Você está na página 1de 3

Angka Penyabunan

Angka penyabunan atau bilangan penyabunan dinyatakan sebagai


banyaknya (mg) KOH yang dibutuhkan untuk menyabunkan satu gram lemak atau
minyak. Angka penyabunan dapat digunakan untuk menentukan berat molekul
minyak dan lemak secara kasar. Minyak yang disusun oleh asam lemak berantai C
pendek berarti mempunyai berta molekul relatif kecil akan mempunyai angka
penyabunan yang besar dan sebaliknya minyak dengan berat molekul besar
mempunyai angka penyabunan relatif kecil. Cara menentukan angka penyabunan
adalah sebagai berikut : minyak ditimbang seberat kurang lebih 5 gram dalam
erlenmeyer. Kemudian ditambahkan sebanyak 50 ml KOH 0,5 N alkoholik.
Sesudah ditutup dengan pendingin selanjutnya didihkan sampai minyak
tersabunkan secara sempurna ditandai dengan tidak telihat butir-butir lemak atau
minyak dalam larutan. Setelah didinginkan kemudian dititrasi dengan HCl 0,5 N
menggunakan indikator PP. Tititk akhir titrasi ditandai dengan tepat hilangnya
warna merah. Alkohol yang terdapat di dalam KOH berfungsi untuk melarutkan
asam lemak hasil hidrolisa agar mempermudah reaksi dengan basa sehingga
terbentApabila sejumlah sampel minyak atau lemak disabunkan dengan larutan
KOH berlebih dalam alkohol, maka KOH akan bereaksi dengan trigliserida, yaitu
tiga molekul KOH bereaksi dengan satu molekul minyak atau lemak. Larutan
alkali yang tertinggal ditentukan dengan titrasi menggunakan HCL sehingga KOH
yang bereaksi dapat diketahui.
Dalam penetapan bilangan penyabunan, miasalnya larutan alkali yang
digunakan adalah larutan KOH , yang diukur dengan hati-hati kedalam tabung
dengan buret atau pipet. Besarnya jumlah ion yang diserap menunjukkan
banyaknya ikatan rangkap atau ikatan tak jenuh , ikatan rangkap yang terdapat
pada minyak yang tak jenuh akan bereaksi dengan iod. Gliserida dengantingkat
ketidak jenuhan yang tinggi akan mengikat iod dalam jumlah yang lebih besar.
Bilangan penyabunan adalah jumlah miligram KOH yang diperlukan
Untuk menyabunkan satu gram lemak atau minyak. Apabila sejumlah
sampel minyak atau lemak disabunkan dengan larutan KOH berlebih dalam
alkohol, maka KOH akan bereaksi dengan trigliserida, yaitu tiga molekul KOH
bereaksi denngan satu molekul minyak atua lemak, larutan alkali yang tinggi
ditentukan dengan titrasi menggunakan HCL sehingga KOH yang bereaksi dapat
diketahui.
Angka penyabunan menunjukkan berat molekul lemak dan minyak secara
kasar. Minyak yang disusun oleh sam lemak berantai karbon yang pendek berarti
mempunyai berat molekul yang relatif kecil, akan mempunyai angka penyabunan
yang besar dan sebaliknya bila minyak mempunyai berat molekul yang besar,
maka angka penyabunan relatif kecil. Angka penyabunan ini dinyatakan sebagai
banyaknya (mg) NaOH yang dibutuhkan untuk menyabunkan satu gram lemak
atau minyak ( Herina, 2002).
Prinsip Kerja Sabun
Kebanyakan kotoran pada pakaian atau kulit melekat sebagai lapisan tipis minyak.
Jika lapisan minyak ini disingkirkan, berarti partikel kotoran dapat dicuci.
Molekul sabun terdiri atas rantai seperti hidrokarbon yang panjang, terdiri atas
atom karbon dengan gugus yang sangat polar atau ionik pada satu ujungnya. Bila
sabun dikocok dengan air akan membentuk dispersi koloid, bukannya larutan
sejati, larutan sabun ini mengandung
agregat molekul sabun yang disebut misel (micelle). Rantai karbon nonpolar, atau
lipofilik, mengarah kebagian pusat misel. Ujung molekul yang polar, atau
hidrofilik membentuk permukaan misel yang berhadapan dengan air. Pada sabun
biasa, bagian luar dari setiap misel bermuatan negatif, dan ion natrium yang
positif berkumpul di dekat keliling setiap misel.
Dalam kerjanya untuk menyingkirkan kotoran, molekul sabun
mengelilingi dan mengemulsi butiran minyak atau lemak. Ekor lipofilik dari
molekul sabun melarutkan minyak. Ujung hidrofilik dari butiran minyak
menjulur ke arah air. Dengan cara ini, butiran minyak terstabilkan dalam larutan
air sebab muatan permukaan yang negatif dari butiran minyak mencegah
penggabungan (koalesensi). (Hard Harold, 1984). Secara singkat cara kerja sabun
sebagai penghilang kotoran dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Sabun didalam air menghasilkan busa yang akan menurunkan tegangan
permukaan sehingga kain menjadi bersih dan meresap lebih cepat
kepermukaan kain.
2) Molekul sabun akan mengelilingi kotoran dengan ekornya dan mengikat
molekul kotoran. Proses ini disebut emulsifikasi karena antara molekul kotoran
dan molekul sabun membentuk suatu emulsi.
3) Sedangkan bagian kepala molekul sabun didalam air pada saat pembilasan
menarik molekul kotoran keluar dari kain sehingga kain menjadi bersih


Anonim.2011.Angka Penyabunan.Online: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files
/tmp/analisis%20lipid.pdf (Diakses tanggal 17 September 2014, pukul 19.20
WIB)
Hermawan,Dimas.2009.Konsep Angka Penyabunan . (Online:http://kimiadahsyat.
blogspot.com/2009/06/sifat-minyak-angka penyabuananxskjnx/d/d/d.html.
(Diakses tanggal 17 September 2014, pukul 16.35 WIB)
Zulhakim.2013.Cara Kerja Sabun. (Online : http://www.docstoc.com/ docs/117
964745/LAPORAN-RESMI-BIOKIMIA-UJI-LEMAK. (Diakses tanggal 17
September 2014, pukul 15.27 WIB)