Você está na página 1de 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

S DENGAN GANGGUAN
SISTEM PENCERNAAN AKIBAT GASTRITIS KRONIS
DI RUANG PERAWATAN X RUMAH SAKIT DUSTIRA
TANGGAL 12 - 16 MEI 2014

I.

PENGKAJIAN
A.

Identitas Pasien
a. Nama

: Tn. S

b. Umur

: 60 tahun

c. Jenis Kelamin

: Laki-laki

d. Pendidikan

: SLTP

e. Agama

: Islam

f. Alamat

: Jln. Kebon Rumput, No 23. Rt/Rw 03/01


Cimahi

B.

g. DX Medis

: Gastritis Kronis

h. No. Reg

: 040609 0024

Tanggal Masuk

: 09-06-2014

k. Tanggal Dikaji

: 12-06-2014

Penanggung Jawab
Nama

: Ny.D

Umur

: 53 tahun

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Alamat

: Jln. Kebon Rumput, No 23. Rt/Rw 03/01


Cimahi

Hubungan keluarga
C.

: Istri

Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Nyeri pada epigastrium

b.

Riwayat Kesehatan Sekarang


Pada saat dikaji klien mengeluh nyeri seperti diiris-iris pada
daerah epigastrium dengan skala nyeri 3 (1-5), nyeri terasa
bertambah jika melakukan aktivitas berat dan berkurang jika
pasien istirahat.

2. Riwayat Kesehatan Masa Lalu


10 tahun yang lalu pernah di rawat di Rumah Sakit Dustira di
Ruang perawatan X dengan diagnosa Gastritis.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita
penyakit seperti yang diderita klien, yaitu Gastritis. dan
dikeluarganya tidak mempunyai penyakit keturunan ataupun
infeksius.
D.

Data Psikologis
1. Status Emosi
Pada saat dikaji status emosi klien baik dan klien terlihat tenang.
2. Gaya Komunikasi
Klien cukup terbuka dalam menceritakan setiap masalahnya,
dengan menggunakan bahasa verbal.
3. Konsep Diri
a.

Body Image
Klien mengatakan menerima keadaan dirinya saat ini dan
tidak merasa malu dengan penyakit.

b.

Ideal Diri
Klien berharap penyakitnya dapat segera sembuh dan bisa
kembali ke rumah berkumpul dengan keluarganya.

c.

Harga Diri
Klien tidak merasa harga dirinya berkurangan akibat
penyakitnya yang dideritanya.

d.

Identitas Diri
Klien mengatakan seorang laki-laki dan seorang kepala
keluarga yang mempunyai satu orang isteri dan satu orang
anak dan tiga orang cucu.

e.

Pola Koping
Dalam mengatasi masalah klien selalu membicarakan pada
istrinya dan anaknya dalam menyelesaikan setiap masalah.

E.

Data Sosial
1. Pendidikan

Klien

mengatakan bahwa pendidikan terakhir


klien adalah SLTP.
2. Hubungan Sosial :

Menurut

klien

dapat melakukan hubungan sosial dengan


baik di lingkungan masyarakat dan aktif
mengikuti

kegiatan

yang

ada

di

lingkungan tempat tinggalnya.


3. Gaya hidup
klien

sederhana,

Gaya
terlihat

hidup
dari

segi

penampilan
4. Pola Interaksi

Klien

dapat

berinteraksi dengan baik dengan pasien


lain,

keluarga

dan

perawat.

Klien

kooperatif dengan segala tindakan yang


diberikan kepadanya.
F.

Data Spiritual
Klien adalah penganut agama Islam, yang selalu taat menjalankan
ibadah, tetapi selama sakit klien hanya mampu berdoa untuk
kesembuhan dirinya. Klien menganggap penyakitnya sebagai suatu
ujian.

G.

Aktivitas Sehari-hari
Nama : Tn S
Umur : 60 tahun

NO POLA KEBIASAAN
1 Nutrisi
a.
Makan

Frekwensi

Jumlah

Jenis

Keluhan

Pantangan
b.

Minum

Jumlah
Jenis
keluhan

DI RUMAH

DI RUMAH SAKIT

2-3x/hari
1 porsi habis
Nasi putih, sayur, lauk
Tidak ada keluhan
Makanan pedas, asam

3x/hari
porsi tidak habis
Bubur,sayur, lauk pauk
Tidak nafsu makan, mual
Makanan pedas, asam dan
makanan keras

+ 1500-2000 cc/hari
Air putih, teh manis
Tidak ada

+ 2000 cc/hari
Air putih
Tidak ada

Eliminasi
a. BAB

Frekuensi
Konsistensi
Warna
Bau

2x/hari
Lembek berbentuk
Kuning tengguli
Khas

1x/hari
Lembek berbentuk
Kuning tengguli
Khas

b. BAK

Frekuensi
Jumlah
Warna
Keluhan

4-5x/hari
1000-1500 cc/hari
Kuning Jernih
Tidak ada

3-4x/hari
1000-1500 cc/hari
Kuning jernih
Tidak ada

7-8 jam/hari
Kadang-kadang
+ 8 jam/hari
Tidak ada

4 -5 jam/hari
1 jam/hari
+ 4 -5 jam/hari
Susah tidur karena nyeri
ulu hati

2x/hari
2x/hari
2-3 x/minggu
1x/hari
Setelah BAB dan BAK

2x/hari diseka
1-2x/hari
1x
1x/hari
Setelah BAB dan BAK

Klien adalah seorang


kepala keluarga yang
sehari-hari membantu
istrinya
T.a.k.

Klien bed rest,sehingga


tidak dapat melakukan
aktifitasnya.

Istirahat dan Tidur


Kuantitas
Siang
Malam
Keluhan
Personal hygiene
Mandi
Gosok gigi
Keramas
Ganti pakaian
Vulva hygiene
Aktivitas

Keluhan

Lemas, sakit pada ulu hati


jika berdiri.

H.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan klien

: Lemah

1. Keadaan Umum

Kesadaran

: Compos mentis

Tanda-tanda vital :
TD

: 120/80 mmHg

: 20 x/menit

: 80 x/menit

: 360C

Antopometri

: TB = 160 cm
BB = 50 kg

2.

Sistem Panca indera

Penglihatan
Bentuk simetris, konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, ada
reflek pupil pada cahaya, lensa tidak keruh, reflek pupil pada
cahaya isokor, klien dapat membuka kelopak mata dengan
penuh, fungsi penglihatan baik klien dapat membaca papan
nama perawat pada jarak 30 cm

Pendengaran
Bentuk simetris, posisi pina sejajar dengan sudut mata, tidak
terdapat serumen, tidak ada nyeri tekan pada tulang mastoid,
fungsi pendengaran baik klien dapat mendengar suara
bisikan pada jarak 30 cm.

Pengecapan
Bentuk lidah simetris, warna merah muda, tidak terdapat
stomatitis, fungsi pengecapan baik, dapat membedakan rasa
asin, manis dan pahit.

Penciuman
Bentuk hidung simetris, septum nasal di tengah, fungsi
penciuman baik, dapat membedakan bau kayu putih dan
kopi.

Perabaan

Turgor kulit baik, fungsi perabaan baik dapat berstimulus


terhadap rangsangan kasar atau halus.

2. Sistem Pernafasan
Hidung simetris, mucosa hidung lembab, tidak ada sianosis baik
sentral maupun perifer, sakret tidak ada septum nasal ditengah,
tidak nampak pernafasan cuping hidung, tidak terdapat nyeri
tekan pada sinus frontalis, etmoidalis, maupun sinus maksilaris,
pada pemeriksaan leher posisi trakea simetris berada di tengah,
tidak ada otot bantu nafas tambahan, pada pemeriksaan dada
bentuk simetris tidak terdapat retraksi dinding dada, pada saat
perkusi bunyi resonan pada area paru, pada saat auskultasi bunyi
napas tubular pada trachea, dan vesikuler pada daerah perifer.
Pada saat dikaji RR 20 X/Menit
3. Sistem Pencernaan
Bentuk bibir simetris, mucosa lembab, gusi berwarna merah
muda, tidak terdapat stomatitis, jumlah gigi tidak lengkap yaitu 31
buah, tidak ada caries, lidah warna merah muda, fungsi menelan
baik tidak ada nyeri menelan.
Reflek ovula baik, tonsil tidak meradang, pada pemeriksa
abdomen didapatkan bentuk datar, tidak terdapat nyeri tekan dan
nyeri lepas pada saat palpasi appendic, terdapat nyeri tekan pada
daerah epigastrik pada kuadran kanan atas, tidak ada pembesaran
hepar, bising usus pada 4 kuadran 8x/menit.
4. Sistem Kardiovaskuler
Konjungtiva anemis, tidak terdapat sianosis dan oedema, tidak
terdapat peningkatan JVP, bunyi jantung reguler murni, S 1 S2 tidak
ada bunyi jantung tambahan seperti mur-mur. Tekanan darah
120/80 MmHg, N : 80x/menit.
5. Sistem Perkemihan dan Genetalia

Pada pemeriksaan ginjal kiri dan kanan tidak teraba, tidak ada
nyeri tekan. Vesika urinaria teraba kosong. Pemeriksaan genetalia
tidak dilakukan pemeriksaan karena klien menolak. klien
mengatakan tidak ada keluhan.
6. Sistem Persarafan
Kesadaran : Compos mentis
Sistem saraf cranial
a.

Nervus I Olfaktorius
Klien dapat membedakan bau kayu putih dan bau kopi
dengan mata tertutup.

b.

Nervus II Optikus
Klien dapat membaca papan nama pemeriksa pada jarak
30 cm.

c.

Nervus III Okulomotoris


Klien dapat membuka kelopak mata dengan gerakan
penuh.

d.

Nervus IV Troklearis
Bola mata dapat mengikuti arah jari pemeriksa ke
bawah, ke dalam.

e.

Nervus V Trigeminal
Pada saat membuka mulut klien tidak merasakan adanya
keluhan.

f.

Nervus VI Abdusen
Klien dapat menggerakan mata ke kiri dan ke kanan.

g.

Nervus VII Facialis


Bentuk simetris, pada saat meringis lidah tidak deviasi.

h.

Nervus VIII Akustikus


Klien dapat mendengar dengan baik, dapat mendengar
bisikan perawat pada jarak 30 cm.

i.

Nervus IX Glasofaringeus dan X N.Vagus

Sewaktu klien mengatakan ah ovula terangkat lurus


berada di tengah, simetris, tidak nampak deviasi.
j.

Nervus XI Spinal aksesorius


Klien dapat menolehkan leher ke kiri dan ke kanan,
tidak nampak adanya penggunaan otot tambahan, pada
saat bernafas.

k.

Nervus XII Hipoglosus


Klien dapat menggerakan lidah secara terkontrol, dan
dapat merasakan manis, asam, asin,dan pahit.

Sistem motorik
Posisi tubuh tegap, tidak terdapat gerakan involunter
abnormal seperti tremor, kontur dan tonus otot baik mampu
menahan tahanan, mampu digerakkan, klien mampu
berjalan secara normal tanpa ada hentakan dan tidak
menjinjit.
Sistem Sensorik
Klien

mampu

berespon

terhadap

rangsangan,

mengidentifikasikan benda (angka dan gambar) dan


sentuhan.
Sistem Cerebral
Klien tidak mengalami gangguan dalam berkomunikasi,
menggunakan bahasa verbal, tidak terdapat kaku kuduk.
Reflek-reflek
Reflek Patella

: Kaki kanan

: Ada Kaki Kiri : Ada

Reflek Bisep

: Tangan Kanan : Ada Tangan Kiri : Ada

Reflek Trisep

: Tangan Kanan : Ada Tangan Kiri : Ada

Reflek Achiles

: Kaki Kanan : Ada Kaki Kiri : Ada

Reflek Babinsky : Kaki Kanan : Ada Kaki Kiri : Ada


Reflek Pupil

: Mata Kanan : Ada Mata Kiri : Ada

7. Sistem Endokrin
Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar thyroid, klien tidak
memiliki riwayat DM (kekurangan hormon insulin) tidak

osteoporosis (keropos tulang), tidak terdapat pembesaran kelenjar


Lympe.
8. Sistem Integumen
Warna kulit sawo matang, tidak sianosis, turgor kulit baik, teraba
hangat, suhu 360C, tekstur kulit lembut, terdapt luka bekas operasi
didaerah leher, rambut warna hitam beruban tidak rontok
penyebaran merata, kulit kepala tampak bersih dan tidak
berketombe.
9. Sistem Musculokeletal
a. Extremitas atas
Bentuk simetris, mampu digerakan baik secara ekstensi,
fleksi, abduksi, adduksi, supinasi dan pronasi, kekuatan otot
+5+5. Tonus otot baik mampu melawan grafitasi dan
menahan tahanan.
b. Ekstremitas bawah
Bentuk simetris kiri dan kanan, tidak nampak adanya
oedema, tidak ada varises, klien mampu eksistensi, fleksi
abduksi, adduksi, klien melakukannya dengan bantuan
pemeriksa, kekuatan otot +5+5 klien dapat melawan
grafitasi dan dapat menahan tahanan.
I.

Data Penunjang
Hematologi
Tgl. 11 Juni 2014

Pemeriksaan
Hemoglobin

Hasil
13,7

Satuan
gr %

Nilai Normal
P = 12,5-18,0

Interpretasi
Normal

W =12,0-16,0
Leukosit

5,9

rb/mm3

4,0 10,m0

Normal

Hematokrit

49

P = 48-51

Normal

W = 36-48
Golongan darah
B
Kimia darah
Tanggal 11 Juni 2014
Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai Normal

Interprestas

Albumin

g/dl

3,8 5,1

i
Normal

SGOT

30

U/l

37

Normal

SGPT

40

U/l

42

Normal

Alk.Fosfatase

205

U/l

64-30

Normal

Cholesterol

200

mg/dl

200

Normal

Asam urat

3,8

mg/dl

3,4 7

Normal

Ureum

25

mg/dl

10 50

Normal

Kreatinin

0,7

mg/dl

0,5 1,1

Normal

GD Puasa

99

mg/dl

75 115

Normal

Glukosa sewaktu

132

mg/dl

140

Normal

J.

THERAPY
Ranitidin
Cimetidin

II.

2x1 tab
3x1 tab

B Complek

3x1 tab

Antalgin

2x1 tab

ANALISA DATA

Nama

: Tn. S

Umur

: 60 tahun
DATA

NO
1 DS :

Klien mengeluh
nyeri pada ulu hati
DO :

Ekspresi wajah
klien tampak meringis
dengan skala nyeri 3

Terdapat nyeri
tekan pada daerah
epigastrik

ETIOLOGI
Peningkatan asam lambung

Adanya peradangan pada


gaster

Merangsang pengeluaran zat


bradikinin, histamin dan
serotinin

Dihantarkan ke thalamus
melalui traktus spinothalamik
dan corteks cerebri

Nyeri dipersepsikan

10

MASALAH
Gangguan rasa
nyeri

DS :

Klien mengatakan
mual dan nafsu makan
berkurang
DO :

Makan porsi
tidak habis

Berat badan awal


61 Kg

Berat badan saat di


kaji 60 Kg

Tinggi badan 160


Cm

DS :

Klien mengatakan
sulit tidur, nyeri ulu
hati
DO :

Klien tampak lemas

Mata klien terdapat


lingkaran hitam di di
daerah orbita.

Tidur 4 5 jam
/hari

Badan tampak
lemah

III.

Stimulus nyeri

Merangsang susunan saraf


otonom mengaktifasi
epinefrin

Saraf simpatis terangsang


untuk mengaktifkan RAS
(Reticular ctivating System)
yang dapat mengaktifkan
kerja organ tubuh

REM(Rapid Eye Movement)


menurun

Pasien terjaga

Gangguan
pemenuhan
kebutuhan nutrisi
kurang dari
kebutuhan

Gangguan
pemenuhan
istirahat tidur

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama

: Tn. S

Umur

: 60 tahun

NO

Peningkatan asam lambung

Gangguan fungsi mucosa


lambung mengiritasi

Timbul rasa mual

Intake nutrisi kurang

DIAGNOSA

TANGGAL

TANGGAL

TT/NAMA

KEPERAWATAN

DITEMUKA

TERATASI

PERAWAT

N
12-06-14

15-06-14

Gangguan rasa nyeri


berhubungan dengan
adanya peradangan pada
gaster

11

Asupan nutrisi kurang

12-06-14

15-06-14

12-06-14

15-06-14

dari kebutuhan
berhubungan dengan
adanya rasa mual
3

Gangguan pemenuhan
istirahat tidur
berhubungan dengan
adanya rasa nyeri

12

IV.

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


Nama
Umur

NO
1

: Tn. S
: 60 tahun

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan rasa nyeri berhubungan
dengan adanya peradangan pada
gaster yang ditandai dengan

DS :

Klien mengeluh nyeri


pada ulu hati
DO :

Ekspresi wajah klien


tampak meringis dengan
skala nyeri 3(1-5)

Terdapat nyeri tekan pada


daerah epigastrik

TUJUAN
Gangguan rasa nyaman
nyeri teratasi dengan
kriteria:
Jangka Pendek
setelah dilakukan tindakan
keperawatan dalam waktu
4x24 jam nyeri klien
berkurang
Jangka Panjang
setelah dilakukan tindakan
keperawatan dalam waktu
8x24 jam nyeri klien hilang
Kriteria Hasil

Skala nyeri
berkurang dari 3
menjadi 1(1-5)
Klien mengatakan
sudah tidak terasa
nyeri lagi

PERENCANAAN
INTERVENSI
RASIONAL
1.
Berikan informasi
1.
Dengan mengetahui
tentang teknik relaksasi
teknik relaksasi dan
dan distraksi .
distrukturisasi klien dan
distraksasi klien akan
mengalihkan
perhatiannya untuk
mengurangi rasa nyeri.
Asam lambung
2.
Anjurkan klien untuk 2.
dapat
merangsang
tidak makan makanan
reseptor
nyeri sehingga
yang tidak merangsang
nyeri
meningkat.
peningkatan asam

3.

4.

lambung.
Berikan kompres
hangat pada daerah ulu
hati.

Kolaborasi dengan
dokter untuk memberikan
obat analgetik
5.
Atur posisi semi
fowler

3.

Dengan kompres
hangat dapat membuat
vasodilatasi pembuluh
darah sehingga nyeri
dapat berkurang.
4.
Pemberian analgetik
untuk mengurangi rasa
nyeri.
5.
Posisi semi fowler
dapat mengembangkan
paru paru sehingga
proses pernafasan dapat

TT/NAMA
PERAWAT

lebih lancar sehingga


oksigen dapat lebih
maksimal, dan nyeri
dapat berkurang
2

Gangguan pemenuhan kebutuhan


nutrisi berhubungan dengan adanya
rasa mual yang ditandai dengan:

DS :

Klien mengatakan mual


dan nafsu makan berkurang
DO :

Makan porsi tidak


habis

Berat badan awal 61 Kg

Berat badan saat di kaji


60 Kg

TB160 cm

Asupan nutrisi kurang dari


kebutuhan teratasi dengan
kriteria:
Jangka Pendek
setelah dilakukan tindakan
keperawatan dalam waktu
4x24 jam
- Mual berkurang.
- Porsi makan porsi habis
Jangka Panjang
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan dalam waktu
8x24 jam :

BB klien meningkat

Nafsu makan klien


meningkat

Klien makan satu


porsi habis

Klien tidak
mengeluh mual
Kriteria Hasil :

Porsi makan 1 porsi


habis
BB klien meningkat

1.

Berikan penjelasan
klien dan keluarga
tentang pentingnya
nutrisi bagi tubuh.

2.

Berikan diet makanan


lunak

3.

Monitor jumlah
intake makanan yang
masuk

4.

Berikan makanan
dalamporsi kecil tapi
sering.

1.

Dengan
memberikan penjelasan
tentang pentingnya
nutrisi dapat
memotivasi klien untuk
makan
2.
Dengan makanan
lunak dapat mengurangi
rasa sakit pada lambung
yang sedang meradang
3.
Dengan memonitor
jumlah makanan yang
masuk dapat
mengetahui seberapa
banyak makanan yang
masukmasuk
4.
Dengan
memberikan makan
dalam porsi kecil tidak
akan meningkatkan
asam lambung sehungga
mual berkurang dan
lambung tetap terisi

Gangguan pemenuhan istirahat tidur


berhubungan dengan adanya rasa
nyeri yang ditandai dengan :

DS :

Klien menyatakan sulit


tidur, nyeri ulu hati
DO :

Klien tampak lemas

Mata klien terdapat


lingkaran hitam di di daerah
orbita.

Tidur 4 5 jam /hari

Badan tampak lemah

Klien mengatakan
tidak terasa mual lagi

Gangguan pemenuhan
istirahat tidur terpenuhi
dengan kriteria :
Jangka Pendek
setelah dilakukan tindakan
keperawatan dalam waktu
4x24 jam, klien tidak
terlihat lemas, dan tidak
tampak lingkaran hitam di
daerah orbita.
Jangka Panjang
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan dalam waktu
8x24 jam istirahat tidur
klien terpenuhi yaitu 7-8
jam
Kriteria Hasil :

Klien tampak segar


Istiraha tidur klien
terpenuhi yaitu 7-8
jam / hari

5.
5.

Sajikan makanan
dalam keadaan hangat
dan menarik.

1.

Atur posisi tidur klien


senyaman mungkin
seperti semi fowler.

2.

Ciptakan lingkungan
yang tenang dan nyaman
seperti membatasi jumlah
pengunjung.

3.
4.

Kaji tidur klien

Anjurkan kepda klien


untuk istirahat tidur
setiap ada kesempatan.

1.

Dengan makanan
hangat menambah
masukan makanan dan
mengurangi rasa mual

Dengan posisi tidur


yang nyaman akan
membantu klien untuk
dapat tidur nyenyak
2.
Dengan
menciptakan
lingkungan yang tenang
dan nyaman contohnya
dengan membatasi
jumlah pengunjung
serta lingkungan sekitar
bersih dan nyaman
dapat memeberikan
kesempatan dan
kenyamanan bagi klien
untuk tidur.
3.
Tidur yang cukup
orang dewasa 7-8 jam
sehari dengan nyenyak.
4.
Istirahat yang cukup
dapat mempercepat
pemulihan.

V.

DX
1

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama
: Tn. S
Umur
: 60 tahun
TANGGAL
Tgl.14-06-14

TINDAKAN
09.30 WIB

EVALUASI
10.00 WIB
M

emberikan informasi
tentang cara
menurunkan rasa nyeri
seperti distraksi dan
relaksasi.

PARAF
K

lien mengatakan akan


melaksanakan teknik
relaksasi dan distraksi.
M

K
lien meminum obat
yang diberikan perawat,

M
K
emberikan kompres
lien mengatakan rasa
hangat pada daerah ulu
nyeri berkurang dari
hati
yang petama dirasakan.
emberikan obat
analgetik antalgin 3x1

12.00 WIB

12.30 WIB
M
K
emberikan penjelasan
lien mengatakan akan
kepada klien dan
menghabiskan
keluarga tentang
makanannya
pentingnya nutrisi bagi
klien
12.10 WIB

M
enyajikan makanan
dalam keadaan hangat
P

M
orsi makan klien habis
emonitor jumlah
1/2 porsi.
makanan yang masuk
13.30

M
lien mengatakan dengan
emberikan makanan
porsi kecil tapi sering
dalam porsi kecil tapi
mengurangi rasa mual.
sering.

Tgl.14-06-14

Tgl.15-06-14

13.00 WIB

14.00 WIB
M Tempat klien nyaman dan
enciptakan lingkungan tenang.
yang tenang.
K

M
lien
tampak
tidur
engatur posisi tidur
nyenyak.
klien

16

VI.

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama
: Tn. S
Umur
: 60 tahun

NO
1

DX
Gangguan rasa
nyaman nyeri

TANGGAL
15-06-2014

PERKEMBANGAN
S:
Klien mengatakan nyeri ulu hati
berkurang
O:
Klien tampak nyaman dan tenang
A:
Masalah pada jangka pendek teratasi
P:
Intervensi dilanjutkan diagnosa
pertama No.1,2.

Gangguan
pemenuhan
nutrisi kurang
dari kebutuhan

15-06-2014

S:
Klien mengatakan makan habis
setengah porsi
O:
Klien tampak segar
A:
Masalah pada kriteria jangka pendek
teratasi
P:
Intervensi di lanjutkan diagnosa
kedua No.1 dan 3

Gangguan
Istirahat tidur

16-06-2014

S:
Klien mengatakan tidur nyeyak 7-8
jam
O:
Klien tampak segar
A:
Masalah teratasi
P:
Intervensi dipertahankan

4.

Gangguang
pemenuhan
nutrisi kurang
dari kebutuhan

16-06 2014

S:
Klien mengatakan mual sudah
hilang
O:
Klien makam satu porsi habis
A:
Masalah teratasi
P:
Intervensi di pertahankan

17

PARAF

18