Você está na página 1de 25

BAB I

A. PENDAHULUAN Keluarga berencana (KB) adalah usaha untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak. Untuk menghindari kehamilan yang bersifat menetap bisa dilakukan sterilisasi, dan untuk menghindari kehamilan sementara digunakan kontrasepsi. Masalah keluarga berencana atau mengatur/mengendalikan kelahiran berbeda sekali dengan masalah kontrasepsi. Mengenai masalah mengatur kelahiran, hal tersebut bertentangan dengan memperbanyak keturunan, di mana memperbanyak keturunan dianjurkan sekali dalam Islam. Allah SWT telah menganjurkan kepada kita untuk meningkatkan angka kelahiran (memperbanyak keturunan), bukannya mengatur atau mengendalikannya, yaitu dengan cara membatasi kelahiran. Yusuf Al-Qaradhawi melalui bukunya Halal dan Haram mengungkapkan, tujuan perkawinan salah satunya adalah lahirnya keturunan. Dengan adanya keturunan, menopang kelangsungan jenis manusia. Islam menyukai banyaknya keturunan di kalangan umatnya. Namun, Islam pun mengizinkan kepada setiap Muslim untuk mengatur keturunan apabila didorong oleh alasan kuat. Sayangnya, pengaturan/pengendalian kelahiran yang berkembang saat ini merupakan konspirasi dari orang-orang kafir yang sengaja dibuat untuk melawan kaum muslimin karena mereka takut kalau-kalau pertumbuhan umat Islam akan mengancam tujuan, dominasi/pengaruh dan
1

kepentingan mereka.

B. TUJUAN PENULISAN Untuk memberi pengetahuan kepada dokter-dokter muslim tentang tata cara kontrasepsi yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, serta keadaan-keadaan tertentu yang membolehkan untuk melakukan kontrasepsi.

BAB II

A. DEFINISI Kontrasepsi berasal dari kata Kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut.

B. CARA KERJA

Cara kerja kontrasepsi bermacam-macam tetapi pada umumnya mempunyai fungsi sebagai berikut:

Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi.

Melumpuhkan sperma.

Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.

C. JENIS KONTRASEPSI 1. Kontrasepsi alami a. Metode suhu basal tubuh Suhu basal adalah suhu tubuh sebelum ada aktifitas apapun, biasanya diambil saat baru bangun tidur dan belum meninggalkan tempat tidur. Suhu basal tubuh akan meningkat setelah ovulasi. Pencatatan suhu dilakukan setiap hari pada sebuah tabel atau kertas grafik.

b. Metode lendir serviks Metode berdasarkan lendir serviks yang muncul pada siklus wanita. Lendir ini dicek di vagina. Sesudah haid vagina biasanya kering, setelah

itu muncul lendir yang lengket. Sesaat sebelum ovulasi lendir berubah menjadi basah dan licin. Hari terakhir basah karena lendir ini biasanya bersamaan dengan ovulasi. c. Metode sympthotermal Metode ini merupakan penggabungan dari kedua metode diatas. Selanjutnya wanita disuruh mencari tanda-tanda ovulasi lainnya, seperti: nyeri perut (cramps), spotting dan perubahan posisi serta konsistensi serviks. Metode ini sedikit lebih unggul karena mengkombinasi berbagai variabel. Tetapi tetap juga memiliki keterbatasan. d. Metode kalender Bila haid teratur (28 hari), hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke-16 dalam siklus haid. Sedangkan bila siklus haid tidak teratur, harus dicatat siklus haid selama 6 bulan. Yang paling normal haid adalah 28 hari, tetapi masih dianggap normal jika antara 21-35 hari. Masa subur awal didapatkan dengan siklus terpendek dikurangi 18 dan akhir masa subur adalah siklus terpanjang dikurangi 11. Misalnya siklus terpendek adalah 25 hari dan terpanjang 35 hari, maka waktu subur adalah antara hari ke 7 sampai dengan ke 24. e. Metode amenorea laktasi Pada periode menyusui sering wanita menjadi tidak haid akibat hormon laktasi. Ternyata disamping haid, ovulasi juga ikut terhambat. Supaya

metode ini bekerja dengan baik, ibu harus memberikan ASI saja (eksklusif). Interval menyusui pada malam hari tidak melebihi 6 jam dan interval siang tidak melebihi 4 jam. Dalam 6 bulan pertama jika diterapkan dengan benar, angka kehamilannya hanya 2%. Jika perdarahan (haid) muncul, maka kemungkinan hamil semakin besar. f. Coitus interruptus Ejakulasi dilakukan diluar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya disebabkan karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar. 2. Kontrasepsi mekanik a. Kondom Efektivitasnya mencapai 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita, serta berfungsi sebagai pemblokir/barrier sperma. Kegagalan metode ini biasanya terjadi karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:

Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain

Membutuhkan waktu untuk pemasangan

Mengurangi sensasi seksual

b. Spermatisida Bahan kimia aktif untuk membunuh sperma, berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%, sayangnya metode ini dapat menimbulkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, julah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu <6 jam setelah senggama. c. Vaginal diafragma Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama dengan spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (<8jam) setelah senggama. d. IUD (Intra Uterine Device) Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral. Jenis-jenis IUD di Indonesia: i.Copper T

IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethylene dimana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi yang cukup baik. IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kekurangan metode ini adalah terjadinya efek samping hormonal dan amenorrhea. ii.Copper 7 IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangannya. Fungsinya sama dengan halnya lilitan tembaga halus pada jenis copper T. iii.Multi load IUD ini terbuat dari plastik (polyethylene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. iv.Lippes loop IUD ini terbuat dari bahan polyethylene, berbentuk seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk memudahkan control, dipasang benang pada ekornya Cara kerja

i.Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii ii.Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai cavum uteri iii.IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu 3. Kontrasepsi hormonal Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena

menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterone dalam tubuh. Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu: i.Kontraindikasi mutlak: kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim. ii.Kontraindikasi relatif: DM, hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung. Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntik, susuk atau implant yang ditanam untuk periode tertentu, dan koyo KB. a. Pil Pil atau kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk

tablet, mengandung hormon estrogen dan progestrone yang digunakan untuk mencegah hamil. Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu : i.Pil kombinasi, tiap pil mengandung dua hormone sintetis, yaitu estrogen dan progesterone. Pil ini mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan dan sangat efektif bila diminum secara teratur. ii.Pil sekunseal, Pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovarium pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14 16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progestrone dan estrogen selama 5 7 hari terakhir. Efektifitas pil ini lebih rendah daripada pil kombinasi. Karena pil sekunseal dalam mencegah kehamilan hanya bersandar pada estrogen, maka dosis estrogen harus lebih besar dengan kemungkuinan resiko yang lebih besar pula sehubungan dengan efek samping yang ditimbulkan oleh estrogen. iii.Pil mini, merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone dalam dosis mini (350g) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid. Pil ini tidak terlalu populer karena insiden perdarahan ireguler dan angka kehamilannya jauh lebih tinggi. iv.Once a month pil, pil hormon yang mengandung estrogen yang

Long acting yaitu biasanya pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang. v.Morning after pil, merupakan pil hormon yang mengandung estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. b. Suntik i.Depomedroxyprogesteron asetat (DPMA), cara kerja dengan menghambat ovulasi dengan cara menekan sekresi hormone FSH dan LH. Dosisnya 150 mg dan bertahan selama 14 minggu. Dosis ini diulang tiap 3 bulan. ii.Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron asetat dan estrogen. Bekerja dengan cara menekan ovulasi seperti kontrasepsi oral. Dosis tunggal untuk jangka 1 bulan. iii.Norethindrone enanthate (noresterat) 200mg yang mengandung derivate testosterone. Diberikan setiap 8 minggu untuk 6 bulan pertama 3x suntikan pertama kemudian selanjutnya sekali tiap 12 minggu. c. Implant KB Kontrasepsi implant mekanisme kerjanya adalah menekan ovulasi membuat getah serviks menjadi kental dan membuat endometrium tidak sempat menerima hasil konsepsi.

11

d. Koyo KB Ditempelkan di kulit setiap minggu, tetapi sayangnya dapat menimbulkan reaksi alergi bagi yang berkulit sensitif. Kontrasepsi ini melepaskan etinil estradiol 20 mcg setiap hari secara langsung melalui kulit ke dalam aliran darah. 4. Kontrasepsi mantap (Sterilisasi) a. Metode Operasi Wanita (MOW) / Tubektomi Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang menyebabkan wanita bersangkutan tidak hamil lagi. Dilakukan dengan mengikat / ligasi tuba fallopii. b. Metode Operasi Pria (MOP) / Vasektomi vasektomi adalah tindakan mengikat / ligasi vas deferens untuk menghambat lewatnya sperma dari testis.

D. MUNCULNYA KONSEP KELUARGA BERENCANA Konsep ini pertama kali dikenalkan di Eropa oleh pastur Thomas Robert Maltus pada tahun 1798, ketika ia mempublikasikan sebuah essai berjudul Prinsip-

Prinsip Kependudukan, dimana dia mengemukakan karena pertumbuhan penduduk meningkat secara geometri sementara kebutuhan meningkat secara aritmetika menyebabkan kemiskinan dan penderitaan tidak dapat dihindari. Oleh karena itulah ia berpendapat bahwa mengendalikan dengan menggunakan kontrasepsi dapat dilakukan untuk membatasi jumlah anak.

Konsep ini menurut kaum kapitalis disebabkan karena barang dan jasa dikuasai oleh satu orang sedangkan kebutuhan manusia begitu banyak, dan sejak saat itu barang dan jasa menjadi terbatas jumlahnya sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Menurut kaum kapitalis, hal ini merupakan masalah utama krisis ekonomi di dunia, yakni meningkatnya kebutuhan dan terbatasnya sumber daya alam dan alat-alat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Mereka mengklaim bahwa solusinya adalah pertumbuhan ekonomi sejalan waktunya dengan mengendalikan kelahiran untuk menurunkan jumlah penduduk, khususnya di dunia muslim di mana mereka, yakni kaum kapitalis, mengendalikan wilayah dunia sebagaimana mereka mengendalikan kekayaan-kekayaan lainnya.

Bagaimanapun, Islam menyadari bahwa sebab dari permasalahan ekonomi dunia sekarang adalah pendistribuan harta yang tidak merata dan bukan minimnya produksi. Karena pada kenyataannya sumber daya alam di bumi yang diambil melebihi/ melampui kebutuhan manusia. Allah SWT berfirman:

Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rizkinya. (QS 11 : 6) Sebab dari pendistribusiannya yang tidak merata adalah aturan yang tidak adil dari penguasa sehingga menyebabkan hanya beberapa orang saja yang menjadi kaya sekali sementara banyak orang menjadi miskin sekali, lebih jauh lagi kekayaan akan

13

diatur dan dikelola oleh beberapa orang saja. Sesungguhnya Islam merupakan sistem yang sangat adil dan dapat diandalkan dalam memecahkan masalah ekonomi di dunia saat ini. Tidak ada satu sistem manapun yang lebih adil dan lebih dapat diandalkan daripada sistem Islam. Memperbanyak keturunan adalah perbuatan yang mandub oleh karena itu tidak berdosa apabila tidak dilakukan. Pengaturan/pengendalian kelahiran yang berkembang saat ini merupakan konspirasi dari orang-orang kafir yang sengaja dibuat untuk melawan kaum muslimin karena mereka takut kalau-kalau pertumbuhan umat Islam akan mengancam tujuan, dominasi/pengaruh dan kepentingan mereka. Dalam sejarah dapat kita lihat, bagaimana Islam sanggup berdiri tegap dan tegar dalam menghadapi berbagai ancaman dan bahaya, bahkan Islam dapat menyapu bersih kekuatan musryik dan sesat yang ada, terlebih kekuatan Romawi dan Persia yang pada waktu itu merupakan Negara adikuasa di dunia. Menurut riwayat Abu Zarah Arrozi bahwa jumlah kaum muslimin ketika Rasulullah SAW wafat sebanyak 120.000 orang pria dan wanita. Para sahabat sebanyak itu kemudian berguguran dalam berbagai peperangan, ada yang syahid dalam perang jamal atau perang Shiffin. Namun sebagian besar dari para syuhada itu telah meninggalkan keturunan yang berkah sehingga muncullah berpuluh singa yang semuanya serupa dengan sang ayah dalam hal kepahlawanan dan keimanan. Kaum muslimin yang jujur tersebut telah menyambut pengarahan Nabi-nya: Nikah-lah kalian, sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian dari ummat lainnya, dan janganlah kalian berfaham seperti rahib nashrani. Demikianlah, berlomba-lomba untuk mendapatkan keturunan yang bermutu merupakan faktor penting yang telah memelihara keberadaan ummat Islam yang sedikit. Pada waktu itu menjadi pendukung Islam dalam mempertahankan kehidupannya.

E. KONTRASEPSI DALAM ISLAM Mengendalikan kelahiran secara permanen (menghentikan kelahiran) dengan menggunakan obat-obatan atau dengan cara pembedahan sangat dilarang dalam Islam. Negara dan masyarakat dilarang untuk mengambil konsep ini sebagai hukum ataupun menyebarkan konsep ini oleh karena 2 hal: 1. Konsep ini berasal dari orang-orang kapitalis, yang berasaskan pemisahan agama dan kehidupan yakni memberikan supremasi dan keleluasaan kepada manusia dalam segala urusan kehidupannya, dimana hal ini berarti Sang Pencipta tidak mempunyai peran apapun, dan ini benar-benar tidak dapat diterima, karena Allah SWT berfirman: Tidak ada pencipta dan pembuat aturan selain Dia. Dan Allah SWT berfirman: Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. (QS. 4 : 65). Allah SWT juga berfirman: Tidak ada pembuat aturan selain Dia. 2. Islam menganjurkan dan memerintahkan agar memperbanyak keturunan dan menjadikan menjaga keturunan sebagai cita-cita yang tinggi, Islam memberikan serangkaian aturan untuk mempertahankan keturunan seperti pernikahan dan juga untuk memeliharanya, terkait firman Allah SWT Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. (QS. 17 : 31). Dan Allah SWT juga berfirman : Dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan. (QS. 4 : 1). Keluarga Berencana atau kontrasepsi dapat dilakukan oleh suami atau istri atau oleh keduanya dengan tujuan tidak mempunyai anak untuk sementara waktu, entah itu karena alasan kesehatan atau untuk menjaga kesehatan wanita dan menjaga agar tetap muda ataukah karena suami mengemban tugas yang sangat penting seperti

15

jihad atau menuntut ilmu dan apabila mengurus anak-anaknya akan menghambat tugasnya. Diantara sebab-sebab yang membolehkan seseorang menggunakan alat kontrasepsi yang bersifat temporer menurut Syeikh Yusuf al Qaradhawi adalah :

1. Karena takut akan keselamatan hidup si ibu apabila mengandung atau melahirkan lagi setelah dilakukan penelitian atau pemeriksaan oleh dokter yang dapat dipercaya, firman Allah swt :


Artinya : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (QS. Al Baqoroh : 195)


Artinya :. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An Nisaa : 29) 2. Khawatir terhadap isteri yang menyusui apabila dia hamil lagi dan melahirkan anak yang baru 3. Kekhawatiran munculnya bahaya terhadap urusan dunia yang tak jarang mempersulit ibadah. Pada akhirnya, hal itu membuat seseorang mau saja

menerima barang haram atau menjalankan pekerjaan terlarang demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.


Artinya : Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS. Al Baqoroh : 185)

4. Khawatir terhadap kesehatan dan pendidikan anak-anaknya.

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Usamah bin Zaid bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw seraya berkata,Wahai Rasulullah, saya melakukan azal terhadap isteri saya. Maka Rasulullah saw bertanya kepadanya,Mengapa kamu lakukan hal itu? dia menjawab,Saya kasihan kepada anaknya atau ia berkata,Anak-anak. Kemudian Rasulullah saw bersabda,Seandainya hal (menyetubuhi isteri yang hamil) itu berbahaya (terhadap kesehatan anak), niscaya akan membahayakan bangsa Persia dan Romawi. (HR. Muslim) Oleh karena itu permasalahan kontrasepsi merupakan masalah yang lebih luas dan lebih kompleks daripada masalah pengendalian kelahiran dan memperbanyak keturunan. Syariat telah menegaskan bahwa kontrasepsi sementara dibolehkan lakilaki dan perempuan sama-sama diperbolehkan untuk menggunakan kontrasepsi tanpa memperhatikan alasannya, bahkan apabila ia bermaksud untuk tidak mempunyai keluarga karena hal itu merupakan perbuatan yang mandub. Dalil yang

17

memperbolehkannya kontrasepsi yakni diambil dai hadits Muslim yang dikutip dari Jabir, dilaporkan bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW dan berkata Aku mempunyai seorang budak yang melayani kami, aku telah menggaulinya dan aku tidak ingin dia menjadi hamil. Lalu Rasulullah SAW bersabda Lakukanlah azl jika kamu berkenan, tetapi ingatlah selalu olehmu, bahwa ia akan mendapatkan apa yang Allah tetapkan padanya. Bukhori dan Muslim mengutip dari Jabir Kami menggunakan azl sewaktu masa Rasulullah SAW sementara Al Quran masih diturunkan Bukhori dan Muslim mengutip dari Said Al Khudri yang melaporkan Kami pernah keluar bersama-sama Rasulullah SAW dalam peperangan Bani Mustholiq tatkala kami memperoleh tawanan dari orang-orang Arab, kami menginginkan perempuan-perempuan, berat rasanya bagi kami untuk hidup membujang, kami ingin melakukan azl, kami menanyakan kepada Rasulullah SAW maka Rasulullah SAW bersabda : Mengapa tidak kalian lakukan ? Sesungguhnya Allah swt telah menetapkan apa yang Dia ciptakan sampai hari kiamat. Abu Dawud melaporkan bahwa seorang pria berkata : Aku mempunyai seorang budak dan aku tidak ingin ia menjadi hamil dan aku mempunyai hasrat seperti layaknya laki-laki lain, dan aku mendengar orang Yahudi berkata bahwa azl itu dianggap sebagai pembunuhan kecil. Maka Rasulullah SAW berkata Yahudi itu berbohong, karena Allah jika berkehendak untuk menciptakannya maka kamu tidak akan bisa mencegahnya Oleh karena itu secara tegas syariah menegaskan bahwa azl (coitus interruptus) dengan kata lain adalah kontrasepsi sementara itu diperbolehkan (mubah). Diperbolehkannya azl karena ada hubungannya dengan maksud kehamilan yang tidak diinginkan. Bagaimanapun kita sebagai kaum yang beriman harus yakin bahwa kita meskipun melakukan azl atau tidak ataukah memakai alat-alat kontrasepsi, Allah akan tetap menciptakan sesuatu ataupun yang Dia kehendaki

sampai hari kiamat nanti. Memang pertumbuhan penduduk muslim bukan saja menjadi perhatian kaum Yahudi, tapi juga menjadi perhatian seluruh dunia, karena hal itu merupakan kekuatan yang besar jika mereka melaksanakan aturan-aturan Allah SWT dan menegakkan dengan sungguh-sungguh kepemimpinan Islam untuk mengatur dunia dan menyelamatkan dmanusia dari kemiskinan, penderitaan, kerjahatan dan ketidakadilan. Seperti penderitaan yang dirasakan kaum muslim sebagai akibat diterapkannya sistem konvensional saat ini sebagai pandangan hidup bernegara dan bermasyarakat, Islam merupakan rahmat bagi umat manusia, sebagaimana firman Allah: Dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia (QS. Al Anbiya : 107) Sedangkan kontrasepsi permanen, itulah yang dilarang dalam Islam karena hal itu berkenaan dengan hal pengebirian dan Rasulullah SAW melarang para sahabatnya untuk melakukan kebiri. At Tabrani menceritakan bahwa ada suatu kabilah Arab datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya tentang pengebirian dan Rasulullah SAW menjawab bahwa hal tersebut dilarang.

Pandangan Lembaga Riset Islam Dalam muktamar kedua tahun 1385 H/1965 M Muktamar Lembaga Riset Islam di Kairo menetapkan keputusan bahwa sesungguhnya Islam menganjurkan untuk menambah dan memperbanyak keturunan, karena banyaknya keturunan akan memperkuat umat Islam secara sosial, ekonomi dan militer. Menambah kemuliaan dan kekuatan.

19

Jika terdapat kondisi darurat yang bersifat pribadi yang mengharuskan pembatasan keturunan, maka kedua suami istri harus diperlakukan sesuai dengan kondisi darurat. Dan batasan darurat ini dikembalikan kepada hati nurani dan kualitas agama setiap pribadi. Tidak sah secara syari membuat peraturan berupa pemaksaan kepada manusia untuk melakukan pembatasan keturunan walaupun dengan berbagai macam dalih. Pengguguran dengan maksud pembatasan keturunan atau menggunakan cara yang mengakibatkan kemandulan untuk maksud serupa adalah sesuatu yang dilarang secara syari terhadap suami istri atau lainnya. Pandangan Rabithah Alam Islami Pada sidang ke- 16 Majelis Pendiri Rabithah Alam Islami membuat fatwa melarang pembatasan keturunan, dan berikut nashnya: Majelis mempelajari masalah pembatasan keturunan atau KB, sebagaimana sebagian para penyeru menamakannya. Anggota majelis sepakat bahwa para pencetus ide ini hendak membuat makar atau tipu daya terhadap umat Islam. Dan umat Islam yang menganjurkannya akan jatuh pada perangkap mereka. Pembatasan ini akan membahayakan secara politik, ekonomi, sosial dan keamanan. Telah muncul fatwafatwa dari para ulama yang mulia dan terpercaya keilmuan serta keagamaannya yang mengharamkan pembatasan keturunan ini. Dan pembatasan keturunan tersebut bertentangan dengan Syariah Islam. Umat Islam telah sepakat bahwa di antara sasaran pernikahan dalam Islam adalah melahirkan keturunan. Disebutkan dalam hadits shahih dari Rasul saw. bahwa wanita yang subur lebih baik dari yang mandul.

Pernyataan Badan Ulama Besar di Kerajaan Arab Saudi Pernyataan no: 42 tanggal 13/4 1396 H menyebutkan bahwa dilarang melakukan pembatasan keturunan secara mutlak. Tidak boleh menolak kehamilan jika sebabnya adalah takut miskin. Karena Allah Taala yang memberi rejeki yang Maha Kuat dan Kokoh. Tidak ada binatang di bumi kecuali Allah-lah yang menanggung rejekinya. Adapun jika mencegah kehamilan karena darurat yang jelas, seperti jika wanita tidak mungkin melahirkan secara wajar dan akan mengakibatkan harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan anaknya. Atau melambatkan untuk jangka waktu tertentu karena kemashlahatan yang dipandang suami-istri maka tidak mengapa untuk mencegah kehamilan atau menundanya. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan sebagian besar para sahabat tentang bolehnya azl. Pernyataan Majelis Lembaga Fiqh Islami dalam edisi ketiga tentang hukum syari KB ditetapkan di Makkah 30-4-1400 H Majelis Lembaga Fiqh Islami menetapkan secara sepakat tidak bolehnya melakukan pembatasan keturunan secara mutlak. Tidak boleh juga menolak/mencegah kehamilan kalau maksudnya karena takut kemiskinan. Karena Allahyang memberi rezeki yang sangat kuat dan kokoh. Dan semua binatang di bumi rezekinya telah Allah tentukan. Atau alasan-alasan lain yang tidak sesuai dengan syariah. Sedangkan mencegah kehamilan atau menundanya karena sebab-sebab pribadi yang bahayanya jelas seperti wanita tidak dapat melahirkan secara wajar dan akan mengakibatkan dilakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya. Maka hal yang demikian tidak dilarang syari. Begitu juga jika menundanya disebabkan sesuatu yang

21

sesuai syari atau secara medis melaui ketetapan dokter muslim terpercaya. Bahkan dimungkinkan melakukan pencegahan kehamilan dalam kondisi terbukti bahayanya terhadap ibu dan mengancam kehidupannya berdasarkan keterangan dokter muslim terpercaya. Adapun seruan pembatasan keturunan atau menolak kehamilan karena alasan yang bersifat umum maka tidak boleh secara syariah. Lebih besar dosanya dari itu jika mewajibkan kepada masyarakat, pada saat harta dihambur-hamburkan dalam perlombaan senjata untuk menguasai dan menghancurkan ketimbang untuk pembangunan ekonomi dan pemakmuran serta kebutuhan masyarakat. Walhasil, program KB perlu dilihat pertama kali dari latar belakang motivasinya terlebih dahulu. Kalau motivasinya seperti yang disebutkan di atas, tentu saja kurang sejalan dengan agama Islam. Namun kalau motivasinya terkait dengan pengaturan kelahiran agar mendapatkan keturunan yang berkualitas, atau untuk memberikan kekesempatan kepada anak untuk merasakan kasih sayang dan perhatian lebih lama dari orang tuanya, tentu merupakan alasan yang masih akal dan bisa diterima syariah. Alat Kontrasepsi Bila dari segi motivasi sudah sejalan, tinggal masalah teknisnya. Di dunia kedokteran tersedia banyak jenis alat kontrasepsi. Sebagian dari alat itu ada yang dianggap tidak sejalan dengan hukum Islam, seperti yang berfungsi membunuh janin, juga metode sterilisasi dimana hal itu merupakan pengebirian. Tetapi teknis apapun dapat dilakukan asalkan dengan indikasi yang jelas dan kuat.

BAB III KESIMPULAN 1. Keluarga berencana dapat dilakukan dengan kontrasepsi maupun sterilisasi 2. Konsep ini pertama kali dikenalkan di Eropa oleh pastur Thomas Robert Maltus pada tahun 1798. 3. Konsep ini bertentangan dengan ajaran Islam dimana memperbanyak keturunan adalah perbuatan yang mandub (dianjurkan).

23

4. Kontrasepsi sudah dikenal dan diperbolehkan sejak zaman Rasulullah yaitu azl atau coitus interruptus dengan alasan tertentu. 5. Kontrasepsi yang dilarang dalam Islam adalah yang bekerja membunuh janin serta yang bersifat menetap/permanen, tetapi ada keadaan tertentu yang membolehkan metode ini 6. Dokter muslim harus cermat dalam mengambil keputusan untuk menentukan keadaan-keadaan yang membolehkan untuk dilakukan kontrasepsi.

DAFTAR PUSTAKA

Cunningham FG, Mac Donald FC, Gant NF. Jakarta:EGC

Obstetri William edisi 18 p.1111-9.

Fadly. 2007. Hukum Islam Tentang Kontrasepsi. www. Arrahmah.com Puji, Siwi Tri. 2011. Bagaimana KB Menurut Islam?. www. Republika.co.id Qardhawi, Yusuf. 2004. Fiqh Prioritas. www.media.isnet.org/islam/

Qardhawi/Prioritas/index.html Wiknjosastro H, Saiffudin AB, Rachimhadhi T (eds). Ilmu Kebidanan. P 45-51. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

25