Você está na página 1de 8

Pengujian hipotesis Analisis regresi linier sederhana Analisis regresi sederhana digunakan untuk menguji hipotesis pertama, kedua

dan ketiga. Langkah-langkah : Membuat garis regresi linier sederhana Y= aX+K Dimana Y : Kriterium X : Prediktor a : bilangan koefisien predictor K : bilangan konstan Harga a dan K dapat dicari dari persamaan : XY=aX^2+KX Y=aX+NK Menguji signifikansi regresi linier sederhana untuk menguji signifikansi digunakan uji t statistic. Uji t dilakukan untuk menguji sifnifikansi konstanta dan setiap variable independen apakah berpengaruh terhadap variable independen. Rumus yang digunakan: T = bi/Sbi keterangan : ti : t hitung bi : koefisien regresi Sbi : standar error regresi Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandinbgkan t hitung dengan t table jiaka t hitung sama atau lebih dari pada t table pada taraf signifikansi 5% berarti terdapat pengaruh yang signifikan,. Sebaliknya jika t hitung lebih kecil dari t table dengan taraf signifikansi 5% maka tidak signifikan. Analisis regresi ganda 3 prediktor Analisis regresi ganda 3 prediktor ini digunakan untuk menguji hipotesis ke 4. Langkah-langkah yang ditempuh dalam regresi ganda dengan 3 prediktor adalah ; Mencari persamaan regresi dengan 3 prediktor Y = a+b_1 X_1+b_2 X_2+b_3 X_3 Mencari koefisien korelasi ganda antara X_1, X_2dan X_3dengan kriterium Y digunakan teknik analisis korelasi ganda dengan 3 prediktor. R_(y (1,2,3))=((b_1 X_1 Y+b_2 X_2 Y+b_3 X_3 Y)/(Y^2 )) Menguji keberartian regresi ganda dengan uji F Rumusnya sbb: F_(reg= ) (R^2 (N-m-1))/(m (1-R^(2)) ) Keterangan : Freg : harga F untuk garis regresi N : cacah kasus M : cacah predictor R : Koefisien korelasi antara kriterium dengan predictor Apabila F regresi lebih kecildaripada F table dengan taraf signifikansi 5% maka tidak signifikan sebaliknya apabila F regresi lebih besar atau sama dengan F table pada

taraf signifikansi 5 % berarti ada hubungan yang signifikan antara variable bebas dengan variable terikat. Mengetahui sumbangan setiap predictor terhadap kriterium menggunkan rumus: Sumbangan relative digunakan untuk mengetahhui seberapa besar sumbangan masing-masing predictor dalam perbandingan terhadap nilai kriterium. Rumus ynag digunakan: SR% = JK_reg/JK_tot x 100% Keterangan : SR = sumbangan relative pediktor JK reg = jumlah kuadrat regresi JK tot = jumlah kuadrat total Sumbangan Efektif ( SE%) Sumbangan efektif digunkana untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing predictor dalam menunjang efektifitas garis regresi untuk keperluan pengadaan predictor. Rumus yang digunakan : SE% = SR% x R^2 Keterangan: SE% = sumbangan efektif dari suatu predictor SR% = sumbangan relative R^2 = koefisien determinasi ANALISIS DATA Hasil Uji Prasyarat Analisis Sebelum dilakukan analisis data terlebih dahulu dilalukan uji persyaratan analisis yang terdiri dari uji linieritas dan uji multikolinieritas. Uji linieritas Uji linieritas hubungan dapat diketahui dengan menggunakan uji F, yang dimaksudkan dengan uji F dalam analisis ini adalah harga koefisien F pada baris deviation from linierity yang trcantum dalam ANOVA tabel dari output yang dihasilkan oleh SPSS versi 12.00. selanjutnya nilai F dibandingkan dengan F tabel. Kriteria yang digunakan yaitu baris regresi dikatakan linier jika F hitung lebih kecil dari F tabel. Nilai F tabel untuk N=65 adalah sebesar 2.70. selain itu untuk menguji linier dapat diketahui juga dari nilai signifikan F hitung. Hubungan antara variabel bebas dan terikat dikatakan linier apabila nilai signifikan F hitung lebih dari 0.05. hasil uji linier adalah sebagai berikut : Ringkasan hasil ujji linierits Variabel F hitung signifikansi X1-Y 0,233 0,631 X2-Y 0,044 0,835 X3-Y 0,010 0,921 Sumber : Data Primer yang diolah Berdasarkan tabel diatas, nilai F hitung antara variabel X1, X2, X3 dengan variabel dependen lebih kecil dari F tabel sebesar 2,70 dan nilai signifikansi hubungan antara variabel X1, X2, X3 dengan variabel dependen lebih dari 0,50 sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan ketiga independen dengan variabel dependen linear. Uji Multikolinieritas Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas antar variabel bebas. Analisis regresi dapat dilakukan jika tidak terjadi multikolinieritas. Hasil uji sebagai berikut : Ringkasan Hasil Uji Multikolonieritas

Variabel R X_1-X_2 0,654 X_1-X_3 0,423 X_2-X_3 0,207 Sumber : Data Primer yang diolah Berdasarkan tabel di atas hasil uji multikolinieritas antarvariabel menunjukkan bahwa interkorelasi antarvariabel yang terkecil 0,207 dan yang terbesar 0,654.seluruh interkorelasi antarvariabel bebas tidak ada yang melebihi 0,800. Dengan demikian tidak terjadi multikolinieritas, selanjutnya analisis regresi dapat dilakukan. Hasil Uji Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang dirumuskan. Oleh sebab itu, jawaban sementara ini harus di uji kebenarannya secara empirik. Penguji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana dengan melihat nilai t hitung pada output yang dihasilkan oleh program SPSS versi 12.0. kriteria yang digunakan adalah jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas dan terikat, uji t digunakan untuk menguji hipotesis pertama, kedua dan ketiga. Sebelum mengadakan uji t, terlebih dahulu menghitung kooefisien korelasi karena pada dasarnya dalam melakukan uji regresi perlu di cek tingkat korelasinya. Sedangkan untuk menguji hipotesis keempat digunakan teknik analisis regresi ganda dengan tiga variabel bebas. Penjelasan tentang hasil pengujian hipotesis sbb: Ringkasan Hasil Analisis Uji t T hitung T tabel signifikansi X1-Y 6,928 1,671 0,000 X2-Y 8,156 1,671 0,000 X3-Y 8,161 1,671 0,000 Hipotesis 1 Hipotesisi pertama menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antaara persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap prestasi belajar akuntansi kelas XI IPS di SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008. Setelah dilakukan perhitungan dengan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS Versi 12.0 For Windows diperoleh hasil analisis yang menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) sebesar 0,292 dan koefisien determinan sebesar 0,085, hal ini berarti memang terjadi korelasi Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar dengan Prestasi Belajar Skuntansi, sehingga dapat dikatakan ada pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntansi. Untuk mengetahui signifikansi regresi linier sederhana menggunakan uji t. Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntansi. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga t hitung sebesar 6,928 dengan signifikansi t hitung sebesar 0,000. Harga t tabel pada taraf signifikansi 5 % dan N= 65 sebesar 1,671. Hasil ini menunjukkan bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel (6,928>1,671) dan signifikansi t hitung lebih kecil dari 0,05 (0,000<0.05). Jadi, dapat disimpulkan Terhadap pengaruh yang positif dan signifikansi antara Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntasi siswa kelas XI SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008. Hipotesis 2 Hipotesis kedua menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara Penggunaan Media Pembelajaran terhadap prestasi B belajar akuntansi kelas XI IPS di SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008. Setelah

dilakukan perhitungan dengan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS Versi 12.0 For Windows diperoleh hasil analisis yang menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) sebesar 0,221 dan koefisien determinan sebesar 0,049, hal ini berarti memang terjadi korelasi Penggunaan Media Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Akuntansi, sehingga dapat dikatakan ada pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Akuntansi. Untuk mengetahui signifikansi regresi linier sederhana menggunakan uji t. Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Akuntansi. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga t hitung sebesar 8,156 dengan signifikansi t hitung sebesar 0,000. Harga t tabel pada taraf signifikansi 5 % dan N= 65 sebesar 1,671. Hasil ini menunjukkan bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel (8,156>1,671) dan signifikansi t hitung lebih kecil dari 0,05 (0,000<0.05). Jadi, dapat disimpulkan Terhadap pengaruh yang positif dan signifikansi antara Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Akuntasi siswa kelas XI SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008. Hipotesis 3 Hipotesis ketiga menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara Partisipasi Siswa di kelas terhadap prestasi Belajar akuntansi kelas XI IPS di SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008. Setelah dilakukan perhitungan dengan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS Versi 12.0 For Windows diperoleh hasil analisis yang menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) sebesar 0,213 dan koefisien determinan sebesar 0,045, hal ini berarti memang terjadi korelasi Partisipasi Siswa di Kelas dengan Prestasi Belajar Akuntansi, sehingga dapat dikatakan ada pengaruh Partisipasi Siswa di Kelas terhadap Prestasi Belajar Akuntansi. Untuk mengetahui signifikansi regresi linier sederhana menggunakan uji t. Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh Partisipasi Siswa di Kelas dengan Prestasi Belajar Akuntansi. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga t hitung sebesar 8,161 dengan signifikansi t hitung sebesar 0,000. Harga t tabel pada taraf signifikansi 5 % dan N= 65 sebesar 1,671. Hasil ini menunjukkan bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel (8,161>1,671) dan signifikansi t hitung lebih kecil dari 0,05 (0,000<0.05). Jadi, dapat disimpulkan Terhadap pengaruh yang positif dan signifikansi antara Partisipasi Siswa di Kelas terhadap Prestasi Belajar Akuntasi siswa kelas XI SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008. Hipotesis 4 Hipotesis keempat menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran dan Partisipasi Siswa di kelas secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar akuntansi kelas XI IPS di SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008. Utnuk menguji hipotesis tersebut dilakukan dengan analisis regresi ganda dengan bantuan program SPSS versi 12.0. Ringkasan hasil analisis regresi ganda dapat dilihat pada tabel berikut : Hasil analisis Regresi Ganda untuk Uji F Model Sum of Squares df Mean Square F Sig Regression Residual Total 3067,53 9 531,446 3598,98 5 3 61 64 1022,513 8,712 117,356 ,000(a) Predictor : (constant), Partisipasi Siswa di Kelas, Penggunaan Media Pembelajaran, Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru Dependent Variable : Prestasi Belajar Akuntansi Hasil Analisis Koefisien Determinan model R R Square Adjusted R sQUARE Std. Error of the Estimate 1 ,923(a) ,852 ,845 2,95165 Predictor : (constant), Partisipasi Siswa di Kelas, Penggunaan Media Pembelajaran, Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru Persamaan Garis Regresi Berdasarkan tabel di atas, maka model persamaan garis regresi adalah : Y=0,326+0,192X1+0,640X2+0,290X3 Model regresi ini memberikan pengertian bahwa jika Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran , dan Partisipasi Siswa di Kelas tetap maka Prestasi Belajar Akuntansi sebesar 0,326. Nilai koefisien 0,192X1

memberikan pengertian apabila ada peningkatan Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru sebesar 1 poin dengan asumsi Penggunaan Media Pembelajaran dan Partisipasi Siswa si Kelas tetap, maka akan ada peningkatan Prestasi Belajar Akuntansi sebesar 0,192 poin. Nilai koefisien 0,640X2, artinya jika ada peningkatan Penggunaan Media Pembelajaran sebesar 1 poin dengan asumsi Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru dan Partisipasi Siswa di Kelas tetap, maka akan ada peningkatan Prestasi Belajar Akuntansi sebesar 0,640 poin. Nilai koefisien 0,290X3 berarti jika ada peningkatan Partisipasi Siswa di Kelas sebesar 1 poin dengan asumsi Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru dan Penggunaan Media Pembelajaran tetap, maka akan ada peningkatan Prestasi Belajar Akuntansi sebesar 0,290 poin. Keberartian Koefisien Regresi Ganda Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,923, hal ini berarti memang ada pengaruh antara Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran, Partisipasi Siswa di kelas terhadap Prestasi Belajar akuntansi. Untuk mengetahui signifikansi regresi ganda mrnggunakn uji F. Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikani pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru (X1), Penggunaan Media Pembelajaran(X2) dan Partisipasi Siswa di kelas(X3) secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar akuntansi(Y). Kriteria yang digunakan adalah jika harga F hitung lebih besar dari harga F tabel pada taraf signifikansi 5% dan nilai probabilitas F hitung lebih kecil dari 0,05 berarti prediktor berpengaruh signifikan terhadap kriterium. Koefisien Determinan (R2) Berdasarkan hasil analisis regresi ganda diketahui bahwa ilai koefisien Determinan (R2) sebesar 0,852, hal ini menunjukkan bahwa sebesar 85,2%ngkan oleh 3 Prestasi Belajar Akuntansi diter Kesimpulan Hasil penelitian dengan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi siswa tentang Metode mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntasi siswa kelas XI IPS SMA N 19r Pengasih Tahun Ajaran 2007/2008, hal ini dibuktikan dengan koefisiensi korelasi (r) sebesar 0,292, koefisien detrminan sebesar0,085 dan harga t hitung lebih besar dari t tabel (6,928>1,671). Terdapat pengaruh positif dan signifikan Pengunaan Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Akuntansi siswa kelas XI IPS SMA N1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008, hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi (r) sebesar 0,213, koefisien determinan sebesar 0,045 dan harga t hitung lebih besar dari t tabel (8,161>1,671). Hasil penelitian dengan analisis regresi ganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran dan Partisipasi Siswa di Kelas XI IPS SMA N 1 Pengasih tahun ajaran 2007/2008, hal tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,923, koeisien Determinan (R2) sebesar 0,852 dan harga F hitung lebih besar daripada F tabel (117,365>2,70) serta nilai sumbangan Efektif sebesar 85,2%. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Diposkan oleh TIGADUA di 00:43

2.6. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dapat didasarkan dengan menggunakan dua hal, yaitu: tingkat signifikansi atau probabilitas () dan tingkat kepercayaan atau confidence interval . Didasarkan tingkat signifikansi pada umumnya orang menggunakan 0,05. Kisaran tingkat signifikansi mulai dari 0,01 sampai dengan 0,1. Yang dimaksud dengan tingkat signifikansi adalah probabilitas melakukan kesalahan tipe I, yaitu kesalahan menolak hipotesis ketika hipotesis tersebut benar. Tingkat kepercayaan pada umumnya ialah sebesar 95%, yang dimaksud dengan tingkat kepercayaan ialah tingkat dimana sebesar 95% nilai sample akan mewakili nilai populasi dimana sample berasal. Dalam melakukan uji hipotesis terdapat dua hipotesis, yaitu: H0 (hipotessis nol) dan H1 (hipotesis alternatif) Contoh uji hipotesis misalnya ratarata produktivitas pegawai sama dengan 10 ( x= 10), maka bunyi hipotesisnya ialah: H0: Rata-rata produktivitas pegawai sama dengan 10 H1: Rata-rata produktivitas pegawai tidak sama dengan 10

Hipotesis Statistiknya: H0: x= 10 H1: x > 10 Untuk uji satu sisi (one tailed) atau H1: x < 10 H1: x 10 Untuk uji dua sisi (two tailed) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam uji hipotesis ialah; Untuk pengujian hipotesis kita menggunakan data sample. Dalam pengujian akan menghasilkan dua kemungkinan, yaitu pengujian signifikan secara statistik jika kita menolak H0 dan pengujian tidak signifikan secara statistik jika kita menerima H0. Jika kita menggunakan nilai t, maka jika nilai t yang semakin besar atau menjauhi 0, kita akan cenderung menolak H0; sebaliknya jika nila t semakin kecil atau mendekati 0 kita akan cenderung menerima H0. Menggunakan kurva untuk menguji hipotesis dapat digambarkan sebagai berikut: a) Untuk uji dua sisi b) Untuk uji sebelah kanan c) Untuk uji sebelah kiri

Contoh soal pengujian Hipotesis satu rata-rata dengan sampel besar ( n>30) Soal : Pemda kota B ingin mengetahui apakah rata-rata pendapatan art shop di bulan Juni dapat mencapai Rp. 5.000.000,- per hari. Diketahui dari data tahun lalu, simpangan baku Rp. 500.000,-. Dari 100 art shop yang di survey, didapatkan rata-rata penjualan pada bulan Juni adalah Rp. 4.000.000,-. Dapatkah dikatakan bahwa rata-rata pendapatan art shop di bulan Juni mencapai Rp. 5.000.000,-? Ujilah dengan = 5%! Jawaban : X = 4.000.000,- = 5% , n =100, = 5.000.000, = 500.000 Pengujian satu arah ( sisi kiri ), dengan Rumusan Hipotesa : Ho : = o H1 : < o Nilai Z 0,05 = 1,64 Zo = (x)/(/n )= ( 4.000.000 - 5.000.000)/(500.000/10) = - 20 Nilai Zo = -20 < -Z 0,05 = -1,64

Maka Tolak Ho atau terima H1. Kesimpulan : Pendapatan art shop di bulan juni tidak sampai Rp. 5.000.000,-