Você está na página 1de 17

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN

DENGAN OSTEOMIELITIS
Oleh
Rima Dewi Asmarini, S.Kep
NIM 1021110101!
PROGRAM PENDIDIKAN PRO"ESI NERS #PN$
PROGRAM STUDI ILMU KEPERA%ATAN
UNI&ERSITAS 'EM(ER
201)
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERA%ATAN PADA PASIEN
DENGAN OSTEOMIELITIS
O*e+, Rima Dewi Asmarini, S.Kep-NIM 1021110101!
1. Ana./mi 0an "isi/*/1i T2*an1
Rangka manusia dewasa tersusun dari tulang-tulang (sekitar 206 tulang)
yang membentuk suatu kerangka tubuh. Tulang adalah jarigan hidup dan
dapat bertumbuh, memperbaiki dirinya sendiri setelah edera. Tulang
banyak mengandung bahan kristalin an!rganik (garam-garam kalsium)
yang membuat tulang menjadi keras dan kaku, dan sepertiga dari bahan
tersebut adalah jaringan "ibr!sa yang membuat nya kuat dan elastis.
#nat!mi tulang panjang (seperti "emur) memiliki iri-iri berikut ($l!ane,
200%)&
a. 'ia"isis (batang) tersusun dari tulang k!mpak silinder tebal yang
membungkus medula (r!ngga sumsum) sentral yang besar&
() R!ngga sumsum berisi sumsum tulang kuning (adip!sa) atau
susmsum merah, bergantung pada usia indi)idu.
2) *nd!steum melapisi r!ngga sumsum, jaringan ini tersusun dari
jaringan ikat are!lar )askular.
+) ,eri!steum membungkus dia"isis. ,eri!steum adalah lembaran
jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan luar adalah
jaringan ikat "ibr!sa rapat dan lapisan dala bersi"at !ste!genik
(pembentukan tuang) dan terjadi dari satu lapisan tunggal
!ste!blas. -ungsi peri!steum adalah pertumbuha tulang dalam
ukuran lebarnya, menutrisi tulang karena peri!steum sangat
ter)askularisasi dan merupakan jalur masuk pembuluh darah untuk
menembus tulang, regenerai tulang setelah terjadi "raktur, dan
sarana perlekatan untuk tend!n dan ligamen.
b. *pi"isis adalah ujung-ujung tulang yang membesar sehingga r!ngga-
r!ngga sumsum dengan mudah bersambungan.
() *pi"isi tersusun dari tulang anellus internal, yang diselubungi
tulang k!mpak dan dibungkus kartilag! artikular (kartilag! hialin).
2) .artlag! artikular, yang terletak pada ujung-ujung permukaan
tulang yang berartikulasi, dilumasi dengan airan sin!)ial dari
r!ngga persendian. .artilag! ini memungkinkan terjadinya
pergerakan sendi yang lanar.
-ungsi sitem ranga antara lain adalah ($l!ane, 200%)&
a. Tulang memeberikan t!pangan dan bentuk apda tubuh.
b. ,ergerakan. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah
persendian dan ber"ungsi sebagai bengungkit. /ika !t!t-!t!t (yang
tertanam pada tulang) berk!ntraksi, kekeuatan yang diberikan pada
pengungkit menghasilkan gerakan.
. ,erlindungan. $istem rangkan melindungi !rgan-!rgan lunak yang ada
dalam tubuh.
d. ,embentukan sel darah (hemat!p!esis). $umsum tulang merah, yang
ditemukan pada !rang dewasa dalam tulang sternum, tulang !sta,
)ertebra, tulang pipih pada ranium, dan pada bagian ujung tulang
panjang, meupakan tempat pr!duksi sel darah merah, sel darah putih,
dan tr!mb!si darah.
e. Tempat penyimpanan mineral. 0atriks tulang tersusun dari sekitar
621 garam an!rganik, terutama kalsium "!s"at dan kalsium karb!nat
dengan jumlah magnesium, kl!rida, "l!rida, sitrat yang lebih sedikit.
Rangka mengandung 221 kalsium tubuh. .alsium dan "!s"!r
disimpan dalam tulang agar bisa ditarik kembali dan dipaai untuk
"ungsi-"ungsi tubuh. 3at tersebut kemudian diganti melalui nutrisi
yang diterima.
2. De3inisi
Oste!mielitis adalah suatu penyakit in"eksi yang terjadi pada tulang.
4n"eksi yang mengenai tulang lebih sulit disembuhkan daripada in"eksi
yang mengenai jaringan lunak karena terbatasnya asupan darah , resp!n
jaringan terhadap in"lamasi, tingginya tekanan jaringan, dan pembentukan
tulang baru disekeliling jaringan tulang mati (5runner 6 $uddart, 2000).
Oste!mielitis adalah in"eksi akut tulang yang dapat terjadi karena
penyebaran in"eksi dari darah (!ste!mielitis hemat!gen) atau, yang lebih
sering setelah k!ntaminasi "raktur terbuka atau reduksi bedah
(!ste!mielitis eks!gen) (7!rwin, 2002).
Oste!mieliris merupakan penyakit yang sulit di!beti karena dapat terbenuk
abses l!kal. #bses tulang biasanya memiliki suplai darah yang buruk,
dengan demikian pelepasan swl imun dan antibi!tik terbatas (7!rwin,
2002).
. K*asi3i4asi
.lasi"ikasi menurut kejadiannya !ste!myelitis ada 2 yaitu&
a. Oste!myelitis ,rimer, ,enyebarannya seara hemat!gen dimana
mikr!!rganisme berasal dari "!us ditempat lain dan beredar melalui
sirkulasi darah.
b. Oste!myelitis $ekunder adalah Terjadi akibat penyebaran kuman
dari sekitarnya akibat dari bisul, luka "raktur dan sebagainya.
5erdasarkan lamanya in"eksii, !ste!mielitis dapat dibagi menjadi +antara
lain&
a. Oste!mielitis akut yaitu !ste!mielitis yang terjadi dalam
2 minggu sejak in"eksi pertama atau sejak penyakit pendahulu timbul.
Oste!mielitis akut ini biasanya terjadi pada anak-anak dari pada !rang
dewasa dan biasanya terjadi sebagai k!mplikasi dari in"eksi di dalam
darah. (!ste!mielitis hemat!gen). Ote!mielitis dibagi menjadi 2 yaitu&
() Oste!mielitis hemat!gen merupakan in"eksi yang penyebarannya
berasal dari darah. Oste!mielitis hemat!gen akut biasanya
disebabkan !leh penyebaran bakteri darah dari daerah yang jauh.
.!ndisi ini biasannya terjadi pada anak-anak. 8!kasi yang sering
terin"eksi biasa merupakan daerah yang tumbuh dengan epat dan
meta"isis menyebabkan thr!mb!sis dan nekr!sis l!al serta
pertumbuhan bakteri pada tulang itu sendiri. Oste!mielitis
hemat!gen akut mempunyai perkembangan klinis dan !nset yang
lambat.
2) Oste!mielitis direk disebabkan !leh k!ntak langsung dengan
jaringan atau bakteri akibat trauma atau pembedahan. Oste!mielitis
direk adalah in"eksi tulang sekunder akibat in!kulasi bakteri yang
menyebabkan !leh trauma, yang menyebar dari "!us in"eksi atau
sepsis setelah pr!sedur pembedahan. 0ani"estasi klinis dari
!ste!mielitis direk lebih terl!kasasi dan melibatkan banyak jenis
!rganisme.
b. Oste!mielitis sub-akut yaitu !ste!mielitis yang terjadi
dalam (-2 bulan sejak in"eksi pertama atau sejak penyakit pendahulu
timbul.
. Oste!mielitis kr!nis 9aitu !ste!mielitis yang terjadi
dalam 2 bulan atau lebih sejak in"eksi pertama atau sejak penyakit
pendahulu timbul. Oste!mielitis sub-akut dan kr!nis biasanya terjadi
pada !rang dewasa dan biasanya terjadi karena ada luka atau trauma
(!ste!mielitis k!ntangi!sa), misalnya !ste!mielitis yang terjadi pada
tulang yang "raktur.
5erdasarkan awitannya dibagi menjadi + yaitu ($uratun dkk, 200:)&
a. akut "ulminan (stadium 4& terjadi dalam + bulan),
b. awitan lambat (stadium 44& terjadi dalam %-2% bulan),
. awitan lama (stadium 444& terjadi dalam 2 tahun, memalui penyebaran
hemat!gen).
). E.i/*/1i
$taphyl!!us aureus merupakan penyebab ;0-:01 !ste!mielitis.
Organisme pat!genik lainnya yang sering di jumpai yaitu pr!teus,
pseud!m!nas, dan esherihia !li. 4n"eksi dapat terjadi melalui ($uratun
dkk, 200:)&
a. ,enyebaran emat!gen dari "!kus in"eksi di yempat lain& t!nsil yang
terin"eksi, in"eksi gigi, in"eksi saluran napas bagian atas.
b. ,enyebaran in"eksi jaringan lunak& ulkus dekubitus yang terin"eksi
atau ulkus )askular.
. .!ntaminasi langsung dengan tulang& "raktur terbuka, edera traumatik
(luka tembak, pembedahan tulang).
-akt!r risik! yang dapat menyebabkan !ste!mielitis antara lain ($uratun
dkk, 200:)&
a. <utrisi buruk
b. 8ansia
. .egemukan
d. 'iabetes melius
e. #rtritis reumathid
". 0endapatkan terapi k!rtik!ster!id jangka panjang
g. ,ernah menjalani pembedahan sendi
h. 0enjalani !perasi !th!pedi lama
i. 0engalami in"eksi luka yang mengeluarkan pus
j. 0engalami in"eksi insisi marginal=dehisensi luka.
5akteri merupakan penyebab umum !ste!mielitis akut, namun )irus,
jamur, dan mikr!!rganisme lain dapat berperan pula (7!rwin, 2002).
!. Pa./3isi/*/1i
Resp!ns inisial terhadap in"eksi adalah salah satu dari in"lamasi,
peningkatan >askularisas dan edema. $etelah 2 atau + hari, tr!mb!sis pada
pembuluh darah terjadi pada tempat tersebut, mengakibatkan iskemia
dengan nekr!sis tulang sehubungan dengan peningkatan dan dapat
menyebar ke jaringan lunak atau sendi di sekitarnya, keuali bila pr!ses
in"eksi dapat dik!ntr!l awal, kemudian akan terbentuk abses tulang.
,ada perjalanan alamiahnya, abses dapat keluar sp!ntan? namun yang
lebih sering harus dilakukan insisi dan drainase !leh ahli bedah. #bses
yang terbentuk dalam dindingnya terbentuk daerah jaringan mati, namun
seperti pada r!ngga abses pada umumnya, jaringan tulang mati
(se@uestrum) tidak mudah menair dan mengalir keluar. R!ngga tidak
dapat mengempis dan menyembuh, seperti yang terjadi pada jaringan
lunak. Terjadi pertumbuhan tulang baru (in)!lukrum) dan mengelilingi
se@uestrum. /adi meskipun tampak terjadi pr!ses penyembuhan, namun
se@uestrum in"eksius kr!nis yang tetap rentan mengeluarkan abses
kambuhan sepanjang hidup pasien. 'inamakan !ste!mielitis tipe kr!nik.
5. Tan0a 0an 1e6a*a
0ani"estasi klinis yang terjadi pada pasien dengan iste!mielitis adalah
sebagai berikut ($uratun dkk, 200:)&
a. /ika in"eksi hemat!gen, pasien mengalami demam tinggi, pasien
menggigil, denyut nadi epat, dan malaise umum.
b. $etelah in"eksi menyebar dari r!ngga susmsum ke k!rteks tulang, akan
mengenai peri!steum dan jaringan lunak. 5agian yang terin"eksi
menjadi nyeri, bengkak, dan mengalami nyeri tekan.
. /ika in"eksi terjadi akibat penyebaran in"eksi di sekitarnya atau
k!ntaminasi langsung, tidak ada gejala septikemia. Aejalanya yaitu
daerah in"eksi membengkak, hangat, nyeri, dan terjadi nyeri tekan.
d. Oste!mielitis kr!nis ditandai !eh pus yang selalu mengalir keluar dari
sinus atau mengalami peri!de nyeri berulang, in"lamasi,
pembengkakan, dan pengeluaran pus.
Aejala !ste!mielitis hemat!gen pada ank-anak adalah demam, menggigil,
dan keengganan menggerakkan ekstremitas tertentu. ,ada indi)idu
dewasa, gejala mungkin samar dan berupa demam, keletihan, dan malaise.
Oste!mielitis eks!gen biasanya disertai edera dan in"lamasi di tempat
lesi. Terjadi demam dan pembesaran n!dus lim"e regi!nal (7!rwin, 2002).
Tanda dan gejala dari !ste!mielitis akut dan kr!nis adalah sebagai berikut&
d. Oste!myelitis akut #<yeri daerah lesi, 'emam,
menggigil, malaise, pembesaran kelenjar lim"e regi!nal, $ering ada
riwayat in"eksi sebelumnya atau ada luka, ,embengkakan l!al,
.emerahan, $uhu raba hangat, Aangguan "ungsi, hasil lab!rat!rium
menunjukkan anemia, leuk!sit!sis)
e. Oste!myelitis kr!nis ##da luka, bernanah, berbau busuk,
nyeri, Aejala-gejala umum tidak ada, Aangguan "ungsi kadang-kadang
k!ntraktur, hasil 8ab!rat!rium 8*' meningkat)
7. K/mp*i4asi
Oste!mielitis kr!nis dapat terjadi yang ditandai !leh nyeri hebat yang tidak
berkurang dan penurunan "ungsi bagian tubuh yang terkena (7!rwin,
2002).
8. Pena.a*a4sanaan
#ntibi!tik dapat diberikan pada indi)idu yang mengalmi patah tulang atau
luka tusuk pada jaringan lunak yang memgelilingi suatu tulang sebelum
tanda-tanda in"eksi timbul. #pabila in"eksi tulang terjadi, diperlukan
antibi!tik agresi" (7!rwin, 2002).
,enatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan !ste!mielitis
antara lain ($uratun dkk, 200:)&
a. 'aerah yang terkena diim!bilisasi untuk mengurangi ketidaknyaman
dan menegah terjadinya "raktur.
b. 8akukan rendaman salin hangat selama 20 menit beberapa kali sehari
unuk mengingkatakan aliran darah.
. $asaran awal terapi adalah meng!ntr!l dan menghentikan pr!ses
in"eksi.
d. 5erdasarkan hasil kultur, dimulai pemberian antibi!tik intra)ena. /ika
in"eksi tampak terk!ntr!l dapat diberikan per !ral dan dilanjutkan
sampai + bulan
e. ,embedahan dilakukan jika tidak menujukkan resp!n terhadap
antibi!tik
". 8akukan irigasi dengan larutan salin "isi!l!gis steril ;-: hari pada
jaringan purulen dan jaringan nekr!tik di angkat. Terapi antibi!tik
dilanjutkan.
,enegahan yang dapat dilakukan untuk penyakit ini antara lain ($uratun
dkk, 200:)&
a. ,enanganan in"eksi "!kal dapat menurunkan angka penyebaran
hemat!gen
b. ,enanganan in"eksi jaringan lunak dapat meng!ntr!l er!si tulang.
. 8ingungan !perasi dan teknik !perasi dapat menurunkan insiden
!ste!mielitis
d. ,emberian antibi!tik pr!"ilaksis pada pasien pembedahan
e. Teknik merawat luka aseptik pada pasa !perasi
9. Pemeri4saan 0ia1n/s.i:
,emeriksaaan yang dapat dilakukan dari perangkat diagn!stik antara lain
(7!rwin, 2002)&
a. $an tulang dengan menggunakan injeksi nukle!tida radi!kati" dapat
memperlihatkan tempat in"lamasi tulang. ,enitraan res!nansi
magnetik (0agneti Res!nane 4maging) dapat memungkinkan
peningkatan sensiti"itas diagn!stik.
b. #nalisis darah dapat memperlihatkan peningkatan hitung darah
lengkap dan laju endap eritr!sit, yang menunjukkan adanya in"eksi
akti" yang sedang berlangsung.
PATH%A;S
Faktor predisposisi: usia, virulensi kuman,
riwayat trauma, nutrisi, dan lokasi infeksi
Infasi mikroorganisme dari
tempat lain yang beredar
melalui sirkulasi darah
Fraktur terbuka
Masuk ke juksta
epifsis tulang
panjang
Kerusakan pembuluh
darah dan adanya port
de entree
Infasi kuman ke
tulang dan
sendi
osteomielitis
fagositosis
Proses inamasi: hiperemia, pembengkakan,
gangguan fungsi, pembentukan pus, dan kerusakan
integritas jaringan
Proses
inamasi
se!ara umum
"emam, malaise,
penurunan nafsu
makan, penurunan
kemampuan tonus
otot
Keterbatasan
pergerakan
Penurunan
kemampuan
pergerakan
Hamba
tan
mobilit
as fsik
Peningkatan
tekanan
jaringan tulang
dan medula
Iskemia dan
nekrosis tulang
Pembentukan
abses tulang
Pembentukan
pus, nekrosis
jaringan
Penyebar
an infeksi
ke organ
penting
Komplik
asi
septike
mia
Risiko
tinggi
trauma
Defsit
perawata
n diri
Kerusak
an
lempeng
epifsis
Kurang
terpajan
pengetahu
an dan
informasi
Gangguan
pertumbu
han
#isiko
osteomielit
is kronis
Prognosis
penyakit
Ketidakefekt
ifan koping
individu
Ansietas
Defsiensi
pengetahua
n dan
nyer
i
Involu!tum
$pertumbuhan
tulang baru%
pengeluaran
pus dari luka
"eformitas,
bau dari
adanya luka
Ganggu
an citra
diri
Ketidakseimba
ngan nutrisi:
kurang dari
kebutuhan
Kelemahan
fsik
&irah baring
lama,
penekanan
Kerusakan
integritas
kulit
ASUHAN KEPERA%ATAN
1. Da.a <an1 per*2 0i4a6i
a) 5reathing (5()
,ada inspeksi, didapat bahwa klien !ste!mielitis tidak mengalami
kelainan pernapasan. ,ada palpasi t!raks, ditemukan taktil "remitus
seimbang kanan dan kiri. ,ada auskultasi, tidak didapat suara napas
tambahan.
b) 5l!!d (52)
,ada inspeksi, tidak tampak iktus jantung. ,alpasi menunjukan nadi
meningkat. ,ada auskultasi, didapatkan $( dan $2 tunggal, tidak ada
murmur, dan gall!p.
) 5rain (5+$
Tingkat kesadaran biasanya k!mp!s mentis. ,emeriksaan sara" ranial&
() $ara" 4. 5iasanya tidak ada kelainan "ungsi peniuman.
2) $ara" 44. Tes ketajaman penglihatan n!rmal.
+) $ara" 444,4>,dan >4. 5iasanya tidak ada gangguan mengangkat
kel!pak mata, pupil is!k!r.
%) $ara" >. .lien !ste!mielitis tidak mengalami paralisis pada !t!t
wajah dan re"leB k!rnea tidak ada kelainan.
C) $ara" >44. ,ersepsi pengeapan dalam batas n!rmal dan wajah
simetris.
6) $ara" >444. Tidak ditemukan tuli k!ndukti" dan tuli persepsi.
;) $ara" 4D dan D. .emampuan menelan baik.
:) $ara" D4. Tidak ada atr!"i !t!t stern!kleid!mast!ideus dan trapeEius.
2) $ara" D44. 8idah simetris, tidak da de)iasi pada satu sisi dan tidak
ada "asikulasi. 4ndra pengeapan n!rmal.
,emeriksaan re"leB& 5iasanya tidak terdapat re"leB pat!l!gis.
d) 5lader (5%)
,engkajian keadaan urine meliputi warna, jumlah, karakteristik dan
berat jenis. .aji k!ndisi kandung kemih. 5iasanya klien !ste!mielitis
tidak mengalami kelainan pada system ini.
e) 5!wel (5C)
4nspeksi abd!men? 5entuk datar, simetris, tidak ada hernia. ,alpasi&
Turg!r baik, hepar tidak teraba. ,erkusi& $uara timpani, ada pantulan
gel!mbang airan. #uskultasi& ,eristaltik usus n!rmal (20 kali=menit).
4nguinal-genitalia-anus& Tidak ada hernia, tidak ada pembesaran
lim"e,tidak ada kesulitan de"ekasi.,!la nutrisi dan metab!lisme.&.lien
!ste!mielitis harus meng!nsumsi nutrisi melebihi kebutuhan sehari-
hari,seperti kalsium, Eat besi, pr!tein, )itamin 7, dan lainnya untuk
membantu pr!ses penyembuhan in"eksi tulang. *)aluasi terhadap p!la
nutrisi klien dapat membantu menentukan penyebab masalah
muskul!skletal dan mengantisipasi k!mplikasi dari nutrisi yang tidak
adekuat, terauma kalsium atau pr!tein. 0asalah nyeri pada !ste!mielitis
menebabkan klien kadang mual atau muntah sehingga pemenuhan
nutrisi berkurang. ,!la eliminasi& Tidak ada gangguan p!la eliminasi,
tetapi tetap perlu dikaji "rekuensi, k!nsistensi, warna, serta bau "ees.
") 5!ne (56)
adanya !te!mielitis kr!nis dengan pr!ses supurasi di tulang dan
!ste!mielitis yang mengin"eksi sendi akan mengganggu "ungsi m!t!rik
klien. .erusakan integritas jaringan pada kulit karena adanya luka
disertai dengan pengeluaran pus atau airan bening berbau khas.
8!!k. ,ada !ste!mielitis hemat!gen akut akan ditemukan gangguan
pergerakan sendi karena pembengkakan sendi dan gangguan bertambah
berat bila terjadi spasme l!al. Aangguan pergerakan sendi juga dapat
disebabkan !leh e"usi sendi atau in"eksi sendi (arteritis septik). $eara
umum, klien !ste!mielitis kr!nis menunjukkan adanya luka khas yang
disertai dengan pengeluaran pus atau airan bening yang berasal dari
tulang yang mengalami in"eksi dan pr!ses supurasi. 0ani"estasi klinis
!ste!mielitas akibat "raktur terbuka biasanya berupa demam, nyeri,
pembengkakan pada daerah "raktur, dan sekresi pus pada luka.
0!)e. ,emeriksaan ini menentukan apakah ada gangguan gerak
(0!bilitas) atau tidak. ,ergerakan yang dilihat adalah gerakan akti" dan
pasi". ,emeriksaan yang didapat adalah adanya gangguan=keterbatasan
gerak sendi pada !ste!mielitis akut.
2. Dia1n/sa 4eperawa.an
a. <yeri yang berhubungan dengan abses tulang, pertumbuhan tulang
baru dan pengeluaran pus
b. .erusakan integritas jaringan berhubungan dengan pr!ses
pembentukan tulang baru, pengeluaran pus tirah baring lama dan
penekanan l!kal.
. <utrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan
na"su makan, penurunan kemampuan t!nus !t!t, demam dan malaise
d. 'e"isit perawatan diri berhubungan dengan penurunan kemampuan
pergerakan.
e. Resik! tinggi trauma berhubungan dengan penurunan kemampuan
pergerakan.
". Fambatan m!bilitas "isik berhubungan dengan penurunan kemampuan
pergerakan.
g. Aangguan itra diri berhubungan dengan de"!rmitas, bau dari adanya
luka.
h. 'e"isit pengetahuan dan in"! berhubungan dengan kurang terpajan
pengetahuan dan in"! tentang penyakitnya.
i. #nsietas berhubungan dengan pr!gn!sis penyakit
. Ren:ana As2+an Keperawa.an
Dia1n/sa T262an 0an 4ri.eria
+asi*
In.er=ensi
<yeri yang
berhubungan
dengan abses
tulang,
pertumbuhan
tulang baru dan
pengeluaran pus
NO>,
,ain le)el
,ain !ntr!l
7!m"!rt le)el
.riteria hasil&
a. 0ampu meng!ntr!l
nyeri (tahu penyebab
nyeri, mampu
menggunakan teknik
n!n"armak!l!gi untuk
mengurangi nyeri,
menari bantuan)
NI>, Pain mana1emen.
(. 8akuakan pengkajian nyeri
seara k!mprehensi",
termasuk l!kasi,
karakteristik, durasi,
"rekuensi, kualitas, dan
"akt!r presipitasi
2. Obser)asi reaksi n!n)erbal
dari ketidaknyamanan
+. 5antu pasien dan keluarga
untuk menari dan
menemukan dukungan
%. .!ntr!l lingkungan yang
b. 0elap!rkan bahwa
nyeri berkurang
. 0ampu mengenali
nyeri (skala, intensitas,
"rekuensi, dan tanda
nyeri)
d. 0enyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
e. Tanda )ital dalam
rentang n!rmal
". Tidak mengalami
gangguan tidur
dapat mempengaruhi nyeri
untuk menentukan
inter)ensi
C. .urangi "akt!r presipitasi
nyeri
6. #jarkan tentang teknik
n!n"armak!!gi (napas
dalam, relaksasi pr!gresi",
distraksi, k!mpres
hangat=dingin
;. Tingkatkan istirahat
:. 5erikan in"!rmasi tentang
nyeri seperti penyebab
nyeri, berapa lama nyeri
akan berkurang dan antisi
pasi ketidaknyamanan dari
pr!sedur.
2. 0!nit!r )ital sign sebelum
dan sesudah pemberian
anakgesik
.erusakan
integritas jaringan
berhubungan
dengan pr!ses
pembentukan
tulang baru,
pengeluaran pus
tirah baring lama
dan penekanan
l!kal
NO>,
Tissue integrity& skin and
mu!us
G!und healing& primary
and se!ndary intenti!n
.riteria hasil&
a. ,er"usi jaringan
n!rmal
b. Tidak ada tanda-tanda
in"eksi
. .etebalan dan tekstur
jaringan dapat
dit!leransi
d. 0enunjukkan
pemahaman dalam
pr!ses perbaikan kulit
dan menegah
terjadinya idera
berulang
e. 0enunjukkan pr!ses
penyembuhan luka
NI>, Press2re U*:er
?pre=en.i/n w/2n :are
(. #njurkan pasien untuk
menhggunakan pakaian
yang l!nggar
2. /aga kulit agar tetap bersih
dan kering
+. 0!bilisasi pasien (ubah
p!sisi pasien setiap 2 jam
sekali)
%. 0!nit!r kulit dan adanya
tanda kemerahan
C. 0!nitir akti)itas dan
m!bilisasi pasien
6. 0!nit!r statsu nutrisi
pasien
;. #jarkan pada keluarga
tentang perawatan luka
:. Obser)asi luka& l!kasi,
dimensi, kedalaman luka,
karakteristik, warna, airan,
granulasi, jaringan nekr!tik,
tanda-tanda in"eksi l!kal
2. .!lab!rasi dengan ahli giEi
untuk pemberian diit R.T,
(0. *gah k!ntaminasi "eses dan
urine
((. 8akukan perawatan luka
dengan teknik steril
<utrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
berhubungan
dengan penurunan
na"su makan,
penurunan
kemampuan t!nus
!t!t, demam dan
malaise
NO> ,
<utriti!nal $tatus & "!!d
and -luid 4ntake
.riteria Fasil &
#danya peningkatan berat
badan sesuai dengan
tujuan
5erat badan ideal sesuai
dengan tinggi badan
0ampu mengidenti"ikasi
kebutuhan nutrisi
Tidak ada tanda tanda
malnutrisi
Tidak terjadi penurunan
berat badan yang berarti
NI> , N2.ri.i/n Mana1emen.
(. .aji adanya alergi makanan
2. .!lab!rasi dengan ahli giEi
untuk menentukan jumlah
kal!ri dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien.
+. #njurkan pasien untuk
meningkatkan intake -e
%. #njurkan pasien untuk
meningkatkan pr!tein dan
)itamin 7
C. 5erikan substansi gula
6. 9akinkan diet yang
dimakan mengandung
tinggi serat untuk
menegah k!nstipasi
;. 5erikan makanan yang
terpilih ( sudah
dik!nsultasikan dengan ahli
giEi)
:. #jarkan pasien bagaimana
membuat atatan makanan
harian.
2. 0!nit!r jumlah nutrisi dan
kandungan kal!ri
(0. 5erikan in"!rmasi tentang
kebutuhan nutrisi
((. .aji kemampuan pasien
untuk mendapatkan nutrisi
yang dibutuhkan
N2.ri.i/n M/ni./rin1
(. 55 pasien dalam batas
n!rmal
2. 0!nit!r adanya
penurunan berat badan
+. 0!nit!r tipe dan
jumlah akti)itas yang biasa
dilakukan
%. 0!nit!r interaksi anak
atau !rangtua selama
makan
C. 0!nit!r lingkungan
selama makan
6. /adwalkan peng!batan
dan tindakan tidak selama
jam makan
;. 0!nit!r kulit kering
dan perubahan pigmentasi
:. 0!nit!r turg!r kulit
2. 0!nit!r kekeringan,
rambut kusam, dan mudah
patah
(0. 0!nit!r mual dan
muntah
((. 0!nit!r kadar albumin,
t!tal pr!tein, Fb, dan kadar
Ft
(2. 0!nit!r makanan
kesukaan
(+. 0!nit!r pertumbuhan
dan perkembangan
(%. 0!nit!r puat,
kemerahan, dan kekeringan
jaringan k!njungti)a
(C. 0!nit!r kal!ri dan
intake nuntrisi
(6. 7atat adanya edema,
hiperemik, hipert!nik
papila lidah dan a)itas
!ral.
#nsietas
berhubungan
dengan pr!gn!sis
penyakit
<O7
Anxiety self-control
Kri.eria Hasi*,
(. ,asien mampu mampu
mengidenti"ikasi
gejala emas
2. 0engungkapkan
pemahaman tentang
pr!sedur tindakan
+. TT> dalam batas
n!rmal
<47& Anxiety Reduction
(. /elaskan semua pr!sedur
dan apa yang dirasakan
selama pr!sedur
2. 4denti"ikasi tingkat
keemasan
+. 5antu pasien mengenal
situasi yang menimbulkan
keemasan
%. 4denti"ikasi persepsi pasien
terhadap strees
C. Temani pasien dalam
memenuhi rasa aman dan
nyaman.
6. Aunakan pendekatan yang
menyenangkan
DA"TAR PUSTAKA
5runner 6 $uddarth. 2002. Buku Ajar keperawtan medikal bedah, edisi 8 vol 3.
/akarta& *A7
7!rwin, *liEabeth /. 2002. atofisiolo!i" Buku saku. /akarta& *A7.
Al!ria 0. 5ulehek, F!ward .. 5uther, /!anne 0. '!hterman 6 7heryl 0.
Gagner. 20(+. #ursin! $nterventions %lassification &#$%' (ixth )dition*
0!sby& Hnited $tates !" #meria.
/!hns!n, 0., et all* 2000. #ursin! +utcomes %lassification &#+%' (econd
)dition. <ew /ersey& Hpper $addle Ri)er
<anda 4nternati!nal. 20(+. ,ia!nosis -eperawatan ,efinisi dan -lasifikasi ./0.-
./01* /akarta& *A7.
$l!ne, *thel. 200%* Anatomi dan 2isiolo!i. /akarta & *A7.
$meltEer 6 5are. 2002. -eperawatan 3edikal Bedah $$. /akarta& *A7
$uratun., dkk. 200:. -lien ,en!an (istem 3uskoloskeletal" (eri Asuhan
-eperawatan. /akarta& *A7.
Gilkins!n, /udith 0. 2006. Buku (aku ,ia!nosis -eperawatan, edisi 4. *A7 &
/akarta.