Você está na página 1de 13

PROGRAM PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD)

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA


KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI

Laporan Individu disusun oleh:


STEPHANUS MULYADI, S.S., M.Sc.
SPT: 414.2/SPT-19-04/TA-6/2016
NKTR: 414.2/ktr-19-04/TA-6/2016

TA PENGEMBANGAN PELAYANAN SOSIAL DASAR


KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT

PENDAMPING DESA
KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT
Jl. Kopral Rahman Hilir Kantor, Kec. Putussibau Utara Kab. Kapuas Hulu Kalimantan Barat
HP/WA. 081280503764 E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de

Daftar Isi
No

Judul

Halaman

Pengantar Laporan

Halaman Pengesahan

Bab 1: Pendahuluan

Bab 2: Tujuan

Bab 3: Pelaksanaan Kegiatan

Bab 4: Permasalahan

12

Bab 5: Penutup

13

Lampiran
1) Time Sheet

14

2) Realisasi Perj.Dinas (Juli)

15

3) Renc.Perj. Dinas (Agustus)

17

4) Laporan Perjalanan Dinas

18

5) SPPD

21

TENAGA AHLI PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR


KABUPATEN KAPUAS HULU

photo terpilih edisi ini

Bp Bandi alias Bp Jenggot


Penjaga gawang pewaisan kearifan lokal dari
desa Sungai Utik, kec. Embloh Hulu

Dengan kearifan lokalnya warga Suku Iban


Sungai Utik menjaga keutuhanCiptaan

Keagungan puteri Iban dalam kesahajaannya

Kebun sayur dalam polybag solusi pemenuhan


vitamin di daerah danau

Keterampilan mengolah rotan menjadi harapan


baru perempuan Danau Kandung Suli

Rakor TA - PD Juli 2016

LAPORAN INDIVIDU
TENAGA AHLI PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR (TA 6)
T.A . 2016
Nama

: STEPHANUS MULYADI, M.Sc

Posisi

: TA 6 ( PENINGKATAN PELAYANAN DASAR )

Lokasi Tugas

: KAPUAS HULU

Laporan Bulan : Jul 2016

Pendahuluan
Gambaran Umum
Kabupaten Kapuas Hulu, secara astronomis berada pada 0,5 Lintang Utara sampai 1,4 Lintang Selatan dan
111,40 sampai 114,10 Bujur Timur dengan ibukota Putussibau. Sebelah Utara berbatasan dengan Serawak
(Malaysia Timur), sebelah Barat dan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sintang dan Melawi, sementara sebelah
Timur berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kabupaten Kapuas Hulu merupakan
kabupaten paling timur di Kalimantan Barat dengan luas wilayah 29.842 kilometer persegi (20,33% dari wilayah
Provinsi Kalbar).
1. Letak geografis
Kabupaten Kapuas Hulu
memanjang dari arah Barat
ke Timur, dengan jarak
kurang lebih 240 Km dan
melebar
dari
Utara
ke
Selatan dengan jarak kurang
lebih 126,70 Km.
Dari Pontianak, ibu kota
provinsi Kalimantan Barat,
Kabupaten Kapuas Hulu berjarak kurang lebih 657 Km
melalui jalan darat, dan 842
Km melalui Sungai Kapuas.
Waktu tempuh ke Pontianak
kurang lebih empat puluh
lima
menit
penerbangan
menggunakanPesawat Udara
jenis ATR 42 Seri 300/F27
atau kurang lebih 16 jam
dengan kendaraan darat.
2. Icon dunia
Kabupaten yang sangat luas ini termasuk
kabupaten yang sangat unik karena memiliki 2
(dua) icon dunia yaitu Taman Nasional Danau
Sentarum dan Betung Kerihun, yang merupakan
kawasan hutan lindung atau konservasi.
Dilihat dari segi kawasan kehutanan Kapuas
Hulu memiliki kawasan kehutanan sekitar 51,21
% dan Kapuas Hulu merupakan kawasan Hutan
Lindung dan Konservasi terbesar di Kalbar.
Dengan demikian Kabupaten Kapuas Hulu
memberikan sumbangan yang besar dalam
menahan lajunya perubahan iklim dunia.

Peta wilayah Kabupaten Kapuas Hulu


3. Kaya Potensi
Kabupaten yang memiliki 23 Kecamatan, 278 Desa
dan 4 Kelurahan ini memiliki potensi wilayah yang
sangat besar di sektor pertanian, industri,
perdagangan, UKM, koperasi, pertambangan dan
lingkungan hidup dan pariwisata.
4. Minim Infrastruktur & rendahnya SDM
Berbagai keunggulan di atas tidak serta merta
membuat masyarakat di kabupaten ini sejahtera.
Minimnya
infrastruktur
transportasi
dan
komunikasi serta rendahnya SDM menempatkan
kabupaten ini masih tergolong sebagai Kabupaten
Tertinggal.
4

Pendahuluan (lanjutan)
Jabatan dan Tugas
Berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT)
Nomor 414.2/SPT-19-04/TA-6/2016 tanggal
03 Februari 2016 tentang penugasan Tenaga
Ahli Pengembangan Pelayanan Sosial Dasar
(TA-PSD)
dalam
melaksanakan
tugas
pendampingan pelaksanaan implementasi
undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang
Desa dengan berfokus untuk memfasilitasi:
1. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat
secara terpadu;
2. Pelayanan pendidikan bagi masyarakat
desa secara terpadu;
3. Pemberdayaan perempuan dan anak;
4. Pemberdayaaan kaum difabel/ berkebutuhan khusus;
Warga Suku Dayak Iban Sungai Utik
5. Pemberdayaan kelompok marginal;
Menjaga kelestarian hutan
6. Pemberdayaan keluarga miskin;
7. Pengembangan kesejahteraan keluarga;
8. Pelestarian dan pengembangan adat dan kearifan lokal;
9. Pelestarian dan pengembangan seni budaya desa;
10. Pengembangan kerukunan dan ketenteraman antar warga desa dan / atau antar desa;
11. Pengembangan media informasidesa untuk masyarakat desa;
12. Pengeolaan akses informasi antar warga desa dan / antar desa.

Rencana Kerja TA-PD periode yang dilaporkan (7/2016)


Sesuai dengan rencana kerja yang disusun bulan
Juni 2016, pekerjaan bulan Juli 2016 difokuskan
untuk melakukan pendampingan dan kajian
keadaan desa khususnya bidang Pemberdayaan
perempuan dan anak dan Pelestarian dan
Pengembangan Adat dan Kearifan Lokal.
Dalam pelaksanaan kegiatan Bulan Juli 2016 terdapat sedikit perubahan kecamaatan yang .

yang dikunjungi. Hal itu dikarenakan keterbatasan waktu dan prioritas masalah.
Desa yang dikunjungi bulan Juli 2016 adalah Desa Danau Kandung Suli di Kecamatan Jongkong,
karena masih melanjutkan pendampingan program P2WKSS dan Desa Desa Sungai Utik, Kec.
Embaloh Hulu, karena masih fokus pada pellestarian adat dan kearifan lokal.

Tujuan
Hasil yang akan dicapai selama 1 (satu) bulan pelaksanaan kegiatan Pendampingan Desa (Juli 2016)
1. Mendapatkan data (dan gambaran) konkret tentang keadaan kesehatan, pendidikan masyarakat,
pemberdayaan perempuan dan anak dan keluarga miskin di desa.
2. Mendapatkan data (dan gambaran) konkret tentang keadaan adat dan seni budaya dan kearifan lokal di desa.
3. Identifikasi potensi, persoalan, factor penyebab dan kemungkinan mengembangkan langkah strategis untuk melakukan perbaikan situasi / penyelesaian masalah.
4. Mendapatkan landasan untuk penyusunan rekomendasi RKTL, koordinasi kerja dengan pihak
terkait /lintas SKPD/ stakeholder untuk penyelesaian masalah.
5. Pengerjaan film documenter kegiatan P2WKSS desa Danau Kandung Suli dan kearifan lokal
masyarakat Dayak Iban di Desa Sungai Utik dalam pemeliharaan keutuhan ciptaan yang terrekam
dalam budaya tattoo.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.1. Pelaksanaan kajian keadaan desa bidang Pelayanan Sosial Dasar
Tugas pokok TA PSD adalah mengimplementasikan
UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, khususnya
mendorong pengembangan pelayanan social dasar
(rincian tugas lihat hal 5 Jabatan dan Tugas).

Nya ibu-ibu di Danak Kandung Suli sudah mampu memproduksi meubel dari rotan dan sudah
memiliki ketereampilan berkebun di dalam polybag.

Berdasarkan rencana kerja yang disusun bulan


Juni 2016, bulan Juli 2016 TA PSD melakukan
pendampingan masyarakat khususnya kaum
prempuan di desa Danau Kandung Suli yang dilaksanakan bersama dengan bidang KSED BPMPD
KH dan SKPD lain, seperti Dinas Kesehatan, Pertanian,
Pendidikan,
Cipta
Karya,
DISPERINDAGKOP KH. Kegiatan pendampingan ini
merupakan salah satu kegiatan sinergis TA PSD
dengan SKPD lain di Kabupaten. Kegiatan pendampingan ini sampai sekarang sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Salah satu contoh

Sedangkan di bidang pelestarian adat budaya


dan kearifan lokal kegiatan dilaksanakan di desa
Sungai Utik, Kec. Embaloh Hulu. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pengumpulan data
kearifan lokal yang dilakukan melalui pengamatan lapangan, FGD dan wawancara mendalam
(diskusi) dengan tokoh adat/masyarakat desa di
desa tersebut. Selain itu juga dilakukan pembuatan film pendek tentang kehidupan sehari-hari
masyarakat adat desa Sungai Utik yang dilakukan dalam kolaborasi dengan pegiat film etnik dari Belgia.

3.2. Laporan Pelaksanaan TUPOKSI TA Pengembangan Pelayanan Sosial Dasar bulan Juli
2016
Tanggal
1-2
3
4-10

Aktivitas
Kegiatan di kantor
BPMPD /KSED: Koordinasi kegitan pendampingan P2WKSS desa Danau Kandung Suli
Cuti bersama dan libur Idul Fitri

11

Pekerjaan di kantor dan koordinasi PD/PLD

12

Kunjungan Kabid KSED BPMPD KH, Bp.H. Nasharuddin, SE.

13

Kunjungan Kepala BPMPD Prov Kalbar, Bp. Drs. Y. Alexander, M.Si

Kunjungan Kepala BPMPD Prov


14-20

Kunjungan Kepala BPMPD Prov

Training pembuatan meubel dari rotan


P2WKSSpemberdayaan perempuan
Desa Danau Kandung Suli

Pendampingan P2WKSS desa Danau Kandung Suli, Kec. Jongkong, KH

Tanaman sayuran dalam polybag

Di sekita jembatan penghubung antar


rumah mulai terlihat hijau

Training pembuatan meubel dari rotan


P2WKSSpemberdayaan perempuan
Desa Danau Kandung Suli

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.2. Laporan Pelaksanaan TUPOKSI TA Pengembangan Pelayanan Sosial Dasar bulan Juli
2016
Tanggal
21-25

Aktivitas
Studi pelestarian Kearifan Lokal dalam Suku Iban di Desa Sungai Utik, Kec. Embaloh Hulu, KH

26

Kunjungan ke Kec. Putussibau Selatan untuk berkoordinasi mengenai rencana pelatihan TIM Penyusun
RKPDES se-Kec. Putussibau Selatan yang akan dilaksanakan tanggal 1-3 Agustus 2016.

27

Kunjungan ke Satker P3MDBPMPD Prov. Kalbar di Pontianak

28-29

Rakor PD-TA

30-31

Pendampingan P2WKSS Desa Kandung Suli, Kec. Jongkong

3.3. Waktu, Maksud & Tujuan Kunjungan Lapangan


3.3.1. Waktu Pelaksanaan Kunjungan Lapangan
Kunjungan lapangan dilaksanakan antara tanggal
14-31 Juli 2016 yaitu desa Danau Kandung Suli,
kec. Jongkong (14-20 dan 30-31/7) dan desa
Sungai Utik, Kec. Embaloh Hulu (21-24/7).
3.3.2. Maksud dan Tujuan kunjungan
Kunjungan lapangan dimaksudkan untuk pendampingan dan kajian keadaan desa berkaitan
dengan Pelayanan Sosial Dasar.

Tujuan
Kunjungan ke Danau Kandung Suli bertujuan untuk mendukung pelaksanaan program P2WKSS
yang telah dicanangkan dan kunjungan ke desa
Sungai Utik bertujuan untuk mengadakan kajian
di bidang bidang pelestarian adat dan kearifan lokal dalam masyarakat Adat Suku Iban Sungai
Utik , khususnya kearifan lokal memelihara lingkungan dan pewarisan kearifan ekologi yang
terrekam dalam budaya tattoo masyarakat Iban
(lihat foto di atas).
7

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.4. Hasil Kunjungan Lapangan

1. Desa Danau Kandung Suli

Kunjungan ke desa Danau Kandung Suli, Kec.


Jongkong merupakan kunjungan lanjutan untuk
pendampingan masyarakat, khususnya perempuan dalam rangka pelaksanaan Program P2WKSS.
Bersama dengan Bidang KSED BPMPD Kapuas
Hulu dan SKPD-SKPD terkait lainnya, TA PSD
memfasilitasi proses kegiatan belajar masyarakat
dan melakukan sosialisasi hidup bersih dan
sehat serta pengembangan ekonomi kreatif.
Setelah sebulan lebih berjalan, kegiatan pendampingan di Desa Danak Kandung Suli sudah
mulai memperlihatkan hasil yang memuaskan.

Namun persoalan air minum (air bersih dan sehat


untuk konsumsi) masih belum teratasi. Warga
desa masih tergantung pada air hujan. Dan saat
kemarau warga terpaksa mengambil air danau
untuk dikonsumsi, meskipun tingkat kebersihannya sangat rendah.
Persoalan lainnya adalah minimnya pengetahuan
dan keterampilan warga dalam pengolahan
limbah ikan yang pada musim kemarau bisa
mencapai ratusan kilogram setiap hari. Limbah
ikan tersebut saat ini masih dibuang ke danau
atau untuk makanan ikan di keramba. Hal itu
menyebabkan air danau tercemar dan sangat
membahayakan kesehatan karena mereka
mengambil air untuk dikonsumsi dan MCK dari
air tersebut.

Bidang Ekonomi

Bidang Kesehatan

Sosialisasi hidup bersih dan sehat mencakup antara lain tentang kebersihan rumah tangga, air
bersih,
sanitasi (jamban keluarga)
serta
ketercukupan gizi/vitamin dari sayur-sayuran.
Kesadaran warga akan pentingnya hidup bersih
dan sehat terlihat dari upaya masyarakat membangun WC dan Kamar Mandi di rumah masingmasing. Dibimbing oleh Dinas Kesehatan desa
juga sudah membentuk kelompok Kader POSYANDU dan membangun gedung POSYANDU.
Kader-Kader POSYANDU sudah mulai dilatih oleh
pelatih dari dinas Kesehatan. Kebutuhann vitamin dari sayur-sayuran sudah mulai terpenuhi
secara swasembada oleh masyarakat Desa Danau
Kandung Suli setelah mereka menerapkan system
bertani menggunakan polybag yang dibimbing
oleh PPL Pertanian dari Dinas Pertanian.

Sedangkan pengembangan ekonomi kreatif mencakup kerajinan rotan, seperti pembuatan meubel
dari rotan dan anyaman rotan. Kegitan sosialisasi
dilakukan melalui dan dalam kelompok-kelompok
maupun melalui dan dalam percakapanpercakapan ringan saat duduk-duduk bersama
warga di depan rumah atau di jembatan. Pengembangan ekonomi kreatif dilakukan dalam pelatihan kerajinan rotan untuk kelompok kerajinan
yang
dilakukan
bersama
dengan
DISPERINDAGKOP Kapuas Hulu.
Saat ini ibu-ibu di desa Danau Kandung Suli sudah mulai bisa tersenyum gembira. Bagaimana
tidak, kebutuhan meubel untuk rumah tangga
mereka sudah dipastikan dapat terpenuhi.
Bahkan peluang untuk meningkatkan penghasilan dari sector industry rumah tangga sudah terbuka. Hal itu disebabkan karena mereka sudah
bisa memproduksi meubel rotan sendiri setelah
mendapatkan pelatihan dari DISPERINDAGKOP
KH. Belum sampai sebulan berlatih, mereka sudah mampu memproduksi meja, kursi, lemari,
keranjang, dll., dari rotan.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.4. Hasil Kunjungan Lapangan

2. Desa Sungai Utik

bukan hanya untuk hiasan belaka melainkan


memiliki arti yang sangat mendalam. Seperti sebuah kitab terbuka yang berisi ajarann tentang
kearifan lokal masyarakat dayak Iban Sungai
Utik. Tattoo motif bunga terong mengajarkan tentang ekologi dan proses kehidupan yang dimulai
dari bunga dan akan menjadi buah. Bunga melambangkan keindahan dan hidup dalam keindahan (kebaikan) akan menghasilkan buah-buah
melimpah. Selain itu kehidupan ini adalah sebuah proses yang tidak bisa dipaksa atau dikarbit, melainkan harus mengikuti proses alami.

Desa Sungai Utik masuk dalam wilayah administrative kec. Embaloh Hulu. Desa ini terletak di
lintas Utara, sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda empat dari Putussibau. Kunjungan
ke desa Sungai Utik dilakukan dalam rangka
study pelestarian adat budaya dan kearifan lokal
masyarakat Dayak Iban Sungai Utik.

Adat Budaya
Tuai Rumah
Dari segi adat dan budaya, desa Sungai Utik sangat unik. Karena masyarakat desa ini masih
hidup di rumah panjang (rumah panjai) dengan
tradisi kepemimpinan Tuai Rumah (Kepala Rumah), yaitu seorang pemimpin yang dipilih oleh
masyarakat menjadi pemipin mereka. Keluargakeluarga menempati bilik-bilik. Setiap bilik bisa
ditempati oleh satu atau lebih kepala keluarga.
Rumah Panjang Sungai Utik memiliki 28 bilik.

Selektif terhadap budaya modern


Kehidupan masyarakat Dayak Iban masih sangat
bersahaja. Tawaran kemajuan modern diseleksi
dengan arif, dan mengambil sari-sarinya saja
yang baik. Tehnologi medern salah satu hasil
kemajuan jaman dimanfaatkan untuk kesejahteraan, namun tidak menggunakannya secara berlebihan sampai mengorbankan relasi social dan
relasi yang erat dengan alam sekitar.
Ekologi

Budaya Tatto
Pemandangan unik juga terlihat dari sebagian
warga Sungai Utik yang masih mengenakan tattoo tradisional, seperti motif yang disebut bunga
terong, kepiting, dll. Ternyata budaya tattoo ..

Pemeliharaan lingkungan hidup diatur dengan


memelihara hutan adat dan melakukan tata ruang pemanfaatan hutan adat secara sangat hatihati dan arif.
9

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.4. Hasil Kunjungan Lapangan
Pemeliharaan lingkungan juga dilakukan melalui
ajaran tentang ekologi kepada generasi muda.
Bumi dipandang sebagai Ibu dari mana semua
kehidupan bermula dan dipelihara. Dan langit
adalah ayah yang memberikan hujan dan panas
penunjang kehidupam bagi semua yang ada di
bumi.
Budaya Tenun

Pilihan ini sebuah visi. Seperti filosifi bunga


terong Iban, pilihan sebagai Desa Wisata Ekologi
ini juga merupakan sebuah komitmen perjuangan
yang tidak ada hentinya. Sebagai desa wisata
mereka sadar bahwa mereka akan dikunjungi
banyak orang dengan berbagai motivasi atau
kepentingan ke rumah panjang dan wilayah desa
mereka mereka. Hal itu menjadi tantangan
tersendiri bagi warga Sungai Utik untuk lebih
arif menata kehidupan mereka sehingga dampakdampak negative dari desa wisata tidak justru
merusak kesahajaan dan keangungan mereka.
Langkah yang tidak boleh terlupakan adalah
pembentukan regulasi desa, baik berbasis hukum
dan tradisi adat maupun berbasis hukum positif
Indonesia.

Budaya tenun diwariskan dengan baik kepada


generasi muda. Demikian juga kerajinan rotan
dan pola hidup bersahaja sehari-hari. Menumbuk
padi dengan alu, berburu di hutan, menangkap
ikan di sungai, cara berladang dan menjaga atau
menghindari kebakaran hutan saat membakar
ladang. Semua itu diwariskan secara luas kepada
generasi muda. Hal yang juga tidak kalah penting
adalah pewarisan seni-budaya Iban yang berwujud tarian (ngajat), seni tabuh dan nyanyian.

Memilih identitas sebagai desa wisata ekologi


Dengan keunikan seni-budaya yang eksotis yang
menampilkan keagugan adat-budaya Dayak pada
umumnya serta pelestarian kearifan lokal untuk
memelihara lingkungan hidup dengan menerapkan prinsip-prinsip ekologi, masyarakatt Dayak
Iban Sungai Utik telah memilih visi pengembangan desa sebagai desa Wisata EKOLOGI.
10

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.5. Evaluasi, Rekomendasi dan RKTL
3.5.1. Evaluasi
Kegiatan bulan Juli 2016 difokuskan pada
pendampingan dan kajian keadaan desa dengan
prioritas pada pelayanan sosial dasar bidang
peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak
di Desa Danau Kandung Suli, Kec. Jongkong dan
pelestarian adat dan kearifan lokal dalam
masyarakat Dayak Iban di Sungai Utik, Kec.
Embaloh Hulu.
Kegiatan pendampingan masyarakat dalam
rangkan pelaksanaan program P2WKSS di desa
Danau Kandung Suli, kec. Jongkong sudah
berjalan dengan baik. Masyarakat dampingan
sudah menunjukkan perkembangan mereka
sebagai penerima manfaat program. Pendekatan
dan metode pendampingan ternyata cukup
mengena bagi masyarakat. Desa Danau Kandung
Suli yang semula merupakan dusun yang sangat
tertinggal dengan semua indikator IDM sangat
rendah,
kini
sudah
mulai
menunjukkan
potensinya yang luar biasa. Berkat program
P2WKSS desa ini akan mampu membangun
dirinya sendiri di masa depan.

Warga Rumah Panjang Sungai Utik mengaku


jarang mendapat pembinaan dari pemerintah.
Program
seperti
P2WKSS
belum
pernah
menyentuh mereka. Mereka hidup dari usaha
sendiri, mandiri.
Meskipun selama ini mereka berupaya untuk
mandiri,
bukan
berarti
mereka
tidak
mengharapkan dukungan dari luar, terutama
dari
pihak
pemerintah
Indonesia.
Pihak
pemerintah, khususnya SKPD terkait seperti
Dinas Budaya dan Pariwisata, Kehutanan dan
DISPERINDAGKOP perlu mendukung upaya
masyaraat Sungai Utik untuk mengembangkan
Desa Ekowisata. Desa-desa yang kreatif dan
memiliki keunikan seperti ini sangat perlu
disupport agar mereka bisa menjadi contoh bagi
desa lainnya di Kapuas Hulu. Desa seperti Desa
Sungai Utik bisa dijadikan desa Lasite untuk
bidang pengembangan pariwisata alam (ekologi)
dan budaya.

3.5.2. Rekomendasi Implementatif untuk Desa dan SKPD


Upayakan kerjasama dengan Pemda untuk memfasilitasi pendayagunaan potensi desa melalui
asistensi dan dukungan bagi pemerintah desa
dalam penyelenggaraan akses layanan dasar seperti pendidikan dan pemberantasan buta huruf,
layanan kesehatan reproduksi, pelatihan ketrampilan untuk usaha ekonomi produktif, penyelenggaraan perlindungan sosial untuk perempuan dan anak;

Mendorong adanya pusat informasi desa untuk


pemberdayaan masyarakat, pewarisan senibudaya dan kearifan lokal, pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan pekerjaan, dsb
Mengurangi kerentanan resiko melalui programprogram pemberdayaan perempuan desa dalam
bidang ekonomi, penyediaan sanitasi, kesehatan,
dan sarana penunjang lainnya

3.5. Evaluasi, Rekomendasi dan RKTL


3.5.3. RKTL (bulan depan)
Rencana kerja tindak lanjut bulan depan:
1. Penguatan kapasitas PLD dan PD
2. Mengerjakan film dokumenter Danau Kandung Suli.
3. Pengerjaan film dokumenter Mulang Ajat Orang Sakit
4. Kajian desa menyangkut Pelayanan Sosial Dasar di Embaloh Hilir dan Bunut Hilir
5. Berkolaborasi dengan BPMPD/KSED KH dalam pendampingan P2WKSS Desa Danau Kandung Suli,
Jongkong dan pembinaan Desa Piasak Hulu dalam Lomba Desa tingkat Regional.

11

Kendala dan Permasalahan


1. Kendala
TA Pelayanan Sosial Dasar membutuhkan Kajian
Keadaan Desa untuk dapat mengindentifikasi permasalahan dan peluang/potensi desa. Hasil identifikasi ini sangat penting untuk menjadi dasar
rekomendasi dan RKTL bagi semua pihak terkait
dalam rangka pembangunan desa. Namun
pelaksanaan kegiatan kajian keadaan desa terkendala masalah kekurangan dana.

Karena desa-desa di Kapuas Hulu tersebar di wilayah yang sangat luas dengan medan ekstrim dan
jauh terpencil sehingga membutuhkan biaya yang
tinggi. Padahal umumnya desa-desa tersebutlah
yang merupakan desa termiskin dan paling
tertinggal.

2. Permasalahan
1. Belum terfasilitasinya perencanaan pelayanan social dasar desa
Dari hasil kunjungan lapangan ditemukan
bahwa masih banyak desa yang perencanaan
pelaynan social dasar desa tahun anggaran
2016 belum terfasilitasi karena beberapa
keterbatasan, diantaranya kekosongan PD/
PLD, kapasitas PD/PLD rendah karena belum
ada pelatihan/pembekalan, desa yang jauh
tanpa sinyal dan pemahaman terhadap
regulasi yang ada berbeda-beda khususnya
dalam pelaksanaan penataan usulan di empat
bidang:Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan,
Pembangunan, Pembinaan dan Pemberdayaan
Masyarakat sesuai dengan permendagri 114.
Demikian juga menyangkut pemahaman tentang Permendes 21 berkaitan dengan penentuan prioritas pembangunan desa relative masih
kurang. Hal itu terlihat dari kebingungan desa
dalam penyusunan RKPDes maupun APBDes.
2. Minim riset dan data tidak valid
Diperlukan suatu dasar akurat untuk menyusun suatu perencanaan pembangunan
yang berkelanjutan. Demikian juga untuk menyusun rencana pengembangan pelayanan
social dasar. Sementara ini hasil penelitian
ilmiah mengenai kondisi terkini pelayanan social dasar di bannyak desa di Kabupaten
Kapuas Hulu masih sangat minim, sehingga
pihak-pihak terkait yang akan menyusun kebijakan & perencanaan pengembangan pelayanan social dasar masih sulit mendapat referensi.
3. Kapasitas SDM Minim
Dari hasil studi di beberapa desa yang sudah
dikunjungi disadari bahwa permasalahan minimnya kapasitas SDM di desa masih menjadi
salah satu factor penghambat pelaksanaan
pelayanan social dasar di KH.

Absennya tenaga pendidik dan tenaga medis


berkualitas di daerah pedalaman juga menjadi
hambatan terbesar melakukan pelayanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan di daerahdaerah sulit tersebut. Kemiskinan dan
keterbelakangan juga terjadi karena minimnya
kemampuan warga desa dalam mengelola aset
alam dan social yang sebenanya merupakan
potensi bagi mereka untuk keluar dari situasi
kemiskinan.
4. Minim infrastruktur
Buruknya kondisi jalan dan jembatan masih
menjadi permasalahan terbesar di banyak desa
di Kapuas Hulu. Banyak desa dan dusun jauh
di pedalaman masih terisolir. Desa/dusun tersebut masih kesulitan mengakses layanan
pendidikan, kesehatan dan layanan social
lainnya. Infrastruktur pendukung komunikasi
dan informasi juga masih minim di desa-desa
yang jauh terpencil. Masih banyak desa/dusun
tanpa sinyal dan belum bisa menangkap informasi yang disalurkan melalui Radio dan TV.
5. Masalah ketiadaan air bersih
Desa Danau Kandung Suli memiliki kesulitan
yang besar dalam mendapatkan air bersih,
terutama di musim kemarau. Di sini diperlukan manajemen pengelolaan dan teknologi
tepat guna pemurnian air sehingga masyarakat terbebas dari ancaman penyakit akibat air
yang kotor / terkontaminasi.
5. Minim ide kreatif/inovasi
Di desa masih terkesan minim ide-ide kreatif
untuk pengembangnan pembangunan desa.
Maka pendamping desa dituntut menjadi inspirator warga desa menemukan atau
mengimplementasikan ide-ide kreatif tersebut
menjadi pogram atau kegiatan konkrit yang
akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

12

13