Você está na página 1de 3

Apa Itu Pelayanan dan Dukungan bagi Odha Berbasis Masyarakat?

Pengertian paling sederhana dari pelayanan dan dukungan bagi Odha berbasis masyarakat adalah pelayanan dan dukungan yang disediakan oleh anggota masyarakat untuk masyarakat (khususnya Odha). Istilah ini mencakup serangkaian sistem dimana kelompok-kelompok masyarakat dan /atau anggota masyarakat memegang tanggung jawab untuk merencanakan, mengelola, memberikan dan membiayai pengadaan pelayanan untuk masyarakat (Odha) di sekitarnya. Sistem ini melibatkan komponen dari masyarakat atau kelompok-kelompok masyarakat yang bisa menyediakan pelayanan bagi Odha dan Ohidha, yang meliputi; layanan untuk memberikan dukungan baik mental maupun spiritual, memberikan layanan dan rujukan konseling, layanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup Odha dan Ohidha. Pelayanan dan Dukungan bagi Odha berbasis masyarakat merupakan alternatif atas layanan yang disediakan pemerintah. Penyedia layanan berbasis masyarakat bisa mengambil alih pelayanan yang dulunya disediakan oleh pemerintah, menyediakan pelayanan di wilayah-wilayah yang mungkin belum mendapatkan pelayanan semacam itu, ataupun memperkenalkan pelayanan yang baru sama sekali di wilayah itu. Pelayanan berbasis masyarakat ini termasuk pemberdayaan masyarakat setempat agar bisa lebih mandiri dan mampu memegang tanggung jawab lebih besar dalam memenuhi pelayanan-pelayanan yang mereka butuhkan. Hal lain yang tercakup dalam pendekatan ini adalah rasionalisasi pelayanan-pelayanan pemerintah lewat pengalihan beberapa jasa layanan kepada penyedia layanan non-pemerintah. Model-model pelayanan berbasis masyarakat membutuhkan partisipasi masyarakat setempat pada semua tahapan - mulai dari mengidentifikasi kebutuhan, merencanakan kegiatan-kegiatan, melaksanakan rencana, mengkaji hasil dan membuat perubahanperubahan yang diperlukan dalam suatu daur proses yang terus berlanjut. Kesemua tahapan ini membutuhkan dialog secara terus menerus antara pemerintah dan masyarakat. Model-model yang dikembangkan akan sangat tergantung pada kebutuhan dan kondisi setempat, serta sifat organisasi dan lingkungan kelembagaan yang melaksanankannya.

Tujuan Pelayanan Berbasis Masyarakat Tujuan utama pelayanan berbasis masyarakat adalah memastikan bahwa pelayanan dilakukan dengan seefektif mungkin kepada semua lapisan masyarakat - khususnya kepada golongan masyarakat berekonomi lemah dan mereka yang tinggal di daerahdaerah marjinal, dimana pelayanan swasta secara finansial tidak bisa berjalan dengan menguntungkan secara finansial. Pelayanan berbasis masyarakat bukan hanya bertujuan untuk menambah jumlah jenis pelayanan, tetapi juga persaingan antar penyedia pelayanan akan menurunkan harga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Di samping itu, pelanggan akan bisa memilih pelayanan yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhannya. Pengalihan pelayanan kepada sektor swasta dan kelompok-kelompok masyarakat akan mengurangi beban kerja lembaga pemerintah, sehingga pemerintah bisa lebih berkonsentrasi pada layanan publik lainnya - seperti program pengawasan penyakit dan pengawasan kualitas pelayanan yang diberikan oleh lembaga non-pemerintah.

Prinsip-prinsip Dasar Pelayanan Berbasis Masyarakat Prinsip- Prinsip Dasar Pelayanan Berbasis Masyarakat adalah: A. Disediakan oleh masyarakat untuk masyarakat. - Dalam pelayanan berbasis masyarakat, baik penyedia maupun pemakai pelayanan/ pelanggan adalah masyarakat setempat dan/ atau organisasi -organisasi lokal. B. Direncanakan, dikelola dan dievaluasi oleh masyarakat setempat. - Masyarakat setempat tidak hanya dilibatkan dalam memberikan pelayanan, tapi juga mengikuti semua tahap pengembangan model pendekatan yang digunakan. Masyarakat ikut dalam mengidentifikasi kebutuhan, merencanakan, mengelola, mengevaluasi dan mengkaji ulang model yang telah diterapkan dalam suatu daur manajemen yang terus berlanjut. Ini mengimplikasikan bahwa prasyarat yang harus dipenuhi dalam pengalihan peran layanan pemerintah kepada masyarakat adalah dialog berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakat. C. Pembiayaannya berkelanjutan. - Biaya pengadaan dan pengelolaan pelayanan ditanggung bersama oleh masyarakat. Memang, pada awalnya dibutuhkan lembagalembaga pendukung untuk membantu membiayai pengadaan pelayanan dalam bentuk hibah atau utang. Namun secara bertahap pembiayaan pelayanan akan semakin

mandiri. Kini, pelayanan berbasis masyarakat telah berjalan dengan baik di berbagai sektor. D. Pelengkap pelayanan pemerintah. - Pelayanan berbasis masyarakat merupakan pelengkap atas pelayanan pemerintah yang sudah ada. Peranan pemerintah dalam pengalihan pengadaan pelayanan adalah menetapkan persyaratan bagi penyedia pelayanan yang baru, mengawasi mutu serta membantu masyarakat mengembangkan model pendekatan yang tepat. Pemerintah dapat pula melengkapi pelayanan publik di daerah yang lebih terpencil dan/atau menciptakan persaingan sehingga harga dapat tetap rendah dan menghasilkan insentif atau efisiensi yang lebih besar bagi kedua pemberi pelayanan tersebut (pemerintah dan pelayanan berbasis masyarakat). E. Berbeda-beda di setiap daerah. - Tidak ada satupun model pelayanan berbasis masyarakat yang cocok untuk semua daerah. Model yang tepat dikembangkan di setiap daerah, tergantung pada kebutuhan dan kondisi setempat.