MODUL 9

Rangkaian-rangkaian RL dan RC Tanpa Sumber
5-1 Pendahuluan Di dalam bab terdahulu kita telah menulis persamaan-persamaan yang menentukan respons dari beberapa rangkaian yang mengandung induktansi dan kapasitansi, tetapi tidak memecahkannya. Kini kita siap meneruskannya dengan pemecahan untuk rangkaian-rangkaian sederhana. Kita akan membatasi perhatian pada rangkaian-rangkaian tertentu yang mengandung hanya tahanan dan induktor atau hanya tananan dan kapasitor, dan yang tak mengandung sumber-sumber. Akan tetapi, akan kita izinkan adanya energi yang tersimpan di dalam induktor atau kapasitor. Karena tanpa energi seperti itu setiap respons akan sama dengan nol. Walaupun rangkaiaan-rangkaian yang akan kita tinjau mempunyai

pemunculan yang sangat elementer, rangkaian-rangkaian tersebut penting dalam praktek. Mereka berguna sebagai jaringan-jaringan kopling di dalam penguat elektronis, sebagai jaringan pengkompensasi di dalam sistem-sistem kontrol otomatis, sebagai jaringan-jaringan penyama di dalam saluran-saluran komunikasi, dan banyak sekali penggunaan lainnya. Pengenalan rangkaian-rangkaian sederhana ini akan memungkinkan kita meramalkan dengan teliti tegangan sebuah penguat yang mengikuti sebuah masukan yang berubah-ubah dengan cepat terhadap waktu atau meramalkan bagaiamana kecepatan sebuah motor akan berubah sebagai respons terhadap perubahan arus medannya. Pengetahuan kita mengenai hasil kerja rangkaian-rangkaian RL dan RC sederhana juga akan memungkinkan kita menyarankan perbaikan pada penguat atau motor untuk mendapatkan respons yang lebih diinginkan.

5-2

Rangkaian RL Sederhana

Kita mulai mengenai analisis transien dengan meninjau rangkaian RL seri yang sederhana yang memperlihatkan pada gambar 5.1. kita menyatakan arus yang berubah-ubah terhadap waktu sebagai i(t), dan kita misalkan nilai i(t) pada t = 0 dinyatakan sebagai I0. Maka kita peroleh

V R + V L = Ri + L

di =0 dt
(1)

di R + i=0 dt L

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Said Attamimi MT. RANGKAIAN LISTRIK

1

dan kita harus menentukan ungkapan untuk i(t) yang memenuhi persamaan ini dan juga mempunyai harga I0 pada t = 0. dibagi dengan i. i R t =− t I0 L 0 R (t − 0) L ln i − ln I 0 = − i (t ) = ln e − Rt L (3) Kita perikasa penyelesaian kita dengan mula-mula memperlihatkan bahwa substitusi dari (3) ke dalam (1) menghasilkan identitas 0 ≡ 0 dan kemudian dengan memperlihatkan bahwa substitusi t = 0 ke dalam (3) menghasilkan i(0) = I0. i(t ) I0 t di R = ∫ − dt 0 dt L ln i atau Maka. RANGKAIAN LISTRIK 2 . Penyelesaian bisa didapat dengan beberapa metode yang berbeda. di antara limit-limit yang bersangkutan. Variabel di dalam (1) adalah i dan t. Said Attamimi MT. dilakukan dengan dt. dan diatur sehingga variabel-variabel dipisahkan. ∫ sehingga. yang memenuhi syarat awal bahwa i(0) = I0. maka kita boleh menyamakan kedua integral tertentu yang didapat dengan mengintegrasikan setiap arus. Kedua PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. dan jelaslah bahwa persamaan tersebut dapat Gambar 5-1: Sebuah rangkaian RL seri untuk mana i(t) akan ditentukan. di R = − dt i L (2) Karena arus adalah I0 pada t = 0 dan i(t) pada waktu t. Satu metode langsung untuk memecahkan diferensial persamaan-persamaan terdiri dari penulisan i(t) – υR + R L + υL – persamaan tersebut sedemikian rupa sehingga variabel-variabel dipisahkan dan kemudian dilakukan integrasi setiap ruas persamaan tersebut.

akan dihasilkan identitas 0 ≡ 0.langkah tersebut adalah perlu. dan penyelesaian itu harus juga memenuhi syarat awal. (4) menjadi ln I 0 = K dan kita gunakan harga ini untuk K di dalam (4) untuk mendapatkan respons yang diinginkan ln i = − atau seperti sebelumnya. Setelah memisahkan variabel-variabel. Jadi. i (t ) = Ae s1t di mana A dan s1 dalah konstanta-konstanta yang akan ditentukan. Said Attamimi MT. Penyelesaian tersebut bisa juga didapat dengan sedikit variasi dari metode yang dijelaskan di atas. kita akan mendapatkan integral tak tertentu dari tiap ruas dari (2) jika kita mengikutkan juga sebuah konstanta integrasi. Setelah mensubstitusikan penyelesaian yang dianggap ini ke dalam (1). jadi pada t = 0. RANGKAIAN LISTRIK 3 . atau respons pada waktu nol. Kita anggap penyelesaian (1) di dalam bentuk eksponensial. Konstanta integrasi harus dipilih memenuhi syarat awal i(0) = I0. maka kita peroleh As1e s1t + atau R s1t Ae = 0 L R st   s1 +  Ae 1 = 0 L  PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. ∫ dan integrasi memberikan di R = − ∫ dt + K i L R t+K L ln i = − (4) Konstanta K tidak dapat dihitung dengan substitusi (4) ke dalam persamaan diferensial semula (1). karena (4) adalah sebuah penyelesaian dari (1) untuk setiap harga K. R t + ln I 0 L i (t ) = I 0 e − Rt L Banyak di antara persamaan diferensial yang ditemui di dalam analisis rangkaian mempunyai sebuah penyelesaian yang dapat dinyatakan dengan fungsi eksponensial atau dengan jumlah beberapa fungsi eksponensial. penyelesaian harus memenuhi persamaan diferensial yang menggambarkan sifat-sifat rangkaiaan.

atau s1 = – ∞ atau s1 = − R L . maka setiap respons adalah nol. tidak ada di antaranya yang merupakan penyelesaian soal kita. RANGKAIAN LISTRIK 4 .Untuk memenuhi persamaan ini untuk semua waktu. dan tidak ada energi yang disimpan di dalam induktor pada waktu tak berhingga. Jadi I0 = A dan bentuk akhir dari penyelesaian yang dimisalkan adalah sekali lagi i (t ) = I 0 e − Rt L (5) Kita tidak akan meninjau metode lain untuk memecahkan (1). Masing-masing rangkaian yang ditunjukkan pada Gambar 5-2 telah berada dalam kondisi tersebut untuk waktu yang lama. kita harus memilih s1 = − dan penyelesaian akan berbentuk R L i (t ) = Ae − Rt L Konstanta lainnya harus dihitung dengan menggunakan syarat awal i = I0 pada t = 0. maka kita periksa hubungan daya dan energi di dalam rangkaian ini. a + a = s1 = – ∞. Tetapi jika A = 0 atau s1 = – ∞. karena energi total yang disimpan mula-mula di dalam induktor adalah 1 2 LI 02 . Amatilah cara-cara ini dalam pelajaran persamaan-persamaan diferensial. walaupun sejumlah cara lain dapat digunakan. Said Attamimi MT. Semua energi awal telah hilang di dalam tahanan. Daya yang hilang di dalam rangkaian adalah p R = i 2 R = I 0 R e − 2 Rt L 2 dan energi total yang diubah menjadi panas di dalam tahanan dicari dengan mengintegralkan daya sesaat dari waktu nol ke waktu tak terhingga. maka perlu agar A = 0. Soal Contoh 5-1. Sebelum kita mengalihkan perhatian kepada tafsiran respons. ∞ ∞ WR = ∫ p R dt = I 0 R ∫ e − 2 Rt L dt 2 0 0 L  − 2 Rt L ∞ 1 2  2 = I 0 R − = LI 0 e 0 2  2R  Inilah hasil yang kita harapkan. Sakelar pada a dan b dibuka pada saat t = 0. Maka. Sakelar pada c adalah sakelar lempar-ganda kutub tunggal PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

” Tentukanlah i(0) dan υ pada tiap rangkaian setelah sakelar dibuka. ( a) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. pada saat sakelar ditutup.(single-pole double-throw switch) yang digambarkan untuk menunjukkan bahwa sakelar menutup satu rangkaian sebelum membuka yang lainnya. 20 Ω t=0 10 Ω i + − + 24 V 20 Ω υ _ 2 mH t=0 (a) i 20 mA + 30 Ω + 200 Ω 17 Ω υ _ 9V υ _ 80 Ω 8 mH i 5 mH (b) Gambar 5-2: Lihat Contoh Soal 5-1. Ini disebut “make before break. (c) Jawab (a) Pada saat sakelar ditutup (t = −∞ sampai t = 0−) 20 Ω 10 Ω i + − + 24 V 20 Ω υ _ 2 mH Gambar 5-3a: Gambar 5-2a. RANGKAIAN LISTRIK 5 . Said Attamimi MT.

Gambar 5-4a: Gambar 5-2 i = 20 mA Pada saat sakelar dibuka (t = 0+ sampai t = + ∞) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.6 A = 600 mA Pada saat sakelar dibuka (t = 0+ sampai t = + ∞) 10 Ω i + 20 Ω υ _ 2 mH Gambar 5-3b: Gambar 5-2a.6 ⋅ 20 = −12 V (b) Pada saat sakelar ditutup (t = −∞ sampai t = 0−) 20 mA 200 Ω 17 Ω + υ _ i 5 mH (a ) b. Said Attamimi MT.i= 20 24 ⋅ 20 + 10 20 ⋅ 10 + 20 20 + 10 20 24 = ⋅ 30 2 6 + 20 3 20 24 480 3 = ⋅ = = 2 30 800 5 26 3 = 0. ( b) υ = i⋅R = −0. pada saat sakelar dibuka. RANGKAIAN LISTRIK 6 . pada saat sakelar ditutup.

34 V (c ) Pada saat sakelar belum berpindah (t = −∞ sampai t = 0−) i 30 Ω 8 mH 9V (a) Gambar 5-5a: Gambar 5-2c.3 A 30 Pada saat sakelar berpindah (t = 0+ sampai t = + ∞) i + υ _ 80 Ω 8 mH Gambar 5-5b: Gambar 5-2c. RANGKAIAN LISTRIK 7 . Said Attamimi MT. pada saat sakelar dibuka.20 mA 200 Ω 17 Ω + υ _ i 5 mH (b) Gambar 5-4b: Gambar 5-2b. pada saat sakelar berpindah. (b) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. υ = i⋅R = 20 ⋅ 10 −3 ⋅ 17 = 0. pada saat sakelar belum berpindah i=− υ R =− 9 = −0.

karena setiap kurva terbentang dari t = 0 sampai ∞. maka arus tersebut akan membutuhkan waktu lebih lama untuk turun kepada bagian tertentu dari harga semula. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Said Attamimi MT. kurva yang sama harus didapatkan untuk setiap rangkaian RL seri yang mempunyai R/L atau perbandingan L/R yang sama. Bentuk eksponensial yang menurut ini terlihat dengan menggambarkan i (t ) I 0 terhadap t. Karena fungsi yang kita gambarkan adalah e-Rt/L. Jadi. Akan tetapi. Kita lihat bagaimana perbandingan ini mempengaruhi bentuk kurva. seperti diperlihatkan dalam Gambar 5-6. Dengan perkataan lain. maka kita tinjau waktu yang diperlukan supaya arus turun ke nol jika arus tersebut terus menurun dengan laju pada saat awal. maka kurva tidak akan berubah jika R/L tidak berubah. maka eksponen tidak berubah jika t juga dilipatduakan.υ = i⋅R = −0. Dengan perbandingan L/R yang lebih besar ini. Jika lipatduakan perbandingan L ke R. Sebagai gantinya. dan dengan pertambahan waktu maka arus berkurang dan mendekati nol.3 ⋅ 80 = −24 V 5-3 Sifat-sifat Respon Eksponensial Kita tinjau sekarang sifat respons di dalam rangkaian RL seri. Kita dapatkan bahwa arusnya dinyatakan oleh i (t ) = I 0 e − Rt / L (6) Pada waktu nol. kita harus mendefinisikan istilah “lebar”. RANGKAIAN LISTRIK 8 . arusnya dianggap mempunyai harga I0. Mungkin kita mempunyai kecendrungan untuk mengatakan bahwa “lebar” kurva dilipatduakan. respons semula akan terjadi pada waktu kemudian dan kurva yang baru didapatkan dengan memindahkan setiap titik pada kurva asal dua kali lebih jauh ke kanan. atau bahwa “lebarnya’ sebanding terhadap L/R.

Harga waktu τ ini dinamai konstanta waktu. Seringkali inilah cara yang mudah untuk mengaproksimasikan konstanta waktu berdasarkan gambar yang diperlihatkan (display) pada sebuah osiloskop. di sini kita hanya perlu menggambarkan garis singgung pada kurva pada t = 0 dan menentukan perpotongan garis singgung ini dengan sumbu waktu. yang menurun lebih lambat? Kita tinjau pengaruh dari setiap elemen. Mengapa harga konstanta waktu L/R yang lebih besar menghasilkan sebuah kurva respons. Said Attamimi MT. Nyatalah bahwa konstanta waktu dari sebuah rangkaian RL seri dengan mudah dapat dicari secara grafik dari kurva respons. RANGKAIAN LISTRIK 9 . Kenaikan L mengizinkan penyimpanan energi yang lebih besar untuk arus awal yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.i I0 1 0 t Gambar 5-6: Grafik e-Rt/L terhadap t. ini diperlihatkan dalam Gambar 5-7. dengan huruf Yunani τ (tau). d i dt Io t =0 =− R − Rt / L e L t =0 =− R L Kita nyatakan harga waktu yang diperlukan oleh i/I0 untuk turun dari salah satu satuan menjadi nol. R τ=1 L τ= L R (7) Perbandingan L/R mempunyai satuan detik karena eksponen –Rt/L harus tanpa dimensi. Jadi. dengan menganggap laju penurunan yang konstan. Laju penurunan awal didapat dengan menghitung turunnya pada waktu nol.

Sebagai contoh. Ini adalah waktu yang diperlukan oleh kurva respons turun ke nol jika kurva tersebut menurun dengan laju konstan yang sama dengan laju penurunan awal. RANGKAIAN LISTRIK 10 . t 5-4 Rangkaian RL yang Lebih Umum Tidak sukar memperluas hasil-hasil yang didapatkan untuk rangkaian RL seri kepada sebuah rangkaian yang mengandung sebuah tahanan dan sebuah induktor.sama. Tahanan ekivalen yang dihadapi oleh induktor adalah PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. di dalam hal ini. maka respons rangkaian RL seri dapat dituliskan sebagai i (t ) = I 0 e − t / τ i I0 1 Gambar 5-7: Konstanta waktu τ adalah L/R untuk 0 sebuah rangkaian RL seri. Said Attamimi MT. Kita tetapkan perhatian pada kedua terminal induktor dan menentukan tahanan ekivalen melalui terminal-terminal ini. Kita juga menaikan L/R dengan mengurangi R. waktu yang lebih besar dibutuhkan untuk menghilangkan energi yang disimpan. daya yang mengalir ke dalam tahanan lebih kecil untuk arus permulaan yang sama. sekali lagi. Jadi rangkaian tersebut direduksi kepada kasus seri yang sederhana. dan energi yang lebih besar ini memerlukan waktu yang lebih lama untuk lebih dihilangkan dalam tahanan. Didalam konstanta waktu τ. tinjaulah rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 5-8.

di dalam bahasa yang lebih matematis.Req = R3 + R4 + sehingga konstanta waktu adalah τ= arus inductor iL adalah R1 R2 R1 + R2 L Req i L = i L ( 0) e − t / τ (8) dan (8 ) menyatakan apa yang kita namai penyelesaian dasar soal tersebut. i2 = − R1 i L (0)e −t / τ R1 + R2 R3 L iL R1 i1 R2 i2 R4 Gambar 5-8: Sebuah rangkaian tanpa sumber yang mengandung satu induktor dan beberapa tahanan. maka jelaslah bahwa harga awal i2 adalah i 2 (0 + ) = i1 (0 + ) R1 R2 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Karena arus di dalam sebuah tananan dapat berubah dengan seketika. maka kita akan menyatakan waktu sesudah suatu perubahan yang telah terjadi pada t = 0 dengan menggunakan simbol 0+. dianalisis dengan menentukan konstanta waktu. Said Attamimi MT. Mungkin juga terjadi bahwa kita mengetahui harga awal dari arus yang bukan arus induktor. jika kita diberikan harga awal untuk i1 sebagai i1(0+). Kita selalu dapat menggunakan hukum-hukum Kirchhoff dan hukum Ohm kepada bagian penahan dari rangkaian tanpa kesukaran. Mungkin juga diperlukan suatu arus atau tegangan selain dari iL. i1(0+) adalah limit dari sebelah kanan i1(t) bila t mendekati nol. RANGKAIAN LISTRIK 11 . tetapi pembagian arus memberikan jawaban tercepat di dalam rangkaian ini. Jadi. τ = L/Req. seperti arus i2 di dalam R2.

Dengan menggunakan ide ini maka kita nyatakan i2 sebagai i 2 = Ae −t τ di mana τ = L Req dan A harus ditentukan dari pengetahuan harga awal i2. i L (0) = − i1 (0 + ) + i 2 (0 + ) = − dan pernyataan untuk i2 menjadi [ ] R1 + R2 i1 (0 + ) R2 i 2 = i1 (0 + ) R1 −t τ e R2 Marilah kita lihat apakah kita dapat memperoleh ungkapan terakhir ini lebih langsung. Mula-mula kita kenali ketergantungan waktu dari respons sebagai sebuah penurunan eksponensial. Ini menjadi jelas dengan meninjau arus induktor sebagai arus sumber yang diberikan kepada sebuah jaringan penahan. Said Attamimi MT. Karena i1(0+) diketahui. dan i 2 (0 + ) = i1 (0 + ) Maka. tuliskan penyelesaian dengan amplitudo yang tak diketahui. Karena arus induktor menurun secara eksponensial menurut e-t/τ. maka setiap arus di seluruh rangkaian harus mengikuti sifat-sifat fungsi yang sama. maka tegangan melalui R1 dan R2 diketahui. dan kemudian tentukan amplitudo dari syarat awal yang diberikan. Soal Contoh PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. R1 R2 i 2 = i1 (0 + ) R1 −t τ e R2 Urutan langkah-langkah yang serupa akan memberikan penyelesaian cepat kepada sejumlah besar soal-soal. Setiap arus dan tegangan di dalam jaringan penahan harus mempunyai ketergantungan waktu yang sama.Dari harga-harga ini. kita dapatkan harga awal iL (0) yang perlu [atau iL(0−) atau iL(0+)]. RANGKAIAN LISTRIK 12 . tentukan konstanta waktu yang sesuai dengan mengkombinasikan tahanan-tahanan.

RANGKAIAN LISTRIK 13 . (c) pada Gambar 5-2c.5-2. setiap rangkaian pada Gambar 5-2 adalah bebas sumber. pada saat sakelar dibuka ( b) i L = I 0 e − Rt L = 0. Setelah t = 0. Carilah harga-harga bagi i dan υ pada saat t = 50 µs: (a) pada Gambar 5-2a: (b) pada Gambar 5-2b. Said Attamimi MT.6 ⋅ e −30t 2⋅10 − 3 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Pada saat sakelar dibuka (t = 0+ sampai t = + ∞) (a) 10 Ω i + 20 Ω υ _ 2 mH Gambar 5-3b: Gambar 5-2a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful