Você está na página 1de 8

Aplikasi Sensor Tachogenerator Pada Weight Feeder System (WF)

Nurul Hidayat , 1314010008


Politeknik Negeri Jakarta

A. Pendahuluan
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari masa ke masa berkembang
cepat terutama dibidang otomasi industri. Perkembangan ini tampak jelas di
industri, dimana sebelumnya banyak pekerjaan menggunakan tangan
manusia, kemudian beralih menggunakan mesin.
Dalam industri pembuatan semen, komposisi bahan baku yang digunakan
untuk menghasilkan semen yang berkualitas baik harus tepat. Bahan baku
yang digunakan dalam pembuatan semen adalah batu kapur (lime stone) 80%,
tanah liat (clay) 16%, pasir besi (iron sand) 1%, silica 3%, bahan adiktif 1%.
Agar komposisi dari bahan tersebut tercapai, pada tanah liat dan clay yang
memiliki komposisi yang besar, dibutuhkan alat penimbang agar dapat
mencapai set point atau komposisi yang tepat dalam pembuatan semen. Alat
penimbang tersebut biasanya disebut Weight Feeder.
B. Pembahasan
1. Blok Diagram
Perubaha
n gerak

display

Sensor
Tacthogenera
tor

Pengkond
isi sinyal

MIKON

ADC

Motor Konveyor

Jika batu kapur bergerak pada motor konveyor, sensor tacho generator
akan mengatur kecepatan dari putaran motor konveor pada AF (jembatan
atau penghubung antara weight feeder dengan silo). Tegangan pada tacho
generator dc akan dikuatkan dengan pengkondisi sinyal, yang selanjutnya
akan dikonversikan menggununakan ADC ke dalam bentuk kecepatan (RPM)
di Display. Selain itu, terdapat pula Sensor load cell untuk membaca nilai
beban yang masuk pada belt konveor sehingga dapat di pantau oleh CCR
berapa ton yang masuk ke belt konveor tiap jamnya. kedua sensor tersebut
saling berkaitan agar mendapatkan set point komposisi yang tepat untuk
pengolahan semen selanjutnya.
1

Apabila beban pada weight feeder terlalu berat, maka secara otomatis
motor pada AF akan berputar secara pelahan agar tetap menyamakan set point
yang diinginkan dari CCR melalui MCC. Dan sebaliknya, apabila beban pada
weight feeder ringan atau belum mencapai set point yang diinginkan, maka
motor pada AF akan berputar dengan cepat agar material yang berasal dari
silo akan jatuh ke weight feeder dan mencapai set piont yang diinginkan.
2. Sensor
a) Tachogenerator
Tachogenerator adalah sebuah instrument atau alat yang mampu untuk
mengukur kecepatan putaran. Alat ini biasanya menampilkan revolutions
per minute (RPM) pada sebuah pengukur skala analog, namun yang versi
tampilan digital juga. Dalam weight feeder, pemasangan tachometer
dengan tujuan agar pengamat (ruang kontrol) dapat mengetahui kecepatan
dari putaran motor AF agar batu kapur (lime stone) sesuai set point yang
diinginkan secara efisien. Hal ini mampu menolong pengamat dalam
menyeleksi akselerasi yang pas dan pengaturan rotasi mesin untuk segala
macam kondisi. Dalam aplikasinya, tachogenerator yang digunakan adalah
tacho generator DC. Dimana keluaran dari tacho generator tersebut adalah
tegangan DC. Dari segi eksitasi tacho generator DC dapat dibangkitkan
dengan eksitasi dari luar atau imbas elektromagnit dari magnit permanent.
Tacho generator DC dapat membangkitkan tegangan DC yang langsung
dapat menghasilkan informasi kecepatan, sensitivitas tacho generator DC
cukup baik terutama pada daerah kecepatan tinggi. Tacho generator DC
yang bermutu tinggi memiliki kutubkutub magnit yang banyak sehingga
dapat menghasilkan tegangan DC dengan riak gelombang yang
berfrekuensi tinggi sehingga mudah diratakan.

Tacho Generator DC
3. Pengkondisi sinyal
VCC
5V

R1

R3

R7

5k

1k

U2

1k

U3

R2

U1

R6

400k

1
2
3
4
5
8
10
9
19

1k
OP1P
OP1P

R4

TC

6
7

R5

1k

CS
RD
WR
CLK IN
INTR
A GND
D GND
VREF/2
CLK R

VCC
DB0(LSB)
DB1
DB2
DB3
DB4
DB5
DB6
DB7(MSB)

20
18
17
16
15
14
13
12
11

VIN+
VINADC0804

5k

a) Menentukan spesifikasi Tachogenerator :


INPUT
:
PERGERAKAN (KECEPATAN)
OUTPUT
:
TEGANGAN
RANGE INPUT
:
0 4000 r/min
RANGE OUTPUT :
0 400 volt
b) Menentukan Range Output Omp-Amp
c) Mencari Penguatan
Gain

5Volt
400 Volt

0 5 volt

Range Scale Output


Range ScaleOutput Sensor

0,0125

50 Volt
4000Volt

d) Menentukan Pengkondisi Sinyal : ( menghasilkan Gain 0,0125)


4. Pengontrol
A. ADC 0804
ADC 0804 merupakan salah satu Analog to Digital Converter yang banyak
digunakan untuk menghasilkan data 8 bit. Dengan metode pengukur aras
tegangan sampling dan mengubahnya ke dalam sandi biner menggunakan
metode pengubahan dengan tipe pembanding langsung atau successive
approximation.

Gambar ADC 0804

IC ADC 0804 mempunyai dua input analog, Vin(+) dan Vin(-), sehingga
dapat menerima input diferensial. Input analog sebenarnya (Vin) sama
dengan selisih antara tegangan-tegangan yang dihubungkan dengan ke dua
pin input yaitu Vin = Vin(+) Vin(-). Apabila input analog berupa
tegangan tunggal, tegangan ini harus dihubungkan dengan Vin(+),
sedangkan Vin(-) digroundkan. Untuk operasi normal, ADC 0804
menggunakan Vcc = +5 Volt sebagai tegangan referensi.
Masuk ke ADC
ADC 0804 =8 Bit =28=256
Vref=5 Volt
Input = -0,3 ~ 5,3 Volt

Vin = 5 Volt
STEP 1

Set B0 to 1, Vx = 5 x

128
256

= 2,5 Volt

Vin > 2,5 volt, maka di set B0 = 1 MSB


STEP 2

64
256

Set B1 to 1, Vx = 2,5 + 5 x

Vin > 3,75 volt, maka di set B1 = 1


STEP 3
:
32
Set B2 to 1, Vx = 3,75 + 5 x 256

= 3,75 Volt

= 4,37 Volt

Vin > 4,37 volt, maka di set B1 = 1


STEP 4

Set B3 to 1, Vx = 4,37 + 5 x

16
256

= 4,68 Volt

Vin > 4,68 volt, maka di set B1 = 1


STEP 5

Set B4 to 1, Vx = 4,68 + 5 x

8
256

= 4,83 Volt

Vin > 4,83 volt, maka di set B1 = 1


STEP 6

Set B5 to 1, Vx = 4,83 + 5 x

4
256

= 4,9 Volt

Vin > 4,9 volt, maka di set B1 = 1


STEP 7

2
256

Set B6 to 1, Vx = 4,9 + 5 x

= 4,93 Volt

Vin > 4,93 volt, maka di set B1 = 1


STEP 8

Set B7 to 1, Vx = 4,93 + 5 x

1
256

= 4,96 Volt

Vin > 4,96 volt, maka di set B1 = 1


Maka, Nilai Digital nya

1111 1111
5

nilai digital selanjutnya akan di proses di Mikrokontroller

B. Mikrokontroller
Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol
rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya.
Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol
rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program did
umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu
dan unit pendukung seperti Analog-to-Digital Converter (ADC) yang
sudah terintegrasi di dalamnya. Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah
tersedianya RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga ukuran board
mikrokontroler menjadi sangat ringkas. Mikrokontroler adalah sebuah chip
yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umunya dapat
menyimpan program did MCS51 ialah mikrokomputer CMOS 8 bit
dengan 4 KB Flash PEROM (Programmable and Erasable Only Memory)
yang dapat dihapus dan ditulisi sebanyak 1000 kali. Mikrokontroler ini
diproduksi dengan menggunakan teknologi high density non-volatile
memory. Flash PEROM on-chip tersebut memungkinkan memori program
untuk diprogram ulang dalam sistem (in-system programming) atau
dengan menggunakan programmer non-volatile memory konvensional.
Kombinasi CPU 8 bit serba guna dan Flash PEROM, menjadikan
mikrokontroler MCS51 menjadi microcomputer handal yang fleksibel.
Mikrokontroler tersusun dalam satu chip dimana prosesor, memori,
dan I/O terintegrasi menjadi satu kesatuan kontrol sistem sehingga
mikrokontroler dapat dikatakan sebagai komputer mini yang dapat bekerja
secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem.
Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai
masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan
dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya
membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat
mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan
hal itu Anda bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan
sebagainya, dan Andapun bisa pula menulis hal-hal sebaliknya.
Berikut adalah artikel tentang Mikrokontroler
5. Penunjuk atau Aktuator
a) Motor konveyor
Motor konveor berfungsi untuk mendistribusikan batu kapur yang
berasal dari
silo batu kapur, agar dapat di proses ke tahap selanjutnya. Kecepatan
dari motor konveor ini bergantung pada masukan dari beban yang di
timbang oleh load cell. Oleh karena itu kecepatan motor konveor ini
dapat berjalan dengan cepat maupun lambat.

b) HMI
HMI adalah display yang menampilkan semua proses pengoprasian
weight feeder dan menampilkan data. Data tersebut dapat berupa
grafik maupun lainnya sesuai dengan kebutuhan. Dari HMI kita dapat
mentuning controller PID serta dapat memerintahkan tindakan yang
akan diambil. Sebagai contoh,
apabila terjadi kerusakan, maka petugas dilapangan akan
berkomunikasi dengan CCR menggunakan Handy Talky dan melapor
adanya kerusakan, sehingga petugas pada CCR akan mengeset status
weight feeder dari remot
menjadi lokal.

C. Kesimpulan
Dalam pembuatan semen, menurut saya weight feeder sangat
dibutuhkan untuk mengetahui komposisi campuran antara berbagai bahan
baku pembuatan semen sesuai dengan aturan komposisi yang berlaku pada
perusahaan sehingga menghasilkan semen yang bermutu baik. dan Beban
yang masuk pada weight feeder harus selalu di pantau agar tidak terjadi
kesalahan yang dapat mengahasilkan kecacatan produk semen.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Nasuhi, Mohamad. CIL Gas Cooling Tower System (GCT), Replacement
PLC & HMI GCT Project Electrical Engineering Support, 2008.
[2] Fraden, Jacob. Handbook Of Modern Sensors, :Physics, Designs, And
ApplicationsThird Edition, Springer.2003
[3] Morris, S Alan. Measurement and Instrumentation Principles, Butterworth
Heinemann, Oxford.2011
[4] Artono, Raldi Koetoer. Pengukuran Teknikuntuk Mahiswa, Departemen
Teknik Mesin Fakultas Teknik Univ. Indonesia, Jakarta. 2004