Você está na página 1de 31

PERCOBAAN V

Judul : Analisis Melalui Pengendapan


Tujuan : 1. Mengendapkan Barium Klorida dan menentukan persentasi hasil
Barium Klorida.
2. Mendalami dan menggunakan hukum stoikiometri dalam reaksi
kimia.
Hari, tanggal : a!tu, 1" #o$em!er 2%11
Tempat: &a!oratorium Kimia 'K(P )nlam Banjarmasin
I. Dasar Teori
1.1 Kelarutan
Ketika suatu *at ditam!ahkan ke suatu larutan, !ahkan ketika larutan terse!ut
en+er dan teraduk dengan !aik akan selalu ada !e!erapa daerah lokal ,ang
!erkonsentrasi tinggi. -engan menggunakan suatu prosedur, maka *at terse!ut dapat
dihasilkan se!agai hasil reaksi ,ang terjadi dalam larutan. Teknik ini !iasan,a dise!ut
pengendapan dari larutan homogen. -an pelarutn,a. .ampuran homogen adalah
pengga!ungan dua *at tunggal atau le!ih ,ang sama partikeln,a men,e!ar merata dan
mem!entuk suatu /ase. 0ang dimaksud satu /ase adalah *at ,ang si/at dan
komposisin,a sama antara satu !agian ,ang lain didekatn,a, misaln,a larutan gula.
&arutan dide/inisikan se!agai +ampuran homogen antara *at pelarut &arutan terdiri
atas larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
&arutan di!edakan menjadi 2 ma+am , ,aitu :
&arutan elektrolit
&arutan elektrolit adalah larutan sen,a1a dalam air atau lelehann,a dan dapat
menghantarkan arus listrik karena mengandung ion positi/ 2kation3 dan ion
negati$e 2anion3. -idalam larutan elektrolit terdapat sen,a1a ion dan sen,a1a
ko$alen. en,a1a ion umumn,a terdapat pada larutan garam dan !asa, sedangkan
sen,a1a ko$alen umumn,a terdapat pada asam. &arutan elektrolit !erdasarkan
kekuatan ada ,ang lemah dan kuat. &arutan elektrolit kuat ,aitu ,ang mudah
terionisasi atau !an,ak menghasilkan ion, sedangkan larutan elektrolit lemah
,aitu ,ang sukar terionisasi atau sedikit menghasilkan ion.
&arutan nonelektrolit
&arutan ini umumn,a terdapat dalam sen,a1a organik ke+uali H.44H 2asam
/ormiat3 dan .H5.44H 2asam asetat3. Kedua larutan ini termasuk dalam
golongan elektrolit lemah.
1.2 Faktor-faktor an! "e#$en!aru%i Kelarutan
1. Jenis *at terlarut
etiap *at mempun,ai harga kelarutan ,ang !er!eda6!eda pada suatu pelarut.
)mumn,a semua asam mudah larut dalam air ke+uali !e!erapa asam ,ang sukar
larut, misaln,a H2, H2i45, H5As47, dan H5!47.
2. Jenis *at pelarut
Pelarut di!edakan menjadi 2, ,aitu polar dan nonpolar. Pada umumn,a,
sen,a1a polar mudah larut dalam pelarut polar dan sen,a1a nonpolar mudah
larut dalam pelarut nonpolar. .ontoh pelarut polar diantaran,a H24 dan #H5 +air ,
sedangkan pelarut nonpolar antara lain .8H8 dan eter.
5. uhu
Pada suhu ,ang semakin tinggi, umumn,a suatu *at akan semakin mudah
larut. 4leh karena itu, harga kelarutan suatu *at diukur pada suhu dan tekanan
tertentu, ,aitu 29
%
. dan tekanan 1 atm. #amun, ada !e!erapa *at ,ang !erkurang
kelarutann,apada suhu tinggi. .ontoh : *at6*at !er1ujud gas dan #a247.1%H24 ,
kelarutann,a !erkurang pada suhu le!ih dari 52,7
%
..
1.& Pen!en'a$an
Analisis melalui pengendapan adalah suatu +ara untuk menghitung persentase
dari suatu *at ,ang mengendap. uatu *at akan mengendap apa!ila hasil kali
kelarutan ion6ion 2:3 le!ih !esar daripada tetapan hasil kali kelarutan 2Ksp3. Ksp
suatu sen,a1a ionik ,ang sukar larut dapat mem!erikan in/ormasi tentang
kelarutan sen,a1a terse!ut dalam air, ;semakin !esar harga Ksp suatu *at maka
semakin mudah larut sen,a1a terse!ut;.
<ndapan adalah *at ,ang memisahkan dari se!agian suatu /ase padat ,ang
keluar dari larutan. <ndapan mungkin !erupa kristal 2kristalisasi3 atau koloid dan
dapat dikeluarkan dan larutan dengan pen,aringan atau pemusingan 2+entri/uge3.
<ndapan akan ter!entuk atau tidak tergantung pada kelarutan 2solu!ilit,3 dari *at
terlarut, ,aitu jumlah maksimum *at terlarut ,ang akan larut dalam sejumlah
tertentu *at pelarut. erta !ergantung pada hasil kali kelarutan ion6ion ,ang
!erga!ung dalam larutan terse!ut atau ,ang dise!ut dengan :ousien reaksi 2:3.
<ndapan akan ter!entuk ketika hasil kali kelarutan ion6ionn,a 2:3 le!ih !esar
daripada harga hasil kali kelarutann,a 2Ksp3. Pada kondisi ini larutan dikatakan
le1at jenuh sehingga terjadi pengendapan. Jika nilai :6n,a sama dengan Ksp
maka larutan tepat jenuh ,aitu larutan tepat akan mengendap. Tetapi ketika nilai
: tidak melampaui atau kurang dari harga Ksp, maka larutan dikatakan !elum
jenuh sehingga tidak terjadi pengendapan. Kelarutan 2solu!ilit,3 suatu endapan,
menurut de/inisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhn,a.
Kelarutan !ergantung pada !er!agai jenis kondisi seperti suhu, tekanan,
konsentrasi !ahan6!ahan lain dalam larutan itu dan pada komposisi pelarutn,a
atau jenis pelarutn,a. Jadi suatu larutan akan mengendap atau tidak , dapat
ditentukan dengn memeriksa nilai :6n,a dengan ketentuan se!agai !erikut:
a3 Jika :=Ksp, larutan !elum jenuh 2tidak terjadi endapan3
!3 Jika :>Ksp, larutan tepat jenuh 2tepat akan mengendap3
+3 Jika :?Ksp, larutan le1at jenuh 2ter!entuk endapan3
Ketika terjadi pengendapan ukuran partikel endapan ditentukan oleh laju
relati$e dari 2 proses !erikut :
a. Pem!entukan inti ,ang dise!ut nukleasi
!. Pertum!uhan inti6inti untuk mem!entuk partikel6parikel ,ang +ukup
!esar untuk mengendap. Jika laju nukleasi le!ih ke+il di!andingkan
dengan laju pertum!uhan inti, maka han,a dihasilkan partikel dengan
jumlah ,ang sedikit , namun ukurann,a relati/ !esar. <ndapan seperti
ini le!ih mudah disaring dan sering kali le!ih murni daripada endapan
ukuran partikeln,a relati/ ke+il.
Peru!ahan kelarutan dengan tak mempun,ai arti penting karena semua
pekerjaan dilakukan dalam !ejana ter!uka pada tekanan atmos/er. Peru!ahan ,ang
sedikit dari tekanan atmos/er mempun,ai pengaruh ,ang !erarti atas kelarutan.
Terle!ih penting adalah peru!ahan kelarutan dengan suhu.)mumn,a dapat dikatakan,
!ah1a kelarutan endapan !ertam!ah !esar dengan kenaikan suhu, meskipun dalam
!e!erapa hal ,ang istime1a seperti kalium sul/at 2K2473, ,ang terjadi se!alikn,a.
&aju kenaikan kelarutan dengan suhu !er!eda6!eda, dalam !e!erapa hal sangat ke+il
sekali, dalam hal6hal lainn,a sangat !esar. Pada !e!erapa hal peru!ahan kelarutan
dengan !eru!ahn,a suhu dapat menjadi dasar untuk pemisahan. Misaln,a, pemisahan
ion tim!al 2P!
2@
3 dan perak 2.u
2@
3 dari merkurium 2(3 dapat di+apai dengan
mengendapkan ketiga ion itu mula6mula se!agai klorida, diteruskan dengan
menam!ahkan air panas pada +ampuran. Air panas ini akan melarutkan tim!al
klorida, tetapi perak dan raksa 2(3 klorida praktis tidak larut di dalamn,a. etelah
men,aring larutan panas itu, ion tim!al akan ditemukan dalam /iltrat dan dapat
dengan reaksi6reaksi khas.
Peru!ahan kelarutan dengan komposisi pelarut atau jenis pelarut mempun,ai
sedikit arti penting karena meskipun ke!an,akan pengujian dilakukan dalam larutan
air, dalam !e!erapa hal le!ih menguntungkan !ila memakai *at lain seperti alkohol,
eter, dan se!again,a se!agai pelarut. Pemisahan logam6logam alkali misaln,a dapat
di+apai dengan mengekstraksi garam6garamn,a setara selekti/ dengan !er!agai
pelarut.-alam hal ini reagensia ,ang dipakai dalam pengujian dilarutkan dalam
pelarut dan penam!ahan reagensia itu pada larutan uji se!enarn,a mengu!ah
komposisi medium.
Kelarutan juga !ergantung pada si/at dan juga konsentrasi *at6 *at lain,
terutama ion6ion dalam +ampuran itu. Ada per!edaan ,ang men+olok antara e/ek dari
apa ,ang dise!ut ion sekutu dan ion asing. (on sekutu adalah suatu ion ,ang juga
merupakan salah satu !ahan endapan. -engan perak nitrat 2Ag#453 misaln,a, !aik
ion perak maupun ion klorida merupakan ion A ion sekutu, tetapi semua ion lainn,a
adalah asing. )mumn,a dapat dikatakan, !ah1a kelarutan suatu endapan !erkurang
!an,ak sekali jika salah satu ion sekutu terdapat dengan !erle!ihan, meskipun e/ek
ini mungkin diim!angi dengan pem!entukan suatu kompleks ,ang dapat larut
dengan ion sekutu ,ang !erle!ihan itu. -engan adan,a ion asing, kelarutan endapan
!ertam!ah, tetapi pertam!ahan ini umumn,a sedikit, ke+uali !ila terjadi reaksi kimia
2separti pem!entukan kompleks atau reaksi asam !asa3 antara endapan dengan ion
asing, pada mana pertam!ahan kelarutan le!ih men+olok.
Analisis melalui pengendapan adalah suatu +ara untuk menghitung persentase
dari suatu *at,ang mengendap. uatu larutan atau *at akan mengendap jika hasil kali
kelarutan ion6ion 2:3 le!ih !esar dari tetapan hasil kali kelarutan 2Ksp3. Tetapan hasil
kali kelarutan 2Ksp3 adalah tetapan kesetim!angan antara garam atau !asa ,ang
sedikit larut. Ksp suatu sen,a1a ionik ,ang sukar larut dapat mem!erikan in/ormasi
tentang kelarutan sen,a1a terse!ut dalam air, Bemakin !esar harga Ksp suatu *at,
semakin mudah larut sen,a1a terse!ut.;
e+ara umum, hu!ungan antara kelarutan 2s3 dengan tetapan hasil kali
kelarutan 2Ksp3 din,atakan se!agai !erikut :
Ksp > 2n613
n61
s
n
dimana n adalah jumlah ion dari elektrolit. Atau untuk kesetim!angan kelarutan ACB,
dengan kelarutan 2s3 ,aitu :
ACB, 2s 3 C A
m@
2aD3 @ , B
n6
2aD3
s Cs ,s
Ksp > EA
m@
F
C
EB
n6
F
,
> 2Cs3
C
2,s3
,
> 2C
C
,
,
3 s
2C@,3
Harga Ksp suatu *at dapat digunakan untuk meramalkan terjadi tidakn,a
endapan suatu *at jika dua larutan ,ang mengandung ion6ion dari sen,a1a sukar larut
di+ampurkan. )ntuk meramalkan terjadin,a endapan atau tidak terjadin,a endapan
ACB, jika larutan ,ang mengandung ion A
m@
dan B
n6
di+ampurkan digunakan konsep6
hasil kali ion 2:3 !erikut ini :
: ACB, > EA
m@
F
C
EB
n6
F
,
Pada per+o!aan ini larutan !arium klorida diendapkan dengan kelarutan
kalium kromat. Berdasarkan persamaan reaksi :
Ba.l2 2aD3 @ K2.r47 2aD3 Ba.r472s3 @ 2 K.l 2aD3
<ndapan kalium kromat disaring, hasil teoritis !arium kromat dihitung dari
endapan ,ang ter!entuk.emua !arium klorida dianggap !eru!ah menjadi hasil.Hasil
teoritis ditentukan dari stoikiometri reaksi. toikiometri adalah +ara perhitungan
kimia untuk menim!ang dan menghitung spesi6spesi kimia.
1.( Faktor-faktor an! "e#$en!aru%i Pen!en'a$an
Ke!erhasilan proses pengendapan sangat dipengaruhi oleh !er!agai ma+am /aktor
diantaran,a temperatur, si/at alami pelarut, pengaruh ion lain, pH, hidrolisis,dan
pem!entukan kompleks. Pengaruh ini dapat kita jadikan se!agai dasar untuk
memahami titrasi argentometri dan gra$imetri.
1. Temperatur
Kelarutan semakin meningkat dengan naikn,a suhu, jadi dengan
meningkatn,a suhu maka pem!entukan endapan akan !erkurang dise!a!kan !an,ak
endapan ,ang !erada pada larutann,a.
2. i/at alami pelarut
Garam anorganik mudah larut dalam air di!andingkan dengan pelarut organik
seperti alkohol atau asam asetat. Per!edaan kelarutan suatu *at dalam pelarut organik
dapat dipergunakan untuk memisahkan +ampuran antara dua *at. etiap pelarut
memiliki kapasitas ,ang !er!eda dalam melarutkan suatau *at, !egitu juga dengan *at
,ang !er!eda memiliki kelarutan ,ang !er!eda pada pelarut tertentu.
5. Pengaruh ion sejenis
Kelarutan endapan akan !erkurang jika dilarutkan dalam larutan ,ang
mengandung ion sejenis di!andingkan dalam air saja. e!agai +ontoh kelarutan
'e24H35 akan menjadi ke+il jika kita larutkan dalam larutan #H74H di!anding
dengan kita melarutkann,a dalam air, hal ini dise!a!kan dalam larutan #H74H
sudah terdapat ion sejenis ,aitu 4H6 sehingga akan mengurangi konsentrasi 'e24H35
,ang akan terlarut. </ek ini !iasan,a dipakai untuk men+u+i endapan dalam metode
gra$imetri.
7. Pengaruh pH
Kelarutan endapan garam ,ang mengandung anion dari asam lemah
dipengaruhi oleh pH, hal ini dise!a!kan karena pengga!ungan proton dengan anion
endapann,a. Misaln,a endapan Ag( akan semakin larut dengan adan,a kenaikan pH
dise!a!kan H@ akan !erga!ung dengan (6 mem!entuk H(.
9. Pengaruh hidrolisis
Jika garam dari asam lemah dilarutkan dalam air maka akan dihasilkan
peru!ahan konsentrasi H@ dimana hal ini akan men,e!a!kan kation garam terse!ut
mengalami hidrolisis dan hal ini akan meningkatkan kelarutan garam terse!ut.
8. Pengaruh ion kompleks
Kelarutan garam ,ang tidak mudah larut akan semakin meningkat dengan
adan,a pem!entukan kompleks antara ligan dengan kation garam terse!ut. e!agai
+ontoh Ag.l akan naik kelarutann,a jika ditam!ahkan larutan #H5, hal ini
dise!a!kan karena ter!entukn,a kompleks Ag2#H532.l.
II. Alat 'an Ba%an
A. Alat
Alat6 alat ,ang digunakan pada per+o!aan ini adalah:
1. #era+a analitik 1 !uah
2. Ka+a arloji 1 !uah
5. Gelas kimia 2%% ml 1 !uah
7. Gelas kimia 1%% ml 1 !uah
9. Batang pengaduk 1 !uah
8. Pipet tetes 1 !uah
H. Hot plate 1 !uah
I. .orong 1 !uah
". Gelas ukur 9% ml 1 !uah
B. Bahan
Bahan6 !ahan ,ang diperlukan adalah:
1. er!ukJ !utiran Ba.l2
2. &arutan K2.r47 %,2 M
5. ADuades
7. Kertas saring
III. Prosu'er Ker)a
1. Menim!ang kira6 kira 1,29 gram Ba.l2 dan memasukkan ke dalam gelas
kimia 2%% ml. Kemudian menam!ahkan 29 ml aDuades, mengaduk6 ngaduk
sampai larutan homogen, sesudah itu memasukkan lagi K2.r47 %,2 M
se!an,ak 29 ml, mengaduk6 ngaduk dan mengamati endapan ,ang ter!entuk.
Menguji larutan dengan !e!erapa tetes larutan K2.r47, apakah larutan
ter!entuk 2jika endapan dari Ba.r47 masih ter!entuk, menam!ahkan terus
K2.r47 sampai Ba.r47 tidak ter!entuk lagi3.
2. Memanaskan sampai mendidih, mengangkat dari api dan men,aring selagi
panas dengan kertas saring ,ang telah ditim!ang massan,a.
5. Mengam!il kertas saring !eserta endapann,a, mengeringkan, menim!ang, dan
men+atat !o!otn,a.
7. Mengitung hasil teoritis endapan Ba.r47 dan menentukan juga persentase
hasiln,a dengan rumus:
% hasil BaCrO4 = Berat n,ata Ba.r47 C 1%% K
Berat teoritis Ba.r47
2Berat teoritis dihitung menggunakan konsep stoikiometri reaksi3
IV. *asil Pen!a#atan
No. Perlakuan Pen!a#atan
1.
Menim!ang Ba.l2 Massan,a 1,29 gram
2.
Menam!ahkan 29 ml aDuades.
Mengaduk6 aduk larutan terse!ut.
&arutan menjadi homogen,
!erupa larutan !ening.
5.
Menam!ahkan larutan K2.r47 %,2
M se!an,ak 29 ml.
Larna mula6 mula larutan adalah
kuning !ening.
7.
Mengaduk6 aduk larutan. etelah diaduk, 1arna larutan
menjadi kuning keruh.
9.
Mengamati endapan dengan
mendiamkann,a.
Pada gelas kimia ter!entuk
endapan pada !agian !a1ah.
etelah !e!erapa 1aktu
didiamkan. Bagian atas larutan
!ening, sedangkan endapan
!er1arna kuning.
8.
Menguji larutan dengan menetesi
larutan K2.r47 2 M.
Pada tetes ke65 2tiga3 larutan pada
!agian atas tetap !ening. &arutan
pada Ba.r47 tidak ter!entuk lagi.
H. Menim!ang kertas saring. Massan,a %,8519 gram
I. Memanaskan larutan sampai
mendidih. Mengangkat dari api dan
men,aring selagi masih panas
Terdapat /iltrat pada gelas kimia
!erupa larutan !ening. -an residu
menempel pada kertas saring
dengan kertas saring, dituangkan
pada erlenme,er.
!er1arna kuning.
".
Mengam!il kertas saring !eserta
endapann,a. Mengeringkan residu
selama !e!erapa hari.
<ndapan kering.
1%.
Menim!ang dan men+atat
!o!otn,a.
Massa 2endapan kering @ kertas
saring3 6 massa kertas saring>
2,%929 g A %,8519 g > 1,72 gram
V. Analisis Data
Pada per+o!aan BAnalisis Melalui Pengendapan; ,ang !ertujuan untuk
mengetahui !agaimana proses terjadin,a pengendapan Ba.l2 2Barium klorida3
dan se!a!6 se!a!n,a, serta menentukan persentase hasil dari Ba.r47 2Barium
kromat3 dengan menggunakan hukum stoikiometri dalam reaksi kimia. -imana
suatu *at akan mengendap apa!ila hasil kali kelarutan ion6 ionn,a le!ih !esar
daripada harga Ksp. Pada per+o!aan ini larutan Barium klorida diendapkan
dengan larutan Kalium kromat. -apat dilihat dari persamaan reaksi:
Ba.l2 2aD3 @ K2.r47 2aD3 Ba.r47 2s3 @ 2K.l 2aD3
Kemudian endapan Barium kromat disaring, hasil teoritis Barium kromat
dihitung dari endapan ,ang ter!entuk. emua Barium klorida dianggap !eru!ah
menjadi hasil. -an hasil teoritis ditentukan dari stoikiometri reaksi. -ari
per+o!aan ini dapat diamati melalui !e!erapa prosedur.
Prosedur 1
Pada prosedur ini mula6 mula ser!uk Ba.l2 ditim!ang dengan !erat 1,29
gram, ,ang dimasukkan ke dalam gelas kimia 2%% ml. Kemudian menam!ahkan
29 ml aDuades dan mengaduk6 ngaduk sampai larutan homogen. Hal ini dilakukan
agar Ba.l2 ,ang !er!entuk padatan 2ser!uk3 larut dalam aDuades, serta agar Ba.l2
men,e!ar keseluruh aDuades dalam gelas kimia. Pada tahap ini, larutan !erupa
larutan !ening. &arutan !ening ini menunjukkan !ah1a larutan 2+ampuran3
terse!ut homogen, tidak terlihat adan,a !idang !atas.
Pada larutan homogen terse!ut, dimasukkan K2.r47 %,2 M se!an,ak 29 ml
dengan tetes demi tetes sam!il diaduk6 aduk. Tujuan dari penam!ahan larutan
K2.r47 dengan tetes demi tetes sam!il dilakukan pengadukan adalah untuk
meminimalisasi kele1at jenuhan dan mendapatkan endapan dalam jumlah !esar.
etelah larutan K2.r47 dimasukkan sam!il mengaduk6 aduk, 1arna larutan
menjadi keruh. Kemudian mengamati larutan terse!ut dengan mendiamkann,a,
pada gelas kimia ter!entuk endapan pada !agian dasar dengan 1arna endapan
kuning, sedangkan pada !agian atas endapan ter!entuk larutan dalam !entuk +air
,ang !er1arna !ening kekuning6 kuningan. &arutan diatas endapan ini !er1arna
!ening kekuning6 kuningan karena masih ada partikel endapan ,ang !elum
mengendap 2turun ke dasar gelas kimia3.
<ndapan ,ang ter!entuk pada !agian !a1ah larutan terse!ut adalah endapan
Ba.r47 ,ang merupakan hasil reaksi dari:
Ba.l2 2aD3 @ K2.r47 2aD3 Ba.r47 2s3 @ 2K.l 2aD3
Pada persamaan reaksi diatas terlihat pada sen,a1a Ba.r47 terdapat anak
panah ,ang mengarah ke !a1ah, hal terse!ut men,atakan pem!entukan endapan
,ang tak larut dalam air. Ba.r47 dapat dise!ut endapan 2padahal pada per+o!aan
tidak diketahui unsur6 unsur apa ,ang mungkin mem!entuk endapan3 karena
!erdasarkan aturan sen,a1a ionik dalam air, !ah1a ion .l
6
dapat larut dalam air.
Berdasarkan aturan terse!ut se+ara kualitati/ dapat diprediksi !ah1a han,a Ba
2@
,ang tersisa se!agai ion ,ang tidak larut. 4leh karena han,a ion Ba
2@
,ang tidak
larut, maka dapat diprediksi !ah1a !agian dari K2.r47 ,ang mungkin !ereaksi
dengan Ba
2@
adalah .r47
26
. (on .r47
26
diprediksi se!agai pasangan reaksi Ba
2@
karena han,a .r47
26
,ang dapat !ereaksi
dengan ion Ba
2@
se!agai kation, sehingga ter!entuklah Ba.r47 se!agai endapan.
<ndapan Ba.r47 memiliki 1arna kuning karena K2.r47 murni !er1arna kuning
dan Ba.l2 ,ang terdispersi oleh aDuades !erupa larutan !ening, sehingga ketika
direaksikan akan menghasilkan larutan dan endapan !er1arna kuning.
<ndapan Ba.r47 dapat terjadi dalam reaksi antara Ba.l2 dan K2.r47 karena
hasil kali kelarutan ion6 ion Ba.r47 le!ih !esar daripada tetapan hasi kali
kelarutan Ba.r47. Hasil kelarutan ion6 ion ,ang le!ih !esar dari reaksi akan
mengendap sampai hasil kali konsentrasi ion sama dengan tetapan hasil kali
kelarutan setelahn,a le!ih !esar.
-alam hal ini larutan Ba.l2 ,ang direaksikan dengan K2.r47 menghasilkan
endapan Ba.r47 dan larutan K.l. eperti ,ang terlihat pada gelas kimia,
ter!entuk 2 lapisan. Pada lapisan !a1ah !erupa endapan Ba.r47 dan lapisan atas
!erupa larutan K.l. -apat dilihat pada persamaan reaksi:
Ba.l2 2aD3 @ K2.r47 2aD3 Ba.r47 2s3 @ 2K.l 2aD3
Pada per+o!aan dapat kita ketahui !ah1a ,ang mengendap !ukan K.l
melainkan Ba.r47. Hal terse!ut dikarenakan hasil kali kelarutan ion6 ion dari
Ba.r47 le!ih !esar dari Ksp n,a 2: ? Ksp3, sedangkan pada hasil kali kelarutan
ion6 ion dari K.l le!ih ke+il dari Ksp n,a sehingga tidak ter!entuk endapan 2: =
Ksp3.
&angkah selanjutn,a menetesi kem!ali larutan K2.r47. Hal terse!ut dilakukan
untuk menguji larutan, apakah endapan Ba.r47 masih ter!entuk. -alam
per+o!aan ini ditetesi se!an,ak 5 tetes larutan K2.r47, hingga akhirn,a di dalam
larutan tidak ter!entuk lagi endapan. -ari pengujian larutan dengan K2.r47
diketahui !ah1a adan,a pengaruh ion senama dalam reaksi ini. (on senama ini
ditunjukkan dengan penam!ahan K2.r47 ,ang memiliki ion 2K
@
dan .r47
26
.
-iihat pada reaksi !erikut:
K2.r472aD3 2K
@
@ .r47
26
-engan endapan ,ang diuji, ,aitu Ba.r47 dalam per+o!aan ini. -iihat
pada reaksi !erikut:
Ba.r472s3 Ba
2@
@ .r47
26
(on senaman,a ditunjukkan dengan ion .r47
26
,ang dimiliki oleh masing
masing sen,a1a. Konsep ion senama terse!ut !erpengaruh terhadap reaksi
pengendapan karena ion senama dapat menjadikan hasil kali kelarutan dan
meneruskan kelarutan sen,a1a ,ang ditam!ahkan. Berdasarkan konsep ion
terse!ut, per+o!aan pada tahap ini dapat dijelaskan se!agai !erikut.
<ndapan Ba.r47 ditam!ahkan dengan K2.r47 jenuh 2murni3 akan
men,e!a!kan ion .r47
26
!ertam!ah. Bertam!ahn,a ion .r47
26
ini akan
men,e!a!kan hasil kali kelarutan ion dalam Ba.r47 meningkat daripada tetapan
hasil kali kelarutan 2Ksp3.
: > EBa
2@
FE.r47
26
F ? Ksp
Ket: : > hasil kali kelarutan
Ksp > tetapan hasil kali kelarutan
Hu!ungan antara ion senama ,ang dapat menurunkan *at terlarut dengan
menaikkan kelarutan, dalam per+o!aan ini dapat dijelaskan !ah1a K2.r47 ,ang
ditam!ahkan dalam larutan akan mengalami pengionan dan menam!ah ion
senama dalam konsentrasin,a. 4leh karena itu, larutan K2.r47 ,ang ditam!ahkan
dalam larutan mem!uat penurunan kelarutan Ba.r47, maka K2.r47
dimungkinkan mem!entuk tahap selanjutn,a dalam larutan kesetim!angan
kelarutan ,ang le!ih tinggi. &arutan ini sendiri akan mengendap apa!ila
dilarutkan duaJ le!ih sen,a1a atau *at lain dengan menam!ahkan sen,a1a atau
*at lain kedalam produk. -alam reaksi ini endapan ter!entuk dengan
mereaksikan dua sen,a1a, ,aitu Ba.l2 dan K2.r47.
Prosedur 2
Pada prosedur 2 ini dimana +ampuran dari Ba.l2 dan K2.r47 ,ang telah
diuji dengan menetesi kem!ali larutan K2.r47, kemudian dipanaskan. Pemanasan
ini dilakukan dengan menggunakan hotplate. Pemanasan dilakukan dengan
tujuan untuk men,empurnakan pelarutan *at6 *at terse!ut dalam *at pelarut.
Pemanasan ini akan men,e!a!kan larutan mengalami penguapan, penguapan
terse!ut han,a mengurangi +airan dalam larutan, namun endapan pada gelas
kimia masih dalam jumlah ,ang sama dengan se!elum pemanasan. Pemanasan
juga !erpengaruh terhadap kelarutan 2solu!ilit,3, kelarutan gas umumn,a
!erkurang pada temperatur ,ang le!ih tinggi. &arutan ,ang dipanaskan akan
menim!ulkan gelem!ung6 gelem!ung gas ,ang keluar dari dalam larutan.
&arutan ,ang dipanaskan, maka suhu akan naik dan ini sesuai dengan a*as &e
.hatelier, BBila dilakukan suatu paksaan pada suatu sistem kesetim!angan,
sistem itu +enderung !eru!ah sedemikian untuk mengurangi aki!at paksaan itu.;
Paksaan ,ang sedang dilakukan dalam hal larutan jenuh Ba.r47 itu adalah
penam!ahan energi panas 2kenaikan temperatur3. uatu *at ,ang men,erap kalor
ketika melarut, +enderung le!ih larut pada temperatur ,ang tinggi. Pemanasan
,ang dilakukan pada larutan akan meningkatkan suhu dan aki!atn,a Ba.l2 tepat
sama dengan K2.r47. edangkan partikel ,ang tidak !ereaksi sempurna dalam
larutan akan mengendap, namun masih dalam larutan. Pemanasan ini sangat
penting dilakukan dalam reaksi pengendapan karena dengan pemanasan akan
diketahui apakah +ampuran *at terse!ut tepat !ereaksi atau tidak 2men+apai titik
kesetim!angan atau tidak3.
Pada proses selanjutn,a adalah men,aring larutan selagi panas dengan
menggunakan kertas saring ,ang massa dari kertas saring terse!ut telah
ditim!ang terle!ih dahulu. Kertas saring ,ang digunakan diletakkan dalam
+orong, untuk mempermudah pen,aringan. Pen,aringan ,ang dilakukan ketika
masih panas !ertujuan agar larutan tidak mengalami endapan dan mudah
mele1ati kertas saring. Apa!ila kondisi larutan terse!ut sudah dingin, maka
kelarutan akan menurun dan akan ter!entuk endapan kem!ali. edangkan
endapan dalam larutan akan mudah ter!entuk selagi panas. Hal ini dilakukan
karena ketika larutan dalam keadaan panas, endapan dan larutan ,ang tidak
mengendap !er+ampur 2energ, thermal3.
-engan +ampura sementara antara larutan ,ang tidak mengendap dan
endapan, maka proses pen,aringan dilakukan. Pen,aringan dapat dilakukan
!erkali6 kali agar menghasilkan /iltrat murni !erupa larutan !ening. -alam
pen,aringan ini akan dihasilkan dua jenis *at dalam !entuk endapan ,ang
terdapapat pada kertas saring, ,ang dapat dise!ut dengan residu, dan 1arna dari
residu terse!ut adalah kuning, residu ,ang !erupan endapan terse!ut adalah
Ba.r47. Kemudian ada pula ,ang !erupa larutan ,ang terdapat dalam gelas
kimia, ,ang dise!ut dengan /iltrat. 'iltrat terse!ut adalah sen,a1a K.l !erupa
larutan !ening.
<ndapan Ba.r47 !er1arna kuning, hal ini menunjukkan !ah1a 1arna
kuning terse!ut di!a1a oleh ion .r47
26
. (on .r47
26
diindikasi mem!a1a 1arna
kuning karena sen,a1a utama se!elum diteteskan dengan Ba.l2, tern,ata
endapan !er1arna kuning dan K.l ,ang merupakan produk lainn,a !erupa
larutan !ening. -ari pern,ataan ini dapat disimpulkan !ah1a 1arna kuning
di!a1a oleh ion .r47
26
.
Prosedur 5
Tahap selanjutn,a adalah mengam!il kertas saring !eserta endapann,a dan
mengeringkann,a selama M 2 hari. Pengeringan ini dilakukan untuk memisahkan
*at ,ang masih ada di dalam endapan ion elektrolit6 elektrolit dan kotoran6
kotoran ,ang terperangkap dalam endapan, sehingga dapat dia!aikan.
Pengeringan ini akan men,e!a!kan air, elektrolit dan kotoran6 kotoran menguap
lepas dari endapan.
<ndapan ,ang sudah kering terse!ut selanjutn,a ditim!ang dan diperoleh
!erat 2,%929 gram. Berat terse!ut merupakan !erat endapan dengan kertas saring.
Kertas saring sendiri memiliki !erat %,8519 gram, sehingga !erat endapan
Ba.r47 adalah 1,721 gram. Hasil dari endapan ini !erupa Ba.r47 kering.
Prosedur 7
Tahap terakhir adalah menghitung hasil teoritis endapan Ba.r47 dan
menentukan hasil persentase. Hasil teoritis dari suatu hasil reaksi merupakan
hasil maksimum ,ang mungkin dapat diperoleh jika pereaksi han,a
menghasilkan sen,a1a terse!ut tanpa adan,a reaksi samping. Hasil teoritis
adalah hasil ,ang diperoleh dari perhitungan. Hasil reaksi ini diperoleh dengan
menggunakan persamaan reaksi ,ang terjadi pada reaksi terse!ut dan menghitung
jumlah hasil reaksi ,ang ter!entuk dari jumlah pereaksi ,ang diketahui.
edangkan hasil ,ang se!enarn,a diperoleh adalah jumlah hasil reaksi ,ang
se!enarn,a diperoleh dari per+o!aan. Biasan,a hasil reaksi ini diperoleh dari
mengisolasin,a dari +ampuran dan menim!angn,a.
Berat teoritis endapan !erdasarkan konsep stoikiometri adalah 1,28 gram
di!ulatkan menjadi 1,5 gram. Perhitungan endapan 2Ba.r473 sesuai teoritis ini
!erdasarkan konsep stoikiometri dan perhitungan dapat dilihat pada !agian
lampiran. -engan memperoleh !erat teoritis dan !erat n,ata dari endapan
Ba.r47. Jumlah Ba.r47 ,ang se!enarn,a merupakan hasil ,ang diukur dan
diperoleh dari hasil +ampuran n,ata, ,aitu 1,721 gram. Kemudian untuk
perhitungan hasil persentase endapan Ba.r47 digunakan untuk menunjukkan
ukuran e/esiensi suatu reaksi. Apa!ila e/esiensi !erlangsung mendekati 1%%K,
maka reaksi terse!ut !erlangsung sempurna. e+ara sistematis, persentase hasil
dapat dituliskan se!agai !erikut:
K hasil Ba.r47 > Berat n,ata Ba.r47 C 1%% K
Berat teoritis Ba.r47
-alam per+o!aan ini, persentase Ba.r47 adalah 1%",51K. Hasil terse!ut
menunjukkan !ah1a reaksi Ba.l2 dengan K2.r47 !elum sempurna. Pengendapan
Ba.r47 sudah mendekati sempurna, namun !elum !ersih dari pengotorn,a,
seperti air ,ang menam!ah !erat dalam penim!angan karena penguapan ,ang
terjadi !elum selesai 2endapan masih mengandung air3.
VI. Kesi#$ulan
-ari hasil per+o!aan mengenai BAnalisis Melalui Pengendapan; dan !erdasarkan
pada analisis data, dapat disimpulkan !e!erapa hal se!agai !erikut:
1. Pada saat men+ampurkan ser!uk Ba.l2 dengan aDuades dilakukan
pengadukan, hingga !erupa larutan !ening. Tujuan dari pengadukan adalah
agar ter!entuk larutan ,ang homogen.
2. Pada saat penam!ahan K2.r47 %,2 M pada larutan homogen dilakukan dengan
tetes demi tetes dan sam!il diaduk6 aduk. Hal ini !ertujuan untuk
meminimalisasi kele1atjenuhan dan mendapatkan jumlah endapan ,ang le!ih
!esar. -an 1arna larutan !eru!ah menjadi kuning keruh.
5. Pada per+o!aan ini larutan Ba.l2 ,ang direaksikan dengan K2.r47 tidak han,a
menghasilkan endapan Ba.r47 namun juga larutan K.l. 0ang terlihat pada
gelas kimia terdapat 2 lapisan. esuai dengan persamaan reaksi:
Ba.l2 2aD3 @ K2.r47 2aD3 Ba.r47 2s3 @ 2K.l 2aD3
7. Melakukan penetesan kem!ali se!an,ak 5 tetes dengan tujuan untuk menguji
larutan, apakah endapan Ba.r47 masih ter!entuk atau tidak. -an dari
pengujian terse!ut diketahui !ah1a adan,a pengaruh ion senama.
9. Pemanasan dilakukan hingga larutan mendidih, !ertujuan untuk
men,empurnakan pelarutan *at6 *at terse!ut dalam *at pelarut.
8. Pen,aringan dari residu dilakukan selagi larutan masih panas dengan
menggunakan kertas saring, hal terse!ut !ertujuan agar larutan tidak
mengalami endapan dan mudah mele1ati kertas saring.
H. Nesidu ,ang !erada pada kertas saring di keringkan selama M 2 hari.
Pengeringan men,e!a!kan air, elektrolit, dan kotoran6 kotoran menguap lepas
dari endapan.
I. Hasil dari penim!angan endapan Ba.r47 kering adalah 1,721 gram.
". Berat teoritis endapan !erdasarkan konsep stoikiometri adalah 1,5 gram.
1%. -alam per+o!aan ini persentase Ba.r47 adalah 1%",51K
-A'TAN P)TAKA
A+hmad, H dan Tupamahu. 1""1. Stoikiometri Energitika Kimia. Bandung: PT. .itra
Adit,a Bakti.
Brad,, James. <. 1""1. Kimia Universitas Asas & Struktur. Jakarta: Binarupa Aksara.
.hang, Na,mond. 2%%9. Kimia Dasar Konsep- Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid II.
Jakarta: <rlangga.
Keenan, .. L, dkk. 1"I%. Kimia Universitas Jiid II. Jakarta: <rlangga.
,ahmani. 2%11. Panduan Praktikum Kimia Dasar. Banjarmasin: 'K(P )#&AM.
,ukri, . 1""". Kimia Dasar Jilid I. Bandung: (TB.
+A"PIRAN
Perhitungan
1. Perhitungan massa endapan Ba+r47 2hasil n,ata3
-iketahui :
Massa kertas saring > %,8519 gram
Massa kertas saring @ endapan Ba.r47 > 2,%929 gram
-itan,a :
Massa endapan Ba.r47 2hasil n,ata3
Ja1a!:
Massa endapan Ba.r47 > 2massa kertas saring @ endapan Ba.r473 A
massa kertas saring
> 2,%929 gram A %, 8519 gram
> 1,721 gram
2. Perhitungan massa endapan Ba+r47 2hasil teoritis3
Ba.l2 (aq @ K2.r47 (aq Ba.r47 (s @2 K.l (aq
-iketahui :
Massa Ba.l2 > 1,29 gram
Mr Ba.l2 > 2%I,5 gramJmol
Oolume Ba.l2 > 29 m& > %,%29 &
Oolume K2.r47 > 29 m&
EK2.r47F > %,2 M
-itan,a :
Massa endapan Ba.r47 2hasil teoritis3
Ja1a!:
Jumlah mol ,ang tersedia dalam 1,29 gram Ba.l2
Mol Ba.l2 > Massa Ba.l2 > 1,29 gram > 8 C 1%
65
mol > %,%%8 mol
Mr Ba.l2 2%I,5 gramJmol
Jumlah mol ,ang tersedia dalam %,%29 & K2.r47 %,2 M
Mol K2.r47 > M K2.r47 C O K2.r47
> %,2 M C %,%29 &
> %,%%9 mol
n K2.r47 P n Ba.l2
<ndapan Ba.r47 ,ang ter!entuk
Massa endapan Ba.r47 2hasil teoritis3 > Mol Ba.r47 C Mr Ba.r47
> %,%%9 mol C 295,5 gram
> 1,5 gram
5. Perhitungan persentase hasil Ba.r47
K Persentase hasil Ba.r47 > Berat n,ata Ba.r47 C 1%% K
Berat teoritis Ba.r47
> 1,721 C 1%% K
1,5
> 1%",51 K
+A"PIRAN PERTAN,AAN
Pertan,aan dari Qakiaturrida
Mengapa pada prosedur 2, pada saat pen,aringan menghasilkan /iltrate ,ang !erupa
larutan ,aitu K.l ,ang !er1arna !ias kuningR
Ja1a!an dari Muhammad Nuslan
Karena proses pen,aringan ,ang tidak sempurna, ,aitu residu ,ang mele1ati kertas
saring sehingga residu terse!ut ter+ampur dengan /iltrat. eharusn,a /iltrat terse!ut
!erupa larutan !ening.
Pertan,aan dari #ita Nisma,anti
Bagaimana +ara agar persen hasil endapan Ba.r47 menjadi sempurna R
Ja1a!an dari el$ia Ar,ani
Persen hasil ,ang kurang sempurna 2le!ih dari 1%%K3 dise!a!kan oleh massa endapan
,ang !erle!ihan. Telah diketahui se!elumn,a !ah1a massa endapan ,ang !erle!ihan
dise!a!kan oleh endapan ,ang kurang kering, karena memang suhu ruangan
la!oratorium sendiri sedikit lem!a!. elain itu, pen,e!a! lainn,a adalah pen,aringan
,ang kurang sempurna, seperti masih ada pengotor6pengotorn,a pada endapan.
Agar persen hasil sesuai dengan keinginan, maka endapan harus !enar6!enar kering.
Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan o$en misaln,a.
Tam!ahan dari Pa Parham
Memang suhu ruangan la!oratorium sedikit lem!a!, kita tidak mungkin
mengeringkan endapan menggunakan panas matahari langsung. elain menggunakan
o$en, kita dapat menggunakan desikator. Pengeringan melalui desikator akan le!ih
e/ekti/ untuk mendapatkan endapan ,ang kering, sehingga persen hasilpun dapat
mendekati sempurna.
Pertan,aan dari ri 0ulianti
Mengapa pada saat melakukan pangujian larutan dengan K2.r47 kelarutan larutan
menjadi !erkurangR
-an kalian tadi ada men,e!utkan !ah1a hal terse!ut dikarenakan pengaruh ion
senama. -apatkah kalian menjelaskan hu!ungann,a kelarutan dengan pengaruh ion
senamaR
Ja1a!an dari (ntan #o$i,anti Handa,ani
-alam per+o!aan ini dapat dijelaskan !ah1a K2.r47 ,ang ditam!ahkan dalam
larutan akan mengalami pengionan dan menam!ah ion senama dalam konsentrasin,a.
(on senama terse!ut ditunjukkan dengan penam!ahan K2.r47 ,ang memiliki ion 2K
2@
dan .r47
26
. -engan endapan ,ang hendak diuji, ,aitu Ba.r47 dalam per+o!aan ini.
(on senaman,a ditunjukkan dengan ion .r47
26
,ang dimiliki oleh masing6
masing sen,a1a. <ndapan Ba.r47 ditam!ahkan dengan K2.r47 akan men,e!a!kan
ion .r47
26
meningkat. Meningkatn,a .r47
26
ini akan memperoleh hasil kali kelarutan
ion dalam Ba.r47 meningkat daripada tetapan hasil kali kelarutan 2Ksp3. 4leh
karena itu, larutan K2.r47 ,ang ditam!ahkan dalam larutan sehingga mem!uat
penurutan pada kelarutan Ba.r47.
'4T46 '4T4
&ampiran 2 'oto6 /oto
GAMBAR K<T<NA#GA# GAMBAN
Menimbang BaCl2. Massanya 1,25
gram
Menimbang kertas saring.
Aqa!es 25 ml.
"artan #2CrO4 $,2 M.
Memaskkan BaCl
2
yang telah
!itimbang ke!alam gelas kimia
25$ m", menambahkan
aqa!est 25 m".
Menga!k% a!k lartan sam&ai
h'm'gen.
Menam!ahkan larutan K2.r47 %,2 M
se!an,ak 29 ml. -engan +ara
menetesin,a.
am!il mengaduk6 aduk larutan ,ang
ditetesi dengan K2.r47.
Mengamati endapan ,ang ter!entuk.
Menguji larutan dengan !e!erapa tetes
larutan K2.r47 sampai Ba.r47 tidak
ter!entuk lagi.
Memanaskan larutan sampai mendidih.
Men,aring larutan selagi masih panas.
Terdapat residu pada kertas saring dan
/iltrat pada la!u <rlenme,er.
Mengam!il kertas saring !eserta
endapann,a kemudian
mengeringkann,a selama M 2 hari.
Menim!ang dan men+atat !o!ot
endapan Ba.r47 kering.
F+O- C*ART
Menim!ang se!an,ak 1,29 gram Ba.l2
Memasukkan ke dalam gelas kimia 2%% ml
Mengaduk6aduk hingga larutan homogen
Mengaduk6aduk
Mengamati
1,29 gram Ba.l2 @ 29 ml H24
&arutan Homogen
Ba.l2
1,29 gram Ba.l2
&arutan Homogen @ 29 m& K2.r47 %,2 M
&arutan Berendapan
Menam!ahkan terus K2.r47 sampai
endapan Ba.r47 tidak ter!entuk lagi
Mengamati endapan ,ang ter!entuk
Memanaskan sampai mendidih
Mengangkat dari api
Men,aring selagi masih panas dengan
kertas saring ,ang telah ditim!ang
massan,a.
Mengam!il kertas saring !eserta endapann,a
Mengeringkan endapan
Menim!ang endapan
Men+atat !o!otn,a
&arutan !erendapan @ !e!erapa tetes K2.r47
&arutan jenuh
Nesidu 'iltrat
<ndapan Ba.r47 ,ang sudah kering