Você está na página 1de 29

Asal Mula Sejarah Penemuan Listrik dan

Proses Terbentuknya
Di posting oleh Andika Romansyah pada 12:00 PM, 17-Dec-13

Di: Hal di Sekitar Kita

Ilustrasi listrik
Dalam kehidupan manusia listrik sudah sangat dibutuhkan. Hampir semua orang di dunia
menggunakan listrik. Apalagi di daerah perkotaan, listrik sudah jadi bagian kehidupan.
Hilangnya listrik tiba-tiba, pasti akan mengganggu kehidupan di daerah tersebut. Di sini kita
akan mengungkap sejarah awal mula manusia menemukan listrik dan bagaimana gambaran
sederhana cara listrik terbentuk.
SEJARAH PENEMUAN LISTRIK
Diawali oleh Thales (antara 640-546 SM) berkebangsaan Yunani. ia biasa menggosok batu
ambarnya dengan kain wool sehingga benda yang ringan didekat tongkatnya itu bergerak
tetapi ia belum mengerti kenapa itu bisa terjadi.
Lalu William Gilbert (1733) seorang berkebangsaan Inggris menyebut pada peristiwa Thales
itu adalah elektrik atau listrik, ia mengambil kata itu dari bahasa Yunani yaitu elektron atau
batu ambar. Kemudian Charles du Fay (antara 1698-1739) berkebangsaan Perancis, ia
mengetahui bahwa elektrik itu terdiri dari negatif (-) dan positif (+).
Sejauh itu banyak sekali penelitian tentang listrik dan pada tahun 1800 barulah manusia bisa
menikmati gunanya listrik. Pada tahun 1800 Alessandro Volta berpendapat bahwa listrik itu
seperti air dan berarti listrik itu sangat berguna karena mempunyai tenaga, dan dari hasil kerja
kerasnya ia pun berhasil membuat baterai dan kita tahu bahwa baterai adalah sumber listrik.

Michael faraday
Lalu Michael Faraday, penemuannya sama seperti Volta yaitu listrik, tetapi faraday berjasa
sangat besar dalam memajukan masalah listrik mengapa demikian karena Faraday berhasil
menemukan listrik dengan jalan gerakan-gerakan magnet yang dimana penemuannya ini
mendasari perlistrikan dewasa ini.
BAGAIMANA LISTRIK TERBENTUK
Kita akan membicarakan bagaimana bisa terbentuknya listrik yang kita gunakan sehari-hari.
Listrik muncul akibat dari GGL atau gaya gerak listrik. Contoh sederhana, misalkan ada
kumparan kawat lalu kumparan tersebut kita dekatkan ke magnet, maka akan ada arus dalam
kawat tersebut. Hal itu terjadi karena kawat tersebut kelebihan muatan elektron dan elektron
itu akan meloncat ke daerah yang kekurangan elektron. Pada saat elektron berpindah, ada

energi yang dihasilkan dan energi itu yang kita pakai. Jika kita gerakan terus menerus magnet
tersebut dengan cepat dan berulang-ulang, hasilnya di kawat tersebut muncul yang kita sebut
listrik.

Lampu sepeda yang menggunakan dinamo


Proses ini kita temui pada generator pembangkit listrik PLN. Contoh model yg paling
sederhana adalah dinamo. Tetapi proses ini dibalik. Coba kamu dihubungkan dinamo itu pada
lampu kecil, lalu putar dinamo itu secara cepat, maka lampu itu akan nyala. Begitulah proses
terbentuknya listrik yang kita pakai saat ini. Alat itu juga terdapat pada lampu sepeda model
dulu. Dinamo akan dilekatkan pada ban depan dan saat ban berputar, lampu akan menyala.
Begitulah prosesnya, sebenarnya tidak rumit. Kita tetap menikmati bisa listrik selama
generator yang ada pada PLN tetap berputar. Cara memutarnya itulah yang jadi
permasalahan. Kebanyakan PLN masih menggunakan mesin berbahan bakar fosil.
Sebenarnya lebih ramah menggunakan arus air, angin atau tenaga matahari.

Sejarah Listrik

Artikel kali ini akan membahas mengenai sejarah listrik, bagaimana penemuannya dan
macam-macam sumber energi listrik. Peralatan rumah tangga yang dipakai manusia sekarang
telah menggunakan listrik untuk menggantikan energi manual. Televisi, radio, kipas angin,
dan beragam benda elektronik lainnya dapat bekerja karena memperoleh energi listrik. Listrik
sudah menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan manusia modern.

Sejarah penemuan listrik mula-mula diselidiki oleh orang Yunani Kuno, kurang lebih 6.000
tahun Sebelum Masehi. Mereka mengamati batu ambar yang mampu menarik benda-benda
ringan setelah batu tersebut digosokkan pada selembar kain wol. Batu ambar yang digosok
dengan wol dikatakan mempunyai muatan listrik.
Percobaan Elektromagnet Hans Christian Oersted

Pada tahun 1819 seorang ahli sains asal Denmark bernama Hans Christian Oersted
menemukan bahwa kemagnetan dapat dipengaruhi oleh arus listrik. Percobaan yang
dilakukan adalah dengan melilitkan sebuah paku besi dengan kawat tembaga. Setelah itu
dialirkan arus listrik pada kawat tersebut. Ternyata paku tersebut menjadi bersifat magnet.
Magnet yang dibuat dengan mengalirkan arus listrik melalui lilitan kawat disebut sebagai
magnet listrik atau elektromagnet. Elektromagnet bersifat sementara atau tidak tetap. Bila
aliran listrik dimatikan, maka sifat kemagnetannya akan hilang.
Percobaan Kumparan Listrik Michael Faraday

Michael Faraday mengadakan penelitian dan menemukan bahwa magnet yang digerakkan
dapat menimbulkan arus listrik. Faraday melakukan percobaan tersebut dengan menggunakan
lilitan kawat yang disebut kumparan. Dengan kumparan dan magnet kita dapat membuat arus
listrik.
Masukkan dan keluarkan magnet batang berulang kali dalam kumparan, kita akan melihat
adanya deteksi arus listrik pada amperemeter. Arus listrik bisa juga terjadi dengan
menggerakkan kumparannya.
Macam-macam Sumber Energi Listrik

Sumber energi listrik adalah benda yang dapat membangkitkan energi listrik dan berguna
bagi kebutuhan manusia. Sumber energi listrik yang kita kenal saat ini antara lain:
1. Elemen Volta
Alessandro Volta menciptakan sumber energi listrik yang disebut Elemen Volta. Elemen Volta
terdiri dari lempengan seng (Zn) dan lempengan tembaga (Cu) yang dilarutkan ke dalam
larutan asam sulfat encer (H2SO4). Reaksi antara larutan asam sulfat encer dan seng
mengakibatkan lempengan seng bermuatan negatif. Sedangkan reaksi antara larutan asam
sulfat encer dan tembaga mengakibatkan tembaga bermuatan negatif.
Jika lempeng tembaga dan lempeng seng kita hubungkan dengan sebuah lampu kecil, maka
lampu itu akan menyala. Tetapi beberapa lama kemudian terjadi gelembung-gelembung gas
pada lempeng tembaga. Gelembung-gelembung gas itu menghalangi arus listrik. Jadi,
Elemen Volta hanya dapat dipakai sebagai sumber energi listrik untuk beberapa saat saja.
2. Elemen Kering (Batu Baterai)
Elemen kering atau batu baterai merupakan sumber energi listrik yang dapat digunakan
dalam waktu lama. Elemen kering memiliki bobot yang sangat ringan sehingga mudah
dibawa kemana-mana. Saat ini baterai digunakan oleh manusia untuk beragam kepentingan,
misalnya sumber energi pada lampu senter, jam dinding, radio, dan peralatan listrik lainnya.
Elemen kering terdiri atas sebuah bejana seng, batang arang, dan campuran yang terdiri dari
salmiak, serbuk arang, dan batu kawi. Bahan-bahan tersebut bereaksi sehingga ujung batang
arang menjadi kutub positif elemen dan lempengan seng yang berada pada bagian bawah
menjadi kutub negatifnya.
3. Motor Listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga gerak. Motor listrik
banyak digunakan orang, misalnya untuk menghidupkan kendaraan bermotor dan
menggerakkan mesin. Motor listrik saat ini berkembang menjadi beragam model dan fungsi
dalam industri otomotif.
4. Dinamo Sepeda
Pada dinamo, energi gerak atau energi mekanik diubah menjadi energi listrik. Dinamo sepeda
terdiri atas magnet berbentuk U dan suatu kumparan. Bila kepala dinamo berputar, maka
kumparan yang berada di tengah magnet ikut berputar. Perputaran magnet tersebut
menyebabkan timbulnya arus listrik.
5. Accumulator (Aki)
Aki atau accumulator sederhana terdiri atas dua lempeng timbal yang tercelup dalam larutan
asam sulfat. Namun dua lempeng timbal dan larutan asam sulfat itu belum cukup membuat
aki dapat digunakan sebagai sumber energi listrik. Aki tersebut harus dialiri arus listrik
terlebih dahulu agar dapat menjadi sumber listrik.

Arus listrik yang mengalir dalam aki mengakibatkan timbal yang satu menjadi timbal
peroksida (PbO2) dan timbal yang satunya lagi menjadi timbal (Pb). Dalam hal ini timbal
menjadi kutub negatif sedangkan timbal peroksida berfungsi sebagai kutub positif. Dengan
menghubungkan kedua kutub tersebut melalui sebuah kabel, maka kita akan bisa
mendapatkan energi listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
6. Generator
Generator adalah dinamo yang berukuran sangat besar dan digunakan sebagai pembangkit
tenaga listrik. Generator terdiri dari kumparan yang mengelilingi magnet. Magnet berputar
karena gerakan turbin atau motor diesel. Berputarnya magnet mampu menimbulkan arus
listrik pada kumparan.
Generator merupakan sumber energi listrik yang mampu mengubah tenaga gerak menjadi
tenaga listrik. Tenaga listrik dari stasiun pembangkit disalurkan melalui kawat ke gardu
listrik. Selanjutnya, dari gardu listrik ini tenaga listrik disalurkan ke tempat-tempat yang
berfungsi mendistribusikan melalui kawat-kawat listrik dan bisa kita nikmati di rumah.

Pengertian Hambatan, Arus, Tegangan dan Bunyi Hukum Ohm

Agustus 20, 2008 oleh Informan


1. Arus
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik
bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.
I = Q/T
Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun
kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan
negatif ke arah yang sebaliknya.
Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
2. Hambatan
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik
(misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan
sebagai berikut:
R = V/I
atau
di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.
Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).
3. Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua
titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi
potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor
listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan
sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
V= I .R
Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).
4. Hukum OHm
Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri
electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus,
dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah
pipa.
Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian
dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik.

Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan
ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada
titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut
tidak ada artinya.
Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan,
atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan.
Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong
electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya
arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal
ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau
melewati titik pada suatu titik.
Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu
menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain
dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik,
tegangan ,dan hambatan.
Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar.
Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional.
Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis
Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang german
Georg Simon ohm.
Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut R untuk resistance (Hambatan), V
untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari
tegangan adalah E atau Electromotive force. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk
beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah
tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat
lebih umum.
Salah satu dasar dalam perhitungan elektro, yang sering dibahas mengenai satuan couloumb,
dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan electron pada keadaan tidak stabil.
Satu couloumb setara dengan 6.250.000.000.000.000.000. electron. Symbolnya ditandai
dengan Q dengan satuan couloumb. Ini yang menyebabkan electron mengalir, satu ampere
sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini,
besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).
Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt, kita harus mengetahui bagaimana mengukur
sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial. Satuan energi secara umum adalah
joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1
newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah). Dalam british unit,
ini sama halnya dengan kurang dari pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot.
Masukkan ini dalam suatu persamaan, sama halnya dengan I joule energi yang digunakan
untuk mengangkat berat pound setinggi 1 kaki dari tanah, atau menjatuhkan sesuatu
dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan pound. Maka kesimplannya, 1
volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. Maka 9 volt baterai akan

melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari electron yang bergerak pada
sebuah rangkian.
Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita
mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan
mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut
hokum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper
pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Prinsip ohm ini adalah
besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm
menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara
tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan.
HUKUM OHM
E=IR
I=E/R
R=I/E
Kesimpulan :
Tegangan dinyatakan dengan nilai volts disimbolkan dengan E atau V.
Arus dinyatakan dengan amps, dan diberi symbol I
Hambatan dinyatakan dengan ohms diberi symbol R
Hukum Ohm: E = IR ; I = E/R ; R = E/I
Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan :
P = V . I atau P = I2 . R atau P = V2/ R
Dimana :
P : daya, dalam satuan watt
V : tegangan dalam satuan volt
I : arus dalam satuan ampere
Contoh Soal Latihan:
Sebuah bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu
rumah tangga tersebut adalah 220 Volt, dan arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah
10 ampere, berapakah hambatan pada lampu tersebut, hitunglah?
JAWAB :
dik :
V = 220 Volt
I = 10 Amper
Dit : hambatan.?
JAWAB
R = V/R

R = 220/10 = 22 ohm
Jadi hambatan yang mengalir adalah 22 ohm
Contoh Soal Latihan:
Didalam suatu rumah tinggal, terpasang sebuah lampu dengan tegangan 220 Volt, setelah di
ukur dengan amper meter arusnya adalah 2 ampere, hitunglah daya yang di serap lampu
tersebut ?
JAWAB :
dik :
V = 220 Volt
I = 2 Amper
Dit : Daya.?
JAWAB
P = V.I
P = 220. 2 = 440 Watt
Dioalah dari berbagai sumber

Sumber Arus Listrik dan Energi Listrik

A. Sumber Arus Listrik


Sumber arus listrik adalah benda-benda yang dapat menghasilkan arus listrik, contohnya
baterai, akumulator, elemen Volta, elemen Daniell, dan elemen Weston. Mobil-mobilan dapat
bergerak karena memperoleh energi listrik dari baterai, lampu senter dapat digunakan setelah
dipasang baterai ke dalamnya.
1. Gaya Gerak Listrik
Semua sumber arus listrik memiliki kemampuan memberikan gaya pada elektron sehingga
elektron dari sebuah atom materi dapat bergerak. Gaya dari sumber baterai yang demikian
disebut sebagai gaya gerak listrik (ggl).
Gaya gerak listrik sering juga disebut tegangan. Satuan gaya gerak listrik adalah volt (V). Ggl
diberi lambang E. Misal pada kulit luar baterai tercantum label 1,5 V, ini menunjukkan
besarnya ggl yang dibangkitkan oleh baterai tersebut. Jadi, ggl merupakan beda potensial
antara kutub-kutub sebuah sumber listrik (baterai) saat sumber tidak mengalirkan listrik
(saklar terbuka).
2. Elemen Primer
Berdasarkan kemampuannya memberikan gaya gerak listrik, sumber arus listrik dibedakan
menjadi elemen primer dan elemen sekunder. Baterai yang digunakan oleh jam dinding
merupakan elemen primer.
Elemen primer merupakan sebuah sumber arus listrik. Elemen primer merupakan sumber
arus listrik yang bersifat sekali pakai. Artinya jika sumber arus tersebut sudah habis
energinya, kamu tidak dapat mengisi elemen primer. Kamu harus mengganti sumber arus
listrik tersebut dengan sumber arus yang baru.
a. Baterai
Baterai merupakan elemen kering. Jika diamati, baterai memiliki dua kutub yaitu kutub
positif dan kutub negatif. Kutub positif baterai berupa batang karbon yang dibenamkan ke
dalam campuran mangan dioksida (MnO2) dan amonium klorida (NH4Cl). Kutub negatif
baterai adalah lapisan paling luar yang terbuat dari seng (Zn).

Gambar di atas adalah gambar baterai yang mempunyai kutub positif dan kutub negatif.
Campuran mangan dioksida berfungsi sebagai zat pelindung elektrolit. Di antara lapisan
paling luar yaitu seng berfungsi sebagai kutub negatif dan campuran mangan dioksida
terdapat pasta amonium klorida yang berfungsi sebagai elektrolit. Di antara kutub positif dan
kutub negatif ini terdapat beda potensial. Beda potensial inilah yang menyebabkan baterai
tersebut dapat mengalirkan arus listrik jika dipasangkan secara benar dalam sebuah
rangkaian. Suatu saat, karbon dan elektrolit dari baterai akan habis sehingga baterai tersebut
tidak dapat menghasilkan arus listrik. Baterai termasuk sumber arus listrik yang tidak dapat
diisi ulang.
Dengan adanya arus listrik ini, kamu akan dipermudah memperoleh sumber energi listrik
yang dapat dibawa ke mana-mana, sehingga akan lebih mudah dan praktis. Baterai masih
banyak digunakan pada jam dinding, radio, lampu senter, dan sebagainya.
Penyempurnaan dari sel seng karbon adalah baterai alkalin. Ukuran, bentuk, dan tegangannya
mirip dengan sel seng karbon, tetapi jika digunakan dalam suatu peralatan, sel alkalin dapat
bertahan enam atau tujuh kali lebih lama dibanding sel seng karbon biasa. Dalam sel alkalin
mengandung elektrolit larutan kalium hidroksida. Pelat logamnya terbuat dari nikel dan
senyawa kadmium.
b. Elemen Volta

Elemen volta ini kali pertama ditemukan oleh Alessandro Volta (1745 1827) seorang ahli
Fisika berkebangsaan Italia. Elemen volta adalah sel elektrokimia yang dapat menghasilkan
arus listrik. Gambardi bawah ini memperlihatkan sebuah elemen volta.

Elemen volta terdiri atas tabung kaca yang berisi larutan asam sulfat (H2SO4) dan sebagai
anoda adalah logam Cu (tembaga) sedangkan kutub negatif adalah Zn (seng). Jika elektrodaelektroda seng dan tembaga dimasukkan ke dalam larutan asam sulfat, akan terjadi reaksi
kimia yang menyebabkan lempeng tembaga bermuatan listrik positif dan lempeng seng
bermuatan listrik negatif. Hal ini menunjukkan bahwa lempeng tembaga memiliki potensial
lebih tinggi daripada potensial lempeng seng. Elektron akan mengalir dari lempeng seng
menuju lempeng tembaga. Jika kedua lempeng ini dirangkaikan dengan lampu, arus akan
mengalir dari lempeng tembaga ke lempeng seng sehingga lampu akan menyala. Namun,
aliran arus listrik ini tidak berlangsung lama sehingga lampu akan padam. Hal ini
dikarenakan gelembung-gelembung gas hidrogen yang dihasilkan oleh asam sulfat (H2SO4)
akan menempel pada lempeng tembaga. Gelembung gas hidrogen ini akan menghambat
aliran elektron. Kamu telah mengetahui bahwa arus listrik adalah aliran elektron-elektron
sehingga jika aliran elektron ini terhambat, tidak akan ada arus yang mengalir. Peristiwa ini
disebut polarisasi. Dengan kata lain, polarisasi adalah peristiwa tertutupnya elektroda elemen
oleh hasil reaksi yang mengendap pada elektroda tersebut. Namun demikian, ide Volta inilah
yang menjadi prinsip dalam
pembuatan baterai dan aki.
c. Elemen Daniell
Cara kerja elemen daniell pada dasarnya sama dengan cara kerja elemen volta. Namun pada
elemen daniell ditambahkan larutan tembaga sulfat (CuSO4) untuk mencegah terjadi
polarisasi, yang dinamakan depolarisator sehingga usia elemen dapat lebih lama. Perhatikan
diagram sel daniell pada gambar di bawah ini.

3. Elemen Sekunder
Tidak seperti elemen primer, elemen sekunder bersifat dapat diperbaharui. Artinya tegangan
yang berasal dari elemen sekunder suatu saat akan habis, tetapi kamu masih dapat mengisi
elemen tersebut. Contoh elemen sekunder adalah akumulator. Akumulator banyak digunakan
dalam kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil.
Akumulator disebut juga elemen basah. Akumulator terdiri atas pasangan-pasangan keping
timbal dan timbal dioksida. Pasangan ini disebut sel (Gambar di bawah). Setiap pasangan
timbal dan timbal dioksida ini mampu memberikan tegangan 2 volt. Kapasitas penyimpanan
sebuah aki dapat terlihat berupa tulisan angka pada aki. Contoh, pada aki tertulis 12V 40 AH,
artinya aki mempunyai ggl 12 volt dan mengalirkan arus listrik 40 ampere selama 1 jam.

Sama seperti pada baterai, akumulator juga mempunyai dua buah kutub, yaitu kutub positif
dan kutub negatif. Kutub negatif terletak pada timbal dan kutub positif pada timbal dioksida.
Timbal dan timbal dioksida dicelupkan ke dalam larutan elektrolit asam sulfat. Keuntungan

pemakaian elemen sekunder misalnya akumulator yaitu dapat diperbaharui. Agar akumulator
dapat berfungsi kembali, perlu dimuati oleh sumber arus searah (DC).
Perubahan energi saat aki digunakan yaitu dari energi kimia menjadi energi listrik.
Sedangkan saat pengisian aki terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi energi
kimia. Cara pengisian aki adalah sebagai berikut.
a. Hubungkan dengan sumber tegangan arus DC yang beda potensialnya lebih tinggi dari aki
tersebut.
b. Arus yang mengalir kecil sehingga perlu waktu lebih lama. Hal ini bertujuan agar tidak
merusakkan sel aki.
c. Ukur konsentrasi larutan dengan hidrometer.
d. Perhatikan ukuran kapasitas akinya dengan amperejam.
4. Tegangan Listrik
Tegangan listrik adalah beda potensial antara dua buah kutub sumber tegangan. Alat untuk
mengukur tegangan disebut voltmeter. Selain tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan,
setiap alat listrik dalam sebuah rangkaian tertutup akan mempunyai tegangan yang dapat
diukur dengan voltmeter.
Tegangan ini disebut tegangan jepit. Jadi tegangan jepit merupakan beda potensial antara
kutub-kutub sebuah sumber arus listrik ketika sumber mengalirkan arus listrik. Misalkan
sebuah sumber 12 V digunakan untuk menyalakan sebuah lampu, ukurlah potensial listrik
lampu tersebut dengan cara memasangkan voltmeter secara paralel dengan lampu. Tegangan
yang terbaca pada voltmeter ini merupakan tegangan jepit atau tegangan terpakai oleh alat.
Nilai tegangan jepit tergantung pada nilai hambatan bebannya. Makin besar nilai hambatan
bahan makin kecil nilai tegangan jepitnya.
B. Energi Listrik
Dalam kehidupan sehari-hari, energi listrik dapat diubah menjadi energi kalor, energi cahaya,
dan energi gerak. Nah, agar kamu lebih memahami bagaimana perubahan bentuk energi
listrik dan alat-alat yang memanfaatkan energi listrik.
1. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Kalor
Perubahan energi listrik menjadi energi kalor dapat diamati pada alat-alat seperti setrika
listrik, kompor listrik, solder, dan teko listrik.
Alat-alat tersebut dapat menghasilkan kalor karena memiliki elemen pemanas. Elemen
pemanas merupakan sejenis hambatan listrik. Ketika
elemen pemanas dialiri arus listrik selama waktu tertentu, maka sebagian arus listrik ini akan
berubah menjadi energi kalor. Adanya energi kalor menyebabkan benda-benda yang
berhubungan dengan konduktor elemen pemanas, seperti pakaian pada setrika listrik, bahan
makanan pada kompor listrik, timah pada solder, dan air pada teko listrik, akan mengalami
kenaikan suhu.

Elemen pemanas biasanya terbuat dari kawat nikrom yang dililitkan pada lempeng isolator
tahan panas, seperti asbes mika. Seluruh bagian lilitan ini ditutupi lagi dengan bahan isolator
yang tahan panas, seperti keramik. Alat-alat listrik tersebut aman untuk disentuh karena
bagian elemen pemanas telah disekat dengan isolator tahan panas. Besarnya kalor yang
dihasilkan elemen pemanas tergantung pada panjang kawat, luas penampang kawat, dan jenis
kawat.
2. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Cahaya
Alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya adalah lampu. Saat ini ada
dua jenis lampu yang banyak digunakan, yaitu lampu pijar dan lampu neon atau lampu
tabung.
Lampu pijar terbuat dari bahan filamen yang digulung menyerupai spiral. Filamen ini
dipasang dalam bola kaca yang berisi gas nitrogen dan argon. Perhatikan bagian-bagian
lampu pijar pada Gambar di bawah ini.

Filamen pada lampu pijar terbuat dari kawat tungsten yang sangat tipis dan digulung menjadi
spiral rangkap. Ketika dialiri arus listrik, filamen lampu ini berpijar sampai berwarna putih
sehingga lampu memancarkan cahaya. Selain memancarkan cahaya, sebagian energi listrik
yang mengalir melalui filamen lampu ini diubah menjadi kalor. Hal ini menyebabkan lampu
pijar terasa panas saat kamu sentuh.
Tungsten dipilih sebagai filamen karena bahan ini tahan panas, titik leburnya mencapai
3.400 C, sehingga tungsten dapat berpijar tanpa melebur. Oleh karena filamen lampu mudah

terbakar di udara, maka di dalam bola kaca lampu pijar diisi gas argon dan gas nitrogen. Gas
ini tidak bereaksi dengan logam panas sehingga filamen tidak terbakar.
Lampu TL (tube luminescent) memiliki cara kerja yang berbeda dengan lampu pijar. Di
dalam lampu TL tidak terdapat filamen, seperti pada lampu pijar. Lampu TL terdiri atas
tabung kaca yang hampir hampa udara dan berisi uap raksa. Di ujungujung lampu TL
terdapat elektroda yang diberi beda potensial yang cukup tinggi. Perbedaan beda potensial ini
menghasilkan loncatan bunga api listrik di antara kedua elektroda sehingga gas yang ada di
dalam lampu TL memancarkan cahaya. Cahaya
tersebut mengenai lapisan fosfor yang ada dalam tabung lampu TL sehingga lapisan fosfor
memendar dan lampu terlihat mengeluarkan cahaya.
Lampu TL merupakan lampu yang hemat energi. Karena lampu TL dapat mengubah 60%
energi listrik menjadi energi cahaya dan 40% lainnya menjadi energi kalor. Hal ini berbeda
dengan lampu pijar yang hanya mengubah 10% energi listrik menjadi energi cahaya.
3. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Gerak
Alat-alat yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak, di antaranya kipas angin, bor
listrik, gergaji listrik, dan mesin jahit listrik. Bagaimana alat-alat tersebut dapat mengubah
energi listrik menjadi energi gerak? Alat-alat tersebut dapat mengubah energi listrik menjadi
energi gerak dengan bantuan motor listrik. Perubahan energi listrik menjadi energi gerak pada
motor listrik dimulai dengan perubahan energi listrik menjadi induksi magnet. Induksi
magnet inilah yang menyebabkan poros atau as pada alat-alat listrik bergerak.
4. Hubungan Tegangan, Kuat Arus, dan Energi Listrik
Ketika lampu 3 volt dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 6 volt, lampu tersebut
akan menyala sangat terang. Sebaliknya, jika lampu tersebut dihubungkan dengan sumber
tegangan 1,5 volt, lampu akan menyala redup. Berdasarkan uraian tersebut, besarnya energi
listrik sangat bergantung pada tegangan listrik.
Energi listrik sebanding dengan tegangan listrik (V), kuat arus listrik (I), dan waktu (t).
Secara matematis pernyataan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.
W=V.I.t
Kamu telah mempelajari Hukum Ohm yang menyatakan bahwa:
I=V/R atau V=I.R
Sehingga dapat ditulis menjadi:

5. Penghematan Energi
Energi listrik yang kita nikmati sehari-hari pada umumnya berasal dari bahan bakar fosil,
seperti gas, batubara, dan minyak bumi. Ketersediaan bahan bakar fosil tersebut pada
umumnya sangat terbatas. Artinya, suatu saat kita akan kehabisan bahan bakar fosil. Hal
penting yang harus dilakukan adalah mulai dengan segera melakukan penghematan energi,
termasuk di antaranya penghematan energi listrik.
Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menghemat energi listrik di rumahmu adalah sebagai
berikut.
1. Tidak menyalakan lampu di siang hari.
2. Mematikan televisi jika tidak ditonton.
3. Mematikan alat-alat listrik setelah selesai dipakai.
4. Menggunakan lampu hemat energi seperti lampu neon.
5. Memakai alat-alat listrik yang mempunyai daya rendah.

C. Daya Listrik
Watt merupakan satuan daya listrik. Daya listrik adalah banyaknya energi listrik yang
terpakai setiap sekonnya. Satuan daya listrik adalah watt, 1 watt = 1 joule/sekon. Secara
matematis, persamaan daya listrik dinyatakan sebagai berikut.

PLN menggunakan kWh meter untuk mengukur penggunaan energi listrik oleh konsumen
dalam satuan kilowatt jam (kWh = kilowatt hour). Satu kWh adalah besarnya energi listrik
yang digunakan selama 1 jam dengan daya listrik sebesar 1.000 watt.

Sudah lama rasanya saya tidak menulis tentang ilmu pengetahuan di blog ini, akibat
kesibukan kuliah sehingga akhir akhir ini saja sudah sedikit jarang update di blog, sehingga
pada waktu senggang ini saya menyempatkan diri untuk berbagi sedikit ilmu pengetahuan
kepada sobat sobat semua tentang beberapa macam sumber sumber yang dapat dijadikan
sebagai energi listrik. Nah setiap sumber masing masing memiliki kelebihan dan
kekurangannya. Tanpa basa basi lagi berikut adalah beberapa sumber sumber yang dapat
dijadikan sebagai energi listrik.....
1. Nuklir

Nuklir merupakan sebuah sumber energi yang sangat dahsyat, nuklir memiliki berbagai
fungsi, ada yang menggunakannya sebagai pembangkit listrik ada juga yang
memanfaatkannya sebagai senjata pembunuh masal. Keuntungan dari menggunakan nuklir
adalah nuklir tidak menghasilkan asap yang dapat merusak lingkungan, dan hanya
menggunakan sedikit bahan nuklir dapat menghasilkan energi yang besar, tetapi dibalik itu
semua nuklir memiliki kelemahannya yaitu apabila terjadi kecelakaan atau kebocoran dari
reaktor nuklir maka akan terjadi bencana yang sangat besar akibat zat yang bernama radio
aktif yang dapat membunuh umat manusia, oleh karena itu perlu perhatian yang cukup serius
untuk menggunakan nuklir ini.
2. Minyak

Pembangkit listrik tenaga diesel yaitu yang menggunakan minyak sebagai bahan bakar adalah
pembangkit listrik yang umumnya banyak di Indonesia. Bagaimana tidak minyak dapat kita
temukan dengan mudah di Indonesia yang mana kaya akan sumber daya alamnya, tetapi
sayangnya pembangkit ini menyebabkan asap yang dapat menyebabkan polusi udara, dan
walaupun sekarang minyak masih banyak tetapi kita juga harus ingat minyak merupakan
sumber alam yang tidak bisa diperbaharui jadi alangkah baiknya jika kita menggunakan
sumber listrik alternatif lainnya.

3. Angin

Menggunakan pembangkit ini bisa dikatakan suatu hal yang tidak membutuhkan suatu bahan
bakar, karena sebagai mana yang kita ketahui angin itu gratis.. Tetapi untuk menggunakan
pembangkit ini diperlukan daerah luas yang memiliki angin yang kencang, selain itu
dibutuhkan banyak turbin untuk menghasilkan listrik yang cukup, dan juga terkadang apabila
angin tidak bertiup dengan kencang maka energi listriknya pun kecil.

4. gelombang

Energi ini memanfaatkan kekuatan ombak jadi dengan menggunakan ini tentu tidak
menimbulkan polusi udara, yang dibutuhkan hanyalah biaya untuk membangun reaktornya,
tetapi kekurangannya juga sama seperti energi angin ombak terkadang deras, terkadang
lemah jadi hasil listrik yang diperoleh tidaklah stabil.

5. Batu Bara

Dengan batu bara kita dapat menghasilkan energi listrik, terlebih lagi batu bara sangat mudah
ditemukan, walaupun begitu untuk mendapatkan batu bara perlu membuat lubang yang
sangat besar yang mana memakan tempat dan biaya, selain itu pembakaran batu bara
menghasilkan asap yang merusak lingkungan.

6. Panas bumi

Tahukah kalian dengan mengandalkan panas bumi kita juga bisa menjadikannya sebagai
sumber energi, kelebihan dari menggunakan energi ini adalah panas bumi tidak akan pernah
habis, berbeda dengan minyak dan batu bara. Tetapi sayangnya tidak banyak tempat yang
dapat dibangun pembangkit listrik jenis ini.

7. Tenaga matahari

Dengan mengandalkan tenaga matahari kita dapat merubahnya menjadi sumber listrik, ini
juga merupakan energi yang tak terbatas, hanya sayangnya untuk membangun reaktor ini
dibutuhkan biaya yang sangat mahal, dan selain itu apabila cuaca berawan atau mendung
makan tidak ada energi yang diterima.

8. Energi pasang surut

Ini juga merupakan penghasil energi yang tidak ada habisnya dan tidak menghasilkan polusi
udara, tetapi kekurangannya adalah pasang surut hanya terjadi dua kali sehari dan hanya pada
waktu itulah energi dihasilkan, selain itu ini juga berakibat terganggunya ekosistem bawah
laut.

9. Hidro elektrik

Hidro elektronik atau lebih sering disapa dengan energi bendungan yang memutar turbin ini
juga jenis energi yang tidak terbatas, yangmana dengan memanfaatkan air di bendungan
untuk memutar turbin, tetapi ini sangat beresiko jika terjadi hujan lebat yang dapat
menimbulkan banjir besar, selain itu apabila kondisi sedang kemarau kekuatan air pun tidak
mampu untuk memutar turbin.

10. Biomass

Dengan memanfaatkan tanaman biomass ini kita dapat menghasilkan energi listrik, selain itu
tanaman ini dapat kita perbaharui dengan menanamnya kembali sehingga dia tidak akan
habis, tetapi dengan membakar tanaman ini maka akan menghasilkan polusi besar besaran
dan kita tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk membangun kebun tanaman ini.

Rumus Mencari Daya


Sunday, December 16th 2012. | rumus fisika
advertisement

Rumus Mencari Daya Pernahkah anda datang ke toko alatalat listrik lalu bilang, Pak beli lampu 25 watt, Anda pasti juga pernah lihat orang bilang atau
dari iklan kulkas hemat listrik cuma 250 watt. Angka 25 watt dan 250 watt tersebut
merupakan besar daya. Dalam ilmu fisika daya adalah laju energi yang dihantarkan atau kerja
yang dilakukan per satuan waktu. Kita kali ini akan belajar bagaimana rumus mencari daya
untuk rangkaian arus searah (DC). Untuk arus bolak balik (AC) ada rumus menghitung daya
tersendiri. Sedangkan untuk arus DC yang melewati resistor rumus mencari dayanya sebagai
berikut :
P=V.I
keterangan
P
=
Daya
V
=
Tegangan
I = Arus listrik satuan Ampere (A)

listrik
listrik

satuan
satuan

Watt
Volt

(W)
(V)

melihat rumus di atas, kita jadi tahu kenapa daya juga sering diberi satuan VA, Volt Ampere.
rumus mencari Tegangan (V) dapat dihitung dengan rumus V = I.R
I
R = Hambatan

Arus

dan

maka Rumus Mencari Daya dapat ditulis:


P
P = I.R.I atau P = I2.R

V.

Dari
kedua
rumus
diatas
maka
dapat
disimpulkan
bahwa:
Besarnya Daya berbanding lurus dengan besarnya kuat arus (I) dan besarnya hambatn (r),
yang otomatis juga berbanding lurus dengan tegangan (V = I x R)
Jadi semakin tinggi kuat arus dan hambatannya maka semakin tinggi daya yang dihasilkan
demikian juga sebaliknya, semakin rendah kuat arus dann hambatan maka semakin rendah
daya yang dihasilkan.
Contoh
Soal
Ayah membeli Lampu Pijar bertegangan 15V menggunakan 2 baterai bertegangan masing-

masing 1,5V. Arus yang mengalir melewati lampu sebesar 100mA. Hitung daya lampu
tersebut !
Diketahui
V = 15 volt
I = 100 mA = 0,1 A
Jawab
P = V.I
P = 150,1A
P = 1,5 WATT
Itulah tadi rumus mencari daya. Semoga Rumus mencari daya tersebut bisa bermanfaat