P. 1
Bilangan Kompleks

Bilangan Kompleks

|Views: 68|Likes:
Publicado porAnton Firmansyah

More info:

Published by: Anton Firmansyah on Jul 06, 2012
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPSX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

BILANGAN KOMPLEKS

Definisi
Dalam buku Erwin Kreyszig kita baca definisi bilangan bilangan kompleks
sebagai berikut
Bilangan kompleks z ialah suatu pasangan terurut (x,y)
dari bilangan nyata x, y, yang kita tuliskan
) , ( y x z =
y z x z = = Im Re
Kita akan mencoba memahami definisi ini secara grafis,
mulai dari pengertian tentang bilangan nyata.
kita tuliskan
bagian nyata (real part)
dari z
bagian khayal (imaginary part)
dari z
Bilangan Nyata
Kita mengenal bilangan nyata bulat seperti 1, 2, 3 dan seterusnya;
bilangan nyata pecahan ¼, ½, ¾ dan seterusnya, serta bilangan nyata
yang hanya dapat di angankan seperti t. Walaupun hanya dapat
diangankan, bilangan ini tetap nyata, nilainya adalah 3,14……., dengan
angka desimal yang tak diketahui ujungnya.
Secara grafis, bilangan nyata dapat digambarkan posisinya di suatu
sumbu yang disebut sumbu nyata,
| | | | | | | |
-2 -1 0 1 2 3 4 5
m
Tinjaulahsuatu fungsi
x y =
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
y
x
tidak ada nilai y yang nyata untuk x negatif
namun untuk x yang negatif dapat didefinisikan suatu
bilangan imajiner (khayal)
j = ÷1
dst. 10 100
9 81
3 9 1 9
2 4 1 4 1 4
j
j
j
j
= ÷
= ÷
= × ÷ = ÷
= × ÷ = × ÷ = ÷
Kita dapat memandang j sebagai sebuah operator; artinya jika j
beroperasi pada bilangan nyata 5 misalnya, kita mendapatkan bilangan
imajiner j5 dan jika beroperasi pada bilangan nyata b kita mendapatkan
bilangan imajiner jb
Sumbu tegak tegak lurus pada sumbu-nyata untuk memosisikan
bilangan imajiner; sumbu ini disebut sumbu imajiner
bidang sekarang dibatasi oleh sumbu nyata (diberi tanda Re) dan
sumbu imajiner (diberi tanda Im); dan disebut bidang kompleks
setiap titik di bidang kompleks menunjukkan posisi bilangan-kompleks
(x,,y)
dengan x adalah komponen nyata dan y adalah komponen imajiner-nya
Pernyataan Bilangan Kompleks
satu bilangan kompleks z merupakan jumlah dari komponen nyata
dan komponen imajiner dan dituliskan
jb a z + =
bagian nyata
bagian imajiner
bilangan kompleks
µ

a
Re
Im


jb

u
cosu µ = a
u µ = sin b
) sin (cos u + u µ = j z
disebut argumen
disebut modulus
|
.
|

\
|
= u =
÷
a
b
z
1
tan arg
2 2
modulus b a z + = µ =
) sin (cos
2 2
u + u + = j b a z
-
jb a z + =
CONTOH
Suatu bilangan kompleks dinyatakan sebagai
4 3
1
j z + =
Sudut dengan sumbu nyata adalah
o 1
1
1 , 53 ) 3 / 4 ( tan ~ = u
÷
Pernyataan z
1
dapat kita tuliskan
( )
( )
o o
o o 2 2
1
1 , 53 sin 1 , 53 cos 5
1 , 53 sin 1 , 53 cos 4 3
j
j z
+ =
+ + =
CONTOH
Suatu bilangan kompleks dinyatakan sebagai
( )
o o
2
20 sin 20 cos 10 j z + =
Pernyataan ini dapat kita tuliskan
( )
) 4 , 3 4 , 9 ) 34 , 0 94 , 0 ( 10
20 sin 20 cos 10
o o
2
j j
j z
+ = + ~
+ =
Kesamaan Bilangan Kompleks
2 2
b a + = µ
merupakan nilai mutlak
Modulus
Dua atau lebih bilangan kompleks bisa saja memiliki nilai µ yang
sama akan tetapi dengan sudut u yang berbeda; atau sebaliknya
mempunyai nilai u sama akan tetapi memiliki µ yang berbeda.
Dua bilangan kompleks dikatakan sama besar jika mereka
mempunyai baik µ maupun u yang sama besar.
Dengan kata lain, mereka memiliki bagian nyata dan bagian
imajiner yang sama besar..
Negatif dari Bilangan Kompleks
Nilai negatif dari suatu bilangan kompleks adalah
nilai negative dari kedua komponennya
jb a z + = jb a z ÷ ÷ = ÷
Jika maka
jb a z + = -
Re
Im


a

jb
jb a z ÷ ÷ = ÷
u
o
180 + u
µ
µ
-
CONTOH
o 1
1
3 , 56 ) 4 / 6 ( tan = = u
÷
o o o
2
3 , 236 180 3 , 56 = + = u
Sudut dengan sumbu nyata
z
1
dapat dinyatakan sebagai
( )
( )
o o
o o 2 2
1
3 , 56 sin 3 , 56 cos 2 , 7
3 , 56 sin 3 , 56 cos 6 4
j
j z
+ =
+ + =
( )
( ) 6 96 , 3 83 , 0 55 , 0 2 , 7
) 180 3 , 56 sin( ) 180 3 , 56 cos( 2 , 7
o o o o
1
j j
j z
÷ ÷ = ÷ ÷ =
+ + + = ÷
6 4
1
j z + = Jika
6 4
1 2
j z z ÷ ÷ = ÷ = maka
Konjugat Bilangan Kompleks
Konjugat dari suatu bilangan kompleks z adalah bilangan kompleks z
*

yang memiliki komponen nyata sama dengan z tetapi komponen
imajinernya adalah negatif dari komponen imajiner z.
jb a z jb a z ÷ = + =
-
maka Jika
jb a z + = -
Re
Im

µ
u
u ÷
jb
jb ÷
a
jb a z ÷ = -
-

CONTOH:
6 5 j z + =
Jika 6 5 j z ÷ =
-
maka
Sudut dengan sumbu nyata
o 1
2 , 50 ) 5 / 6 ( tan = = u
÷
o
2 , 50 ÷ = u
-
z dapat dinyatakan sebagai
( )
( )
o o
o o 2 2
2 , 50 sin 2 , 50 cos 8 , 7
2 , 50 sin 2 , 50 cos 6 5
j
j z
+ =
+ + =
( )
o o
2 , 50 sin 2 , 50 cos 8 , 7 j z ÷ =
-
6 5 * j z ÷ = -
Re
Im

6 5 j z + = -
CONTOH:
6 5 j z ÷ ÷ = Jika 6 5 j z + ÷ =
-
maka
- ÷ ÷ = 6 5 j z
Re
Im

- + ÷ =
-
6 5 j z
6 5 j z ÷ = Jika
6 5 j z + =
-
maka
6 5 j z ÷ = -
Re
Im

6 5 j z + = -
-
Operasi-Operasi Aljabar
Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Kompleks
Hasil penjumlahan dua bilangan kompleks merupakan bilangan
kompleks yang komponen nyatanya merupakan jumlah komponen nyata
dan komponen imajinernya juga merupakan jumlah komponen imajiner.
Hasil selisih dua bilangan kompleks adalah bilangan kompleks yang
komponen nyatanya merupakan selisih komponen nyata dan
komponen imajinernya juga merupakan selisih komponen imajiner.
) ( ) (
) ( ) (
2 1 2 1
2 2 1 1 2 1
b b j a a
jb a jb a z z
+ + + =
+ + + = +
) ( ) (
) ( ) (
2 1 2 1
2 2 1 1 2 1
b b j a a
jb a jb a z z
÷ + ÷ =
+ ÷ + = ÷
CONTOH:
4 3 dan 3 2
2 1
j s j s + = + =
7 5
) 4 3 ( ) 3 2 (
2 1
j
j j s s
+ =
+ + + = +
1 1
) 4 3 ( ) 3 2 (
2 1
j
j j s s
÷ ÷ =
+ ÷ + = ÷
Diketahui
Perkalian Bilangan Kompleks
2 1 2 1 2 1
2 1 2 1 2 1 2 1
2 2 1 1 2 1
2

) )( ( ) )( (
b b a jb a a
b b a jb a jb a a
jb a jb a z z
÷ + =
÷ + + =
+ + =
Perkalian dua bilangan kompleks dilaksanakan seperti halnya kita
melakukan perkalian jumlah dua bilangan, yaitu dengan malakukan
perkalian komponen per komponen
2 2
2 2
1 1


) )( (
b a
b jba jba a
jb a jb a z z
+ =
+ + ÷ =
÷ + = ×
-
-
=
1 2
z z Jika
Perhatikan:
( )
2 2
2
2 2
2 2
1 1 1
b a b a
jb a z z z
+ = + =
+ = = ×
-
CONTOH:
4 3 dan 3 2
2 1
j z j z + = + =
17 6
12 9 8 6
) 4 3 )( 3 2 ( ) )( (
2 1
j
j j
j j z z
+ ÷ =
÷ + + =
+ + =
CONTOH:
3 2 dan 3 2
1 2 1
j z z j z ÷ = = + =
-
13 9 4
9 6 6 4
) 3 2 )( 3 2 ( ) )( (
1 1
= + =
+ + ÷ =
÷ + =
-
j j
j j z z
( ) 13 9 4 3 2
2
2 2
2
1 1 1
= + = + = =
-
z z z
Pembagian Bilangan Kompleks
Hasil bagi suatu pembagian tidak akan berubah jika
pembagian itu dikalikan dengan 1
1
2 2
2 2
=
÷
÷
jb a
jb a
CONTOH:
4 3 dan 3 2
2 1
j z j z + = + =
25
1
25
18
4 3
) 9 8 ( ) 12 6 (
4 3
4 3
4 3
3 2
2 2
2
1
j
j
j
j
j
j
z
z
+ =
+
+ ÷ + +
=
÷
÷
×
+
+
=
2
2
2
2
1 2 2 1 2 1 2 1
2 2
2 2
2 2
1 1
2
1
) ( ) (

b a
a b a b j b b a a
jb a
jb a
jb a
jb a
z
z
+
÷ + +
=
÷
÷
×
+
+
=
Pernyataan Bilangan Kompleks Bentuk Polar
Fungsi Eksponensial Kompleks
Jika x adalah bilangan nyata maka fungsi ekponensial
x
e y =
merupakan fungsi ekponensial nyata;
y memiliki nilai nyata
Jika z adalah bilangan kompleks u + o = j z
fungsi eksponensial kompleks didefinisikan
riil` al eksponensi fungsi adalah dengan
; ) sin (cos
) (
o
o u + o
u + u = =
e
j e e e
j z
Melalui identitas Euler
u + u =
u
sin cos j e
j
fungsi exponensial kompleks dapat kita tuliskan
u o
=
j z
e e e
Bentuk Polar
Representasi bilangan kompleks dalam bentuk polar adalah
u
µ =
j
e z
u = Z = z z arg
Re
Im

-
u
µ
u
µ =
j
e z
CONTOH: Misalkan suatu bilangan kompleks z = 10 e
j0,5

Modulus bilangan kompleks ini adalah |z| = 10 dan
argumennya Zz = 0,5 rad
Bentuk sudut sikunya adalah:
8 , 4 8 , 8 ) 48 , 0 88 , 0 ( 10
) 5 , 0 sin 5 , 0 (cos 10
j j
j z
+ = + =
+ =
Re
Im

5 , 0
5
j
e z = -
rad 5 , 0
10
CONTOH:
Misalkan suatu bilangan kompleks z = 3+ j4
5 4 3 | |
2 2
= + = µ = z Modulus
Argumen
rad 93 , 0
3
4
tan
1
= = u = Z
÷
z
Representasi polar
z = 5e
j0,93

Re
Im

93 , 0
5
j
e z = -
rad 93 , 0
5
CONTOH:
Misalkan
0 2 j z + ÷ =
Modulus
2 0 4 | | = + = µ = z
Argumen ( ) t ± = ÷ = u
÷
2 / 0 tan
1
tidak bernilai tunggal
Di sini kita harus memilih u = t rad
karena komponen imajiner 0
sedangkan komponen nyata ÷2
Re
Im

t
=
j
e z 2
2 ÷
-
CONTOH:
Misalkan 2 0 j z ÷ =
Modulus 2 4 0 | | = + = µ = z
Argumen ( ) 2 / 0 / 2 tan
1
t ÷ = ÷ = u
÷
komponen imajiner 0
komponen nyata ÷2
Representasi polar adalah
2 /
2
t ÷
=
j
e z
.
Re
Im

2 /
2
t ÷
=
j
e z
2 j ÷
-
Manfaat Bentuk Polar
Perkalian dan Pembagian Bilangan Kompleks
Representasi polar dari bilangan kompleks mempermudah
operasi perkalian dan pembagian.
) (
2 1
2 1 2 1
2 1
2 1

) )( (
u + u
u u
µ µ =
µ µ =
j
j j
e
e e z z ) (
2
1
2
1
2
1
2 1
2
1
u ÷ u
u
u
µ
µ
=
µ
µ
=
j
j
j
e
e
e
z
z
CONTOH:
Misalkan z
1
= 10 e
j0,5
dan z
2
= 5 e
j0,4

9 , 0 4 , 0 5 , 0
2 1
50 5 10
j j j
e e e z z = × =
1 , 0
4 , 0
5 , 0
2
1
2
5
10
j
j
j
e
e
e
z
z
= =
Konjugat Kompleks
argumen konjugat berlawanan dengan
argumen bilangan kompleks asalnya
Re
Im
u
µ = -
j
e z
u ÷ -
µ = -
j
e z
u
u ÷
| | ( )( )
*
*
*
*
* atau | | *) )( (
2
1
2
1
2 1 2 1
2
* *
z
z
z
z
z z z z
s s |z| z z z
=
(
¸
(

¸

=
= =
Relasi-relasi antara suatu bilangan kompleks dengan
konjugat bilangan kompleks lainnya adalah sebagai berikut
CONTOH:
4 , 0
2
5 , 0
1
5 dan 10
j j
e z e z = =
25
100 10 10
2 2
5 , 0 5 , 0
1 1
=
= × =
-
÷ -
z z
e e z z
j j
| | | | | |
9 , 0 4 , 0 5 , 0
9 , 0 9 , 0 4 , 0 5 , 0
2 1
50 5 10
0 5 0 5 5 10
j j j
j j j j
e e e
e e e e z z
÷ ÷ ÷
÷
- -
-
= × =
= = × =
| |
1 , 0
4 , 0
5 , 0
1 , 0 1 , 0
4 , 0
5 , 0
2
1
2
5
10

0 5 2
5
10
j
j
j
j j
j
j
e
e
e
e e
e
e
z
z
÷
÷
÷
÷
-
-
-
= =
= =
(
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

Misalkan

Course Ware
Bilangan Kompleks

Sudaryatno Sudirham

Definisi
Dalam buku Erwin Kreyszig kita baca definisi bilangan bilangan kompleks sebagai berikut Bilangan kompleks z ialah suatu pasangan terurut (x,y) dari bilangan nyata x, y, yang kita tuliskan

z  ( x, y)
bagian nyata (real part) dari z kita tuliskan Re z  x bagian khayal (imaginary part) dari z

Im z  y

Kita akan mencoba memahami definisi ini secara grafis, mulai dari pengertian tentang bilangan nyata.

Bilangan Nyata
Kita mengenal bilangan nyata bulat seperti 1, 2, 3 dan seterusnya; bilangan nyata pecahan ¼, ½, ¾ dan seterusnya, serta bilangan nyata yang hanya dapat di angankan seperti . Walaupun hanya dapat diangankan, bilangan ini tetap nyata, nilainya adalah 3,14……., dengan angka desimal yang tak diketahui ujungnya.

Secara grafis, bilangan nyata dapat digambarkan posisinya di suatu sumbu yang disebut sumbu nyata,
| | | | | | | |

m

-2

-1

0

1

2

3

4

5

.Tinjaulahsuatu fungsi 3.5 y x y 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 x tidak ada nilai y yang nyata untuk x negatif namun untuk x yang negatif dapat didefinisikan suatu bilangan imajiner (khayal) 1  j  4   1 4   1  4  j 2  9   1 9  j 3  81  j 9  100  j10 dst.

.Kita dapat memandang j sebagai sebuah operator. artinya jika j beroperasi pada bilangan nyata 5 misalnya. sumbu ini disebut sumbu imajiner bidang sekarang dibatasi oleh sumbu nyata (diberi tanda Re) dan sumbu imajiner (diberi tanda Im).y) dengan x adalah komponen nyata dan y adalah komponen imajiner-nya . dan disebut bidang kompleks setiap titik di bidang kompleks menunjukkan posisi bilangan-kompleks (x. kita mendapatkan bilangan imajiner j5 dan jika beroperasi pada bilangan nyata b kita mendapatkan bilangan imajiner jb Sumbu tegak tegak lurus pada sumbu-nyata untuk memosisikan bilangan imajiner.

Pernyataan Bilangan Kompleks satu bilangan kompleks z merupakan jumlah dari komponen nyata dan komponen imajiner dan dituliskan z  a  jb bilangan kompleks bagian imajiner bagian nyata Im disebut modulus modulus z    a 2  b 2 jb    z  a  jb b   sin  z  (cos   j sin ) disebut argumen b arg z    tan 1   a a Re z  a 2  b 2 (cos   j sin ) a   cos  .

1o     .CONTOH Suatu bilangan kompleks dinyatakan sebagai z1  3  j 4 Sudut dengan sumbu nyata adalah 1  tan 1 (4 / 3)  53.1o Pernyataan z1 dapat kita tuliskan z1  3 2  4 2 cos 53.1o  j sin 53.1o  j sin 53.1o  5 cos 53.

94  j 0.4) .CONTOH Suatu bilangan kompleks dinyatakan sebagai z 2  10 cos 20 o  j sin 20 o   Pernyataan ini dapat kita tuliskan z 2  10 cos 20 o  j sin 20 o    10(0.4  j 3.34)  9.

mereka memiliki bagian nyata dan bagian imajiner yang sama besar. . atau sebaliknya mempunyai nilai  sama akan tetapi memiliki  yang berbeda. Dua bilangan kompleks dikatakan sama besar jika mereka mempunyai baik  maupun  yang sama besar..Kesamaan Bilangan Kompleks Modulus   a 2  b 2 merupakan nilai mutlak Dua atau lebih bilangan kompleks bisa saja memiliki nilai  yang sama akan tetapi dengan sudut  yang berbeda. Dengan kata lain.

Negatif dari Bilangan Kompleks Nilai negatif dari suatu bilangan kompleks adalah nilai negative dari kedua komponennya Jika z  a  jb maka  z  a  jb Im jb    180o  z  a  jb  a Re    z  a  jb .

2 cos 56.3 o  7.2 0.3 o  180o ) .3 o  z1 o   7.3      7.CONTOH Jika z1  4  j 6 maka z 2   z1  4  j 6 Sudut dengan sumbu nyata 1  tan 1 (6 / 4)  56.3 o  j sin 56.96  j 6  180o )  j sin(56.3 o  2  56.55  j 0.83  3.2cos(56.3 o  180o  236.3 o z1 dapat dinyatakan sebagai z1  4 2  6 2 cos 56.3 o  j sin 56.

Jika z  a  jb maka z   a  jb Im jb   z  a  jb   a  jb Re  z   a  jb .Konjugat Bilangan Kompleks Konjugat dari suatu bilangan kompleks z adalah bilangan kompleks z* yang memiliki komponen nyata sama dengan z tetapi komponen imajinernya adalah negatif dari komponen imajiner z.

8 cos 50.2  o z dapat dinyatakan sebagai z  52  6 2 cos 50.2o  j sin 50.2o  z*  5  j 6     z   7.2 o   .2 o   50.2o  7.2 o  j sin 50.8 cos 50.2o  j sin 50.CONTOH:  Jika z  5  j6 maka z  5  j 6 Im Sudut dengan sumbu nyata  z  5  j6 Re   tan 1 (6 / 5)  50.

CONTOH: z   5  j 6  Jika z  5  j6 Im maka z   5  j 6 Re z  5  j6  Im  z   5  j6 Jika z  5  j 6 maka z   5  j6 Re  z  5  j6 .

Operasi-Operasi Aljabar .

z1  z 2  (a1  jb1 )  (a2  jb2 )  (a1  a2 )  j (b1  b2 ) . z1  z2  (a1  jb1 )  (a2  jb2 )  (a1  a2 )  j (b1  b2 ) Hasil selisih dua bilangan kompleks adalah bilangan kompleks yang komponen nyatanya merupakan selisih komponen nyata dan komponen imajinernya juga merupakan selisih komponen imajiner.Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Kompleks Hasil penjumlahan dua bilangan kompleks merupakan bilangan kompleks yang komponen nyatanya merupakan jumlah komponen nyata dan komponen imajinernya juga merupakan jumlah komponen imajiner.

CONTOH: Diketahui s1  2  j3 dan s2  3  j 4 s1  s2  (2  j 3)  (3  j 4)  5  j7 s1  s2  (2  j 3)  (3  j 4)  1  j1 .

Perkalian Bilangan Kompleks Perkalian dua bilangan kompleks dilaksanakan seperti halnya kita melakukan perkalian jumlah dua bilangan. yaitu dengan malakukan perkalian komponen per komponen ( z1 )( z 2 )  (a1  jb1 )(a 2  jb2 )  a1a 2  jb1a 2  jb1a 2  b1b2  a1a 2  2 jb1a 2  b1b2 Jika z 2  z1   z1  z1  (a  jb)(a  jb)  a 2  jba  jba  b 2  a2  b2  Perhatikan: z1  z1  z1  a  jb 2 2  a 2 b 2  a 2 2  b2 .

CONTOH: z1  2  j3 dan z2  3  j4 ( z1 )( z 2 )  (2  j 3)(3  j 4)  6  j8  j 9  12  6  j17 CONTOH: z1  2  j 3 dan  z 2  z1  2  j 3  ( z1 )( z1 )  (2  j 3)(2  j 3)  4  j6  j6  9  4  9  13  z1 z1  z1  2  2  3   4  9  13 2 2 2 .

Pembagian Bilangan Kompleks Hasil bagi suatu pembagian tidak akan berubah jika pembagian itu dikalikan dengan 1 z1 a  jb1 a2  jb2  1  z2 a2  jb2 a2  jb2  (a1a2  b1b2 )  j (b1a2  b2a1) 2 2 a2  b2 a2  jb2 1 a2  jb2 CONTOH: z1  2  j3 dan z2  3  j4 z1 2  j3 3  j 4 (6  12)  j (8  9) 18 1     j z 2 3  j4 3  j4 25 25 32  4 2 .

Pernyataan Bilangan Kompleks Bentuk Polar .

Fungsi Eksponensial Kompleks Jika x adalah bilangan nyata maka fungsi ekponensial y  ex merupakan fungsi ekponensial nyata. y memiliki nilai nyata Jika z adalah bilangan kompleks z    j fungsi eksponensial kompleks didefinisikan e z  e (  j)  e  (cos   j sin ) . dengan e  adalah fungsi eksponensial riil` j Melalui identitas Euler e  cos   j sin  fungsi exponensial kompleks dapat kita tuliskan e z  e  e j .

8  j 4.5)  10 (0.8 10 0.5 Modulus bilangan kompleks ini adalah |z| = 10 dan argumennya z = 0.5 Re .88  j 0.5  j sin 0.Bentuk Polar Representasi bilangan kompleks dalam bentuk polar adalah z  e j  Im    z  e j arg z  z   Re CONTOH: Misalkan suatu bilangan kompleks z = 10 e j0.48)  8.5 rad Im Bentuk sudut sikunya adalah: z  10 (cos 0.5 rad  z  5e j 0.

93 rad 3 Representasi polar Im z = 5e j0.CONTOH: Misalkan suatu bilangan kompleks z = 3+ j4 Modulus Argumen | z |    32  4 2  5 z    tan 1 4  0.93  z  5e j 0.93 rad Re .93 5 0.

CONTOH: Misalkan z  2  j0 Modulus | z |    4  0  2 Argumen   tan 1 0 /  2    tidak bernilai tunggal Di sini kita harus memilih  =  rad karena komponen imajiner 0 sedangkan komponen nyata 2 Im z  2e j  2 Re .

. CONTOH: Misalkan z  0  j 2 Modulus | z |    04  2 Argumen   tan 1  2 / 0     / 2 komponen imajiner 0 komponen nyata 2 Representasi polar adalah Im Re z  2e  j / 2  j / 2  j 2  z  2e .

Manfaat Bentuk Polar .

Perkalian dan Pembagian Bilangan Kompleks Representasi polar dari bilangan kompleks mempermudah operasi perkalian dan pembagian.5 dan z2 = 5 e j0.1 z2 5e j 0.4  50e j 0.5  5e j 0.4 z1 z 2  10e j 0.9 z1 10e j 0.5   2e j 0.4 . ( z1 )( z 2 )  1e j1  2 e j2  1 2 e j ( 1  2 ) z1 1e j1 1 j ( 1 2 )   e j 2 z2 2e 2 CONTOH: Misalkan z1 = 10 e j0.

Konjugat Kompleks argumen konjugat berlawanan dengan argumen bilangan kompleks asalnya Im  z  e j    z   e  j Relasi-relasi antara suatu bilangan kompleks dengan konjugat bilangan kompleks lainnya adalah sebagai berikut * z1 z2 *  z1 z*  2 Re ( z )( z*) | z |2 atau |z|  s s * * *  z1  z1    * z2  z2  .

5  10e  j 0.5  z1      j 0.4  10e j 0.4  50e  j 0.4     50e j 0.9  10e  j 0.CONTOH: j 0.1   .5  100  z 2 z 2  25 z1z2   10e j 0.9    2e j 0.5 Misalkan z1  10e dan z 2  5e j 0.5  5e j 0.4  5e  z2    10e  j 0.1     2e  j 0.4  z1 z1  10e j 0.5 5e  j 0.9    50e   j 0.1  50e  j 0.5  5e  j 0.

Course Ware Bilangan Kompleks Sudaryatno Sudirham .

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->