Você está na página 1de 5

LAPORAN PENDAHULUAN PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DUSUN I B DESA SOAK BATOK A.

Latar Belakang Lingkungan sehat adalah suatu keadaan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan. Keadaan perumahan merupakan salah satu factor yang menentukan keadaan hygiene dan sanitasi lingkungan. Seperti yang dikemukakan WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat. Perumahan yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar, namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah sehat yang layak dihuni. Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh antara lain : sirkulasi udara yang baik, penerangan yang cukup, air bersih terpenuhi, pembungan air limbaf diatur dengan baik, bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor. Sedangkan syarat rumah sehat menurut Winslow yaitu memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, harus dapat menghindarkan dari kecelakaan, dan dapat menghindarkan dari terjadinya penyakit. Dari hasil observasi terlihat masih banyaknya rumah di dusu I B desa Soak Batok yang tidak memenuhi indicator rumah sehat. Seperti tidak terdapatnya jamban dirumah, tidak terdapatnya saluran air limbah, dan hewan ternak yang terletak disekitar rumah. Dari latar belakang diatas maka mahasiswa Program Profesi Ners Program Studi Ilmu Keperawatan UNSRI yang sedang menjalani praktek profesi komunitas ingin melakukan pemilihan lomba rumah sehat dalam rangka memotvasi masyarakat untuk menciptakan kondisi rumah sehat. Data wawancara dan winshield survey juga didapat data: beberapa ibu mengatakan anaknya suka bermain pasir atau tanah dan tidak memakai alas kaki

saat bermain di luar rumah, tampak banyak balita di dusun I B desa Soak Batok suka bermain di jalan tidak memakai alas kaki, tampak penduduk mencuci baju, mandi dan buang air besar di sungai, kepala dusun mengatakan saat Forum Komunitas bahwa air yang dipakai sering keruh, berasa, dan berbau serta Ibu-ibu kader posyandu mengatakan kadang-kadang banyak balita dan remaja yang menderita penyakit gatal-gatal. Untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit karena kurangnya perilaku pola hidup bersih sehat Penyuluhan tentang pola hidup sehat dan bersih ini maka dilakukan intervensi penyuluhan tentang PHBS. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan warga dusun I B desa Soak Batok dapat meningkatkan upaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat. Dengan terciptanya lingkungan yang sehat maka penyakit yang diakibatkan oleh masalah lingkungan dapat dicegah. B. 1. Tujuan Tujuan Umum Setelah mengikuti proses penyuluhan ini, diharapkan warga mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan perilaku hidup sehat dan bersih 2. Batok dapat : a) Menyebutkan pengertian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) b) Menyebutkan dan menjelaskan 10 hal yang termasuk dalam PHBS antara lain mengenai ; pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI Ekslusif, jaminan pemeliharaan kesehatan, larangan merokok didalam rumah, melakukan aktifitas fisik setiap hari, makan sayur dan buah, ketersediaan air bersih dan jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni, dan lantai tidak terbuat dari lantai. C. 1. Perencanaan Kegiatan Nama Kegiatan Kegiatan ini dinamakan Penyuluhan PHBS Tujuan khusus Setelah dilakukan kegiatan ini diharapkan masayarakat Dusun I B desa Soak

2. 3. Ceramah dan diskusi 4. 5. Tempat Hari/tanggal Waktu 6.

Sasaran Kegiatan Dusun I B desa Soak Batok Metode Kegiatan Media/Alat Leaflet Flipchart Tempat dan Waktu : Rumah H. Wahab (Alm.) : Rabu/29 Oktober 2008 : Pukul 14.00 WIB s/d selesai Susunan Acara 1. Fase Orientasi (5 menit) a. Pembukaan oleh MC b. Penjelasan maksud dan tujuan 2. Fase Kerja ( 20 menit) a. b. Penyuluh menjelaskan tentang PHBS menggunakan flipchart Curah pendapat dan diskusi

3. Fase Terminasi (5 menit) a. Evaluasi dengan memberikan pertanyaan pada peserta b. Memberikan reward (applaus dan pujian) c. Membuat kesimpulan d. Salam penutup D. Uraian Tugas 1. Penanggung Jawab Kegiatan : Charles Amaludin, S.Kep a. Menyusun laporan pendahuluan b. Bertanggung jawab terhadap kelangsungan acara sejak perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi c. Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan d. Menyusun laporan kegiatan

2. Pembawa Acara : Mariska Hanastasya. S.Kep a. Membuka acara b. Menyampaikan susunan acara c. Menyampaikan tujuan pertemuan d. Menutup acara 3. Penyaji: Suci Kurniawati, S.Kep Menyampaikan materi penyuluhan mengenai PHBS 4. Notulen: Hepi Zakia Rosa S.Kep Bertanggung jawab mendokumentasikan seluruh kegiatan 5. Observer: Msy. Hanastasya, S.Kep a. b. c. d. Mengobservasi jalannya acara Mengingatkan penyaji dan fasilitator jika ada penyimpangan Memberikan masukan atau laporan dari kegiatan diskusi Membuat catatan penting selama acara

6. Fasilitator : Piwin Inggara, S.Kep Mewa Nihanda, S.Kep a. b. Bersama Kader Pokjakes menyebarkan leaflet Bersama Kader Pokjakes menyebarkan absensi

E. Kriteria Evaluasi 1. Evaluasi Struktur a. Jumlah anggota Pokjakes yang hadir > dari 50 % b. Perlengkapan memadai c. Praktikan yang hadir 100% dan anggota kelompok menjalankan tugas sesuai dengan job description 2. Evaluasi Proses a. Kader dan Praktikan aktif dalam memberikan penyuluhan

b. Peserta memahami pesan dari penyuluhan yang disampaikan tentang penyuluhan PHBS c. Alat/media cukup d. Waktu sesuai dengan alokasi 3. Evaluasi Hasil Masyarakat dapat : a. b. Menyebutkan pengertian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Menyebutkan dan menjelaskan 10 hal yang termasuk dalam PHBS antara lain mengenai ; pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI Ekslusif, jaminan pemeliharaan kesehatan, larangan merokok didalam rumah, melakukan aktifitas fisik setiap hari, makan sayur dan buah, ketersediaan air bersih dan jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni, dan lantai tidak terbuat dari tanah