksperimen – eksperimen dengan instruksi – instruksi yang sangat kompleks. Misalnya set instruksi MMX (Multimedia Extension) yang ditambahkan pada prosesor buatan Intel. karena keberadaan interprenter. para perancang mereka bebas untuk memilih perangkat – perangkat instruksi baru yang akan memaksimalkan kinerja system seluruhnya. Disamping set instruksi standar yang sudah ada. sama seperti sekarang tidak banyak penelitian yang dilakukan untuk mendesain system – system pengoperasian. suatu kelompok di Barkeley yang dipimpin oleh David Patterson da Carlo Sequin mulai merancang keeping VLSI CPU yang tidak menggunakan interpretasi. Pada tahun 1980. RISC VS CISC Selama akhir 1970-an.

bahkan dalam suatu arsitektur CISC. Kepanjangan dari RISC adalah Reduce Instruction Set Komputer. Jumlah ini jauh lebih kecil disbanding jumlah 200 hingga 300 pada komputer – komputer tertentu seperti DEC VAX dan mainframe – mainframe IBM yang berukuran besar. mengambil dua register. yang merupakan kepanjuangan dari Complex Instruction Set Computer. Jika instruksi – instruksi RISC 10 kali lebih cepat (karena instruksi – insterusi tersebut tidak diimplementasikan). Seorang mungkin beranggapan bahwa dengan mempertimbangkan keunggulan – keunggulan kinerja dari teknologi RISC. Dimulai dengan 486. karakteristik – karakteristik yang menarik perhatian banyak banyak kalangan adalah jumlah instruksi yang tersedia relative sedikit. Penting juga untuk diperhatikan bahwa dewasa ini kecepatan memori utama telah melampaui kecepatan control store yang dikhususkan hanya untuk membaca. menggabungkan kedua register tersebut dan menyimpan kembali hasilnya dalam sebuah register. dengan para pendukung RISC menyerang tatanan yang telah mapan (VAX. Pada saat pertama kali prosesor – prosesor sederhana ini pertama kali dirancang. maka RISC jauh lebih unggul. Berapa lama waktu yang diberikan instruksi kurang menjadi masalah dibanding berapa banyak instruksi yang dapat dimulai per detik. perang pendapatpun timbul. Mengapa tidak? Pertama. yang mengejutkan. Kini. mesin – mesin RISC (seperti DEC Alpah) akan mengungguli mesin – mesin CISC (seperti Intel Pentium) di pasaran. Intel telah mampu memanfaatkan ide – ide yang sama. CPU – CPU Intel berisi sebuah inti RISC yang menjalankan instruksi – instruksi paling sederhana (dan sangat umum) dalam satu siklus jalur data saja.didasarkan pada seberapa cepat suatu instruksi dapat di mulai. Singkatnya. meskipun namanya tidak berubah. Hasil nyatanya adalah bahwa instruksi – instruksi bisa menjadi lebih cepat . Hal ini belum pernah terjadi. Mereka mengklaim bahwa cara paling tepat untuk mendesain komputer adalah menyediakan sejumlah instruksi kecil sederhana yang beroperasi dalam satu siklus jalur data yakni. terda[pat isu mengenai kompatibilitas mundur dan dana software miliaran dollar yang telah diinvestasikan perusahaan – perusahaan untuk jalur porduksi Intel. yang dilawan dengan CISC. dan mainframe – mainframe IBM yang berukuran besar). Pendapat para pendukung RISC ini adalah bahwa meskipun sebuah mesin RISC membutuhkan empat atau lima instruksi untuk menjalankan apa yang dilakukan mesin CISC hanya dengan satu instruksi saja. kira – kira sekitar 50. segelintir orang berpikir bahwa ukuran perangkat instruksi merupakan suatu isu utama. Kedua. Intel. sekaligus mengimplementasikan instruksi – instruksi yang lebih kompleks dengan cara CISC biasa.

.dan instruksi – instruksi yang kurang biasa menjadi lebih lambat. pendekatan ini menghasilkan kinerja keseluruhan yang kompetitif asalkan software yang lama tetap dapat diaplikasikan dan tidak berubah. Meskipun pendekatan tiruan ini tidak secepat seperti sebuah desain RISC murni.

yaitu: RISC (reduce Instruction Set Komputer) dan CISC (Complex Instrution Set Komputer). Karena panjang kode instruksi relatif pendek. "Kumpulan instruksi komputasi kompleks") adalah sebuah arsitektur dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah. Prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus. seperti pengambilan dari memory. yang kita beri nama MULT. CISC merupakan kepanjangan dari Complex Instruction Set Computing atau Complex Instruction Set Komputer (CISC. lebih cepat dijalankan ketimbang instruksi berbasis software (RISC). Satu kelebihan dari sistem ini adalah kompailer hanya menerjemahkan instruksiinstruksi bahasa tingkat-tinggi ke dalam sebuah bahasa mesin. Ada dua model set instruksi yang menjadi dasar dari mesin (CPU) saat ini. Untuk fungsi-fungsi lanjutan yang lebih kompleks. dan penyimpanan ke dalam memory.BAB IV PENUTUP Kesimpulan Set instruksi adalah kode-kode dari instruksi-instruksi (instruction mesin) yang dapat diterjemahkan dalam bahasa mesin (machine language). CISC yang menggunakan instruksi berbasis prosesor. Setiap CPU memiliki berbeda-beda set insruksinya tergantung dari bagaimana arsitektur CPU dibuat. hanya sedikit saja dari RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksiinstruksi tersebut. CISC dapat memanfaatkan instruksinya sendiri. Disamping set instruksi standar yang sudah ada. Arsitektur berbasis CISC juga memungkinkan para perancang prosesor memperbanyak set instruksi tambahan untuk keperluan tertentu. Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. . operasi aritmetika. Set instruksi tersebut yang nantinya menjadi bahan dasar dari proses CPU.

web. Jilid 2. Andrew S. Salemba Teknika.suaramerdeka. Andrew S.co.total.uns.id/info_buku.co.DAFTAR PUSTAKA Tanembaum.wordpress.com/2008/12/05/risc-cisc-pipelining http://intan. 2002.com/harian/0409/27 http://margono.ac.anwarfuadi. Organisasi Komputer Terstruktur.cc/?p=40 http://buku.staff.php http://www. http://agfi.ac.or.id/ http://www. Jilid 1.php?id=1202&judul=Kamus%20Komputer%20dan%20Tek nologi%20Informasi' http://www. 2001.savitri.cc/ .staff. Salemba Teknika.anwarfuadi. Tanembaum.id/2008/10/17 http://irfrans1987.ugm.id/blog/index. Organisasi Komputer Terstruktur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful