Você está na página 1de 6

Riska and Rony(^^) 10

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)


Oleh Riska and Rony (^^)

Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah otitis media yang berlangsung lebih 2 bulan karena
infeksi bakteri piogenik dan ditandai oleh perforasi membran timpani dan pengeluaran secret,
sekret yang keluar dari telinga tengah ke telinga luar dapat berlangsung terus-menerus atau
hilang timbul. Konsistensinya bisa encer atau kental. Warnanya bisa kuning atau berupa nanah.
Dulu kita kenal sebagai otitis media perforata (OMP). Orang awam biasa menyebutnya congek.

Ada 3 tipe perforasi membran timpani berdasarkan letaknya, yaitu :


1. Perforasi sentral (sub total).
Letak perforasi di sentral dan pars tensa membran timpani. Seluruh tepi perforasi masih
mengandung sisa membran timpani.
2. Perforasi marginal.
Sebagian tepi perforasi langsung berhubungan dengan anulus atau sulkus timpanikum.
3. Perforasi atik.
Letak perforasi di pars flaksida membran timpani, berhubungan dengan primary acquired
cholesteatoma.

Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan kelanjutan dari otitis media supuratif sub akut
dan otitis media supuratif akut (OMA). Hal ini disebabkan oleh :
1. Terapi →Terapi lambat diberikan atau terapi tidak adekuat.
2. Kuman → Virulensi kuman tinggi.
3. Pertahanan →Daya tahan tubuh rendah akibat gizi kurang.
4. Higiene → Higienitas yang buruk.

Jenis otitis media supuratif kronik (OMSK), yaitu :


1. Otitis media supuratif kronik (OMSK) benigna / mukosa / aman.
Otitis media supuratif kronik (OMSK) maligna / tulang / bahaya.
2. Otitis media supuratif kronik (OMSK) aktif. Sekret keluar dari kavum timpani. Otitis
media supuratif kronik (OMSK) tenang. Kavum timpani basah atau kering.
Riska and Rony(^^) 10

Tabel Perbedaan Antara Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) Benigna & Maligna

ETIOLOGI

Penyebab OMSK antara lain :

1. Lingkungan

2. Genetik

3. Otitis media sebelumnya.

4. Infeksi

5. Infeksi saluran nafas atas

6. Autoimun

7. Alergi

8. Gangguan fungsi tuba eustachius.

PATOGENESIS

Patogenesis OMSK belum diketahui secara lengkap, tetapi dalam hal ini merupakan stadium
kronis dari otitis media akut (OMA) dengan perforasi yang sudah terbentuk diikuti dengan
keluarnya sekret yang terus menerus. Perforasi sekunder pada OMA dapat terjadi kronis tanpa
kejadian infeksi pada telinga tengah misal perforasi kering. Beberapa penulis menyatakan
keadaan ini sebagai keadaan inaktif dari otitis media kronis.

GEJALA KLINIS
Riska and Rony(^^) 10
1. Telinga Berair (Otorrhoe)

2. Gangguan Pendengaran

3. Otalgia (Nyeri Telinga)

4. Vertigo

PEMERIKSAAN KLINIK

Pemeriksaan Audiometri

Pada pemeriksaan audiometri penderita OMSK biasanya didapati tuli konduktif. Tapi
dapat pula dijumpai adanya tuli sensotineural, beratnya ketulian tergantung besar dan letak
perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas.

Pemeriksaan Radiologi.

1. Proyeksi Schuller

Memperlihatkan luasnya pneumatisasi mastoid dari arah lateral dan atas. Foto ini berguna
untuk pembedahan karena memperlihatkan posisi sinus lateral dan tegmen.

2. Proyeksi Mayer atau Owen,

Diambil dari arah dan anterior telinga tengah. Akan tampak gambaran tulang-tulang
pendengaran dan atik sehingga dapat diketahui apakah kerusakan tulang telah mengenai struktur-
struktur.

3. Proyeksi Stenver

Memperlihatkan gambaran sepanjang piramid petrosus dan yang lebih jelas


memperlihatkan kanalis auditorius interna, vestibulum dan kanalis semisirkularis. Proyeksi ini
menempatkan antrum dalam potongan melintang sehingga dapat menunjukan adanya
pembesaran.

4. Proyeksi Chause III

Memberi gambaran atik secara longitudinal sehingga dapat memperlihatkan kerusakan


dini dinding lateral atik. Politomografi dan atau CT scan dapat menggambarkan kerusakan tulang
oleh karena kolesteatom.

Bakteriologi
Riska and Rony(^^) 10
Bakteri yang sering dijumpai pada OMSK adalah Pseudomonas aeruginosa, Stafilokokus
aureus dan Proteus. Sedangkan bakteri pada OMSA Streptokokus pneumonie, H. influensa, dan
Morexella kataralis. Bakteri lain yang dijumpai pada OMSK E. Coli, Difteroid, Klebsiella, dan
bakteri anaerob adalah Bacteriodes sp.

PENATALAKSANAAN

Prinsip pengobatan OMSK adalah :

1. Membersihkan liang telinga dan kavum timpani.

2. Pemberian antibiotika :

a. topikal antibiotik ( antimikroba)

b. sistemik.

Pengobatan untuk OMSK maligna adalah operasi. Pengobatan konservatif dengan


medikamentosa hanyalah merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan. Bila
terdapat abses subperiosteal, maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum kemudian
dilakukan mastoidektomi3.

Terapi

Terapi otitis media supuratif kronik (OMSK) memiliki beberapa kesulitan. Diantaranya
membutuhkan waktu yang lama, gejala sering berulang, sekret yang keluar tidak cepat kering
dan sekret yang selalu kambuh. Masalah ini dapat disebabkan :
1. Perforasi membran timpani. Perforasi membran timpani yang permanen menyebabkan
telinga tengah terpapar langsung & terus-menerus oleh dunia luar.
2. Sumber infeksi. Sumber infeksi yang masih ada dapat terjadi pada nasofaring, faring,
hidung dan sinus paranasalis.
3. Jaringan patologik. Jaringan patologik yang ireversibel telah terbentuk dalam rongga
mastoid.
4. Gizi & higiene. Status gizi dan higiene pasien yang kurang.

Ada 3 cara terapi konservatif (medikamentosa) otitis media supuratif kronik (OMSK)
benigna, yaitu :
1. Obat pencuci telinga. Bahannya H2O2 3%. Berikan selama 3-5 hari. Pengobatan
ini kita berikan bila sekret telinga keluar terus-menerus.
2. Obat tetes telinga. Lanjutkan memberikan obat tetes telinga yang mengandung
antibiotik & kortikosteroid setelah sekret yang keluar telah berkurang. Jangan
berikan selama lebih 1-2 minggu secara berturut-turut. Juga hindari
Riska and Rony(^^) 10
pemberiannya pada otitis media supuratif kronik OMSK) tenang. Hal ini
disebabkan semua antibiotik tetes telinga bersifat ototoksik.
3. Obat antibiotik. Berikan antibiotik oral golongan ampisilin atau eritromisin
sebelum hasil tes resistensi obat kita terima. Berikan eritromisin jika pasien alergi
terhadap golongan penisilin. Berikan ampisilin asam klavulanat bila terjadi
resistensi ampisilin.

Selain terapi konservatif (medikamentosa), tindakan pembedahan dapat pula kita lakukan
pada otitis media supuratif kronik (OMSK) benigna.

Pembedahan

Ada beberapa jenis pembedahan atau tehnik operasi yang dapat dilakukan pada OMSK dengan
mastoiditis kronis, baik tipe benigna atau maligna, antara lain:

1. Mastoidektomi sederhana ( simple mastoidectomy)

2. Mastoidektomi radikal

3. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi

4. Miringoplasti

5. Timpanoplasti

6. Pendekatan ganda timpanoplasti ( Combined approach tympanoplasty)

Tujuan operasi adalah menghentikan infeksi secara permanen, memperbaiki membran timpani
yang perforasi, mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan pendengaran yang lebih berat,
serta memperbaiki pendengaran

KOMPLIKASI

A. Komplikasi ditelinga tengah :

1. Perforasi persisten

2. Erosi tulang pendengaran

3. Paralisis nervus fasial


Riska and Rony(^^) 10
B. Komplikasi telinga dalam

1. Fistel labirin

2. Labirinitis supuratif

3. Tuli saraf ( sensorineural)

C. Komplikasi ekstradural

1. Abses ekstradural

2. Trombosis sinus lateralis

3. Petrositis

D. Komplikasi ke susunan saraf pusat

1. Meningitis

2. Abses otak

3. Hindrosefalus otitis

Perjalanan komplikasi infeksi telinga tengah ke intra kranial harus melewati 3 macam lintasan :

1. Dari rongga telinga tengah ke selaput otak

2. Menembus selaput otak.

3. Masuk kejaringan otak.

Daftar Pustaka
• Sosialisman & Helmi. Kelainan Telinga Luar dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga,
Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. dr. H. Efiaty Arsyad Soepardi, Sp.THT & Prof.
dr. H. Nurbaiti Iskandar, Sp.THT (editor). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2006.