Você está na página 1de 13

Analisa kualiatif karbohidrat. 1.

Uji Molisch - Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. - Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural, sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan senyawa fulfural. - Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan alpha-naftol dalam pereaksi molish. 2. Uji Seliwanoff - merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa - Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya. 3. Uji Benedict - merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas - Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis - biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3 - uji positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan. 4. Uji Barfoed - Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel - Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah orange 5. Uji Iodin - Digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida - Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru - Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu - sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat 6. Uji Fehling - Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa, maltosa, dll) - Uji positif ditandai dengan warna merah bata

BAB I ANALISIS KUALITATIF KARBOHIDRAT 1. TUJUAN 1.1 Untuk mengetahui kadar karbohidrat di dalam larutan uji yang telah ditentukan 1.2 Untuk mengetahui reaksi yang akan terjadi dalam larutan uji 2. LANDASAN TEORI Dalam pemeriksaan Analisis kualitatif karbohidrat,maka dapat disimpulkan bahwa apakah dalam larutan uji yang telah disediakan tersebut memiliki kandungan karbohidrat atau tidak dengan cara melihat reaksi yang terjadi dalam pemeriksaan yang telah diketahui prosedurnya. 3. ALAT DAN BAHAN 3.1 alat yang digunakan Tabung reaksi Pipet Ukur Pipet tetes Penangas air ( Waterbath) Karet penghisap 3.2 Bahan yang digunakan Larutan Glukosa 1% Larutan Laktosa 1% Larutan Maltosa 1% Larutan Galaktosa 1% Larutan Sukrosa 1% Larutan Amylum 1% Reagen Molisch Reagen benedict Reagen Barfoed Reagen Seliwanof Reagen Iodin HCL 0,6 N NaOH 6 N 4. PROSEDUR KERJA 4.1 Uji Molisch 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Isi tabung reaksi maing-masing 2 ml larutan glukosa, maltosa, sukrosa, galaktosa dan amilum kedalam tabung reaksi 3. Tambahkan 2 tetes reagen molisch kedalam masing-masing tabung tersebut 4. Aduk dengan baik sampai tercampur rata 5. Tambahkan dengan perlahan-lahan melalui dinding tabung dengan asam sulfat pekat sebanyak 5 ml. 6. Perhatikan perubahan yang terjadi

4.2 Uji Benedict 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Isi tabung denagn reagen benedict sebanyak 5 ml ke masing-masing tabung 3. Tambahkan delapan tetes setiap larutan karbohidrat kedalam tabung yang telah berisi reagen benedict 4. Semua tabung dipanaskan kewaterbath selama 3 menit 5. Amati perubahan yang terjadi 4.3 Uji Barffoed 1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan 2. Isi tabung reaski masing-masing 3 ml reagen barffoed 3. Tambahkan 1 ml larutan karbohidrat kemasing-masing tabung 4. Masukkan dalam waterbath selama 1 menit 5. Amati perubahannya 4.4 Uji Seliwanof 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Isi masing-masing 3 ml reagen seliwanof 3. Tambahkan 3 tetes disetiap tabung dengan larutan karbohidrat 4. Panaskan didalam penangas air sampai terlihat warna didalam tabung tersebut 5. Amati perubahannya 4.5 Uji Iodin 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Pipet masing-masing 3 ml larutan amylum 3. Kemudian tabung pertama ditambahkan 2 tetes air 4. Tabung kedua ditambahkan 2 tetes larutan HCL 6 N 5. Pada tabung ketiga ditambahkan 2 tetes larutan NaOH 6 N 5. HASIL 5.1 Uji Molisch No Sampel Reagen Mollisch H2SO4 1 Glukosa 1% Endapan hitam dipermukaanya Cincin Ungu 2 Laktosa 1% Jernih Cincin Ungu 3 Amylum 1% Endapan hitam dipermukaanya Cincin Ungu 4 Galaktosa 1% Jernih Cincin Ungu 5 Sukrosa 1% Endapan hitam dipermukaanya Cincin Ungu 6 Maltosa 1% Jernih Cincin Ungu 5.2 Uji Benedich No Sampel Reagen Benedict Dipanaskan 1 Glukosa 1% Biru Jernih Hijau kecoklatan 1 2 Laktosa 1% Biru Jernih Hijau 4 3 Amylum 1% Biru Jernih Hijau 6 4 Galaktosa 1% Biru Jernih Hijau 3

5 Sukrosa 1% Biru Jernih Hijau 2 6 Maltosa 1% Biru Jernih Hijau 5 5.3 Uji Barffoed No Sampel Reagen Barfoed Setelah dipanaskan 1 Glukosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan 2 Laktosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan 3 Amylum 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan 4 Galaktosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan 5 Sukrosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan 6 Maltosa 1% Biru Jernih Tidak ada perubahan 5.4 Uji Seliwanof No Sampel Reagen seliwanof Setelah dipanaskan 1 Glukosa 1% Pink Jernih Orange 3 2 Laktosa 1% Pink Jernih Tidak berubah 3 Amylum 1% Pink Jernih Orange 2 4 Galaktosa 1% Pink Jernih Orange 4 5 Sukrosa 1% Pink Jernih Orange tua 1 6 Maltosa 1% Pink Jernih Tidak berubah 5.5 Uji Iodin No Sampel Amylum&Iodin Setelah dipanaskan 1 Air Biru Tua Biru Gelap 2 HCL Biru Tua Biru Hilang 3 NaOH Biru tua Biru hilang 6. PEMBAHASAN 6.1 Uji Molisch Uji molisch adalah uji umum untuk karbohidrat,uji ini sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat dihidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furtural atau senyawa furtural yang tersubsidi seperti hidroksimetil furtural . 6.2 Uji Beneditct Uji benedict berdasarkan reduksi CU++ menjadi CU+.pada proses kupri dalam suasana alkalis biasanya ditambah zat pengkompleks seperti citrate pada larutan benedict atau larutan fehling untuk mencegah pengendapan Cu(OH)2 atau CuO dalam natrium hidroksida. 6.3 Uji Barffoed Dengan menggunakan reagen berfoed yang mengandung koper acetate di dalam asam acecate maka karbohidrat membedakan monosakarida dan disakarida dengan cara mengontrol kondisikondisi seperti pH dana waktu pemanasan. 6.4 Uji Seliwanof Reaksi spesifik lainnya untuk karbohidrat tertentu adalah uji seliwanof.reaksi seliwanof disebabkan perubahan fruktosa oleh asam chlorida panas menjadi levulinat dan hidroksimetil fultural,selanjutnya kondensasi hikroksimetil dengan resersinal akan menghasilkan senyawa. Sukrosa yang mudah dihidrolisa menjadi glukosa akan memberikan reaksi yang positif. 6.5 Uji Iodin

Uji Iodium untuk membedakan amylum dan glikogen 7. KESIMPULAN 7.1 Uji Molisch Dari percobaan uji molisch dapat disimpulkan bahwa setelah larutan tersebut diberi reagen molisch dan H2SO4 (P) maka larutan tersebut mengandung karbohidrat 7.2 Uji Benedich Dari percobaan uji benedich maka dapat disimpulkan bahwa kelima larutan tersebut dapat mereduksi karena memiliki gugus aldehid. 7.3 Uji Berffoed Dalam uji ini tidak ditemukan reaksi spesifik yang terjadi 7.4 Uji Seliwanof Uji seliwanof digunakan untuk membedakan zat karbohidrat sukrosa dan fruktosa dimana akan menghasilkan warna orange. 7.5 Uji Iodin Dengan Penambahan amylum pada air,HCL dan NaOH lalu ditambah dengan iodine akan terjadi warna biru tua.jadi dapat disimpulkan bahwa sample tersebut memiliki amylum (bersifat spesifik) yang sangat kuat. 8. PENGESAHAN Pembimbing I Nur Adi S,Si.M.Kes Pembimbing II Dra. Hj.Suryaningsih Soeleman Apt DAFTAR PUSTAKA Nur Adi,S.Si M.Kes 2008/2009 : Penuntun Praktikum Biokimia. Poltekkes Makassar LAMPIRAN A. UJI MOLISCH 1. warna yang terlihat diantara permukaan dua larutan adalah warna ungu,sehingga membentuk sebuah cincin ungu. 2. Banyak protein memberikan uji molisch yang posistif karena memiliki senyawa-senyawa yang dapat dihidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furtural atau senyawa furtural yang tersubsitusi seperti hidroksimetil furtural. B. UJI BENEDICT 1. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau,kuning atau merah bata 2. Senyawa selain koper yang dapat dipakai yaitu natrium citrat karena berfungsi sebagai pengkompleks 3. Fungsi natrium citrate adalah untuk mencegah pengendapanCuCO3 dalam larutan Natrium Carbonat. 4. Reagen benedict adalah larutan pereaksi yang mengandung kuprisult,Natrium Carbonat dan Natrium Citrat sedangkan Reagen Fehling adalah pereaksi yang dapat direduksi selain karbonat yang mempunyai sifat mereduksi yang dpaat direduksi oleh reduktor lainnya.

5. Senyawa dalam urine yang dapat mengganggu uji fehling adalah senyawa yang memiliki gugug aldehid atau gugug keton bebas dan biasanya nerupa asam urat dan creatinine. C. UJI BARFOED 1. Larutan yang muda dioksidasi yaitu galaktosa (akan teroksidasi menjadi asam galaktonat) dan glukosa (akan Menjadi asam glukonat ). 2. Bila terlalu dipanaskan maka akan terjadi perubahan warna sehingga hasil yang didapat bisa menjadi positif palsu. 3. Reagen berffoed adalah pereaksi yang terdiri dari kuprisulfat dan asam acetate dalam air dan digunakan untuk membedakan antara monosakarida dan disakarida,sedangkan reagen benedict adalah pereaksi yang mengandung kuprisulfat,natrium carbonat,dan natrium citrate. 4. Uji barffoed dan uji benedict dapat digunakan untuk penentuan hula urine karena keduanya memiliki dasar reduksi dari Cu ++ menjadi Cu+ D. UJI SELIWANOF 1. Larutan yang memberi uji posistif pada uji seliwanof adalah sukrosa karena jika sukrosa dihidrolisis maka akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa. 2. Uji seliwanof dapat membedakan sukrosa dan fruktosa karena druktosa akan diakibatkan oleh asam chlorida panas menjadi asam levulinat dan hidroksimetil fultural,sedangkan sukrosa mudah dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa memberikan reaksi yang positif 3. Bila larutan glukosa dan maltosa yang mengandung reagen seliwanof dipanaskan secara berlebihan maka akan mengakibatkan aldosa-aldosa yang terkandung akan diubah leh HCL menjadi Laktosa. E. UJI IODIN 1. Zat yang memberi warna dengan iodine adalah suatu zat berada dalam susana asam 2. Keampuhan /ketelitian uji iodine dibandingkan dengan uji antron ialah untuk membedakan amylum dan glikogen. BAB II ANALISA KUALITATIF PROTEIN 1. TUJUAN 1.1 Untuk mengidentifikasi kandungan tirosin pada protein 1.2 Menunjukkan adanya inti indol dari triptophan 1.3 Untuk Menunjukkan adanya asam amino 1.4 Untuk mengetahui adan ikatan peptida dalam protein 1.5 Untuk penetralan muatan 2. LANDASAN TEORI Dalam pemeriksaan Analisis kualitatif protein,maka dapat disimpulkan bahwa apakah dalam larutan uji yang telah disediakan tersebut memiliki kandungan protein atau tidak dengan cara melihat reaksi yang terjadi dalam pemeriksaan yang telah diketahui prosedurnya 3. ALAT DAN BAHAN 3.1 Alat yang digunakan Erlenmeyer

Pepet ukur Tabung reaksi Gelas ukur Waterbath Bulp Pipet tetes 3.2 Bahan yang digunakan Larutan Albumin telur yang telah diencerkan Reagen Millon Reagen Hopkins Cole H2SO4 Pekat Reagen Ninhidrin 0,1 % Reagen NaOH 2,5 N CuSO4 0,01 M Pb Asetat 0,2 M HgCl2 0,2 M 4. PROSEDUR KERJA 4.1 Uji Millon 1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pipet larutan albumin telur sesuia dengan pengenceran kedalam tabung sebanyak 3 ml 3. Tambahkan 5 tetes reagen millon 4. Lihat perubahan yang terjadi 5. Panaskan dalam penangas air dan lihat perubahannnya 4.2 Uji Hoppins Cole 1. Sipakan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pipet larutan albumin telur sebanyak 2 ml kedalam tabung sesuai dengan pengencerannya 3. Lihat reaksi yang terjadi 4. Tambahkan sedikit demi sedikit larutan H2SO4 pekat sebanyak 5 ml melalui dinding tabung 5. Amati warna yang terbentuk pada pertemuan kedua cairan dan lihat cincin yang terbentuk 4.3 Uji Ninhidrin 1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pipet sebanyak 3 ml larutan albumin protein sesuai dengan pengenceran kedalam tabung 3. Tambahkan larutan ninhidrin sebanyak 0,5 ml kemasing-masing tabung tersebut 4. Panaskan hingga mendidih dan lihat perubahannya 4.4 Uji Biuret 1. Siapakan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pipet sebanyak 3 ml larutan albumin protein sesuai dengan pengencerannya kemasing-masing tabung 3. Tambahkan 1 ml NaOH 2,5 N kemasing-masing tabung

4. Lihat Warna yang terjadi 5. Aduk jika timbul warna violet tambahkan lagi setetes atau 2 tetes CuSO4 6. Lihat perubahan warnanya 4.5 Uji Pengendapan dengan logam 1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Pipet sebanyak 3 ml larutan albumin protein sesuai dengan pengencerannya kemasing-masing tabung 3. Tambahkan 5 tetes HgCL2 0,2 M 4. Lihat perubahan warnanya 5. Ulangi pemeriksaan dengan menggunakan Pb Acetat 5. HASIL 5.1 Uji Millon No Tabung Pengenceran Uji Millon Dipanaskan 1 Pengenceran I Endapan Kuning kehijauan Endapan putih &Endapan biru kental 2 Pengenceran 2 Endapan Kuning kehijauan keruh Endapan putih kebiru-biruan agak kental 3 Pengenceran 3 Endapan putih Kehijauan keruh Endapan putih kebiru-biruan agak keruh 4 Pengenceran 4 Endapan putih keruh Endapan kebiru-biruan dan jernih 5.2 Uji Hopkins Cole No Tabung Pengenceran Uji Hoppkins H2SO4 Pekat 1 Pengenceran I Endapan Putih keruh kental Cincin coklat larutan kuning diatasnya dan dasar bening 2 Pengenceran 2 Endapan Putih keruh agak kental Cincin tidak jelas larutan kuning bening 3 Pengenceran 3 Endapan putih keruh Larutan kuning jernih 4 Pengenceran 4 Endapan putih encer Larutan kuning jernih 5.3 Uji Ninhidrin No Tabung Pengenceran Uji Ninhidrin Dipanaskan 1 Pengenceran I Endapan Putih keruh berawan Endapan putih kemerah-merahan 2 Pengenceran 2 Endapan Putih Endpaan putih 3 Pengenceran 3 Larutan bening endapan sedikit Endpaan putih keruh 4 Pengenceran 4 Larutan keruh Endapan putih 5.4 Uji Biuret No Tabung Pengenceran NaOH CuSO4 1 Pengenceran I Endapan Putih bening Larutan bagian atas ungu bawah bening 2 Pengenceran 2 Larutan jernih Larutan bening keunguan

3 Pengenceran 3 Larutan jernih Larutan bagian atas ungu bawah bening 4 Pengenceran 4 Larutan jernih Larutan bening keunguan 5.5 Uji Pengendapan dengan logam No Tabung Pengenceran Uji Pengendapan dengan logam Pb Asetat 1 Pengenceran I Endapan Putih keruh dan kental Endapan putih larutan keruh 2 Pengenceran 2 Endapan Putih keruh dan kental Larutan keruh 3 Pengenceran 3 Endapan Putih keruh dan kental Larutan agak keruh 4 Pengenceran 4 Endapan Putih keruh dan kental Larutan jernih 6. PEMBAHASAN 6.1 Uji Millon Reagen yang dipanaskan dalam uji millon adalah larutan merkuri dan ion merkuro dalam suasana asam nitrat.Warna merah yang terbentuk mungkin adalah garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi 6.2 Uji Hopkins Cole Reagen yang digunakan dalam uji hopkins cole mengandung asam glikosilat atau dapat juga diganti dengan formaldehid dengan penambahan asam sulfat pekat sedikit.Karena triptophan berkondensasi dengan aldehid dalam suasana asam sulfat dan membentuk kompleks berwarna. 6.3 Uji Ninhidrin Apabila ninhidrin dipanaskan dengan asam amino,maka akan terbentuk komplek warna.Asamasam Amino seperti alanin,lisin,leusin,isoleusin,prolin dan hidroksiprolin memberikan warna kompleks yang berbeda warnanya dengan asam amino lainnya.Kompleks berwarna yang terbentuk mengandung dua molekul ninhidrin yang bereaksi dengan amonia setelah asam amino dioksidasi. 6.4 Uji Biuret Biuret dihasilkan dengan cara memanaskan urea kira-kira pada suhu 180 O C. Dalam larutan basa biuret akan memberikan warna Violet denagn CuSO4.Pada reaksi ini kemungkinan terbentuk senyawa kompleks antara CU++ dengan pasangan elektron bebas dari gugus NH ataupun gugus CO dari rantai polipeptida.Syarat untuk dapat terjadi reaksi ini adalah adanya dua minimal ikatan peptida.Asam-asam amino tidak memberikan uji positif untuk reaksi ini kecuali asam amino histidin,serin dan treonin. 6.5 Uji Pengendapan dengan logam Pada pH alkalis dari titik ureulitik,protein bermuatan Negatif dengan adanya ion positif dari logam akan terjadi penetralan muatan dan protein mendekati ureulitik sehingga mengendap.Endapaan akan larut dengan penambahan alkali encer. 7. KESIMPULAN 7.1 Uji Millon Semakin sedikit dan semakin encer proteinnya maka waktu untuk bereaksi semakin cepat . 7.2 Uji Hopkins Cole Semakin banyak larutan peroteinnya yang terkandung maka semakin kental endapannya. 7.3 Uji Ninhidrin Semakin Banyak proteinnya maka reaksi semakin cepat terjadi 7.4 Uji Biuret

Semakin Banyak proteinnya maka reaksi semakin cepat terjadi 7.5 Uji Pengendapan dengan logam Semakin sedikit Proteinnya semakin putih warnanya 8. PENGESAHAN Pembimbing I Nur Adi S,Si.M.Kes Pembimbing II Dra. Hj.Suryaningsih Soeleman Apt DAFTAR PUSTAKA Nur Adi,S.Si M.Kes 2008/2009 : Penuntun Praktikum Biokimia. Poltekkes Makassar

Analisis kualitatif karbohidrat. Karbohidrat merupakan senyawa metabolit primer selain protein dan lipid. Karbohidrat mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah sebagai sumber tenaga dan penghasil panas tubuh. Adanya karbohidrat dapat diidentifikasi dengan menggunakan berbagai macam metode. Inilah teori beberapa metode analisis kualitatif karbohidrat.

1. Uji Molisch Uji Molisch merupakan uji yang paling umum untuk karbohidrat. Uji Molisch sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat didehidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furfural yang terubstitusi, seperti hidroksimetilfurfural.

Warna yang terjadi disebabkan oleh kondensasi furfural atau derivatnya dengan alfa-naftol menghasilkan senyawa kompleks berwarna merah-ungu.

Thymol dapat dipakai sebagai pengganti alfa-naftol. Ia juga lebih stabil daripada alfa-naftol dan pada penyimpanan yang lama tidak berubah warna.

2. Uji Benedict Uji Benedict dan uji Barfoed keduanya berdasarkan resuksi Cu2+ menjadi Cu+. Pada proses reduksi kupri dalam suasana alkalis biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat pada

larutan Benedict atau tartrat pada larutan Fehling, hal ini dilakukan untuk mencegah pengendapan CuCO3 dalam larutan natrium karbonat pada Benedict, sedangkan pada Fehling untuk mencegah pengendapan Cu(OH)2 atau CuO dalam larutan natirum hidroksida. Produk oksidasi karbohidrat dalam larutan alkalis sangat kompleks dan banyak jumlahnya, belum semuanya dapat diidentifikasi yaitu berwarna hijau, merah, oranye, dan pembentukan endapan merah bata. Tidak seperti maltosa dan laktosa, sukrosa tidak dapat mereduksi Benedict, karena ia tidak memiliki gugus aldehida atau gugus keto bebas.

3. Uji Barfoed Dengan menggunakan reagen Barfoed yang mengandung koper asetat di dalam asam asetat, maka kita dapat membedakan monosakarida dan disakarida dengan jalan mengontrol kondisikondisi seperti pH dan waktu pemanasan.

4. Uji Seliwanoff Reaksi spesifik lainnya untuk uji karbohidrat tertentu adalah uji Seliwanoff dan uji Foulger. Reaksi Seliwanoff disebabkan perubahan fruktosa oleh asam klorida panas menjadi asam levulinat dan hidroksimetilfurfural. Selanjutnya kondensasi hidroksimetilfurfural dengan resorsinol menghasilkan senyawa kompleks berikut yang berwrna merah:

Sukrosa yang mudah dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa, memberi reaksi positif dengan uji Seliwanoff. Pada pendidihan lebih lanjut, aldosa-aldosa memberikan warna merah dengan reagen Seliwanoff, karena aldosa-aldosa tersebut diubah oleh HCl menjadi ketosa.

5. Uji Fenilhidrazin

Karbohidrat (kecuali manosa) yang memiliki gugus fungsional aldehid atau keton, membentuk osazon dengan fenilhidrazin. Glukosa dan fruktosa memberikan osazon yang sama karena monosakarida-monosakarida tersebut tidak mempunyai letak susunan gugus -H dan -OH yang sama pada atom akrbon 3, 4, 5, dan 6. Manosa tidak membentui osazon di dalam larutan air, tetapi mebentuk fenilhidrazin yang tidak larut.

6. Uji Iodin Uji iodin dapat digunakan untuk membedakan amilum dan glikogen. Iodin dapat bereaksi dengan amilum membentuk kompleks berwarna biru atau ungu.