P. 1
Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal

|Views: 3.351|Likes:

More info:

Published by: Fatwa Ruhul Fithriyah on Apr 16, 2012
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

Sections

  • BAB 1
  • KONSEP DASAR KOMUNIKASI INTERPERSONAL
  • Hakikat komunikasi interpersonal:
  • Komponen – komponen komunikasi interpersonal:
  • Proses Komunikasi Interpersonal
  • Asas Komunikasi Interpersonal
  • Tipe Komunikasi Interpersonal
  • Tujuan Komunikasi Interpersonal
  • Komunikasi Interpersonal Secara Lisan dan Tertulis
  • Sikap Positif dalam Berkomunikasi
  • BAB 2
  • HUBUNGAN INTERPERSONAL
  • BAB 3
  • SISTEM KOMUNIKASI INETRPERSONAL
  • Komunikasi Interpersonal sebagai sistem
  • Aturan dan Harapan
  • Persepsi
  • Dua jenis filter
  • Mempersepsi objek Mempersepsi manusia
  • Persepsi sebagai inti komunikasi
  • Teori spiral kesunyian
  • Konsep Diri
  • BAB 4
  • EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL
  • FAKTOR PERSONAL
  • DEFINISI KONTEKSTUAL DAN FAKTUAL
  • KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF
  • FUNGSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF
  • Lima Hukum Komunikasi Efektif
  • Lima Sikap Positif yang Mendukung Komunikasi Interpersonal
  • Faktor Keefektifan Komunikasi Interpersonal
  • BAB 5
  • KECAKAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL
  • kecakapan bertanya
  • Meminta maaf pada saat merasa bersalah
  • BAB 6
  • KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PERUBAHAN SIKAP
  • BAB 7
  • ETIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL
  • Pengertian Etika
  • Aliran Etika
  • Etika Sosial Budaya
  • Etika Komunikasi Interpersonal
  • BAB 8
  • MEMELIHARA STANDAR PRESENTASI PRIBADI
  • Grooming
  • Memelihara Hubungan Interpersonal dengan Pimipinan
  • Kepribadian
  • Kekuatan Pribadi
  • DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 KONSEP DASAR KOMUNIKASI INTERPERSONAL Salah satu indikasi bahwa manusia sebagai makhluk sosial adalah perilaku

komunikasi antarmanusia. Interaksi manusia dengan manusia menunjukkan bahwa setiap orang memerlukan bantuan dari orang lain di sekitarnya.untuk itu ia melakukan komunikasi. Salah satu jenis komunikasi yang frekuensi terjadinya cukup tinggi adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi. Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan antara pengirim pesan (sender) denagn penerima (receiver) baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi dikatakan langsung (primer) bila ihak – pihak yang terlibat komunikasi dapat saling berbagi informasi tanpa melalui media. Sedangkan komunikasi tidak langsung (sekunder) dicirikan oleh adanya penggunaan media tertentu. Hakikat komunikasi interpersonal: 1. Komunikasi interpersonal pada hakikatnya adalah suatu proses. 2. Pesan diciptakan dan dikirimkan oleh seorang komunikator, atau sumber informasi. 3. Dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. 4. Penyampaian pesan dapat dilakukan baik secara lisan maupun tertulis. 5. Komunikasi interpersonal tatap muka memungkinkan balikan atau respon diketahui dengan segera (instant feedback). Komponen – komponen komunikasi interpersonal: a. Sumber atau komunikator Adalah orang yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi, yakni keinginan untuk membagi keadaan interbnal sendiri, baik yang bersifat emosional maupun informasional dengan orang lain. b. Encoding Adalah suatu aktifitas internal pada komunikator dalam menciptakan pesan melalui pemilihan simbol – simbol verbal dan non verbal, yang disusun berdasarkan aturan – aturan atta bahasa, serta disesuaikan denagn karakteristik komunikan.
1

c.

Pesan Adalah seperangkat simbol – simbol baik verbal maupun non verbal, atau gabungan keduanya, yang mewakili keadaan khusus komunikator untuk disampaikan kepada pihak lain.

d.

Saluran Adalah sarana fisik penyampaian pesan dari sumber ke penerima secara umum.

e.

Penerima atau komunikan Adalah seseorang yang menerima, memahami, dan mengintepretasikan pesan.

f.

Decoding Adalah kegiatan internal dalam diri penerima.

g.

Respon Adalah apa yang telah diputuskan oleh penerima untuk dijadikan sebagai sebuah tanggapan terhadap pesan.

h.

Gangguan (noise) Adalah apa saja yang mengganggu atau membuat kacau penyampaian dan penerimaan pesan, ermasuk yang bersifat fisik dan psikis.

i.

Konteks komunikasi Komunikasi selalu terjadi dalam suatu konteks tertentu, paling tidak ada tiga dimensi yaitu ruang, waktu, dan nilai.
Saluran Sumber Encoding Pesan Decoding Penerima

R e s p o n

K o n t e k s Penerimaaan Decoding

Noise

K o n t e k s Encoding Sumber

R e s p o n

Pesan

Saluran 2

Proses Komunikasi Interpersonal 1. Keinginan berkomunikasi 2. Encoding oleh komunikator 3. Pengiriman pesan 4. Penerimaan pesan 5. Decoding oleh komunikan 6. Umpan balik Asas Komunikasi Interpersonal 1. Komunikasi berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain 2. Orang hanya bisa mengerti sesuatu hal dengan menghubungkannya pada suatu hal lain yang telah dimengerti 3. Setiap orang berkomunikasi tentu mempunyai tujuan 4. Orang yang telah melakukan komunikasi mempunyai suatu kewajiban untuk meyakinkan dirinya bahwa ia memahami makna pesan yang akan disampaikan itu 5. Orang yang tidak memahami makna informasi yang diter Cirri – Ciri Komunikasi Interpersoanal 1. Arus pesan dua arah 2. Suasana nonformal 3. Umpan balik segera 4. Peserta komunikasi berada dalam jarak yang dekat 5. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik verbal maupun non verbal Ada 6 karakteristik komunikassi intpersonal menurut Judy C. Pearson (S. Djuarsa Sendjaja, 2002: 2.1), yaitu: 1. Komunikasi interpersonal dimulai dengan diri pribadi(self) 2. Komunikasi ineterpersonal bersifat tansaksional 3. Komunikasi interpersonal menyangkut asper isi pesan dan hubungan antarpribadi ima, memiliki

kewajiban untuk meminta penjelasan agar tidak terjadi bias komunikasi

3

4. Komunikasi interpersonal mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak – pihak yang berkomunikasi 5. Komunikasi interpersonal menempatkan kedua belah pihak yang berkomunikasi saling tergantung satu denagn lainnya(interdependensi) 6. Komunikasi interpersonal tidak dapat diubah maupun diulang Tipe Komunikasi Interpersonal 1. Komunikasi dua orang Yaitu mencakup segala jenis hubungan antarpribadi, antara satu orang denagn orang lain, mulai dari hubungan yang paling singkat (kontak) biasa, sampai hubungan yang bertahan lama dan mendalam. 2. Wawancara Merupakan salah satu tipe komunikasi interpersonal dimana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa Tanya jawab. 3. Komunikasi kelompok kecil Merupakan salah satu tipe komuniaksi interpersonal, dimana beberapa orang terlibat dalam suatu pembicaraan, percakapan, diskusi, musyawarah, dan sebagainya. Tujuan Komunikasi Interpersonal 1. Mengungkapkan perhatian kepada orang lain 2. Menemukan diri sendiri 3. Menemukan dunia luar 4. Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis 5. Mempengaruhi sikap dan tngkah laku 6. Mencari kesenangan atau sekedar menghabiskan waktu 7. Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi 8. Memberikan bantuan (konseling) Komunikasi Interpersonal Secara Lisan dan Tertulis Komunikasi lisan (oral communication) yaitu proses pengirman pesan denagn bahsa lisan. Keuntungannya: 1. Keuntungan terbesar adalah dalam hal kecepatan
4

Bersifat jujur dan adil 5 . 2. Sopan dan ramah dalam berkomuniasi 3. Membuka pintu komunikasi 2. karena pesan – pesan yang disampaikan dilakukan secra tertulis. Bersifat permanen. Cepat dan tanggap 5. Jangan sungkan meminta maaf pada saat merasa bersalah 4. Munculnya umpan balik segera (instan feedback) 3. Keuntungannya: 1. Member kesempatan kepada pengirim pesan untuk mengendalikan situasi Komunikasi tertulis (written communication) yaitu proses komunikasi dimana pesan disampaikan secra tertulis. Catatan – catatan tertulis juga mencegah terjadinya penyimpangan (distorsi) terhadap interpretasi gagasan – gagasan yang dikomunikasikan. Penuh perhatian 6. Sikap Positif dalam Berkomunikasi 1.2.

Mengenal secara dekat. artinya bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan interpersonal saling mengenal secara lebih dekat. manusia hidup sebagai makhluk individu sekaligus sosial. Karaktristik kehidupan sosial mewajibkan setiap individu untuk membangun sebuah relasi dengan yang lain. Hubungan interpersonal dapat dilakukan di berbagai kegiatan dan tempat. Hubungan interpersonal dalam arti sempit adalah interaksi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dalam situasi kerja dan dalam situasi kekaryaan dengan tujuan untuk mengubah kegairahan dan kegiatan bekerja yang produktif. Sebagai makhluk individu. misalnya : -perkumpulan olahraga -kesenian -dalam konferensi -seminar -restoran -pasar.BAB 2 HUBUNGAN INTERPERSONAL Secara kodrati. sehingga akan terjalin sebuah ikatan perasaan yang bersifat timbal balik dalam suatu pola hubungan yang dinamakan hubungan interpersonal. Untuk mengenali lebih jauh tentang kerakteristik hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal dalam arti luas adalah interaksi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan. dikemukakan beberapa ciri mengenai hubungan interpersonal sebagasimana diuraikan sebagai berikut : a. dll. sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hati pada kedua belah pihak. 6 . artinya bahwa setiap manusia pada hakikatnya memiliki “keunikan” yang berbeda dengan orang lain dan saliang memiliki kelebihan maupun kekurangan.

b. yaitu membuka diri. 12. 3. 4. 11. Suasana emosional. 8. Dari ke 12 faktor tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi kadar hubungan interpersonal adalah sebagai berikut : 1. atau posisi yang sama bagi kedua belah pihak. 6. mengatakan tentang keadaan dirinya secara terbuka dan apa adanya. Pemilikan bersama atas informasi. Saling memerlukan. c. Keakraban. 7 . 9. 10. yaitu keserasian suasana emosional ketika komunikasi sedang berlangsung. d. Sikap menghargai orang lain. Kerjasama. Sikap terbuka. Kontrol atau pengawasan. Toleransi. Kesejajaran. yaitu memperoleh keadilan dari interaksi akan menentukan kadar hubungan interpersonal. yaitu menghendaki adanya kemauan dari masing-masing pihak untuk menghargai dan menghormati perasaan pihak lain. Pola hubugnan antarpribadi. 7. bukan sikap bertahan. Kesempatan-kesempatan yang seimbang. yaitu menghandaki adanya pemahaman bahsa setiap orang itu memiliki martabat. Respon. 2. yaitu ditunjukkan oleh adanya sikap keterbukaan di antara keduanya. yaitu perasan bahwa tidak adan bahaya dari orang lain dalam suatu hubungan. artinya hubungan interpersonal diwarnai oleh hubungan saling menguntungkan secara dua arah dan saling memerlukan. 5. Sikap mendukung. masing-masing dapat memberikan pengaruh terhadap kadar hubungan interpersonal secara positif. artinya semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka akan semakin baik pula kadar hubungan interpersonal. Kepercayaan.

Dengan demikian. pola pengaruh ke tujuh faktor teersebut terhadap kadar hubungan interpesonal dapat digambarkan pada gambar dibawah ini : Toleransi Kesempatan Menghargai Mendukung Terbuka Pemilikan informasi Kadar Hubungan Interpersonal KepercayaanKeakra ban Kesejajaran Kontrol Respon Suasana Emosional Apabila dicermati. pada umumnya seseorang berkreativitas dan bekerja adalah dorongan untuk memenuhi kebutuhannya. aktivitas membina hubungna interpersonal pun juga dilandasi oleh adanya deorongan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhannya.Secara skematis. 8 .

dan sebagainya. diiteladani. Pada perjalanannya mendapatkan berbagai kritik. peperintah memberlakukan ketentua upah atau gaji yang cukup.seseorang harus berhubungan dengan orang lain. kebutuhan tingkatan berikutnya menjadi dominan. Hierarki kebutuhan yang sangat populer dan dikemukakan maslow ini. Kebutuhan aktualisasi diri Apabila kebutuhan dasar terpenuhi. Sebagai contoh : Untuk memenuhi kebutuhan fisiologis masyarakat. Kebutuhan sosial 4. untuk memenuhi kebutuhan akan sandang ia harus berhubungan dengan pedagang pakaian. Kebututan aktualisasi diri dapat ditempuh dengan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk berekspresi sesuai dengan tingkat kreativitas yang dimilikinya. Kebutuhan sosial dipenuhi dengan memberikan kesempaatn dan keleluasaan untuk berinteraksi. teori ini sangat berguna untuk menjelaskan mekanisme motivasi dalam menjalin hubungan interpersonal. sosial. dan dihormati. hukum. Abraham Maslow menguraikan kebutuhan-kebutuhan manusia yang tersusun secara hierarkis sebagai berikut : 1. politik. 9 . Kebutuhan rasa aman 3. Kebutuhan penghargaan 5. Kebutuhan penghargaan dapat dilakukan dengan pemilihan anggota masyarakat yang ditokohkan. Kebutuhan fisiologis 2. Meskipun demikian. Kebutuhan akan rasa aman dipenuhi dengan mengkondisikan suasana hidup bermasyarakat dalam situasi yagn aman secara fisik. Ambil contoh.

Apalagi pada motivasi yang bersifat internal akan terjadi motivasi subjektif.Dari uraian diatas. adapt disimpulkan bahwa setiap orang pasti memiliki kebutuhan dan motivasi. Disinilah hubungan interpesonal menjadi penting dan masing-masing pihak senantiasa dapat menghargai perbedaan-perbedaan tersebut. Terbuka kemungkinan motivasi antara satu orang saling berbeda dengan yang lainnya. 10 .

yaitu: 1. Elemen – elemen atau bagian – bagian 2. dan kepribadian setiap individu. norma. proses. Terdapat tujuan bersama. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks Kominikasi interpersonal sebagai sistem. maupun etika yang diacu untuk ketertiban interaksi warga masyarakat. 5 unsur yang terdapat dalam sistem. Adanya interaksi atau hubungan antar elemen – elemen atau bagian – bagian 3. dalam proses komunikasi itu juga terdapat komponen input. Adanya sesuatu yang mengikat elemen – elemen tersebut menjadi suatu kesatuan 4. sebagai hasil akhir 5. Harapan itu sendiri dipengaruhi oleh motivasi. pengalaman. Pengetahuan b. Perilaku Aturan dan Harapan Setiap masyarakat pasti memberlakukan adanya aturan baik berupa nilai – nilai. 11 .BAB 3 SISTEM KOMUNIKASI INETRPERSONAL Komunikasi Interpersonal sebagai sistem Geoffrey Gordon (Togar M. INPUT a. Aturan&harapan b. Persepsi&konsep diri PROSES Interaksi interpersonal PRODUK a. Sikap c. Simatupang: 1995: 6) mendefinisikan sistem sebagai suatu agregasi atau kumpulan objek – objek yang terangkai dalam sebuah pola interaksi dan saling ketergantungan yang teratur. berarti apabila dikaji secara seksama. dan produk. Jadi dapat dikatakan bahwa aturan dan harapan menjadi input yang menggerakkan individu melakukan komunikasi interpersonal.

yang kita perlukan adalah kecermatan. Filter fisiologis. dalam menangkap objek secara fisik. Persepsi komunikasi mempunyai peran yang sangat penting dalam keberhasilan komunikasi. Persepsi menghasilkan makna. yang berupa pesan verrbal maupun non verbal. Harapannya dalah agar kita dapat mengerti dan memahami orang itu secara benar. Dua jenis filter a. Filter psikologis. Gunung es karakteristik manusia 12 . Ketika melakukan persepsi terhadap orang lain. Kalu persepsi kita benar. Persepsi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang ( Partner komunikasi ). maka hal ini menjadi modal yang penting untuk keberhasilan komunikais interpersonal. Artinya. akan membatasi kita perhatian kita terhadap stimuli yang berkenaan dengan pertimbangan psikologis kita. Dari kata “perempuan” kita dapat memberikan makna yang berbeda dari masing – masing orang. menunjuk pada kondisi perhatiakn kita hanya tertuju kepada hal – hal yang menarik indera kita.motivasi pengalaman nilai Komunikasi interpersonal kepribadian etika norma Persepsi Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi. kecermatan dalam mempersepsi stimuli inderawi mengantarkan kepada keberhasilan komunikasi. b. atau menafsirkan informasi yang tertangkap oleh alat indera.

maka kita akn berusaha membatasi diri sehingga tidak berkomunikasi terlalu mendalam dengan orang tersebut. Teori konvergensi 13 .Karakteristik manusia dapat dikatakan sebagai sesuatau yang misteri. Sebaliknya. Setiap individu memiliki kecenderunagn “konformitas” yaitu akan merasa lebih nyaman apabila berpendapat atau beropini sesuai denagn pendapat atau opini mayoritas (yang dominan). Reaksi dan mengelabuhi membelokkan ketepatan dan kecermatan persepsi Persepsi sebagai inti komunikasi Cara kita berkomunikasi secara interpersonal sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap partner komunikasi. komunikasi interpersonal. kita akan melakukan komunikasi dengan nyaman. Mempersepsi objek Stimuli ditangkap oleh indera Mempersepsi manusia Tidak seluruh stimuli dapat ditangkap oleh indera Hanya menanggapi sifat – sifat luarnya Harus memahami apa yang tidak saja tampak dan tidak tertangkap oleh indera secara dinamis itu ketika dapat Ketika ditafsir. karena sebagian indicator karakter itu ada yang tidak dapat diterima oleh indera. dan persepsi individu. objek diam (tidak Bereaksi bereaksi) ditafsirkan. individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu. setelah daalm diri seseorang memperoleh terpaan informasi dari komunikasi massa. Apabila persepsi mkita positif. Teori spiral kesunyian Teori ini berkaitan dengan bagaimana terbentuknya pendapat umum maupun pendapat pribadi. dan mengatur stimuli yang dating dari luar. Persepsi merupakan proses internal yang dilalui individu dalam menyeleksi. Menurut teori ini.. apabila persepsi kita negatif terhadap seseorang.

Konsep Diri Jalaluddin Rakhmat (1996: 99) mendefinisikan konsep diri sebagai gambaran dan penilaian diri kita. Konsep diri merupakan factor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal. Komunikasi inetrepersonal yang berkesinambunagn akan membawa dampak kepada perubahan persepsi di kedua belah pihak. karena setiap orang melakukan tindakan dilandasi oleh konsep diri. pandanagn dan perasaan kita tentang diri kita sendiri.Teori ini mengasumsikan bahwa komuniaksi sebagai proses penciptaan dan pembagian bersama informasi untuk tujuan mencapai slaing pengertian bersama (mutual understanding) antara para pelakunya. 14 .

ia akan mengantuk jika kurang tidur.raguragu.yaitu:  Faktor Biologis Manusia adalah makhluk biologis yang tidak berbeda denagan hewan.informasi.dalam kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi biologis yang memadai seperti : kesehatan yang baik.faktor berkomunikasi yang yang berpusat dimiliki pada oleh persona.kehendak. Faktor-faktor yang dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori.  Faktor psikologis Manusia adalah makhluk yang mempunyai daya psikologis:pengetahuan.Artinya dalam proses komunikasi interpersonal.gagasan. FAKTOR PERSONAL Secara garis besar faktor personal dibedakan ke dalam dua kategori.perasaan.sikap.sampai pada titik tercapainya pengertian yang sama antara komunikator dan komunikan.dan sebagainya. Komponen afektif terdiri dari: -motif sosiogenesis -sikap 15 .ia lapar kalau tidak makan selama sehari.sedanagkan yang berpusat pada situasi misalnya karakteristik media dan karakteristik sosial budaya masyarakat sekitar.suatu simbol atau pesan akan dipersepsi berbeda oleh orang yang secara personal dalam keadaan lapar dan tidak lapar.seperti sikap simpati.curiga.konsentrasi yang bagus dan sebagainya akan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. dan sebagainya. Komponen afektif adalah aspek emosional.benci.ia akan kecapekan bila terlalu banyak kerja.BAB 4 EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL Komunikasi interpersonal merupakan aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.dan bahkan emosi seseorang.dan merupakan cara untuk menyampaikan dan menerima pikiran-pikiran.yaitu: yang berpusat pada persona (person-centered perspective) dan yang berpusat pada situasi (situation-centered kecakapan perspective).misalnya seseorang.setuju.

KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memnuhi tiga syarat: 1.saling memberikan umpan balik. c.pesan yang dapat diterima dimaksud oleh komunikator. 2.mengubah sikap dan perilaku d.yang mana individu-individu tersebut secara fisik saling berinteraksi.Respect dan dipahami oleh komunikan sebagaimana 16 .menyampaikan pengetahuan atau informasi. FUNGSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF Komunikasi interpersonal yang efektif berfungsi untuk: a.membentuk dan menjaga hubungan baik antar individu. 3. b.jalan menuju sukses Lima Hukum Komunikasi Efektif 1.citra diri menjadi lebih baik.mendasarkan pada fakta empiris.-emosi DEFINISI KONTEKSTUAL DAN FAKTUAL Secara konstektual.pemecahan masalah hubungan antar manusia e.komunikasi interpersoanl digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu.meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi.ditindak lanjuti dengan perbuatan secara suka rela.sedangkan komunikasi yang bersifat faktual.dan menggunakan indera sebagai sensor untuk mengenali partner komunikasi. f.

Empathy 3.Keterbukaan (openness) 2.Empati (empathy) 3.Clarity 5.Sikap mendukung (supportiveness) 4.faktor keberhasilan dilihat dari sudut komunikan  Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan oleh komunikator. 17 .Humble Lima Sikap Positif yang Mendukung Komunikasi Interpersonal 1.Kesetaraan (Equality) Faktor Keefektifan Komunikasi Interpersonal 1.supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yang lancar.Sikap positif (positiviness) 5.faktor kebehasilan dilihat dari sudut komunikator  Kredibilitas  Daya tarik  Kemampuan intelektual  Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas sehari-hari  Keterpercayaan  Kepekaan sosial  Kematangan tingkat emosional  Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan 2.2.Audible 4.  Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menerima informasi yang diberikan komunikator.  Komunikan harus bersikap ramah.

buka kesan dengan cara menyampaikan kalimat konkret.  Tidak menimbulkan multi interpretasi atau penafsiran yang berlainan.  Komunikan bersikap bersahabat dengan komunikator. Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara.  Lambang-lambang yang dipergunakan harus benar-benar dapat dipahami oleh kedua belah pihak.detail. 3.  Berikan fakta.yaitu komunikator dan komunikan.dan spesifik disertai bukti untuk mendukung opini. 4.faktor penghambat komunikan  Kredibilitas komunikator rendah  Kurang memahami latar belakang sosial dan budaya  Kurang memahami karakteristik komunikan  Prasangka buruk  Verbalistis  Komunikasi satu arah  Tidak digunakan media yang tepat  Perbedaan bahasa  Perbedaan persepsi 18 .  Pesan-pesan tersebut disampaikan secara jelas dan sesuai dengan kondisi maupun situasi setempat.berguna.  Sediakan informasi yang praktis.dan membantu komunikan melakukan tindakan yang diinginkan.  Tawarkan rekomendasi dengan cara mengemukakan langkah-langkah yang disarankan untuk membantu komunikan menyelesaikan masalah yang dihadapi.faktor keberhasilan dilihat dari sudut pesan  Pesan komunikasi interpersonal perlu dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan perhatian komunikan.

prinsip ulangan d.BAB 5 KECAKAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Keterampilan berbicara Beberapa persiapan dan keterampilan yang diperlukan dalam berbicara: 1.ungkapan pertanyaan dengan tenang dan sopan b.persiapan materi Ada beberapa prinsip teknik berbicara yang perlu diperhatikan diantaranya: a.bersiaplah mendengarkan jawaban secara positif Keterampilan menjaga sopan santun 19 .jangan sungkan meminta maaf pada saat merasa bersalah e.persiapan mental 3.prinsip motivasi b.prinsip kegunaan e.prinsip efisien kecakapan bertanya berikut ini dikemukakan teknik bertanya yang efektif: a.prinsip perhatian c.jangan merusak suasana d.ungkapan pertanyaan dengan singkat dan jelas c.persiapan fisik 2.ucapakan terima kasih f.

segera member jawaban yang baik. Contohnya apabila kita sedang berbicara dengan orang lain. MEMILIKI EMPATI 20 . tanpa malanggar etika dan tatakrama. maka anda akan memahami karakteristiknya.komunikasi menjadilebih nyaman.dalam suasana hubungan yang saling menghargai.dan giliran berikutnyakita pun juga akan dihormatinya. Apabila anda mempunyai perhatian yang baik.dengan begitu maka sebenarnya kita menaruh rasa hormat kepada orang lain. Tanggung jawab. Tanggap. PERHATIAN DAN KEPEDULIAAN Perhatian dan kepedulian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana perhatian dan kepedulian anda terhadap teman karib anda itu. dan dengan dengan mengusahakan proses komunikasi interpersonal yang menyenangkan kedua belah pihak.Penampilan yang sopan dan ramah akan membuat kita lebih aman dalam memulai berkomunikasi ketimbang penuh emosi dan rasa curiga. Meminta maaf pada saat merasa bersalah Ketika kita menyadari bahwa sudah melakukan sebuah kesalahan dalam berkomunikasi. artinya peka atau sensitif sesuai dengan situasi tersebut. TANGGAP. Contohnya apabila ada pertanyaan dari orang lain. DAN BERTANGGUNG JAWAB Keterampilan komunikasi interpersonal berikut adalah kecepatan dalam merespon stimulasi dari orang lain. kita harus memahami situasi yang ada.maka sebaiknya kita meminta maaf. artinya bahwa kita sebagai pelaku komunikasi interpersonal harus tanggung jawab terhadap dampak atau akibat dari aktivitas pelaksanaan komunikasi interpersonal tersebut dapat memberikan manfaat dan berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.partner komunikasi akan lebih senang mendengarkan argumentasi yang disampaikan dengan sopan. CEPAT.

Level 0: artinya tidak ada empati pada diri pemimpin. tersembunyi. keadaan ini diindikasikan dengan berbagai sikap seperti contoh berikut: 1) Pimpinan menolak pendapat berdasarkan sudut pandang karyawan 2) Mengabaikan usulan karyawan 3) Membuat pernyataan yang berlawanan dsengan aspirasi karyawan 4) Menolak berdiskusi Level 1: pimpinan mendengarkan pendapat karyawan Level 2: pimpinan mengenali secara implisit pembicaraan karyawan Level 3: pemimpin menghargai pendapat karyawan Level 4: pimpinan mengkonfirmasi karyawan Level 5: pimpinan berbagi perasaan dan pengalaman Level 0-2 menunjukkan empati dalam posisi implicit.Bylund dan Makoul (2002) mengembangkan enam tingkat empati yang diuraikan dalam suatu system The Empathy Communikasion Coding System (ECCS) Levels. tuan rumah mengikuti duduk kemudian 5) Menciptakan suasana yang nyaman cara berpikir dan arah 21 . bandara. Sedangkan level 3-5. stasiun) 2) Menyilahkan masuk dan mengucapkan salam 3) Memanggil / menyapa tamu dengan namanya 4) Mempersilahkan tamu duduk di tempat yang sudah disediakan. Keenam tingkat empati tersebut dapat diimplementasikan dalam contoh komunikasi interpersonal antara seorang pemimpin dengan karyawan. Tiga macam aktivis yang dilakukan pimpinan untuk menegaskan adanya empati implicit 1) Ajaklah bicara 2) Berilah penjelasan 3) Tegaskan komitmen bekerja sama KECAKAPAN DALAM MENYAMBUT TAMU 1) Menjemput tamu sesuai dengan janji (di terminal. empati dinyatakan secara emplisit sebagai pengakuan jujur seorang pemimpin terhadap karyawan.

sembari diikuti intonasi suara dan bahasa nonverbal yang mendukung 12) Gunakanlah empati 13) Menyimpulkan substansi informasi yang disampaikan 22 . seperti pemberian saran kepada patner komunikasi 3) Hospitaly. misal perubahan harga 2) Konsultasi.6) Memperkenalka diri. 1) Memberikan informasi. pemberian informasi dapat dilakukan secara bertahap 8) Jika menyampaikan berita buruk. apabila sudah ada istialh dalam bahasa Indonesia 7) Tidak perlu tergesa-gesa dan terlalu berambisi menyampaikan informasi sekaligus. atau berdiri ketika tamu hendak pulang KECAKAPAN MEMBERIKAN PELAYANAN Ada benerapa jenis pelayanan yang perlu diperhatikan dan diindihkan untuk mendukung kualitas proses komunikasi interpersonal. gunakan kata atau kalimat persiapan atau pendahuluan 9) Hindari pemakaian kata-kata yang bersifat mengancam 10) Hindari ungkapan yang menunjukkan bahwa kita orang paling berjasa 11) Ulangi informasi yang penting. apabila yang menyambut tamu ada beberapa orang dan menyebutkan jabatannya 7) Memperhatikan sikap non-verbal sang tamu 8) Membukakan pintu. sambutan yang ramah 4) Caretaking. terdiri dari perhatian dan perlindungan atas barang-barang milik patner komunikasi KECAKAPAN MENYAMPAIKAN INFORMASI 1) Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh komunikasi sesuai dengan tingkat pemahamannya 2) Pendekatan yang berpusat pada penerima 3) Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti 4) Jangan menggunakan singkatan yang tidak baku 5) Jangan terlalu mudah menggunakn istilah-istilahilmiah untuk sasaran yang berlatar pendidikan relative rendah 6) Jangan menggunakan istilah asing.

yang sesuai dengan makna yang dimaksudkan si pengirim pesan 4) Mengingat : proses menyimpan informasi kedalam memori PERSYARATAN KECAKAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Ada persyaratan kemampuan yang sangat menentukan keberhasilan komunikasi interpersonal apabila dipandang dari sudut komunikator dan komunikan 1) Persyaratan kemampuan berkomunikasi dilihat dari sudut komunikator a. Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan i. Komunikator harus mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat dimana dia berbicara 23 : kewibawaan seorang komunikator dihadapan . ramah. Tubbs dan Sylvia Moss (2005 : 160-161) mengatakan bahwa sesungguhnya mendengarkan adalahsuatu proses yang rumit. dan mengabaikan stimuli yang lain 3) Memahami : sebagai proses pemberian makna yang kita dengar. Kepercayaan f.14) Berikan kesempatan kepada komunakan untuk bertanya dan berpendapat 15) Berikan nomir telepon KECAKAPAN MENDENGARKAN Stewart L. Kemampuan intelektual : tingkat kecakapan. tegas j. Kredibitas komunikan b. yang melibatkan empat unsure: 1) Mendengar : proses fisiologis otomatik 2) Memperhatikan : secara sadar kita memusatkan perhatian dan kesadaran kita pada stimuli tertentu. Kepekaan social g. Daya tarik : daya tarik fisik maupun non fisik c. Komunikator harus bersifat spel. Kematangan tingkat emosional h. kecerdasan dan keahlian seorang komunikator d. Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalm aktivitas tempat kerja sehari-hari e.

Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara e. Komunikan bersikap bersahabat dengan komunikator KECAKAPAN SEBAGAI KONSELOR Komunikasi interpersonal dapatberfungsi sebagai konseling. Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan ole komukator b. maka bagi seorang pimpinan yang bertindak sebagai konselor perlu memiliki kecakapan berikut ini     Membantu para karyawan memecahkan masaalh sendiri Memecahkan masalah yang berkaitan dengan hubungan antar karyawan Mengusahakan adanya suatu suasana yang menimbulkan keberanian untuk memecahkan masalah yang mungkin ada Peran konselor hanyalah memberikan pengertian tentang masalah yang belum jelas serta member nasehat.2) Persyaratan kemampuan berkomunikasi dilihat dari sudut komunikan a. supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yang lancer d. Komunikan harus bersikap ramah. konseli sendirilah yang akn mengambil keputusan 24 . Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menerima informasi yang diberikan komunikator c. Ialah proses komunikasi dua arah yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan dengan memanfaatkan saran-saran dari seorang konselor kepada konseli Dsengan komunikasi interpersonal yang dirancang sebagai konseling.

1988: 19) menjelasakan bahwa sikap terdiri dari tga komponen yakni 1) Komponen kognetif: berhubungan dengan pengetahuan dan pemahaman seseorang 25 . dan begitu sebaliknya  Arah yang kedua bersiafat congruent.BAB 6 KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PERUBAHAN SIKAP Sikap merupakan gejala psikologis. Perrubahan yang terjadi adalah perubahan dari sikap negative kearah positif. Membahas hubungan antara komunikasi interpersonal terhadap siakp pada hakikatnya juga membicarakan gejala psikologis.  Arah yang pertama bersifat incronguent. yakni perubahan sikap yang sejalan atau tidak bertentangan dengan siakp semula Gambar arah perubahan sikap individu Incongruent Change Negative positif Congruent Change Teori tentang sikap sebagaimana dikemukakan oleh Allport (dalam Azwar. yaitu perubahan sikap yang menuju kearah bertentangan dengan sikap semula. Krech (1962:216) dalam pandangannya menlgenai pengaruh komunikasi interperson terhadap perubahan sikap pada individu. mengatakan sebagai fenomena psikologis dan terjadi dalam dua arah. demikin halnya dengan perubahan sikap adalah sebagian gejala psikologis yang secara wajar terjadi dalam kehidupan manusia.

sikap dan perilaku orang lain/kelompok orang (komunikan) dengan cara halus yaitu membujuk  Instruktif Pendsekatan ini dinamakan pula koersif. dan bahkan mengajukan satu macam ide kepada komunikan. menuju proses sebagai informasi. Misalnya. Fungsi 26 . ketika si A berkomunikasi secara interpersonal dengan si B maka keduanya akan memperoleh pengalamn baru yang disebab kan oleh adanya stimuli symbol yang di transaksikan. bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi pasti akan memperoleh pengalaman. Pendekatan instuktif atou koersif menekan kan pada memposisikan komunnikator dalam posisi tawar yang tinngi. KOMIKATOR DAN PERUBAHAN Komunikator adalah individu yang mengambil prakarsa ataupun sedang melakukan komunikasi dengan individu atau kelompok yang lain. mengubah pandangan.  Dialogis Cirri komunnikasi nterpersonal dengan pendekatan dialogis adalah terjadinya percakapan atau dialog. BERBAGAI PENDEKATAN MENCAPAI PERUBAHAN  Informative Pendekatan informative pada hakikatnya komunikasi hanya menyampaikan informasi kepada komunikan. dimana dia dapat legitimasi untuk memerintahkan. mengajarkan.2) Komponen efektif: merupakan suatu keadaan yang bersifat emosional dalam hubungannya dengan objek/situasi tertentu 3) Komponen konatif: menunjukkan kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapi KOMUNIKASI INTERPERSONAL SEBAGAI PENGALAMAN Prinsip dasar dari komunikasi interpersonal adalah. Hal ini disebabkan esensi komunikasi interpersonal adalah proses transaksi symbolsimbol.  Persuasive Proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mempengaruhi.

yakni : 1. agar komunikasi secara efektif dengan komunikasi dari stara social yang lain dapat terlaksana Daya tarik komunikator 1. daya serap dan daya tafsir dari sebagian besar masyarakat atau golongangolongan tertentu 3) Bahwa pesan-pesan atau ajakan-ajakan harus dapat membangkitkan keperluan atau kepentingan tertentu pada sasarannya dan kemudian 27 . Daya tarik fisik 2. Keahlian Keahlian : kesan yang dibentuk komunikan tentang kemampuan komunikator dalam hubungannya dengan topic atau pesan yang disampaikannya kepada komunikan 2. Empati Seorang komunikator harus mampu memproyeksikan diri kepada peranan orang lain dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Keakraban KARAKTERISTIK PESAN 1) Pesan-pesan / ajakan-ajakan disampaikan kepada masyarakat atau pihakpihak tertentu harus dapat menstimulir sesuatu pada sasaran 2) Bahwa pesan-pesan/ajakan-ajakan itu tentunya harus berisi lambanglambang atau tanda-tanda komunikasi yang sesuai dengan daya tangkap. Kepercayaan Tingkat yang menunjukkan sejauh mana seorang sumber dipercaya dan mampu mengkomukasikan pendiriannya tanpa prasangka 3. Kesamaan 3.komunikator adalah mengatur perasaan dan pikirannya dalam bentuk penyusunan pesan untuk membuat komunikasi Kredibilitas Komunikator Ada dua indicator yang menentukan kredibilitas komunikator.

menyarankan usaha dan upaya disesuaikan dengan situasi dan norma kelompok dimasa sasaran itu berada 4) Bahwa pesan-pesan atau ajakan-ajakan harus dapat membangkitkan harapan-harapan tertentu dan sebagainya 28 .

Etika normatif Etika normatif berusaha menelaah dan memberikan penilaian etis atas tindakan dengan cara berbeda. istilah etika berasal dari kata latin ethicus yang berarti kebiasaan. Etika deskriptif Etika deskriptif merupakan usaha menilai tindakan atau perilaku berdasarkan pada ketentuan atau norma baik-buruk yang tumbuh dalam kehidupan bersama. kita bisa melakuakn penggolongan etika mejandi dua kategori. 29 . baik dalam keluarga maupun di masyarakat. suatu tindakan secara hakiki mengandung nilai sendiri apakah baik atau buruk. Sedang etiket ialah tatakrama atau sopan santun. dan utilitarisme. 2007:31) mendefinisikan etika adalah prinsip perilaku yang mengatur seseorang atau sekelompok orang. 2.BAB 7 ETIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL Pengertian Etika Dari segi etimologi. Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan moral atau kesusilaan. Sesuatu dianggap baik apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Merill (1975: 79-88) menguraikan adanya berbagai aliran etika yang dapat digunakan sebagai standar menilai tindakan etis. Artinya. Aliran deontologis melakukan penilaian atas tindakan dengan melihat tindakan itu sendiri. egoisme. antara lain aliran deontologis. yaitu: 1. Dalam menelaah ukuran baik dan buruknya. yaitu dengan menggunakan norma yang dibuat oleh otoritas tertentu. Bovee dan John V. Courtland L. teleologis. Aliran Etika John C. Seringkali orang mencampur aduk istilah etika dan etiket. Thill (Ahli bahasa Doddi Prastuti.

Sopan dan ramah kepada siapa saja b. dalam bermasyarakat atau dalam berhhubungan dengan orang lain. Ingin membantu e. akan dikategorikan tidak etis. Memberikan perhatian kepada orang lain/tidan mementingkan diri sendiri c. Dasar-dasar etika: a. Etika utilitarisme adalah kebalikan dari paham egoisme. Wujud konkretnya adalah seperangkat peraturan atau ketentuan yang menetapkan tingkah laku yang baik dalam pergaulan. Jika tujuan itu baik. Jadi apabila suatu tindakan bertujuan jelek. Etika Sosial Budaya Norma yang berlaku untuk memandang perilaku warga masyarakat itu dinamakan etika masyarakat atau etika sosial budaya. mengendalikan emosi dalam setiap situasi Kesalahan dalam etika a. tindakan dikategorikanetis dan baik apabila menghasilkan terbaik bagi diri sendiri secara pribadi. Artinya. Bahasa tidak pas b. Sumber nilainya addalah norma sosial dan nilai budaya yang berlaku. Etika egoisme menetapkan norma moral pada akibat yang diperoleh oleh pelakunya sendiri. Dapat menguasai diri.Aliran teleologis melihat nilai etis bukan pada tindakan itu sendiri. Jadi etika sosial budaya adalah ketentuan baik buruk yang bersumber dari nilai-nilai dan norma-norma sosial budaya di masyarakat. Memiliki rasa toleransi f. yaitu yang memandang suatu tindakan itu baik jika akibatnya baik bagi orang banyak (masyarakat). tetapi dilihat dari tujuan atas tindakan itu sendiri. maka tindakan itu digolongkan sebagai tindakan etis. dalam arti sesuai dengan norma etika di masyarakat. Tidak menghargai waktu orang lain 30 . Menjaga perasaan orang lain d.

Kode etik profesi memberi gambaran nyata tentang: 1) Bagaimana sepatutnya para anggota bertindak 2) Manakah tindakan yang benar dan salah 3) Bagaimanakah seharusnya para anggota berperilaku 4) Manakah tindakan yang baik dan buruk 5) Apakah hak dan kewajiban anggota profesi 31 . Di dalam profesi itu ada keahlian yang khas. Misalnya saja berbagai organisasi profesi. 2002: 51) menyebutkan ciri-ciri khas dari profesi adalah sebagai berikut: 1) Suatu bidang yang terorganisir dengan baik. Spillane (Risady Ruslan. mendampingi memberi arah tingkah laku anggota profesi agar tidak keluar dari etika yang menjadi aturan. Penampilan yang tidak pas d. terdapat berbagai macam kelompok atau organisasi yang masing-masing cenderung mengembangkan norma etika bagi anggotanya. membina hubungan baik dan saling tukar-menukar informasi sesama para anggotannya 6) Memperoleh pengakuan terhadap profesi yang disandangnya 7) Sebagai profesional memiliki perilaku yang baik dalam melaksanakan profesi dengan tanggung jawab sesuai dengan kode etik Fungsi kode etik profesi ialah memandu. berkembang maju dan memiliki kemampuan intelektual tinggi 2) Teknik dan proses intelektual 3) Penerapan praktis dan tekik intelektual 4) Melalui metode panjang menjalani pendidikan. Tata cara bertelepon yang salah e. Kesalahan dalam menyapa f. Mempermalukan orang lain Di dalam masyarakat.c. Tidak menghargai milik orang lain h. latihan dan sertifikasi 5) Menjadi anggota asosiasi atau organisasi profesi tertentu sebagai wadah komunikasi. Kurangnya keterampilan mendengar g. serta peraturan yang unik. James J. yang membedakan dengan profesi lainnya.

Tanggung jawab Setiap orang yang menyandang profesi tertentu harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap profesinya. tetapi tetap memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam batas-batas aturan main yang telah ditentukan oleh kode etik sebagai standar perilaku profesional c.Melalui pemahaman. Memiliki sikap sadar dan taat terhadap norma etika 3. Memiliki perilaku yang sesuai dengan tuntutan etika profesi Sonny Keraf (1933: 49-50) mengemukakan lima prinsip etika profesi. Memiliki pengetahuan. Seorang profesional bertindak objektif. tidak mencemarkan nama organisasi e. serta berusaha terus untuk mengembangkan diri dalam peningkatan keahlian dan keterampilan profesional d. Otonomi Seorang profesional memiliki kebebasan secara otonomi dalam menjalankan profesinya sesuai dengan keahlian. diharapkan semua anggota organisasi memiliki kualitas etik yang meliputi: 1. tidak menyombongkan diri. yaitu: a. wawasan dan cara berpikir yang sesuai dengan norma etika yang berlaku bagi profesinya 2. yang mengandung tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan atau fungsinya. Kebebasan Para profesi memiliki kebebasan dalam menjalankan profesinya tanpa rasa takut atau ragu-ragu. tidak mengganggu orang lain. dan tanggung jawab terhadap dampak atau akibat dari aktifitas pelaksanaan profesi b. Keadilan Setiap profesi memiliki kewajiban untuk memelihara pelaksanaan hak dan kewajiban secara berimbang. Pengetahuan etis. Perilaku etik. penghayatan dan pengalamamn etika profesi. pengetahuan dan kemampuannya Dilema Etika dan Hilang Etika 32 . Kesadaran etis. Kujujuran Ditunjukkan oleh sifat jujur dan setia serta merasa terhormat pada profesi yang disandangnya.

berilah perhatian sepenuhnya kepada lawan bicara 33 . perlu memperhatikan beberapa hal berikut:       Nilai-nilai dan norma-norma sosial budaya setempat Segala aturan. 2007: 32) menjelaskan bahwa dilema etika melibatkan pemilihan antara aalternatifalternatif yang tidak jelas batasnya. jelas. Bovee dan John V. Sementara hilang etika adalah pilihan tindakan yang jelas tidak beretika. tata-tertib yang sudah disepakati Adat-istiadat. bahkan kita semuanya sebagai anggota masyarakat.Coutland L. pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. suara hendaknya sesuaikan. jangan terlalu keras Etika Berkomunikasi dengan Media Telepon  Apabila hendak menelepon hendaknya mempertimbangkan waktu yang tepat  Berbicara dengan tenang. ketentuan. atau pilihan tindakan yang ilegak tidak ada dasar hukum maupun dasar etika Etika Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi antarprinadi atau antarindividu. dan langsung ke sasaran  Ketika sedang berbicara. Thill (Alih bahasa Doddi Prastuti. Cara yanng paling mudah menerapka etika komunikasi interpersonal ialah. kebiadaan yang dijaga kelestariannya Tata krama pergaulan yang baik Norma kesusilaan dan budi pekerti Norma sopan-santun dalam segala tindakan Etika Komunikasi Interpersonal Tatap Muka  Waktu berbicara hendaknya kita tenang  Jangan kita bicarakan sesuatu yang ingin dilupakan orang lain  Janganlah menggunjingkan orang lain  Jangan memborong seluruh pembicaraan  Waktu berbicara hendaknya kita mengambil jarak yang sesuai dengan orang yang kita ajak bicara  Ketika tengah berbincang dengan teman.

 Janganlah berbicara dengan orang lain yang berada di dekat kita. berilah isyarat secara halus kalau ada orang lain yang sedang mengajak bicara  Siapkan kertas dan pensil untuk catatan seperlunya  Pada akhir pembicaraan hendaknya mengucapkan terimakasih  Setelah mengakhiri pembicaraan jangan membanting gagang telepon Etika Menggunakan Short Message Service (SMS)  Isi SMS yang hendak dikirimkan hendaknya dibaca ulang. jangan sampai muncul kata-kata atau kalimat yang dapat menyinggung perasaan si penerima  Penggunaan kata-kata kotor hendaknya dihindari dala penulisan pesan SMS  Jangan menunda-nunda membalas SMS  Jangan menggunakan istilah dan singkatan yang kurang populer Etika Menggunakan E-mail dan Facebook  Pilahkan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi  Gunakan teknologi semata-mata untuk meningkatkan kualitas komunikasi  Gunakan teknologi untuk efisiensi waktu dan ruang  Jangan membobol password dan mengakses informasi milik orang lain  Gunakan waktu dan belanjakan uang untuk teknologi komunikasi secara bijaksana  Teknologi hanyalah merupakan alat bantu 34 .

Tawarkan bantuan i. Grooming Grooming adalah penampilan diri seseorang yang terjaga. Senyum yang tulus dan simpatik c. pergaulan dan komunikasi interpersonal. menarik. Cobalah mengajak berjabat tangan e.BAB 8 MEMELIHARA STANDAR PRESENTASI PRIBADI Penampilan diri adalah hal kecil yang membangun jati diri dalam pekerjaan. Jaga ekspresi wajah yang bersahabat Sikap di Tempat Kerja 35 . 2. dan selalu rapi. Ucapkan kesan anda h. Berikut ini beberapa indikator penampilan diri yang baik: 1. Jadi grooming dalam komunikasi interpersonal ialah penampilan diri yang terjaga. menarik. Mintalah maaf dan permisi g. Penampilan yang rapi Penampilan yang raoi dapat diukur dengan cara berpakaian sesuai dengan tat krama kesopanan. Ucapkan kata sapaan d. Penampilan (sikap dan tindakan) yang menarik Contoh penampilan dalam arti sikap dan tindakan yanng dapat dikatakan menarik: a. dan selalu rapi pada saat dia berkomunikasi dengan orang lain. dan kebersihan badan. sepatu. Penampilan yang bersih Penampilan yang bersih meliputi kebersihan pakaian. Pelayanan diperlakukan dengan cekatan dan energic b. Tanyakan keadaannya f. rapi dan pantas 3.

kepribadian itu merupakan karakter yang melekat pada diri seseorang yang bersifat unik. Contohnya dipaparkan sebagai berikut:      Meminta izin jika hendak meninggalkan pekerjaan Selesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan Panggil atasan dengan sebutan formal Jangan berbohong Dengarkan dan laksanakan nasihatnya Kepribadian Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. kepribadian ialah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. Dengan bimbingan atasan.Seluruh warga perusahaan dan perkantoran. perlu adanya kesadaran pada diri setiap karyawan untuk menciptakan dan membina hubungan interpersonal yang baik dengan atasan. Beberapa contoh sikap positif dikemukakan sebagai berikut:          Menghormati budaya kerja perusahaan Menghormati privacy orang lain Menghormati cara pandang orang lain Tangani dan atasi tugas menjadi tanggung jawab anda Menjalin hubungan harmonis senior dengan yunior Menjaga hubungan baik secara bermartabat antara pegawai laki-laki dan perempuan Memupuk persahabatan Menyapa teman dengan cara yang baik Tidak membeda-bedakan teman Memelihara Hubungan Interpersonal dengan Pimipinan Seorang pemimpin adalah pembimbing dan pelindung bagi semua karyawan. baik pemimpin maupun karyawan perlu mengembangkan sikap yang positif di tempat kerja. Oleh karena itu. sehingga tidak ada orang yang memiliki kepribadian sama persisi dengan orang lain. Jadi. maka karyawan dapat memperoleh berbagai kemajuan. Ciri-ciri kepribadian yang baik antara lain: 36 .

Menyesuaikan perilaku dengan adat-istiadat yang berlaku d. nilai. Pengendalian diri b. Mengikuti hukum evolusi g. Faktor keluarga Faktor keluarga merupakan unsur sangat penting yang membentuk kepribadian seseorang. Mendatangkan kebahagiaan e. sehingga juga disebut sebagai faktor keturunan. Menjalankan ajaran agama c. Disertai niat baik Faktor-faktor yang membentuk kepribadian a. mengenal adat-istiadat. Dengan demikian pola kepribadian akan diwarnai oleh keadaan. Faktor biologis Faktor biologis dibawa sejak lahir. karena dari keluarga inilah seseorang memperoleh sentuhan pengalaman pertama dan memperoleh pengalaman belajar pertama mengenai berbagai hal. etika. sedangkan introvert terkesan lebih tertutup b. Mengendalikan perilaku diri atas dasar intuisi f. Setiap lingkungan budaya itu senantiasa memberlakukan adanya nilai-nilai budaya yang diacu oleh warga masyarakat penghuninya. dan nilai-nilai tradisi di dalam keluarga maupun masyarakat d. Tipe keras hati dan perasa 37 . selalu berkeinginan untuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya Tipe-tipe kepribadian a. seperti interaksi dengan orang lain. Faktor lingkungan sosial Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup secara individu. kebiasaan yang berlaku di lingkungannya c.a. yang memberi potensi terbentuknya kepribadian tertentu b. Jika ekstrovert terkesan lebih supel dan terbuka. Tipe ekstrovert dan introvert Ekstrovert dan introvert merupakan dua tipe karakter kepribadian manusia. Faktor kultural (kebudayaan) Setiap manusia hidup dalam suatu lingkungan budaya tertentu.

karena selalu berorientasi pada prestasi Perasa adalah tipe kepribadian yang ramah. lebih suka berperilaku sesuai dengan perilaku orang lain. mengerjakan sesuatu dengan prosedur yang baku. berpendirian kuat. hangat. sanggup melaksanakan semua pekerjaan dengan baik dan penuh tanggung jawab.Keras hati adalh tipe kepribadian yang tegas. Tipe penurut dan kreatif Penurut adalah tipe kepribadian yang suka menerima saran dari orang lain. dan suka memikirkan kepentingan orang lain c. dan menghindar dari kegagalan 4) Romantis Orang dengan tipe ini termotivasi oleh keinginan menjalin interaksi dengan orang lai dengan melibatkan emosi 5) Pengamat Orang dengan tipe ini mempunyai keingintahuan yang tinggi terhadap berbagai peristiwa 6) Pencemas 38 . memperbaiki diri sendiri untuk menghindari kesalahan. meraih kesuksesan. ingin memperoleh hasil kerja yang terbaik 2) Penolong Orang dengan tipe kepribadian ini termotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai 3) Pengejar prestasi Orang dengan tipe kepribadian ini termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif. Renee Baron dan Elisabeth Wagele (2005) mengemukakan sembilan tipe kepribadian manusia berikut ini. menyenangi hal-hal baru. 1) Perfeksionis Orang dengan tipe kepribadian ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan banar. memegang prinsip. dan menghindari berperilaku berbeda dengan orang lain Kreatif adalah tipe kepribadian yang menyukai perubahan. sering mencoba hal-hal yang tidak umum Sementara itu. banyak ide.

dan tidak mudah putus asa 8) Pejuang Dia merasa puas menjadi orang yang dapat melakukan usaha keras untuk mencapai tujuan tertentu 9) Pendamai Tipe ini tidak menyukai konflik Kekuatan Pribadi Kekuatan pribadi adalah kemampuan atau potensi diri yang dimiliki oleh seseoranng. Minat Minat ialah ketertarikan. terkait dengan tata kerja mesin. diagram. dan pada saat tertentu menjelma sebagai kekuatan pada diri manusia. 5) Bakat mekanikal. kombinasi antara verbal dan numerikal 4) Bakat abstrak. dan sebagainya. kalimat (baik lisan maupun tulisan) 2) Bakat numerikal. Bakat Bakat adalah suatu karakteristik yang unik pada individu yang menggambarkan kemampuan dasar seseorang. kemauan. dan takut jangan-jangan melakukan sebuah kesalahan 7) Petualang Dia merasa bahagia apabila dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh kebanyakan orang. pola. Beberapa jenis bakat diuraikan sebagai berikut: 1) Bakat verbal. yang masih terpendam dalam dirinya. bakat untuk menguasai konsep yang berupa angka dan rumus-rumus matematika 3) Bakat skolastik. Sikap 39 . kecenderungan dan kegairahan yang tinggi untuk mempelajari dan mengerjakan sesuatu c. ucapan. kemampuan menguasai konsep yang berbentuk skema. berani menentang resiko.Tipe ini mudah merasa gelisah. a. ialah kemampuan menguasai konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata-kata. dan alat-alat yang berbasis mesin b.

Kreativitas Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memuculkan sesuatu yang baru. meliputi nilai-nilai: 1) Harga diri 2) Disiplin 3) Etos kerja 4) Bertanggung jawab 5) Keberanian dan semangat 6) Keterbukaan 7) Pengendalian diri 8) Berkepribadian mantap 9) Berpikir positif 10) Mengenali potensi diri c. meliputi nilai-nilai: 40 . Tidak mudah terpengaruh pada ajakan oranng lain c. Konsekuen dan konsisten d. meliputi nilai-nilai: 1) Kekhusyukan hubungan dengan Tuhan 2) Kepatuhan terhadap agama 3) Perbuatan baik dan ikhlas 4) Pembalasan atas perbuatan baik dan buruk 5) Rasa syukur 6) Penghargaan atas kekurangan dan kelebihan pada diri b.Sikap adalah derajat afeksi positif atau negatif seseorang terhadap objek tertentu d. atau untuk menemukan solusi dari suatu masalah Cara mengevaluasi dan memanfaatkan kekuatan pribadi a. Dimensi kemandirian. yaitu: a. Mempunyai prinsip dan idealisme yang kuat b. Keterbukaan terhadap hal-hal baru Cara membangkitkan kekuatan pribadi Ada tiga dimensi yang penting untuk dilatih dan dibangkitkan agar kekuatan pribadi menjadi lebih baik. Dimensi etika. Dimensi spiritual.

1) Cinta dan kasih sayang 2) Kebersamaan dan gotong royong 3) Kesetiakawanan 4) Tolong menolong 5) Tenggang rasa 6) Hormat menghormati 7) Tata krama dan sopan santun 8) Rasa malu 9) Kejujuran 10) Sopan dan ramah kepada siapa saja 11) Memberikan perhatian kepada orang lain/tidak mementingkan diri sendiri 12) Menjaga perasaan orang lain 13) Ingin membantu 14) Memiliki rasa toleransi 15) Dapat menguasai diri. mengendalikan emosi dalam suatu situasi 41 .

Suranto.DAFTAR PUSTAKA Aw. Yogyakarta : Graha Ilmu 42 . Komunikasi Interpersonal. 2011.

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->