Você está na página 1de 8

LAPORAN HASIL PRAKTEK

NAMA PRAKTEK UNIT PRAKTEK DOSEN

: Praktek Perencanaan Sistem Elektronika : Triangle Wave Generator : Drs. Samiyono, M.T

Disusun oleh : NAMA : 1. Muhammad Zudhi Fanani 2. Ari Winahyu ( 5301409046 ) ( 5301409002 )

LABORATORIUM PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

A. JUDUL Triangle Wave Generator

B. LANDASAN TEORI IC timer 555 adalah sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai pembangkit timer, pulsa dan aplikasi osilator. Desain IC diusulkan pada tahun 1970 oleh Hans R. Camenzind dan Jim Ball. Signetics (kemudian diakuisisi oleh Philips) merilis ic 555 pertama kali di tahun 1971. Komponen ini masih digunakan secara luas, berkat kemudahan dalam penggunaan, harga rendah dan stabilitas yang baik. Rangkaian paling umum dari 555 adalah sebagai pembangkit clock/frekuensi atau jika outputnya dihubungkan ke LED akan menghasilkan LED yg berkedip / Flash seperti pada rangkaian sederhana berikut :

Rumus untuk menentukan frekuensi output dari rangkaian diatas adalah :

Fungsi dari IC555 bisa bermacam-macam, karena dapat menghasilkan sinyal pendetak/sinyal kotak. Tergantung kreativitas saja untuk merangkainya, beberapa diantaranya adalah sebagai clock untuk jam digital, hiasan menggunakan lampu LED, menyalakan 7-segment dengan rangkaian astable, metronome dalam industry music, timer counter, atau dengan lebih dalam mengutak-atik lagi dapat memberikan PWM (pulse width modulation) yang mengatur frekuensi sinyal logika high untuk mengatur duty cycle yang diinginkan.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai IC 555, ada baiknya kita mengetahui juga fungsi-fungsi pin/kaki IC 555 seperti yang ditunjukkan pada susunan pin dan blok diagram IC 555 berikut :

Definisi dan fungsi masing-masing pin : 1. Ground, adalah pin input dari sumber tegangan DC paling negative 2. Trigger, input negative dari lower komparator (komparator B) yang menjaga osilasi tegangan terendah kapasitor di 1/3 Vcc dan mengatur RS flip-flop 3. Output, pin ini disambungkan ke beban yang akan diberi pulsa dari keluaran IC ini. IC555 bisa mengeluarkan arus 100ma pada outputnya bahkan 200ma pada LM555 4. Reset, adalah pin yang berfungsi untuk me reset latch didalam IC yang akan berpengaruh untuk me-reset kerja IC. Pin ini tersambung ke suatu gate transistor bertipe PNP, jadi transistor akan aktif jika diberi logika low. Biasanya pin ini langsung dihubungkan ke Vcc agar tidak terjadi reset latch, yang akan langsung berpengaruh mengulang kerja IC555 dari keadaan low state 5. Control voltage, pin ini berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan referensi input negative upper comparator (komparator A). Pin ini bisa dibiarkan digantung, tetapi untuk menjamin kestabilan referensi komparator A, biasanya dihubungkan dengan kapasitor berorde sekitar 10nf ke pin ground 6. Threshold, pin ini terhubung ke input positif upper comparator (komparator A) yang akan me-reset RS flip-flop ketika tegangan pada kapasitor mulai melebihi 2/3 Vcc

7. Discharge, pin ini terhubung ke open collector transistor Q1 yang emitternya terhubung ke ground. Switching transistor ini berfungsi untuk meng-clamp node yang sesuai ke ground pada timing tertentu 8. Vcc, pin ini untuk menerima supply DC voltage (most positive) yang diberikan. Biasanya akan bekerja optimal jika diberi 5 15V(maksimum). Supply arusnya dapat dilihat di datasheet, yaitu sekitar 10 -15ma.

Dalam aplikasi rangkaiannya, IC timer 555 mempunyai 3 mode operasi dasar, yaitu : 1. Monostable Rangkaian ini hanya memerlukan sedikit rangkaian tambahan untuk dapat mengoperasikannya, yaitu sebuah resistor (RA) dan sebuah kapasitor (C1) serta kapasitor (C2) untuk menyetabilkan tegangan referensi pada upper comparator (komparator-A). IC ini memanfaatkan rangkaian tambahan tersebut untuk men-charge dan men-discharge kapasitor C1 melalui resistor RA. fungsi rangkaian ini adalah untuk menghasilkan pulsa tunggal pada pin-3 dengan waktu tertentu jika pin-2 diberi trigger /dipicu. Pada keadaan awal, output ICnya berlogika 0. 2. Astable Rangkaian Astable agak berbeda dari rangkaian monostable. Rangkaian astable akan menghasilkan sinyal kotak yang terus berdetak dengan duty cycle tertentu selama catu tegangan tidak dilepaskan. Prinsip kerjanya, jika pada rangkaian monostable dipicu dengan tegangan berlogika high ke low (kurang dari 1/3 Vcc) pada pin-2, rangkaian astable ini dibuat untuk memicu dirinya sendiri. 3. Bistable Output rangkaian bistable mempunyai 2 kondisi output yang dipengaruhi oleh input pada pin trigger dan reset. Atau dapat dikatakan, output rangkaian bistable serupa dengan output rangkaian astable yang dioperasikan secara manual tanpa menggunakan komponen RC sebagai pengatur pewaktuan (timing).

C. TUJUAN Tujuan dari praktek ini adalah sebagai berikut : 1. Menyelesaikan tugas mata kuliah Praktek Perencanaan Sistem Elektronika 2. Mahasiswa dapat membuat alat sederhana sebagai aplikasi dari makul Praktek Perencanaan Sistem Elektronika, dalam hal ini kelompok kami membuat triangle Wave Generator 3. Memahami sistem pembangkit sinyal, khususnya sinyal triangle 4. Memahami prinsip kerja/proses kerja alat yang dibuat D. GAMBAR RANGKAIAN

PCB Layout

Skematik Rangkaian

E. BAHAN DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN Alat-alat yang digunakan untuk mendukung praktek ini adalah sebagai berikut : 1. PCB 2. Bor 3. Gergaji 4. Tenol 5. Setrika 6. Solder 7. Atraktor Bahan yang digunakan untuk mendukung praktek ini adalah sebagai berikut : Power supply 9 volt IC555 R1 = 1 k R2 = 10 k C1 = 25 N C2 = 104 N Osiloscop CRO

F. LANGKAH KERJA 1. Langkah Persiapan a. Pada langkah persiapan disini kami mempersiapkan semua alat dan bahan yang kami butuhkan dalam membuat Triangle Wave Generator b. Membeli bahan yang dibutuhkan c. Mempersiapkan rencana rangkaian yang akan dibuat dengan menggambar menggunakan express PCB.

2. Langkah pembuatan a. Mencetakkan rencana jalur rangkaian pada sebuah plastic mika b. Menempelkan plastic mika yang telah bergambar rangkaian pada pcb yang akan kita gunakan kemudian dengan menggunakan perantara kertas kita panasi

dengan menggunakan setrika bagian atas dari plastic mika supaya gambar yang ada pada plastic mika menempel pada pcb c. Melarutkan pcb pada larutan feriklorit supaya terbentuk jalur jalur yang telah direncanakan d. Mengebur lubang lubang tempat terpasangnya komponen komponen yang digunakan e. Memasang komponen komponen yang digunakan sesuai dengan tempat yang benar f. Memperkuat tempelan komponen dengan menggunakan tenol yang telah dipanaskan dengan solder. g. Memotong kaki kaki komponen yang terlalu panjang untuk menghasilkan susunan yang rapi

3. Langkah percobaan a. Sambungkan input sumber rangkaian dengan arus AC b. Sambungkan output dengan osiloscop c. Atur besar frekuensi degan potensio d. Amati bentuk frekuensi yang terjadi e. Catat dan tarik kesimpulan

G. DATA HASIL PRAKTEK

H. ANALISA DATA HASIL PRAKTEK Prinsip kerja rangkaian Triangular Wave Generator atau Pembangkit Gelombang Segitiga pada saat pertama kali adalah ketika tegangan yang dari power supply menuju R1 dan C1, dan R1 melewati pin 3 dan R2. Tegangan tersebut terbagi menjadi dua arah. Salah satunya langsung menuju output yang menghasilkan sinyal pulse 8 Vpp 100 Hz. Sementara tegangan yangb satu mengisi C2 dan melalui R2 dan tegangan di C2

meningkat selama output tetap tinggi. Ketika output IC pergi rendah lagi, C2 mulai discharge melalui R2 mengurangi C2 tegangan selama output tetap rendah. Bentuk gelombang yang dihasilkan di seluruh C2 mengambil bentuk segitiga. Linieritas gelombang terbaik diperoleh bila R2 dan C2 dibuat seluas mungkin. Dengan komponen nilai-nilai yang ditunjukkan, output puncak ke puncak adalah 0,5 V pada frekuensi sekitar 200 Hz.

I.

KESIMPULAN Gelombang frekuensi yang dihasilkan akan membentuk seperti bentuk gergaji. Gelombang tersebut dipengaruhi oleh nilai resistansi R1 dan R2 sangat penting untuk pengoperasian astable multivibrator. Jika R2 lebih dari setengah harga R1, rangkaian tidak akan berosilasi. Harga ini menghalangi sinyal triger turun dari harga dua pertiga VCC ke sepertigaVCC. Ini berarti IC tidak mampu untuk memicu kembali secara mandiri atau tidak siap untuk operasi berikutnya. Dalam menentukan besar kecil dengan memutar tuas potensio dan membentuk gelombang segitiga sinus dengan Ic 555.