Você está na página 1de 4

ANALISIS DATA KUANTITATIF

Tahap 1: Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kesungguhan responden dalam menjawab pertanyaan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penelitian. Keabsahan akan kesahihan suatu hasil penelitian sosial sangat ditentukan oleh alat ukur yang digunakan, apabila alat untuk yang dipakai tidak valid dan atau tidak dapat dipercaya maka hasil penelitian yang diperoleh tidak akan menggambarkan yang sesungguhnya. Mengatasi hal tersebut diperlukan dua macam pengujian yaitu uji validitas dan uji reliabilitas untuk menguji kesungguhan jawaban responden. Kedua pengujian tersebut yaitu: a. Uji validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah alat ukur yang telah disusun benarbenar mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas dimaksudkan sebagai ukuran seberapa seberapa cermat suatu uji melakukan fungsi ukurannya. Suatu alat ukur yang validitasnya tinggi akan memiliki variasi yang kecil, sehingga data yang terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel. Secara statistik, angka korelasi yang diperoleh harus sebanding dengan angka kritik tabel korelasi nilai r. bila rhit > rtab berarti data tersebut signifikan (valid) dan layak digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian sebaliknya bila rhit < rtab berarti data tersebut tidak signifikan. b. Uji reliabilitas. Penerapan uji reliabilitas atas keajegan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan ketepatan, keakuratan, kestabilan atas konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok individu, walaupun dilaksanakan pada waktu yang berbeda. Uji keajegan / uji reliabilitas dilakukan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sudah valid untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran atas konsistensi bila dilakukan pengukuran kembali terhadap gejala yang sama. Penghitungan reliabilitas digunakan 3 model sebagai berikut:

1. Tes Ulang: Tes ini dilakukan dengan cara menguji kuesioner/angket kepada kelompok tertentu, kemudian dilihat skornya. Beberapa waktu kemudian kuesioner yang sama diujukan pada kelompok yang sama. Kedua skor dikorelasikan, jika hasil korelasinya 0,8 maka instrument tersebut dinyatakan reliabel. 2. Tes Paralel: Tes ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner terhadap kelompok tertentu, kemudian kelompok tersebut juga dites dengan

menggunakan instrumen yang ekuivalen isi pertanyaannya. Kemudian nilai dari kedua tes tersebut dikorelasikan. Jika hasil korelasinya 0,8 maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel. 3. Tes Belah Dua: Tes ini dilakukan dengan cara membagi skor-skor secara random dalam bentuk genap dan ganjil dari semua jawaban responden. Kemudian kelompok genap dan ganjil dihitung dan hasilnya dikorelasikan dengan menggunakan korelasi Spearman Brown. Jika hasil korelasinya 0,8 maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel. Teknik belah dua dari Spearman Brown dengan rumus:

2 rb ri = 1 + rb keterangan: ri = reliabilitas internal seluruh instrumen rb = Korelasi Product Moment antara belahan pertama dan kedua. Dalam menganalisis data peneliti dapat menggunakan bantuan software SPSS untuk mempermudah pekerjaan karena secara manual cukup sulit.

Contoh misalnya Angket sudah disebarkan kepada 27 orang responden, kemudian direkapitulasi dari data 27 orang responden tersebut, dan hasilnya misalnya: Menjawab sangat setuju (5) Menjawab setuju (4) Menjawab ragu-ragu/netral (3) Menjawab tidak setuju (2) = 10 orang = 6 orang = 5 orang = 3 orang

Menjawab sangat tidak setuju (1) = 2 orang Kemudian menghitung skor dengan cara: Jumlah skor untuk 10 orang menjawab 5 = 10 x 5 = 50 Jumlah skor untuk 6 orang menjawab 4 = 6 x 4 = 24 Jumlah skor untuk 5 orang menjawab 3 = 5 x 3 = 15 Jumlah skor untuk 3 orang menjawab 2 = 3 x 2 = 6 Jumlah skor untuk 2 orang menjawab 1 = 2 x 1 = 2 Jumlah skor = 97 Untuk menghitung % yaitu frekwensi x 100 % : total jumlah responden. Contohnya sebagai berikut: 10 x 100 % = 37.03 % 27 Sedangkan untuk menghitung jumlah presentase skor adalah jumlah skor x 100 % : skor tertinggi yang mungkin didapat (5) x 27 orang responden, yaitu: 97 x 100% = 71.85 % 135 (Sumber: Riduan, 2002:14-15) Setelah pengolahan data di atas selesai dilakukan, maka teknik penganalisaan datanya sebagai berikut: Skor ideal = skor tertinggi x item pertanyaan x responden

Skor aktual = jumlah skor yang diperoleh melalui pengumpulan data Skor aktual x 100 % Skor ideal SR R S T ST

0 100 200 300 400 500 (Sumber: Sugiyono, 2001:76) Selanjutnya untuk menghitung besar-kecilnya hubungan antara dua variabel yang

diteliti digunakan analisis koefisien korelasi rank spearman (rs), dengan rumus sebagai berikut: 6D Rs=1- n(n-1)

Jika terdapat nilai rangking berangka sama atau kembar yang cukup banyak dalam variabel maka dipergunakan rumus sebagai berikut: x + y- di Rs= x. y Ket: rs : Koefisien korelasi rank spearman di2 : Selisih antara rank variabel X dan variabel Y yang dikuadratkan x : Jumlah rank variabel X y : Jumlah rank variabel Y