Você está na página 1de 4

ANALISA YURIDIS Perkara CV.

Bintang Laut

TINJAUAN PASAL 263 AYAT 1 KUHP barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan suatu hak, suatu perjanjian kewajiban atau suatu pembebasan utang atau boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi suatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah - olah surat itu asli dan tidak dipalsukan maka kalau mempergunakanya dapat mendatangkan suatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun. Pasal 263 ayat 1 memiliki dua unsur yaitu objektif dan subjektif : 1.unsur objektif - adanya perbuatan yaitu: (a).membuat palsu (b).memalsukan - objeknya adalah adalah surat (a).yang menimbulkan suatu hak (b). yang menyebabkan suatu perikatan (c). yang menimbulkan pembebasan hutang (d). yang dipertunjukan sebagai bukti pada suatu hak. - dapat menimbulkan kerugian dari pemakaian tersebut. 2.unsur subjektif - dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai seolah - olah isinya benar dan tidak palsu. Bahwa berkaitan dengan perkara ini ada nama fiktif atas nama ADE ARIFTA NUGROHO dengan jaminan fiktif BPKB th 90 an, 80 an sebesar Rp. 700.000.000 ; (tujuh ratus juta rupiah) , setelah pencairan kredit CV. Bintang Laut Koh Aan kembali berhitung masih kurang dari kesepakatan dan Koh Aan sudah bayar bunga kredit macet H. Said yang dioper ke Koh Aan selama 4 bulan baru di keluarkan tambahan Rp. 1,15 M, ( bunga kredit macet perbulan Rp. 65.000.000 ( enam puluh lima juta rupiah) belum biaya sebesar Rp. 345. 000.000 (tiga ratus empat puluh lima juta rupiah ) di kasih tambahan Rp. 1.15 M dari yang dijanjikan sebesar Rp. 2 M bersih . setelah di survai formalitas karena tidak ada usahanya Cuma untuk formalitas kredit fiktif berikutnya cair lagi walaupun dengan nilai jaminan Rp. 250.000.000 ; ( dua ratus lima puluh juta rupiah ) di cairkan Rp. 500.000.000 ; ( lima ratus juta rupiah ) dan masih kurang lagi dari kesepatan Rp. 2 M karena baru mendapat Rp. 1,15 M Rp. 345.000.000 ; - Rp. 45.000.000 ; + Rp. 250.000.000 ; - Rp. 585.000.000 dan masih tetap kurang angka Rp. 2 M , berselang 20 (dua puluh ) hari sudah cair kredit fiktif yang terakhir atas nama SUCHERI ( supir Koh Aan) sebesar Rp. 450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah) setelah kredit fiktif dicaikan Pak Wisnu, Sasono, Wahudin, pindah ke luar jawa dan tidak ada kejelasan yang pasti dan sampai batas waktu yang di janjikan , bahwa di sini Pak Wisnu Wicaksono sebagai pemegang kuasa direksi mewakili Bank Mandiri dengan ini menjamin apabila di kemudian hari kredit atas nama Andreas Surya Wirawan dipermasalahkan maka akan mengajukan pengunduran diri Bahwa dalam pengurusan kredit ini menggunakan nama- nama fiktif sehingga pemalsuannya ada

Bahwa uang yang di gunakan di sini pada Bank Mandiri yang mana uang tersebut berasal dari rakyat Bahwa dari data yang ada disini dapat di permudah untuk mengajukan kredit fiktif tersebut ada kerjasama dengan pihak Bank sehingga dapat di cairkan sebagaimana mestinya dalam pengajuan kredit ada syarat- syarat yang harus di penuhi sesuai dengan prosedur, dengan mengakui bahwa sifat melawan hukum selalu menjadi unsur tersebut Bahwa Pak Wisnu tidak memenuhi kewajibanya apa yang telah di sepakati dengan Koh Aan, sehingga menimbulkan wanprestasi

Perbuatan melawan hukum lahir karena undang-undang sendiri menentukan hal ini sebagai mana dimaksud Pasal 1352 KUHPerdata Perbuatan melawan hukum lahir karena undang-undang, perbuatan timbul dari undang- undang sebagai undang-undang atau undang-undang sebagai akibat perbuatan orang Artinya : perbuatan melawan hukum semata-mata berasal dari undang undang, bukan karena perjanjian yang berdasarkan persetujuan dan perbuatan melawan hukum merupakan akibat perbuatan manusia yang ditentukan sendiri oleh undang-undang. Kriteria perbuatan melawan hukum yang merupakan akibat perbuatan manusia, yakni perbuatan manusia yang sesuai dengan hukum ( rechtmagitg lawfull) atau yang tidak sesuai dengan hukum ( onrechtmatig, unlawfull) dari 2 kriteria tersebut, kita akan mendapatkan apakah bentuk perbuatan melawan hukum tersebut berupa pelanggaran pidana ( factum delictum), kesalahan perdata ( law of tort) atau betindih sekaligus delik pidana dengan kesalahan perdata, dalam hal terdapat kedua kesalahan (delik pidana sekaligus kesalahan perdata) maka sekaligus pula dapat dituntut hukuman pidana dan pertanggung jawaban perdata (civil liability). Dalam pasal 1365 KUHPerdata tersebut memuat ketentuan sebagai berikut : 1. Setiap perbuatan melawan hukum yang oleh karenanya menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu mengganti kerugian

Dari pasal tersebut dapat kita lihat bahwa untuk mencapai suatu hasil yang baik dalam melakukan gugatan berdasarkan perbuatan melawan hukum maka harus dipenuhi syarat-syarat atau unsur-unsur sebagai berikut 1. Perbuatan yang melawan hukum, yaitu suatu perbuatan yang melanggar hak subyektif orang lain atau yang bertentangan dengan kewajiban hukum si pembuat sendiri yang telah diatur dalam undang-undang dengan perkataan lain melawan hukum ditafsirkan sebagai melawan undang-undang 2. Harus ada kesalahan , syarat kesalahan ini dapat diukur secara : Obyektif yaitu dengan dibuktikan bahwa dalam keadaan keadaan seperti itu manusia yang normal dapat menduga kemungkinan ini akan mencegah manusia yang baik untuk berbuat atau tidak. Subyektif yaitu dengan dibuktikan bahwa apakah si pembuat berdasarkan keahlian yang ia miliki dapat menduga akan akibat dari perbuatanya Selain itu orang yang melakukan perbuatan melawan hukum harus dapat dipertanggung jawabkan atas perbuatannya, karena orang yang tidak tahu apa yang ia lakukan tidak wajib membayar ganti rugi. Adanya hubungan causal antara perbuatan dan kerugian untuk memecahkan hubungan causal antara perbuatan melawan hukum dengan kerugian, terdapat dua teori yaitu : Condition sine qua non, dimana menurut teori ini orang yang melakukan perbuatan perbuatan melawan hukum selalu bertanggung jawab jika perbuatanya condition sine qua non menimbulkan kerugian ( yang dianggap sebagai sebab dari pada suatu perubahan adalah semua syarat- syarat yang harus ada untuk timbulnya akibat) Adequate Veroorzaking, di mana menurut teori ini si pembuat hanya bertanggung jawab untuk kerugian yang selayaknya dapat diharapkan sebagai akibat dari pada perbuatan melawan hukum Terdapat hubungan causal jika kerugian menurut aturan pengalaman secara layak merupakan akibat yang dapat diharapkan akan timbul dari perbuatan melawan hukum

Bukti bukti Surat Penawaran pemberian Kredit atas nama saudara Sdr Andreas Surya Wirawan No. BBF. Tgl/SPPK/073/2010, tanggal 20 April 2010 Perjanjian Pengalihan dan Penyerahan Hak (Cessie) atas Piutang No. RCO. SMG./TGL.067/Cessie/2010 Perjanjian Kredit Modal Kerja No. RCO. SMG. TGL/PK- KMK/025/2010 Surat Kuasa Menjual Agunan Persediaan tanggal 05 Mei 2010 Syarat- syarat umum perjanjian kredit PT. Bank Mandiri (persero) Tbk Surat Penawaran pemberian kredit (SPPK) a.n. CV. Bintang Laut No. BBF. TGL/SPPK/081/2011 tanggal 11 April 2011 Surat Kuasa menjual Agunan persediaan tanggal 20 April 2011 Perjanjian dan pengalihan dan penyerahan hak (Cessie) atas piutang tanggal 20 April 2011 Nomor : CRO.TGl/0081/Cessie/2011 Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor : CRO.TGL/0030/KMK/2011 tanggal 20 April 2011 Addendum I (Ke Satu), perjanjian kredit modal kerja Nomor : RCO. SMG. TGL/PK KMK/025/2010 Surat Perjanjian Kerjasama pihak pertama Ade Arifta Nugroho dengan pihak ke dua Andreas Surya Wirawan Perjanjian Kredit Investasi No. RCO. SMG. TGL/PK KI/001/2011 Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) a.n. Saudara Perjanjian Pengalihan dan Penyerahan Hak (Cessie) atas Piutang Nomor : CRO. TGL/0250/Cessie/2011 Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor : RCO. SMG.TGL/PK KMK/025/2010 Kuitansi telah terima dari Tn. Andreas , uang sebanyak 10.500.000 jt ( sepuluh juta lima ratus ribu rupiah) guna membayar Biaya proses balik nama, tegal 18 Januari 2011 ( Bonivasius Danang Buntoro, SH. ) Notaris & PPAT