Você está na página 1de 2

Semua orang tentunya pasti pernah mengalami demam, yaitu suatu

kondisi dimana tubuh mengalami peningkatan suhu hingga mencapai 38


derajat celcius atau lebih. Demam yang timbul tentunya akan
mengganggu aktivitas seseorang, sehingga orang tersebut cenderung
akan berusaha untuk segera menghilangkannya, salah satunya adalah
dengan cara mengkonsumsi obat penurun panas yang dalam istilah medis
disebut dengan obat antipiretik.
Demam merupakan suatu gejala yang timbul ketika tubuh sedang
melawan penaykit. Demam sebenarnya adalah mekanisme pertahanan
tubuh terhadap kuman infeksi. Pada saat terjadi infeksi, otak manusia
akan menaikkan standar suhu tubuh di atas nilai normal sehingga tubuh
akan mengalami demam. Demam bisa dianggap sebagai bukti bahwa
sistem kekebalan bekerja dengan baik.
Antipiretik adalah golongan obat - obatan yang dapat menurunkan
demam. Di dalam tubuh manusia obat antipiretik akan bekerja dengan
cara menghambat pembentukan prostaglandin E1, yaitu suatu zat kimia
dalam tubuh yang berperan dalam proses terjadinya demam. Dengan
cara kerjanya tersebut obat antipiretik dapat menurunkan standar suhu
tubuh ke nilai normal, sehingga terjadi penurunan demam. Prostaglandin
ini juga merupakan zat kimia yang berperan dalam terjadinya reaksi
timbulnya nyeri dan peradangan, sehingga kebanyakan obat antipiretik
juga memiliki efek analgetik dan efek anti inflamasi. Oleh karena itu,
selain untuk menurunkan demam, sebagian besar obat - obat antipiretik
tersebut juga memiliki khasiat untuk mengurangi nyeri.
Ada banyak jenis obat antipiretik yang dapat digunakan yaitu,
paracetamol, ibuprofen, ketoprofen aspirin, metimazol, dan lain lain. Di
antara obat - obatan tersebut, paracetamol merupakan obat antipiretik
yang paling banyak diresepkan dan paling banyak digunakan dan di
Indonesia.
Obat antipiretik diindikasikan penggunaannya untuk mengatasi segala
penyakit yang menimbulkan gejala demam. Beberapa panduan
penatalaksanaan menyatakan bahwa obat antipiretik sebaiknya hanya
diberikan apabila demam telah melebihi suhu 38,5 oC, dan demam
dengan suhu yang kurang dari 38,5 0C sebaiknya tidak perlu cepat - cepat
diberi obat.
Obat antipiretik memiliki kontraindikasi yang berbeda beda tergantung
jenis obatnya. Paracetamol sebagai obat antipiretik utama di Indonesia
tidak boleh digunakan oleh pasien yang diketahui pernah alergi terhadap
paracetamol, pasien yang mengalami gangguan fungsi hati berat, dan
pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal yang berat. Ibuprofen dan
obat antiradang nonsteroid lainnya berisiko untuk memperparah penyakit
maag dan menimbulkan perdarahan pada saluran pencernaan pasien.
Aspirin juga dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna dan tidak
boleh diberikan pada penderita gangguan fungsi hati.

Adapun dosis obat antipiretik yang sebaiknya digunakan, tergantung pada


jenis obatnya adalah sebagai berikut:
Paracetamol, dosis yang dianjurkan adalah sebesar 500 mg, dengan
pemberian 3-4 kali sehari. Untuk anak-anak dosisnya ialah 10-15
mg/kg berat badan, 3-4 kali sehari.
Ibuprofen, dosis yang dianjurkan adalah sebesar 400 mg, dengan
pemberian 3-4 kali sehari. Untuk anak-anak dosisnya ialah 5-10
mg/kg berat badan, 3-4 kali sehari.
Aspirin, dosis yang dianjurkan adalah sebesar 500 mg, dengan
pemberian 3-4 kali sehari
Efek samping yang muncul dapat berbeda beda tergantung jenis obat
antipiretik yang digunakan. Beberapa efek samping yang pernah ditemui
antara lain yaitu, alergi pada kulit, gatal - gatal pada kulit, kepala terasa
pusing, mual, muntah, nyeri ulu hati, buang air besar berdarah warna
hitam, gangguan fungsi hati dan gangguan penyembuhan luka. Pada
dasarnya obat antipiretik merupakan obat yang aman untuk dikonsumsi,
efek samping dapat timbul ketika seseorang mengkonsumsi obat
antipiretik dalam dosis yang terlalu banyak atau dalam jangka waktu yang
terlalu lama.